cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Pelayanan Komunitas Lansia di Surabaya Steffi Theresia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Pelayanan Komunitas Lansia diSurabaya merupakan sebuah penitipan lansia yangmenerapkan konsep Adult Day Care untukindividu maupun pasangan, dimana lansiamembutuhkan bantuan untuk kegiatan hidupsehari-hari bagi mereka yang merasa terisolasi dankesepian. Sistem layanan fasilitas ini adalahmenyediakan kegiatan untuk para lansia yangdititipkan dari pagi hingga sore. Fasilitasmenyediakan tempat penginapan bagi para lansiayang ingin menginap sementara dengan kapasitasyang terbatas. Masalah lansia adalah kesulitandalam menentukan arah sehingga masalah yangditemukan wayfinding dan sensory information.Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatanperilaku yang menggolongkan lansia menjadi gogo’s, slow go’s dan no go’s. Sedangkanpendalaman yang digunakan pendalaman karakterruang agar saat para lansia beraktivitas terasanyaman, aman, dan tidak membosankan. Desainfasilitas ini menerapkan konsep “Entertain In andOut” dimana memberikan kesenangan ataukenikmatan bagi para lansia untuk beraktivitas.
Pasar Tanjung Jember Vinsensius Karel Goesnada
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Tanjung didesain kembali karenaadanya kekosongan aktifitas pada jam-jam tertentuyang disebabkan tidak adanya fungsi lain selainpasar, adanya kegiatan pasar malam yang terjadidiluar pasar dan mengakibatkan kemacatan pada jalantersebut dan kurangnya area loading barang yangdapat menampung kegiatan loading barang dipasartersebut. Rhythmanalysis digunakan sebagaipendekatan dalam perancangan arsitektur dalammenyediakan kebutuhan ruang yang sesuai denganwaktu dan jenis kegiatan penggunanya. Padaperancangan ini juga digunakan pendalaman karakterruang. Pendekatan ruang disini berguna untukmemberikan pengalaman ruang pasar tradisionalyang baru. Penggunaan Rhythmanalysis danpendekatan ruang disini mendorong Pasar Tanjunguntuk lebih dapat merespon kebutuhan penggunadisekitarnya agar Pasar Tanjung tidak hanyaberfungsi sebagai pasar melainkan juga sebagai areapublik yang dapat menampung kegiatan masyarakatsecara berkelanjutan.
Kantor Sewa dan Ruang Kerja Bersama di Surabaya Edward Matthew
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Kantor Sewa dan Ruang Kerja Bersama di Surabaya ini merupakan sebuah wadah untuk pelaku startup digital yang memiliki pola kerja yang kreatif dan inovatif sehingga membutuhkan ruang kerja yang dinamis dan fleksibel. Masalah desain utama pada proyek ini adalah menciptakan ekosistem kerja yang nyaman dan variatif, serta dapat mewadahi koneksi antar startup sekaligus antara startup dengan investor. Pendekatan perilaku sekaligus sistem digunakan dengan tujuan untuk menciptakan ruang kerja yang akomodatif terhadap perilaku pelaku startup sekaligus efektif dalam mewadahi koneksi tersebut. Keunikan kantor ini bukan hanya dari tatanan zoning berdasarkan tingkatan startup serta modul perabot yang variatif, namun juga dari sistem sirkulasinya yang dapat mengantar investor atau publik untuk melihat dan menjalin hubungan dengan pelaku startup. Hal ini dapat mendukung perkembangan perusahaan startup yang membutuhkan banyak suntikan modal. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk menyelesaikan masalah desain yang harus sesuai dengan pola kerja dan karakter pelaku startup, membangkitkan inovasi, serta dapat memicu koneksi antar startup sekaligus antara startup dengan investor.
Stadion Sepak Bola di Surabaya Patricia Marissa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stadion Sepak Bola di Surabayamerupakan perancangan kembali dari stadion yangsudah ada sebelumnya di lokasi yang sama, yaituSurabaya Sport Center. Perancangan kembalistadion ini bertujuan untuk mendesain stadion agarmemiliki fasilitas-fasilitas sesuai standar FederasiSepak Bola Internasional (FIFA) sehingga layakmenjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Selainitu, untuk menjaga keberlanjutan pemakaian stadion,maka perlu adanya keunikan desain dan fasilitasfasilitaspenunjang stadion untuk menarikmasyarakat sekitar dan wisatawan lokal maupunmancanegara. Untuk mengakomodasi fungsitersebut, perancangan stadion ini mengambilpendekatan sistem yang mencakup sistem sirkulasi,keamanan, pencahayaan, spasial, dan struktur. Olehkarena problem struktur cukup kompleks, makadipilih pendalaman struktur sebagai pemecahanstruktur bentang lebar sekaligus memberikanestetika pada bangunan stadion. Bentuk dan karaktertampilan bangunan terinspirasi dari Surabaya KotaPahlawan yang diinterpretasikan dengan deretanbambu runcing, serta dari lingkungan yangdikembangkan sebagai kawasan rekreasi denganhutan kota yang diinterpretasikan sebagai deretanbatang pohon dan bentuk siluet hutan yangmembesar ke atas.
Fasilitas Terapi dan Pelatihan Anak Penyandang Autisme di Badung,Bali Piccolo Sulistio
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang perancangan Fasilitas Terapi danPelatihan anak Penyandang Autisme adalahmeningkatnya anak-anak penyandang autisme yangtidak diiringi dengan tersedianya fasilitas terapi.Menyebabkan banyak anak penyandang autismeyang tidak memiliki pekerjaan dan tidak bersekolahSehingga dianggap sebagai beban masyarakat.Masalah desain dalam perancangan fasilitas iniadalah mengakomodasi beragam sifat dan tingkatsensitifitas anak penyandang autisme dan jenispekerjaan yang sesuai bagi mereka. Pendekatandesain yang digunakan pada fasilitas ini adalahpendekatan perilaku dengan mempertimbangankansifat dan karakteristik anak penyandang autismeKeunikan dan sekaligus tantangan dalamperancangan fasilitas ini adalah respon terhadaptingkat sensitifitas anak anak penyandang autismeterutama tingkat sensitifitas terhadap cahaya, suaradan keseimbangan. Ruang kelas dirancang denganpertimbangan merespon sensitifitas saat belajar danmenjalani terapi.Ruang luar dirancang untukmenambah toleransi dari sensitivitas panca inderatertentu dan sirkulasi di rancang dengan pemberianwarna warna untuk membimbing anak anaktersebut ke ruang terapi tertentu
Rumah Susun di Surabaya Nafly Lekal
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Susun sebagai hunian bagimasyarakat yang tidak mempunyai tempat tinggaldi daerah perkotaan. Pemerintah Kota Surabayamempunyai program kerja 100-0-100 untukmemenuhi akses layanan akses air, memberantaskawasan kumuh dan sanitasi layak. Masyarakatyang menempati rumah susun adalah masyarakatberpenghasilan rendah. Karena penghasilan yangrendah akhirnya mereka mencari tempat tinggalyang sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.Lingkungan yang mereka tempati memiliki tingkatkelayakan dibawah rata-rata. Hunian denganluasan yang minim, menampung banyak orang,tidak tersediannya jaringan yang baik danlingkungan yang tidak bersih. Selain memberikanfasilitas hunian bagi mereka, rumah susun ini jugamemberikan aktivitas produktif bagi masyarakattersebut, yaitu fasilitas bertani dengan sistemhidroponik dan akuaponik. Dari aktivitas produktiftersebut mereka dapat memenuhi kebutuhanpangan mereka sendiri dan dapat meningkatkanperekonomian mereka, sehingga kualitas hidupmereka dapat meningkat. Untuk menekan biayaenergi atau operasional yang ditanggung oleh parapenghuni, rumah susun ini di desain hemat energi.Hemat energi pada bangunan di terapkan padabeberapa aspek yang mudah untuk dilakukan dantidak memakai biaya konstruksi yang mahal.
FASILITAS TERAPI SENI UNTUK DEPRESI DI SURABAYA Monica Andreas
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Terapi Seni untuk Depresi di Surabaya merupakan fasilitas yang menampung aktivitas terapi seni yang merupakan alternatif penyembuhan bagi penderita depresi, terutama bagi anak muda berusia 15-29 tahun yang memiliki potensi terkena depresi akibat tekanan dari sekolah, gaya hidup, dll. Penyembuhan alternatif dilakukan dengan beraktivitas menggunakan seni untuk mengeluarkan emosi yang dimiliki, missal dalam menggambar, penderita diajak untuk menggambar hal yang pertama kali muncul dipikiran mereka, yang kemudian dapat menjadi bahan untuk dikonsultasikan dengan ahlinya. Hasil dari aktivitas seni ini bukan menjadi ajang untuk siapa yang lebih bagus, melainkan dapat dilakukan oleh semua orang, baik yang mampu maupun baru belajar. Fasilitas ini juga memberi rasa aman dan nyaman, melalui penggunaan material alam yang mampu memberi kesan lembut pada bangunan, pencahayaan matahari yang cerah pada ruangan. Kemasan yang dimiliki bangunan juga tidak seperti tempat rehabilitasi yang monoton, tetapi dengan sudut lengkung yang merupakan bentuk yang cocok dengan psikologi penderita depresi. Masalah utama pada bangunan ini adalah bagaimana desain fasilitas tidak seperti tempat rehabilitasi dan menampung aktivitas penyembuhan alternatif, dengan kesan aman dan nyaman bagi penggunanya. Berdasarkan kebutuhan untuk menjawab masalah utama, maka pendekatan arsitektur perilaku dan pendalaman karakter ruang digunakan dengan konsep ForestArt pada desain fasilitas ini.
Fasilitas Edukasi Wisata Terumbu Karang di Pantai Pemuteran Bali Michelle Yang
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Edukasi Wisata Terumbu Karang di Pantai Pemuteran Bali yang dikenal dengan marine scaping budidaya terumbu karang Bio Rock dan menjadi tujuan wisata untuk menikmati diving dan snorkeling di kawasan Bali Utara. Proyek ini dilatar belakangi oleh kerusakan terumbu karang yang terjadi dan penetapan Buleleng sebagai kawasan restorasi terumbu karang. Fungsi utama dari bangunan ini sebagai sarana edukasi dan budidaya terumbu karang. Pada proses desain, masalah utama yang ditemukan pada proyek ini adalah bagaimana menyediakan fasilitas yang memadai bagi kehidupan terumbu karang dan biota laut lainnya serta bagaimana agar pengunjung dapat memahami obyek edukasi. Selain itu, lokasi tapak berpotensi mengalami bencana alam gempa dan tsunami. Oleh karena itu, pendekatan sistem diambil untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Ada 3 aspek utama dalam pendekatan sistem yang didalami dalam proyek ini yaitu sistem sirkulasi, struktur, dan utilitas. Konsep proyek ini adalah fasilitas wisata edukasi interaktif yang aman bagi keberlanjuan hidup terumbu karang dan biota laut serta pengguna bangunan. Sehingga pendalaman struktur diambil untuk mewujudkan bangunan yang aman.
Fasilitas Wisata Edukasi Energi Terbarukan di Batu Vincentius Kennard Ganiadi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penggunaan energi setiaptahunnya tanpa diimbangi penggunaan energialternatif yang ramah lingkungan menyebabkankerusakan lingkungan. Sehingga diperlukanlangkah pengenalan dan pembelajaran energiterbarukan untuk meningkatkan penggunaannya.Langkah pengenalan dan pembelajaran yangdiambil dalam proyek ini adalah melalui “FasilitasWisata Edukasi Energi Terbarukan di Batu”, dimana dalam fasilitas ini memberi edukasi mulaidari permodelan miniatur, simulasi, hinggapenerapan energi terbarukan pada bangunan secaralangsung. Hal ini dilakukan agar dapat mudahdimengerti dengan memperkecil jarak antarapengetahuan dan teknologi dengan pengunjung.Untuk energi terbarukan yang diterapkan dalamfasilitas ini secara terintegrasi adalah energi surya,energi angin, dan energi air. Penerapan energitersebut disesuaikan dengan potensi tapak dan jugadisesuaikan kebutuhan masyarakat pada umumnyauntuk diaplikasikan. Terakhir, konsep danpendekatan desain fasilitas menerapkanSustainable Architecture di mana tujuan bangunanadalah menjaga keberlanjutan kondisi alam denganekosistemnya pada masa kini maupun masa yangakan datang.
Apartemen Ramah Lingkungan di Gresik Maharani Febriyanti Nandini
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran lingkungan akibat aktifitasindustri di Kecamatan Gresik mengakibatkanberbagai dampak pada masyarakat, baik dalam halkesehatan, lingkungan, maupun ekonomi. Kebutuhanakan hunian yang ramah lingkungan dan dapatmengurangi kepadatan dirasa perlu untuk diterapkanpada kawasan ini. Objek perancangan yang dipilihyaitu hunian vertikal berbentuk apartemen ramahlingkungan di Kecamatan Driyorejo, Gresik.Perancangan ini menggunakan pendekatan biofilikuntuk mencapai rancangan yang ramah lingkungan.Bangunan di lengkapi dengan fasilitas hunian sebagaifungsi utama, serta fasilitas yaitu cafetaria, klinik,daycare, retail, ruang pengolahan sampah, dan retailagrikultur sebagai fungsi pendukung. Perancanganapartemen diperuntukkan bagi kelas menengahkebawah untuk menyesuaikan target pengguna, sertamemiliki 4 tipe unit apartemen yang berbeda.Digunakan 2 acuan dalam melakukan perancanganbangunan apartemen ini, yaitu nilai utilitarian padadesain biofilik, serta indikator dari Green BuildingCouncil Indonesia (GBCI) untuk desain biofilik.Penggunaan nilai utilitarian digunakan untuk dapatmeningkatkan motif penghuni dalam menjagalingkungan, yaitu dengan cara melakukanpengolahan sampah dan pengolahan tumbuhan padaarea tapak. Sedangkan pada indikator untukbangunan dengan desain biofilik, digunakan 3indikator pada GBCI, yaitu tepat guna lahan,efisiensi dan konservasi energi, serta kesehatan dankenyamanan dalam ruang. Pendalaman yang diambilyaitu pendalaman energi agar dapat mencapaiperancangan yang ramah lingkungan.