cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
INDAHNYA MEMAAFKAN (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Ebrahim Khan dalam bukunya Anecdote from Islam, mengisahkan tentang orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Pada saat Nukman sebagai penguasa Bahrain, tengah duduk-duduk di majelis, tiba-tiba dua orang lelaki datang menghadap dengan membawa seorang laki-laki lain dengan tangan terikat. Kedua lelaki itu mengadu, “Tuan, pemuda Badui jahat ini telah membunuh ayah kami. Jadi ikami ke sini untuk menuntut keadilan.” “Baiklah,” kata Nukman lalu buru-buru menambahkan “lepaskan ikatannya!” Kedua lelaki itupun melepaskan ikatan yang membelit tubuh si Badui. ”Sekarang, anak muda apakah tuduhan atas dirimu benar?” tanya Nukman kepada si Badui. ”Benar, Tuan. Tetapi aku ingin menyampaikan sesuatu,” jawab si Badui membela diri. ”Baiklah. Katakan saja apa keinginanmu,” jawab Nukman. ”Tuan adalah pelindung sesama. Dan aku adalah penduduk warga padang pasir Abia. Musim paceklik hebat telah menimpa kampung kami. Karenanya aku dan keluargaku datang ke wilayah ini. Saat kami teangah menempuh perjalanan, salah seekor unta kami masuk ke sebuah kebun dan merusak tanamannya. Lalu akupun menariknya agar kembali ke rombongan. Saat itu tiba-tiba seorang lelaki tua muncul dan menghantam unta itu dengan sebongkah batu besar dan menyebabkan mati seketika. Padahal unta itu kesayanganku, jadi akupun tak mampu menahan emosi. Oleh karena itu akupun menghantamnya dengan batu yang sama dan dia tewas terkapar di tanah. Lalu kedua lelaki muda ini muncul menyerangku dan menangkapku. Dan karena peristiwa itu, kini aku berada di hadapan .” ”Dasar pemuda gegabah! Pengakuanmu cukup menjadi bukti kejahatanmu. Dan hukuman yang setimpal dengan kejahatan yang kau lakukan adalah mati,” bentak Nukman. ”Aku tunduk kepada putusan Tuan. Tetapi sebelumnya, izinkan diriku menyampaikan sedikit permintaan kepada tuan. Aku memiliki beberapa saudara yang masih kecil dan akulah yang selama ini mengasuh mereka. Sebelum meninggal, ayahku berpesan agar aku mengasuh mereka dan meninggalkan simpanan uang untuk mereka. Aku menyimpan uang itu dengan menyembunyikannya di bawah tanah, dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali diriku. Jika tuan hendak menghukum mati diriku saat ini juga, mereka tidak akan memperoleh uang tersebut. Itu berarti baik aku maupun tuan harus bertanggungjawab di hadapan Allah kelak. Jadi, aku mohon kepada tuan untuk memberi hamba tenggang waktu yang cukup agar hamba bisa pulang ke rumah, menunjuk seorang untuk menjadi wali mereka, dan menyerahkan uang pusaka kepadanya. Setelah itu aku akan kembali ke tempat ini lagi.” ”Tetapi  bagaimana aku bisa memberi izin tersebut, anak muda? Siapa di sini yang bersedia menjadi jaminan bagi dirimu?” Si Badui melihat ke sekeliling, ”Saudara-sudaraku! Tidak ada seorangpun di antara kalin di sini yang mengenal diriku. Tetapi jika salah seorang di antara kalian bersedia menjadi jaminan bagiku, aku bersumpah, bahwa aku akan kembali tepat waktu.” Saudara Nukman menyela, ”Tuan! Hamba menawarkan diri menjadi jaminan anak muda ini.” Nukman segera menoleh kepada saudaranya seraya berkata, ”Pemuda tolol! Apa sudah kamu pikir resiko bakal kamu tanggung dengan memberi jaminan padanya. Bagaimanan bila bedebah tak dikenal ini tidak kembali?” ”Hamba sudah memikirkannya masak-masak segala konsekuensi yang akan terjadi. Tetapi hamba merasa yakin bahwa si pemuda ini aan kembali. Dan jika ia tidak kembali, tuanku tidak perlu merasa malu sama sekali bia ia harus mengorbankan saudaranya demi seorang pemuda gurun yang tidak dikenal.” “Baiklah kalau begitu. Anak muda! Sekarang kamu boleh pergi,” kata Nukman kepada si Badui. Dengan air mata suka cita membasahi kedua matanya, si Badui mengucapkan terima kasih kepada saudara Nukman lalu kemudian pergi menuju ke kampung halamannya.
UI MENUJU “BENCHMARK” ASIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.747 KB)

Abstract

       Belum lama ini Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, meminta pimpinan Universitas Indonesia (UI) agar dapat menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikannya sehingga dapat dijadikan universitas berkelas dunia (world calss university) yang menjadi “benchmark” atau rujukan di antara negara-negara kawasan Asia. Lebih lanjut wapres menyatakan agar UI tidak main-main dengan kualitas serta tidak mudah meluluskan mahasiswanya. UI agar supaya menjaga kualitas dan dapat membuat standar mutu bersama dengan universitas di negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan sebagainya.          Hal tersebut disampaikan Pak Kalla ketika menerima delegasi UI yang terdiri dari para pimpinan lembaga pendidikan tinggi kebanggaan Indonesia di Istana Wakil Presiden.        Pesan Pak Kalla tersebut kiranya sejalan dengan tekad UI sebagaimana yang pernah dinyatakan Rektor Gumilar Rusliwa Somantri pada waktu sebelumnya. Setelah dilantik menjadi nakhoda UI, Pak Gumilar menya-takan akan membawa UI sebagai universitas berkelas dunia yang sanggup bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia maupun di manca negara sekarang ini
POSISI BADAN PENYELENGGARA PTS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.138 KB)

Abstract

       Setelah berhasil mengkomunikasi berbagai ide kreatifnya maka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro kembali membuat surprise masyarakat dengan konsep keputusannya mengenai pengaturan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BP-PTS). Konsep keputusannya konon sudah ada dan sekarang sedang dilakukan penggodogan lebih lanjut agar mendapatkan hasil yang optimal.          Konon munculnya berbagai kekisruhan di kampus yang banyak merugikan mahasiswa salah satu penyebabnya adalah ketidak-beresan pada badan penyelenggara PTS;  oleh karena itu kalau badan ini dapat dibenahi maka terjadinya kekisruhan di kampus dapat diminimalisasi. Kalau kekisruhan di kampus dapat diminimalisasi maka orang tua bisa menyekolahkan anaknya dengan tenang,  di sisi yang lain mahasiswa pun dapat belajar dengan tenteram sehingga dapat mencapai prestasi akademik yang memuaskan. Begitulah kira-kira obsesi Pak Wardiman berkaitan dengan konsep keputusannya tentang BP-PTS.          Apakah lahirnya keputusan menteri nantinya bisa meminimalisasi masalah atau justru akan memaksimalisasi problema?  Inilah hal yang masih harus didiskusikan;  pasalnya banyak kalangan menilai bahwa kalau seorang menteri, Mendikbud sekalipun, sampai mengatur rumah tangga yayasan swasta itu menunjukkan adanya campur tangan yang terlalu jauh dari pemerintah terhadap swasta. Hal yang demikian ini di samping dinilai sebagai kurang etis juga merupakan anti-tesis terhadap fenomena perkembangan masyarakat.
PENGARUH PENGUASAAN TEORI MESIN DAN KETERAMPILAN PENGUKURAN TERHADAP PRESTASI PRAKTEK MESIN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1986: MAJALAH ARENA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.853 KB)

Abstract

       Kompleksitas pendidikan yang kita hadapi dewasa ini bergerak dalam dua jalur ekstremitas, masing-masing adalah jalur kuantitatif dan jalur kualitatif. Jalur kualitatif diindikatori oleh adanya isyu pendidikan tentang semakin diragukannya kualitas lulusannya lembaga pendidikan. Sementara itu jalur kuantitatif ditolok-ukuri oleh semakin membengkaknya lulusan disatu pihak dan keterbatasan daya tampung lembaga di pihak yang lain.       Hal yang senada juga dialami oleh lulusan sekolah kejuruan. Dewasa ini lulusan sekolah kejuruan seolah-olah berada dipersimpangan jalan, dan oleh karena kualitasnya semakin diragukan orang,  khususnya para pengguna tenaga kerja (seperti kita ketahui lulusan sekolah kejuruan dipersiapkan untuk terjun langsung di lapangan kerja). Sebuah penelitian terdahulu tentang tenagakerja tingkat tinggi dalam bidang industri mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa kesulitan utama di dalam membuat deskripsi pekerjaan lulusan perguruan tinggi yang bekerja di industri, yang menurut para pengguna tenaga kerja, adalah disebabkan karena para lulusan tidak mendapat latihan yang seharusnya diberikan pada waktu mengikuti kegiatan belajar di kampus (Hardjono Notodihardjo/1981).        Akibat dari keadaan seperti tersebut di atas maka tingkat pengangguran semakin meninggi. Hal ini kiranya sangat wajar karena memang keterampilan (skill) para lulusan lembaga pendidikan banyak diragukan para pengguna tenaga kerja.
SEKOLAH BISNIS TERBAIK (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PUASA mengajarkan manusia lebih cerdas secara fisik, yaitu orang yang mempunyai kemampuan menjaga jasmaninya dan jiwanya tetap sehat dan fit. Menurut Cooper dan Sawaf, motivasi dapat dirumuskan sebagai berikut: M = (En x Tn) - (Tg x Kl). M merupakan motivasi, En melambangkan energi, Tn menunjukkan ketenangan, Tg menggambarkan ketegangan dan Kl menyimbolkan keletihan. Semakin besar energi dan ketenangan seseorang dan semakin kecil ketegangan dan keletihan seseorang atau semakin sehat dan fit seseorang akan menyebabkan motivasinya semakin besar. Orang-orang dahulu menganggap puasa sebagai keistimewaan hidup. Pengaruh puasa sangat besar terhadap kesehatan dan kekuatan tubuh manusia. Puasa sangat terkenal di kalangan agama Mesir kuna dan agama-agama kuna lainnya yang diturunkan dari langit. Socrates dan Plato selalu berpuasa sepuluh hari pada setiap beberapa bulan. Pendeta-pendeta Nasrani pada abad pertengahan menganggap puasa sebagai pengobatan sangat ampuh untuk penyakit syaraf. Ibnu Sina, seorang dokter bangsa Arab sering mewajibkan pasien-pasiennya berpuasa selama tiga minggu dan menganggap puasa merupakan faktor sangat penting untuk mengobati berbagai penyakit. Di Institut Fasten Jerman, membuktikan bahwa puasa secara kaidah Islam dapat membongkar timbunan penyakit yang ada dalam tubuh manusia. Para ahli penyakit jiwa dari Jepang menyimpulkan bahwa puasa dapat mengobati penyakit tekanan jiwa. Demikian pula dokter ahli penyakit dari Perancis telah menyembuhkan lebih dari 2500 pasiennya dengan puasa. Ahli Biokimia dari Rusia, Vladimir Nikitin telah melakukan percobaan terhadap dua kelompok tikus, yaitu kelompok tikus yang dipuasakan dan kelompok tikus yang tidak dipuasakan. Hasilnya, tikus yang dipuasakan rata-rata usianya dapat mencapai 4 tahun dan yang tidak dipuasakan hanya mencapai 2,5 tahun. Percobaan ini dilanjutkan pada manusia dan ternyata puasa dapat mengurangi proses pelapukan tulang dan menjadikan manusia yang berpuasa tulangnya tidak mudah lapuk atau awet muda. Hal ini senada dengan Dr Carloson, yang menjadikan puasa sebagai terapi awet muda. “Tidak diragukan lagi, puasa adalah salah satu cara yang sangat ampuh untuk menghilangkan mikroba yang di antaranya adalah mikroba disentri karena puasa mengandung pemunahan terhadap sel-sel lalu membangunnya kembali,” kata Robert Partolo, seorang dokter ahli penyakit desentri dari Amerika. Dr Alan telah membuktikan bahwa terapi puasa dapat menyembuhkan penyakit kencing manis dan Dr Ganz selalu menganjurkan pasiennya untuk melakukan terapi puasa. “Sesungguhnya saya lebih meyakini bahwa puasa mampu menyembuhkan setiap penyakit yang tidak mampu disembuhkan oleh pengobatan-pengobatan lainnya,” kata Bernard McPadan, tokoh budaya olah badan dari Amerika. “Puasalah agar kamu menjadi sehat”, sabda Rasulullah Saw.
MENYANTUNI SISWA UNGGUL Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.598 KB)

Abstract

       Era globalisasi  telah menimbulkan kompetasi global  yang makin tajam. Sehingga,perhatian terhadap pengembangan potensi anak untuk dapat berkompetisidi masa depan menjadi tuntutan mutlak yang tidak dapat dikesampingkan. Sementara, di negara kita tidak banyak organisasi kemasyarakatan dan/atau organisasi sosial-pendidikan yang mau menaruh perhatian pada perkembangan potensi anak Indonesia.        Kalau kita runut sekarang ini memang banyak problematika yang tengah dihadapi oleh anak-anak Indonesia (sudah barang tentu beserta keluarganya);  antara lain ialah banyaknya anak-anak yang lebih asyik menonton televisi daripada membaca buku pelajaran di sekolahnya, anak-anak yang belum memiliki kebiasaan membaca secara memadai, anak-anak yang kurang kritis terhadap perkembangan lingkungan, dan sebagainya.       Salah satu problematika pada anak-anak Indonesia yang solusinya perlu segera diformulasi menyangkut pendidikan anak-anak itu sendiri; adalah belum adanya santunan profesional terhadap anak-anak genius (gifted children) kita.
BISNIS KAUM NABASIA (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari Berenike, barang melaui jembatan darat menuju Aleksandria. Pada periode ini, barang dari India dan Cina mulai tiba di pelabuhan Arab. Mereka juga melintasi darat untuk menuju pelabuahan Mediterania Aleksandria, kapal mereka mengangkut barang tersebut ke berbagai daerah di sekitar Laut Mediterania. Bisnis luar negeri ini menjadi lebih semarak setelah Cina dan India mengirimkan perwakilan dagangnya ke Timur Tengah.  Perkembangan bisnis maritim kaum Nabasia ini juga diikuti pertumbuhan kaum Himyar di Arabia Selatan. Kaum Nabasia bekerjasama untuk melawan kaum lain di Arabia Selatan. Pada 100 SM – 20 SM, pelabuhan kaum Nabasia, Gaza mulai kehilangan tingkat keramaiannya. Sebagian besar pedagang Nabasia dan Asia melalui Aleksandria. Gaza akhirnya dikendalikan oleh Yahgudi. Kaum Nabasia mengembangkan bisnisnya menuju utara dengan mengorbankan Gaza. Mereka mengendalikan bisnis di kota kuno Damaskus pada 85 SM. Hal ini memberikan peluang untuk mendominasi rute bisnis darat dan laut dari timur. Kaum Nabasia mengendalikan Jalur Sutra (Silk Road) yang merupakan jalur utama dan bisnis laut dengan India dan Sri Langka. Dengan demikan kaum Nabasia berkembang menjadi sebuah kekuatan ekonomi kelas dunia dan mulai bekerja keras memproyeksikan citra atau kekayaan dunia dengan membangun sebuah kota permodalan kelas dunia bernama Petra. Raja pertama kerjaan Nabasia adalah Haritsats I (al-Harits)  sejak 169 S.M.  Pada masa dakwah Nabi Isa a.s. , wilayah kerajaan Nabasia membentang ke utara hingga Damaskus yang bersamaan dengan daerah Coele-Suriah direbut oleh Haritsats II pada sekitar 87 S.M. dari tangan orang-orang Seleukia. Pada masa pemerintahan Haritsats III (Aretas III) sekitar 67-62 S.M, rang-orang Nabasia untuk pertama kalinya menjalin hubungan erat dengan Romawi dan pada masa itulah mata uang kerajaan pertama kali dicetak. Pada kekuasaan Haritsats IV muncul perintah untuk menangkap Paulus di Damaskus. Pada 47 S.M. Julius Caesar meminta Maliki (Malik Malchus I) agar menyediakan pasukan kaveleri untuk menghadapi pertempuran di Iskandariyah. Penerusnya, Obidats (Ubaydah, Obodar III, sekitar 28-29 S.M), menjadi penguasa ketika terjadi ekspedisi Romawi ke Arab. Selama Romawi menyebar ke Yaman Selatan untuk menemukan sumber kemenyan (frankincense), kaum Nabasia tidak hanya mengelola untuk menghancurkan armada Romawi melalui tipu muslihat, tetapi mereka secara efektif menggunakan armada Romawi untuk melawan kaum Himyar dan kaum Minea. Meskipun demikian, kaum Nabasia tidak dapat menaklukkan kaum Himyar dan kaum Minea, bahkan tahun berikutnya kaum Himyar menundukkan kaum Nabasia. Kaum Nabasia menjadi sekutu Romawi dan ikut serta dalam invasi terkenal ke Arab tahun 24 S.M. dibawah pimpinan Gallus. Akhirnya kaum Himyar mengambil kendali produksi kemenyan dan seluruh bisnis kemenyan. Kaum Himyar kemudian mampu menghantarkan kemenyan dengan kapal ke daerah kaum Nabasia yang menyebabkan bisnis kaum Gerrha mengalami kehancuran.
MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN GURU Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN SURABAYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.808 KB)

Abstract

       Pertemuan selama enam hari yang menyenangkan dan sekaligus melelahkan baru saja berakhir.  Itulah Kongres XVII  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang baru saja ditutup di Jakarta.  Pertemuan yang dibuka langsung oleh Presiden Soeharto tersebut sempat membuat "terpana" banyak orang;  pasalnya dalam kongres tersebut pengurus organisasi profesi ini mampu mendatangkan sekitar 11.000 anggota serta undangan, termasuk tamu dari negara-negara manca di kawasan ASEAN dan pengamat dari organisasi guru tingkat internasional.          Sebenarnyalah bahwa PGRI itu besar, setidak-tidak nya secara kuantitas apabila dilihat dari segi banyaknya anggota yang tergabung di dalamnya.  Besarnya PGRI sudah barang tentu tidak bisa dilepaskan dari besarnya jumlah guru di tanah air ini yang secara tidak otomatis menjadi anggota (aktif) PGRI.          Barangkali kita dapat berhitung dengan angka: ka-lau kita misalnya melihat angka statistik tentang jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS)  yang jumlahnya hampir menca-pai empat juta orang itu ternyata 1,8 juta,  atau hampir separoh, di antaranya adalah guru. Jumlah ini belum ter-masuk para guru nonPNS. Pada kenyataannya di negara kita ini sangat banyak "pahlawan tanpa tanda jasa" yang tidak (mau) atau belum berstatus PNS; terutama para guru tetap yayasan pada sekolah-sekolah nonpemerintah alias swasta. Karena jumlah guru banyak maka wajarlah kalau organisasi profesinya, PGRI, juga besar dalam hal jumlah anggota.
BEBERAPA CATATAN DESENTRALISASI PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1999: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.441 KB)

Abstract

Pelaksanaan desentralisasi pendidikan di Indonesia  sekarang ini makin jelas dengan dikeluarkannya dua Undang-Undang (UU) yang relatif  masih baru;  masing-masing  adalah  UU No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang ditandatangani Presiden RI tanggal 7 Mei 1999 serta UU No.25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang ditandatangani Presiden RI tanggal 19 Mei 1999.       Menurut kedua UU tersebut  istilah daerah dibedakan  dalam tiga macam; masing-masing adalah Daerah Propinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota.  Sedangkan dari ketentuan dalam pasal-pasalnya bisa ditarik kesimpulan bahwa desentralisasi pendidikan akan dilaksanakan di Daerah Kabupaten atau Daerah Kota; terkecuali kedua macam daerah ini belum mampu melaksanakan maka desentralisasi pendidikan akan dilaksanakan di Daerah Propinsi.       Pasal 11 UU No.22  secara jelas menyebutkan  bahwa bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota meliputi pekerjaan umum, kesehatan,  pendidikan dan kebudayaan, pertanian, perhubungan, industri dan perdagangan, penanaman modal, lingkungan hidup, pertanahan, koperasi dan tenaga kerja (ayat 2). Sementara itu di pasal sebelumnya, Pasal 9, disebutkan bahwa kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom ter-masuk juga kewenangan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota (ayat 2).       Jadi jelaslah  bahwa cepat atau lambat  konsep desentralisasi pendidikan akan segera bergulir nyata; dari semula yang segalanya serba sentralistik sacara perlahan-lahan tetapi pasti akan didesentralisasi kepada lebih dari 300 Daerah Kabupaten dan Daerah Kota yang ada di seantero Indonesia. Keadaan ini akan menjadi fenomena baru dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional kita.
RASIONALISASI DI DUNIA PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.829 KB)

Abstract

Gagasan rasionalisasi dalam dunia perbankan yang berkembang akhir-akhir ini cukup menyita perhatian kita; dan sudah barangtentu gagasan yang nampaknya segera akan menjadi kenyataan tersebut telah membuat cemas atau bahkan membuat stress bagi yang terkena dampaknya. Sejumlah besar karyawan dari tiga bank pemerintah, masing-masing adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Dagang Negara (BDN), dan Bank Bumi Daya (BBD) sedang berada dalam keadaan terancam oleh PHK, atau apalah nama "halus"nya, sebagai manifestasi dari kebijakan rasionalisasi tersebut. Khabar yang cukup mencemaskan tersebut seterusnya disusul berita baru dari Jawa Timur; konon Perumtel III yang berkantor pusat di Surabaya akan mengurangi 275 kar yawannya secara bertahap. Dari Jawa Timur juga diperoleh berita bahwa Perusahaan Daerah (PD) di daerah tersebut konon juga sedang memikirkan diaplikasikannya rasionali-sasi karyawan demi pencapaian efektivitas dan efisiensi kerja yang optimal. Bagaimana dengan karyawan di lingkungan instansi atau lembaga pendidikan? Disadari atau tidak, nampaknya keadaan ini juga telah melanda dunia pendidikan meskipun di dalam skala yang tidak sama. Beberapa sekolah swasta dari berbagai jenjang pendidikan yang kekurangan siswa konon terpaksa mem-phk-kan sebagian para gurunya. Apakah argumentasinya? Apalagi kalau tidak efektivitas dan efi-siensi. Bagi sekolah swasta dengan minimnya siswa maka minim pula income sekolah; dan ....

Page 8 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2002: HARIAN KOMPAS 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: MAJALAH PUSARA 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue