cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
EFFEKTIFITAS SENAM HAMIL TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I PRIMIPARA Mintarsih, Sri
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 8: Februari - September 2012
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian korelasi tentang effektifitas senam hamil terhadap lama pembukaan kala I pada primipara. Latar belakang penelitian ini berdasarkan hasil study pendahuluan di ruang Mawar I terdapat pasien post partum spontan primipara sebanyak 13 orang, ada 4 orang yang menjalani senam hamil selama masa kehamilannya. Data yang ditemukan pasien tersebut mengalami proses persalinan kala I dengan cepat, 9 orang lainnya tidak melakukan senam hamil cenderung lama saat persalinan kala I. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui effektifitas senam hamil terhadap lama pembukaan kala I persalinan pada primipara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode comparatif populasi yang digunakan adalah ibu post partum primipara di bangsal Mawar I RSUD Dr. Moewardi dengan metode accidental sampling, jumlah sampel 23 responden. Instrumen yang digunakan yaitu check list. Data diolah dengan program computer SPSS versi 16.00 dengan analisa data bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian ini Effektifitas Senam Hamil Terhadap Lama Pembukaan Kala I Persalinan Pada Primipara di RS Dr. Moewardi dengan nilai p hitung 0,013 < 0,05 atau X2 hitung > X2tabel (6,135 >1,714) pada signifikan 5%. Kesimpulan yang didapatkan adalah senam hamil sangat effektif terhadap lama pembukaan persalinan kala I pada ibu post partum primipara di RSUD Dr. Moewardi.   Keyword: Senam hamil
KEEFEEKTIFAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS PADA PASIEN STROKE Fitria, Cemy Nur
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 9: September 2012 - Februari 2013
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergerakan dapat terganggu oleh adanya gangguan pada perubahan produksi neurotransmiter yang perjalanannya dari saraf ke otot, atau pada aktifitas dari aktifitas otot. Postur juga diatur oleh sistem saraf. Postur ditentukan dari koordinasi propiosepsi dan keseimbangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan Range Of Motion (ROM) terhadap kekuatan otot  pada pasien pasca stroke, dengan metode penelitian pre eksperimental one design pretest-postest non random. Hasil perhitungan uji Wilcoxon nilai uji statistik Z sebesar –3,000 dengan p sebesar 0,003. Nilai p < 0,05 sehingga diputuskan  terdapat perbedaan (peningkatan) derajat kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah terapi ROM termasuk signifikan (p = 0,003 < 0,05). Terapi ROM dinyatakan efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas penderita stroke pada signifikan 95 %. Kesimpulan : terdapat perbedaan yang signifikan derajat kekuatan otot sebelum dan sesudah terapi ROM.   Kata Kunci : Range Of Motion (ROM), otot ekstremitas, pasien stroke
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KONSUMSI BATANG ROKOK DENGAN TINGKAT HIPERTENSI Untari, Ida
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 9: September 2012 - Februari 2013
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dari segi kesehatan, tidak ada satu titik yang menyetujui atau melihat manfaat yang dikandungnya. Namun tidak mudah untuk menurunkan terlebih menghilangkannya. Karena itu gaya hidup ini menarik sebagai suatu masalah kesehatan, minimal dianggap sebagai faktor risiko dari berbagai macam penyakit, misalnya hipertensi. Di semua tempat banyak yang merokok. Daerah pedesaan, kebanyakan rokok yang dikonsumsi adalah jenis sigaret kretek Penduduk Desa Gunung Simo Boyolali mempunyai kebasaan merokok dengan jumlah rata-rata 8-12 batang per hari dan didukung data Puskesmas Simo tahun 2010 penderita hipertensi sebanyak 253. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah konsumsi batang rokok dengan tingkat hipertensi di Dukuh Candi Desa Gunung Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali. Metode penelitian berupa kuantitatif dengan korelasi analitik. Sampel menggunakan quota sampling sejumlah 30 pada masyarakat yang menderita hipertensi dengan merokok. Instrumen penelitian menggunakan check list. Analisa menggunakan uji Spearman Rank, dibantu program komputer SPSS versi 16. Hasil: Ada hubungan antara jumlah konsumsi batang rokok dengan tingkat hipertensi dengan rhitung>rtabel (0,463>0,361) atau nilai p : 0,010 < 0,05 pada signifikansi 95%. Kesimpulan: terdapat hubungan antara jumlah konsumsi batang rokok dengan tingkat hipertensi di Dukuh Candi Desa Gunung Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali. Kata Kunci: Jumlah Konsumsi Batang Rokok, Tingkat Hipertensi
NUTRISI YANG BAIK UNTUK DIKONSUMSI SEBELUM DAN SELAMA MENSTRUASI Enikmawati, Anik
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 9: September 2012 - Februari 2013
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Siklus ini dapat terjadi terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. Premenstrual Syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala yang berkaitan dengan siklus menstruasi yang timbul 7-14 hari sebelum seorang wanita mengalami haid. Gejala PMS meliputi pengurangan energi, mudah marah, nafsu makan meningkat, tumbuh jerawat, perut kembung serta timbul nyeri perut ringan sampai berat. Asupan nutrisi yang seimbang dapat mengatasi beberapa masalah yang terjadi sebelum dan selama menstruasi seperti : 1) zat besi : Tubuh memerlukan zat besi dalam sel darah merah untuk transportasi nutrisi dan oksigen menuju sel-sel jaringan tubuh, tanpa zat besi yang cukup dalam makanan harian, maka dapat mengalami kelelahan, kinerja mental yang lambat dan suhu tubuh yang turun. makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi, seperti buncis, lentil, bit, berry, brokoli, mangga, papaya, labu, biji wijen, rumput laut, biji bunga matahari, ubi, selada air, kedelai, kacang merah, kacang panjang, kacang hijau, kacang mentega, kacang black-eyed, dan jenis kacang-kacangan. 2) Magnesium : peran magnesium adalah mengaktifkan senyawa serotonin dan senyawa neurotransmitter yang berfungsi dalam regulasi suasana hati, selera makan, tidur, kontraksi otot, dan beberapa fungsi kognitif, termasuk memori dan belajar, dan dalam trombosit darah yang membantu mengatur hemostasis dan darah pembekuan. makanan yang mengandung magnesium adalah apel, pir, buncis, lentil,bit, berry, kubis, paprika, labu, biji wijen, rumput laut, kedelai, bayam dan ubi. 3) Kalsium : perubahan kadar kalsium ekstrasel berpengaruh terhadap daya keterangsangan (eksitabilitas) jaringan neuromuskuler Hipokalsemia dapat menyebabkan kram dan kejang otot akibat menstruasi. Sumber kalsium utama adalah susu nonfat, keju, ikan kering,serelia, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan sayuran hijau. 4) Rendah garam : pada saat menstruasi estrogen mengikat garam yang mengandung air sehingga mengakibatkan retensi air di bagian tubuh lain yang menimbulkan rasa penuh dalam uterus, kembung, payudara mengeras dan terasa sakit, untuk itu disarankan mengkonsumsi rendah natrisum seperti buah dan sayur. 5) Rendah lemak : Santapan yang sebaiknya dihindari ialah junk food, gula, kue kering, madu, gula dalam teh dan kopi, kopi, teh, coke, alcohol, garam, daging merah, makanan yang digoreng dengan lemak jenuh dan mentega yang dapat berkontribusi menimbulkan PMS. Kata Kunci : Menstruasi, Nutrisi.
HUBUNGAN DERAJAT BERAT MEROKOK BERDASARKAN INDEKS BRINKMAN DENGAN DERAJAT BERAT PPOK Nugraha, Ika
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 9: September 2012 - Februari 2013
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morbiditas dan mortalitas penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) di Indonesia sangat tinggi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan terutama PPOK adalah berhubungan dengan merokok. Fakta bahwa peningkatan prevalensi PPOK adalah penyakit di mana penyakit ini adalah penyakit masyarakat di sekitar kita dan sangat terkait dengan merokok, maka perlu untuk mempelajari hubungan tingkat merokok berat dengan indeks Brinkman dengan keparahan PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara merokok dengan tingkat keparahan derajat berat PPOK. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan casecontrol. Subyek penelitian ini adalah pasien dengan PPOK di unit rawat inap dan rawat jalan yang telah di diagnosis pasti oleh dokter Spesialis Paru di RSUP Dr Ario Wirawan Salatiga Rumah Sakit. Hasil yang diperoleh empat puluh pasien, laki-laki seks sepenuhnya dengan usia rata-rata 50-59 tahun sebanyak 13 orang (32,5%). Persentase pasien dengan COPD menunjukkan sebanyak 16 orang (40%) dan derajat berat 12 orang (30%). Sedangkan hasil analisis data menggunakan Open Epi versi 2.3 diperoleh hasil sebagai berikut (OR = 8, p-value = 0,025, CI = 0,88 sampai 75,47), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat merokok berat dengan keparahan derajat PPOK. Perokok dengan indeks Brinkman memiliki risiko PPOK sedang atau berat mengalami derajat berat atau lebih, 8 kali lebih besar dibandingkan perokok ringan dengan indeks Brinkman. Kata kunci: merokok, Brinkman indeks, PPOK
KARAKTERISTIK AKSEPTOR PENGGUNA ALAT KONTRASEPSI IUD DAN NON IUD ., Maryatun
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 9: September 2012 - Februari 2013
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pemerintah dalam meningkatkan program KB di Kabupaten Sukoharjo   mampu menekan tingkat fertilitas dari angka 4,3 pada tahun 1980 menjadi 1,5 pada tahun 2000. Keberhasilan ini perlu dicermati oleh karena sumbangan penurunan fertilitas berasal dari pemakaian metode kontrasepsi Non MKJP yang secara tidak langsung menunjukan angka droup out yang relatif tinggi. Program pemerintah dalam meningkatkan pemakaian metode kontrasepsi MKJP tidak memberikan hasil yang optimal terlihat dari peserta KB yang cenderung memilih metode kontrasepsi Non MKJP khususnya pada metode kontrasepsi suntik. Sebaliknya pada metode kontrasepsi MKJP  mengalami penurunan dalam waktu lima  tahun terakhir khususnya pada metode kontrasepsi IUD. Apakah hal tersebut dipengaruhi oleh faktor karakteristik dan persepsi ibu dalam pelayanan KB. Tujuan Penelitian: Mengetahui karakteristik akseptor pengguna metode kontrasepsi IUD dan Non IUD diwilayah kabupaten Sukoharjo. Karakteristik akseptor dalam penelitian ini adalah umur, paritas, tingkat pendidikan, demand/alasan KB, biaya pelayanan KB, kualitas pelayanan KB, akses pelayanan KB, persepsi metode kontrasepsi IUD dan dukungan suami terhadap pemakaian metode kontrasepsi IUD. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan data primer 2007. Design penelitian cross sectional terhadap 379 wanita berumur 20-49 tahun, kawin, mempunyai anak lebih atau sama dengan satu dan menggunakan metode kontrasepsi modern kurang dari satu tahun. Analisis data dengan univariat. Hasil Penelitian: Dari hasil analisis penelitian ini terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu; 1) secara persentase ibu yang menggunakan metode kontrasepsi IUD lebih sedikit dibandingkan dengan ibu yang menggunakan metode kontrasepsi Non IUD Kata Kunci : Pemakaian metode kontrasepsi  IUD, Keluarga Berencana
GAMBARAN TENTANG TINGKAT PENGETAHUAN IBI HAMIL TRIMESTER III TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN Sandy, Utami Febrina; Sari, Tria Puspita
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 9: September 2012 - Februari 2013
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksualitas  adalah  komponen  penting  dalam  identitas  individu. Seksualitas  mencakup  perasaan,  sikap,  dan  perilaku  yang  dipengaruhi  secara  biologis dan budaya. Dimulai pada saat  lahir dan berlanjut sepanjang kehidupan, seksualitas membantu membentuk respon fisik, sosial, emosional, dan  intelektual individu.  Selama  hamil  sebagian  besar  responden melakukan  hubungan  seksual pada  trimester  I  (65%),  trimmester  II  (28%)  dan  trimester  III  (7%). Dari  hasil studi  pendahuluan  di  BPM  Niken  Trimustikaning  tanggal  6  Februari  2012 dilakukan  wawancara  dengan  9  orang  ibu  hamil  trimester  III  didapatkan  data bahwa 3 orang (33,33%) melakukan hubungan intim dengan pasangannya dengan dilandasi  rasa  khawatir,  cemas  dan  perut  terasa    kenceng.  4  orang  (44,44%) mengalami  penurunan  dalam  hubungan  intim  dan  2  orang  (22,22%)  tidak melakukan hubungan intim karena takut dengan keadaan janinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  gambaran  tingkat  pengetahuan  ibu hamil trimester III tentang hubungan seksual selama kehamilan di BPM Niken Tri Mustikaning Sembungna, Nogosari, Boyolali. Metode  penelitian berupa  deskriptif  kuantitatif  dengan  pendekatan  waktu longitudinal. Populasi penelitian 117 orang dan diambil sampel 30 responden. Uji validitas  menggunakan  point  biserial  dan  uji  reliabilitas  menggunakan  Kruder Richarson-20. Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa  tingkat pengetahuan  ibu hamil  trimester  III tentang hubungan seksual selama kehamilan cukup (53,3%), pengetahuan tentang frekuensi hubungan seksual selama kehamilan baik (80,0%), pengetahuan tentang posisi hubungan seksual selama kehamilan kurang (46,7%), pengetahuan  tentang minat hubungan seksual selama kehamilan kurang (36,7%). Kesimpulan tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang hubungan seksual selama kehamilan cukup (53,3%). Kata Kunci:  Pengetahuan,  Ibu  hamil  trimester  III,  Hubungan  seksual  selama kehamilan
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KONTRASEPSI INTRA UTERIN DEVISE POST PLASENTA Ulfah, Mariza; Fatmawati, Rizka
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 9: September 2012 - Februari 2013
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Salah satu program untuk menurunkan AKI dan menekan angka pertumbuhan penduduk yaitu melalui program Keluarga Berencana (KB). Berbagai usaha di bidang gerakan KB sebagai salah satu kegiatan pokok pembangunan keluarga sejahtera telah dilakukan baik oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat sendiri. Salah satunya dengan mensosialisasikan metode kontrasepsi terkini yaitu IUD Post plasenta oleh BKKBN. Metode IUD Post plasenta mempunyai keuntungan tersendiri, selain pemasangan lebih efektif karena dilakukan setelah plasenta lahir serta sekaligus mengurangi angka kesakitan ibu. Tujuan untuk mengetahui Pengetahuan Ibu Hamil tentang kontrasepsi IUD Post plasenta di Desa Pengging Banyudono Boyolali. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini menggunakan variabel tunggal dengan jumlah sampel 30 ibu akseptor KB IUD post plasenta. Waktu penelitian telah dilaksanakan bulan 1 Juni 2012 sampai 27 Juni 2007 untuk mendapatkan data tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kontrasepsi intra uterin device post plasenta . Analisis data secara deskriptif terhadap variabel tingkat pengetahuan kontrasepsi IUD post plasenta yang diteliti. Kesimpulan tingkat pengetahuan pemasangan IUD kategori cukup ada 15 ibu hamil (50 %), baik ada 9 ibu hamil (30 %) dan kurang ada 6 ibu hamil (20 %). Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, kontrasepsi IUD post placenta
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN DEMAM PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI DESA BAKALAN BANJARSARI SURAKARTA ., Sugihartiningsih
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 9: September 2012 - Februari 2013
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Latar belakang. Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non   infeksi   seperti   kompleks   imun,   atau   inflamasi   (peradangan)   lainnya. Penanganan  demam  dengan  dua  jalan  yaitu  dengan  cara  fisik  dan  juga  obat- obatan. Hasil pengamatan pendahuluan di Desa Bakalan Kadipiro Banjarsari Surakarta dengan jalan wawancara ada 5 orang ibu yang mempunyai anak usia 4-6 tahun yang pernah demam ditemukan 5 ibu tersebut dalam merawat anakn yang sedang demam pertama adalah mengompres anaknya yang sedang demam dengan kompres  dingin  dan  diletakkan  di  dahi  saja,  dan  juga  diberikan  obat  penurun panas berupa sirup penurun panas yang ada di warung-warung ataupun di apotik baru setelah 3 hari panas tidak turun baru diperiksakan ke dokter Tujuan. untuk  mengetahui  tingkat  pengetahuan  ibu tentang  perawatan  demam pada anak usia 4-6 tahun di Desa Bakalan Banjarsari Surakarta. Metodologi   penelitian. Metode   penelitian   menggunakan   diskriptif.   Teknik sampling   yang   digunakan   total   sampling berjumlah   31   ibu.   Instrument pengambilan data dengan kuesioner. Analisis data dengan analisis univariat Hasil penelitian. karakteristik  responden yaitu umur responden terbanyak pada umur 20 – 35 tahun 19 responden (61,3 %), tingkat pendidikan terbanyak yang ditempuh responden adalah SMA 11 responden (35,5 %) dan pekerjaan yang ditekuni oleh responden terbanyaka dalah swasta 11 responden (35,5 %). Tingkat pengetahuan ibu dalam merawat anak demam di Desa Bakalan ternyata terbanyak pada kategori cukup 19 responden (61,3 %) Kesimpulan. Gambaran dari tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan demam pada anak usia 4-6 tahun masih kebanyakan pada kategori cukup.   Kata kunci : Pengetahuan, Perawatan Demam, Anak Usia 4-6 Tahun
AIR KELAPA MUDA SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DAN ALAMIAH Untari, Ida
PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI Vol 6: Februari - Agustus 2010
Publisher : PROFESI || JURNAL KESEHATAN PROFESIONAL ISLAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kelapa, diduga berasal dari dua tempat yaitu: Amerika Selatan untuk spesies Elaeis melanococca atau Elaeis oleivera dan Afrika (Guinea) untuk spesies Elaeis guineensis Pohon kelapa memang dapat dimanfaatkan dari ujung sampai dengan pangkalnya. Buah kelapa dapat dijadikan santan yang dapat pula dijadikan minyak goreng, Air kelapa hijau yang masih berada di dalam tempurung yang keras dan sabut kelapa yang tebal, menyebabkan air kelapa merupakan minuman yang steril. Air kelapa secara umum kaya gizi, air kelapa mengandung 4,7 persen total padatan, 2,6 persen gula, 0,55 persen protein, 0,74 persen lemak, Serta 0,46 persen mineral. Air kelapa juga mengandung vitamin dan Air Kelapa muda selain enak diminum dalam kondisi segar dapat juga menjadi ramuan tradisional untuk pengobatan berbagai jenis penyakit serta kecantikan. Kata Kunci: Air Kelapa muda, Obat