cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Gaya Arsitektur Minimalis Oleh Pengembang Pada Fasad Perumahan Tingkat Menengah Di Surabaya Timur Fernando Christian Ricky
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Properti dan arsitektur menjadi sebuah topik yang bisa dibilang tidak tabu bagi seluruh kalangan lapisan masyarakat mulai dari kalangan menengah kebawah hingga keatas. Hal ini bukan lain karena kedua hal tersebut termasuk sebagai salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yaitu “Papan”. Papan yang dimaksud adalah tempat tinggal.Penelitian ini mempunyai target untuk mempelajari seluruh kegiatan dalam dunia properti dan bisa untuk dikolaborasikan dengan salah satu objek arsitektur yaitu fasad. Fasad sendiri menjadi salah satu bagian penting yang mempengaruhi tampilan dari seluruh bangunan tersebut.
Fasilitas Terapi Fotografi di Taman Dayu Agus Perdana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Fasilitas Terapi Fotografi di Taman Dayu ini dirancang setelah melihat tingginya tingkat pengidap depresi di Indonesia khusunya di area Jawa Timur. Masalah desain utama pada proyek ini adalah integrasi antar terapi fotografi (Phototheraphy, Photovoice, dan Therapeutic Photography) yang mem i I i ki kebutuhan psikologi yang berbeda; serta cara mengenalkan pengunjung kepada terapi fotografi yang tergolong baru di Indonesia. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan arsitektur psikologi dengan pertimbangan bagaimana arsitektur dapat membantu kegiatan terapi dengan memberikan kesan psikologi yang dibutuhkan oleh terapi. Bangunan yang dirancang pada fasilitas ini meliputi; Area 1obby dan Phototheraphy (Lobby, kantor pengurus, dan bilik-bilik konseling Phototheraphy); Area Photovoice (R. Serbaguna, dan galeri foto therapeutic); dan Area Therapeutic Photography (R. Perpustakaan, kantor pengurus, dan bilik-bilik therapeutic photography). Pendalaman desain yang diambil adalah spasial untuk memaksimalkan kesan ruang yang ingin dicapai di setiap area terapi fotografi. Pendekatan desain yang diambil adalah Architecture Psychology yang merupakan teori arsitektur yang dapat menyadarkan pengaruh signifikan dari lingkungan yang dirancang pada pengalaman dan perilaku manusia dan dapat berkontribusi pada pemahaman tentang keterkaitan antara manusia dan lingkungan yang dirancang dan dipengaruhi manusia. Pendekatan ini dipilih karena bangunan fasilitas ini didesain tidak hanya menampung kegiatan terapi fotografi saja tetapi juga mendukung kegiatan didalamnya dengan memberikan kesan terapi yang dibutuhkan dari segi interior maupun eksterior
RUMAH LANSIA DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA Wilson Juanata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang yang melandasi perancangan ini karena ketidakseimbangan antara jumlah Rumah Lansia yang ada dengan jumlah lansia yang terlantar di Yogyakarta. Penataan ruang pada Rumah Lansia juga kurang didasarkan pada permasalahan karakteristik dari lansia. Rumah Lansia di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta dirancang dengan konsep menjadi wadah interaksi sosial sesama lansia yang memberikan kenyamanan dalam berinteraksi. Perancangan desain menggunakan pendekatan perilaku yang meliputi konsep: (1) affordance, untuk menimbulkan suasana yang nyaman layaknya rumah bagi lansia; (2) wayfinding, penataan ruang yang disesuaikan dengan karakter lansia sehingga memudahkan lansia untuk mengidentifikasi ruang.
WISATA EDUKASI DAN KONSERVASI PENYU DI BALI UTARA Sharon Nathazha Daniel
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Wisata Edukasi dan Konservasi Penyu di Bali utara hadir sebagai potensi wisata yang menunjang pemerataan area wisata di Bali serta menjadi tempat konservasi yang memadahi aktivitas penyu di Bali Utara yang dinilai masih kurang dari segi jumlah dan kelayakan sebagai tempat pelestarian penyu.Fasilitas ini harus memunculkan keunikan sebagai ikon tempat, dengan adanya fungsi konservasi penyu harus lebih memperhatikan interaksi ruang antara penyu dengan manusia sebagai pengunjung. Pembentukan ruang dalam fasilitas di rancang terintegrasi dengan materi edukasi yang ingin di sampaikan mengenai kehidupan penyu, sehingga pengunjung dapat belajar melalui visual dan perasaan ruang. Dalam hal ini metode yang di gunakan dalam perancangan adalah karakter ruang.Pendalaman karakter ruang di terapkan melalui permainan skala besar kecil dalam ruangan, permainan cahaya, serta tekstur material penutup dalam ruangan. Permainan karakter ruang yang di susun beralur memberikan edukasi melalui alur cerita ruang yang merupakan siklus kehidupan penyu
Galeri Informasi Pariwisata di Mandalika Lombok Davin Ivannaga
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirkuit MotoGP di Mandalika telah rampung sehingga membuat Mandalika menjadi salah satu objek wisata yang akan banyak dikunjungi. Oleh karena itu, pemerintah mulai meningkatkan zona wisata serta ekonomi dikarenakan masuknya para wisatawan. Masuknya para wisatawan membuat para masyarakat khawatir akan terlupakannya wisata serta budaya lokal. Galeri Informasi Pariwisata di Mandalika Lombok, bertujuan untuk menjawab kekhawatiran para masyarakat, dengan metode pendekatan simbolik, bangunan yang ada dibentuk merepresentasikan Desa mini Mandalika. Di mana setiap bangunan memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda, yang melambangkan keunggulan Mandalika yaitu, budaya, olahraga, alam, dan kuliner Mandalika. Bangunan ini diharapkan mampu memberi informasi tentang kepariwastaaan serta budaya Mandalika kepada
Fasilitas Pelatihan dan Pagelaran Seni Pertunjukan Jawa Timur di Surabaya Bernadette Andrea
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Pelatihan dan Pagelaran Seni Pertunjukan Jawa Timur di Surabaya merupakan fasilitas yang dirancang untuk mewadahi kegiatan kebudayaan dalam bentuk pelatihan dan pagelaran seni pertunjukan tradisional dimana memudarnya perhatian masyarakat terutama di kota besar seperti Surabaya dan minimnya jumlah gedung yang mewadahi kegiatan pelatihan dan pagelaran kesenian tradisional menjadi latar belakang perancangan fasilitas. Seni pertunjukan Jawa Timur seperti Ludruk, Wayang Topeng, Reog Ponorogo, dan Jekdong membutuhkan kebutuhan ruang yang berbeda sehingga perancangan fasilitas pagelaran menggunakan Teater Black Box sederhana dengan konsep fleksibilitas ruang yang dapat menciptakan banyak alternatif tatanan panggung dan tempat duduk sesuai dengan kebutuhan pagelaran yang akan ditampilkan. Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular dipilih untuk menyuguhkan fasilitas yang menampilkan elemen lokal arsitektur tradisional khas Jawa yaitu Rumah Joglo dengan pemanfaatan teknologi sehingga dapat menjadi sebuah bangunan yang ikonik agar dapat mengembalikan atensi masyarakat pada kesenian tradisional. Konsep Rumah Joglo diterapkan pada konsep desain, gubahan bentuk, rancangan tapak, struktur dan fasad bangunan.
Fasilitas Penelitian dan Budidaya Mikroalga di Teluk Jakarta Marsela Giovani
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Penelitian dan Budidaya Mikroalga di Teluk Jakarta ditujukan bagi peneliti, pelajar, dan wisatawan sebagai sarana rekreasi dan edukasi untuk memperkenalkan mikroalga sebagai energi terbarukan generasi ketiga. Perancangan dilatarbelakangi oleh pencemaran ekosistem perairan, minimnya penaggulangan ledakan mikroalga, dan meningkatnya tren penelitian. Bertujuan menanggulangi isu dan memanfaatkan potensi sumber daya laut, fasilitas diharapkan dapat menarik wisatawan dan pelajar sebagai wadah bertukar pikiran bagi peneliti maupun masyarakat awam untuk ikut berpartisipasi menjaga potensi alam dan kondisi ekosistem perairan. Permasalahan desain utama adalah bagaimana memenuhi kebutuhan budidaya mikroalga yang ramah lingkungan serta menghubungkan antara kegiatan manusia, arsitektur, dan alam. Sehingga dipilih pendekatan ekologi dan sistem dengan pendalaman pencahayaan alami dan siklus budidaya mikroalga. Hasil perancangan adalah desain ekosentris yang mengintegrasikan proses budidaya mikroalga ke dalam arsitektur sebagai objek penelitian dan edukasi yang menyesuaikan dengan kondisi iklim.
FASILITAS AGROWISATA APEL DI KOTA BATU James Edwin Tanwijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Agrowisata Apel di Kota Batu ini dilatarbelakangi dengan kecenderungan masyarakat dalam meminati wisata berupa taman hiburan (Jatim Park, Selecta, dan BNS) daripada wisata alam seperti agrowisata yang menyebabkan rendahnya kemajuan wisata alam yang ada di Kota Batu. Oleh karena itu, dengan hadirnya agrowisata apel ini diharapkan mampu menampilkan sisi agrowisata yang memberikan kenyamanan dan ikatan dengan alam sekitar. Agrowisata ini memperkenalkan hubungan antara alam dengan bangunan sehingga manusia yang berada di dalamnya menjadi aman dan nyaman melalui pendekatan biophilic dengan pendalaman karakter ruang. Dilengkapi dengan fasilitas publik antara lain: ruang pameran, restoran, cafétaria, ruang produksi keripik apel, pusat oleh-oleh dan fasilitas penginapan. Proyek ini juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat betapa pentingnya alam sekitar.
Fasilitas Sekolah Musik di Surabaya Julian Owen
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Sekolah Musik di Surabaya adalah sebuah tempat edukatif yang kontekstual bagi para pemusik dan kaum awam. Sebuah tempat untuk mempelajari mengenai dasar tentang musik dan juga pengasahan kemampuan bermain musik tanpa ada batasan waktu. Sekolah musik di Surabaya hanyalah sekedar tempat kursus yang waktunya terbatas. Masalah desain utama sekolah musik adalah untuk menciptakan sebuah ruang performa pemusik yang terintegrasi dengan fungsi sebagai sekolah, serta dapat menarik minat awam untuk berinteraksi dan belajar tentang musik. Masalah ini kemudian diselesaikan dengan pendekatan perilaku yang fokus pada perilaku pengunjung. Keunikan proyek ini adalah pada integrasi pemusik atau pengguna bangunan yang berbeda-beda sehingga bangunan dapat memenuhi kebutuhan ruang, serta menghubungkan ruang dalam maupun ruang luar melalui elemen transparan, menciptakan interaksi antar individu maupun kelompok. Edukasi musik yang terdiri dari gallery sejarah musik, kelas musik, pelatihan musik, dan juga studio rekam musik untuk belajar musik, berlatih musik, menciptakan musik dan juga menampilkan karya musik.
Fasilitas Konservasi dan Penelitian Bekantan di Mangrove Tarakan Chinthia Angelina Kuanda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Konservasi dan Penelitian Bekantan adalah sebuah fasilitas yang mewadahi aktivitas manusia dalam melakukan pemeliharaan dan menelaah bekantan secara sistematis dengan tujuan meningkatkan kualitas ekosistem. Desain fasilitas ini dilatar belakangi oleh rusaknya ekosistem hutan mangrove di Tarakan, yang berdampak pada menurunnya populasi Bekantan yang merupakan satwa endemik pulau Kalimantan. Fasilitas ini direncanakan terbangun dekat dengan Area Konservasi hutan mangrove di Jalan Sei Sesayap, kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Masalab desain yang diangkat dalam perancangan fasilitas ini berasal dari Lokasi tapak terpilih yang berada diantara dua lingkungan yang berbeda yaitu hutan mangrove dan area aktivitas manusia, sehingga pendekatan yang dipilih adalah pendekatan secara lingkungan dengan Teori Ken Yeang yaitu Ecomimicry. Pendekatan Ecomimicry memunculkan ide konsep desain "Connecting Ecosystem" yang menghubungan fasilitas manusia dan bekantan dengan implementasi ekosistem habitat bekantan pada tapak dan bangunan. Pendalaman yang dipilih merupakan pendalaman struktur yang berfokus kepada kandang pra-lepasliaran bekantan di dalam tapak sebagai masalah utama dalam mewadahi kebutuhan fasilitas konservasi rehabilitasi. Hasil dari pendekatan dan pendalaman ini adalah desain dapat mewadahi aktivitas manusia dan bekantan di dalam tapak dan menjadi area penghubung untuk mendorong terjadinya pembelajaran bagi manusia dan peningkatan kualitas hidup bekantan serta ekosistem asalnya.