cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknik dan Ilmu Komputer
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 290 Documents
Performance Evaluation of TCP New In Wireless Mesh Network Windha, Veronica
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 06 No. 21 Januari - Maret 2017
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wireless Mesh Network (WMN) hadir sebagai bagian dari jaringan wireless dan diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah yang ada pada jaringan wireless. Node di dalam WMN terdiri dari mesh router dan mesh client, dimana mesh router mempunyai mobilitas yang minimal dan membentuk backbone dari WMN. Mesh client dapat berupa desktop, laptop, telepon. Node yang berfungsi sebagai mesh clients tersebut akan terkoneksi secara langsung ke wireless mesh router. Dengan fungsi gateway dalam mesh router, memungkinkan node tersebut terkoneksi dengan node jaringan di luar jaringan mesh, seperti Internet. Untuk mendukung koneksi tersebut diperlukan protokol transport. Salah satu protokol transport yang dapat digunakan dalam WMN adalah protokol TCP New Reno. Oleh karena itu, dalam paper ini penulis melakukan uji kinerja dari protokol TCP New Reno dalam WMN dengan pendekatan simulasi menggunakan simulator jaringan NS-2. Indikator kinerja yang dievaluasi adalah throughput dan delay end-to-end. Dari serangkaian simulasi yang dilakukan, terlihat bahwa dengan bertambahnya jumlah koneksi 2, 3, dan 5 maka throughput semakin kecil, sedangkan delay end-to-end semakin besar. Kenaikan mobilitas dapat menaikkan ataupun menurunkan throughput dan delay end-to-end tergantung pergerakan dari node tujuan. Kata kunci: WMN, TCP New Reno, NS-2, throughput, end-to-end delay  Abstract Wireless Mesh Network (WMN) emerged as part of wireless network and is expected to resolve existing problEms in wireless network. Nodes in WMN consists of mesh routers and mesh clients, where the mesh routers have minimal mobility and form the backbone of WMN. Mesh client can be a desktop, laptop, phone. The node which serves as mesh clients will be connected directly to the wireless mesh router. Gateway function in mesh router enables the nodes to connect to network nodes outside network mesh such as internet. Connection are required to support transport protocol. One of possible transport protocols in WMN is TCP New Reno protocol. Thus, in  this paper, the authors conducted a performance test of TCP New Reno in WMN using network simulator NS-2 as simulation approach. Evaluated performance indicators are ‘throughput’ and ‘delay end-to-end’. From a series of simulations conducted, it can be observed that with the increasing number of connection 2, 3, and 5, ‘throughput’ is decreasing, while the ‘delay end-to-end’ is increasing.  The increasing mobility can raise or reduce ‘throughput’ and ‘delay end-to-end’, depending on the movement of the destination node. Keywords:     WMN, TCP New Reno, NS-2, throughput, end-to-end delay   
The Design of Water Level Control With IC 555 Mandagi, Albert; Santosa, Surya
Teknik dan Ilmu Komputer vol. 05 no. 17 januari-maret 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Water Level Control adalah sebuah alat yang digunakan untuk mendeteksi ketinggian air pada tangki penampung air. Pengaturan level air ini dilakukan dengan cara mengatur aktif tidaknya pompa air yang digunakan untuk memompa air ke dalam tangki tersebut. Alat ini terdiri dari rangkaian sensor tangki bawah, rangkaian sensor tangki atas, rangkaian multivibrator astabil, rangkaian tanda peringatan, rangkaian R-S flip-flop, rangkaian indikator, rangkaian penggerak relay, dan rangkaian catu daya. Alat ini berfungsi untuk mengatur ketinggian air pada dua buah tangki penampungan air, yaitu tangki penampungan air atas dan tangki penampungan air bawah. Tangki penampungan air bawah digunakan sebagai sumber air bagi tangki penampungan air atas. Pada saat pompa memompa air dari tangki penampungan air bawah menuju tangki penampungan air atas, maka ketinggian air pada tangki penampungan air bawah akan menurun. Apabila ketinggian air pada tangki penampungan air bawah telah berada di bawah batas yang ditentukan maka rangkaian multivibrator astabil akan aktif dan alat ini akan menonaktifkan pompa air walaupun ketinggian air pada tangki penampungan air atas masih berada di bawah batas yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan agar pompa air tidak rusak. Rangkaian multivibrator astabil yang terdapat di dalam alat berfungsi untuk mengaktifkan rangkaian tanda peringatan. Kata kunci: air, pompa, tangki, IC 555.  Abstract Water Level Control is a device used to detect the water level in a water tank. Controlling the water level can be done by arranging the water pump activity when pumping water into the tank. This device consists of bottom tank sensor circuit, top tank sensor circuit, astable multivibrator circuit, warning signal circuit, the RS flip-flop circuit, indicator circuit, relay driver circuit and power supply circuit. The device functions to control the water levels in two water storage tanks, the  top tank and the bottom tank. The bottom tank is used as a source of water for the top tank. When the pump pumps water from the bottom tank  to the top tank, the water level in the bottom tank will decrease. If the water level in bottom tank bottom has reached below specified limits, the astable multivibrator circuit will be activated. The device will disable the pump even though the water level in the top tank is still below the specified limits, which purpose is to avoid damaging the water pump The astable multivibrator circuit serves to activate a warning sign circuit. Keywords: water, pump, tank, IC 555. 
An Analysis of Bottled Green Tea Product Competition (A Case Study of Joy Tea) Tannady, Hendy
Teknik dan Ilmu Komputer vol. 05 no. 17 januari-maret 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini tercatat ada lebih dari tujuh produsen teh hijau dalam kemasan, tiga diantaranya memiliki Market Acquisition hampir 100 % di pasar teh hijau dalam kemasan. Dari studi pendahuluan yang dilakukan diperoleh adanya korelasi positif antara Brand Awareness pasar terhadap produk teh hijau dalam kemasan dan kemampuan produk teh hijau dalam kemasan mengambil market share. Penelitian yang dilakukan adalah aktivitas lanjutan atas studi kasus yang diajukan dalam kompetisi bisnis nasional pada tahun 2013. Penelitian membahas pemetaan kompetisi dari produk teh hijau Joy Green Tea di antara kompetitor teh hijau lainnya. Hasil dari penelitian adalah perlunya upaya meningkatkan Brand Awareness, adanya tendensi bahwa pasar tidak akan membelanjakan uang atas produk minuman sekunder, dan beberapa poin lemah dari Joy Green Tea, yakni Iklan, Brand, dan Word of Mouth. Kata Kunci: teh hijau, market share, kompetisi, brand.  Abstract To date there are more than seven producers of bottled green tea, 3 of which have Market Acquisition of nearly 100%. A preliminary study showed a positive correlation between the brand awareness of bottled green tea and the product capability in gaining market share. This research was a follow-up of the case studies presented at the national business competition in 2013. The research discussed the competition mapping of the Joy Green Tea  among its competitors. The research finding suggested the importance of improving brand awareness. There was a tendency that the market would not spend money on secondary products. Advertisement, Brand, and Word of Mouth were identified as some shortcomings of Joy Green Tea.  Keywords: green tea, market share, competition, brand. 
Measurement Of Speakeraes Power Response And Impluse Response Liman, Johansah; Madra, Quinta Nadya
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 06 No. 22 April - Juni 2017
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One way to find out the acoustic performance of a room is by measuring the impulse response. These measurements will obtain  an overview of interaction between the sound source and the surface in the room, which can be described in a time sequence patterns of sound energy reflection at any point in the room as well as the reduction of sound energy at any time or any sound reflections information. This research aims to determine the amount of power response and impulse response of sounds produced by speakers. Variable in this research is sounds produced through a microphone and that go out through the speaker. To determine the power response, pink noise is measured, while the impulse response is measured using impulse signals. SPL meter is used to measure the power response and impulse response. The research is literature study and field observation. The result shows the impulse response measurement is not easily interrupted by frequencies from other sound sources. Meanwhile, power response is easily distracted by the frequency from other sound sources. Keywords: impulse signal, impulse response, pink noise, power response, SPL meter
ROOM TRANQUILITY REMINDER CIRCUIT Wijanto, Eddy; Tandi, Wisely; Tandian, Erlando Christiawan; Sutanto, Thomas; Madra, Quinta Nadya
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 16 Oktober - Desember 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketenangan merupakan suatu kondisi yang diperlukan di beberapa lokasi atau tempat tertentu, misalkan perpustakaan, tempat ibadah, dan sebagainya. Seringkali ketenangan ini terganggu dikarenakan adanya orang-orang yang mengobrol atau bahkan bersenda gurau. Alat ini dapat memberikan peringatan secara otomatis kepada pengguna ruangan untuk tetap menjaga ketenangan ruangan. Alat ini akan aktif saat mendeteksi tingkat kebisingan ruangan meningkat. Tingkat suara yang dikategorikan mengganggu ketenangan dapat diatur sesuai dengan tingkat kebisingan masing-masing yang dapat ditolerir. Dengan sistem ini diharapkan ketenangan akan tetap terjaga dan memberikan efek malu kepada pihak-pihak yang mengganggu ketenangan ruangan. Kata Kunci: Ketenangan Ruangan, Otomatisasi, Pemberi Peringatan  Abstract Tranquility is a necessary condition in some locations or certain places such as libraries and places of worship. The tranquility is often borekenwhen people talk excessively or even frolic. This tool can provide automatic alerts to the room users to maintain the room quietness. This tool will be activated when the noise level increases. The sound level categorized as disturbing can be adjusted according to the respective noise levels that can be tolerated. This system is expected to maintain the tranquility and give shame effect to the parties disturbing the tranquility of the room. Keywords: Room Tranquility, Automation, Warning Giver
APLIKASI BERBASIS IOT UNTUK PEMANTAUAN POSISI PADA AREA TERTENTU DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN IP CAMERA Hutabarat, Daniel Patricko
Teknik dan Ilmu Komputer VOL. 7 NO. 27 JULI-SEPTEMBER 2018
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dikembangkan aplikasi berbasis IOT untuk pemantauan posisi pada area tertentu dengan menggabungkan GPS dan IP Camera. Sistem dan aplikasi yang dikembangkan pada penelitian ini digunakan untuk pelacakan dan visualisasi dari objek yang dilacak. Untuk visualisasi, aplikasi yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat mengakses IP camera yang paling dekat dengan objek yang dilacak. Sistem dan aplikasi yang dikembangkan dapat memetakan objek pada peta digital dengan perkiraan kesalahan sekitar 3,24 meter dibandingkan dengan posisi yang sebenarnya sedangkan tingkat keberhasilan untuk mengakses IP camera adalah 100%. Dengan demikian aplikasi ini cocok untuk melacak posisi sebuah objek dan memberikan visualisasi kepada penggunanya.Kata Kunci: Sistem Pemantau, GPS, IP Camera
Integrating The Balanced Scorecard Into Sales Performance Management of Trading Company Sukwadi, Ronald; Inderawati, MM. Wahyuni; Wong, Denny
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 05 No. 20 Oktober - Desember 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Identifikasi metrik kinerja penjualan yang tepat sangat penting untuk keberhasilan setiap perusahaan dagang. Namun, untuk mendapatkan hasil kinerja yang tepat merupakan suatu tantangan dalam lingkungan penjualan yang kompleks. Salah satu alat untuk menjembatani kesenjangan antara penjualan dan tujuan perusahaan adalah balanced scorecard, yaitu suatu sistem manajemen yang secara luas digunakan untuk menyelaraskan visi perusahaan dengan kegiatan bisnis. Dalam makalah ini disajikan bagaimana manajemen dapat menggunakan kerangka kerja balanced scorecard sebagai masukan desain penting untuk menilai kinerja manajemen penjualan. Kata kunci: balanced scorecard,  perusahaan dagang, kinerja penjualan  Abstract Identifying the right sales performance metrics is critical to any trade company’s success. But getting the right performance results is a challenge in a complex marketing environment. One tool for bridging the gap between sales and corporate objectives is the balanced scorecard, a widely-used management system aligning corporate vision with business activities. In this paper and in the accompanying case study, we present how management can use the balanced scorecard framework as a critical design input for assessing sales management performance. Keywords: balanced scorecard, trade company, sales performance 
Design of Maximum Power Point Tracking Converter System Based on Microcontroller ATMEGA 328 Agary, Agan; Tanudjaja, Harlianto
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 16 Oktober - Desember 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Solar cell merupakan salah satu sumber energi alternatif yang sedang berkembang saat ini, selain karena harganya yang semakin murah, solar cell juga ramah lingkungan. Pada penggunaannya, solar cell umumnya dihubungkan langsung dengan beban yang digunakan, yang mengakibatkan rendahnya daya yang diserap dari solar cell. Penggunaan Maximum Power Point Tracking (MPPT) Converter pada solar cell diharapkan dapat mengatasi masalah ini dengan cara menyesuaikan impedansi antara solar cell dengan beban agar transfer daya yang terjadi dapat menjadi lebih efisien. MPPT Converter ini dibuat dengan menggunakan Noninverting DC-DC Converter dengan sensor arus 5A dan 20A, sensor tegangan menggunakan rangkaian pembagi tegangan. Sebagai pemroses data, digunakan  mikrokontroler ATmega328 yang diprogram dengan algoritma Perturb and Observe. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, pada beban resistif diperoleh bahwa rangkaian MPPT yang dirancang dapat bekerja dengan baik untuk memaksimalkan daya keluaran dan mengikuti perubahan beban yang terpasang. Kata kunci: Maximum Power Point Tracking, Solar cell, Perturb and Observe, Non Inverting Buck-Boost Converter                Abstract            Solar cell is one of the growing energy sources that are widely used today due to its afforfable price and eco-friendliness.  Solar cell is generally used by connecting the solar cell modules directly to the load, which lower the power delivered to the load. The usage of Maximum Power Point Converter (MPPT) is meant to solve this problem by adjusting the impedance between the solar cell and the load so that the power transfer can be more efficient. The MPPT Converter is made of non inverting DC - DC converter, 5A and 20A current sensor, voltage sensor made of voltage divider, and a controller made of Atmega 328 microcontroller programmed by Perturb & Observe algorithm to process the data. The test result shows that the designed MPPT Converter works well to increase the power delivered to the load and adjust to the change in the load. Keywords: Maximum Power Point Tracking, MPPT, Solar cell, Perturb and Observe, Non Inverting Buck-Boost Converter
Perbandingan Akurasi Model Regresi Logistik umtuk Prediksi Kategori IP Mahasiswa Jalur Prestasi dengan Non Jalur Prestasi Santosa, R Gunawan; Crismanto, Antonius Rachmat
Teknik dan Ilmu Komputer VOL. 7 NO. 25 Januari-Maret 2018
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini membandingkan akurasi prediksi menggunakan regresi logistik terhadap kategori Indeks Prestasi (IP) semester pertama (IPS1) mahasiswa jalur prestasi dengan mahasiswa non jalur prestasi di Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Variabel dependen pada jalur prestasi adalah kategori IP semester pertama sedangkan variabel independen yang digunakan adalah lokasi, kategori, status SMA, dan level tes kemampuan bahasa Inggris. Variabel untuk model regresi logistik untuk non jalur prestasi adalah sama seperti jalur prestasi namun ditambah empat variabel lain, yaitu hasil tes nilai numerik, verbal, spasial, dan analogi. Sebagai dataset untuk membuat model regresi logistik digunakan data mahasiswa FTI angkatan 2008-2015, sedangkan data ujinya menggunakan data angkatan 2016. Ketepatan atau akurasi kedua model dalam memprediksi tersebut diukur dengan menggunakan tabel Crosstab. Penelitian ini menghasilkan delapan model regresi logistik, yaitu model A-H. Nilai akurasi tertinggi untuk jalur prestasi adalah model F (dataset 2008-2013) dengan akurasi prediksi 73,73%. Hasil akurasi tertinggi untuk jalur non prestasi adalah dengan model D (dataset 2008-2011) dan E (dataset 2008-2012) dengan akurasi prediksi 56,76%. Dilihat dari segi akurasinya, model yang dihasilkan lebih baik digunakan untuk memprediksi jalur prestasi daripada jalur non prestasi.Kata Kunci: regresi logistik, prediksi, jalur prestasi, jalur non prestasi.AbstractThis research compares accuracy of prediction of Grade Point Average (GPA) of the first semester students who were admitted through Achievement Admission (AA) and Regular Admission (RA) using logistic regression in Faculty of Information Technology, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta. The dependent variables of logistic regression on AA was the category of first semester GPA, meanwhile the independent variables were location, category, high school status, and level of English proficiency. The variables of logistic regression on RA were the same as on AA along with four additional variables: the results of numeric, verbal, spatial and analogy test. The dataset used to create logistic regression model were FTI students, 2008 – 2015 batch, while the testing data were FTI students 2016 batch. This research produced 8 logistics regression model for AA and RA, model A – H. The accuracy of prediction was measured by using Crosstab table. The Crosstab table showed that the highest accuracy of AA was model F (dataset 2008-2013 with accuracy 73.73%), while the highest accuracy of RA was model D (dataset 2008-2011) and E (dataset 2008-2012) with accuracy 56.76%. From these accuracy results, our model was better to predict AA rather than RA
Analisis Kesiapan Teknologi dalam Penerapan Teknologi Telekomunikasi Generasi Kelima (5G) Wijanto, Eddy
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 06 No. 23 Juli-September 2017
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMeningkatnya kebutuhan telekomunikasi yang diiringi dengan perkembangan jenis layanan telekomunikasi mendorong lahirnya evolusi teknologi telekomunikasi. Evolusi dimulai dari teknologi telekomunikasi generasi nol (0G) hingga generasi kelima (5G) yang akan segera diimplementasikan. Di samping sejumlah keunggulan yang menjanjikan, teknologi generasi kelima (5G) juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Untuk mempersiapkan implementasi teknologi generasi kelima (5G), dilakukan analisis awal terhadap sejumlah teknologi yang memiliki potensi untuk diterapkan pada generasi kelima (5G) dalam menjawab karakteristik dari generasi tersebut. Beberapa teknologi memiliki spesifikasi yang mendukung teknologi generasi kelima (5G), namun masih diperlukan penelitian dan pengembangan untuk optimalisasi dan meminimalkan kekurangan yang ada pada masing-masing teknologi.Kata kunci: bandwidth, data rate, generasi kelima, multiple access, massive MIMOAbstractThe increasing need of telecommunications, along with the development of telecommunication services led to the evolution of telecommunication technology. The evolution started from the zerogeneration telecommunications technology (0G) to the fifth generation (5G) which will be implemented soon. In contrast to a number of promising advantages, the fifth generation technology (5G) is facing a number of challenges. To prepare for the implementation of fifth generation technology (5G), an analysis of some technologies having potentials to be applied to the fifth generation (5G) to answer the characteristics of the generation was performed. Although some technologies have specifications that support the fifth-generation technology (5G), research and development are still needed to optimize and minimize the deficiencies in each technology.Keywords: bandwidth, data rate, fifth generation, multiple access, massive MIMO