Articles
22 Documents
Search results for
, issue
"1994: HARIAN BALI POS"
:
22 Documents
clear
SELAMAT ULANG TAHUN TVRI
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.949 KB)
          Hari ini tiga puluh dua tahun yang lalu, tepatnya 24 Agustus 1962 lahirlah bayi mungil yang menjadi dambaan seluruh bangsa Indonesia; bayi yang diharapkan dapat ikut mengharumkan nama bangsa dan negara. Bayi yang kelahirannya didambakan banyak orang itu kemudian diberi nama TVRI, Televisi Republik Indonesia.        Bayi tersebut telah berkembang menjadi anak-anak, meningkat menjadi remaja, dan sekarang ini bahkan sudah menjadi dewasa. Memang, kalau dilihat usianya yang sudah 32 tahun maka TVRI bukan menjadi bayi lagi, bukan pula anak-anak dan remaja, tetapi TVRI sudah mengalami masa pasca remaja untuk menjadi dewasa. Kalau seorang manusia berusia 32 tahun perlu menanyakan pada dirinya sendiri apa yang sudah diperbuat untuk diri dan keluarganya maka TVRI pun kiranya perlu menanyakan pada dirinya apa yang sudah diperbuat untuk diri dan bangsanya selama ini.        Pertanyaan tersebut menjadi lebih relevan, bahkan jawabannya menjadi semacam tuntutan, berhubungan dengan histori kelahiran TVRI itu sendiri yang pernah mengalami romantika perjuangan. Dengan sarana, prasarana dan fasi-litas yang serba terbatas, dengan teknolog-teknolog kita yang masih belum banyak pengalaman, dan dengan program-program siaran yang masih kurang "matang", akhirnya toh keinginan memiliki TVRI dapat diwujudkan.
TENTANG SISTEM GANDA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.844 KB)
      Pada hari Selasa 22 Maret 1994 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Wardiman Djojonegoro menyempatkan diri berkunjung ke Yogyakarta untuk melantik pengurus Wahana Konsultasi Pendidikan (WKP); suatu organisasi nonpolitis dan nonkomersial yang menghimpun potensi masyarakat guna membantu mensukseskan pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan, industri, dan ketenagakerjaan. Dalam acara pelantikan ini juga akan dilakukan dialog antara Mendikbud dengan kalangan dunia kerja dan dunia sekolah mengenai upaya memdekatkan jarak antara dunia pendidikan dengan dunia kerja melalui magang atau sistem ganda.        Kalau kita boleh memberikan evaluasi, kiranya Pak Wardiman memang termasuk Mendikbud (dari sekian Mendik-bud yang pernah ada) yang secara gencar dan bersungguh-sungguh ingin mendekatkan jarak antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.Konsep "link and match" yang berulang kali diaktualisasi dan ditawarkan oleh beliau sebenarnya sari-patinya adalah upaya pendekatan dua dunia itu.        Apakah pendekatan jarak antara dunia pendidikan dengan dunia kerja tersebut memang merupakan misi khusus (special mission) yang diemban oleh Mendikbud dalam ka-pasitasnya sebagai pembantu presiden? Boleh jadi memang ya! Saya sendiri mulai merasakan hal ini ketika mendapat kesempatan bertatap muka dengan Presiden Soeharto menje-lang kabinet yang sekarang ini dibentuk. Waktu itu Bapak Soeharto memberi isyarat bahwa nantinya pendidikan tidak boleh (lagi) menghasilkan pengangguran, oleh karena itupendidikan harus dekat dengan dunia kerja.Boleh jadi Pak Wardiman diberi tugas khusus mengenai hal ini.
PENDIDIKAN DI DUA ERA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.943 KB)
      Sekitar 500-an orang yang terdiri dari para tokoh serta praktisi pendidikan Tamansiswa baru saja berkumpul di Yogyakarta dalam acara konferensi nasional.Acara yang dilaksanakan dari tanggal 24 s/d 27 Juli 1994 ini sempat dihadiri beberapa petinggi negeri; termasuk di antaranya Menko Polkam, Susilo Sudarman, yang di samping merupakan salah satu alumni Tamansiswa kebetulan kini beliau juga menjadi Ketua Badan Pembina Tamansiswa.        Salah satu materi menarik yang dibahas pada acara tersebut menyangkut fungsi pendidikan dalam hubungannya dengan datangnya era industrialisasi dan era globalisasi sebagaimana yang pernah "diramal" oleh Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara.        Seperti kita ketahui sebelum bersama dengan rekan dan sahabatnya mendirikan Perguruan Nasional Tamansiswa    tahun 1922, Ki Hadjar Dewantara pernah menunjukkan kewas kitaannya dengan membuat "ramalan" (anticipation) bahwa kita bangsa Indonesia pada suatu ketika akan mengalami dahsyatnya perkembangan alam dan jaman.Begitu dahsyatnya perkembangan yang terjadi sehingga timbullah kebingungan; orang-orang sering tertipu oleh keadaan dan sulit menen-tukan mana hal-hal yang laras dan mana hal-hal yang ti-dak laras untuk dirinya.Â
PLUS MINUS KURIKULUM 1994
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.871 KB)
      Mulai tahun ajaran 1994/1995 ini pemerintah kita melalui Depdikbud mewajibkan sekolah-sekolah untuk meng-aplikasi kurikulum baru, Kurikulum 1994. Kewajiban ini berlaku baik di SD, SLTP maupun di Sekolah Menengah Umum (SMU/SMA) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Adapun sistem pemberlakuannya dimulai secara bertahap; pada SD dimulai di kelas satu dan kelas empat, sedangkan di SLTP serta SMA dan SMK dimulai dari kelas satu.        Tegasnya: siswa kelas satu dan empat SD sudah me-makai kurikulum baru sedangkan kelas dua, tiga, lima dan enam masih memakai kurikulum lama. Demikian juga halnya kelas satu SLTP, SMA dan SMK mulai memakai kurikulum ba-ru, sedangkan kelas dua dan tiga masih memakai kurikulum yang lama. Jadi pada tahun ajaran 1994/1995 ini terdapat dua jenis kurikulum yang dioperasikan.        Dengan keadaan seperti tersebut di atas tentunya dapat kita bayangkan bagaimana repotnya pimpinan sekolah harus mengatur pembagian mengajar kepada para guru, pen-jadualan ulang, penyediaan fasilitas belajar, dan seba-gainya. Dalam istilah kepemimpinan keadaan yang seperti ini disebut dengan "double management"; satu sistem yang mengatur dua karakteristik manajerial yang berbeda seka-ligus, yang dalam hal ini adalah karakteristik kurikulum lama serta karakteristik kurikulum baru.
PILIHAN DALAM "MULTIPLE TRACK"
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.945 KB)
      Apabila tiada aral melintang maka hari ini, Senin 30 Mei 1994, diumumkan secara serentak hasil Ebtanas di SLTP. Setelah beberapa hari atau tiga minggu sebelumnya, tepatnya 9 s/d 11 Mei 1994, para siswa bergelut dan ber-gulat dengan materi soal Ebtanas yang relatif bervariasi itu maka hari ini mereka akan mendapatkan informasi ten-tang hasil jerih payahnya; berhasil dan lulus pendidikan di SLTP atau gagal dan tidak lulus.        Keberhasilan dalam Ebtanas SLTP tentu saja pantas disyukuri, baik bagi para siswa maupun bagi orang tuanya karena dengan keberhasilan ini maka pintu dan jalan un-tuk menuju cita-cita makin terbuka. Kalau kemudian kita ingat pada kesempatan belajar yang tercermin dalam angka partisipasi pendidikan maka tingkat kesyukuran tersebut pasti bertambah.Sampai kini angka partisipasi pendidikan SLTP baru menunjuk sekitar bilangan 53%, artinya baru 53 dari tiap 100 anak usia SLTP (13-15 tahun) yang mendapat kesempatan untuk bersekolah; dengan demikian bila mereka mendapat kesempatan sekolah dan lulus tentu harus selalu meningkatkan kadar kesyukurannya.        Bagi siswa yang kali ini belum berhasil disaran-kan untuk mengulang kelas dan mengikuti Ebtanas di tahun depan. Inilah alternatif yang paling rasional.
SPP PTN NAIK LAGI
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.605 KB)
      Salah satu PTN tertua di negara kita, yang dalam hal ini Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta,pada akhir-akhir ini menjadi bahan berita yang hangat di ber-bagai media massa sehubungan dengan rencana pengelolanya untuk menaikkan SPP bagi mahasiswanya. Hangatnya berita ini bermula dari adanya perbedaan pendapat antara pimpin an UGM dengan sekelompok mahasiswa.        Kronologisnya: atas persetujuan senat universitas maka pimpinan UGM bermaksud menaikkan pembayaran SPP ba-gi para mahasiswanya. Hal ini terpaksa dilaksanakan oleh karena biaya operasional yang disediakan oleh pemerintah yang serba terbatas itu diperhitungkan tidak cukup untuk membeayai segala keagiatan akademis dan nonakademis PTN tersebut. Untuk menambah dana yang serba terbatas itu sa lah satu alternatif yang akan ditempuh adalah menaikkan SPP bagi mahasiswanya. Rencana ini ternyata ditolak oleh sekelompok mahasiswa PTN yang bersangkutan.        Kelompok mahasiswa tersebut bukan saja menolak rencana kenaikan SPP, tetapi juga menuntut agar pimpinan universitas senantiasa melibatkan mahasiswa dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut kesejahte-raan mahasiswa.
JABATAN KEPALA SEKOLAH
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.364 KB)
      Benarkah masa jabatan kepala sekolah akan segera dibatasi? Benarkah seorang kepala sekolah tak akan dapat lagi memangku jabatan lebih dari empat tahun? Kepala sekolah apa dan di tingkat mana saja yang segera dibatasi masa jabatannnya? Inilah sebagian pertanyaan aktual yang tengah beredar di lingkungan sekolah, baik SD, SLTP maupun sekolah menengah (SMU dan SMK).        Memang demikianlah adanya; sekarang ini Depdikbud sedang merencanakan pembatasan masa jabatan kepala seko-lah, baik SD,SLTP maupun sekolah menengah (SMU dan SMK). Sebagaimana yang telah terjadi di dunia perguruan tinggi yang telah "berani" membatasi masa jabatan rektor/ketua/ direktur selama empat tahun maka masa jabatan kepala se-kolah pun akan dibatasi selama empat tahun. Namun begitu bagi seorang kepala sekolah yang telah mengakhiri masa jabatannya dapat dipilih (ditugasi) kembali, apabila mau tentunya, selama satu periode kemudiannya.        Tegasnya: seorang kepala sekolah dapat memangku jabatan selama dua kali berturut-turut dengan satu kali masa jabatan selama empat tahun.
PENDIDIKAN KITA EKONOMI KITA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (178.156 KB)
      Memang benar bahwa Konferensi Nasional Persatuan Tamansiswa telah selesai pada tanggal 27 Juli 1994 yang lalu (Supriyoko, "Pendidikan di Dua Era", BP: 29/7/94); namun ternyata gaungnya sampai sekarang masih terdengar. Mengapa begitu? Karena konferensi yang diikuti oleh para pakar dan praktisi pendidikan di lingkungan Tamansiswa itu antara lain telah menghasilkan Pernyataan Tamansiswa yang menjadi referensi bagi para pakar pendidikan, kebudayaan, ekonomi dan birokrasi pemerintahan.        Dari tujuh butir pernyataan yang ditujukan kepada pihak pemerintah sebagai pelaksana pembangunan nasional salah satunya menyatakan agar supaya pemerintah segera "mengatur" pelaksanaan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan dengan mendudukkan rakyat banyak sebagai pelaku sen-tral ekonomi nasional kita.        Menurut Tamansiswa maka kecenderungan bergesernya solidaritas dan kesetiakawanan di dalam masyarakat serta berkembangnya liberalisme ekonomi yang makin menyudutkan kedudukan kalangan ekonomi lemah tidak boleh dibiarkan tumbuh leluasa. Konsentrasi modal pada sebagian kecil ma syarakat yang sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan harus diatur pemerintah. Pemerintah hendaknya melakukan upaya konkrit untuk mendorong rakyat sebagai kekuatan ekonomi supaya dapat tumbuh dan menjadi kekuatan riil dalam pertumbuhan bangsa.
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.745 KB)
      Belum lama ini Keluarga Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (Kamadiklus) yang beranggotakan para mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS) di lingkungan IKIP se Indonesia mengadakan seminar nasional dan kongres nasional ke-2 di Yogyakarta. Banyak masalah yang dibahas dalam momentum seminar nasional ini, tentunya seputar deskripsi dari tema yang diambil; yaitu tentang pelaksanaan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan luar sekolah.        Apabila kita mau jujur diskusi, seminar atau temu ilmiah lainnya tentang sumber daya manusia memang sudah sangat sering dilakukan; dan itu tidak salah oleh karena pada kenyataan sumber daya manusia memang memiliki posisi yang sangat strategis dalam era PJPT II yang baru saja kita buka pintunya.        Apabila kita mau lebih jujur lagi, meskipun diskusi, seminar atau temu ilmiah lain tentang sumber daya manusia sudah sering dilakukan akan tetapi seminar mengenai upaya peningkatan sumber daya manusia Indonesia melalui jalur luar sekolah memang jarang dilaksanakan; apalagi pelaksananya IKIP atau badan di lingkungan IKIP.
ANALISA KURIKULUM SMA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.642 KB)
Memang benar, sampai sekarang ini perjalanan Kurikulum 1994 pada berbagai sekolah di negara kita masih dalam tahapan awal; suatu tahapan yang secara akademis belum cukup waktu untuk mengadakan evaluasi secara komprehensif. Meskipun demikian bukan berarti kita tak akan mendapat "pintu masuk" untuk mengadakan analisa terhadap Kurikulum 1994, baik untuk satuan pendidikan di SD, SLTP, maupun sekolah menengah. Analisa kritis terhadap Kurikulum 1994 kita itu kiranya tetap perlu dan strategis berkaitan dengan optimalisasi upaya mensukseskan implementasinya. Pada sisi yang lain Kurikulum 1994 kita memang sangat menarik untuk dianalisa berkaitan dengan kelebihan (plus) yang dikandung dan sekaligus kekurangan (minus) yang belum dapat dihilangkan. Sebagai mana dengan kurikulum-kurikulum yang terdahulu maka Kurikulum 1994 kita secara bersamaan memang mengandung nilai plus dan nilai minus sekaligus (Supriyoko, "Plus Minus Kurikulum 1994", Bali Post: 18/8/1994). Di antara kurikulum baru yang ada dan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 1994/1995 sekarang ini kiranya Kurikulum 1994 SMA termasuk kurikulum baru yang paling banyak mendapat sorotan; ada yang menyatakan kurikulum SMA kita sekarang ini sebenarnya klasik dan hanya merupakan "make-up" dari kurikulum lama, ada pula yang menyatakan kurikulum SMA kita justru mengalami kemunduran kalau dibandingkan dengan kurikulum SMA yang lalu, dan ada pula yang menyatakan kurikulum SMA sekarang kurang antisipatif, dan masih banyak respon dan kritik yang lainnya.