cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
FASILITAS PERAWATAN LANSIA PENDERITA ALZHEIMER DI YOGYAKARTA Timotius Timotius
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin hari, jumlah lansia di Indonesiasemakin meningkat. Dengan bertambahnya usia,maka lansia akan semakin rentan terhadap penyakit.Salah satu penyakit yang dapat ditemui merupakanpenyakit pikun atau Alzheimer. Di Indonesia, jumlahfasilitas perawatan bagi penderita Alzheimer sangatterbatas. Karena itu diperlukan fasilitas perawatanyang secara khsusus dirancang sesuai karakteristiklansia penderita Alzheimer. Tulisan ini akanmembahas mengenai perancangan sebuah fasilitaskhusus Alzheimer berupa panti yang bertujuan dapatmemaksimalkan hidup lansia pendertia Alzheimer.Pengawasan dan akses dari sirkulasi antar fasilitasmenjadi fokus utama fasilitas ini selain penataanmassa bangunan agar dapat berperan sebagai elemenpendukung wayfinding bagi para lansia di dalamkompleks.
Mal Terbuka Pantai Kenjeran di Surabaya Celine Tanaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Mal Terbuka Pantai Kenjeran diSurabaya dilatarbelakangi oleh desain mal diSurabaya yang mirip dan didominasi dengan konseptertutup, padahal pengunjung selalu mencaripengalaman baru dalam mal. Di samping itu, PantaiKenjeran sebagai kawasan strategis masih belumdiolah dan berkembang secara optimal. Oleh karenaitu, tujuan perancangan Mal Terbuka Pantai Kenjerandi Surabaya dimaksudkan untuk melengkapikebutuhan fasilitas perbelanjaan di area agar menjadikawasan wisata yang terintegrasi, sekaligus menatasistem sirkulasi agar efektif dan terintegrasi. Masalahutama dalam perancangan ini adalah sistem, meliputisistem sirkulasi yang efektif, sehingga pendekatanyang digunakan adalah pendekatan sistem,khususnya sirkulasi. Ruang diolah untukmenonjolkan karakter kawasan pantai yangmenenangkan dan santai, serta navigasi ruang yangefektif melalui elemen arsitekturalnya denganaplikasi teori wayfinding. Konsep yang dihadirkanadalah memperkuat karakter pantai yang santaidengan memasukkan elemen alam dan sirkulasiterbuka.
Fasilitas Relaksasi dan Kebugaran di Surabaya Gracia Gabriella
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Relaksasi dan Kebugaran di Surabayamerupakan fasilitas milik swasta yang mewadahipengunjung mulai dari remaja hingga usia pekerjadewasa, dimana usia-usia tersebut memiliki tingkatstress yang cukup tinggi dikarenakan tingginyatuntutan hidup di kota besar seperti Surabaya.Fasilitas ini diharapkan dapat membantumenyadarkan masyarakat mengenai pentingnyamenjaga keseimbangan antara kesehatan fisik danmental.Proses desain dari fasilitas ini berdasar padaperilaku psikologi manusia, sehingga fasilitasdirancang memiliki 2 zona untuk 2 kepribadian yangberbeda, yaitu zona Type A dan zona The Worriers.Zona Type A merupakan fasilitas dengan kegiatanyang aktif sesuai dengan kepribadian “Type A”,seperti gym, aerobik, power yoga, pilates, dan kolamrenang, sedangkan zona The Worriers merupakanfasilitas dengan kegiatan relaksasi, seperti spa, sauna,jacuzzi, reflexology, yoga, dan meditasi. Dari segiarsitekturnya, proyek ini menerapkan konsep“Healing Environment” dan ”Healing Garden”yang membahas mengenai peran arsitektur dalamproses healing dari pengunjungnya.
Rumah Sakit Kelas D Pratama Kecamatan Pule di Trenggalek Mellisa Permata Dewi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Kelas D Pratama Kecamatan Pule diTrenggalek dasarnya terjadi karena kurangnyapersebaran fasilitas kesehatan di Indonesia khususnyapada kecamatan Pule. Pada kecamatan Pule sendiri,hanya terdapat 1 fasilitas kesehatan (Puskesmas)yang diperuntukkan untuk 10 desa dengan pendudukberkisar 58 ribu jiwa. Seharusnya dengan penduduksejumlah demikian, tempat tidur rawat inap yangdibutuhkan untuk melayani warga kecamatan pulemerupakan 58 bed (kurang lebih ratio 1:1000).Dengan pertimbangan tersebut, maka diusulkanuntuk merancang fasilitas kesehatan yang cukupmemadai untuk melayani seluruh warga kecamatanPule yaitu Rumah Sakit kelas D Pratama; yang salahsatu kriterianya adalah terletak di lokasi pedalaman.Rumah sakit ini berlokasi di daerah pegunungansehingga masalah tersebut menjadi masalah utamayang harus diselesaikan: merancang rumah sakit dikontur yang terjal. Dengan demikian, pendekatansistem menjadi salah satu metode yang digunakandalam perancangan rumah sakit ini; meliputi sistemstruktur, sistem utilitas, dan sistem sirkulasi.
Pusat Olahraga di Kabupaten Magelang Michael Owen Tantrajaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan fasilitas Pusat Olahraga di Kabupaten Magelang merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan SDI (Sport Development Index) Kabupaten Magelang. Salah satu hal yang mengakibatkan rendahnya kesadaran orang untuk berolahraga karena belum adanya tempat olahraga yang terdesain secara spesifik untuk olahraga. Diharapkan, dengan adanya fasilitas ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berolahraga. Fasilitas olahraga ini direncanakan sebagai tempat bagi masyarakat tidak hanya untuk berolahraga tapi untuk menghabiskan waktu untuk hiburan, dikarenakan target pengguna fasitas ini adalah masyarakat yang awam dengan olahraga agar secara tidak langsung bisa melihat orang yang sedang melakukan kegiatan olahraga dengan harapan masyarakat yang awam tersebut bisa tertarik untuk ikut berolahraga.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sistem, terutama sistem sirkulasi untuk menciptakan alur sirkulasi yang mengajak pengguna untuk bisa melihat kegiatan olahraga didalamnya. Kemudian sistem pendukung lainnya yaitu sistem struktur, utilitas, fasad dan pencahayaan. Pendalaman desain yang diangkat adalah pendalaman sequence berupa tahapan – tahapan yang menggiring masyarakat dari depan entrance sampai masuk dan menimbulkan ketertarikan untuk berolahraga
Fasilitas Workshop & Retail Kerajinan Kulit & Batik Khas Sidoarjo di Kabupaten Sidoarjo Windyacwara Josephian Dewangga
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Workshop & RetailKerajinan Kulit & Batik Khas Sidoarjo diKabupaten Sidoarjo merupakan fasilitasedukasi dan penjualan kerajinan kulit &batik khas Sidoarjo yang bertujuan untukmeningkatkan kembali minat masyarakatdalam maupun luar Kota Sidoarjo terhadapkerajinan lokal khas Sidoarjo yang sempatmeredup akibat pengaruh bencana LumpurLapindo. Fasilitas edukasi terdiri dari areaworkshop yang merupakan salah satufasilitas utama yang memberikan edukasimengenai proses produksi kerajinan. Disamping itu terdapat galeri di mana hasilkarya para pengrajin kulitmaupun batik dipajang. Kemudianterdapat historical area yang merupakanruang tempat informasi – informasisejarah mengenai kerajinan kulit & batikkhas Sidoarjo disimpan. Adanya galeridan historical area yang mendukungfasilitas utama tersebut diharapkanmampu memberi informasi lebihmengenai kerajinan kulit & batik khasSidoarjo. Selain fasilitas edukasi, terdapatjuga fasilitas penjualan berupa retail yangmenjual hasil produksi kerajinan kulitdan batik tersebut. Masalah utama pada bangunan ini yaitu bagaimana perancangan arsitektur dapat menerapkan sebuah sistem sirkulasi yang mendukung masing – masing fungsi bangunan. Penerapan hirarki rumah adat Jawa terhadap tatanan massa bangunan merupakan konsep yang diusung pada fasilitas tersebut. Mengingat masalah utama yang telah disebutkan, maka digunakan pendekatan arsitektur sistem sirkulasi dan pendalaman fasad dengan mengaplikasikan karakter – karakter fasad yang berbeda dalam mencerminkan hirarki ruang yang telah dibuat.
Fasilitas Persemayaman, Kolumbarium dan Krematorium di Surabaya Gratianus Gerry
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Persemayaman , Kolumbarium dan Krematorium di Surabaya merupakan fasilitas untuk pelaksanaan ritual kematian yang terpadu dalam satu kawasan. Fasilitas ini dilengkapi dengan ruang persemayaman , ruang kremasi , aula upacara kremasi dan juga kolumbarium sebagai fasilitas utama..Masalah utama pada perancangan fasilitas ini adalah memisahkan jalur sirkulasi ritual , jalur sirkulasi servis dan jalur sirkulasi pengguna sehingga dapat menciptakan suasana ritual yang mendukung pada setiap fasilitas. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan sistem dengan fokus utama pada sistem sirkulasi. Pendalaman desain yang dipilih adalah pendalaman karakter ruang untuk mendapatkan suasana ruang yang tepat pada setiap fasilitas.
Galeri Edukasi Tematik Berbasis Teknologi Interaktif di Surabaya Michelle Wiyogo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galeri Edukasi Tematik Berbasis TeknologiInteraktif di Surabaya ini merupakan suatu inovasisebagai respon dari perkembangan teknologi yangpesat ditujukan untuk anak-anak sampai denganremaja yang terhitung usia 6 sampai 17 tahun. Galeriedukasi ini didesain menyenangkan dengandukungan teknologi untuk menyampaikanpembelajaran secara tematik menggunakanpendekatan simbolik yang berdasar kepadaprinsip-prinsip arsitektur kontemporer menurutSchirmbeck,1988. Pembelajaran tematik dinilaiefektif dalam memaksimalkan penyampaian materi.Sistem tematik ini didukung oleh olah ruanginteraktif berteknologi agar pengunjung menikmatipembelajaran sambil bermain alur perjalanan edukasi1 arah yaitu ‘serial progression’ yang memberikanpengalaman ruang secara bertahap. Metode tematikterbagi menjadi 3 ruang edukasi yaitu sejarah, budayadan ilmu pengetahuan dan sains. Ruang budayatemporer hadir sebagai respon terhadap pengunjungyang sama agar bisa datang lagi untukkesekiankalinya.
Sanggar Seni Pertunjukan Kontemporer di Surabaya Anastasia Elana Setiawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar Seni Pertunjukan Kontemporer diSurabaya ini merupakan proyek perancangan yangdiperuntukkan bagi masyarakat Surabaya, terkhususbagi komunitas seni pertunjukan kontemporer diSurabaya untuk berkegiatan dan berkarya. Adapun daridesain ini, terdapat masalah desain dalam pemanfaatanruang berdasarkan kegiatan dari pengguna. Khususbagi pelaku seni pertunjukan kontemporer, desainmampu membantu memperkuat inspirasi penggunadalam karya mereka. Melalui masalah desain tersebut,diambil konsep dalam desain yakni ekspresi ruang,dengan pendekatan sistem dalam mencapai tatananruang dan sirkulasi sesuai kebutuhan pengguna dalamberaktivitas, serta pendalaman karakter ruang yangmampu menjadi solusi dari masalah desain.Proses perancangan ini menghasilkan desainsanggar yang banyak menunjukan karakter bangunanyang fleksibel dalam ekspresi ruang yang mengacupada seni pertunjukan kontemporer. Fleksibilitas tidakhanya terlihat melalui ruang, namun juga dalam bentukdan fasad bangunan, yang diperkuat melalui pengunaanfasad kinetik pada bangunan.
Fasilitas Pemberdayaan Penyandang Tunanetra di Surabaya Lidwina Karlia Gunawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penyandang tunanetra di Provinsi JawaTimur cukup tinggi dan tidak terprediksi akan terusmeningkat atau menurun sehingga perlu adanyafasilitas yang ramah bagi mereka dari segala aspekuntuk mendukung proses pelatihan dan sosialisasi.Faktor internal dan eksternal dapat mempengaruhikualitas hidup penyandang tunanetra seperti masalahpsikologi sehingga mereka tidak berkembang dankurang percaya diri terhadap keterbatasan yangmereka miliki. Maka dari itu, perlu mendesain suatufasilitas yang mendukung pemberdayaan penyandangtunanetra agar dapat melatih dan mengoptimalkanalat indra mereka selain indra penglihatan agartingkat percaya diri dan kemandirian meningkat.Desain fasilitas pemberdayaan ini memperhatikandan mempelajari perilaku dari penyandang tunanetradengan mengutamakan hal-hal yang memanfaatkanmultisensorik. Rancangan untuk multisensorikmemanfaatkan adanya perbedaan material, polatatanan massa, sirkulasi, dan pemberianlandmark/wayfinding sebagai petunjuk arah dalamfasilitas tersebut. Fasilitas pemberdayaan inidiharapkan memberikan pengalaman bagi tunanetrauntuk bebas berorientasi, berjalan, dan beraktivitassesuai tujuan yang mereka inginkan dengan adanyaberbagai wayfinding di beberapa titik. Hasil dariproses pengembangan dalam fasilitas pemberdayaanini diharapkan dapat membantu para penyandangtunanetra untuk mempersiapkan mereka sebelum kedunia luar.