cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Edu Wisata Tanaman Herbal di Surabaya Kevin Nugroho Satriawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Edu Wisata Tanaman Herbal di Surabayamerupakan sebuah fasilitas edukasi sekaligus sebagaitempat rekreasi yang bertujuan memperkenalkantanaman herbal dan menyadarkan masyarakatsehingga dalam pemanfaatan tanaman herbal dapatmeningkat. Pengenalan tanaman herbal ini didasarioleh minimnya perhatian dari masyarakat terkaittanaman herbal dikarenakan faktor perilaku gayahidup masyarakat maupun lingkungan yang tidakdimanfaatkan baik untuk penanaman tanaman herbal.Fasilitas Edu Wisata Tanaman Herbal di Surabaya initerdiri dari area edukasi dan komersial. Area edukasiberupa fasilitas untuk memberikan informasi tentangtanaman herbal, memberikan contoh jenis tanamanherbal, dan bagaimana pengolahannya menjadiproduk. Area komersil berupa fasilitas penunjangseperti tempat kuliner, herbal center, dan terdapattempat penjualan tanaman herbal. Pendekatan sainsdigunakan untuk memberikan hubungan alam yaituiklim lingkungan setempat dengan tanaman herbaldidukung dengan penerapan “Biophilic” untuk bisamemanfaatkan penghawaan dan pencahayaan alami.Suasana ruang dalam bangunan juga menjadipertimbangan melalui kenyamanan termal danpencahayaan pada ruang dalam bangunan.Perancangan Fasilitas Edu Wisata Tanaman Herbaldi Surabaya diharapkan membawa dampak positifbagi masyarakat Surabaya dengan konsepperancangan fasilitas yang telah di desain padabangunan.
FASILITAS REHABILITASI MENTAL KATOLIK BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN DI KOTA MALANG Stefanus Richard
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia menjadi salah satu hal utama yang melatarbelakangi adanya Proyek Tugas Akhir dengan judul Fasilitas Rehabilitasi Mental Katolik bagi Anak Korban Kekerasan di Kota Malang. Namun, penanganan dalam aspek psikologis cenderung masih minim. Fasilitas ini diharapkan mampu membantu anak-anak yang pernah mengalami trauma akibat kekerasan untuk memulihkan kedudukan batin dan watak mereka. Keterkaitan dengan unsur agama, khususnya Katolik, membantu memberi nilai-nilai pada program rehabilitasi yang diterapkan.Penerapan pendekatan desain berupa pendekatan perilaku, dengan memahami karakter-karakter anak yang mengalami trauma akibat tindak kekerasan, dapat membantu dalam membuat rancangan yang kontekstual. Pendalaman terhadap karakter tiap-tiap ruang, dimana karakter ruang tersebut disesuaikan dengan karakter-karakter anak yang mengalami trauma akibat kekerasan.Rancangan fasilitas rehabilitasi ini menyediakan fasilitas hunian, pendidikan, dan terapi bagi anak-anak dan remaja (usia 6-18 tahun) yang mengalami trauma akibat kekerasan. Fasilitas hunian dirancang dengan berbagai tipe unit kamar yang menyesuaikan dengan kecenderungan perilaku anak setelah mengalami kekerasan. Fasilitas pendidikan dengan konsep playful dengan suasana yang informal sehingga anak tidak merasa tertekan dengan kegiatan pendidikan dan memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan. Fasilitas terapi disesuaikan dengan kecenderungan perilaku anak, kebutuhan anak, kelompok usia dan respon anak selama menjalani kegiatan terapi.
Rumah Susun Hemat Energi dan Fasilitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Surabaya Trifena Feliana Dewi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah susun bagi masyarakat berpenghasilanrendah sedang dikembangkan oleh pemerintah untukmengurangi kawasan kumuh di perkotaan. Denganketerbatasan lahan di perkotaan, rumah susun bisamenjadi salah satu solusi untuk menyediakan rumahdalam jumlah yang banyak dibandingkan denganrumah tapak. Rumah susun harus mengupayakankenyamanan pengguna, efisiensi penggunaan energidan menyediakan unit usaha untuk memberikanpenghasilan tambahan bagi pengguna. Desainfasilitas harus memperhatikan iklim mikro setempat,pencahayaan alami dari matahari, dan ventilasi alamiuntuk menciptakan bangunan yang sehat bagipengguna. Usaha mikro, kecil, menengah menjadisalah satu upaya untuk meningkatkan produktivitaspengguna dan memberikan penghasilan tambahanbagi pengguna. Konsep rumah susun hemat energidigunakan untuk meningkatkan kualitas hiduppengguna dalam aspek kesehatan, sosial, danekonomi sehingga pengguna dapat melakukanaktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Fasilitas Edukasi Sejarah dan Kebudayaan Indonesia di Balikpapan Kevin Ardisa Putra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Edukasi Sejarah dan Kebudayaan Indonesia adalah fasilitas edukasi yang kaitannya dengan sejarah dan kebudayaan tentang Indonesia, sebagai perwujudan visi yang digagas presiden. Potensi integrasi yang mampu dilakukan, adalah integrasi antara tipologi musium dan fungsi publik. Museum cenderung mendapatkan persepsi membosankan karena fokusnya mempelajari sejarah, diharapkan melalui bangunan ini dapat menjadi awal untuk masyarakat mempelajari sejarah dan kebudayaan dengan persepsi yang lebih fresh terhadap pembelajaran sejarah dan kebudayaan dimasa lampau. Permasalahan perwujudan visi Indonesia dan persepsi sosial terhadap museum, diharapkan dapat dipecahkan dengan pendekatan simbolik. Parameternya dalam pendekatan simbolik adalah ,menjadi fasilitas public untuk belajar tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia, menjadikan bangunan tersebut sebagai simbol dari tonggak sejarah, dan memfasilitasi proses belajar dengan perkembangan teknologi agar relevan dengan masyarakat yang ada di zaman sekarang. Konteks simbolik dicapai dengan menghubungkan garis aksis dari tiap titik perpindahan Ibu kota yang beberapa kali mengalami perpindahan, dan dari titik tersebut ditarik garis lurus kekoordinat tapak di Balikpapan,sehingga bentuk bangunan mencerminkan garis aksis tersebut. Perwujudan bangunan dari aksis adalah usaha untuk mewujudkan dari suatu hal yang intangible. Penggunaan material lokal pada fasad, menggunakan kayu ulin, roster, sebagai perwujudan lokalitasnya daerah Kalimantan. Keindonesiaan dicapai dengan konten sejarah dan kebusayaan yang dipelajari dengan metode dekonstruksi, dan dengan perkembangan teknologi 4.0. ketinggian ruangan tidaklah humanis, sebagai perwujutan kemegahan dan kompleksitas dari sejarah dan kebudayaan Indonesia. Sistem struktur menggunakan truses dengan baja, untuk mengakomodasi kantilever pada lantai atasnya dan ruang yang bebas kolom.
Fasilitas Rehabilitasi Penderita Gangguan Makan, Surabaya Gabriela Angelika
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kasus penderita gangguan makan di JawaTimur meningkat setiap tahunnya, namun fasilitasyang dapat digunakan untuk penyembuhan gangguanmakan masih minim. Fasilitas yang ada cenderungfokus kepada pengobatan fisik saja, sedangkanpenderita gangguan makan tidak hanyamembutuhkan pengobatan secara medis, namun jugaperlu pemulihan kondisi psikis agar dapat percayadiri dan berani bersosialisasi di masyarakat. Halinilah yang melatarbelakangi objek perancanganFasilitas Rehabilitasi Penderita Gangguan Makan diSurabaya. Perancangan menggunakan pendekatanperilaku dengan memperhatikan kebutuhan dankarakter dari penderita gangguan makan danmenggunakan konsep "connect with nature" dan"therapeutic community" untuk menghadirkanarsitektur yang dapat memaksimalkan pemulihanfisik dan psikis penderita serta melatih penderita agarberani kembali bersosialisasi di masyarakat.
Pasar Induk Renteng di Praya, Lombok Tengah Honny Florensia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Pasar Induk Renteng di Praya,Lombok Tengah didasari oleh pemikiran kondisipasar induk renteng yang memiliki infrastruktur dansistem yang kurang memadai serta kurang ramahlingkungan. Sehingga, masalah perancangannyaadalah bagaimana merancang pasar yang tersistemterutama sistem sirkulasi, sistem utilitas yang ramahlingkungan dengan sistem pengolahan limbah secaramandiri. Pendekatan desain yang digunakan adalahpendekatan sistem dengan memerhatikan delapansistem yaitu sistem sirkulasi, sistem utilitas, sistemspasial, sistem struktur, sistem pencahayaan, sistempenghawaan, sistem selubung bangunan, dan sistemmekanikal elektrikal. Pendalaman desain yang dipilihadalah pendalaman fasad bangunan yang bertujuanuntuk mengurangi radiasi matahari yang mengenaibangunan
Apartemen Pebisnis Usaha Rintisan di Surabaya Daniel Richard
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen Pebisnis Usaha Rintisan di Surabaya merupakan fasilitas hunian yang terintegrasi dengan fasilitas tempat kerja bagi pebisnis startup. Kota Surabaya yang saat ini memiliki berbagai sektor bisnis, didukung dengan potensi proyeksi meningkatnya kepadatan penduduk pada tahun 2030, maka Apartemen Pebisnis Usaha Rintisan di Surabaya ini akan menjadi wadah bagi masyarakat yang sedang membangun bisnis usaha rintisan sekaligus menyalurkan potensi dari proyeksi kepadatan penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori produktif. Apartemen ini akan dilengkapi dengan fasilitas hunian yang terintegrasi dengan kebutuhan bisnis, dengan batasan privasi tertentu, serta fasilitas masyarakat pengunjung komersil. Pendekatan sistem digunakan untuk mengintegrasikan zonasi kebutuhan baik hunian, bisnis, maupun komersil sehingga tiap kebutuhan pengunjung atau penghuni dapat tercapai.
Museum Kebudayaan Peranakan Tionghoa Di Surabaya Jeffri Teguh Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Kebudayaan Peranakan Tionghoa merupakan sebuah fasilitas publik yang menyampaikan informasi mengenai peranakan Tionghoa dan menjadi ruang publik untuk mewadahi atktivitas masyarakat sekitar. Museum ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai budaya peranakan Tionghoa melalui elemen arsitektur serta konten yang disuguhkan pada museum. Museum ini diharapkan dapat menjadi simbol dari peranakan Tionghoa di Surabaya yang menyampaikan nilai toleransi bagi masyarakat, memperkenalkan peranakan Tionghoa melalui budaya dan nilai yang terkadung didalamnya.Ciri khas dari proyek ini ialah elemen desain yang diterapkan berdasarkan pada budaya peranakan Tionghoa melalui pendekatan simbolik. Budaya peranakan Tionghoa disimbolikkan melalui elemen arsitektur yang membentuk tatanan massa, tampilan desain, serta karakter ruang dengan tujuan menyampaikan nilai peranakan Tionghoa. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi suatu ikon wisata kawasan kota lama sebagai wadah bersosialisasi untuk menjembatatani cara pandang antar etnis melalui budaya dalam elemen arsitektur.Kata Kunci: Museum, Peranakan Tionghoa, Ruang Publik, Surabaya.
Galeri Kerajinan Lokal di Surakarta Yurika Michel Mulasimadhi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galeri Kerajinan Lokal di Surakarta merupakanfasilitas yang dapat memperkenalkan jenis kerajinanlokal yang ada di Surakarta. Surakarta merupakansalah satu kota singgah yang berada di Jawa Tengah,yang memiliki kerajinan lokal yang terkenal. KotaSurakarta sendiri tidak memiliki banyak fasilitasgaleri kerajinan yang bisa diperlihatkan. Melalui isutersebut diperlukannya sebuah fasilitas yang dapatmemperkenalkan jenis kerajinan lokal yang ada danproses pembuatannya. Galeri Kerajinan ini bukanhanya sebagai pameran hasil kerajinannya saja tetapisebagai sarana edukasi yang dimana pengunjungdapat mengambil sedikit peran dalam sedikit prosesdari jenis kerajinan yang ada. Serta selainmeningkatkan sektor budaya galeri ini juga dapatmenariik pengunjung untuk datang dan singgah diKota Surakarta.
PUSAT PERBELANJAAN BIOPHILIC DI SURABAYA John Gavriel Angjaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Perbelanjaan Biophilic di Surabaya merupakan tempat dimana orang mencari hiburan dan melepas penat dari aktifitas sehari-hari. Pembangunan yang berkembang pesat menyebabkan bangunan yang dibangun ini dituntut untuk selesai dalam waktu yang cepat sehingga bangunan ini hanya mementingkan fungsinya dan tidak mementingkan koneksi manusia dengan alam. Koneksi manusia dengan alam ini dapat mempengaruhi manusia secara fisik dan mental. Surabaya merupakan salah satu kota yang memikirkan koneksi manusia dengan alam. Pembangunan kota di Surabaya ini menggunakan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan. Tetapi konsep ini tidak diterapkan pada pembangunan bangunan Di kota, pusat perbelanjaan bukan lagi menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi gaya hidup masyarakat kota. Untuk mendesain pusat perbelanjaan yang baik, desain yang dibuat di dalam pusat perbelanjaan ini harus dapat membuat mood penggunanya baik, karena dengan mood yang baik, penjualan juga dapat meningkat. Dari hasil itu maka metode yang digunakan dalam desain adalah pendekatan perilaku. Dengan desain pusat perbelanjaan yang pada umumnya tertutup dan ber-AC, koneksi manusia dengan alam menjadi terpisah. Maka dari itu, mendesain pusat perbelanjaan yang memikirkan koneksi manusia dengan alam merupakan salah satu hal yang penting. Penggunaan konsep biophilic pada bangunan ini dapat mengembalikan koneksi manusia dengan alam yang terpisah. Pengguna bangunan mendapatkan banyak keuntungan secara fisik dan mental dengan kembalinya koneksi alam dengan mereka. Konsep biophilic ini, juga memberikan keuntungan secara ekonomi yang merupakan salah satu hal utama yang diperlukan dalam sebuah pusat perbelanjaan karena mood yang dapat terpengaruhi secara positif dengan konsep ini.