cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNATIKA Vol 01 (2011)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Sistem Penunjang Keputusan Penentuan Penerimaan Beras Miskin Sahfitri, Vivi; Nasir, Muhammad; Kurniawan, Kurniawan
Prosiding SNATIKA Vol 3 (2015): Prosiding Snatika (Seminar Nasional Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Aplikasinya)
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang masih menjadi hambatan dalam pembangunan di Indonesia untuk mencapai tujuan bangsa yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia yang lepas dari belenggu kemiskinan. Untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah telah banyak menerapkan berbagai program yang bertujuan untuk mendukung tercapainya program pengentasan kemiskinan. Salah satunya adalah program Beras miskin yang merupakan bagian dari program perlindungan sosial yang bertujuan untuk membantu mencukupi pangan keluarga atau rumah tangga miskin.selama ini mekanisme proses pembagian bantuan pberas miskin masih dianggap belum maksimal, hal ini disebabkan penerima bantuan beras miskin tersebut belum mencapai sasaran yaitu pada keluarga miskin atau Rumah tangga miskin. Agar Program bantuan beras miskin dapat mencapai tujuan yang diharapkan sebagai bagian dari program Pemerintah untuk memperkuat ketahan pangan terutama rumah tangga miskin, maka diperlukan mekanisme proses yang dapat memberikan hasil maksimal dalam pendistribusian beras miskin yang tepat sasaran sehingga terwujud tujuan program tersebut yaitu untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga miskin. Saat ini proses yang berjalan dalam penentuan penerima beras miskin masih dilakukan secara manual. Artinya penentuan penerima beras miskin belum mengikuti kriteria keluarga atau rumah tangga miskin yang diberikan oleh BPS. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan suatu sistem penunjang keputusan yang didalamnya terdapat kriteria kriteria yang menjadi dasar dalam penentuan penerimaan beras miskin yang sesuai dengan standar yang diberikan oleh BPS.Sistem penunjang keputusan ini dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pemangku kepentingan untuk menentukan penerima Beras Miskin.
Sistem Geoserver Pertanian Dengan Postgis Guna Mempermudah Pengolahan Data Penyuluhan Petani Di Kabupaten Malang Poerbaningtyas, Evy; Andoyo, Laurentinus Noer
Prosiding SNATIKA Vol 3 (2015): Prosiding Snatika (Seminar Nasional Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Aplikasinya)
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan data spasial (Geographic Information System) dirasakan semakin diperlukan untuk berbagai keperluan seperti penelitian, pengembangan dan perencanaan wilayah, dan manajemen sumberdaya alam. Pengguna data spasial merasakan minimnya informasi mengenai keberadaan dan ketersediaan data spasial yang dibutuhkan. Penyebaran (diseminasi) data spasial yang selama ini dilakukan dengan menggunakan media yang telah ada yang meliputi media cetak (peta), cd-rom, dan media penyimpanan lainnya dirasakan kurang mencukupi kebutuhan pengguna. Pengguna diharuskan datang dan melihat langsung data tersebut pada tempatnya (data provider). Hal ini mengurangi mobilitas dan kecepatan dalam memperoleh informasi mengenai data tersebut. Perkembangan media internet yang semakin pesat memungkinkan penyedia jasa informasi spasial dapat menggunakan media ini untuk penyebarluasan informasi data spasial. Dengan menggunakan media internet (website) pengguna dapat langsung mencari dan melihat informasi data spasial yang dibutuhkan tanpa harus mendatangi tempat penyedia jasa tersebut. Pengguna dapat melakukan pencarian data spasial berdasarkan informasi metadata yaitu informasi mengenai data tersebut yang meliputi akurasi, sejarah data, kelengkapan data, kualitas data dan lain sebagainya. Dengan informasi tersebut pengguna dapat langsung menentukan apakah data tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kriteria yang diinginkan. Dengan melihat peluang diatas, maka fungsi webgis pertanian untuk pengolahan data informasi-informasi yang ada atau real yang ada pada desa curungrejo untuk menjadikan data selalu update. Guna mempermudah penyuluh-petani mendapatkan informasi cepat dan akurat serta mempermudah pelaporan hasil pertanian tersebut kepada kantor penyuluhan pertanian. Dengan melihat permasalahan diatas, yang akan dibuat yaitu informasi webgis untuk pengolahan data informasi-informasi yang ada atau real yang ada di kabupaten Malang untuk menjadikan data selalu update. Guna mempermudah penyuluh-petani mendapatkan informasi cepat dan akurat serta mempermudah pelaporan hasil pertanian tersebut kepada kantor penyuluhan pertanian. Dan para petani khususnya penyuluh yang memilik data tapi tidak secara real time untuk melihat data maupun menginputkan data. Pengolahan data pun secara otomatis terstruktur.Webgis pertanian ini menggunakan aplikasi geoserver dan database PostGIS. Didukung dengan leaflet untuk server map lainnya.
Pengukuran Unjuk Kerja Jaringan Pada Penggunaan Kabel UTP Dan STP Nugroho, Kukuh; Oktaviani, Wini; Wahyudi, Eka
Prosiding SNATIKA Vol 3 (2015): Prosiding Snatika (Seminar Nasional Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Aplikasinya)
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabel UTP dan STP dapat dijadikan alternatif pilihan media yang digunakan untuk menghubungkan antar dua perangkat. Menurut kajian teori, panjang kabel maksimal yang dapat digunakan untuk menghubungkan antar dua perangkat jika digunakan kabel UTP/STP adalah sebesar 100 meter. Apabila penggunaan kabel UTP/STP lebih dari 100 meter, kemungkinan besar data yang dikirimkan oleh perangkat pengirim tidak bisa sampai ke perangkat penerima, hal ini disebabkan karena nilai redaman yang terlalu tinggi.Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan antara teori dengan praktek tentang panjang kabel maksimal yang dapat digunakan untuk menyambungkan antar dua perangkat, dimana kabel yang digunakan adalah UTP dan STP. Parameter yang digunakan untuk menganalisa unjuk kerja jaringan diantara adalah latency, throughput, dan packet loss untuk panjang kabel UTP/STP yang berbeda-beda. Pengukuran ketiga parameter tersebut dilakukan dengan cara mengirimkan paket ICMP (Internet Control Message Protocol) dari komputer sumber ke tujuan. Dalam mengirimkan paket ICMP (ping) skenario topologi jaringan yang digunakan adalah menggunakan konsep peer-to-peer yaitu hubungan secara langsung antara dua buah komputer. Dari hasil pengukuran didapatkan nilai packet loss 0% (tidak ada paket yang hilang) ketika maksimal panjang kabel UTP yang digunakan sebesar 135 meter. Dengan menggunakan panjang kabel tersebut didapatkan nilai latency sebesar 0,295 ms dan throughput sebesar 1,517 Mbps. Berbeda halnya dengan penggunaan kabel STP. Penggunaan panjang kabel sampai 200 meter masih bisa didapatkan nilai packet loss 0%. Artinya penggunaan kabel STP bisa lebih panjang dari 200 meter, berbeda dengan penggunaan kabel UTP, dimana panjang kabel maksimal yang bisa digunakan sebesar 135 meter.
Perancangan Sistem Informasi Stasiun Palembang TV Berbasis Web Megawaty Megawaty
Prosiding SNATIKA Vol 3 (2015): Prosiding Snatika (Seminar Nasional Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Aplikasinya)
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peluncuran stasiun televisi ini bertujuan menambah media informasi di palembang. saat ini, PALTV belum mampu menyediakan sistem informasi yang efisien untuk menyampaikan informasi seperti deskripsi program acara, profil instansi dan komunikasi dua arah bagi masyarakat yang ingin memberikan saran untuk kemajuan PALTV serta informasi mengenai sumatera selatan yang ditampilkan dalam menu warta PALTV. Belum adanya sistem informasi berbasis web pada PALTV, yang dapat membantu masyarakat memperoleh informasi berita apa saja seputar informasi yang ada dipalembang sumatera selatan. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem informasi untuk PALTV. Melihat mudahnya mendapatkan informasi melalui internet. Maka sistem informasi yang terbaik untuk PALTV adalah sistem informasi berbasis web. Sistem informasi yang akan dirancang menggunakan mahasa perograman PHP, dan database mysql.
Penerapan Model Multimedia Sebagai Media Pembelajaran Alternatif Untuk Meningkatkan Self Motivated Learning Dan Self Regulated Learning Meolbatak, Emiliana M; Bria, Yulianti Paula
Prosiding SNATIKA Vol 3 (2015): Prosiding Snatika (Seminar Nasional Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Aplikasinya)
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi multimedia merupakan Salah satu teknologi yang ditawarkan dalam media pembelajaran alternatif untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan saat ini. Hardcopy yang digunakan dalam Proses Belajar Mengajar terkadang menyulitkan pelaku pendidikan dalam hal mengakses dan menerima informasi secara cepat dan realtime, sehingga memunculkan ide untuk mengembangkan materi pelajaran dalam bentuk multimedia, yang akan memudahkan pendidik dan peserta didik dalam menjalankan aktivitas dalam PMB. Kejenuhan belajar akan muncul Apabila pendidik selalu menggunakan metode yang konvensional secara terus menerus dan tanpa ada variasi, karena tidak ada warna baru dalam PBM. Implikasi dari metode belajar secara konvensional yang digunakan oleh tenaga pendidik, menunjukkan bahwa 20% atau lebih peserta didik kurang antusias dan berminat mempelajari materi, 35% atau lebih peserta didik kurang mempunyai inisiatif untuk mencari atau memperdalam wawasan melalui referensi lain selain yang diberikan oleh tenaga pendidik. Permasalahan lain adalah, ketersediaan sumber belajar di perpustakaan sangat minim, sehingga materi yang didapat pun kurang up to date. Hal ini semakin memperkuat permasalahan kurang berminat dan rendahnya inisiatif peserta didik dalam proses belajar mengajar.Pada penelitian ini, dikembangkan multimedia dan pemodelan multimedia yang dapat meningkatkan Self Motivated Learning dan Self Regulated Learning dengan menggunakan metode penelitian pengembangan research and development, dan analisi akhir dilakukan pengujian dengan bantuan SPSS. Model digitalisasi media pembelajaran ini mampu membuat peserta didik menjadi tertarik untuk belajar secara aktif dan mandiri.
Penentuan Distribusi Air Bersih Di Kabupaten X Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Agustina, Merry; Bakti, A Mutatkin
Prosiding SNATIKA Vol 3 (2015): Prosiding Snatika (Seminar Nasional Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Aplikasinya)
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan suatu kebutuhan utama dan tidak dapat diganti dalam kehidupan manusia di alam semesta ini, oleh karena itu ketersediaannya harus tetap terjamin dalam waktu, kuantitas maupun kualitasnya. Kebutuhan akan air bersih ini menjadi masalah hampir disemua negara. Permasalahan ini disebabkan karena ketidakseimbangan antara permintaan dan persediaan air bersih tersebut. Permintaan terus bertambah sedangkan persediaan air bersih cenderung berkurang karena berkurangnya debit sumber air baku seperti mata air, sungai, danau dan air tanah sebagai akibat dari degradasi lingkungan. Pengaturan distribusi air bersih di Kabupaten X difasilitasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Dan Tata Ruang Kabupaten X. Sebagai dinas pemerintah yang bertanggung jawab atau pendistribusian air bersih bagi masyarakat di Kabupaten X terdapat permasalahan dengan banyaknya menerima proposal pengajuan dari kecamatan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Dengan banyaknya permintaan dari kecamatan tersebut sehingga Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang kesulitan dalam memutuskan kecamatan mana yang lebih berhak mendapatkan bantuan terlebih dahulu dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Terdapat beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memutuskan permohonan pemintaan kebutuhan air bersih yang diajukan oleh setiap kecamatan. Kriteria tersebut meliputi jumlah penduduk (C1), kebutuhan air (C2), debit air (C3), jarak pipa (C4), beda tinggi (C5), gesekan (C6), dan tekanan (C7). metode Sample Additive Weighting (SAW) yang akan dipakai dalam proses perhitungan dalam rangka menentukan permintaan air bersih dari setiap kecamatan yang ada di Kabupaten X. Sehingga hasil yang didapat adalah benar-benar hasil keputusan yang tepat berdasarkan data-data yang ada untuk setiap kecamatan.
Sistem Komunikasi Multihop Sep Dengan Dynamic Cluster Head Pada Jaringan Sensor Nirkabel Bismoko, Nuansa Dipa; Waskito, Wahyu; Ardelina, Nancy
Prosiding SNATIKA Vol 3 (2015): Prosiding Snatika (Seminar Nasional Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Aplikasinya)
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan sensor nirkabel (JSN) terdiri dari banyak sensor node yang dapat di aplikasikan dalam berbagai macam bidang, diantaranya adalah health care system, sistem pengawasan dalam medan perang, sistem pengawasan lingkungan, dll. Tantangan utama dalam JSN adalah efisiensi energi bagaimana dapat memperpanjang lifetime dengan mengurangi konsumsi daya dari sensor node. SEbagian besar energi digunakan dalam mentransmisikan dan menerima paket data, sehingga menggantikan fungsi baterai sebagai sumber daya utama adalah tidak mungkin terjadi karena faktor lokasi pengaplikasian JSN itu sendiri, routing protocol menjadi solusi terbaik untuk meminimalkan konsumsi dari sensor node. Banyak algoritma pengklusteran / routing protocol telah diajukan oleh para peneliti untuk meningkatkan lifetime JSN. Salah satunya adalah Stable Election Protocol (SEP). SEP merupakan suatu protokol untuk memperpanjang interval waktu sebelum node pertama mati yang digunakan dalam berbagai macam aplikasi yang membutuhkan feedback dari jaringan. Mekanisme ini menghemat energi karena hanya cluster head yang melakukan transmisi data yang telah dikompres ke Sink, sedangkan node sensor cukup mengirim data ke cluster-head masing-masing. Namun terdapat permasalahan yang belum dapat diatasi yaitu terkait dengan konsumsi energi protok SEP yang lebih tinggi dari LEACH. Sehingga pada makalah ini diajukan solusi yaitu dengan memodifikasi konsumsi daya amplifier pada algoritma cluster SEP dengan pengklusteran multi-hop berdasar routing protocol SEP.
Sistem Information Retrieval Layanan Kesehatan Untuk Berobat Dengan Metode Vector Space Model (VSM) Berbasis Webgis Subari, Subari; Ferdianus, Ferdianus
Prosiding SNATIKA Vol 3 (2015): Prosiding Snatika (Seminar Nasional Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Aplikasinya)
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merepresentasikan data dalam teknologi WebGIS menggunakan teknik Information Retrieval dengan metode Vector Space Model untuk pengukuran kemiripan hasil pencarian terhadap dokumen. Proses yang dilakukan terdapat tiga tahapan penting yaitu: text preprocessing, text transformation dan pattern discovery. Tahapan text preprocessing terdiri dari tahapan pembersihan teks dan pemecahan kalimat menjadi kata-kata (tokenizing). Tahapan text transformation terdiri dari tahapan filtering dan stemming. Stemming yang digunakan dalam penelitian ini adalah stemming bahasa Indonesia. Tahapan pattern discovery adalah tahapan pembobotan, pembobotan yang digunakan yaitu pembobotan TF-IDF dan vector space model dengan metode cosine similarity.Berdasarkan uji coba diketahui bahwa dalam melakukan pencarian agar dapat ditemukan hasil pencarian yang relevan maka masukan kata kunci harus sesuai dengan aturan penulisan bahasa Indonesia. Rata-rata untuk nilai precision adalah 62.14%, nilai precision ini dipengaruhi oleh data relevan yang ditemukan dan data yang ditemukan tetapi tidak relevan. Semakin banyak data tidak relevan yang ditemukan maka nilai precision semakin kecil. Rata-rata nilai recall adalah 98.45%, nilai recall ini dipengaruhi oleh data relevan dan data yang tidak ditemukan tetapi relevan, sehingga semakin banyak data yang tidak ditemukan tetapi relevan maka nilai recall semakin kecil. Rata-rata nilai accuracy adalah 78.46%, nilai accuracy ini dipengaruhi oleh data relevan yang ditemukan ditambah data yang tidak ditemukan dan tidak relevan dibagi jumlah dokumen layanan kesehatan.