cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Efektivitas Pesan Iklan Youtube BCA “Buat Apa Susah, Cukup Buka Rekening di BCA Mobile” Irene Yenawan; Jandy Edipson Luik; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklan YouTube BCA “Buat Apa Susah, Cukup Buka Rekening di BCA mobile” menjadi iklan yang paling banyak ditonton di YouTube selama semester kedua 2019. YouTube sendiri merupakan media sosial yang paling sering digunakan di Indonesia. Untuk itu peneliti ingin mengetahui, apakah iklan yang paling banyak ditonton dan ditayangkan pada platform populer yakni YouTube pesan iklannya efektif. Tentunya dalam dunia Marketing Public Relations, memilih platform yang tepat untuk beriklan serta memiliki pesan iklan yang efektif sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Efektifitas pesan iklan diukur dengan menggunakan metode AIDA (attention, interest, desire, dan action). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode online survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menilai pesan iklan YouTube BCA “Buat Apa Susah, Cukup Buka Rekening di BCA mobile” efektif.
Konstruksi Image Winnie Harlow sebagai Model Vitiligo di Youtube Agatha Giovanny Puteri Radja; Fanny Lesmana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 1 (2021): VOL 9, NO 1 FEBRUARY 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Winnie Harlow merupakan seorang model yang memiliki penyakit vitiligo dan sering dirundung oleh sekitarnya ketika dia kecil. Penelitian star studies terhadap Winnie Harlow dengan pendekatan kualitatif deskriptif dilakukan untuk melihat bagaimana konstruksi image yang dibentuk oleh Winnie di media Youtube. Analisis ini menggunakan metode star studies milik Richard Dyer dan Erving Goffman. Penelitian ini melihat sang bintang melalui verbal, nonverbal dan visual. Peneliti menemukan bahwa image pada wilayah depan ini menunjukkan Winnie memiliki percaya diri yang kuat sehingga dia bisa menjadi seorang public speaker dan super model yang professional. Winnie juga menunjukkan bahwa dia seorang yang anti rasis
Representasi Toxic Relationship dalam Film Story of Kale: When Someone’s in Love Joshua AlbericoTedjo Tedjo; Jandy Edipson Luik; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana toxic relationship direpresentasikan melalui film Story of Kale: When Someone’s in Love. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian semiotika kode-kode televisi John Fiske yang dilihat melalui kode level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Story of Kale: When Someone’s in Love memperlihatkan bagaimana sebuah hubungan berpacaran dikendalikan atau dipengaruhi oleh hal-hal yang toxic. Ketika pasangan menciptakan sebuah ikatan fantasi tersendiri yang menyebabkan munculnya dominasi salah satu orang yang berakibat kepada penderitaan pasangannya. Ikatan fantasi ini juga yang kemudian membuat perasaan denial korban akan hal toxic yang terjadi dalam hubungannya dan membuat dia terus bertahan dalam hubungan tidak baik itu.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Surabaya Mengenai Logo Baru Zara Lenny Sulistyo; Felicia Goenawan; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zara merupakan sebuah merek fashion asal Spanyol yang mengalami perubahan logo setelah 9 (sembilan) tahun menggunakan logonya yang lama. Untuk mengetahui jawaban tersebut, peneliti melakukan penelitian mengenai tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya mengenai logo baru Zara. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif deskriptif, dengan melakukan pembagian kuesioner kepada masyarakat Surabaya dengan menggunakan purposive sampling. Hasilnya akan diolah dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tingkat pengetahuan, teori S-O-R, dan teori logo. Sehingga, hasil akhir dari penelitian ini adalah masyarakat Surabaya memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai logo Zara yang baru, baik dari segi warna maupun tipografi yang meupakan kedua elemen pembentuk logo Zara yang baru.
Citra The Royal Family pasca Krisis ‘Megxit’ di media online BBC.CO.UK dan TheGuardian.com Laurentia Sophie Budiono; Astri Yogatama; Titi Nur Vidyarini
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui citra The Royal Family setelah terjadinya krisis ‘Megxit’ di media online BBC.CO.UK dan TheGuardian.com. The Royal Family sebagai organisasi monarki mendapat sorotan dari media dari berbagai negara setelah Pangeran Harry dan Meghan Markle memutuskan untuk keluar dari anggota senior The Royal Family. Indikator yang digunakan untuk mengukur citra ini adalah elemen-elemen citra dari Vos yaitu primary impression, familiarity, perception, preference serta position. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi untuk menganalisis citra The Royal Family dalam media. Hasil penelitian menunjukkan citra The Royal Family sebagai organisasi yang demokratis dalam menyelesaikan krisis. The Royal Family melibatkan anggotanya dalam proses pengambilan keputusan untuk masa depan organisasi.
Tingkat Pengetahuan Followers Media Sosial Mengenai Brand Identity Four Points By Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah Lawrentia Shadily; Judy Djoko Wahjono Tjahjo; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan followers media sosial mengenai brand identity Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah. Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah adalah adalah cabang kedua jaringan hotel international, Marriott International di Surabaya yang memiliki brand identity yang berbeda dengan cabang pertamanya. Maka teori yang diuji dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan brand identity. Peneliti melakukan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan membagikan kuesioner berbentuk e-survey kepada 100 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan followers media sosial mengenai brand identity Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah adalah tinggi. Sedangkan untuk tingkat pengetahuan indikator nama, logo, dan kisah adalah tinggi, indikator slogan adalah rendah.
Perilaku Masyarakat Surabaya Dalam Proses Pengambilan Keputusan Memilih Produk Innisfree Kezia Yemima Susanto; Felicia Goenawan; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat Perilaku Masyarakat Surabaya dalam Proses Pengambilan Keputusan Memilih Produk Innisfree. Strategi komunikasi pemasaran dapat dibentuk setelah mengetahui bagaimana perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan. Perilaku konsumen sendiri merupakan kegiatan saat memilih, mengkonsumsi, dan mengeliminasi produk/jasa. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, peneliti ingin melihat perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Proses pengambilan keputusan yang diteliti terdiri dari tahapan pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif dan keputusan pembelian. Hasil penelitian ini menunjukan masyarakat Surabaya kebanyakan memilih produk kecantikan berdasarkan dengan kondisi wajah dan kualitas produk yang ditawarkan, maka pesan yang disampaikan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan tersebut. Sementara itu, media yang digunakan adalah media sosial.
Analisis Isi Electronic Word of Mouth Pada Akun Instagram Tous Les Jours Indonesia Cindy Monica; Felicia Goenawan; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk melihat dan menggambarkan bagaimana proses komunikasi pemasaran berupa pesan dan eWOM yang terjadi pada akun instagram Tous Les Jours Indonesia (@touslesjoursid) melalui metode analisis isi kuantitatif. Instagram diketahui merupakan media sosial berbasis foto yang memiliki fitur promosi dan lebih unggul secara tampilan, sehingga mendukung kegiatan komunikasi pemasaran. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa masa pasca krisis merupakan frekuensi tertinggi dan terjadi peningkatan drastis dari masa sebelum dan saat krisis dalam jumlah posting. Gambaran electronic word of mouth dapat dilihat dari frekuensi tertinggi venting negative feelings yang secara keseluruhan atau per masa sebelum, saat, atau sesudah krisis merupakan dimensi yang paling tinggi jumlahnya. Tema pesan dengan penghasil komentar negatif tertinggi adalah tema pesan aspiration and beliefs, avalanche about to roll dan seasonal/event-related. Tema pesan personalities merupakan tema yang memperoleh likes dan komentar terbanyak, serta merupakan satu-satunya tema yang menghasilkan lebih banyak komentar positif dari komentar negatif.
Komunikasi Keluarga Dalam Membangun Konsep Diri Pada Mantan Homoseksual Eka Wahyu Tama; Fanny Lesmana; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komunikasi keluarga dalam membangun konsep diri pada mantan homoseksual. Proses pemulihan anggota keluarga yang dulunya merupakan mantan homoseksual menjadi tanggung jawab keluarga untuk membangun konsep dirinya. Komunikasi keluarga tersebut terjadi antara mantan homoseksual dan ibunya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Komunikasi keluarga yang dilakukan meliputi tetap percaya dan memberikan kebebasan memilih serta tidak melarang A untuk melayani orang-orang yang memiliki ketertarikan sesama jenis serta memberikan keamanan batin kepada A dengan cara menerima keadaan A dan mendoakan A setiap hari. Selain itu, peneliti juga menemukan adanya pemahaman religiusitas, sikap tidak mengungkit masa lalu, dan komunikasi yang membangun dapat menunjang komunikasi ibu dan anak mantan homoseksual.
Konstruksi Image Millendaru sebagai Transpuan di Youtube dan Instagram Cherry Kimberly; Fanny Lesmana; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konstruksi image Millen sebagai seorang transpuan melalui Instagram dan Youtube. Penelitian ini menggunakan metode star studies milik Graeme Turner, Richard Dyer dan Martin Shingler dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti menemukan Image yang dikonstruksi oleh Millen yaitu seorang eksibisionis. Karena ia selalu mengeksplorasi tubuhnya serta membangun sosok yang ramah dan tidak ingin mencari sensasi agar ia dapat diterima sebagai transpuan oleh masyarakat. Namun, Millen menunjukkan image baru yaitu seorang pengguna narkoba. Dengan demikian membuktikan bahwa adanya pemikiran dualisme.