cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Urban Plaza di Kota Surabaya Betharina P., Celine
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Urban Plaza di Kota Surabaya adalah desain sebuah kompleks bangunan yang menghubungkan bangunan eksisting, jalan, dan taman yang ada di sekitar site, sehingga membentuk ruang publik berfungsi sebagai pertokoan dan area untuk mengadakan events. Perkembangan arsitektur Surabaya saat ini masuk ke masa Modern Movement yang menciptakan masyarakat yang lebih individualis. Jan Gehl berpendapat bahwa ruang publik yang baik memiliki fungsi sebagai meeting place, market place, dan connecting place. Desain urban plaza ini memberikan kemudahan akses pejalan kaki dari berbagai sisi dan juga fasilitas komersial serta komunal yang tersedia di bawah atap langit Surabaya; sehingga membuat urban plaza sebagai salah satu alternatif ruang publik yang bersifat terbuka baik dari segi pengguna maupun suasana ruang publik itu sendiri. Masalah khusus dalam proyek perancangan ini adalah menyatukan dua golongan masyarakat sebagai target pengguna yang berbeda sifat dan karakteristik menjadi satu di ruang publik yang sama. Hal tersebut menjadi dasar dari pendekatan proyek ini yaitu pendekatan arsitektur perilaku. Urban plaza ini bertujuan agar menjadi fasilitas publik yang dapat membuat masyarakat lebih memperhatikan relasinya dengan sesama maupun lingkungannya.
Rumah Susun Modular untuk Masyarakat Menengah Bawah di Surabaya Elizabeth Evelyne Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Rumah Susun Modular untukMasyarakat Menengah Bawah didasari oleh isukepadatan penduduk di Surabaya, lebih tepatnya dikelurahan Wonokusumo, kecamatan Semampir,Surabaya dengan kepadatan penduduk yang tinggi98.243 jiwa/km2 dan jumlah penduduk mencapai74.665 jiwa. Penduduknya didominasi masyarakatmenengah ke bawah yaitu pedagang, wiraswastayang bekerja di pasar Wonokusumo. Kondisi rumahmereka kurang layak huni karena ekonominyarendah. Hal ini membuat pemukiman warga menjadikurang tertata dan kumuh. Oleh karena itu, RumahSusun Modular untuk Masyarakat Menengah diSurabaya menjadi sebuah alternatif untukmenyelesaikan masalah tersebut. Rumah Susun inidilengkapi oleh fasilitas komersial(Pasar Modern,kios-kios dan pujasera) yang menjadi tempatmasyarakat Wonokusumo untuk bekerja sebagaiapedagang karena mayoritas penduduknya adalahpedagang dan wiraswasta. Masalah perancangannyayaitu bagaimana menyediakan hunian yang dapatmewadahi penghuni agar tetap dapat bekerja dantinggal dengan dekat sesuai kebutuhannya, hunianyang adaptif dan proses pembangunannya cepat,nyaman dan sehat. Sehingga pendekatan yang dipilihyaitu pendekatan sistem karena konsep hunian yangadaptif yaitu hunian yang dapat diperluas unitnyasecara horizontal maupun vertikal sehingga harustersistem dengan baik. Menggunakan pendalamansistem struktur karena adanya pengembangan unithunian yang memerlukan struktur khusus yangdidesain untuk menyelesaikan masalah kepadatanpenduduk yang terus meningkat dan rumah susun initermasuk menengah sehingga secara struktur lebihkompleks
Gereja Kristen Kharismatik di Surabaya Alvin Surya Pranatha
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan ibadah dan aktivitas peribadatan telahmenjadi suatu elemen penting di dalam suatu daerahpermukiman yang tidak dapat dipisahkan. Sedangkanaspek kenyamanan sendiri harus hadir baik dalamarsitektur makro (permukiman) maupun arsitektur mikro(gereja). Hal ini menjadi dasar pendesainan bangunanyang dengan penataannya mampu menampung kapasitaskebutuhan aktivitas pengguna gereja dengan kenyamanandan ketenangan maksimal tanpa menambah sumbergangguan terhadap lingkungan sekitar site bangunan.Metode penelitian yang digunakan adalah metodekualitatif berupa metode survei dan metode literatur,dimana metode survei diterapkan pada pengamatanterhadap arsitktur gereja kristen kharismatik untukmemenuhi segala aspek fungsi gereja, sedangkan metodeliteratur diterapkan untuk merealisasikan aspekkenyamanan bangunan, khususnya sirkulasi dankenyamanan akustika. Masalah utama dalam prosespendesainan berbicara tentang bagaimana bangunan gerejatidak hanya menjawab kebutuhan kenyamanan danketenangan proses peribadahan, tetapi juga membahastentang bangunan gereja khsuusnya Kristen Kharismatikyang ramah gangguan terhadap lingkungan site sekitar.
Galeri Edukasi Jembatan Suramadu di Bangkalan, Madura Teofilus Januar Tedjo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Suramadu telah menjadi ikon dan menjadiwajah Kabupaten Bangkalan, hal ini dikarenakanJembatan Suramadu sudah menjadi komoditas utamauntuk memasuki Pulau Madura khususnyaKabupaten Bangkalan. Sebagai ikon kota tentunyaJembatan Suramadu nantinya akan menjadi tempatyang menyimpan cerita dan sejarah KabupatenBangkalan. Jembatan Suramadu juga membukakesempatan wisata yang sangat besar di KabupatenBangkalan, semenjak dibangunnya JembatanSuramadu terjadi peningkatan jumlah wisatawanyang datang ke Kabupaten Bangkalan dari dalam danluar negeri. Namun hingga saat ini JembatanSuramadu sendiri hanya menjadi laluan dan tidakmenjadi tempat wisata, hal ini ditambah belumadanya fasilitas untuk merekam jejak dan sejarahyang sudah dan akan terjadi pada JembatanSuramadu. Besarnya potensi Jembatan Suramaduserta kurangnya apresiasi terhadap JembatanSuramadu ini yang membuat perancang mengusulkanuntuk merancang Galeri Edukasi JembatanSuramadu.
Fasilitas Pengembangan Diri Berbasis Multiple Intelligence Untuk Remaja di Surabaya Alodia Alodia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas pengembangan multiple intelligenceini merupakan fasilitas yang menjadi sarana danprasarana yang pengguna utamanya disasarkanpada remaja, namun juga tidak terbatasimasyarakat umum juga dapat menggunakanfasilitas untuk mengembangkan diri merekamasing – masing melalui kecerdasan majemukyang mereka miliki serta tetap dapat mewadahisecara berkelanjutan. Dengan adanya fasilitas ini,diharapkan remaja dapat memiliki dorongan daridalam diri mereka sendiri untuk mengembangkandiri dan melakukan kegiatan berdasarkankecerdasan majemuk mereka masing – masingsecara lebih lagi dalam aspek sosial, edukatif, danjuga rekreatif dengan nyaman tanpa membuangwaktu dalam hal berpindah tempat untuk menujulokasi beraktivitas mereka.Masalah utama pada fasilitas ini adalahbagaimana arsitektur dapat turut berperan dalammendorong remaja (12 – 21 tahun) untukmenerapkan gaya hidup active living. Maka dariitu, fasilitas ini mengajak remaja untukmenerapkan gaya hidup active living dengankonsep Explore in Play, Learn, Socialize, dimanamanusia diperlakukan sebagai subyek aktif secarakinestetik melalui rangsangan visual, audial, dan,tactile.
Fasilitas Wisata Edukasi dan Pengembangan Aquaponik di Surabaya Jimmy Steven Tranggono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aquaponik merupakan sistem budidaya yangmenggabungkan antara akuakultur dan hidroponik.Aquaponik sendiri telah muncul dan dikembangkanoleh beberapa masyarakat di negara - negara majudan berkembang dengan tujuan mencari alternatifsumber pendapatan ataupun sekedar untuk memenuhikebutuhan pangan sehari - hari.Di Surabaya,sebenarnya sudah ada trend menanam tanamansendiri dirumah ataupun di kampung dengan program“Kampung Hijau”, Masyarakat cenderung menanamtanaman menggunakan pot ataupun media tanamlainnya. Tetapi untuk pemahaman dan aplikasiaquaponik di Surabaya sangatlah kurang , begitu pulamengenai cara mengembangkan ataupun mengolahhasil dari panen aquaponik yang memberikan hasillebih banyak dari menanam biasa. Oleh karena itu,laporan tugas akhir ini mengusulkan sebuah fasilitaswisata edukasi dan pengembangan aquaponik disurabaya. Desain fasilitas wisata edukasi danpengembangan aquaponik ini diharapkan dapatmemwadahi dan juga memberikan edukasimasyarakat tentang aquaponik, dengan memberikanfasilitas berbagai macam tipe aquaponik, macammacam tanaman dan ikan yang dapat dibudidayakan ,serta workshop cara menanam maupun mengolahaquaponik tersebut.
Museum Danau Toba di Balige, Toba Adrian Reynaldo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ‘Museum Danau Toba diBalige,Toba’ ini difokuskan pada aspek aspek sejarahdan budaya Toba. Dengan lokasi bangunan yangmemiliki view yang sangat indah, perlu dipikirkanbagaimana membuat sebuah desain yangmemaksimalkan view tetapi penyampaianpengetahuan tentang Danau Toba tidak terganggu.Penggunaan transisi dalam sekuens mampumemisahkan fokus pengunjung sehingga dapatmenerima pengetahuan yang ingin disampaikandengan baik dan konsentrasi pengunjung tidakterpecah. Lantai dasar museum digunakansepenuhnya untuk publik yang mungkin tidakberencana untuk masuk kedalam museum, danmenggunakan open-deck podium untuk memberikesan terbuka dan menarik penduduk sekitar untukmasuk kedalam museum. Museum dibagi menjadi 3bagian; Museum Budaya, Museum Sejarah, danMuseum Letusan Gunung. Dari 3 museum inipengunjung akan mendapatkan banyak pengetahuantentang sejarah dan budaya Batak Toba, sekaligusmengerti proses terbentuknya Danau Toba secaraberuntut,
Fasilitas Pengembangan Bakat Anak dan Remaja Penyandang Autis di Surabaya Felisha Laurencia Laurencia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Pengembangan Bakat Anak danRemaja Penyandang Autis merupakan fasilitas yangmemberikan pelatihan dan mengembangkan bakat untukanak dengan ASD dibidang industri kreatif. Fasilitas inijuga mengedukasi masyarakat umum mengenaipentingnya penanganan anak dengan ASD sejak dini danmembantu mereka untuk menggali bakat dan potensimereka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitashidup mereka berada di tengah masyarakat. Fasilitas inimewadahi pelatihan bakat, area terapi, area pertunjukan,area retail dan kafetaria.Pendekatan perancangan menggunakan perilaku,dimana ruang kerja bagi anak dengan ASD untukmenyalurkan bakatnya disesuaikan dengan karakter darianak dengan ASD, sehingga setiap area ini jugamemberikan area yang nyaman dan aman untuk mereka.
FASILITAS TERAPI DAN REHABILITAS REMAJA PENYALAHGUNA ZAT ADIKTIF DI JAYAPURA Jessica Frinanda Ferdy
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas ini dirancang dengan tujuan utamayaitu sebagai wadah penyembuhan bagi remajapenyalahguna zat adiktif di wilayah Papua denganmemanfaatkan konteks alam natural yang ada diPapua. Penyalahguna zat adiktif cenderungmemiliki kondisi kesehatan mental yang rendahdibandingkan manusia pada umumnya, sehinggahal ini ditanggapi dengan mendesain menggunakanpendekatan perilaku dengan konsep fasilitasrehabilitasi melalui penyembuhan alam naturaldengan pendalaman karakter ruang. Pembagianzoning pada massa utama di lakukan secara vertikalberdasarkan jenis aktivitasnya. Kemudian pada arearuang luar dan massa residen pembagian zoningdilakukan secara horizontal dengan memisahkanzona berdasarkan kondisi psikologis ekstrim danpsikologis non ekstrim. Area ruang luar didesaindengan pengolahan lanskap yang beragam sesuaidengan brbagai stimulasi yang ditimbulkan padatiap zona. Tiap ruangan pada fasilitas ini dirancanguntuk memanfaatkan alam semaksimal mungkindalam hal pencahayaan, penghawaan serta visualdengan mengedepankan alam natural sebagaibagian dari penyembuhan. Oleh karena itu, FasilitasTerapi dan rehabilitas remaja penyalahguna zatadiktif ini merupakan bangunan yang aman danmenyenangkan sekaligus menenangkan bagi pararemaja dalam menjalankan proses penyembuhanmereka dan memulihkan kondisi mental yangmenurun.
Eko Resor di Singaraja, Bali Alvin Hardy Widyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Eko Resor di Singaraja, Bali didasaridengan pemikiran bahwa adanya kontras terhadappembangunan infrastruktur di Bali Utara dengan BaliSelatan, terutama dalam hal akomodasi dan wisata.Padahal banyak potensi wisata, terutama dalam halEkologi yang dapat dimanfaatkan untuk menarikwisatawan mengapresiasi alam Singaraja. Sehingga,masalah desain yang utama adalah bagaimanamenciptakan resor yang dapat menyesuaikan danmenjaga kualitas alam yang ada di dalam tapak.Menggunakan pendekatan ekologi oleh Heinz Fricksebagai dasar pemikiran merancang proyek. Denganmemanfaatkan desain bangunan untuk menangkap airhujan sebagai air irigasi sawah. Bangunan jugamengambil inspirasi dari arsitektur Bali sebagaiinspirasi bentuk bangunan dan zonasi Utama-Madya-Nista untuk menintegrasikan nilai lokal kedalamrancangan bangunan.Perancangan resor ini ditujukan untuk memeliharakualitas alam yang terdapat di Singaraja. Pendalamankarakter ruang dipilih untuk mencermatipenyelesaian kebutuhan ruang hotel, cottage, sertafasilitas-fasilitas lainnya yang berada dalam tapakdan pengalaman ruang yang terjadi didalam resort.