cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas Penjualan Ikan Laut di Banyuates, Madura Regina Yola Andriyani
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Penjualan Ikan Laut di Banyuates,Madura merupakan salah satu fasilitas yangmenggabungkan 2 fungsi bangunan yang cukupberbeda, dengan mengedepankan UMKM agarwisatawan lokal maupun mancanegara dapatmenikmati hasil laut serta makanan khas Madura.Kurangnya penataan integrasi ruangan yang baik dankegiatan masyarakat yang berjalan dengan cepatmenyebabkan sanitasi bangunan dan pengolahanruang didalam pasar menjadi masalah utama dalamproses perancangan ini. Ide utama dalamperancangan ini adalah penyaluran limbah dari ikanyang disalurkan melalui selokan khusus limbah untukmenghindari pencampuran zat organik pada air untukmembersihkan ikan dan air hujan. Desain fasilitas inimenyesuaikan kebutuhan pengguna untuk berbelanjaikan laut dalam pemenuhan kebutuhan sehari-haridan sekaligus menjadi tempat wisata setempat.
Pusat Informasi Pariwisata di Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur Stephany Wirawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

usat Informasi Pariwisata di KotaTambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa TenggaraTimur dilatarbelakangi oleh Rencana IndukPembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun2010-2025 dan Rencana Pembangunan JangkaMenengah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun2018-2023 yang ingin menjadikan Pulau Sumbasebagai salah satu destinasi pariwisata nasional.Pusat informasi pariwisata diharapkan dapatmenjadi sarana wisata yang dapat membantuPulau Sumba berkembang menjadi pariwisatanasional serta. dapat membantu wisatawan dalammendapatkan berbagai informasi mengenaidestinasi liburan mereka. Critical regionalismedipakai sebagai pendekatan perancangan karenaPulau Sumba memiliki budaya dankepercayaannya sendiri serta keindahan alamnyasehingga bangunan dapat mempertahankanidentitas lokal Pulau Sumba tetapi tetapmenggunakan elemen-elemen modern agar sesuaidengan perkembangan zaman. Pendalamanstruktur digunakan untuk mewujudkan bentukbangunan yang mengambil dari rumah tradisionalSumba namun dibuat menggunakan material dansistem struktur yang modern denganmempertimbangkan bentang yang ingin dicapai.
Dominasi Elemen Arsitektural Sensorik Audio Visual Dalam Game Environment Assassin’s Creed Unity Ronaldo Mindy Wiharja
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era teknologi digital ini, desain sebuah game membutuhkan elemen elemen arsitektural untuk membangun suasana. Manusia memiliki beberapa indra, tetapi indra manusia yang paling utama adalah indra penglihatan. Tetapi indra penglihatan tidak hanya sendiri melainkan berhubungan dengan indra yang lainnya, yaitu seperti indra pendengaran. Penelitian ini menguji tentang peran elemen arsitektur di dalam game Assassin’s Creed Unity, apakah dapat membangun pengalaman audio dan visual? Apakah dengan audio dan visual dapat memancing indra manusia untuk merasakan atmosfer dalam game? Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis audio-visual dari scene pertama game Assassin’s Creed Unity. Dari hasil analisis didapatkan bahwa elemen arsitektur di dalam game mampu menstimulasi pengalaman multisensori dan membantu pengalaman virtual dalam game.
Fasilitas Wisata Edukasi Pengelolaan dan Pengolahan Limbah Di Jakarta Utara Gabriela Marcelina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Wisata Edukasi Pengelolaan dan Pengolahan Limbah merupakan sebuah fasilitas untuk mengelola dan mengolah limbah-limbah pilihan, sekaligus sebagai tempat untuk edukasi dan wisata bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga kota Jakarta. Pada fasilitas ini, limbah-limbah pilihan seperti limbah plastik, kertas, ampas kopi, cangkang telur, daun kering, plastik multilayer dan puntung rokok diolah menjadi produk baru dan bernilai. Misalnya diolah menjadi panel eksterior dan interior, paving block, roster, piring, gelas, vas bunga, dan sebagainya. Dikarenakan adanya latar belakang sistem pengelolaan dan pengolahan limbah di kota Jakarta yang kurang transparan, menyebabkan masyarakat menjadi kurang sadar akan urgensi limbah saat ini sehingga seringkali tidak menerapkan prinsip reduce, reuse dan recycle. Masalah desain utama yang diangkat adalah perlunya transparansi dalam sistem pengelolaan dan pengolahan limbah di dalam bangunan, agar dapat memaksimalkan proses edukasi bagi para pengunjung. Sehingga konsep utama fasilitas adalah transparansi untuk transformasi, dimana diperlukan transparansi agar setiap pengunjung dapat bertransformasi dengan melihat, mengenal dan memahami keseluruhan proses dan aktivitas di dalam fasilitas. Maka, pendekatan yang diambil adalah sistem sirkulasi agar dapat menjawab konsep transparansi antara pengguna, karyawan, pengelolaan dan pengolahan limbah
FASILITAS WISATA EDUKATIF PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DI KAWASAN ANCOL, JAKARTA UTARA Richard Winarto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan hidup yang sedang marak terjadi khususnya di Kota Jakarta. Berdasarkan data dari TPST Bantar Gebang, Kota Jakarta mengalami masalah overload muatan sampah, dimana komposisi sampah terbesar kedua merupakan plastik dengan persentase sebesar 28%. Isu pencemaran ini disebabkan oleh adanya pertambahan volume sampah plastik akibat pertumbuhan penduduk, perubahan gaya hidup yang meningkatkan konsumsi belanja daring dan perilaku masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan. Perilaku menyimpang tersebut terjadi akibat persepsi buruk masyarakat bahwa sampah plastik merupakan hal sisa yang tidak memiliki nilai guna dan tidak berarti bagi dirinya. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah fasilitas wisata edukatif pengolahan sampah plastik untuk mengurangi sampah plastik sekaligus menyadarkan masyarakat akan nilai guna dari sampah plastik serta dampaknya kepada lingkungan sekitar. Fasilitas ini juga berpotensi menjadi sebuah nodes yang atraktif yang dapat meningkatkan nilai kawasan wisata Ancol. Melalui pendekatan perilaku (ecological approach) dengan konsep affordance dari J. J. Gibson, diharapkan fasilitas wisata edukatif dapat membangkitkan emosi pengunjung sehingga dapat belajar dengan maksimal dan sadar akan dampak serta nilai guna dari sampah plastik. Dengan demikian, diharapkan akan terbentuk pola hidup yang lebih sehat dan sadar lingkungan, khususnya di sekitar tapak.
Fasilitas Relaksasi Alam di Surabaya Giovellino Marthiens
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Relaksasi Alam di Surabaya merupakan fasilitas yang menyediakan area bagi masyarakat untuk dapat berinteraksi secara langsung dengan alam dan juga entitas-entitas hidup yang ada di sekitarnya. Kota Surabaya merupakan salah satu dengan angka stres pada penduduknya yang tinggi, hal ini diakibatkan oleh persaingan antar individu di perkotaan yang sangat tinggi dan hal ini dapat berdampak pada efisiensi kinerja penduduk di perkotaan. Penyelesaian permasalahan fasilitas berorientasi terhadap permasalahan stres pada tahap non-kronis(yang dapat diatasi secara tanpa bantuan tenaga ahli). Untuk menciptakan fasilitas yang nyaman dan menenangkan bagi individu maka perancangan desain fasilitas menggunakan desain biophilic. Fasilitas ini dilengkapi dengan berbagai macam kegiatan yang dipilih untuk membantu individu menemukan caranya sendiri yang menurutnya sesuai untuk membantu melepaskan stres ada 4 kegiatan yaitu : bergerak, berinteraksi, beristirahat, bercerita. Dengan mengekspresikan desain dengan lebih berorientasi kepada alam sehingga bentuk-bentuk bangunan juga dibuat seakan-akan merupakan bagian atau tertutup dari alam sehingga individu bisa lebih memfokuskan kegiatannya pada proses penyembuhan stres yang dimilikinya.
Fasilitas Rehabilitasi Mental Anak dan Remaja di Yogyakarta Jonathan Bryan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perkembangan anak dipengaruhi olehkesehatan secara fisik maupun mental. Kesehatanmental merupakan salah satu hal yang perludiperhatikan sejak mulai anak-anak. Banyak anakanakdan remaja yang sulit menjalani kehidupansehari-hari, intelektual dan kognitif saat disekolahdibawah rata-rata, sulit mengendalikan emosi, dll.Sehingga, anak-anak dan remaja membutuhkanterapi untuk meningkatkan kesehatan mentalmereka. Fasilitas Rehabilitasi Mental Anak danRemaja di Yogyakarta dirancang menggunakanpendekatan studi perilaku berdasarkan tingkatkeparahan anak. Fasilitas ini bertujuan untukmemfasilitasi terapi rawat jalan dengan tiga jenisterapi yaitu psikofarmakologi, psikoterapi danpsikososial. Fasilitas ini berfungsi sebagai tempattujuan terapi sekaligus terdapat taman sensomotorik,art therapy dan playground untuk terapifisik. Dengan konsep healing space, memfasilitasikebutuhan anak-anak dan remaja yang mengalamigangguan mental berdasarkan PPDGJ-3.
Fasilitas Rehabilitasi Bagi Penyandang Ketergantungan di Kota Batu Dimitrij Ardian Tama
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus penyalahgunaan NAPZA di Jawa Timur menempati urutan kedua terbanyak se Indonesia. Namun fasilitas yang menangani korban penyalahgunaan NAPZA saat ini minim, bahkan penanganan dalam aspek psikologis masih kurang. Kondisi ini yang menjadi latar belakang proyek Tugas Akhir dengan judul Fasilitas Rehabilitasi Bagi Penyandang Ketergantungan Napza di Kota Batu. Fasilitas ini ditujukan untuk masyarakat usia dewasa muda (18-28 tahun) yang mengalami ketergantungan NAPZA untuk memulihkan pengaruh NAPZA baik secara fisik maupun psikologi mereka.Fasilitas Rehabilitasi Bagi Penyandang Ketergantungan Napza di Kota Batu, meliputi fasilitas medis, fasilitas hunian bagi residen dan staff, ruang kelas, ruang terapi bagi pasien, ruang workshop, ruang bakat minat, kantor pengelola, ruang penerima tamu, dan aula serbaguna. Pendekatan desain menggunakan pendekatan arsitektur perilaku, yaitu dilakukan dengan memahami karakter dan kebutuhan pasien yang mengalami ketergantungan akibat NAPZA agar dapat membantu dalam membuat rancangan yang kontekstual.Fasilitas hunian dirancang untuk pasien rawat inap dengan kamar dan fasilitas yang menyesuaikan dengan kecenderungan perilaku pasien yang membutuhkan interaksi sosial sesama pasien. Fasilitas terapi disesuaikan dengan kecenderungan perilaku, kebutuhan, kelompok usia dan respon pasien ketergantungan NAPZA selama menjalani kegiatan rehabilitasi. Fasilitas rehabilitasi ini menggunakan konsep therapeutic community dengan suasana yang informal sehingga pasien tidak merasa tertekan dan terisolasi.Penerapan pendekatan arsitektur perilaku dengan konsep therapeutic community dalam metode penyembuhannya ini membuat desain Fasilitas Rehabilitasi Bagi Penyandang Ketergantungan Napza di Kota Batu secara arsitektur akan membantu proses rehabilitasi ketergantungan NAPZA agar dapat kembali dan berfungsi kembali di masyarakat.
Fasilitas Meditasi Penderita Stres di Jakarta Titi Wiliana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Meditasi Penderita Stres di Jakartamerupakan fasilitas yang dibuat untuk mewadahipenduduk Jakarta yang mengalami stres, danmeditasi ini sendiri ini dipilih karena secarapenelitian terbukti dapat membantu mengurangistres dan membantu meningkatkan fokus. Hal inididasari dengan semakin meningkatnya jumlahorang yang mengalami stress di Jakarta. Masalahdesain yang ditemukan adalah bagaimana caramewadahi kegiatan meditasi dengan menjagasirkulasi/sequence agar suasana yang dinikmatidengan indera saat melalui spatial experience dapattercipta. Dipilihlah pendekatan perilaku yaitupendalaman sequence melalui sensory dipilih.Pendekatan ini dipilih untuk memperhatikan setiaprangkaian pengalaman dapat diterima olehpengunjung menggunakan indera mereka, sehinggadapat membantu memberikan relaksasi, fokus, danmengontrol emosi mereka. Adanya “alam”,pengunjung dibantu diberikan ketenangan, yangdiketahui memang berpengaruh besar padapenduduk Jakarta yang mayoritas melihat gedungtinggi di sekitar mereka. Penggunaan material yangbersifat alami, adanya elemen air dan vegetasi, sertapermainan cahaya dapat membantu menstimulasiindera dan memberikan sensasi relaksasi.
Fasilitas Kantor Startup Bagi Millenial di Kota Surabaya Richard Christian Soedjono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Kantor Startup Bagi Millenial di Kota Surabaya merupakan fasilitas yang dapat mewadahi aktivitas bisnis para pekerja Startup yang didominasi oleh para generasi millenial. Karakteristik generasi millenial yang cenderung fleksibel dalam segala hal membuat batasan antara aktivitas bekerja dan aktivitas lainnya semakin memudar, sehingga kantor dengan sistem konvensional sudah tidak lagi sesuai dengan perilaku millenial dalam menjalankan bisnis Startup. Perancangan proyek ini memiliki tujuan untuk menghadirkan program kantor dengan konsep yang sesuai bagi para millenial dalam menjalankan bisnis Startup di era digital saat ini. Oleh Karena itu, untuk mendapatkan hasil yang sesuai perancangan ini menggunakan Pendekatan Perilaku dimana desain akan terfokus pada bagaimana perilaku serta karakteristik millenial dapat menciptakan lingkungan kerja yang interaktif, fleksibel dan kolaboratif yang mendukung performa produktivitas saat berada di area kantor. Dengan hadirnya fasilitas ini, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat terutama para generasi millenial dalam berwirausaha melalui bisnis Startup dan menambah akomodasi untuk mendukung kegiatan berbisnis dan berniaga di Kota Surabaya