Articles
222 Documents
Pendapat Mahasiswa Hebei Normal University dan Universitas Kristen Petra Mengenai Budaya Nama Generasi 河北师范大学与彼得拉基督教大学学生对辈分名字文化的看法
Dinalia Widjaja;
Elisa Christiana;
Liejanto Wijaya
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.266 KB)
|
DOI: 10.9744/century.2.1.59-73
Nama generasi adalah nama yang digunakan untuk menyusun generasi keluarga dan untuk mengetahui tingkatan generasi, diletakkan setelah nama marga. Susunan nama generasi ditentukan oleh leluhur keluarga. Penulis ingin meneliti tentang penggunaan dan pandangan mahasiswa mengenai nama generasi di Hebei Normal University Shijiazhuang, Tiongkok dan di Universitas Krsiten Petra Surabaya, Indonesia. Penulis menggunakan metode kuantitatif dan mengumpulkan data melalui kuesioner. Objek penelitian adalah lima puluh mahasiswa berkewarga-negaraan Tiongkok dan lima puluh mahasiswa etnis Tionghoa berkewarga-negaraan Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Petra lebih banyak menggunakan nama generasi dibandingkan mahasiswa Hebei Normal University, serta lebih mementingkan dan ingin menurunkan kebudayaan nama generasi ke generasi selanjutnya. Penggunaan nama generasi oleh responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan, hal ini dipengaruhi oleh ada konsep patriarkal. Penggunaan nama generasi oleh mahasiswa Universitas Kristen Petra dan Hebei Normal University dipengaruhi oleh peristiwa sejarah di masing-masing negara, kondisi keluarga, pandangan pribadi, tempat tinggal, pendidikan dan pola nama Tionghoa.
PANDANGAN GENERASI TUA DAN GENERASI MUDA TIONGHOA SURABAYA TERHADAP PENERAPAN FENG SHUI TANGGA
Wenny Yulia Dewi;
Elisa Christiana;
Lukito Suwito Kartono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.451 KB)
|
DOI: 10.9744/century.4.1.20-32
Penelitian ini berisi tentang bagaimana peranan, eksistensi, dan kelanjutan Fēng Shuǐ di tengah masyarakat Indonesia-Tionghoa saat ini, terutama mengenai Fēng Shuǐ tangga yang seringkali dilupakan. Penelitian ini juga meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sikap masyarakat Indonesia-Tionghoa terhadap Fēng Shuǐ dan upaya yang dapat dilakukan sehingga Fēng Shuǐ sebagai salah satu kebudayaan Tionghoa dapat terus bertahan di tengah masyarakat Indonesia-Tionghoa, dengan memfokuskan penelitian pada pandangan penerapan Fēng Shuǐ tangga yang seringkali dilupakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan wawancara mendalam dengan delapan orang generasi tua berusia minimal 60 tahun dan enam orang generasi muda berusia 19-27 tahun sebagai obyek penelitian. Hasil penemuan dalam penelitian ini adalah adanya faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi eksistensi Fēng Shuǐ; perbedaan sudut pandang di antara generasi tua dan generasi muda mengenai bagaimana cara mereka memahami, menerima dan mempertahankan eksistensi Fēng Shuǐ; pandangan mengenai penting atau tidaknya Fēng Shuǐ tangga dari segi Fēng Shuǐ sebagai ilmu alam yang didominasi oleh generasi muda dan dari segi Fēng Shuǐ sebagai ilmu mistis yang didominasi oleh generasi tua; latar belakang pembelajaran Fēng Shuǐ berdasarkan prinsip keselarasan alam yang menentukan pandangan mengenai pentingnya Fēng Shuǐ tangga; adanya kesalahan pemahaman nilai filosofis dalam penghitungan Fēng Shuǐ anak tangga; pengaruh leluhur dan lingkungan yang menentukan sudut pandang orang Tionghoa dalam menilai Fēng Shuǐ tangga; serta penghitungan jumlah anak tangga dan posisi tangga yang tidak boleh berhadapan langsung dengan pintu sebagai pengetahuan yang paling banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia-Tionghoa. Berdasarkan hasil penelitian, solusi untuk dapat terus mempertahankan Fēng Shuǐ adalah menyediakan sumber-sumber yang dapat menjelaskan konsep aturan dalam Fēng Shuǐ secara logis.
KESALAHAN TATA BAHASA PELETAKAN OBJEK MAHASISWA SASTRA TIONGHOA ANGKATAN 2014 DALAM ESAI KOMPOSISI II : KAJIAN PERBANDINGAN
Tiffany Qorie;
Dwi Retnaning Untari;
Yi Feng Wang
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.553 KB)
|
DOI: 10.9744/century.5.2.45–57
Dalam menulis esai, tata bahasa sangatlah penting. Salah satu tata bahasa adalah komponen pembentuk kalimat, salah satunya adalah objek. Mahasiswa Sastra Tionghoa angkatan 2014 telah diajarkan mengenai struktur kalimat ini sejak semester pertama, namun masih terdapat beberapa kesalahan peletakkan objek dalam kalimat. Penelitian yang mengulas tentang kesalahan peletakan objek juga sangat minim. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah menemukan penyebab kesalahan peletakan objek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kesalahan peletakan objek oleh mahasiswa Sastra Tionghoa angkatan 2014. Penulis menggunakan metode kajian perbandingan dalam menganalisis. Hasil penelitian menemukan lima macam kesalahan peletakkan objek. Kesalahan peletakan objek tersebut disebabkan oleh tiga hal, yaitu: pengaruh bahasa ibu yaitu kalimat tidak baku dalam bahasa Indonesia, mahasiswa kurang memahami penggunaan kelompok kata 离(lí)合(hé)词(cí) dan mahasiswa kurang memahami penggunaan kosakata bahasa Tionghoa dalam membuat kalimat bahasa Tionghoa. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa Sastra Tionghoa perlu mempelajari tata bahasa bahasa Tionghoa dengan lebih tekun dan mendalam, bila perlu diberikan latihan tambahan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa khususnya dalam menulis.
Penerapan Fēng Shuǐ dan Pandangan Fēng Shuǐ dari Anak yang Menyemayamkan Orang Tuanya di Pemakaman Puncak Nirwana 峰顶山庄风水运用及子女对父母墓葬峰顶山庄风水之看法
Robby Hermawan;
Ong Mia Farao Karsono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (901.3 KB)
|
DOI: 10.9744/century.2.1.1-15
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana diterapkannya unsur fēng shuǐ pada pemakaman Puncak Nirwana serta pandangan anak yang memakamkan orang tuanya di pemakaman tersebut mengenai fēng shuǐ. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 11 informan. Teori yang digunakan yaitu aliran fēng shuǐ, simbol – simbol fēng shuǐ (pí xiū dan shi zi), simbol makna baik dalam kehidupan orang Tionghoa dan teori ajaran xiào Kǒng zi dalam upacara kematian. Hasil analisis ditemukan bahwa pemakaman Puncak Nirwana memiliki unsur fēng shuǐ yang bagus karena dilengkapi dengan seorang suhu yang merangkap sebagai arsitek yang membantu pelanggan mengatasi keadaan fēng shuǐ yang kurang bagus. Pandangan anak yang memakamkan orang tuanya merasa unsur fēng shuǐ disana sangat bagus.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU ASPEK “了” PADA MAHASISWA ANGKATAN 2017 PROGRAM STUDI BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
Hervin Kurniati
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.576 KB)
|
DOI: 10.9744/century.7.2.39-50
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesalahan dan penyebab kesalahan dalam penggunaan kata bantu aspek“了”(le) kepada sepuluh mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin angkatan 2017, Universitas Kristen Petra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dari penelitian ini didapat dari tes dan wawancara. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis kesalahan berdasarkan dua belas jenis kata bantu aspek“了”(le) dan mengidentifikasi kesalahan tersebut menjadi dua jenis, yaitu pengenalan dan memproduksi. Hasil analisis tes menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum dapat menggunakan kata bantu aspek“了”(le) dengan baik, terutama pada bagian memproduksi, yaitu menyusun kata menjadi kalimat yang benar. Kesalahan dominan terjadi pada memproduksi jenis kata bantu aspek“了”(le) yang ketujuh lalu diikuti dengan pengenalan jenis kata bantu aspek“了”(le) yang pertama dan kedua. Menambahkan kata bantu aspek “了” ke dalam kalimat yang menunjukkan kegiatan sehari-hari juga merupakan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa. Melalui wawancara dapat dilihat bahwa penyebab kesalahan yang muncul adalah kesalahan developmental, mahasiswa tidak tahu bahwa kata 给(gěi) di dalam soal tes bukanlah kata kerja, selain itu kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap bahasa yang digunakan, seperti masih bingung dan rancu dalam mengaplikasikan kata bantu aspek“了”(le) serta mengabaikan sasaran yang dipadukan juga menjadi penyebab kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan tes.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pandangan Masyarakat Tionghoa Surabaya Terhadap Peruntungan Shio 影响泗水华裔生肖运势看法的因素
Nathania Nathania
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (50.011 KB)
|
DOI: 10.9744/century.2.1.123-133
Pandangan seseorang terhadap suatu masalah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor pendidikan, faktor pergaulan, faktor agama, faktor politik, faktor pendidikan keluarga, dan faktor-faktor lainnya. Dalam kasus peruntungan shio, maka faktor paling besar yang mempengaruhi pandangan sekaligus tingkat kepercayaan masyarakat adalah faktor agama. Shio sebenarnya adalah hasil dari kebudayaan Tiongkok kuno, namun ia justru dianggap sebagai produk dari suatu agama. Kekacauan pandangan mengenai shio ini disebabkan karena minimnya sumber informasi pada jaman Orde Baru. Kekacauan pandangan mengenai shio yang dianggap adalah produk suatu agama ini menyebabkan seseorang yang beragama Kristen atau Katolik tidak mempercayai peruntungan shio, sedangkan seseorang yang beragama Buddha atau Konghucu mempercayai peruntungan shio.摘要一个人对某件事的看法会受到很多方面影响,如:学历、社会、宗教等。在生肖运势方面也一样,影响人对生肖运势的看法是:学历、社会、宗教、政治家庭、复杂性、资料缺少和真实性。虽然原因众多,但影响人们看法最主的因素是宗教。很多人误解生肖属于宗教的一部分,而新时期的时候很难找到中华文化的资料,所以人们不太了解中华文化,只能靠想象,也因此有人把生肖视为宗教的产物,这使得宗教成为人是否相信否生肖运势最大的因素。
Pandangan Anggota Kemuning Group Music Traditional Terhadap Guzheng “九里香”印华乐队成员对古筝的看法
Winny Melisawaty
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.347 KB)
|
DOI: 10.9744/century.1.1.%p
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi anggota Kemuning Group Music Traditional terhadap alat musik tradisional Tiongkok - guzheng. Penelitian dalam skripsi ini melibatkan sepuluh orang anggota Kemuning sebagai sumber data penelitian. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penulis menemukan bahwa minat mereka terhadap guzheng mayoritas timbul dari faktor internal, yaitu keinginan diri sendiri, serta pengenalan musik sejak usia dini dapat menimbulkan eksistensi mereka terhadap minat, sedangkan kendala yang mereka hadapi dalam mempelajari guzheng timbul dikarenakan kurangnya latihan dan harga guzheng yang mahal. Masa depan guzheng sangat cerah sehingga mereka menggunakan kesempatan tersebut untuk menjadi profesi bagi mereka.
SEMANGAT HAKKA YANG DICERMINKAN OLEH ORANG HAKKA MELALUI KEGIATAN MERAYAKAN IMLEK
Siska Indahwati;
Elisa Christiana
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.819 KB)
|
DOI: 10.9744/century.5.1.1-9
Semangat Hakka yang diwujudkan pada diri orang Hakka Surabaya terlihat pada saat melakukan kegiatan perayaan Imlek yang dilakukan dari generasi ke generasi. Dari sepuluh semangat Hakka menurut “Buku Panduan Pemilihan Hakka Ako Amoi 2016” penelitian ini menemukan beberapa semangat yang paling menonjol. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mewawancarai enam orang yang berusia di atas 60 tahun, senior yang pada saat Imlek masih melakukan tradisi Imlek, enam orang paruh baya berusia 41 hingga 60 tahun dan enam orang muda mudi yang berusia 20 hingga 40 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah semangat Hakka yang tercermin pada kegiatan Imlek orang Hakka, yaitu “menghormati leluhur”, “berbakti” dan “kebersamaan”. Semangat Hakka yang tercermin pada kegiatan Imlek orang Hakka di perkumpulan, yaitu “berbakti”, “menjunjung tinggi kesetiakawanan” dan “kebersamaan”. Golongan senior, paruh baya dan muda mudi memiliki pemahaman yang berbeda mengenai semangat Hakka karena pengaruh pola pikir dan lingkungan sekitar mereka.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN TANDA BACA BAHASA TIONGHOA DALAM MENULIS DAN MEMBACA OLEH MAHASISWA KELAS MENENGAH DAN ATAS SASTRA TIONGHOA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
Filona Sagita Wijaya;
Budi Kurniawan;
Shuiqing Zhu
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.862 KB)
|
DOI: 10.9744/century.6.2.59-70
Berdasarkan pada penelitian Zeng (2017) telah melakukan penelitian terhadap beberapa hasil penelitian sebelumnya pada tahun 2002 sampai 2016 mengenai analisis kesalahan tanda baca. Dalam penelitian tersebut ditemukan “ isi penelitian, cara penelitian dilakukan berulang- ulang” , mayoritas data penelitian berupa karangan dari mahasiswa, penelitian yang bersifat eksperimental sangat sedikit (hanya ada satu penelitian). Penulis menggunakan data penelitian dari karangan mahasiswa, proposal mahasiswa dan soal tes kecil, membuat hasil penelitian menjadi lebih objektif, juga menghasilkan penelitian yang bersifat eksperimental. Pertama, penulis melakukan perhitungna pada analisis kesalahan penggunaan tanda baca, kemudian tahap selanjutnya menggolongkan kesalahan tersebut dan menjelaskan letak kesalahan pada kalimat yang salah. Untuk mengetahui mengenai korelasi pemahaman penggunaan tanda baca yang berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, penulis menggunakan Pearson Correlation . Hasilnya adalah, kesalahan fungsi dalam penggunaan tanda baca tanda baca koma terhadap kemampuan menulis dan membaca memiliki korelasi yang kuat, sedangkan tanda baca lainnya tidak memiliki korelasi.
PENGARUH USIA TERHADAP PELAJAR KURSUS BAHASA TIONGHOA SHHS DI SURABAYA DALAM BELAJAR BAHASA TIONGHOA
Jeanny Julia;
Budi Kurniawan;
ShuiQing Zhu
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.792 KB)
|
DOI: 10.9744/century.4.2.19-33
Beberapa pakar mengatakan, saat seseorang mempelajari suatu bahasa ada yang dinamakan dengan hipotesis periode kritis. Periode ini adalah di mana seseorang memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode lain. Pada periode ini, otak dapat dengan alami mempelajari suatu bahasa. Penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh periode kritis dalam kemampuan pemerolehan bahasa dan hasil tes para siswa di kursus bahasa Tionghoa SHHS di Surabaya. Skripsi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memberikan tes kepada seluruh siswa dan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara kepada para siswa, guru dan wali murid kursus bahasa Tionghoa SHHS di Surabaya. Dari hasil tes nilai kelas anak-anak lebih unggul dari kelas dewasa tetapi dari uji statistik, usia ternyata tidak memiliki pengaruh pada kemampuan dan hasil belajar siswa karena nilai Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa usia tidak memiliki pengaruh terhadap kemampuan dan hasil belajar siswa.