cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Terapi Seni Bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa di Yogyakarta Tifanno Leon Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa adalah sindrom polaperilaku individu yang berkaitan dengansuatu gejala penderitaan dan pelemahandidalam satu atau lebih fungsi penting darimanusia, yaitu fungsi psikologis, perilaku,biologis, gangguan tersebut mempengaruhihubungan antara dirinya sendiri dan jugamasyarakat. Yogyakarta masih menjaditempat yang memiliki angka tertinggi dakamorang yang mengalami penyakit gangguanjiwa yang disebut sebagai ODGJ. Kondisi inisangat memprihatinkan karena angka inimerupakan angka tertinggi kedua yangtercatat di Indonesia. Fasilitas Terapi Senibagi Orang dengan Gangguan Jiwa diYogyakarta dirancang dengan tujuan untukmenyembuhkan orang dengan gangguan jiwayang ada di Kawasan Kulon Progo,Yogyakarta. Pendekatan yang digunakandalam perancangan ini adalah pendekatanperilaku yang didalamnya terdapat, biophilicdesign, dimana desain diintegrasikan denganalam untuk mendukung proses penyembuhanmental, psikologis dan fisik dari penderitagangguan jiwa. Ruangan – ruangan yangdidesain baik ruang dalam dan ruang luar,mendukung untuk proses penyembuhan, danjuga untuk menimbulkan rasa nyaman dan amanuntuk membuka diri dan saling bersosialisasi.
MUSEUM SENI KONTEMPORER DI SURABAYA Derian Derian
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Museum Seni Kontemporer di Surabaya bertujuan sebagai tempat edukasi dan rekreasi seni bagi masyarakat Indonesia, terutama Jawa Timur. Saat ini, beberapa tempat edukasi seni di Indonesia memiliki kondisi yang kurang terawat dan atau kurang menanggapi perkembangan seni. Tempat edukasi sekaligus rekreasi seni di Surabaya dapat menjadi sarana bagi masyarakat yang ingin lebih mengenal seni. Masalah dari perancangan bangunan ini adalah bagaimana dapat menciptakan fasilitas museum yang mengedukasi dan rekreasi dengan cara mendorong pengalaman pengguna. Dengan ini pembangunan museum ingin mendorong sequence pada bangunan, dari sistem sirkulasi yang beralur dan juga penataan seni secara kronologis untuk mendorong narasi dan pengalaman pengguna. Bangunan sebagai museum ingin memberikan kesan yang lebih untuk penggunanya, dari itu pendekatan pada bangunan menggunakan teori ‘spatial perception’. Teori ini dipilih karena cocoknya dengan konsep dan fungsi bangunan sebagai tempat seni, dimana teori ini membahas tentang persepsi orang terhadap sebuah ruang ataupun benda, dimana persepsi orang dapat berubah dan akan berbeda jika pengguna memandang sebuah seni atau ruang dalam persepsi, jarak pandang, sudut pandang, pencahayaan, dan kondisi lainnya. Untuk mendukung pengalaman ruang pada bangunan dengan persepsi, bangunan di desain memperhatikan skala, penghawaan dan pencahayaan dan zoning pada bangunan.
Pasar Tradisional di Gunung Kidul Lukas Suryanata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung kidul terletak pada bagiantimur DIY dan merupakan daerah dengandominasi perbukitan, goa dan pantai,keistimewaan ini menjadi incaran utama parainvestor untuk mengembangkan perusahaanmereka. tingginya Industri pariwisata di GunungKidul mendongkrak Pendapatan Asli Daerah(PAD) dan memperbesar pemulihan ekonomidari dampak pandemi ini sampai berkali-kalilipat, meskipun banyak membawa dampakpositif dari aspek perekonomian di wilayahnamun perkembangan industri pariwisata diGunung Kidul juga memberi dampak negatif,akibatnya kekuatan ekonomi dikuasi oleh parainvestor, dan masyarkat asli kurang medapatperan dalam kegiatan pariwisata, Sehinggapemilihan project Pasar Tradisional didasaridengan membawa semangat masyarakat asliGunung Kidul yogyakarta, serta mendorongekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar, projectini menerapkan konsep one stop service, dimanaberbelanja kebutuhan suatu produk dapatdilakukan dalam 1 tempat atau sekalipemberhentian, sehingga fokus konsep ini padaalur dan zoning serta berdampak padakontuinitas alur pengunjung, konsep inimendukung mekanisme perbelanjaan secarakelompok, pendekatan utilitas dipilih daripermasalahan pada tipologi pasar yaitu kondisiyang kumuh dan kotor serta Utilitas pada pasaradalah salah satu bagian terpenting dalamperencanaan dan perancangan pasar, karenaaktivitas pasar menghasilkan limbah yangberdampak buruk bagi lingkungan.
Resor Hijau di Pantai Mandalika, Lombok Robert Hartono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Resor Hijau di Pantai Mandalika, Lombok dilatar belakangi oleh rencana Pemerintah Indonesia untuk memajukan sektor infrastruktur dan pariwisata di Kawasan Mandalika, Lombok dengan membangun dua proyek besar, yaitu Bandara Internasional Lombok dan Sirkuit Internasional Mandalika. Dengan ini dibutuhkannya fasilitas penunjang berupa fasiltas penginapan, yaitu resor. Untuk mengembangkan perekonomian dan memperkenalkan keindahan alam di Mandalika, maka desain ini ditujukan untuk mewadahi aktivitas wisatawan di Kawasan Mandalika. Fasiltas resor ini diusulkan untuk berdiri di atas sebidang tanah luas yang berlokasi di pesisir Pantai Mandalika dan berdektan dengan fasilitas wisata di Mandalika, Kuta, Pujut, Lombok, Nusa Tenggara Barat 83573. Perancangan ini diharapkan untuk bisa menjadi fasilitas yang dapat memperkenalkan keindahan alam Lombok dan dapat menjadi fasilitas penunjang bagi fasilitas pariwisata di area wisata Mandalika. Untuk mewadahi aktivitas para wisatawan dengan melakukan pendekatan ekologis mengenai biophilic architecture dan pendalaman sequence yang focus terhadap alur sirkulasi bagi penginap resor dan menciptakan alur sirkulasi yang menarik bagi pengguna bangunan sebagai penyelesaian masalah desain. Hasil dari pendekatan dan pendalaman ini adalah desain yang daoat mewadahi kegiatan wisata di Mandalika dan sebagai tempat untuk mengenalkan keindahan alam Lombok.
Fasilitas Terapi Akuatik di Surabaya Zerlina Wibisono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Terapi Akuatik merupakan fasilitas terapi dengan metode akuatik yang mendukung penyembuhan kesehatan mental yang ditujukan untuk masyarakat Surabaya. Latar belakang dari perancangan ini adalah banyaknya angka penderita gangguan kesehatan mental dan adanya stigma buruk akan fasilitas yang berkaitan. Perancangan ini diharapkan untuk menjadi salah satu alternatif dalam proses pemulihan gangguan kesehatan mental di Surabaya dan merubah stigma buruk yang berhubungan dengan fasilitas pemulihan gangguan kesehatan mental yang biasanya dianggap sebagai ‘Rumah Sakit Jiwa’. Fasilitas ini didesain dengan menggunakan pendekatan perilaku terapi akuatik dan healing environment yang difokuskan kepada pendalaman karakter ruang, sehingga dapat membantu dalam penyembuhan permainan indra dipilih menjadi metode dalam tercapainya tujuan tersebut. Permainan indra yang ada berupa penggunaan material dan suasana ruang yang berhubungan dengan akuatik.
Fasilitas Peristirahatan Tol Ruas Kota Probolinggo-Banyuwangi Felicia Darmanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas perisitirahatan jalan tol, atau biasa disebut rest area, ruas kota Probolinggo-Banyuwangi dirancang dalam rangka menjawab kebutuhan pengguna jalan tol untuk beristirahat setelah mengemudi selama beberapa jam. Pengguna rest area terdiri dari pengunjung dan kendaraan. Kendaraan dibagi ke dalam 2 kategori umum, dengan golongan I merupakan mobil penumpang, sedangkan golongan II-V merupakan kendaraan besar seperti bus dan truk. Kedua kategori kendaraan memiliki ukuran yang berbeda, sehingga sirkulasi dan area parkir pada rancangan dipisah agar lebih efektif. Pengguna dari masing-masing kategori kendaraan memiliki latar belakang dan motivasi perjalanan yang berbeda pula, sehingga melahirkan kebutuhan yang beragam ketika berkunjung ke rest area. Untuk itu, inklufisitas pada rest area menjadi sangat penting. Selain untuk beristirahat, rest area juga dapat menjadi cerminan keunikan daerah tempatnya didirikan. Berlokasi di Kabupaten Banyuwangi, rest area dirancang dengan menggunakan pendekatan arsitektur vernakular dengan maksud memperkenalkan kebudayaan Banyuwangi, Osing, kepada pengunjung. Konsep arsitektur Osing diadaptasi dalam pengaturan ruang, bentuk, dan fasad bangunan.
Panti Asuhan Bhakti Luhur di Blitar Monica Dwiana Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek panti asuhan ini dinaungi oleh Yayasan Bhakti Luhur yang merupakan Yayasan Khatolik dengan fokus pelayanan kepada orang-orang yang kurang mampu, terlantar, dan disabilitas. Hal tersebut menyebabkan desain panti asuhan ini mengakomodasi anak-anak dengan rentang usia 2-18 tahun dengan latar belakang terlantar dan disabilitas terkhusus untuk tuna daksa. Dengan menerapkan visi dari Yayasan Bhakti Luhur yaitu menjangkau yang tak terjangkau sebagai acuan dalam perancangan, macam-macam fasilitas yang terdapat di panti asuhan ini antara lain fasilitas hunian, fasilitas bermain, fasilitas ibadah (kapel), fasilitas penunjang panti asuhan seperti area makan, area servis, dan area utilitas, serta fasilitas pendukung seperti area penyambut, ruang baca publik, ruang terbuka yang dapat digunakan oleh publik dan penghuni panti, dan gedung serba guna. Diharapkan dengan adanya fasilitas-fasilitas ini dapat membantu proses penyembuhan anak asuh dengan latar belakang tersebut agar mereka dapat lebih percaya diri dan mampu hidup mandiri. Sehingga masalah yang muncul pada proyek ini adalah bagaimana mendesain panti asuhan yang aman, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan anak asuh dengan latar belakang terlantar dan tuna daksa. Sehingga dipilih pendekatan perilaku dengan menganalisa karakter anak berdasarkan katagori latar belakang, gender, dan usia. Kemudian karakter tersebut di respon dengan pembentukkan zonning, desain ruang dan bentuk, serta pola penataan massa yang dapat mendukung interaksi anak asuh serta memberikan kenyamanan dan kebebasan namun tetap aman bagi anak asuh terutama dengan latar belakang tersebut.
Museum Tari Nusantara di Bali Louis Angyoseph
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bali merupakan sebuah pulau yang terletak di negara Indonesia dan terkenal di kalangan para turis atau penduduk mancanegara. Namun kebanyakan turis kurang mengenal kcberadaan negara Indonesia dan kebudayaannya yang beragam. Dart sini Pulau Bali dapat dimanfaatkan scbagai gerbang untuk mcngenalkan dacrah-dacrah lain yang ada di negara Indonesia. Pulau Bali mcmiliki nilai budaya kuat, schingga perancangan arsitcktur perlu mempertimbangkan aspek-aspck nilai budaya setempat dengan memperhatikan desain arsitektur secara khusus yaitu dengan menggunakan pendekatan arsitektur simbolik. Arsitektur simbolik dapat menyampaikan nilai-nilai dan fungsi bangunan sebagai museum tan dan dapat diadaptasi dengan nilai-nilai daerah setempat. Dengan pendekatan ini menghasilkan desain arsitektur yang menarik dengan bentukan dinamis sebagai simbol dan tartan dan memunculkan elemen-clemen desain untuk menegaskan bahwa bangunan ini berlokasi di Pulau Bali
Museum Motor Klasik di Surabaya Mahadhikara Taka Dewata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Motor klasik di Surabaya dirancang untuk memberikan citra positif dan memberikan wadah seiring perkembangan museum  motor klasik yang edu di Surnbaya. Melalui Museum ini bisa para penggemar dan pengguna motor klasik bisa saline aktif untuk meiubanpun  Komunitas yang positif, dan dapat berdainpak positif bagi mereka dan sekitamya baik dalam lingkup sosial, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan adnnya fasilitas ini bisa menjadi  model percontohan untuk daerah bahkan negara  lain untuk rnenyatukan persaudaraon motor mereka lanpa memandang inerek atau kelns  motornya. Oleh karena itu, perancangan museum ini akan irienggunakan metode pengumpulan data dari studi literatur, studi preseden, dan stwvei tapak untuk memaksimalkan     kebutuhan     dan                estetika bangunan.
FASILITAS WISATA EDUKASI DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK DI BADUNG Jeremy Ricardo Irino
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas daur ulang sampah plastik di balibetujuan untuk fokus menerima dan mendaurulang sampah plastik yang ada di daerah tertentu.dikarenakan sampah plastik merupakan masalahyang serius di indonesia dan di daerah balimenjadi daerah penyumbang sampah plastik yangcukup banyak dikarenakan jumlah volumesampah plastik tidak sebanding dengan jumlahbank sampah di bali sehingga banyak sampahyang tidak terolah mengakibatkan sampahtersebut terbuang ke laut yang dapat mengganggusiklus kehidupan makhluk hidup di laut dan jugamanusia.Lokasi site berada di Bali lebih tepatnya diKabupaten Badung. Pemilihan tempatdikarenakan strategis dan di fokuskan untungmenampung sampah plastik daerah tersebutdikarenakan di daerah badung terdapat banyak daerahyang padat penduduk sehingga menghasilkan sampahyang banyak namun tempat bank sampah di daerahtersebut yang minim.Di lain sisi ingin memberikan edukasi bagi pendudukdi sekitar site bertujuan untuk mengubah pola hiduppengunjung bangunan agar lebih sadar terhadap 3R(reduce, reuse, recycle) yang dapat menguntungkanmanusia dan lingkungan sekitar untuk masa sekarangdan masa yang akan datang.