cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS KARAKTER HANZI RUNNER DIVISI CHINA WEDDING DI PERUSAHAAN VARAWEDDING Pranata, Ellen Aprilia; Christiana, Elisa; Chun – I, Kuo
Century Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.494 KB)

Abstract

Di Pulau Bali, terdapat perusahaan wedding organizer bernama Varawedding, yang memiliki sebuah divisi China Wedding. Pada divisi tersebut terdapat anggota runner yang membantu klien menjalankan acara di lokasi pernikahan. Saat bertugas, terdapat klien yang meminta bantuan membaca atau menulis karakter hanzi, tetapi sebagian besar runner tidak menguasai keterampilan tersebut, mereka hanya mampu keterampilan mendengar dan berbicara saja. Melalui metode kualitatif, penulis melakukan wawancara semi-terstruktur terhadap lima runner yang tidak dapat membaca dan menulis karakter hanzi dan paling lama bekerja di Varawedding, serta terhadap seorang kepala runner untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai kesulitan, solusi, keterampilan membaca dan menulis karakter hanzi yang dibutuhkan runner. Anggota runner mengakui keterampilan membaca dan menulis tidak penting, kepala runner juga mengatakan keterampilan tersebut hanya sebagai nilai plus untuk runner. Saat menghadapi kesulitan membaca rundown, mereka menggunakan Google Translate atau meminta bantuan anggota sales. Beberapa runner mengatakan tidak ada keterampilan membaca dan menulis yang dibutuhkan, sedangkan sebagian runner butuh membaca dan menulis kata-kata yang berhubungan dengan pernikahan, serta membaca sekilas supaya mengerti maksud bacaan. Walaupun runner mengalami kesulitan, tetapi perusahaan tidak pernah mengadakan pelatihan membaca dan menulis karakter hanzi. Jika kemampuan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis bahasa Tionghoa baik, maka runner dapat meminimalkan kesulitan saat bekerja.
PENGARUH GAYA BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA TIONGHOA DI SURABAYA TERHADAP HASIL MATA KULIAH BAHASA TIONGHOA KOMPREHENSIF Sanjaya, Felicya; Kurniawan, Budi; Zhu, ShuiQing
Century Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.078 KB)

Abstract

Gaya Belajar sangatlah penting dalam proses belajar dan merupakan salah satu faktor yang menentukan prestasi yang diperoleh siswa. Penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui gaya belajar apa yang paling dominan pada mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Tionghoa di Surabaya serta bagaimana pengaruh gaya belajar terhadap hasil yang diperoleh dalam mata kuliah bahasa Tionghoa komprehensif. Skripsi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada seluruh mahasiswa aktif program studi Bahasa dan Sastra Tionghoa di Surabaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar yang paling dominan adalah gaya belajar auditori, dan ternyata dari penelitian ini didapati bahwa gaya belajar individu mempunyai hubungan yang signifikan terhadap nilai yang diperoleh.
SIKAP CHINGCHING KETIKA MENGHADAPI MASALAH DALAM NOVEL SELEMBUT KASIH KARYA QIONGYAO Hosana, Ervina; Christiana, Elisa; Kuntjara, Esther H.
Century Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas sikap tokoh Chingching ketika menghadapi masalah dan faktor penyebab Chingching bersikap demikian. Analisis dilakukan dengan studi pustaka yang didukung oleh buku-buku referensi, bahan-bahan yang dikumpulkan melalui internet serta sumber lain yang mendukung penulisan skripsi ini. Dari hasil analisis, penulis menemukan bahwa pengaruh keadaan sosial politik pada zaman itu, membuat Chingching hidup dalam masa transisi emansipasi wanita, yang secara tidak langsung juga ikut mengambil peran dalam kehidupan Chingching yang membuatnya memiliki semangat juang yang pantang menyerah, berani mengambil resiko dan berani mengutarakan pendapat dan perasaannya. Penyebab Chingching bersikap demikian adalah arti kehadiran Hsiaocao bagi Chingching, perasaan cinta Chingching pada Shiwei, dan pengaruh sosial politik pada zaman itu terhadap perbedaan status pria dan wanita.
PELESTARIAN SENI PERTUNJUKAN WAYANG POTEHI DI JAWA TIMUR Suwanto, Yohanes; Kurniawan, Budi
Century Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.139 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara melestarikan wayang potehi. Sekitar tahun 1900 wayang potehi mulai popular, pada masa orde baru pertunjukan wayang potehi dilarang total. Akan tetapi wayang potehi masih bisa eksis hingga sekarang. Objek penelitian ini adalah pengurus klenteng kampong dukuh dan dalang wayang potehi di Surabaya dan pengurus klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana wayang potehi masih bisa eksis hingga sekarang.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA KETERANGAN BAHASA TIONGHOA DALAM TUGAS VLOG MAHASISWA SASTRA TIONGHOA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA ANGKATAN 2015 Yessica, Yulia; Untari, Dwi Retnaning; Zhu, Shuiqing
Century Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.036 KB)

Abstract

Kesalahan berbahasa menunjukkan bahwa tujuan pengajaran bahasa belum tercapai secara maksimal, dan harus dikurangi sampai ke batas minimal, bahkan diusahakan dihilangkan sama sekali. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk kesalahan dan penyebab kesalahan penggunaan adverbia bahasa Tionghoa dalam tugas pembuatan vlog mahasiswa Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra angkatan 2015. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual. Data dalam penelitian ini yang adalah dokumen berupa 8 buah vlog yang dibuat oleh 17 mahasiswa angkatan 2015 Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra.Dari keseluruhan 8 jenis kata keterangan bahasa Tionghoa, penulis menemukan adanya 5 jenis kata keterangan yang mengalami kesalahan pengunaan yaitu kata keterangan level, waktu, ruang lingkup, negasi, dan hubungan.  Kesalahan yang terjadi berupa kesalahan penggunaan kata keterangan 太(tài), 正在 (zhèngzài), 就是 (jiùshì), 很 (hěn), 还是 (háishì), 只zhī, 是否(shìfǒu) atau 是不是 (shìbúshì), 已经 (yǐjīng), dan 也 (yě).Kesalahan penggunaan kata keterangan bahasa Tionghoa disebabkan oleh karena adanya pengaruh dari kata keterangan bahasa Indonesia, dimana bahasa Indonesia adalah bahasa ibu dari mahasiswa.
PANDANGAN MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DI TANJUNG SELOR TERHADAP PERNIKAHAN SESAMA MARGA Agustin, Widya; Kurniawan, Budi
Century Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.935 KB)

Abstract

Di kota Tanjung Selor penulis mendapatkan data bahwa masyarakat Tionghoa Tanjung Selor tidak ada yang menikah sesama marga. Dalam hal pernikahan sesama marga, hal yang paling mempengaruhi adalah keluarga. Pernikahan sesama marga sejak dinasti Zhou sudah dianggap sebagai tabu. Hal ini dikarenakan marga merupakan simbol identitas dalam keluarga dan dianggapakan membawa hal yang buruk bagi generasi mendatang. Dengan adanya perkembangan zaman, tabu pernikahan sesama marga ini juga berubah. Tradisi yang mengganggap tabu pernikahan sesama marga berangsur-angsur mulai memudar. Pandangan masyarakat mengenai pernikahan sesama marga juga mulai mengalami perubahan.
PENERAPAN DUA BELAS PRINSIP FALSAFAH BISNIS FAN LI TERHADAP BISNIS RESTORAN CHINESE FOOD PENGELOLA ORANG TIONGKOK DAN ORANG TIONGHOA DI SURABAYA Sugianto, Leo Irwan; Kuo, Chun – I; Nyotosantoso, Annabelle
Century Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.264 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemahaman serta penerapan falsafah bisnis Fan Li terhadap bisnis restoran Chinese Food pengelola orang Tionghoa dan keturunan Tionghoa di Surabaya, serta mengetahui persamaan dan perbedaan yang timbul dalam pengaplikasiannya. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat, baik orang Tionghoa dan keturunan Tionghoa pada dasarnya menerapkan falsafah Fan Li dalam mengelola usaha bisnisnya. Namun, di dalam pengaplikasiannya, terdapat sedikit perbedaan antara pemikiran orang Tionghoa dan keturunan Tionghoa.
UNSUR - UNSUR BUDAYA TIONGHOA YANG TERKANDUNG DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT BETAWI DI PASAR MINGGU, JAKARTA SELATAN Tantria, Adeline; Kwartanti, Hannie
Century Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.756 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui unsur-unsur budaya Tionghoa yang terdapat dalam pernikahan adat Betawi. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teori penelitian sebelumnya, teori tata cara hari perkawinan adat Betawi, teori pakaian pengantin wanita adat Betawi, tata cara perkawinan Tiongkok, teori pembauran budaya, dan teori nilai budaya Tionghoa dalam perkawinan adat Betawi. Dalam skripsi ini menggunakan dua pasang pengantin Betawi yang sedang melaksanakan perkawinan, dan seorang ahli budaya Betawi. Selanjutnya penulis menggunakan metode kualitatif yaitu dengan cara observasi dan wawancara untuk mendeskripsikan hasil analisis dan kesimpulan dari analisis tersebut. Kesimpulan yang didapat adalah dalam perkawinan adat Betawi terdapat unsur-unsur budaya Tionghoa seperti Sie, Jung, nyanyian berbahasa Tionghoa dalam resepsi, pakaian penari Cokek yang berasal dari Tiongkok, petasan, angpau, Phoenix, Naga, dan mie.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU STRUKTURAL “的,得,地” PADA MAHASISWA ANGKATAN 2017 Angela, Shielyn; Markali, Alpin Gadman; Chun – I, Kuo
Century Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.766 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan, faktor penyebab kesalahan  dan cara pandang mahasiswa Universitas Kristen Petra angkatan 2017 prodi Sastra Tionghoa terhadap cara pengajaran kata bantu struktural de(的), de(得) dan de(地). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan mahasiswa adalah kesalahan penggunaan kata bantu struktural de(得) dan de(地). Faktor penyebab mahasiswa melakukan kesalahan adalah: penggunaan kata bantu struktural yang rumit, faktor dalam diri mahasiswa, kurangnya latihan soal dan adanya pengaruh dari bahasa ibu. Selain itu dari hasil penelitian juga dapat diketahui cara pandang mahasiswa terhadap pengajaran kata bantu struktural de(的), de(得) dan de(地) yaitu: cara penjelasan pengajar yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman mahasiswa serta memperbanyak latihan soal dapat membuat mahasiswa tidak mudah melupakan materi yang baru diajarkan. Kesimpulannya adalah penggunaan kata bantu struktural de(得) dan de(地) adalah yang paling sulit, yang membuat mahasiswa banyak melakukan kesalahan dan di antara ketiga kata bantu struktural, kesalahan penambahan dan penghilangan kata bantu stuktural de(的) yang paling banyak dilakukan mahasiswa.
SIKAP UMAT TERHADAP PERUBAHAN BENTUK KELENTENG MENJADI TITD DAN PERKEMBANGANNYA DI SURABAYA Sandhy, Wahyu Widyasari; Christiana, Elisa
Century Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.315 KB)

Abstract

Kelenteng identik dengan tempat ibadah masyarakat Tionghoa. Pada masa pemerintahan Orde Baru kebudayaan dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan masyarakat Tionghoa dibatasi. Adanya kebijakan ini oleh masyarakat Tionghoa dirasakan berpengaruh juga terhadap kelenteng. Memasuki era reformasi, umat Tionghoa dapat bernafas lega dan atas bantuan pemerintah mereka yang beribadah di kelenteng dapat melakukan ritual keagamaan mereka tanpa rasa khawatir. Di Surabaya terdapat beberapa kelenteng yang dapat beradaptasi dalam menghadapi perubahan kebijakan pemerintah masa Orde Lama hingga sekarang. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara mewawancarai tujuh orang narasumber yang dapat memberikan keterangan mengenai kelenteng TITD selama tiga masa pemerintahan di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua kelenteng TITD mengalami pergolakan karena kebijakan pemerintahan Orde Baru. Selain itu TITD sebagai wadah yang menaugi kelenteng memiliki peran penting untuk mengembangkan kelenteng hingga pada era Reformasi ini. 

Page 7 of 22 | Total Record : 216