Articles
1,542 Documents
Biara Pertapaan Kontemplatif Suster Ordo Karmel di Malang
Leonardo Tirta Adikusuma
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (732.692 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas tempat tinggal, doa,dan bekerja bagi para suster Karmel dan disertai beberapafasilitas edukasi untuk pengunjung. Lokasi tapak sendiriterletak di daerah perbukitan yang berada di daerah pinggirkota Malang, hal ini membuat kondisi sekitar site masihmemiliki hawa yang sejuk, tenang, dan alami, sehinggamendukung fungsi proyek sebagai suatu biara pertapaan.Tidak hanya memfasilitasi suster yang tinggal, di dalamproyek juga disediakan tempat menginap, edukasi, kapel,jalan salib, dan toko yang berfungsi untuk mengenalkandunia karmel kepada masyarakat luas. Masalah Desaindalam proyek ini ada dua permasalahan, yang pertamaadalah menyediakan biara kontemplatif yang dapatmenampung berbagai macam kegiatan baik secara spiritualmaupun karitatif dengan cara memainkan cahaya danekspresi ruang untuk menciptakan desain yangmengingatkan diri akan hikmat Tuhan dan permasalahan;yang kedua bagaimana pengunjung dan suster yang adadapat hidup berdampingan tanpa adanya kontak fisiksecara langsung. Pendekatan perancangan perilaku dipakaiuntuk mendapatkan pemisahan fungsi sesuai tuntutankegiatan suster yang sangat privat, dan kegiatanpengunjung yang bersifat public. Pendalaman karakterruang dipilih untuk mewujudkan ekspresi ruang kapel yanghening dengan permainan cahaya dan juga pemisahantempat duduk antara suster karmel dan pengunjung.
Mal dengan Fasilitas Ruang Terbuka di Tanjung Bunga, Makassar
Nico Darmawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mal dengan Fasilitas Ruang Terbuka di TanjungBunga, Makassar ini merupakan proyek komersial yangmerupakan mal yang secara khusus mewadahi kebutuhanhiburan masyarakat Kota Makassar, dengan menyediakanberbagai fasilitas hiburan baik di dalam, maupun di luarbangunan. Bangunan mal merupakananchor dari malyang di dalamnya terdapat berbagai fasilitas hiburan indoor , sementara fasilitas outdoor merupakan plasaterbuka yang didesain untuk mendukung fasilitas indoor.Proyek ini menyediakan berbagai macam fasilitas hiburan indoor seperti bioskop, tempat karaoke, kafe, restoran,foodcourt , dan tempat bermain anak. Fasilitas tambahanyang lainnya adalah retail dan supermarket untukmendukung fungsi mal sebagai proyek komersial. Fasilitas outdoor yang disediakan adalah tempat terbuka,yang di mana perancangan lahannya memungkinkan para pengunjung mal untuk dapat berkumpul duduk-duduk sambil menikmati potensi alam laut Kota Makassar dan hiburan live music.
Galeri Kuliner Jawa Timur di Surabaya
Tania Wijaya Wijaya
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.755 KB)
Proyek ini merupakan sebuah galeri yang memamerkan dan memperkenalkan berbagai macam kuliner dari berbagai wilayah di Jawa Timur yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung dengan tujuan agar pengunjung dapat memperluas pengetahuannya dibidang kuliner Jawa Timur. Fasilitas pendukung tersebut antara lain area kelas memasak, area demo masak, perpustakaan, dan ruang media. Galeri ini dilengkapi pula dengan area gazebo sebagai tempat makan agar pengunjung dapat merasakan suasana “Jawa Timuran” dan toko souvenir yang menjual berbagai macam souvenir serta bumbu-bumbu yang digunakan pada berbagai macam kuliner Jawa Timur. Galeri ini berlokasi di Jalan Niaga Gapura, dekat dengan area G-Walk Citraland yang merupakan salah satu tempat tujuan kuliner yang terkenal di Surabaya.Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana membawa suasana “Jawa Timuran” ke dalam Galeri dan setiap fasilitas yang tersedia di dalam area galeri ini. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka digunakan pendekatan budaya, mengambil dari budaya makan yang ada di Jawa Timur pada masa lalu yang diterapkan ke dalam konsep bangunan. Selanjutnya, perancangan desain difokuskan pada pendalaman karakter ruang untuk dapat memasukkan suasana “Jawa Timuran” dalam setiap ruang yang ada di dalam galeri.
FASILITAS PELATIHAN DAN EDUWISATA BUDIDAYA PERIKANAN DI BATU
Lindawati Tjioe
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKPerikanan merupakan salah satu potensi yangdimiliki oleh Negara Indonesia, dikarenakan luasnyawilayah kelautan yang dimiliki. Namun, bidangperikanan ini masih kurang berkembang dikarenakanlemahnya informasi bagaimana cara membudidayakanikan, terutama ikan air tawar. Hal ini juga untukmendukung Visi Kementrian Kelautan dan Perikanan(mengembangkan sektor perikanan budidaya).Perancangan fasilitas ini, diharapkan dapatmengembangkan lebih lagi sektor perikanan budidaya.Tak hanya berkembang, namun seluruh lapisanmasyarakat dapat lebih memahami mengenai duniaperikanan, tak menutup kemungkinan hinggamancanegara. Sirkulasi menjadi masalah utama dalamfasilitas ini, dikarenakan adanya 2 tipe pengunjung yangberbeda. Pendalaman dipilih sistim manajemen airkolam, agar tidak hanya secara perancangan yang baiknamun menyeluruh hingga bagaimana cara memprosesair ikan agar dapat dipakai kembali.Kata Kunci : Ikan, Air Tawar, Perikanan Budidaya, KotaBatu, Manajemen Air Kola
Fasilitas Pengembangan Anak Jalanan di Surabaya
Tiffany Kusuma Kusuma
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1215.375 KB)
Fasilitas Pengembangan Anak Jalanan di Surabaya merupakan fasilitas yang mewadahi aktivitas anak jalanan berbasis informal. Fasilitas ini memberikan wadah bagi setiap individu mampu untuk mendapatkan skill yang berbasis kreativitas dan difasilitatori oleh komunitas pemerhati anak jalanan. Fasilitas ini hanya sebagai tempat aktivitas bagi mereka agar setiap individu mampu mengaktualisasikan dirinya, bukan sebagai tempat tinggal. Fasilitas ini diharapkan menjadi modal bagi mereka untuk masa depannya, sehingga dikemudian hari mereka mampu mendapatkan penghasilan berdasarkan pelatihan yang sudah diajarkan.Keunikan proyek ini ada pada karakter ruang yang disesuaikan dengan perilaku anak jalanan. Desain mampu menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak jalanan, sehingga fasilitas ini mampu dibuat sefamiliar mungkin dengan perilaku mereka. Oleh karena itu, pendekatan perilaku disesuaikan dengan kebutuhan perilaku anak jalanan yang berkaitan dengan ruang, zoning, sirkulasi, bentuk bangunan, skala, material, dan suasana ruang.
Fasilitas Ecomuseum Suku Dayak Kenyah Desa Pampang di Samarinda
Ivan - Sulisthio
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3170.633 KB)
Fasilitas Ecomuseum suku Dayak Kenyah desa Pampang di Samarinda merupakan proyek desain yang bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan wisata di desa Pampang sebagai penunjang ecomuseum budaya di desa Pampang. Oleh karena itu proyek ini berusaha mengangkat nilai lokalitas budaya suku Dayak Kenyah desa Pampang. Konsep desain yang digunakan dalam proyek ini adalah spirit of place dengan tujuan untuk menampilkan suasana khas desa Pampang. Pendekatan vernacular bertujuan untuk menampilkan kembali nilai-nilai budaya suku Dayak Kenyah desa Pampang melalui teori ecomuseum suasana khas desa Pampang ditampilkan dalam bentuk ornamentasi (tangible) dan aktivitas suku Dayak Kenyah desa Pampang (intangible). Pendalaman sistem struktur dengan menampilkan ekspresi bentuk dan sistem struktur tradisional rumah Lamin serta ornamentasi sehingga ekspresi ruang yang ditampilkan bernuansa khas suku Dayak Kenyah desa Pampang
Rumah Susun dengan Fungsi Sosial untuk Pengguna Kursi Roda di Wiyung, Surabaya
Aswin Pratama Wonodjojo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1928.547 KB)
Proyek ini merupakan sebuah rumah susun dengan fungsi sosial yang didesain secara khusus agar nyaman untuk para pengguna kursi roda di Surabaya. Fungsi sosial yang dimaksud adalah fungsi-fungsi untuk melengkapi kebutuhan ekonomi, kebutuhan untuk bersosialisasi, kebutuhan akan kesehatan, dan lan-lain. Untuk mewujudkan semua kebutuhan tersebut, pada proyek ini terdapat fasilitas untuk pemberdayaan bagi para pengguna kursi roda untuk melengkapi kebutuhan ekonomi mereka, lalu adanya banyak ruang yang diciptakan untuk penghuni bersosialisasi, dan adanya puskesmas yang dapat melengkapi kebutuhan kesehatan mereka. Di Surabaya, rumah susun yang nyaman ditinggali masih tergolong kurang, sebagian besar desain yang ada saat ini kurang aksesibel pada lantai tingkat, desain unit hunian juga kurang diperhatikan sehingga pengguna kursi roda harus merombak lagi unit mereka agar nyaman ditinggali, permasalahan tersebut yang mendasari adanya proyek ini. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana merancang sebuah hunian rumah susun yang ramah, aman, dan nyaman bagi pengguna kursi roda sehingga mereka mau dan mampu tinggal pada proyek ini. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan perilaku. Dan pendalaman yang digunakan yaitu sistem sirkulasi, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Pengaruh Desain Cladding terhadap Penurunan Suhu Ruang Kamar pada Apartemen di Kota Surabaya
Johan Hariyono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (841.401 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah beberapa desain cladding memiliki pengaruh berbeda terhadap penurunan suhu ruang kamar hadap utara pada apartemen di Kota Surabaya. Penelitian ini berfokus pada pengukuran data dan penilaian responden dari tiga apartemen, yaitu High Point Apartment, Gunawangsa Manyar Apartment, dan Universitas Ciputra Apartment. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif dengan dua macam penelitian, yaitu penelitian eksperimen dan penelitian survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain cladding memiliki pengaruh terhadap penurunan suhu ruang kamar apartemen menghadap sisi utara di Kota Surabaya ditunjukkan dengan suhu indoor kamar apartemen yang lebih rendah dibandingkan suhu outdoor pada siang hari, serta perbedaan rata-rata suhu indoor apartemen yang pada malam hari dikarenakan adanya perbedaan desain cladding pada masing-masing apartemen. Desain cladding apartemen yang terbaik dalam menurunkan suhu jika dilihat dari rata-rata suhu indoor terendah pada malam hari adalah milik Universitas Ciputra Apartment Berdasarkan survei kepada 32 responden, 50% responden memiliki pemahaman akan adanya keterkaitan antara desain cladding terhadap suhu yang dirasakan selama tinggal di dalam kamar apartemen.
Lingkungan sebagai Ide Dasar Pemikiran dan Perancangan pada Gedung Olahraga dan Pusat Pembinaan PB. Suryanaga di Surabaya
Agnes Tanso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.918 KB)
ABSTRAKGedung olahraga ini merupakan pusat aktifitas pembinaan atlit PB.Suryanaga sekaligus tempat pertandingan bulutangkis nasional maupun internasional. Proyek ini dibuat untuk memfasilitasi PB. Suryanaga secara lengkap dari sisi pelatihan dan pembinaan, sekaligus memenuhi kebutuhan gedung olahraga bulutangkis bertaraf internasional yang belum ada di Surabaya.Struktur bentang lebar menjadi permasalahan utama yang dipecahkan. Dalam proyek ini struktur bentang dirancang bukan hanya sebagai sruktur bangunan tapi juga memberi estetika pada bangunan. selain itu, Kenyamanan pengunjung merupakan standart utama yang harus terpenuhi dalam setiap gedung olahraga.Untuk itu proyek ini dirancang agar pengunjung tertarik datang dan merasa nyaman berada di dalamnya.Dalam perancangannya, estetika dan struktur bangunan menerapkan konsep desain yang diadopsi dari bentuk pohon yang mengelilingi tapak dan dijadikan sebagai karakteristik bangunan ini. Sehingga teori Culture Pragmatic menjadi dasar perancangan dari proyek ini.
Galeri dan Fasilitas Edukasi Roda Empat di Surabaya
Ardhian Wibowo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1756.037 KB)
Galeri dan Fasilitas Edukasi Roda Empat di Surabaya dibangun sebagai infrastruktur kota tambahan agar dapat menciptakan fasilitas yang dapat memberikan informasi dari mobil sport sesuai dengan perkembangan, sehingga akan selalu diperbarui dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang perekonomiannya sehingga kebutuhan yang semakin spesifik, termasuk kebutuhan mobil sport. Fasilitas ini dibuat agar semakin melengkapi kebutuhan fasilitas dari warga kota Surabaya. Agar masyarakat semakin tertarik terhadap edukasi seputar mobil sport, dibuat fasilitas tambahan seperti lounge, outdoor space, serta outdoor exhibition. Pendekatan simbolik digunakan untuk menampilkan ciri khas mobil sport pada bentuk bangunan sehingga masyarakat dapat lebih mengenal seputar mobil sport melalui karya arsitektur. Tidak hanya melalui bentuk bangunan, ciri khas mobil sport juga diperkenalkan melalui suasana interior bangunan, sehingga dilakukan pendalaman karakter ruang. Sehingga dapat tercipta pembentukan galeri dan edukasi mobil sport yang berbeda dengan yang telah ada pada umumnya, seperti display yang dibuat terkesan bergerak, agar tidak perlu mengunakan dekorasi yang berlebih, tetapi dari bentuk bangunan saja mobil yang ditampilkan memiliki kesan bergerak.