cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
FAKTOR RISIKO PENYEBAB MENINGKATNYA KEJADIAN STROKE PADA USIA REMAJA DAN USIA PRODUKTIF Noviyanti, Retno Dewi
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 10: September 2013 - Februari 2014
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Adolescence are the largest population in the world and especially in Indonesia. Adolescence are the future generation, who needs care in all things , especially the quality of healthcare. At the first, stroke is a disease that often affects older people, especially those 50 years old and older, but now stroke can be danger for adolescence and productive age. This occurs because of changes in lifestyle and behaviors, such as eating fast food that contain high levels of fat , smoking , alcohol , overwork , less of exercise and stress, all of these are risk factors of stroke in adolescence and productive age . In addition to the other risk factors are a history of hypertension , systolic blood pressure ≥ 140 and a history of stroke in the family. Especially for adolescence and productive age to maintain a healthy lifestyle and controlling risk factors of stroke at the age so that optimal health can be realized . Keywords: Risk factors, stroke, adolescence and productive age
KEKURANGAN ASUPAN BESI DAN SENG SEBAGAI FAKTOR PENYEBAB STUNTING PADA ANAK Dyah Kusudaryati, Dewi Pertiwi
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 10: September 2013 - Februari 2014
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Nutritional inputs are necessary for children’s growth. Deficiencies of iron and zinc are associated with growth faltering in children. Growth faltering is showed with the occurring of stunting where children have HAZ < -2 SD. Negative impact of stunting are impaired of physical, mental, cognitive and intellectual development and also low birthweight of children of women of short stature.  Several result study show that iron or zinc suplementation among stunting children can improve in height and have positive effect on linear growth.   Keywords : iron, zinc, stunting, growth
GIZI PENENTU TUMBUH KEMBANG ANAK Reistanti, Tista
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 10: September 2013 - Februari 2014
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Nutritional adequacy and food is one important factor in improving the quality of human resources , which is a key factor in the successful development of a nation . Healthy and normal child will grow and develop according to its genetic potential . Growth have an impact on the physical aspect , while the developments related to the maturation of organ function or individual . A childs growth is also influenced by nutrient intake obtained from the food consumed . Food consumption is one of the basic needs that your body needs every day in a certain amount as a source of energy and nutrients . Deficiency or excess in the long term will be bad for health . Energy needs and nutritional substances depends on various factors , such as age , gender , body weight , climate , and physical activity . Deficiency or excess nutrients consumed by a child will have an impact in the growth and development that deviates from the standard pattern should be. The final impact of the consumption good and balanced nutrition is to improve the quality of human resources . Keywords : Nutrition , Growth
HUBUNGAN PELAKSANAAN MODEL PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP) DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG AROFAH RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA ., Nabhani
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 2: September 2007 - Januari 2008
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan mutu asuhan keperawatan di rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta memerlukan upaya yang terus menrus dan berkesinambungan. Sistem pemberian asuhan keperawatan dilaksanakan dengan mengguanakan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) dengan kepuasan pasien di ruang Arofah RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Design penelitian adalah deskriptif Korelasional Hasil penelitian diperoleh nilai r hitung 0,634, kemudian dikonsultasikan dengan r tabel dengan N = 30 pada taraf signifasi 5 % menunjuk angka 0,361, oleh karena r hitung berada di atas r tabel , analisis independen nilai t = 4,339 dengan p = 0.001, maka dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antar variabel  yang diteliti. Aspek kepuasan pasien dari lima dimensi yaitu tangible, responsiveness, Assurance, reliability dan impaty diperoleh nilai rata-rata 80,20 %. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Model Praktik Keperawatan Profesioanl (MPKP) dapat dilaksanakan dengan baik untuk meningkatkan tingkat kepuasan pasien di rumah sakit, sehingga dapat di kembangkan penerapannya untuk ruang rawat yang lain.
TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRA SEKOLAH ., Sugihartiningsih
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 2: September 2007 - Januari 2008
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang terjadi pada setiap mahkluk hidup secara alamiah. Pertumbuhan akanmengalami perubahan secara fisik sedangkan perkembangan terjadi perubahan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.Pada anak usia pra sekolah menurut S.Freud ( perkembnagan psikoseksual ) anak mengalami fase Falik, , menurut Erikson ( perkembnagan psikososial ) anak mengalami fase Inisiatif versus rasa bersalah, sedangkanmenurut Kohlberg (perkembnagan moral ) anak usia pra sekolah berada dalam tahap konvensional yang terjadi hingga usia 10 tahun. Hal ini sangat penting dan berpengaruh terhadap kwalitas dari setiap makhluk hidup, sehingga harus diperhatikan.Orang tua harus bijak dalam memberi penjelasan tentang hal ini sesuai dengankemampuan perkembangan kognitifnya agar anak mendapat pemahaman yang benar.
MARAH Hastuti, Weny
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 2: September 2007 - Januari 2008
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Marah yang dialami oleh individu merupakan reaksi emosional akut ditimbulkan sejumlah situasi yang merangsang, termasuk ancaman, agresi lahiriah, pengekangan diri, serangan lisan kekecewaan atau frustasi. Pengungkapan kemarahan dengan langsung dan konstruktif pada waktu terjadi akan melegakan individu dan membantu orang lain untuk mengerti perasaan yang sebenarnya. Namun demikian, perlu dipertimbangkan beberapa factor sehingga keuntungan kedua belah pihak dapat dicapai. Kemarahan yang ditekan atau pura-pura tidak  marah akan mempersulit sendiri dan mengganggu hubungan interpersonal.
PENYESUAIAN DIRI Hastuti, Weny
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 3: februari 2008 - Agustus 2008
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk bereaksi karena tuntutan dalam memenuhi dorongan/kebutuhna dan mencapai ketentraman batin dalam hubungannya dengan sekitar Penyesuaian diri (adjustment) dilakukan manusia sepanjang hayat karena pada dasarnya manusia ingin mempertahankan eksistensinya. penyesuaian diri sampai tingkat tertentu merupakan syarat mutlak bagi sehat tidaknya seseorang secara mental. Ciri individu dengan penyesuaian diri yang baik diantaranya memiliki persepsi yang akurat terhadap realita, relasi interpersonal baik, mempunyai gambaran diri yang positif tentang dirinya, mampu mengekspresikan perasaannya, serta mampu beradaptasi dengan tekanan  dan kecemasan. Seseorang yang berhasil dalam penyesuaian dirinya dapat memenuhi kebutuhan, tanpa melebihkan yang satu dan mengurangi yang lain, tidak mengganggu manusia lain dalam memenuhi kebutuhannya, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. Sedangkan individu yang gagal dalam penyesuaian diri akan menunjukkan gejala tingkah lakunya aneh, prestasinya tidak optimal, dan setiap kali menghadapi masalah yang ringan sekalipun akan menjadi berat. Kegagalan dalam melakukan penyesuaian diri menyebabkan individu mengalami gangguan mental.Semakin lama gangguan tersebut tidak diatasi, maka derajat gangguannya menjadi semakin berat.
BERAT BADAN DAN NUTRISI PADA WANITA HAMIL Mintarsih, Sri
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 3: februari 2008 - Agustus 2008
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wanita yang sedang hamil sangat penting untuk selalu dipantau peningkatan berat badan dan nutrisinya selama kehamilan, karena ini merupakan indicator pertumbuhan dan perkembangan janin, juga penting untuk proses persiapan menyusui. Kenaikan berat badan selama kehmilan tergantung dari berat badan sebelum kehamilan karena penting dari segi kesehatan bagi ibu dan bayi. Wanita yang mempunyai berat badan yang berlebihan sebelum kehamilan, peningkatan berat badannya dianjurkan harus lebih kecil dari ibu dengan berat badan ideal, yaitu antara 12,5 - 17,5 kilogram hal ini dikarenakan akan mempunyai resiko untuk menjadi diabetes gestasional (kenaikan kadar gula darah karena adanya proses kehamilan) atau terjadinya preeklampsia (keracunan kehamilan dimana terjadi peningkatan tekanan darah). Demikian pula sebaliknya, pada wanita yang berat badannya kurang sebelum hamil, maka ketika hamil ia perlu menambah berat badan yaitu sebanyak 14 - 20 kilogram dari berat ibu hamil yang sebelum hamil memiliki berat badan normal. Apabila terjadi asupan gizi yang kurang akan berdampak pada gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan seperti berat badan lahir rendah (BBLR) dan akan terjadi gangguan kehamilan.
PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN PADA GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN BAWAH : DIARE NON SPESIFIK Almisbah, Zuhri
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 1: februari 2007 - september 2007
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diare merupakan berak cair yang berulang lebih dari tiga kali sehari. Penyebab diare multi factor. Masalah yang ditemukan akibat diare adalah : gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, gangguan rasa nyaman, peningkatan suhu tubuh, Resiko tinggi terjadi penularan, bila diare berlanjut dapat terjadi gangguan pernafasan akibat perubahan asam basa tubuh. Penanganan yang dilakukan berfokus pada rehidrasi secepatnya, meningkatkan kenyamanan, perawatan yang baik ekskreta guna mencegah penularan dan pemantauan kondisi penderita dengan mengukur tanda-tanda vital, keadaan umum penderita, balance cairan.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU MASA PREMENOPAUSE DI DUKUH PILANG SARI 06 RW I POTRONAYAN NOGOSARI BOYOLALI Hastuti, Weni
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 11 (2014): MEDIA PUBLIKASI PENELITIAN
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang. Seiring dengan peningkatan usia, banyak terjadi proses perkembangan dan pertumbuhan pada manusia. Namun, pada suatu saat pertumbuhan dan perkembangan itu akan terhenti pada suatu tahapan, yaitu menopause. Menopause dikenal sebagai berhentinya menstruasi, yang disebabkan oleh hilangnya aktivitas folikel ovarium. Sebagian besar wanita mulai mengalami gejala premenopause pada usia 40-an dan puncaknya tercapai pada usia 50 tahun. hasil studi pendahuluan terhadap 9 ibu masa premenopause diperoleh 6 responden mengalami cemas sedang, 2 responden mengalami cemas ringan, dan 1 responden tidak mengalami cemas. Tujuan. Mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada ibu masa premenopause di Dukuh Pilang Sari 06/I Potronayan Nogosari Boyolali. Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi ibu premenopause sebanyak 35 orang. Hasil. Tingkat kecemasan ibu pada masa premenopause bervariasi, responden terbanyak mengalami tingkat kecemasan ringan yaitu sebanyak 15 orang (42,9%), sedangkan responden terendah  mengalami tingkat kecemasan panik yaitu sebanyak 2 orang (5,7%). Simpulan. Tingkat kecemasan ibu masa premenopause sebagian besar adalah ringan.   Kata Kunci: tingkat kecemasan, premenopause