Articles
1,592 Documents
TENTANG PROFIL AKADEMIS PTS DI YOGYAKARTA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1990: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.605 KB)
Predikat yang disandang oleh Yogyakarta sebagai "kota pendidikan" kiranya masih melekat sampai sekarang ini; hal ini terindikatori dengan makin banyaknya "kaum pendatang" yang senantiasa siap memadati kota Yogyakarta untuk mencari ilmu dan pengetahuan pada berbagai lembaga pendidikan yang tersedia. Keadaan tersebut tidaklah mengherankan karena di kota yang relatif "mungil" ini tersedia ribuan lembaga pendidikan yang siap menampung peserta didik dari segala penjuru tanah air. Apabila rincian jumlah lembaga pendidikan tersebut perlu dikomunikasikan maka di Yogyakarta terdapat 1500-an taman kanak-kanak (TK), 2300-an sekolah dasar (SD), 500-an sekolah menengah tingkat pertama (SMTP), 350-an sekolah menengah tingkat atas (SMTA), dan 60-an perguruan tinggi (PT). Meskipun demikian banyaknya "kaum pendatang" yang ingin mencari ilmu di Yogyakarta lebih terlihat pada jenjang perguruan tinggi; dalam arti kata mereka yang ingin melanjutkan studinya di perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
MENGINTIP LAJU DAYA SAING MALAYSIA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: HARIAN SURYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (128.457 KB)
Pada medio tahun 1996 ini baru saja kita menerima dua publikasi ilmiah dari dua lembaga internasional yang masing-masing memiliki "home base" di negara yang sama, yaitu Swiss. Kedua lembaga yang memfokuskan aktivitasnya kepada pengkajian perkembangan ekonomi internasional ini adalah World Economic Forum (WEF) dan Institute for Management Development (IMD). Kedua lembaga yang telah banyak melakukan kerja sama dibidang pengkajian ekonomi di berbagai ini ternyata sedang berkompetisi untuk menjangkau kredibilitasnya di mata dunia, khususnya bagi negara-negara yang termasuk dalam jangkauan studi dan pelayanan konsultatifnya. Kedua lembaga yang sama-sama melakukan studi mengenai daya saing pada sejumlah negara tersebut baru saja mempublikasi laporan menurut versinya masing-masing; apabila WEF menerbitkan "Global Competitiveness Report 1996" maka IMD tidak mau kalah dan me-nyodorkan laporan yang bertitel "World Competitiveness Report". Apa yang menarik dari kedua publikasi ilmiah tersebut? Bagi kita bangsa Indonesia memang ada hal yang cukup menarik karena dalam hal perkembangan daya saing maka kedua lembaga tersebut mendudukkan kita dalam posisi dan konklusi yang berbeda. Kalau hasil studi WEF menyatakan peringkat daya saing internasional Indonesia telah mengalami peningkatan, dari peringkat 33 di tahun 1995 ke peringkat 30 di tahun 1996, maka hasil studi IMD menyatakan yang sebaliknya, yaitu justru terjadi penurunan dari peringkat 34 di tahun 1995 menjadi peringkat 41 di tahun 1996 ini. Secara metodologis perbedaan hasil studi seperti itu memang bisa saja terjadi dan itu sah-sah saja kalau indikator yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian berbeda. Dalam hal ini perbedaan hasil studi dapat terjadi karena indikator untuk mengukur daya saing yang digunakan saling berbeda antara WEF dengan IMD.
KEMUNGKINAN BURISRAWA MASUK KELAS !
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.57 KB)
+: Kulonuwum Romo !-: Selamat sore Romo ! Ehm, walaupun agak terlambat kami berdua ingin menghaturkan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada Romo.=: Oho, Jongen, sore ... sore ... sore ! Oh ya terimakasih, Romo pun juga mengucapkan Prettige Kersdagen en Een Gelukkig Nieuwjaar! Tapi kenapa koq tumben datang sore-sore kepada Romo ?+: Begini Romo, akhir-akhir ini ada berita hangat yang mengatakan bahwa sebentar lagi dikelas-kelas dianjurkan agar memasang tokoh wayang sesuai dengan selera siswanya. Tepatnya, menurut beberapa sumber tadi, ada instruksi, ehm maksud saya ada anjuran dari KAKANWIL DEPDIKBUD DIY agar Kepala Sekolah SMTP dan SMTA memasang wayang dengan maksud mengagungkan nilai-nilai budaya kita.
MASALAH PENELITIAN DAN ANATOMI DANANYA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1989: HARIAN JAWA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.888 KB)
Universitas Manchester di Inggris boleh berbangga diri; salah satu departemen (baca: jurusan) yang bernaung padanya telah berhasil menerbitkan jurnal penelitian dalam skala internasional yang memperoleh "welcome" dari kalangan ilmuwan perguruan tinggi di berbagai negara. Departemen tersebut, Department of Electrical Engineering and Electronics menerbitkan jurnal penelitian yang "eksklusif", "International Journal of Electrical Engineering Education", yang distribusinya mampu menembus berbagai perguruan tinggi di dunia ini, tidak terkecuali berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kualitas dan vareasi hasil penelitian yang disajikan oleh jurnal ini memang pantas dibanggakan, untuk tidak "mengecapi" sebagai sangat istimewa. Pengelola jurnal tersebut juga berhasil menggaet peneliti dari berbagai perguruan tinggi "elite" di dunia ini untuk mengkomunikasikan hasil penelitiannya melalui jurnal yang dikelolanya; misalnya saja R.D. Phillips and L. Owens, masing-masing dari Saint George Institute of Education dan Sydney University (Australia), yang pernah menulis tentang proses belajar mengajar di Indonesia. "Penggaetan" peneliti berbobot dengan hasil-hasil penemuannya seperti tersebut di atas ternyata mempunyai daya pikat bagi pembacanya. Terbukti pembaca jurnal tersebut semakin banyak, bahkan atas permintaan pembacanya maka jurnal tersebut semenjak beberapa tahun yang silam telah diterbitkan dalam empat bahasa sekaligus: Inggris, Spanyol, Perancis, dan Jerman. Bahkan konon sekarang ini sudah berkembang ke lima atau enam bahasa.
Kekuatan Penetapan Sasaran
Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
STUDI terhadap para lulusan Yale University pada 1953 dengan menggunakan wawancara ditanyakan apakah mereka mempunyai sasaran-sasaran yang jelas, yang spesifik, yang dituliskan dengan sebuah rencana untuk mencapainya. Hanya 3% yang mempunyai sasaran tertulis. Dua puluh tahun kemudian pada 1973, para periset kembali mewawancarai yang masih hidup dari lulusan 1953 tersebut. Mereka menemukan bahwa 3% yang mempunyai sasaran tertulis itu jauh lebih kaya daripada gabungan 97% sisanya. Para periset juga mengukur secara subjektif kebahagiaan dan suka cita mereka, ternyata yang 3% dengan sasaran tertulis tersebut lebih unggul dibandingkan yang 97% yang tidak menulis sasaran-sasarannya. Steven Spielberg juga pernah menulis ?Steven Spielberg. Director (Sutradara)? di sebuah trailer yang tidak dipakai di Universal Studio. Saat ini Steven Spielberg, sebagai sutradara ternama di dunia. Pengalaman pribadi saya mengajarkan bahwa menulis cita-cita dapat memotivasi diri untuk meraih cita-cita tersebut. Saya pernah menulis nama saya dengan ?Prof Dr M Suyanto MA.? Tulisan tersebut saya pandangi yang membuat saya tersenyum malu. Saat itu seperti tidak mungkin saya dapat meraih gelar sepanjang itu. Langkah yang harus saya tempuh hanya ingin seperti paman saya Drs Mohammad Kamal MSc, yang menjadi dosen dan mempunyai gelar Drs, MSc. Tetapi saya yang hidup di desa Banjarsari yang terletak di lembah Gunung Wilis tersebut seperti tidak akan mungkin. Tetapi peluang mulai muncul dengan Paman saya Sutarjo membawa saya ke Yogyakarta untuk pindah sekolah dari SMA 1 Madiun ke SMA 2 Yogyakarta, ketika naik kelas 2. Kata Paman saya agar saya dapat kuliah di UGM. Saya harus meninggalkan nenek saya yang telah membesarkan saya sejak dari usia 3 tahun. Saya hanya bisa menciumi nenek dan menangis, demikian juga nenek saya juga sebenarnya tidak tega melihat saya. Sebenarnya nenek saya ingin mengasuh saya sampai ia dipanggil menghadap Allah. Saya meniti karir di Yogya sebagai salesman buku, salesman bahan pengkilap mobil, salesman telex lewat telepon dan salesman komputer, sehingga seakan-akan cita-cita yang saya tulis tersebut sangat jauh menyimpang. Apalagi saya kemudian sebagai pengusaha, bukan sebagai dosen ataupun ilmuwan. Meskipun saya sebagai pengusaha, kata yang pernah saya tulis tersebut selalu muncul di benak saya tanpa sadar. Saya masih mempunyai cita-cita suatu saat menjadi dosen atau ilmuwan. Cita-cita itu menguat saat saya menjadi Guru di SMP dan SMA Muhammadiyah Kasihan Bantul. Saat ini tidak terasa, kata yang pernah saya tulis itu sudah cukup dekat untuk saya raih. Saya berdoa mudah-mudahan Allah mengizinkan untuk meraih gelar itu dua tahun lagi, jika itu baik bagi saya. Tetapi kalau Allah menghendaki lain, barangkali itu yang terbaik bagi saya. Saya hanya akan mengatakan bahwa dengan menulis apa yang kita inginkan dapat menimbulkan kekuatan yang luar biasa. Jika yang kita tulis itu kita iringi dengan doa dan kerja keras, Insya Allah apa yang kita inginkan itu dapat kita capai
SISTEM SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (111.749 KB)
Menyusun instrumen atau materi testing perguruan tinggi bukanlah pekerjaan yang gampang; oleh karena itu kiranya wajar saja kalau sampai saat ini masih ada perguruan tinggi, PTS maupun PTN, yang belum berani menegakkan kemandirian dalam mengembangkan sistem seleksi terhadap kandidat mahasiswa barunya. Sampai kini masih ada PTN yang masih bergantung pada instansi lain untuk dapat menyeleksi kandidat mahasiswa baru; dan apalagi PTS, masih banyak PTS yang juga bergantung pada instansi lain termasuk PTN dalam mengembang-kan instrumentasinya. Secara metodologis ada empat persyaratan yang diperlukan untuk membuat materi tes sebagai bagian dari sistem seleksi di perguruan tinggi. Adapun keempat persyatan yang dimaksud ialah sbb: (1) pre-diction effektiveness, (2) economic effectiveness, (3) teaching-learning incentive dan (4) equity. Persyaratan yang pertama, prediction effectiveness, dimaksudkan sebagai seberapa akurat materi tes dapat membedakan kandidat yang probabilitas keberhasilannya adalah besar dengan kandidat lain yang probabilitas keberhasilannya adalah kecil seandainya mereka diberi kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi. Lain kata, seberapa tepat keputusan seleksi menerima kandidat yang berpotensi tinggi dan menolak kandidat yang berpotensi rendah. Materi tes haruslah benar-benar bisa menyaring kandidat yang potensi akademiknya tinggi. Persyaratan kedua, economic effectiveness, lebih menunjuk pada pertimbangan "economic gain". Dalam bahasa yang sederhana dana atau anggaran yang dialokasikan untuk menopang kepentingan sistem haruslah sepadan dengan kecermatan prediksi yang diperoleh. Jangan membuang uang banyak untuk materi tes yang kurang valid di dalam penyusunan dan pelaksanannya.
PENERIALISME PENDIDIKAN DALAM PENYUSUNAN KURIKULUM
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.537 KB)
Setelah dunia pendidikan kita semarak dengan adanya beberapa konsep (pemikiran) tentang The Best Ten, Pergantian Sistem Proyek Perintis dan Sistem Praseleksi kini lebih kiprah lagi dengan munculnya sebuah gagasan tentang penggantian kurikulum.Gagasan ini adalah berupa penggabungan IPA dan IPS dan menggantikan kurikulum tujuh lima (1975) dengan 'kurikulum inti' yang tentu saja dipandang mengandung banyak segi-segi positifnya dibanding dengan segi negatifnya. Walau pun telah disadari pula untuk penerapannya tentu akan dijumpai hambatan tidak sedikit.Melihat sedikit penjabaran gagasan tersebut nampaknya lulusan SMTA kita lebih cenderung kepada seorang spesialis dari pada seorang generalis. Barangkali telah disadari bahwa lulusan SMTA kita selama ini nampaknya ada dalam posisi yang serba tanggung, dalam artian mau meneruskan studi sulit, mau bekerja tidak memiliki disiplin ketrampilan yang spesial.Barangkali saja gagasan itu timbul disamping dalam rangka untuk mempertinggi kualitas lulusan SMTA juga mengatasi kompleksitas-kompleksitas problematika dalam situasi yang dilematis ini.
PERLU EKSPERIMENTASI 'KURIKULUM RANTING'
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (121.616 KB)
Barangkali benar makna dari pomeo yang mengatakan bahwa sekolah umum merupakan favorit orang tua atau masyarakat, sedangkan sekolah kejuruan merupakan favorit pemerintah. Pomeo tersebut di atas diangkat dari "potret" kemasyarakat-an kita akhir-akhir ini. Pada umumnya para orangtua siswa di negara kita menginginkan anaknya bersekolah sampai ke jenjang pendidikan yang paling tinggi untuk itulah maka sekolah umum (SMP dan SMA) akhirnya menjadi pilihan; sebab hanya dengan sekolah jenis inilah maka cita-cita tersebut dapat dicapai. Suatu penelitian atau riset yang pernah dilakukan oleh A. Mani terhadap para siswa kelas tiga SMP di Indonesia salah satu kesimpulan mengatakan bahwa (hanya) orang tua dari keluarga "miskin"lah yang lebih selektif dalam mengirimkan anak wanitanya ke sekolah yang lebih tinggi (A Mani, "Determinants of Educational Aspirations among Indonesian Youth", 1983). Itulah sebabnya maka sekolah yang mampu memberikan kemungkinan studi secara maksimal kemudian dijadikan pilihan dan favorit oleh orangtua atau masyarakat.
KORELASI AIDS DENGAN PROSTITUSI
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.107 KB)
Baru-baru ini salah satu kompleks prostitusi di Surabaya "geger" karena ada di antara para WTS-nya yang diserang AIDS. Orang pun lalu mulai menghubung-hubungkan antara prostitusi dengan AIDS. Memang antara prostitusi dengan AIDS makin lama semakin signifikan korelasinya. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan oleh para ahli medik ditemukan bahwa prostitusi merupakan kegiatan yang sangat menyokong tersebarnya AIDS. Mungkin kita tidak begitu heran mendengar khabar bahwa "Departemen Kesehatan"-nya Korea Selatan pernah mengadakan pemeriksaan darah secara intensif terhadap puluhan ribu pelacur serta gadis bar sebagai salah satu upaya preventif untuk mencegah mengganasnya AIDS di negara tersebut. Lalu ..., bagaimana dengan informasi yang menyatakan bahwa AIDS lebih disebabkan karena hubungan seksual dengan kawan sejenis; bukan hubungan heteroseksual seperti kebanyakan yang terjadi di kompleks prostitusi? Berdasarkan sejarahnya bahwa asal mula AIDS ialah "melanda" kaum homoseksual di New York dan San Fransisco maka kegiatan-kegiatan penelitian tentang AIDS pada mu-lanya lebih terfokus pada kaum homoseksual ini. Kegiatan homoseks, atau mengadakan kegiatan hubungan seksual de-ngan pasangan yang sama jenisnya, pada mulanya dicurigai sebagai satu-satunya penyebab menularnya penyakit AIDS. Namun hasil penelitian ternyata homoseks bukan satu-satunya penyebab menularnya AIDS.
CARA BISNIS NABI
Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perusahaan kecil lnnya yang dapat memenangkan persaingan dengan perusahaan besar lebih dari 50 tahun adalah Belbin. Bahkan sekarang ada pelanggan yang sudah menjanda dan hidup sendirian yang menelpon Belbin setiap minggu. Perusahaan milik keluarga Belbin ini serupa dengan Caviston, yaitu pelanggannya sampai anak cucu mereka. Belbin melakukan bisnis in sesungguhnya hanya melanjutkan bisnis dari kakeknya, saudara laki-laki dan sepupunya. Mereka kenal Belbin karena kualitas layanan dan perhatian terhadap pelanggan. Pelanggan diperlakukan dengan hormat dan diberi pelayanan terbaik tanpa memperdulikan banyak uang mereka belanjakan. Spesialisasi Belbin adalah menghantar belanjaan pelanggan sampai rumah pelanggan. Bagi pelanggan yang menggunakan jasa penghantaran ini dapat dilakukan melalui telpon, fax, bahkan lewat website dari Belbin. Meskipun demikian juga ada pelanggan yang tgetap menyukai belanja di toko Belbin. Hubungan yang bersifat pribadi dengan pelanggan tersebut yang menyebabkan Belbin dapat berkembang pesat. Belbin juga mempunyai pelanggan yang dilayaninya secara teratur yang membutuhkan penghantaran ke rumah selama jam-jam kantor karena mereka bekerja purna waktu dan menghargai jasa penghantaran yang ditawarkan Belbin. Strategi yang berbeda yang dilakukan Belbin dengan toko lainnya adalah beberapa pelanggan potensial memberikan kunci rumah mereka pada Belbin. Kunci-kunci tersebut tersimpan aman dalam kotak yang tersimpan di kantor Belbin. Para personil yang menghantarkan pesanan sampai rumah yang seringkali juga pemilik toko tersebut dapat membuka kotak kunci tersebut dan menghantarkan belanjaan mereka sekaligus membuka rumah dan kulkas mereka. Seringkali mengatur barang yang ada dalam kulkas, bahkan membuang sayuran yang telah busuk yang tersimpan dalam kulkas, karena pemiliknya tidak sempat membersihkan kulkasnya sewaktu pulang kantor karena terlalu capek, sehingga pelanggan merasa terbantu dengan yang dilakukan para personil Belbin. Kadangkala para penghantar tersebut bila ketemu dengan pelanggannya, diajak minum the lebih dahulu, bercakap-cakap beberapa menit dan ikut mengatur belanjaan dimasukkan ke dalam kulkas. Apakah mendapat keuntungan dengan menghantar belanja ke rumah pelanggan ? ?Mungkin saya tidak mendapat keuntungan. Tetapi kami tidak akan berhenti. Kami berhutang kepadanya? kata Robert Belbin, sang pemilik toko tersebut. Tuan Belbin tidak melakukan hal yang istimewa, tpi melakukan yang biasa ia lakukan sejak dari kakeknya. Meskipun menghantanjaan secara finansial tidak menguntungkan, tapi itulah nilai yang dikenang pelanggan Belbin, sehingga mereka tetap loyal kepada Belbin sampa anak-cucu mereka. Selain itu mereka juga merekomendasikan kepada anak-cucu mereka pula. Dengan cara tersebut Belbin tidak kenal masa-masa ekonomi sulit dan persaingan yang sangat ketat, Belbin melenggang dengan caranya sendiri. Tingkat kepercayaan yang tinggi dari para pelanggan Belbin terhadap toko tersebut berkembang karena Belbin telah memperlakukan pelanggan dengan adil dan responsif selama bertahun-tahun. Sementara beberapa orang mengatakan bahwa situasi semacam ini sulit ditiru, tetapi sesungguhnya Belbin telah memberikan contoh terbaik toko kecil dapat bersaing dengan toko besar. Sesungguhnya situasi yang dikembangkan oleh Belbin adalah situasi seperti komunitas pedesaan yang antara pemilik toko dan pembelinya saling kenal dan saling berbicara dan saling memegang kepercayaan serta mudah dalam tawar menawar. Anas meriwayatkan bahwa Nabi pernah menawarkan sebuah kain pelana dan bejana untuk minum seraya mengatakan, ?Siapakah yang ingin membeli kain pelana dan bejana air minum?? Seorang laki-laki menawarnya seharga satu dirham dan Nabi menanyakan apakah ada orang yang akan membayar lebih mahal. Seorang laki-laki menawar padanya dengan harga dua dirham dan ia menJual barang tersebut padanya (Timidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).