cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PROFIL TINGKAT PENGUASAAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Luzyawati, Lesy
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.568

Abstract

This study aimed to determine basic teaching skill level of pre service Biology teachers in one of private university in Indramayu in terms of their skills in opening, probing question, stimulating, conducting core activity and closing teaching activity. Subjects were 90 Biology Education Program. This study use ex post facto approach with quantitative descriptive research methods. Data were collected using teacher observation and peer assessment sheet. The instruments used were teaching assessment rubric and questionnaire data. The data obtained were processed and analyzed in the tendency table to determine criterias in describing pre service Biology teachers’ basic teaching skill mastery. Result showed that pre service biology teachers were sufficiently skillful in opening, probing question, conducting core activity, and closing teaching activity whereas in giving learning stimulus they were deemed skillful.  Keywords: basic skills teaching, biology teacher candidates, biology learningABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Biologi di salah satu universitas swasta di Indramayu dilihat dari segi keterampilan membuka pelajaran, keterampilan bertanya, keterampilan memberikan variasi stimulus pembelajaran, keterampilan melaksana-kan kegiatan inti pembelajaran dan keterampilan menutup pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah 90 mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post facto dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi oleh dosen dan teman sejawat (peer assessment). Instrumen yang digunakan ialah rubrik penilaian mengajar serta angket. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis ke dalam tabel kecenderungan dengan kriteria yang telah ditentukan untuk menggambarkan Tingkat Penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa calon guru Biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membuka pelajaran, keterampilan bertanya, keterampilan melaksanakan kegiatan inti pembelajaran, dan keterampilan menutup pembelajaran adalah cukup terampil, sedangkan keterampilan memberikan variasi stimulus pembelajaran dikategori-kan sebagai terampil.Kata kunci: calon guru biologi, keterampilan dasar mengajar, pengajaran biologi
STUDENT’S PERCEPTION ABOUT ASSESSMENT RELATED WITH IMPLEMENTATION OF 2013 CURRICULUM Octavianda, Regina P.; Rustaman, Nuryani Y.; Sriyati, Siti
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.584

Abstract

The main focus of assessment is student, and how assessments are used will contribute to students’ perception. Students’ perception of assessment can be influenced by various types assessment, and Curriculum 2013 facilitate a variety of assessment for learning. Research about perception that involves 36 boys and 46 girls was conducted for identify students’ perception of assessment and the reconciliation with the demands of curriculum assessment in 2013. Data collected through the use of a questionnaire that was developed from perception indicators, i.e. reproducing knowledge, rehearsing, accountability, improving learning, problem solving, and  critical judgement. This study placed improving learning perception in the first position and the rehearsing perception at the sixth position.About 85% of students consider that assessment can develop their knowledge, but only 52% of students consider that the assessment made them practice before the exam. Even though 2013 curriculum demands assessment which strongly supports six perceptions of students, in this study only few assessments criteria have been addressed. Research finding shows that only a few demands of the assessment has been completed. Therefore, high level of improving learning perception in this study is closely related to the reconciliation with the demands of Curriculum assessment in 2013 that involved types of assessments during the learning. ABSTRAKPengguna utama asesmen adalah siswa, dan penggunaan asesmen secara tidak langsung akan membentuk suatu persepsi. Persepsi siswa terhadap asesmen didukung oleh berbagai variasi asesmen, dan Kurikulum 2013 memfasilitasi penggunaan beragam asesmen dalam pembelajaran. Penelitian tentang persepsi ini melibatkan 36 siswa dan 46 siswi bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi siswa terhadap asesmen dan kaitannya dengan tuntutan penilaian pada Kurikulum 2013. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah dikembangkan dari indikator persepsi siswa yaitu reproducing knowledge, rehearsing, accountability, improving learning, dan critical judgment. Penelitian ini menempatkan improving learning pada posisi pertama dan rehearsing pada posisi terakhir. Sebanyak 85% siswa menyatakan bahwa asesmen dapat mengembangkan pengetahuan mereka, namun hanya 52% siswa yang sepakat bahwa asesmen membuatnya menjadi rajin berlatih sebelum menghadapi ujian. Walaupun tuntutan penilaian  Kurikulum 2013 memfasilitasi keenam persepsi siswa terhadap asesmen, namun alam penelitian ini hanya beberapa jenis asesmen saja yang terlaksana. Hasil temuan membuktikan bahwa hanya beberapa tuntutan asesmen yang dilakukan. Oleh karena itu, tingginya persepsi improving learning dalam penelitian ini sangat dekat kaitannya dengan tuntutan penilaian pada Kurikulum 2013 yang digunakan selama pembelajaran.
MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR DESKRIPTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK PADA MATERI IKATAN KIMIA Mulyasih, Suhaeti Sri
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.563

Abstract

The aim of this study was to get information about the effectiveness of using descriptive learning cycle instructional model to improve students’ understanding and critical thinking skills related to chemical bonding concept in one of vocational high schools (SMK) in Sumedang. Indicators for conceptual understanding consisted of six categories, while indicators of critical thinking skills were four indicators. The method used was quasi-experimental research design nonequivalent pretest-posttest control group design. Instrument used was essay test. T test results showed that based on the average value of n-gain, difference in overall students conceptual understanding in experimental class and control class was significant (p = 0.00 p <0.05), and critical thinking skills significantly  developed by descriptive learning model cycle was to identify conclusions (p = 0.004 p <0.05).Keywords: critical thinking skills, concepts of chemical bonding, descriptive learning model, understanding conceptsABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penggunaan model pembelajaran siklus belajar deskriptif dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa di salah satu SMK di Kabupaten Sumedang pada konsep ikatan kimia. Indikator pemahaman konsep yang diselidiki terdiri dari enam kategori, sedangkan indikator keterampilan berpikir kritis yang diselidiki berjumlah empat indikator. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent pretest-posttest control group design. Instrumen yang digunakan berupa soal tes berbentuk esai. Hasil uji t menunjukkan bahwa berdasarkan nilai rata-rata n-gain, perbedaan pemahaman konsep siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol secara keseluruhan berbeda signifikan (p= 0,00  p< 0,05), dan keterampilan berpikir kritis yang paling dapat dikembangkan secara signifikan melalui model pembelajaran siklus belajar deskriptif adalah mengidentifikasi kesimpulan (p= 0,004 p< 0,05).Kata kunci: model pembelajaran deskriptif, pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, konsep ikatan kimia
DAMPAK PEMBELAJARAN INKUIRI BERJENJANG DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS ARGUMENTATIF CALON GURU Probosari, Riezky Maya; Ramli, Murni; Sajidan, Mr.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.579

Abstract

The purpose of this study was to evaluate biology teacher candidates’s argumentative writing skill after they participated in hierarchy of inquiry learning.  The participants of this  action research are the 4th semester students of  Biology Teacher Education Program Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret University  who took the course of Plant Embryology.  Data were analyzed descriptively through interviews with experts, classroom observations, and student portfolios. The argumentative writing was measured using Toulmin’s Argument Pattern (TAP) with four kinds of argument elements, which include data, warrants, backings, and claims. The results showed that the argumentative writing skill was increased, in every aspect and levels of inquiry.  Biology teacher candidates who had well-experienced in the hierarchy of inquiry outperformed argumentative writing skill, thus it can be concluded that   Hierarchy of Inquiry Learning is suitable in fostering teacher candidates to do some inquiry activities, and positively impacted  argumentative writing skill. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kemampuan menulis argumentatif calon guru biologi meningkat  setelah mereka mendapatkan pembelajaran inkuiri berjenjang.  Partisipan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah mahasiswa semester 4 di Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang menempuh mata kuliah Embriologi Tumbuhan.  Data dianalisis secara deskriptif melalui wawancara, pengamatan kelas dan portofolio.  Kemampuan menulis  diukur menggunakan Toulmin’s Argument Pattern (TAP) yang meliputi empat komponen, yaitu data, warrants, backings, dan claims.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akhir siklus kedua terjadi peningkatan skor keterampilan berpikir argumentatif pada setiap aspeknya  di semua tingkatan jenjang inkuiri.  Calon guru biologi yang telah berpengalaman dalam inkuiri berjenjang menunjukkan kemampuan menulis argumentasi yang lebih baik sehingga disimpulkan bahwa  pembelajaran dengan inkuiri berjenjang sesuai diterapkan untuk mendukung berbagai aktivitas inkuiri  dan  meningkatkan kemampuan menulis argumentatif. Kata kunci: calon guru biologi, inkuiri berjenjang, tulisan argumentatif
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU FISIKA Handayani, Rif’ati Dina; Ryskiadi, Agung; Machrus, Ali; Acik, Rifan
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.558

Abstract

Lesson study is a development model for educators through sustainable and  collaborative learning. Lesson study was conducted in three phases, namely the plan, do, see phase, in which these phases were implemented in a structured, cyclical and continuous manner. In this study, the subject of lesson study implementation were four Physics pre- service conducted teaching practice in one of public junior high schools in Bondowoso. Results showed that lesson study implementation enhance these physics pre-service teachers teaching ability from poor to excellent.Keywords: Lesson Study, Pre-service Physics Teacher, Teaching AbilityABSTRAKLesson study merupakan suatu model pengembangan kemampuan mengajar melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan. Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu plan, do, see yang dilaksanakan secara terstruktur, bersiklus dan berkelanjutan. Dalam penelitian ini subjek dari pelaksanaan lesson study adalah empat orang  mahasiswa calon guru fisika yang sedang melaksanakan PPL di salah satu SMP Negeri di Bondowoso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lesson study dapat meningkatkan kemampuan mengajar mahasiswa calon guru fisika dari kriteria kurang baik menjadi kriteria sangat baik.Kata kunci: Calon guru fisika, Lesson Study, Kemampuan Mengajar
PENGARUH ACCELERATED LEARNING CYCLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Amelia, Sindi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.574

Abstract

Mathematical problem solving ability is an ability that is included in Indonesia national education goals, but its achievement is still relatively low. This quasi-experimental research examines the ability of solving mathematical problems through the application of Accelerated Learning Cycle. The subjects were seventh grade students in Riau Province, which were divided into an experimental group and a control group. The research instrument used was mathematical problem solving ability test, and the data were analyzed using Mann-Whitney test and two ways ANOVA. The results of this study indicate that there was a significant effect of Accelerated Learning Cycle on the overall students’ mathematical problem-solving skills (p =0.000, p <0.05) and in all categories of KAM.ABSTRAKKemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan yang termasuk kedalam tujuan pendidikan nasional, tetapi pencapaiannya masih tergolong rendah. Penelitian kuasi eksperimen ini mengkaji kemampuan pemecahan masalah matematis melalui penerapan Accelerated Learning Cycle. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Provinsi Riau, yang dibagi menjadi satu kelas eksperimen  dan  satu  kelas kontrol. Instrumen  penelitian  yang digunakan  adalah perangkat tes kemampuan pemecahan masalah matematis, dan data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney  dan  ANOVA dua  jalur.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  terdapat  pengaruh Accelerated Learning Cycle terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis untuk keseluruhan siswa (p = 0,000, p < 0,05) dan semua kategori KAM.
PENGEMBANGAN MODUL PENGETAHUAN LINGKUNGAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI Marlina, Reni; Hardigaluh, Basuki; Yokhebed, Mr.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.569

Abstract

Biology education students should not only have pedagogic competence but also personality, so that they are not only proficient in mastering learning material, but also has a scientific attitude. The purpose of this study was to measure the feasibility of environmental education module based on local potency in the form of case studies in developing biology education students’ environmental awareness. The module is validated by subject experts and media experts. Based on the criteria of validity, the average validation score were  2.62  from subject matter experts and 2.63 from media experts which were categorized as valid. The module then tested on six biology education students and environmental awareness questionnaire resulted in an average score of 74.28 which was categorized as good. Keywords: case study, environmental education module, environmental awareness, local potency, pre-service biology teacherABSTRAKMahasiswa pendidikan Biologi tidak hanya harus memiliki kompetensi pedagogik namun juga kompetensi kepribadian, sehingga tidak hanya cakap dalam penguasaan materi pembelajaran, namun juga memiliki sikap ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kelayakan modul pengetahuan lingkungan berbasis potensi lokal bermuatan studi kasus dalam membentuk sikap peduli lingkungan mahasiswa pendidikan Biologi. Modul tersebut divalidasi  oleh ahli materi dan ahli media. Berdasarkan kriteria kevalidan, maka rata-rata total validasi dari ahli materi dan ahli media diperoleh sebesar 2,62 dan 2,63 yang termasuk dalam kategori valid. Modul kemudian diujicobakan pada enam mahasiswa pendidikan Biologi dan hasil angket kepedulian lingkungan menghasilkan skor rata-rata 74,28 yang termasuk dalam kategori baik.Kata kunci: calon guru Biologi, kepedulian lingkungan, modul pengetahuan lingkungan, potensi lokal, studi kasus,
PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Wahyuni, Sri
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.585

Abstract

This research aims to develop practical guideline of natural science that can improve critical thinking skills in junior high school students. Indicators of students critical thinking skills include interpretation, analysis, evaluation and inference. This study was a Research and Development with Analysis method, Design, Development, Implementation and Evaluation (ADDIE). Validation associated with test format, content/material, and language was done by experts, while the implementation was given to 35 students in one of Junior High Schools in Jember. The instruments used are documentation, validation sheets, observation sheets, pretest and posttest. Written and lab test results showed an increase in students critical thinking skills. Based on indicators of critical thinking skills Ngain value was 0.5, in which it was categorized as moderate. Practical guideline of natural science developed was considered as decent and quite effective in improving students critical thinking skills.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan petunjuk praktikum IPA yang valid dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Indikator kemampuan berpikir kritis siswa mencakup interprestasi, analisis, evaluasi dan inferensi. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development dengan metode Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation (ADDIE). Validasi ahli dilakukan dengan uji expert terkait dengan format, isi/materi, dan bahasa, sedangkan uji coba produk diberikan kepada 35 siswa di salah satu SMP di Jember. Instrumen yang digunakan adalah dokumentasi, lembar validasi, lembar observasi, pretest dan posttest. Hasil tes maupun praktikum menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis diperoleh nilai rata-rata Ngain 0,5 dengan interpretasi sedang. Pengembangan petunjuk praktikum IPA yang dikembangkan dalam kategori layak sehingga cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR 5E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI UMUM DAN KEMAMPUAN APLIKASI SAINS MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI Kurniati, Tuti
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.564

Abstract

A shift in education and lectures paradigm leads to a constructivistic lectures, i.e. lectures that are more students-centered. Learning cycle is one of the lecturing models based on constructivist aspect which emphasizes that students themselves will create their knowledge. The purpose of this study was to know differences in students’ concept understanding and science application ability between students using learning cycle model and control class in general biology lecture. The method used in this study was quasi-experimental study with quantitative approach through paired sample t-test. Results showed that there were significant differences in concept understanding and science application ability between students using learning cycle model and control class. The average concept understanding and science application ability score for students using learning cycle model was higher than that of control class.Keywords: general biology, science application ability, learning cycle model, concept understandingABSTRAKPergeseran paradigma pendidikan dan perkuliahan menyebabkan perkuliahan mulai mengarah pada konstruktivistik, yaitu perkuliahan yang berpusat pada mahasiswa (student-centered). Siklus Belajar 5E (learning cycle) merupakan salah satu model perkuliahan yang berbasis konstuktivistik yaitu perkuliahan yang menekankan bahwa mahasiswa sendirilah yang akan membangun pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi sains mahasiswa antara kelas yang menggunakan Model Siklus Belajar 5E dibanding kelas kontrol pada perkuliahan Biologi Umum. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi sains yang signifikan antara kelompok yang menggunakan Model Siklus Belajar 5E dibanding kelas kontrol. Rata-rata skor postes pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi sains mahasiswa di kelas yang menggunakan Model Siklus Belajar 5E lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.Kata kunci: biologi umum, kemampuan aplikasi sains, Model Siklus Belajar 5E, pemahaman konsep
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS METAKOGNITIF UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMA Yasir, Mochammad; Ibrahim, Muslimin; Widodo, Wahono
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.580

Abstract

The aim of this research was to develop and implement biology learning materials based on metacognitive strategy. The learning material was developed by using 4-D model, including the Definition, Design, Develop phase, whereas the Disseminate phase was not conducted because this research is classified as the development research. This research was conducted in one of the senior high schools in East Java. Validating, observing, and giving questionnaire were implemented to collect various information during implementation of the learning materials. The findings from this research showed that the learning materials are valid, practical, and effective in empowering students both in terms of attention and learning outcomes. There were several obstacles occurred during the implementation of the learning materials, i.e. students were confused of new task and learning strategy and were not accostumed in correcting and acknowledged their own mistakes. Alternative solutions were given by providing guidance and information to students about learning using metacognitive strategy, so that students were expected to follow the learning with ease, as well as to train their reflective thinking skill and using an analogy which easier to understand.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran Biologi berbasis metakognitif. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D, meliputi tahap pendefinisian (Definition), perancangan (Design), dan pengembangan (Develop), sedangkan tahap penyebaran (Disseminate) tidak dilakukan karena penelitian ini tergolong penelitian pengembangan. Penelitian dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Jawa Timur. Observasi, angket, dan tes digunakan untuk mengumpulkan variasi informasi selama implementasi perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran ini valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan berpikir reflektif. Terdapat hambatan yang ditemui selama implementasi perangkat pembelajaran. Beberapa siswa bingung akan tugas dan strategi belajar baru, dan belum terbiasa mengoreksi dan mengakui kesalahan diri sendiri. Alternatif solusi yang diberikan dengan memberikan pengarahan dan informasi kepada siswa tentang pembelajaran menggunakan strategi metakognitif dengan harapan siswa lebih mudah dalam mengikuti pembelajaran, memberikan bimbingan untuk melatih keterampilan berpikir reflektif, dan membuat analogi yang mudah dipahami siswa.