cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
IMPLEMENTASI PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SAINS FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIP DI SEKOLAH DASAR Suyana, Iyon; Ramalis, Taufik Ramlan
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 2 (2005): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v6i2.348

Abstract

Guru-guru IPA SD di Kecamatan Menes belum pernah melaksanakan PBK atau penilaian berbasis kelas dalam pembelajaran karena merasa kesulitan dalam melaksanakannya, belum mengetahui manfaatnya dan menghawatirkan akan menurunkan prestasi ranah kognitif siswa. Melalui pembelajaran Kooperatip Numbered Head Together (NHT) dicobakan pembelajaran dengan melakukan asesmen kinerja di Kelas VI 4 pada SD di Kecamatan Menes dengan topik Listrik untuk mendapatkan bagaimana prestasi siswa setelah pembelajaran dan respon guru terhadap pelaksanaan asesmen kinerja dalam suatu pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan asesmen kinerja mampu mengungkapkan kinerja siswa untuk aspek-aspek; Pengetahuan dasar nama dan fungsi komponen, ketrampilan dasar rangkaian, ketrampilan merangkai alat, kemampuan melakukan percobaan, kemampuan mendiagnosis dan menganalisis rangkaian, ketrampilan sosial dan kemampuan mengaplikasikan konsep dan ketrampilan percobaan dalam situasi baru. Disamping itu pelaksanaan PBK dalam pembelajaran tidak menurunkan prestasi ranah kognitif siswa. Respon guru positip terhadap pelaksanaan PBK.Kata Kunci : Penilaian berbasis kelas, asesmen kinerja, prestasi belajar
USAHA GURU FISIKA DALAM MENGEMBANGKAN PROFESIONALNYA (Studi Kasus di Kota Makassar) Djajadi, Muhammad; Sumintono, Bambang; Mislan, Nora
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.250

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi usaha guru fisika untuk belajar serta konten yang harus dipelajari pada suatu program pengembangan profesional. Penelitian dilakukan kepada guru fisika di 17 SMPN yang ada di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan instrumen pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terbuka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara metode kuantitatif sederhana digunakan dengan kuesioner dimana 36 guru fisika berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kompetensi pengetahuannya, guru fisika melakukannya dengan berbagai cara: belajar mandiri, bertukar pikiran dengan sesama guru, belajar melalui internet, mengikuti program pelatihan dan kursus-kursus, dan melanjutkan pendidikan. Selanjutnya didapatkan pula bahwa sebagian besar guru fisika (78%) menginginkan ICT sebagai konten yang harus dipelajari dalam mengembangkan profesionalnya. Meskipun banyak juga guru yang memilih konten materi pengajaran, konten kurikulum dan pengajaran, dan konten pengetahuan pedagogi sebagai alternatif kedua.  Kata kunci: pengembangan profesional guru, guru fisika
FPM PADA KELUARGA EKSPONENSIAL BENTUK KONONIK Puspita, Mrs Entit
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 1 (2002): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v3i1.380

Abstract

We can determine the distribution of the random variable by considering its moment generating function (MGF). Unfortunately there are some distribution which have no MGF. This kind of the problem cann’t occur on an exponential family, because the comunic form of the family always can be determined its MGF.Kata kunci : Bentuk kanonik, keluarga eksponensial, fungsi pembangkitan momen.
PLANNING A LESSON TO CREATE AN EXCELLENT MATHEMATICS TEACHING Sapa’at, Mr Asep
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 15, No 2 (2010): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i2.282

Abstract

The pursuit of mathematics teaching excellence is about constantly reflecting on one’s teaching practices and actively seeking improvements in teaching for the purpose of ensuring that students are learning.The three main things of mathematics teaching excellence is about being effective in teaching design and delivery, student learn best through active construction of knowledge, and teaching can only be valued when the process and outcome are made transparent.An effective instruction is indicated by designing lesson plan well. The lesson plans should be suitable to the students’ characteristics and needs. Using qualitative methods with descriptive case study as its framework, three teachers’ lesson plans of mathematics teachers at SMART Ekselensia Indonesia were analyzed using theories that were adapted from National Council of Teachers of Mathematics Professional Standards (1991). The data were gained from documentation and interview. The three teachers’ lesson plans under study showed that the aspects taken into their lesson plan might contradict what were expected. It is indication that the teachers need improvement of how to formulate lesson plans properly.Keywords: mathematics teaching, lesson plan
VARASI DAN SPECIES TUMBUHAN DI WILAYAH KONSERVASI (WILDLIFE CONSERVATION ) DAN UPAYA PELESTARIANNYA DI UNIVERSITAS LA TROBE, BUNDOORA DAN BENDIGO, MELBOURNE, AUSTRALIA Munandar, Achmad
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2008): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v12i1.314

Abstract

Penelitian deskriptif ini difokuskan pada tiga permasalahan hal yaitu pertama penelitian flora yang terdapat di kampus Universitas La Trobe dan di lingkungan SMU wilayah Bendigo, Melbourne Utara. Kedua jenis-jenis tumbuhan apa saja yang sudah dikembangkan/diteliti universitas tersebut untuk kepentingan industri dan bisnis. Ketiga mengobservasi upaya-upaya mereka dalam melestarikan flora asli Australia melalui pendidikan. Landasan teoritik yang berkaitan dengan masalah ini adalah hubungan antara klimatologi dengan flora yang terdapat di daerah sub tropis. Faktor-faktor klimatologi ini adalah: Suhu, kelembaban, cahaya dsb., yang berbeda dengan daerah tropis, demikian halnya dengan floranya. Hasil pengamatan (observasi) di universitas ini menunjukkan bahwa implementasi oendidikan untuk memanfaatkan flora untuk industri dan oengelolaan lingkungan: oelestarian flora, fauna, konservasi air dan tanah sudah diwujudkan baik dalam teori maupun praktek. Metode penelitian dilakukan dengan metode dan pendekatan: tanya jawab, diskusi dan mengamati langsung flora yang terdapat di lingkungan universitas dan sekolah, serta pemanfaatannya. Kesimpulan: pertama, flora di daerah ini menunjukkan variasinya sedikit, namun jumlahnya besar (a.l. Eycalyptus sp.). Pemanfaatan flora yang terdapat di lingkungan kampus untuk keperluan industri dan farmasi, dilakukan melalui Riset dan Pengembangan (Research and Development) secara teratur dan terus menerus. Hal yang sama pada pelestarian flora dengan malalui implementasi pendidikan. Rekomendasi: Variasi flora di suatu wilayah local, regional, nasional dan internasional seyogyanya dipelajari dengan baik dan dicari guna manfaatnya dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk serta berupaya melestarikannya untuk generasi yang akan dating, yang dilakukan melalui pendidikan di sekolah dan universitas.
PENERAPAN PENDEKATAN OPEN-ENDED TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMP MELALUI LESSON STUDY BERBASIS MGMP JALANCAGAK M.Pd., Nurjanah; M.Si., Fitriani; S.Pd, Nani
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 1 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i1.206

Abstract

Penelitian ini merupakan studi eksperimen untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa dengan pendekatan Open-ended melalui kegiatan Lesson Study. Penelitian ini melibatkan guru-guru MGMP Bandung Barat dengan Gugus MGMP Jalancagak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) melakukan pembelajaran melalui pendekatan Open-ended bukan merupakan hal yang mudah baik bagi guru maupun bagi siswa. Oleh karena itu, agar pelaksanaan pembelajaran menggunakan Open-ended berhasil dengan baik, perlu pendampingan dan pengkajian bersama, sehingga setiap guru bisa menerapkannya sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi yang dimiliki setiap sekolah. Untuk menyebarluaskan suatu perubahan atau inovasi dalam pembelajaran, tidak cukup hanya dengan menyampaikan prosedur untuk melakukan pembaharuan itu saja, namun perlu pemahaman dan wawasan guru yang memadai, keyakinan (belief) guru tentang perubahan itu, dan kemampuan guru untuk melakukan perubahan ke arah yang lebi baik, 2) terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa setelah mendapatkan pendekatan Open-ended. Berdasarkan hasil perhitungan, rata-rata skor gain ternormalisasi kelas eksperimen adalah 0,49 hal ini menunjukkan bahwa gain kelas eksperimen tergolong dalam kategori sedang, 3) kemampuan komunikasi matematik siswa yang diberikan pendekatan Open-ended lebih baik daripada siswa yang diberikan pembelajaran konvensional, dan (4) sikap siswa yang menggunakan pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-ended positif. Kata kunci: komunikasi matematik, lesson study, pendekatan open-ended
DASAR-DASAR FILOSOFIS PENDIDIKAN SAINS Dahar, Ratna Wilis
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (1993): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v1i1.488

Abstract

Tulisan ini membahqs masalah observasi dan konsep siswa aktif. Observasi dipengaruhi oleh pengakaman, pengetahuan, dan harapan si pengamata; karena itu kemampuan observasi ini tidak mudah dilatihkan. Belajar aktif perlu dikembangkan pada siswa pendidikan dasar dan menengah dengan bantuan guru. Belajar aktif perlu dikembangkan memberikan siswa kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan keterampilan proses. Dipertahanyakan peranan lKlP dalam membantu guru agar memahami dan menjadi terbiasa dengan belajar aktif secara mental.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA MATERI KIMIA SISWA SMA Siswaningsih, Wiwi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.487

Abstract

Penelitian ini dikembangkan untuk menghasilkan instrumen diagnostik two tier yang dapatmendeteksi miskonsepsi siswa pada materi stoikiometri, hidrokarbon, dan laju reaksi. Metodedeskriptif digunakan untuk mengembangkan instrumen pada materi stoikiometri dan laju reaksisedangkan metode R&D digunakan untuk mengembangkan instrumen pada materi hidrokarbon.Kualitas instrumen diagnostik two-tier diuji dengan validitas dan reliabilitas. Uji validitas instrumenmenunjukkan bahwa jumlah butir soal yang dinilai valid, yaitu 15 butir soal pada materi stoikiometri,18 dari 39 butir soal pada materi hidrokarbon, dan 21 dari 56 butir soal pada materi laju reaksi.Instrumen tersebut kemudian diujikan kepada siswa SMA kelas X dan XI. Hasil tes tersebut dianalisisdan diinterpretasikan, sehingga miskonsepsi dapat teridentifikasi. Temuan dari penelitian inimenunjukkan bahwa miskonsepsi siswa pada materi stoikiometri meliputi hukum-hukum dasar kimiadan konsep mol. Miskonsepsi siswa pada materi hidrokarbon meliputi kekhasan atom karbon, ikatanatom dalam rantai karbon, dan rantai tertutup. Sementara itu, miskonsepsi siswa pada materi lajureaksi meliputi pengertian laju reaksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI MODEL ALBERTA Badjeber, Rafiq; Fatimah, Siti
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.557

Abstract

This research was conducted based on the fact that there was a lack in student’s mathematical connection ability. The aim of this research was to examine the enhancement of student’s mathematical connection ability by Alberta model inquiry learning. This research used nonequivalent control group design. Population of this research was all eighth-grade students at one of the junior high schools in Palu, and the samples were two classes selected by using purposive sampling technique, in which they were used as an experimental class and control class. The experimental class was treated by Alberta Model inquiry learning and control class by conventional learning. Instruments used in this research were mathematics connection ability test and observation sheet. Results showed that student’s mathematical connection ability enhancement in students received Alberta model inquiry learning was better than students who received conventional learning.Keywords: Inquiry Learning of Alberta Model, Mathematical Connection AbilityABSTRAKPenelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa terdapat permasalahan masih rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran inkuiri model Alberta. Penelitian menggunakan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP di Kota Palu dan sebagai sampel dipilih siswa dari dua kelas dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen  diberi pembelajaran inkuiri model Alberta dan kelas kontrol pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan koneksi matematis dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran inkuiri model Alberta lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.Kata kunci: Pembelajaran Inkuiri Model Alberta, Kemampuan Koneksi Matematis
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MODIFIED STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (MSTAD) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN STRUKTUR ALJABAR Sari, Kartika; Suciptawati, Ni Luh Putu
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.573

Abstract

The application of Students Team Achievement Division (STAD) model in learning algebra structure indicated that the model is slow on detecting an error in understanding the material and it also need more time to completely delivered all of the course’s material. Therefore, in this study STAD was modified into Modified Students Teams Achievement Division (MSTAD). MSTAD development was carried out through three stages: developing new ideas based on previous research, developing results, and conducting trials. Trials  were performed  on  students taking  Algebra Structure 1  course in  2013/2014  and  2014/2015 academic year in one of the universities in Bali. Results showed that error in understanding the material was detected early, and every material was delivered on time. Statistical analysis also showed that class where MSTAD was applied achieve significantly better learning outcomes compared to STAD class and conventional class for 2013/2014 academic year (t= -9,339 < t0,05(41) = -2,702) as well as 2014/2015 academic year (Z0,5(1-0,01)=0,4950 = 2,57). ABSTRAKPenerapan   model   Student Team Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran Struktur Aljabar menunjukkan bahwa kesalahan dalam memahami materi lambat terdeteksi dan perlu tambahan waktu untuk menyelesaikan semua materi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dikembangkan modifikasi model STAD yaitu model pembelajaran Modified Student Teams Achievement Division (MSTAD).Pengembangan dilakukan melalui tiga tahap yaitu mengembangkan ide baru berdasarkan penelitian sebelumnya, mengem- bangkan hasil, dan melaksanakan uji coba. Uji coba dilakukan pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Struktur Aljabar 1 pada Tahun Ajaran 2013/2014 dan 2014/2015 di Jurusan Matematika salah satu Universitas di Bali. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa kesalahan dalam memahami materi dapat terdeteksi lebih awal dan materi juga dapat diselesaikan tepat waktu. Hasil analisis statistik juga menunjukkan bahwa kelas yang pembelajarannya menerapkan model MSTAD memiliki nilai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan  kelas yang pembelajarannya menerapkan model STAD maupun metode konvensional baik untuk Tahun Ajaran 2013/2014 (t= -9,339 < t0,05(41) = -2,702) maupun untuk Tahun Ajaran 204/2015 (Z0,5(1-0,01)=0,4950 = 2,57).ErataÂ