cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN WEBSITE INTERAKTIF PADA KONSEP FLUIDA STATIS UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI Kurniawan, Dede Trie
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 2 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa untuk pokok bahasan fluida statis melalui model pembelajaran berbasis masalah berbantuan website. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan  control group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 72 siswa Kelas XI di salah satu Sekolah Menengah Atas di Cirebon pada Tahun Ajaran 2011/2012. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data penguasaan konsep, keterampilan proses sains dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran. Data N-gain penguasaan konsep dan keterampilan proses sains setelah dilakukan pembelajaran berbasis masalah berbantuan website diolah dengan menggunakan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa N-gain penguasaan konsep adalah 0,379 dan N-gain nilai keterampilan proses sains siswa adalah 0,376 dimana kedua nilai N-gain ini termasuk dalam kategori sedang. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains yang signifikan (p= 0,029 untuk penguasaan konsep dan p= 0,000 untuk keterampilan proses sains) antar dua kelompok siswa, dimana hasil ini menunjukkan  bahwa pembelajaran berbasis masalah pada pokok bahasan fluida statis berbantuan website dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains. Disamping itu pada umumnya, siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran.Kata kunci : penguasaan konsep, keterampilan proses sains, website interaktif, model pembelajaran berbasis masalah
Pengaiaran MIPA di sekolah Dasar dan Menengah Menyong$onE Kemaiuan IPTEK di Masa Depan: $ebuah Sumbangan Pemikiran Djojonegoro, Mr Wardiman
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (1993): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v1i1.398

Abstract

Pendidikan MIPA perlu mendapat penekanan dalam pelaksanaan pendidikan dasar danmenengah di masa depan. Orientasipendidikan MlPAdalam era industrialisasidan globalisasiseyogyanya pada diarahkan pembekalan anak didik dengan pengetahuan dan ketrampilandasar yang diperlukan untuk menguasai teknnologi serta pengembangan kemampuan berfikirlogis, kritis, inovatif, dan berinisiatif, sebagaitolok ukur kualitas sumber daya manusia dalamera itu. Pendidikan MIPA perlu turut serta pula dalam sosialisasi kebiasaan kompetitif danmengutamakan kualitas melalui penciptaan suasana pendidikan yang menghargai keunggulandan kontrol kualitas hasil pendidikan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK Usdiyana, Dian; Purniati, Tia; Yulianti, Kartika; Harningsih, Eha
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 13, No 1 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v13i1.300

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMPN 12 Bandung dengan mengambil dua kelas yaitu satu kelas eksperimen dan satu lagi sebagai kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif perbedaan peningkatan kemampuan berpikir logis dan perbedaan sikap siswa terhadap matematika antara siswa yang pembelajarannya menggunakan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan Pembelajaran Matematika Biasa (PMB) ditinjau secara keseluruhan siswa maupun berdasarkan kelompok kemampuan matematika siswa. Selain itu juga dikaji kinerja dan pola jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada masing-masing pendekatan pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa Tes Kemampuan Berpikir Logis, angket, pedoman wawancara, dan lembar observer. Berdasarkan analisa terhadap jawaban siswa, siswa dalam kelompok sedang dan tingggi baik untuk kelas eksperimen maupun untuk kelas kontrol  kemampuan berpikir logisnya sudah cukup memadai hanya perlu ditingkatkan lagi. Pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik pada kelas eksperimen untuk kelompok  rendah cukup membantu siswa  untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis. Secara keseluruhan peningkatan kemampuan berpikir logis siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibanding dengan siswa di kelas kontrol. Pada umumnya siswa merasa senang, tertarik, dan mudah mengerti belajar matematika dengan pendekatan realistik, terutama  siswa kelompok sedang dan rendah.Kata kunci : Pembelajaran Matematika Realistik, Pembelajaran Matematika Biasa, Berpikir Logis
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GENERIK FISIKA PADA MAHASISWA CALON GURU MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA DASAR YANG TERINTEGRASI DAN BERBASIS INKUIRI Kaniawati, Ida
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 2 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i2.332

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah hasil penelitian quasi experiment terhadap mahasiswa calon guru fisika yang sedang mengikuti perkuliahan Fisika Dasar I. Model pembelajaran yang diterapkan adalah berbasis inkuiri yang dilaksanakan secara terintegrasi antara kuliah dan praktikum. Tujuan dari penerapan model pembelajaran tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan generik fisika pada mahasiswa calon guru. Kemampuan Generik fisika yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran yang diterapkan adalah kemampuan membangun konsep, kemampuan pengamatan langsung, kemampuan penggunaan bahasa simbolis dan kemampuan inferesi logika. Berdasarkan analisis gain ternormalisasi (0,75), pembelajaran yang diterapkan dapat secara efektif meningkatkan Kemampuan Generik Fisika yang dikembangkan.Respon mahasiswa terhadap pembelajaran yang diterapkan menunjukkan respon positif dalam hal proses pembelajaran bagi calon guru bahan ajar yang digunakan dan dapat meningkatkan motivasi belajar fisika. Hasil obervasi menunjukkan bahwa melalui pembelajaran yang diterapkan baik dalam aspek kesiapan dan partisipasi mahasiswa, respon dalam menyelesaikan tugas dan kegairahan mengikuti perkuliahan menunjukkan pada katagori baik. Sedangkan faktor waktu masih belum menunjukkan efisiensi yang baik. Hal ini merupakan kendala yang dihadapi sehingga perlu dipikirkan bagaimana strategi yang harus dilakukan untuk mengefisiensikan waktu tetapi tujuan pembelajaran tetap tercapai.Kata kunci: Kemampuan Generik Fisika, Model Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Perkuliahan Terintegrasi, Pembelajaran bagi Calon Guru.
PEMBEKALAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MASALAH Liliawati, Mrs Winny
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 16, No 2 (2011): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v16i2.227

Abstract

Pembelajaran Fisika saat ini masih didominasi oleh pembelajaran yang bersifat teacher-oriented dan siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir. Salah satunya adalah keterampilan berpikir kreatif yang perlu dikembangkan sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk membekalkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA melalui penerapan pembelajaran fisika berbasis masalah. Indikator keberhasilan program pembekalan melalui hasil efektivitas penerapan pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada pada pokok bahasan Usaha dan Energi dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan control group pretest-posttest design menggunakan teknik rotasi. Sebagai alat pengumpul data yaitu tes keterampilan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan yang ditunjukkan dengan gain yang dinormalisasi pada kelas yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah lebih besar dari kelas yang mendapatkan pembelajaran tradisional pada tiap aspeknya yaitu fluency, flexibility, originality dan elaboration. Maka dapat disimpulkan melalui penerapan pembelajaran fisika berbasis masalah efektif dalam membekalkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA.Kata kunci: keterampilan berpikir kreatif, pembelajaran fisika berbasis masalah
UPAYA PENINGKATAN KOMUNIKASI VISUAL DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE (Penelitian ini dalam rangka Implementasi Program Kemitraan Jurusan Pendidikan Fisika FP Kunaedi, Jajang; Wiwin, Ms; Siahan, Parsaoran; Suyana, Iyon
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i1.357

Abstract

Kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan konsep-konsep fisika terutama secara visual dirasakan sangat kurang. Hal tersebut berdasarkan hasil observasi awal di kelas VIII – C SMP Laboratorium Percontohan UPI semester 1 tahun pelajaran 2006/2007, yang hanya 17,6 % siswa aktif mengungkapkan ide-idenya baik melalui lisan, tulisan maupun gambar, 88,2 % siswa menyatakan kesulitan memahami konsep-konsep fisika terlebih lagi kalau sudah menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan persamaan matematis, dan rata-rata nilai ulangan siswa (UTS) hanya mencapai 34,10 %. Kesulitan lain yang dirasakan guru adalah ketika mengkondisikan siswa aktif dalam proses pembelajaran. Mengatasi kenyataan tersebut dilakukan penelitian kolaboratif melalui kemitraan dengan jurusan pendidikan fisika dalam kegiatan Lesson Study pada metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model pembelajaran kooperatif, yang di khususkan dalam meningkatkan kemampuan siswa melalui komunikasi visual. Hasil yang diperoleh ternyata terjadi peningkatan rata-rata komunikasi visual siswa tiap siklus sebesar 46,22 %, dan peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa tiap siklus sebesar 49,50 %. Adapun  komunikasi visual yang paling banyak dilakukan siswa setiap siklusnya yaitu pada aspek menyajikan gambar dengan indikator menyatakan data hasil penginderaan ke dalam bentuk gambar sebesar 46,67 % untuk siklus satu, 62,22 % untuk siklus dua, dan 71,11 % untuk siklus tiga. Sedangkan komunikasi visual yang paling sedikit dilakukan siswa yaitu pada aspek menstranfer gambar dengan indikator mampu menyatakan konsep dalam bentuk gambar sebesar 13,33 % untuk siklus satu, 26,67 % untuk siklus dua, dan 48,89 % untuk siklus tiga. Kata Kunci: Komunikasi Visual, Lesson Study, Model Pembelajaran Kooperatif
KONSEPSI ALTERNATIF MAHASISWA CALON GURU FISIKA TENTANG GAYA-GAYA YANG BEKERJA PADA BALOK Linuwih, Suharto
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 1 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i1.259

Abstract

Telah dilakukan penelitian kualitatif keberadaan konsepsi alternatif pada mahasiswa pendidikan fisika tentang gaya-gaya yang bekerja pada balok. Sejumlah besar mahasiswa pendidikan fisika disodori dua soal, satu soal tentang konteks gaya-gaya yang bekerja pada balok yang terletak di atas lantai kasar, dan satu soal tentang gaya-gaya pada balok yang didorong namun balok tetap diam. Hasil analisis jawaban tes tertulis mengindikasikan adanya kosepsi alternatif mahasiswa pendidikan fisika, sehingga perlu dilakukan wawancara lebih lanjut terhadap 48 mahasiswa. Penentuan responden yang diwawancarai didasarkan atas sampel yang mempunyai informasi data konsepsi paralel paling banyak (opportunistic sampling). Berdasarkan hasil analisis kualitatif terhadap jawaban siswa saat tes tertulis maupun tes wawancara didapatkan kesimpulan: (1) ada konsepsi alternatif yang terjadi pada mahasiswa dengan berbagai tingkat semester dengan kualitas berpikir yang semakin baik pada semester lebih tinggi, namun ada juga konsepsi paralel yang terjadi pada semua tingkat semester dengan ciri yang sama,(2) beberapa latar belakang penyebab konsepsi alternatif ialah faktor intuisi, fragmentasi, pembelajaran, apresiasi konseptual dan faktor kerangka teori spesifikKata kunci: konsepsi, konsepsi alternatif, dinamika gaya
EFEKTIVITAS PERTANYAAN PENGARAH TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN RETENSI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Rahman, Taufik; Rochintaniawati, Diana
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i2.389

Abstract

Questioning plays an important role in teaching learning process. The effect of prompting question and non-prompting question in biology teaching learning process on increasing student’s understanding and student’s retention was evaluated in this study.  The method used in the study was experimental involving students in control group who used student experiment and non-experiment worksheet without prompting question and students in experimental group who used student experiment and non-experiment worksheet with prompting question. The study was carried out in 4 concepts, i.e. the environment sustainability, water pollution, environment study, as well as sight organ in Invertebrate. To evaluate the different effect of student worksheet with prompting question and student worksheet without prompting question on increasing student’s understanding and retention posttest 1 and post-test 2 was given to the two groups in time interval of 2,3 and 4 weeks. From the result of the two tests the retention was measured. The study revealed that in the concept of Environment sustainability, environmental study and water pollution the use of student worksheet with prompting question as well as without prompting question was effectively increased student’s understanding to the concept, and the increasing of student’s understanding to the concept between control and experiment group was equally the same. Meanwhile in the concept of the organ sight in invertebrate the use of experiment student worksheet with prompting question more effectively increased student’s understanding to the concept than the use of experiment student worksheet without prompting question. Student in the experiment group performed better retention on the concept than student in control group.
PENGAJARAN SAINS DENGAN PRAKTIKUM LABORATORIUM: PERSPEKTIF DARI GURU-GURU SAINS SMPN DI KOTA CIMAHI Sumintono, Mr Bambang; Ibrahim, Mohd Ali; Phang, Fatin Aliah
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 15, No 2 (2010): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i2.291

Abstract

Science laboratory activities are important part of science learning at school level. However there are still debate about how we put in the context of science learning and best approach to use them. Using mixed methods, this research investigates science teachers’ perspectives regarding science laboratory activities in Cimahi, West Java, Indonesia at public junior secondary school level. There were sixty two teachers participated giving their answer and write their comments in the questionnaire, then followed with informal discussion. Some findings revealed: teachers view that laboratory work is to make students finding science facts and principle, their difficulty to conduct the activity which related to support needed, they require specific training about laboratory’ skills and management and their identification of science teachers preparation and competency.Keywords: science education, laboratory work, science in junior secondary school
PROFIL KEMAMPUAN MENGAJAR CALON GURU FISIKA DALAM PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Kaniawati, Ida; Utari, Setiya; Suyana, Iyon
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v9i2.323

Abstract

Dalam artikel ini memuat hasil penelitian yang mengungkap profil kemampuan mengajar calon guru fisika dalam melaksanakan PPL. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah subjek penelitian 12 orang calon guru fisika di 6 sekolah tempat PPL. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan angket diperoleh  profil kemampuan calon guru fisika adalah sebagai berikut: kemampuan calon guru dalam mengajar masih berada pada katagori rendah, terutama kemampuan calon guru dalam melakukan apersepsi dan penggalian konsepsi awal, dan memotivasi siswa, kemampuan merancang percobaan, mengelola kelas, mengaktifkan siswa untuk bertanya dan mengemukakan gagasan,  mengelola  waktu,  mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, serta kemampuan  calon guru dalam menutup pembelajaran terutama dalam melakukan refleksi. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi adalah pengelolaan kelas dengan jumlah siswa (+ 45 orang), menerapkan model pembelajaran yang lebih bervariasi, mengembangkan penilaian proses dan mengembangkan media dengan alat dan bahan yang sederhana.Kata kunci:  Program Pengalaman Lapangan (PPL), Profil Kemampuan Mengajar, Calon Guru Fisika.