cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknik dan Ilmu Komputer
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 290 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK TALK TERHADAP CAMPURAN BERASPAL Sukarno, Piter Octaviano; Mangalla, Jhon Gayus; Tambing, Afni K; Suryo, Leonardo; Sebayang, Enma Mediawati
Teknik dan Ilmu Komputer VOL. 7 NO. 26 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prasarana transportasi sangat dibutuhkan untuk jalan perkotaan. Aspal merupakan bahan utama dari pembuatan perkerasan jalan. Banyak ditemukan di kota besar bahwa badan jalan sudah tidak memiliki permukaan yang rata dan bagus. Hal tersebut diakibatkan oleh beban-beban kendaraan yang melintas di badan jalan tersebut. Selain dari beban, pengaruh utama dari kerusakan tersebut adalah kekuatan dari perkerasan jalan itu sendiri. Nilai stabilitas yang tinggi dan flow yang rendah sangat dibutuhkan untuk perkerasan jalan aspal dengan lalu lintas kendaraan yang padat. Aspal yang campurannya ditambah oleh bubuk talk dengan kadar 5%, 6%, 7%, 8%, dan 9% memiliki nilai stabilitas berturut-turut sebesar 1.433,8 kg, 1.437,8 kg, 1.824,4 kg, 1.338,1 kg, dan 1.601,8 kg dengan nilai flow berturut turut sebesar 6,1 mm, 6,1 mm, 4,7 mm, 6,2 mm, dan 6,6 mm. Dari hasil tersebut didapatkan nilai kadar bubuk talk optimum sebesar 6,625% dari berat total agregat.Kata kunci: aspal, perkerasan, stabilitas, flow, bubuk talk, optimum
Cause of Defect Analysis in the Assembly Process of K15 Type Motor Machine Components Installation Using Fmea Method in PT XYZ Kholil, Muhammad; Hidayat, Atep Afia; ., Friendy
Teknik dan Ilmu Komputer vol. 05 no. 17 januari-maret 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komponen mesin motor adalah kebutuhan yang paling penting pada suatu produk sepeda motor. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) merupakan suatu cara dimana suatu bagian atau suatu proses yang mungkin gagal memenuhi suatu spesifikasi, menciptakan cacat atau ketidaksesuaian, dan dampaknya pada pelanggan bila mode kegagalan itu tidak dicegah atau dikoreksi. Kegagalan produk yang sering muncul adalah cacat pada saat proses pencetakan nomor mesin pada Cover L bernilai RPN sebesar 504, proses pengeleman pada Crank Case bernilai RPN sebesar 448, proses pengukuran celah katup Cylinder Head bernilai RPN sebesar 392, dan proses pemasangan Oil Pump terhadap Cover Reed Valve bernilai RPN sebesar 448. FMEA merupakan metode yang menjadi pilihan untuk mengurangi tingkat kecacatan atau kegagalan produk dengan menitikberatkan pada penanggulangan faktor-faktor yang memiliki potensi menyebabkan kegagalan produk. Kata Kunci: FMEA, RPN, Quality.  Abstract Engine Components is the most important requirement of a motorcycle product. FMEA is a method in which a part or a process that might fail to meet specifications, resulting a defect or nonconformity which may impact on the customer when the failure mode is not prevented or corrected. Product failures that often arise are defects at the printing process of the machine number on Cover L with RPN value of 504, the gluing process on Crank Case with RPN value of 448, the measurement process of  Cylinder Head valve gap with the RPN value of 392, and the Oil Pump installation process on the Cover Reed valve with RPN value of 448. Failure Mode and Effect Analysis ( FMEA ) is the chosen method to reduce the defect rate or failure of a product by focusing on overcoming the factors that can potentially lead to product failure. Keyword: FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), RPN (Risk Priority Number), Quality 
Crosstab Analysis to Determine External Factors Dependencies on The GPA of First Semester Students at FTI UKDW Santosa, R. Gunawan; Setiadi, Hendro
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 06 No. 21 Januari - Maret 2017
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ada banyak faktor  yang  mempengaruhi Indeks Prestasi mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi UKDW. Faktor-faktor yang akan menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah lokasi SMA, kategori SMA, status SMA dan level kemampuan Bahasa Inggris. Penelitian ini menganalisis dependensi faktor tersebut terhadap IP semester 1 mahasiswa FTI UKDW di awal kuliah. Dengan menggunakan tabel Crosstab dan uji Chi-square ternyata nilai p-value faktor lokasi SMA, kategori SMA dan level Bahasa Inggris mendekati nol, sedangkan untuk status SMA mempunyai p-value sebesar 0,316 sehingga disimpulkan bahwa IP semester 1 dependen dengan kategori SMA, lokasi SMA dan level Bahasa Inggris. IP semester 1 mahasiswa FTI tidak tergantung pada asal status SMA, dalam hal ini status negeri dan swasta akan mempunyai hasil yang cenderung sama. Kata kunci: Crosstab, Chi-Square test, p-value  Abstract There are many factors affecting the Grade Point Average (GPA) in Information Technology Faculty student. This research analyzes some factors that influenced student’s academic performance (GPA) in the first semester, such as the location of  high school, high school category, high school status, and level of English Language. Using the Crosstab tables and Chi-square test, it is found that the p-value of the high school location, high school category and level of English is close to zero, while high school status has a p-value of 0.316. It can be concluded that the first semester GPA has a dependency on the high school category, high school location, and level of English Language, while the first semester GPA of Information Technology Faculty students does not depend on high school status, as both public and private provide nearly the same result. Keywords: Crosstab, Chi-Square test, p-value  
Pengaruh Line Stop Terhadap Line Menggunakan Metode Kanban di PT Akashi Wahana Indonesia Siswanto, Muhamad Helmi; Sugiyanto, Didik; Nofendri, Yos
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 06 No. 23 Juli-September 2017
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam perkembangan industri otomotif, khususnya perakitan tranmisi mobil, permintaan transmisi manual semakin dibutuhkan bermacam-macam model. Oleh karena itu, pada line produksi terjadi perubahan model dengan cepat dan tidak konsisten. Permasalahan yang timbul adalah pada proses supply material yang harus mengikuti setiap perubahan sehingga part menumpuk di line produksi untuk mengantisipasi perubahan. Namun, masih saja terdapat masalah kehabisan part karena tidak adanya pengontrol stock di line produksi yang mengakibatkan line produksi diberhentikan (line stop). Line stop ini akan menimbulkan efek urgent untuk segera memperbaiki karena dapat mengganggu proses delivery ke customer. Dengan menggunakan metode kanban dalam proses supply part ke line produksi, maka tidak ada lagi kehabisan part atau keterlambatan kirim akibat dari proses supply part. Selain itu, stock Work In Process (WIP) dapat minimalkan. Dari hasil penelitian didapat line stop akibat keterlambatan ataupun kesalahan supply berkurang sampai rata-rata 0 menit per hari, peningkatan produktivitas line FF Assy menjadi 91,18% atau meningkat sebesar 11,29 %, penurunan level stock WIP dengan rata-rata 42%.Kata Kunci: line stop, Kanban, work in process AbstractIn the development of automotive industry, especially car transmission assembly, manual transmissions are increasingly needed in various models. Therefore, the model of production line changes rapidly and inconsistently. The arising problem is the supply material process must keep up with the change. This results in accumulation of parts in the production line. However, the industry always runs out of parts due to the absence of stock controller in the production line, which caused the termination of production line (line stop). This line stop is going to generate urgency effect to immediately fix the process, because it will affect the delivery process. By applying kanban method in the supply part process to the production line, parts would no longer run out or there would be no delays in shipping. In addition, the stock of WIP (Work in Process) could be minimized. The research results showed the line stop due to delay or supply error was reduced to an average of 0 minutes per day, productivity line FF Assy increased to 91.18%, or 11.29% increase, stock levels of WIP decreased to an average of 42%.Keywords: line stop, kanban, work in process
RANCANG BANGUN ANTENA MIKROSTRIP BEBAN PARASITIC UNTUK APLIKASI ISM BAND 2,4 GHz Alam, Syah; Kurniawan, Asep
Teknik dan Ilmu Komputer VOL. 7 NO. 27 JULI-SEPTEMBER 2018
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengusulkan desain antena mikrostrip dengan bentuk persegi panjang yang dioptimasi menggunakan metode inset dan parasitic untuk aplikasi ISM Band pada frekuensi kerja 2,4 GHz. Metode inset bertujuan untuk memperbaiki nilai return loss dan VSWR dari antena, sedangkan penggunaan beban parasitic bertujuan untuk memperlebar bandwidth dari antena yang diusulkan. Jenis substrat dari antena yang diusulkan adalah FR-4 dengan nilai konstanta dielektrik ( r  ) = 4,3, ketebalan substrat (h) = 1,6 mm, dan loss tangen = 0,0265. Dari hasil simulasi diperoleh nilai return loss sebesar -13,53 dB, VSWR sebesar 1,536 pada frekuensi kerja 2.400 MHz. Bandwidth yang diperoleh dari hasil simulasi antena yang diusulkan adalah 196 MHz. Setelah dilakukan proses pengukuran diperoleh nilai return loss -14,49 dB, VSWR 1,464, dan lebar bandwidth yang dihasilkan sebesar 64 MHz. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari proses pengukuran, antena yang diusulkan sudah memiliki nilai return loss ≤ -10 dB dan VSWR ≤ 2 sehingga dapat digunakan pada frekuensi kerja 2.400 MHz.Kata Kunci: microstrip antenna, inset, ISM Band, parasitic.
LEGALITAS WEBSITE KOMERSIAL Hayat, Cynthia; Hutapea, Afrido V.
Teknik dan Ilmu Komputer vol. 2 no. 5 Januari-Maret 2013
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTransaksi jual beli dengan media internet umumnya tidak terkontrol, baik dari aspek kejelasan hukum maupun dari  pajak jual beli. Banyaknya kasus penipuan dan kecurangan yang merugikan pelanggan menjadi alasan pentingnya suatu badan atau sistem yang dapat mengatur perdagangan dengan menggunakan media internet. Badan atau sistem tersebut berfungsi sebagai badan yang mengeluarkan ijin resmi atau legalitas website komersial. Dengan adanya legalitas website komersial diharapkan proses transaksi jual beli online menjadi lebih tertib dan jelas aturan hukumnya serta agar pemerintah dapat menarik pajak jual beli dari suatu barang atau jasa. Legalitas website ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan pada saat bertransaksi, meminimalisirkan tingkat kejahatan/kecurangan, dan juga agar pemilik usaha dengan media website lebih taat pajak. Kata Kunci: legalitas, website komersial, EC-trust  AbstractTransactions over the internet are uncontrolled both from the legal clarity and trade tax aspects. The increasing number of deception and fraud cases emphasizes the importance of a system or a governing body to manage online trade. This system or body should issue permits for or approve the legitimacy of commercial websites. The online transactions are expected to be better organized and legally existed. The government can also apply trade tax for online transactions. The website legality will increase customers’ confidence to do online transactions, reduce the crime rate, and increase the country’s income through online trade tax.  Keywords:  legality, legality of commercial website, EC-trust
Perancang Aplikasi Chemistor:Chemistry Tutorial dengan Menggunakan WEBGL dan HTML5 Ronald, Angry; Yesmaya, Violitta; S, Timothi Richard; Steven, Dicky kalasen J
Teknik dan Ilmu Komputer VOL. 7 NO. 25 Januari-Maret 2018
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKimia merupakan salah satu cabang ilmu fisik yang mempelajari mengenai susunan, sifat, dan perubahan materi yang ada pada dunia ini. Pembelajaran Kimia dilaksanakan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah, serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting dalam hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah agar siswa dapat belajar secara mandiri melalui media alternatif, seperti perangkat ajar kimia berbasis sistem multimedia yang berisi materi kimia. Penelitian yang ada disertai dengan fitur animasi simulasi 3D, dilengkapi dengan fitur-fitur latihan kuis untuk siswa sehingga mudah memahami materi yang disampaikan. Metode perancangan aplikasi yang digunakan adalah metode waterfall. Metode waterfall dilakukan dengan lima tahap proses yang terdiri dari tahap communication, planning, modeling, construction, dan deployment. Hasil akhir dari penelitian ini adalah aplikasi perangkat ajar kimia dengan menggunakan WebGL berbasis sistem multimedia yang dibuat menggunakan HTML5, dilengkapi dengan fitur animasi 3D dengan. Kesimpulan yang didapat adalah aplikasi ini dapat membantu siswa dalam kegiatan belajar, khususnya pada mata pelajaran kimia.Kata kunci: Multimedia, waterfall, kimia, WebGL, HTML5.AbstractChemistry is one branch of physical science that studies the composition, nature and changes of matter existing in this world. Chemistry Learning is conducted to foster the ability to think, to work and to be scientific and to communicate it as an important aspect in life. The purpose of this study is to facilitate students learn independently through alternative media such as teaching tools based on chemical multimedia systems that provides information on chemistry. The existing research would be accompanied by a 3D simulation animation that featured quiz exercises for students to easily understand the material delivered. Application design method used was waterfall method. Waterfall method was applied within five stages process consisting of communication, planning, modeling, construction and deployment. The result of this research was the application of chemical teaching devices using WebGL-based multimedia system created using HTML5, which featured 3D animation. The study showed this application could help students in learning activities, especially on chemistry subjects.Keywords: Multimedia, waterfall, chemistry, WebGL, HTML5
Student Satisfaction Analysis of Academic Services in Institusi xzy Nisafani, Amna Shifia; Vinarti, Retno Aulia; Anggraeni, Wiwik
Teknik dan Ilmu Komputer vol. 05 no. 18 April - Juni 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik menjadi salah satu hal yang dapat mempengaruhi prestasi mahasiswa utamanya di bidang akademik. Hal ini menjadi krusial untuk bisa mempertahankan kepuasan mahasiswa terhadap layanan tersebut. Layanan yang dimaksud diantaranya adalah layanan yang diberikan oleh Dosen Pengampu, Dosen Wali dan Staf Tata Usaha. Untuk itu, perlu dilakukan analisis kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik di Institusi Pendidikan XYZ. Dari hasil analisis tersebut, diharapkan dapat digunakan untuk menentukan strategi dalam menjaga kepuasan mahasiswa. Adapun metode yang digunakan dalam analisis tersebut adalah menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan empat dimensi pengukuran, yaitu punctuality, availability, appearance, dan hospitality. Hasil dari analisis ini menunjunjukkan bahwa appearance menjadi dimensi dengan nilai kepuasan tertinggi untuk semua objek layanan, dan availability menjadi dimensi dengan nilai kepuasan terendah untuk semua objek layanan. Lebih lanjut, nilai kepuasan terendah untuk objek layanan TU masih memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai kepuasan terendah objek layanan yang lain. Hal yang menarik adalah rendahnya nilai kepuasan tersebut disebabkaan karena banyaknya mahasiswa yang memberikan respon netral untuk instrumen penilaian tersebut. Secara keseluruhan, mahasiswa cukup puas dengan kinerja layanan akademik dengan rata-rata kepuasan di atas 60%. Kata Kunci: analisis kepuasan; analisis deskriptif; layanan akademik; kualitas layanan, dimensi kualitas.  Abstract Students satisfaction of academic services is one aspect affecting student achievement especially in the academic field. It is crucial to be able to maintain student satisfaction towards the service. The services in question include services provided by the lecturers, academic advisors and administration staff. To that end, it is necessary to do an analysis of student satisfaction with the academic services of the Educational Institution XYZ. The analysis was expected to be used for determininf the strategy for maintaining student satisfaction. The method used in the analysis was descriptive analysis using four-dimensional measurements like punctuality, availability, appearance, and hospitality. The results of this analysis showed that appearance became a dimension with the highest satisfaction scores for all objects of service, and availability a dimension with the lowest satisfaction score for all service objects. Furthermore, the lowest satisfaction scores for the administration service still had a higher value than the lowest satisfaction score of other services. An interesting finding was that the satisfaction value was low because many students gave neutral responses to the assessment instruments. Overall, students were quite satisfied with the performance of the academic services with an average satisfaction above 60%.Keywords: analysis of satisfaction; Descriptive analysis; academic services; quality of service, quality dimension 
Indentification of B2c Model Usability Factor Website With Heuristic Evaluation Method Windarto, Yudhi
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 14 April - Juni 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Website e-commerce merupakan garis depan dalam suatu sistem bisnis online. Permasalahan yang sering muncul dan kadang tidak disadari adalah mengenai kualitas usability (tingkat kebergunaan) website yang dimiliki. Website e-commerce yang rendah tingkat usability-nya membuat pengguna meninggalkanya. Pengukuran tingkat usability website merupakan hal yang umum dilakukan, sehingga dapat diketahui tingkat usability website dan dapat melakukan perbaikan. Salah satu tahapan yang penting dalam pengukuran usability adalah penentuan usability factor. Untuk kategori website yang berbeda, usability factor-nya bisa berbeda juga. Disinilah pentingnya tahapan identifikasi usability factor yang akan digunakan. Dalam penelitian ini akan diidentifikasi usability factor untuk jenis website e-commerce model B2C (bisnis to consumer), sehingga nantinya bisa digunakan sebagai parameter untuk mengukur tingkat usability website. Metode heuristic evaluation digunakan untuk mengobservasi beberapa website e-commerce (B2C) yang banyak dikenal di Indonesia dan menduduki peringkat atas dalam rangking alexa. Dari hasil penelitian dapat diidentifikasi empat kategori usability factor dengan 28 usability kriteria untuk website e-commerce B2C. Kategori usability factor tersebut meliputi accessibility dan personalisasi, content dan fitur, navigasi dan search, Identity, privacy dan security. Kata Kunci: usability, usability factor, e-commerce, B2C,  heuristic evaluation  Abstract E-commerce website is the frontline of an online business system. The problem often found is that sometime we do not realize about the usability quality of our website. Low usability level of a website makes user bored dan leaves the website. One of important steps in measuring website usability is by determining usability factors. Different website categories may have different usability factors. The identification of usability factors is therefore important. In this study, the usability factors of e-commerce model are identified. There are different types of e-commerce model: B2C (Business to customer), B2B (Business to Business) and C2C (Customer to Customer), each of which has different  characteristics. In this case, the identification of usability factors that fit to each characteristic of e-commerce models is important.  This study aims to identify the usability factor of B2C e-commerce model. Heuristic evaluation method is used to observe top 5 B2C e-commerce model in Indonesia (alexa rank version). The study results on the identification of 4 usability categories  having 28 usability criteria for B2C model e-commerce. The usability categories are accessability and personalization, content and feature, navigation, search and identity, privacy and security. Keywords: usability, usability factor, e-commerce, B2C,  heuristic evaluation
Analisis Pengaruh Kualitas Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus di NN Laundy, Jakarta Selatan) Pratama, Bagaskara; Tannady, Hendy; Jodiawan, Panca
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 06 No. 24 Oktober - Desember 2017
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri jasa yang semakin pesat di Indonesia mendorong munculnya persaingan bisnis. Usaha laundry merupakan salah satu industri penyedia jasa yang kini diminati banyak orang. Hal tersebut mendorong munculnya persaingan di industri laundry. Usaha laundry ini mengutamakan kepuasan konsumen sebagai tujuan utama dari perusahaan. Penelitian bertempat di NN laundry, Jakarta Selatan yang bertujuan untuk melihat tingkat kepuasan dan menganalisis faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen berdasarkan dimensi service quality. Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 konsumen NN laundry. Pengolahan data menggunakan regresi linier berganda, uji T dan uji F. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor tangibles, reliability, dan responsiveness berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen. Faktor assurance dan empathy tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen. Usulan perbaikan diberikan untuk meningkatkan salah satu indikator pada dimensi reliability karena memiliki indeks kepuasan konsumen terendah diantara indikator-indikator lainnya pada dimensi yang signifikan secara pengujian statistik. Usulan yang diberikan adalah melakukan penjadwalan terstruktur agar dapat meminimasi keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Kata Kunci: service quality, dimensi servqual, kepuasan pelanggan