cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR FEMUR DI RSO PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA ., Nabhani; Widyastuti, Yuli
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 11 (2014): MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Latar Belakang. Data PT Jasa Raharja, di Jawa Tengah pada tahun 2006 adalah 14.790 kendaraan yang terlibat kecelakaan. Tingginya angka kecelakaan menyebabkan angka kejadian atau insiden fraktur tinggi, dan salah satu fraktur yang paling sering terjadi adalah fraktur femur. Data rekam medik yang didapatkan di RSO Prof. DR. R. Soeharso Surakarta angka kejadian fraktur femur dari bulan Juli sampai Desember 2011 berjumlah 360 orang dari usia 3 tahun sampai 90 tahun, rata – rata per bulan terdapat 60 orang. Penatalaksanaan untuk tulang fraktur femur terdiri dari tindakan operatif dan non operatif. Tindakan operatif atau pembedahan baik elektif maupun kedaruratan adalah peristiwa kompleks yang menegangkan. Kebanyakan prosedur pembedahan dilakukan di ruang operasi rumah sakit. Tindakan pembedahan terdiri dari praoperatif, intraoperatif dan pascaoperatif. Segala bentuk prosedur pembedahan selalu didahului dengan reaksi emosional tertentu oleh pasien, sebagai contoh  kecemasan praoperatif. Tujuan. Mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur femur di RSO Prof. DR. R. Soeharso Surakarta pada tahun 2012. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik accidental sampling sebanyak 20 responden pasien pre operasi fraktur femur. Instrumen penelitian ini dengan menggunakan koesioner. Data diolah dengan tabulasi secara manual dan  progam komputer SPSS Versi 16.00 dengan analisa data modus dan mean. Hasil. Pasien pre operasi fraktur femur dari responden sebanyak 20  menunjukan hasil  ada 90%  kecemasan ringan, 10%  kecemasan sedang, 0%  kecemasan berat dan panik dengan rata – rata nilai kecemasan 15,65. Kesimpulan. Kecemasan pada pasien pre operasi rata – rata mengalami kecemasan ringan   Keywords : Contraception IUD , the incidence of vaginitis
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Setiyowati, Andaru; Hastuti, Weni
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 11 (2014): MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang . Hemodialisis atau cuci darah merupakan suatu proses yang digunakan pada pasien gagal ginjal. Pada dasarnya penderita yang menjalani hemodialisa harus mengetahui apa itu hemodialisa serta tujuan hemodialisa dalam menangani gagal ginjal kronik. Meningkatnya pengetahuan seseorang tentang hemodialisa dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Karena pada dasarnya lama waktu yang diperlukan untuk dialisis, berkisar antara 4-5 jam akan menimbulkan gangguan psikologis diantaranya kecemasan. Tujuan. Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan pasien hemodialisa di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Metode Penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analisa korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sejumlah 20 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan instrumen baku yang disebut HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety). Analisa bivariate menggunakan kendall tau. Hasil. Ada hubungan negatif antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan pada pasien hemodialisa dengan nilai (τ) sebesar -0,594 dan p = 0,013 pada signifikan 5%. Kesimpulan. Ada hubungan negatif antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan pada pasien hemodialisa, yang artinyasemakin baik tingkat pengetahuan maka akan semakin tidak ada kecemasan pada pasien hemodialisa di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.     Kata Kunci :   Tingkat Pengetahuan, Kecemasan
PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG PERDARAHAN PADA KEHAMILAN Mintarsih, Sri
JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN Vol 11 (2014): Media Publikasi Penelitian " MARET "
Publisher : JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, eklamsia, aborsi yang tidak aman dan sepsis. Maka dari itu penyebab kematian ibu maupun penyebab kematian bayi dapat dicegah dengan melakukan pemeliharaan dan pengawasan antenatal sedini mungkin dengan cara teratur oleh tenaga kesehatan disamping pertolongan persalinan yang benar serta pelayanan masa nifas yang baik. Berdasarkan hasil survey di warga sumber RT 04, mayoritas perempuan menikah sudah pernah hamil (± 55 orang). Dari jumlah tersebut diketahui sebanyak 3 orang (1,7%) pernah mengalami perdarahan antepartum dan 5 orang (2,8%) pernah mengalami perdarahan postpartum. Dari kejadian tersebut peneliti ingin mengetahui seberapa pengetahuan wanita usia subur tentang upaya pencegahan perdarahan pada ibu hamil. Tujuan. Mengetahui tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang perdarahan pada  kehamilan di Sumber RT 04 RW I Surakarta. Metode Penelitian. Penelitian survey deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur di Sumber RT 04 RW I Surakarta dengan teknik quota sampling sebanyak 24 responden dengan wanita usia subur yang berstatus menikah. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup. Hasil. Responden memiliki tingkat pengetahuan cukup 17 orang (70,8%), pengetahuan  baik sebanyak 6 orang (25%), selebihnya tingkat pengetahuan kurang 1 orang (4,2%), tidak ada responden yang memiliki tingkat pengetahuan buruk. Kesimpulan. Pengetahuan wanita usia subur tentang perdarahan pada kehamilan di Sumber RT 04 RW I Surakarta adalah cukup.   Kata Kunci : Pengetahuan, Wanita Usia Subur, Perdarahan pada Kehamilan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA TINGKAT I PRODI D III KEPERAWATAN TENTANG MANAJEMEN STRES DI SEKOLAH TINGGI ILMU KEHATAN (STIKES) PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Probowo, Anis
JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN Vol 11 (2014): Media Publikasi Penelitian " MARET "
Publisher : JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Data dari Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Tengah tahun 2006 terdapat penyandang masalah kesejahteraan sosial tersebar dalam 27 jenis, 608.000 orang mengalami stres. Studi pendahuluan yang dilakukan pada mahasiswa semester II pada tanggal 15 November 2012, terhadap 10 mahasiswa di dapatkan hasil 2 diantara 10 mahasiswa tidak mengetahui tentang manajemen stres. Tujuan. Mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Kelas 1 Program Studi D III Keperawatan Tentang Manajemen Stres di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan  studi penelitian deskriptif yaitu statistik yang berfungsi untuk memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectional yaitu dengan cara pengambilan sampel sesaat dalam waktu yang bersamaan dan pengumpulan data yang dilakukan secara bersama-sama sekaligus. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (50%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Angka mayoritas secara deskriptif dapat dijadikan sebagai dasar bahwa secara umum pengetahuan para mahasiswa kelas I ProdiD III Keperawatan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta berada pada tingkat sedang. Hasil penelitian bahkan menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa mahasiswa yang memiliki tingkat pengetahuan baik namun relatif sedikit (14,8%). Jumlah mahasiswa ini hanya separuh dari mereka yang memiliki tingkat pengetahuan kurang (35,2%). Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian masih cukup banyak mahasiswa yang perlu meningkatkan pengetahuannya tentang manajemen stres.   Kata kunci : Tingkat pengetahuan, manajemen stres
PERBEDAAN SIKAP PRIMIGRAVIDA DAN MULTIGRAVIDA DALAM PERSIAPAN PERSALINAN DI BPM Hj. SOETARMI SW, SsiT., M.Kes SURAKARTA ., Wijayanti; Dewi, Wiwik Puspita
JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN Vol 11 (2014): Media Publikasi Penelitian " MARET "
Publisher : JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Attitude represent or reaction of respons someone which still closed to a object or stimulus. In preparation before bearing among others, blocking in bearing, blocking in decision and benefactor of bearing, drawing up transportation system, drawing up blood donor if happened emergency serious, blocking in expense, and needed to equipments is bearing. In pregnant mother society phenomenon of primigravida tend to more worry with its its his because representing first experience and require many adaptation of physical, psychology, while calmer multigravida experiencing him because repeating its erstwhile experience. Target of this research to know difference of attitude of primigravida and of multigravida in preparation of bearing. This research use method of observational analytic by using approach of device of cross sectional. this Research Subject is pregnant mother of and primigravida of multigravida III trimester fulfilling criterion of inklusi and of eksklusi amounting to 30 primigravida and 30 multigravida in BPM Hj. Soetarmi Sw, SSiT, M.Kes  Surakarta. Instrument the used is questioner. Analysis which is used in this research is statistical test of Chi Square. Result of this research indicate that mother of primigravida counted 15 people (50%) owning attitude with category ready to and counted 15 people (50%) owning attitude with category do not ready to, at all of mother of multigravida counted 30 people (100%) owning attitude with category ready to. Examination of Chi Square yield value Zhitung equal to 17,422. As for value Ztabel for examination with level of signifikansi 5% is equal to 3,841. Along of Zhitung > Ztabel (7,422 > 3,841), hence Ho refused and  Ha accepted. Conclude from this research there is difference of attitude and primigravida of multigravida in preparation of bearing. Progressively often experience of bearing, hence attitude about preparation of bearing progressively ready to because repeating erstwhile him.   Keyword : Difference, Attitude, Preparation of Bearing
PENGARUH TERAPI MUSIK UNTUK MENGURANGI INTENSITAS NYERI SAAT PERAWATAN LUKA POST OP LAPARATOMY HARI KE 2 DI RSUD Dr. MOEWARDI Rahman, M. Nur; Widiyastuti, Yuli
JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN Vol 11 (2014): Media Publikasi Penelitian " MARET "
Publisher : JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Laparatomi merupakan  pembedahan perut, membuka selaput perut dengan operasi yang dilakukan untuk memeriksa organ-organ perut dan membantu diagnosis masalah termasuk menyembuhkan penyakit-penyakit pada perut (Mansjoer, 2007). Pasca perawatan luka post op laparatomy hari ke 2 pasien merasakan nyeri hebat dan 75% penderita mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan akibat pengelolaan nyeri yang tidak adekuat. Hal tersebut merupakan stressor bagi pasien dan akan menambah kecemasan serta keteganggan yang berarti pula menambah rasa nyeri karena rasa nyeri menjadi pusat perhatiannya. Bila pasien mengeluh nyeri maka menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan akibat pengelolaan nyeri yang tidak adekuat. Tingkat dan keparahan nyeri pasca perawatan luka tergantung pada fisiologis dan psikologis individu dan toleransi yang ditimbulkan nyeri. Mendengarkan musik dapat memproduksi zat endorphins (substansi sejenis morfin yang disuplai tubuh yang dapat mengurangi rasasakit/ nyeri) yang dapat menghambat transmisi impuls nyeri di sistem sarafpusat, sehingga sensasi nyeri menstruasi dapat berkurang. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi musik untuk mengurangi intensitas nyeri saat perawatan luka Post Op Laparatomy hari ke 2 di RSUD Dr. Moewardi. Metode Penelitian : Metode penelitian adalah metode quasi eksperimental design. Rancangan Penelitian ini menggunakan pendekatan one design prestest posttest only. Dalam penelitian ini teknik pengambilan  sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling yaitu Responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian, jumlah responden 25 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner NRS. Menggunakan analisa bivariat dengan uji Willcoxon Hasil : Setelah dilakukan terapi music dari 25 responden 19 (76%) mengalami nyeri ringan, 6 (24%) mengalami nyeri sedang. Ada pengaruh dan perbedaan berbanding terbalik setelah dilakukan terapi musik, dengan nilai p <0,05 dan p = 0,000 pada signifikasi 95%. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi musik terhadap intensitas nyeri pada perawatan luka pasien post operasi laparatomy hari ke dua di RS Dr. Moewardi
KEKAMBUHAN HIPERTENSI DI BAGIAN RAWAT INAP PUSKESMAS KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Nawangsari, Sisca Widhia; Fitria, Cemy Nur
JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN Vol 11 (2014): Media Publikasi Penelitian " MARET "
Publisher : JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang.Tekanan atau stres berhubungan erat dengan faktor resiko menunjukkan bahwa 48,2% penduduk Indonesia kurang melakukan aktifitas fisik. Kebiasaan buruk seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, dan stres. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping terhadap stresor dengan kekambuhan hipertensi di bagian rawat inap Puskesmas Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun 2012. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode Shapiro-Wilk. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan responden yang diambil secara  Accidental Sampling sebanyak 34 responden yang mengalami kekambuhan hipertensi di bagian rawat inap Puskesmas Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Data diolah dengan program komputer SPSS 16.0 For Windows. Hasil. Diperoleh nilai p= 0,231. Karena nilai p >0,05 maka dapat disimpulkan bahwa sebaran berdasarkan mekanisme berdistribusi normal. Nilai significancy 0.003 yang menunjukkan bahwa korelasi antara mekanisme koping dan kekambuhan hipertensi adalah bermakna atau ada hubungan. Nilai korelasi Pearson (r) 0,498 menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang lemah, korelasi positif adalah mekanisme koping yang baik akan menurunkan frekuensi kekambuhan hipertensi di bagian rawat inap Puskesmas Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Kesimpulan. Ada hubungan antara mekanisme koping terhadap stresor dengan kekambuhan hipertensi di bagian rawat inap Puskesmas Gondangrejo Kabupaten Karanganyar.   Kata Kunci: Mekanisme Koping, Stresor, Kekambuhan Hipertensi.
GAMBARAN SINDROMA PRAMENSTRUASI DARI GEJALA EMOSIONAL DAN FISIK PADA SISWI SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA ., Wahyuni
JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN Vol 11 (2014): Media Publikasi Penelitian " MARET "
Publisher : JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Sindrom pramenstruasi (PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sekitar 80 hingga 95 % perempuan pada usia melahirkan1, mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupan. Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Tujuan. Mengetahui gambaran dari segi emosional maupun fisik sindroma pramenstruasi. Metodologi Penelitian. penelitian Deskriptif dengan analisa univariat. Hasil. sindroma pramenstruasi siswi SMP 1 Muhammadiyah Surakarta sebagian besar mengalami sindorma Pramenstruasi sedang atau sekitar 72,5 %, sedangkan yang paling sedikit dialami siswi adalah PMS ringan sekitar 9,8 % dan tingkat kecemasan siswi kelas 7 Muhammadiyah Surakarta sebagian besar mengalami tingkat kecemasan sedang atau sekitar 64,8 %, sedangkan yang paling sedikit dialami oleh siswi yaitu  PMS berat sebesar 0,9 %. Kesimpulan. Tingkat  kecemasan yang paling banyak  dialami siswi kecemasan sedang dan Sindroma  Pramenstruasi  yang  paling banyak  dialami  siswi  pada kategori sedang.   Kata kunci : Syndroma, Pramenstruasi, gejala fisik, gejala psikologik
REABILITAS STEP TEST PADA KESEIMBANGAN DINAMIS LANSIA Widodo, Agus; Kusumawati, Yoni Rustiana
JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN Vol 11 (2014): Media Publikasi Penelitian " MARET "
Publisher : JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan adalah proses alam dengan penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Dengan fungsi yang lebih tua dari keseimbangan pengaruh dalam kegiatan sehari-hari. Step test berguna dalam mempertimbangkan pengukuran sebagai alat untuk skrining proses menganalisa keseimbangan pada usia lanjut. Adapun subyek penelitian ini adalah penduduk lanjut usia dalam kelompok Posyandu Dahlia. Subyek penelitian adalah 20 lansia. Analisis rata-rata 21,58 dan standar deviasiasi 4,57 dengan nilai minimal 12 langkah dan maksimal 30 langkah. Analisis data normal dengan One Sample Kolmogorov Smirnov antara 0,61 - 0,99 atau p> 0,05. Rata-rata analisis intra 21,69 dan standar devisiasi 4,48 dan analisis data normal antara 0,39 - 0,97 atau p> 0,05. Step test berguna dalam mempertimbangkan alat ukur ini sebagai alat skrining untuk menganalisis keseimbangan dalam penilaian lansia dan lebih lanjut diperlukan untuk alat ukur tersebut sebagai tes diagnostik.   Kata kunci : Step test, keseimbangan
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KEPATUHAN MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU BALITA DI POSYANDU WIJAYA KUSUMA VI DESA JOMBOR KABUPATEN SEMARANG ., Sugihartiningsih; Vanara, Deni Sendi
JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN Vol 11 (2014): Media Publikasi Penelitian " MARET "
Publisher : JURNAL PROFESI || MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Posyandu merupakan bagian dari pembangunan untuk mencapai keluarga kecil, bahagia dan sejahtera dilaksanakan oleh keluarga bersama dengan masyarakat dibawah bimbingan petugas kesehatan dari puskesmas setempat. Posyandu saat ini mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini dalam rangka pembinaan perkembangan anak (child survival) yang ditujukan untuk menjaga kelangsungan hidup anak sejak janin dalam kandungan ibu sampai usia balita serta pembinaan perkembangan anak (child development) yang ditujukan untuk membina tumbuh kembang anak secara sempurna khususnya balita. Pada bulan November 2012 di Posyandu Wijaya Kusuma VI Desa Jombor Kabupaten Semarang diperoleh data terdapat 75 balita, sedangkan saat dilaksanakan kegiatan posyandu jumlah yang hadir hanya 19 balita. Pada tahun 2012 keikutsertaan balita dalam kegiatan posyandu terus mengalami peningkatan tetapi hanya beberapa balita saja yang aktif di setiap bulannya. Tujuan . Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kepatuhan mengikuti posyandu balita di Posyandu Wijaya Kusuma VI Desa Jombor Kabupaten Semarang. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 43 responden dengan teknik Probability Sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil. Terdapat 9 responden (20,9%) mempunyai pengetahuan baik, 32 responden (74,4%) mempunyai pengetahuan cukup dan 2 responden (4,7%) mempunyai pengetahuan yang kurang. Sebanyak 34 responden (79,1%) responden patuh, 7 responden (16,3%) cukup patuh dan 2 responden (4,6%) kurang patuh mengikuti kegiatan posyandu. Hasil uji korelasi diperoleh nilairhitung = 0,539 dengan p = 0,000 (p < 0,05) Kesimpulan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada  hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kepatuhan mengikuti kegiatan posyandu balita di Posyandu Wijaya Kusuma VI Desa Jombor Kabupaten Semarang.     Kata kunci :  Pengetahuan, Kepatuhan, Posyandu, Balita