cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 1,542 Documents
Fasilitas pemberdayaan masyarakat Noelbaki di Kabupaten Kupang Liana Maria Callista Lie
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.587 KB)

Abstract

Negara Indonesia adalah Negara yang memiliki masalah pengungsi Internasional sejak tahun 1999. Kasus pengungsian yang dimaksud adalah pisahnya Timor Timur – Indonesia yang menyebabkan 250.000 warga Timtim mengungsi ke NTT dengan 94.388 orang memilih berubah status menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Sebagian besar eks-pengungsi Timtim ini menetap di daerah yang bernama desa Noelbaki di Kabupaten Kupang. Namun, warga Eks-Pengungsi Timor-Timur yang umumnya berdomisili di Noelbaki belum bisa hidup secara mandiri tanpa bantuan pemerintah. Masalah lain yang dihadapi adalah adanya pelabelan nama “Eks-Pengungsi Timor-Timur” pada masyarakat yang sudah lama menetap di Noelbaki ini. Melihat realita yang ada, maka dibuatlah Fasilitas Pemberdayaan Masyarakat Noelbaki di Kabupaten Kupang untuk menunjang dan melatih masyarakat Noelbaki agar dapat hidup secara mandiri. Fasilitas yang disediakan adalah kelas karakter, kelas menenun, kelas fabrikasi, kebun pelatihan, rumah produksi, rumah kompos, fasilitas umum, perpustakaan dan area keterampilan. Fasilitas ini difokuskan pada pembelajaran teknik modern dalam bercocok tanam karena masyarakat Noelbaki memiliki latar belakang sebagai petani. Masalah utama dalam desain fasilitas ini adalah menciptakan suasana yang sesuai dengan karakter dan kebiasaan masyarakat Noelbaki sehingga warga dapat berproses dan belajar secara kognitif dan motorik. Pendekatan Perilaku melalui prinsip teritorialitas menghasilkan tatanan massa dan ruang yang dapat mewadahi aktivitas sesuai dengan karakter dan kebiasaan masyarakat Noelbaki. Pendalaman Struktur bangunan dilakukan untuk menunjukkan ciri khas rumah adat masyarakat Noelbaki seperti penggunaan material lokal berupa kayu, bebak dan rumbia, peletakan struktur utama yang terkait dengan aktivitas sehari-hari.
Fasilitas Retreat di Besuki Kediri Fredrick Andreanata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Proyek ini merupakan sebuah fasilitas retreat yang didasarkan kepada nilai-nilai Kristen yang di tujukan untuk anak-anak remaja dalam jarak usia dari 10-17 tahun. Di bangun di atas tapak di desa Besuki, kecamatan Mojo, kawasan kota Kediri dengan tinggi 2000m di atas permukaan air laut yang akan memberikan kenyamanan tersendiri serta kelebihan terhadap penggunaan fasilitas retreat tersebut. Terdiri dari area ibadah seperti gereja kecil atau kapel, area bercocok tanam, kafetaria atau kantin, ruang-ruang kelas serta ruang serbaguna, dan juga tempat hunian dengansystem cottage. Jumlah masyarakat beragama Kristen (baik protestan/katolik) kota Kediri yang sangat banyak memerlukan fasilitas dimana mereka bisa belajar dalam pembentukan karakter serta kehidupan sosial yang dilandaskan iman Kristen. Konsep desain yang digunakan sebagai acuan dalam mendesain adalah Menghasilkan desain yang akrab dan memberikan wadah bagi remaja untuk berinteraksi dengan remaja lain & alam supaya integrasi akan iman dan perbuatan dapat tercipta. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas retreat yang dapat menerapkan nilai-nilai kristiani untuk pembentukan karakter dan hidup bersosialisasi yang dibentuk melalui proses edukasi, rekreasi dan religi . Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan bentukan. Dan pendalaman yang digunakan yaitu karakter ruang, yang didasarkan oleh pendekatan perilaku-perilaku anak-anak remaja untuk menghasilkan desain yang tepat sasaran Kata Kunci: rekreasi, edukasi, religi, retreat, Kristen   ,  
Apartemen Millenial di Surabaya KENNY ALLEN GERARD SUSANTO
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.36 KB)

Abstract

Apartemen Millenial di Surabayamerupakan suatu fasilitas yang berfungsimemenuhi kebutuhan tempat tinggal bagianak muda khususnya bagi generasi yangbaru bekerja dan keluarga kecil. Fasilitashunian ini di desain untuk memenuhikebutuhan dan preferensi anak mudadengan tetap mempertimbangkan biayayang di keluarkan oleh setiap calonpenghuni. Proyek ini di bagi menjadi 2bagian utama yaitu gedung apartemenkonvensional bagi millenial denganrentang umur 25 – 29 tahun dan apartemenkapsul bagi millenial dengan rentang umur19 – 24 tahun. Pengadaan fasilitas inidilandasi oleh 2 faktor besar. Faktorpertama adalah semakin menipisnya luastanah hunian di Surabaya yang berdampakpada naiknya harga rumah tapak secaradrastis yang tentunya susah untuk dijangkau millenial. Faktor kedua adalahapartemen konfensional yang telah berdiridi Surabaya dibangun dalam bentukbangunan tingkat tinggi yang membuatmillenial tidak dapat berkomunikasidengan lingkungan di sekitarnya danmembentuk kebiasaan individualistis.Maka dari itu diperlukan sebuah solusihunian bagi anak muda dalam bentukapartemen tingkat menengah denganberbagai fasilitas yang mendukungkebiasaan bersosialisasi anak muda dalambudget yang dapat dibeli oleh anak muda.Selain berfungsi sebagai tempat tinggal,fasilitas ini juga berfungsi sebagai tempatbekerja karena banyak dari millenial lebihmemilih untuk memulai bisnisnya sendiridari pada menjadi seorang karyawan, untuk mendukung hal ini makaterdapat banyak ruang komunal yang bisadigunakan untuk bekerja baik di dalammaupun di luar unit.Diharapkan dengan merancangApartemen ini masyarakat dapat semakinmemahami bahwa bagi anak muda sebuahhunian bukan hanya sekedar tempat untukbermalam, tetapi juga sebagai tempatuntuk hidup dan bekerja di satu wadahyang sama. Pendekatan desain yang dipilihadalah pendekatan sistem dengan konsep“affordable co-living and co-workingenvironment” agar bangunan dan ruang didalamnya dapat memenuhi kebutuhanhidup millenial dengan biaya yangbersahabat.
Fasilitas Rekreasi Edukatif Permainan Tradisional Jawa di Daerah Istimewa Yogyakarta Sherly Laksmono Kwary
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2347.989 KB)

Abstract

Fasilitas ini merupakan sebuah sarana untuk mengumpulkan berbagai jenis permainan tradisional Jawa, serta mewadahi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan permainan tersebut. Di dalamnya terdapat unsur rekreasi bagi pengunjung yang didukung oleh unsur edukasi. Sasaran pengunjung fasilitas ini diutamakan untuk anak-anak, namun juga dapat dinikmati oleh semua umur. Tujuan utama fasilitas ini adalah untuk menginformasikan kebudayaan daerah yang hampir hilang (permainan tradisional Jawa) agar dapat dibudayakan kembali dalam kehidupan pengunjung. Oleh karena itu nilai yang ditekankan adalah nilai pengalaman (experience) yang dihadirkan ke dalam 3 zona utama fasilitas ini. Permainan tradisional Jawa didasari oleh nilai-nilai kebudayaan Jawa yang diterapkan dalam bahasa pengantar, cara, makna, media, dan lokasi permainan tersebut. Untuk itu, dasar filsafat tersebut diterapkan dalam proses perancangan bangunan agar menghasilkan kaitan antara koleksi permainan dan arsitekturnya. Maka digunakan pendekatan simbolik untuk mentransformasikan informasi verbal menjadi inoformasi visual dalam bangunan.
Museum Sejarah Sungai Kalimas di Surabaya Ivan Hendyanto Hendyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.331 KB)

Abstract

Bangunan ini merupakan sebuah fasilitas museum yangbertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasimasyarakat dan wisatawan tentang sejarah dan manfaatSungai Kalimas secara interaktif. Latar belakang yangmelandasi lahirnya proyek ini adalah kondisi sungai kalimasyang, saat ini, kurang berfungsi secara maksimal bagikehidupan kota surabaya. Padahal, dengan melihat kondisidi masa lalu, sungai ini merupakan sungai legendaris yangberperan sangat penting dalam perkembangan kotaSurabaya. Oleh karena itu, dengan adanya fasilitasmuseum ini diharapkan mampu mengingatkan masyarakatakan keberadaan Sungai Kalimas dan turut membanturangakaian revitalisasi Sungai Kalimas yang dilakukan olehpemerintah. Pemilihan lokasi tapak berada di sisi jalanbenteng dan jalan kalimas timur. Lokasi tapak tersebutdipilih karena berdekatan dengan Sungai Kalimas danmemiliki nilai-nilai sejarah Sungai Kalimas yang masih kuatdi sekitarnya. Melalui pemilihan lokasi ini pengunjung dapatberinteraksi langsung dengan Sungai Kalimas dan dapatmerasakan langsung nilai-nilai sejarah yang ada di sekitarlokasi tapak. Fasilitas ini didesain dengan konsep mengikutialur cerita perkembangan sejarah Sungai Kalimas itusendiri, sehingga pengunjung dan wisatawan yang datangdiharapkan dapat merasakan dan memahami cerita dibaliksejarah kejayaan sungai kalimas di masa lalu. Pendekatandesain simbolik arsitektur digunakan untuk membawa alurcerita sejarah tersebut kedalam desain arsitektur dengandidukung oleh pendalaman struktur agar kesan alur sejarahdapat menunjukan perkembangan sejarah Sungai Kalimas.
Fasilitas Informasi Kesenian Suku Tidung dan Dayak di Kota Tarakan Wenny Setiawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Suku Tidung dan Dayak merupakan dua dari beberapa suku asli di Kalimantan. Kesenian dua suku ini pun memiliki karakter yang berbeda dan berpotensi untuk dikembangkan. Namun pada saat ini, belum banyak orang yang mengenal kesenian kedua suku tersebut. Tarakan merupakan kota dengan suku aslinya yaitu suku Tidung dan Dayak. Oleh sebab itu, Tarakan dapat menjadi kota yang tepat untuk mengembangkan kesenian kedua suku. Fasilitas informasi kesenian suku Tidung dan Dayak merupakan fasilitas yang memberikan informasi dan mengenalkan masyarakat akan kesenian suku Tidung dan Dayak. Melalui fasilitas ini juga para pelaku kesenian lokal di Tarakan memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat masing- masing, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesenian yang mereka ketahui.Kata Kunci :Fasilitas, Informasi, Kesenian, Tidung, dan Dayak.
PERANCANGAN KOMPLEKS SOHO DI SURABAYA Marvin Christian Samidjaja
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.211 KB)

Abstract

Small Office Home Office berada disebuah kawasan dengan dua suasana yang berbeda, dimana adanya kebun bibit pada bagian timur site serta pertokoan dan perumahan pada sisi barat site. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para wirausahawan muda, khusunya dalam bidang jasa dan e-commers untuk memiliki sebuah hunian yang berintegrasi dengan kantor dengan suasana rumah yang homey dan privat, serta suasana kantor yang formal, dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang hunian yang lengkap. Dengan adanya 2 fungsi yang saling bertolak belakang maka diambilah konsep zoning yang memisahkan pekerja perkantoran dan penghuni SOHO. Dipilih tipologi massa bangunan yang pipih dan zigzag dengan orientasi hunian menghadap timur dan kantor menghadap barat, tipologi berbentuk zigzag tersebut bertujuan agar diperoleh jumlah unit soho lebih banyak. Setiap lantai pada area hunian memiliki koridor outdoor dan taman. Bentuk bangunan masa secara 3 demensi yang berundak dan konsep yang memisahkan 2 fungsi berbeda, untuk dapat mengakomodasi betuk tersebut maka diambi pendekatan struktur. Pada bagian podium SOHO disediakan fasilitas penunjang SOHO seperti retail, ruang rapat, sentra kuliner dengan memanfaatkan keseluruhan luasan site. Terdapat 2 sistem struktur, yaitu pada bagian hunian dan kantor menggunakan struktur bidang pemikul dan diambilah struktur beton pracetak, sedangkan struktur podium menggunakan struktur rangka dengan balok transfer untuk menyalurkan beban dari beton pracetak yang berada diatasnya. Dengan adanya taman pada bagian koridor timur maka semakin menguatkan hubungan visual dengan kebun bibit
Fasilitas Edukasi dan Pagelaran Seni di Kota Malang Edwin Santoso Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.877 KB)

Abstract

Fasilitas edukasi dan pagelaran seni di kota Malangmerupakan fasilitas seni bagi seniman dan masyarakatpecinta seni. Fasilitas ini dapat menjadi wadah untukmengembangkan bakat dan memamerkan karya seni denganbaik sehingga mampu mewadahi kegiatan edukasi,pendidikan dan belajar bagi seniman yang ingin berkembangdari seniman lain yang memiliki banyak pengalaman.Fasilitas ini akan terbagi menjadi 4 massa utama yaitu zonapagelaran, zona edukasi, zona komersial dan kantorpengelola. Pendekatan simbolik digunakan untukmerepresentasikan sifat dan karakter seniman, sehinggaseniman secara nyaman dapat mengekspresikan karyaseninya. Kemudian, pendalaman karakter ruang pada ruangpagelaran digunakan untuk merepresentasikan nuansa akbardari pagelaran yang dipadu dengan nuansa nusantara sebagaiciri seniman Indonesia.
Pusat Perdagangan dan Komunitas Barang Antik di Surabaya Monica Catharina Mutiara
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.74 KB)

Abstract

Pusat Perdagangan dan Komunitas Barang Antik di Surabaya” ini merupakan tempat terjadinya transaksi jual-beli barang yang memiliki nilai kuno dan bernilai seni tinggi serta merupakan tempat interaksi sesama pencinta barang antik di Surabaya. Proyek ini terletak di Surabaya Utara yang merupakan dengan kawasan kota tua Surabaya. Hal ini didukung dengan ketidakberadaan fasilitas sejenis yang memadai untuk kawasan Jawa Timur. Sebuah pasar barang antik memiliki perbedaan dengan pasar pada umumnya. Karena itu, pendekatan sistem dipilih supaya dapat mengidentifikasikan kebutuhan khusus sebuah pasar barang antik. Hal yang paling mencolok adalah simbiosis mutualisme antara perdagangan dan komunitas. Komunitas adalah nyawa bagi pasar, dan pasar juga adalah nyawa bagi komunitas. Tipologi pasar yang digunakan pada bangunan ini adalah pasar tradisional modern, yakni pasar tradisional yang nyaman dan tetap terjadi interaksi antara pedagang dan pembeli. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk mengarahkan pengunjung menuju zona yang dituju.
GRHA “ECO FASHION” DI SURABAYA Ing Julita Julita
eDimensi Arsitektur Petra Vol 7, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1587.527 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah tempat yang memfasilitasikegiatan perancangan busana yaitu studio perancangan, danworkshop. Serta didukung oleh fasilitas pendukung beruparetail dan galeri. Dimana proyek ini akan mendukung kegiatanperancangan busana oleh para desainer untuk dapatmenghasilkan karya busana sesuai dengan konsep ramahlingkungan / ekologi. Proyek ini berada di wilayah Surabayabagian barat yang memiliki potensi mendukung fugsibangunan dari beberapa aspek seperti akses, fasilitaspendukung pusat pembelanjaan, dan konsumen tingkatmenengah ke atas. Permasalahan utama dalam proyek iniadalah bagaimana menciptakan sebuah bangunan Eco Fashionyang berintegrasi dengan alam. Untuk menjawabpermasalahan tersebut maka pendekatan yang dipilih adalahpendekatan sustainable yang mengarah pada ekologi,sedangkan pendalaman yang dipakai adalah pendalamanecocell, yaitu elemen inovasi ekologi yang berada di dalamsistem bangunan.

Page 58 of 155 | Total Record : 1542