cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mechanova
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017" : 39 Documents clear
OPTIMASI DOUBLE BOX SUBWOOFER Steven Anderson; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.622 KB)

Abstract

Jenis audio pada umumnya dibagi menjadi tiga, yatiu Sound Quality (SQ), Sound Quality Loud(SQL), dan Sound Pressure Level. Jenis Sound Quality (SQ) menonjolkan kejernihan, tonal dansuara panggung (staging-imaging) dari speaker di pilar A (bagian depan dekat dashboard).Sound Quality Loud (SQL) hampir sama dengan jenis SQ, perbedaanya terletak di peletakanspeaker. Sound Pressure Level (SPL), jenis audio ini berbeda dengan jenis audio yang lain. SPLhanya menonjolkan tingkat kekerasan (dB) yang dihasilkan dari subwoofer tanpa menilai suaralainnya. Peranan subwoofer dan box-nya memiliki peranan penting pada jenis audio ini.Penulis merancang 6 model Secondary Box Perpendicular Port, Secondary Box In Line Port,Primary Box Perpendicular Port (Sealed Volume), Primary Box Perpendicular Port (PortVolume), Primary Secondary Box Perpendicular Port (Sealed Volume). Hasil data dari pengujiandidapatkan hasil box yang terbaik yaitu Box Primary Secondary Perpendicular Port (PortVolume). Box ini menghasilkan tingkat kekerasan (dB) subwoofer dengan nilai 94,57 dB pada 50Hz. Sedangkan dB terendah ada pada frekuensi 19 Hz dengan nilai 78.04 dB. Rata-Rata dari boxtersebut adalah 83,30 dan mengalami penurunan sebesar 11,19%. Box model ini lebih cocokuntuk digunakan pada kelas SPL. Hal ini dikarenakan box ini dapat menghasilkan dB tertinggidiantara box jenis lainnya.
Optimization of Bump Fairing in DLR-F6 Aircraft Related to Coefficient of Drag Using Simulation and Design of Experiment Method Gabriel Jeremy Gotama; Fandi Dwiputra Suprianto; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.113 KB)

Abstract

Fairing is an aircraft component which is responsible in reducing drag force. By reducingthe coefficient of drag, drag force will be reduced and aircraft fuel consumption will be leaner. Abump fairing FX2 was designed by Vassberg for DLR-F6 aircraft. The design process doesn’tinvolve coefficient of drag effect. This research focuses in optimizing bump fairing FX2 by reducingthe coefficient of drag produced for DLR-F6 aircraft. Optimization was done by changing thedimension value of chord, span and thickness. Optimization method used in this research was 2kfactorial Design of Experiment (DoE) with Computational Fluid Dynamic (CFD) for acquiringdata.The result of the research shows that bump fairing FX2 can be optimized, although not byutilizing the 2kfactorial design of experiment. This is caused by the assumption of linear functionin 2k factorial. In this research, it was discovered that the function of chord, span and thicknessrelated to coefficient of drag is non-linear. Even though 2kfactorial was unable to be used tooptimize bump fairing FX2, the results are able to show correlation between variables and whichvariable are important. The highest reduction of coefficient of drag value was achieved by 8.75drag count.
STUDI BAHAN BIOCOMPOSITE SERAT TEBU-POLYPROPYLENE SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF PACKAGE TRAY MOBIL Rassy Alim Jolanda; Juliana Anggono; Suwandi Sugondo
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.718 KB)

Abstract

Ketersediaan material yang dapat diperbaharui, ramah lingkungan, kuat, ringan dan juga murahsangatlah diharapkan oleh industri otomotif. Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh[1], perlukajian lebih lanjut untuk menghasilkan komposit dengan sifat mekanis (tensile strength danflexural strength) sesuai kebutuhan industri. Dalam penelitian ini serat tebu diberi perlakuanalkali NaOH 10% selama 2, 4, dan 6 jam. Jumlah serat tebu yang ditambahkan pada matrikpolypropylene (PP) memiliki panjang dominan < 1-3 cm dengan komposisi rasio % berat serattebu/PP: 25%/75%. Sampel komposit diuji tarik dan flexural berdasarkan standar ASTM D 638-04 dan D 790-10. Permukaan patahan sampel uji tarik diamati dengan Scanning ElectronMicroscope (SEM). Kekuatan tarik tertinggi 14.35 MPa terdapat pada sampel dengan serat tebuyang menerima perlakuan alkali selama 2 jam. Angka tersebut masih lebih rendah dari kekuatantarik rata-rata sampel industri terbuat dari woodboard hitam sebesar 15.23 MPa. Kekuatanflexural tertinggi sampel komposit dengan serat tebu yang menerima perlakuan alkali selama 4jam, yaitu sebesar 37.78 MPa, di mana kekuatan flexural sampel industri berupa woodboardcoklat terlampaui (37.57 MPa). Hasil SEM patahan spesimen uji tarik menunjukkan distribusiserat tebu/PP spesimen belum merata di semua bagian dengan rasio 25/75. Patahan spesimenjuga menunjukkan void dan fiber pull out.
PERANCANGAN AUTOMATIC RETRACT SIDE STAND PADA SEPEDA MOTOR NEW MEGAPRO Andreas Santoso; Joni Dewanto
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.345 KB)

Abstract

Untuk menunjang aktivitas masyarakat diperlukan alat transportasi baik transportasi umummaupun pribadi. Dan transportasi yang paling digemari oleh masyarakat ialah kendaraan pribadikhusunya kendaraan roda dua, itu bisa dilihat dari semakin padatnya ruas jalanan yangdidominasi kendaraan roda dua. Dan tak bisa dipungkiri pula kecelakaan yang melibatkankendaraan roda dua juga marak terjadi. Baik karena pengetahuan tentang keselamatanberkendara yang minim atau kelalaian berkendara. Pada kendaraan roda dua kelalaian yangsering dilakukan oleh pengedara ialah lalai untuk menaikkan side stand atau standar sampingkendaraannya saat kendaraan sedang berjalan yang mengakibatkan side stand akan menggantungke bawah dan dapat membuat kendaraan tidak terkendalai saat side stand kendaraannyamenyentuh jalan atau menghantam benda dijalanan. Maka dari itu diperlukan diperlukanperangkat untuk mengantisipasi kemungkinan kecelakaan akibat side stand yang idak dinaikkanoleh pengendara. Dimana saat pengendara lalai atau lupa untuk menaikkan side stand- nya saatkendaraan sudah berjalan dengan kecepatan tertentu maka dengan otomatis side stand kembali keatas dengan sendirinya sehingga mengurangi terjadinya kecelakaan akibat side stand yang tidakdinaikkan.
PENGARUH TOUGHENING AGENT PADA SIFAT MEKANIS BIOCOMPOSITE SERAT TEBU-POLYPROPYLENE Ade Hartoko; Juliana Anggono; Suwandi Sugondo
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.014 KB)

Abstract

Serat tebu telah diteliti dapat menjadi bahan serat penguat bagi komposit matrik polypropylene. Tougheningagent juga ditambahkan untuk menaikkan ketangguhan komposit. Dalam penelitian ini serat tebu diberi alkalitreatment NaOH 10% v/v selama 4 jam. Persentase toughening agent yang ditambahkan pada campuran rasio %berat serat tebu/PP dalam penelitian ini adalah 0,5%, 1%, 1,5% berat terhadap berat serat tebu. Efek tougheningagent pada sifat komposit dievaluasi melalui pengujian tarik dan kelenturan (flexural) mengacu masing-masingpada ASTM D 638-02 tipe 1 dan ASTM D790-03. Pengamatan struktur mikro dilakukan pada permukaanpatahan sampel uji tarik dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk melihathomogenitas campuran, mekanisme patahan yang terjadi, serta ikatan antar muka serat tebu-PP. Hasil uji tarikmenunjukkan bahwa toughening agent sebanyak 1,5% berat menurunkan kekuatan tarik dari 9,92±1,66 MPa(0% toughening agent) menjadi 5,34±0,95 MPa pada komposit dengan serat tebu tanpa proses alkali treatmentatau dengan kata lain ada penurunan 46,14%. Flexural strength terbesar dimiliki oleh komposit yang tidakmengalami proses alkali treatment dan tidak ditambahkan toughening agent dengan nilai 29,66±2,81 MPa.Penambahan toughening agent sebanyak 1,5% berat menurunkan flexural strength sebesar 18,91% menjadi24,04±3,99 MPa. Hasil SEM pada permukaan patahan spesimen uji tarik mengindikasikan campuran yang lebihhomogen dibandingkan dengan penelitian sebelumnya serta penggabungan toughening agent pada matrik PP.
MODIFIKASI SISTEM HEADLAMP LIVINA DENGAN PERGERAKAN ADAPTIVE Yusuf Kusuma Hodianto; Ian Hardianto Siahaan
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.027 KB)

Abstract

Lampu adalah bagian yang sangat penting dari setiap kendaraan, terlebih pada saat malam hari.Pencahayaan yang ada pada kendaraan konvensional hanya menyorot ke arah depan saja. Ketikakendaraan memasuki jalan menikung (curve road), sinar dari lampu tidak akan sepenuhnyadipantulkan ke arah jalan yang dituju namun sebagian dipantulkan ke sisi kiri atau kanan jalan.Pencahayaan yang kurang ini mengurangi kemampuan pengemudi untuk melihat benda didepan.Untuk menyelesaikan masalah ini, dapat digunakan sistem adaptive headlamp. Dengan sistem ini,cahaya yang dipantulkan oleh kendaraan dapat dibelokkan ke arah kiri maupun kanan denganradius maksimum 15°. Sudut putar lampu disesuaikan oleh input dari setir. Saat setir diputarmaka lampu akan ikut berputar. Lampu hanya bisa berputar maksimum 15° saat setir diputar210°. Dengan sistem adaptive headlamp ini, maka didapatkan visibilitas yang layak dari kondisistandarnya terutama ketika pengemudi memasuki jalan menikung dan juga dapat mengurangiresiko kecelakaan.
SISTEM PENGAMAN SEPEDA MOTOR DENGAN SINYAL BLUETOOTH Felix Tanuwijaya; Joni Dewanto
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.721 KB)

Abstract

Sistem pengaman sepeda motor terus berkembang dari waktu ke waktu khususnya untuk mencegahtindak pencurian. Namun demikian, sistem tersebut tidak dirancang untuk menanggulangi kasuspencurian berupa begal, yang beberapa waktu terakhir banyak sekali terjadi dan menyerangpengguna roda dua. Begal merupakan aksi perampokan atau perampasan dengan paksa sertamelakukan tindakan kekerasan bahkan bisa sampai membunuh yang dibegal tersebut dan hal iniumumnya banyak terjadi pada kasus pengendara motor yang sendirian. Oleh karena itu diperlukansistem pengaman tambahan pada sepeda motor. Sistem yang dirancang menggunakan bluetooth,yang menghubungkan antara bluetooth pada sistem dengan bluetooth handphone pengendarasepeda motor. Apabila kedua bluetooth tersebut tidak terkoneksi, maka sepeda motor tidak akandapat menyala. Demikian apabila koneksi terputus, mesin juga akan otomatis mati beberapa saatsetelah koneksi terputus. Sistem ini mudah dioperasikan pemilik sepeda motor, namun cukup sulitdibongkar oleh pencuri, sekalipun dibongkar mesin tidak dapat dinyalakan kembali. Rancangansistem ini telah diterapkan pada sepeda motor Honda Blade Repsol tahun 2012. Kemudahanoperasi dan kehandalan sistem ini juga telah diuji secara berulang berdasarkan parametertertentu, yang membuktikan bahwa sistem pengaman yang dirancang dapat bekerja dengan baik,handal, dan mudah dioperasikan.
STUDI TOPOLOGI ALIRAN 3 DIMENSI PADA SUSUNAN KASKADE KOMPRESOR AKSIAL AKIBAT PENAMBAHAN FORWARD FACING STEP TURBULENCE GENERATOR Jimmy Jimmy; Teng sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1377.752 KB)

Abstract

Kinerja kompresor seringkali tidak maksimal akibat kerugian hidrolis yang besar. Aliransekunder merupakan faktor yang paling dominan sebagai penyebab kerugian hidrolis, sehinggadengan mereduksi aliran sekunder dapat meningkatkan kerja dari kompressor aksial. Aliransekunder dapat direduksi dengan menggunakan Forward Facing Step Turbulence (FFST ).Penelitian dilakukan dengan variasi stagger dan angle of attack. Dampak dari penambahan FFSTadalah dapat mengurangi kerugian energi yang ditunjukkan oleh pressure loss coefficient. Padastagger 30°, penambahan FFST mampu mereduksi kerugian energi paling maksimal pada angleof attack 8° sebesar 21.7%. Penambahan FFST pada stagger 60° mampu mereduksi kerugianenergi tetapi tidak memberikan dampak yang signifikan. Menurut teori wall stall apabila staggermelebihi 50°, akan berdampak pada penyumbatan aliran yang besar, sehingga tidak memberikanperubahan yang signifikan pada pressure loss coefficient.
PEMBUATAN SPOILER BELAKANG MOBIL DARI BAHAN KOMPOSIT CAMPURAN SERBUK KAYU (SAWDUST) DAN RESIN Wayan Surya Mahardika; Fandi Dwiputra Suprianto; Victor Yuardi Risonarta
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.769 KB)

Abstract

Dewasa ini kendaraan roda empat banyak yang menggunakan bodykit, khususnya spoilerbelakang Fungsi spoiler belakang adalah untuk mengurangi lift dan meningkatkan koefisien drag.Pembuatan spoiler belakang pada umumnya masih menggunakan injection molding. Penelitianini akan berfokus pada pembuatan spoiler belakang dengan menggunakan material baru yaituserbuk kayu, yang dimana kita ketahui serbuk kayu merupakan barang yang tidak terpakaisehingga pembuatan spoiler belakang dari komposit serbuk kayu dapat menekan dari sisi biaya,efisiensi laju kendara, dan diharapkan spoiler belakang juga ramah lingkungan. Langkahpertama pembuatan sample adalah melakukan NaOH treatment pada serbuk kayu, kemudianserbuk kayu dikeringkan menggunakan oven. Setelah serbuk kayu selesai dikeringkan, dilakukanpembuatan sample dengan mencampurkan resin dan serbuk kayu pada cetakan. Sample dibuatsebanyak 3 buah untuk setiap pengujian tarik, tekuk dan impak. Komposisi yang dibuat2,5%berat, 5%berat, 7,5%berat dan 10%berat. dan sample yang telah jadi langsung dapatdilakukan pengujian, yaitu pengujian tarik, tekuk dan impak. Dari penelitan yang dilakukan,didapatkan hasil UTS 11,91 MPa, elongation at break 5,31 %, modulus young 225 MPa, flexuralstrength 32,6 Mpa dan kekuatan impak 29,5 Joule sehingga membuat komposisi serbuk kayu10%berat menjadi komposisi terbaik..

Page 4 of 4 | Total Record : 39