Articles
222 Documents
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN SINONIMI KATA KERJA DALAM KALIMAT BAHASA TIONGHOA PADA MAHASISWA SASTRA TIONGHOA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
Melisia Salim;
Alpin Gadman Markali;
Liejanto Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.507 KB)
|
DOI: 10.9744/century.6.2.30-46
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jenis kesalahan dan penyebab kesalahan dalam menggunakan sinonimi kata kerja ke dalam kalimat bahasa Tionghoa pada mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa angkatan 2015, Universitas Kristen Petra Surabaya.Pada proses pembelajaran seringkali timbul kesalahan dalam memadukan objek serta kegunaannya dari sinonimi kata kerja bahasa Tionghoa dalam kalimat, sehingga mendorong penulis untuk menganalisis lebih lanjut terhadap kesalahan penggunaan serta penyebabnya yang didasarkan pada teori sinonim bahasa Tionghoa oleh Xing dan Wang (2009). Data penelitian didapat dari tes dan wawancara. Hasil analisis tes menunjukkan bahwa subjek penelitian masih belum dapat dengan baik menentukan sasaran objek dari sinonimi tersebut apakah diikuti objek benda atau manusia. Melalui wawancara juga diketahui kesalahan didominasi oleh kesalahan interlingual. Kesalahan ini semakin jelas terlihat saat siswa menterjemahkan sinonimi bahasa Tionghoa ke dalam bahasa Indonesia dengan tidak memperhatikan batasan objek sehingga timbul kesalahan. Faktor lain datang dari siswa melakukan overgeneralisasi, mengabaikan kaidah bahasa, penerapan kaidah yang kurang sempurna, faktor dari materi pengajaran dan pengajar serta dari diri siswa.Dapat diketahui bahwa penggunaan dari sinonimi kata kerja bahasa Tionghoa masih terdapat kesulitan, selain memiliki kemiripan makna, penggunaannya juga tidak semua dapat saling menggantikan, hal ini yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan penggunaan.
Pendapat Mahasiswa Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Mengenai Budaya Nama Generasi 河北师范大学与彼得拉基督教大学学生对辈分名字文化的看法
Dinalia Widjaja;
Elisa Christiana;
Liejanto Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.266 KB)
|
DOI: 10.9744/century.2.1.59-73
Nama generasi adalah nama yang digunakan untuk menyusun generasi keluarga dan untuk mengetahui tingkatan generasi, diletakkan setelah nama marga. Susunan nama generasi ditentukan oleh leluhur keluarga. Penulis ingin meneliti tentang penggunaan dan pandangan mahasiswa mengenai nama generasi di Hebei Normal University Shijiazhuang, Tiongkok dan di Universitas Krsiten Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Objek penelitian adalah lima puluh mahasiswa berkewarga-negaraan Tiongkok dan lima puluh mahasiswa etnis Tionghoa berkewarga-negaraan Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Petra lebih banyak menggunakan nama generasi dibandingkan mahasiswa Hebei Normal University, serta lebih mementingkan dan ingin menurunkan kebudayaan nama generasi ke generasi selanjutnya. Penggunaan nama generasi oleh responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan, hal ini dipengaruhi oleh ada konsep patriarkal. Penggunaan nama generasi oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra dan Hebei Normal University dipengaruhi oleh peristiwa sejarah di masing-masing negara, kondisi keluarga, pandangan pribadi, tempat tinggal, pendidikan dan pola nama Tionghoa.
Penelitian Pengajaran Bahasa Mandarin pada Karakter dengan Komponen “Yòu”dari Kerangka Peringkat Karakter Bahasa Mandarin
Tenika Xintu Rumalutur
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (47.602 KB)
|
DOI: 10.9744/century.7.2.51-63
Pengajaran penulisan karakter Mandarin selalu menjadi kesulitan besar dalam pengajaran bahasa Mandarin sebagai bahasa asing. Kesalahan penulisan karakter bahasa Mandarin adalah fenomena umum di kalangan siswa asing, dan penyebab siswa asing sering membuat kesalahan dalam penulisan karakter bahasa Mandarin berasal dari berbagai aspek. Makalah ini mengambil karakter dengan komponen "yòu" dari "Garis Besar Kosakata Bahasa Mandarin dan Tingkat Karakter Bahasa Mandarin" sebagai contoh. Dimulai dengan meneliti asal mula karakter "yòu", Serta mengambil data dalam "HSK Dynamic Composition Corpus", dan menstatistikan kesalahan penulisan yang dibuat oleh siswa asing dalam menulis karakter mandarin dengan komponen "yòu". Jenis kesalahan yang muncul dalam karakter dengan komponen "yòu" akan dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu: 1. Kesalahan bentuk karakter yang mirip; 2. Kesalahan pengucapan-kata yang serupa; 3. Pengucapan yang mirip dan kesalahan bentuk karakter. Dari jenis-jenis kesalahan tersebut, dapat disimpulkan penyebabnya berupa situasi dan sikap belajar siswa, transfer negatif dari bahasa ibu, kompleksitas karakter bahasa Mandarin dan strategi pembelajaran. Tekanan dan waktu yang terbatas bagi siswa asing yang belajar bahasa Mandarin di Tiongkok merupakan kunci masalah dalam mengajar bahasa Mandarin sebagai bahasa asing. Pada akhirnya, saya memberikan beberapa saran untuk pengajaran karakter bahasa Mandarin, pengajaran praktis, saran pembelajaran di kelas dan saran untuk kemampuan guru yang komprehensif.
MINAT BELAJAR GENERASI MUDA KEMUNING TERHADAP ALAT MUSIK TRADISIONAL TIONGKOK ERHU
Meliana Budianto;
Jessica Nondolesmono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.78 KB)
|
DOI: 10.9744/century.4.1.1-7
Kebudayaan di Indonesia sangat beraneka ragam, banyak sekali kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia, salah satunya adalah kebudayaan Tionghoa. Kebudayaan Tionghoa di Indonesia sudah selayaknya kita pertahankan, dan banyak cara untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan tersebut. Hal yang paling inti dalam pelestarian adalah seberapa besar sumbangsih generasi muda di dalamnya. Sedangkan seberapa besar sumbangsih generasi muda, ditentukan oleh seberapa besar minat mereka di bidang itu. Dengan kata lain, kebudayaan Tionghoa dapat dilestarikan dan akan berkembang jika ada minat belajar setiap generasi muda terhadap budaya Tionghoa, salah satunya dengan mempelajari alat-alat musik Tradisional Tiongkok, khususnya erhu. Erhu merupakan alat musik yang terbilang sedikit peminatnya, karena untuk memainkan erhu membutuhkan kesabaran, dan ketekunan pada saat berlatih. Penulis berharap skripsi ini dapat membantu memperkenalkan erhu terhadap generasi muda, sehingga membangkitkan minat generasi muda terhadap erhu.
METODE PENGAJARAN MILE WENHUABAN DI MAHA VIHARA DAN PUSDIKLAT BUDDHA MAITREYA SURABAYA
Novi Yulianita;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.953 KB)
|
DOI: 10.9744/century.5.2.71-82
Pengajaran bahasa Mandarin secara non formal sekarang telah banyak dibuka di Surabaya, salah satunya adalah kelas MiLe WenHuaBan. Dalam pengajaran bahasa Mandarin sebagai bahasa asing, metode pengajaran yang strategis, aktivitas dan lingkungan dapat mendukung perkembangan bahasa sasaran murid. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode pengajaran di MiLe WenHuaBan, serta mengetahui kelebihan kekurangan metode pengajaran MiLe WenHuaBan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan memberikan tes HSK. Dari hasil analisis, penulis menemukan bahwa dalam pengajaran kelas ini, cukup efektif dalam belajar bahasa Mandarin tingkat dasar, murid-murid telah terbiasa berbicara bahasa Mandarin, dan dalam kurun waktu empat bulan murid-murid telah dapat lulus tes HSK level tiga. Demi meningkatkan kualitas pengajaran, masih ada hal yang harus ditingkatkan, seperti latihan keterampilan menulis.
Konflik antara biksu Táng dengan Sūn Wù Kōng dalam novel Xī Yóu Jì 小议《西游记》中唐僧与孙悟空之冲突
Venny Anggelina Darmawan;
Ong Mia Farao Karsono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/century.2.1.16-29
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai penokohan, penyebab terjadinya konflik antara biksu Táng dengan Sūn Wù Kōng, konflik dalam batin biksu Táng sendiri, konflik dalam batin Sūn Wù Kōng sendiri, dan akibat yang ditimbulkan dari konflik yang terjadi antara biksu Táng dengan Sūn Wù Kōng. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, novel yang dianalisis adalah novel Xī Yóu Jì dengan pengedit Wáng Déchāng dkk. Hasil analisis menemukan penokohan yang digunakan dalam novel ini adalah dengan metode pelukisan watak tokoh yang ditulis dalam ujaran-ujaran tokohnya sendiri. Selain itu, pelukisan tokoh yang digambarkan oleh pengarang. Konflik-konflik yang terjadi antara biksu Táng dan Sūn Wù Kōng sebagian besar karena Sūn Wù Kōng tidak bersedia menuruti kehendak biksu Táng. Penyebab yang lain yaitu Sūn Wù Kōng memperlihatkan kemampuannya menumpas kejahatan sehingga bertentangan dengan perintah biksu Táng. Konflik dalam batin biksu Táng sendiri adalah memerlukan perlindungan Sūn Wù Kōng tetapi tidak setuju dengan tindakannya. Konflik dalam batin Sūn Wù Kōng sendiri adalah melindungi atau tidak melindungi biksu Táng karena tindakannya selalu disalahkan. Akibat dari konflik antara Sūn Wù Kōng dan biksu Táng, watak Sūn Wù Kōng dari pembangkang berubah menjadi seorang murid yang penurut.
彼得拉基督教大学中文系学生学习汉语的动机元素 KOMPONEN PEMBENTUK MOTIVASI MAHASISWA SASTRA TIONGHOA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA DALAM MEMPELAJARI BAHASA TIONGHOA
Anna Setia Ningrum;
Budi Kurniawan, S.Kom., B.A
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (70.071 KB)
|
DOI: 10.9744/century.2.1.134-144
Motivasi adalah hal yang menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu agar mencapai tujuan yang diinginkan. Motivasi menjadi komponen penting dalam mempelajari bahasa kedua. setiap orang pasti mempunyai motivasi dan motivasi setiap orang pasti berbeda. Dalam skripsi ini, penulis ingin meneliti tentang komponen pembentuk motivasi mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa dalam mempelajari bahasa Tionghoa di Universitas Kristen Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif mahasiswa Program Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra, Indonesia. Penulis menggunakan program SPSS untuk melakukan analisis data, didapatkan beberapa komponen yang membentuk motivasi mahasiswa Program Studi Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra dalam mempelajari bahasa Tionghoa, yaitu level bahasa, level pelajar, level situasi pembelajaran. Dalam level bahasa yang paling menonjol adalah pengetahuan instrumental. Dalam level pelajar komponen yang paling menonjol adalah kepercayaan diri. Dalam level situasi pembelajaran komponen yang paling menonjol adalah komponen spesifik kelas, yang di dalamnya terbagi menjadi dua komponen, yaitu minat mahasiswa terhadap bahasa Tionghoa maupun minat terhadap negara-negara yang berbahasa Tionghoa, dan kepuasan mahasiswa terhadap kelasnya.摘要 动机是让人达到目标的一种力量。动机当学第二语言的重要性。每个人肯定有动机而每个人的动机不一样。在此笔者研究彼得拉基督家大学中文系学生学习汉语的动机元件。本研究采用定量研究法与收集资料的方式是问卷调查。研究对象是所有彼得拉基督教大学中文系在校的学生。笔者用SPSS软件进行数据分析,本研究的结果,有几个元件影响了彼得拉基督教大学中文系学生学习汉语的动机。语言层次,在语言层次最突出的元素是工具性知识。学习者层次,在学习者层次最突出的元素是自信。学习情况层次,在学习者层次最突出的元素是学习动机具体元素、学习动机具体元素包括学生对汉语或者对用汉语的国家的兴趣与学生对课堂的满意性。
Pandangan Generasi Muda Anggota Perkumpulan Tà ijà Di Surabaya Terhadap Tà ijà 泗水太æžä¿±ä¹éƒ¨é’å¹´æˆå‘˜å¯¹å¤ªæžæ‹³çš„看法
Tjiu, Willy
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (974.808 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.1.%p
Adanya fenomena bahwa olahraga tà ijà lebih disukai oleh orang-orang tua, sementara orang muda lebih menyukai olahraga lain. Artikel ini meneliti tentang alasan generasi muda Surabaya tertarik mengikuti kegiatan tà ijà dan hubungan olahraga tà ijà dengan kesehatan manusia serta budaya Tionghoa. Kajian pustaka meliputi pengertian tà ijÃ, penyakit-penyakit sistem peredaran darah; sistem saraf; sistem pencernaan, dan pengaruh tà ijà terhadap kesehatan secara menyeluruh, pengertian filosofi Konfusianisme. Menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menemukan walaupun usia responden penelitian masih muda, tetapi tertarik berolahraga tà ijÃ, karena mencontoh orang tua mereka atau membaca buku atau ingin mendalami gerakan-gerakan yang lambat dari tà ijÃ. Mereka juga mengetahui bahwa olahraga tà ijà dapat menyehatkan tubuh, terutama sifat gerakan-gerakannya yang lambat. Jurus lambat dari tà ijà ini berfungsi untuk penyelarasan fungsi organ vital tubuh manusia sesuai dengan filosofi kebudayaan Konfusianisme Tiongkok mengenai “ lÇ礼â€Â  dan “ä¸åº¸zhÅngyÅngâ€.
METODE GERAK DAN LAGU DALAM PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA TIONGHOA DI SD ANUGERAH SCHOOL SIDOARJO
Evelyn Yahya;
Budi Kurniawan
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.881 KB)
|
DOI: 10.9744/century.5.1.28-40
Metode cara pengajaran bahasa Tionghoa saat ini semakin bermacam-macam. Khususnya dalam metode pengajaran kosakata, salah satu metode yang dapat digunakan oleh pengajar bahasa Tionghoa adalah dengan menggunakan metode gerak dan lagu. Saat ini masih banyak pengajar bahasa Tionghoa yang menggunakan metode pengajaran konvensional. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian mengenai metode pengajaran gerak dan lagu terhadap kosakata bahasa Tionghoa di SD Anugerah School. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif, yang berupa rekaman-rekaman video, dan wawancara. Subjek penelitian ini ialah siswa-siswi kelas 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran kosakata menggunakan metode gerak dan lagu dapat membantu mereka untuk lebih giat belajar daripada menggunakan metode pembelajaran konvensional yang membuat siswa bosan serta metode pengajaran gerak dan lagu ini bisa menjadi pengajaran alternatif dalam menggunakan metode yang baru bagi pengajar dalam cara pengajaran bahasa Tionghoa.
KONSTRUKSI SOSOK PEREMPUAN DALAM NASKAH FILM “A TALE OF THREE CITIES”
Lianda Nataline;
Budi Kurniawan;
ShanHua Chao
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.196 KB)
|
DOI: 10.9744/century.6.2.12-17
Naskah film “A Tale of Three Cities” ini merupakan naskah dari sebuah film yang berasal dari Hongkong bergenre romance. Cerita dalam film ini diangkat dari kisah nyata orangtua Jackie Chan, yaitu Fang Daolong dan Chen Yuerong. Sebuah kisah yang berlatar belakang pada masa transisi di Tiongkok, yaitu pada tahun 1939 hingga 1951, di mana pada masa itu budaya patriarki masih sangat kental di Tiongkok. Penulis tertarik untuk meneliti naskah film ini lebih lanjut adalah adalah dibalik banyaknya tantangan dalam perjuangan cinta mereka, film ini juga menunjukkan sosok wanita yang berbeda dengan wanita yang tradisional pada jaman itu. Perbedaan ini terlihat dari tiga tokoh wanita, yaitu Chen Yuerong, Qiu Xiaoling, dan ibu Yuerong. Untuk mengetahui bagaimana kehidupan dan stereotip kaum perempuan masa itu, penulis melakukan analisis studi pustaka yang didukung oleh buku-buku referensi, bahan-bahan yang dikumpulkan melalui internet serta sumber lain yang mendukung penulisan skripsi ini. Subtema yang digunakan untuk menganalisa adalah berdasarkan perilaku ketiga tokoh wanita tersebut yang tertulis di dalam naskah film. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketiga tokoh wanita ini mengalami konstruksi karakter yang sangat mencerminkan wanita modern, yang sangat berbeda dengan stereotip wanita pada masa tahun 1939 hingga 1951.