cover
Contact Name
Nunung Ernawati
Contact Email
hws.healthjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hws.healthjournal@gmail.com
Editorial Address
S. Supriadi No. 22, Malang. 65147
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
ISSN : 23024283     EISSN : 25809571     DOI : https://doi.org/10.47794
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian bidang kesehatan, umumnya bidang keperawatan, kebidanan, akupunktur, farmasi, fisioterapi, dan aplikasi kesehatan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016)" : 12 Documents clear
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN DALAM MENGATASI PASIEN STROKE SAAT MERUJUK KE RSUD JOMBANG Didik Saudin; Achdiat Agoes; Ika Setyo Rini
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak ditandai adanya gangguan aliran darah karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak. Keberhasilan penanganan stroke sangat tergantung dari kecepatan, kecermatan dan ketepatan terhadap penanganan awal atau waktu emas dalam penanganan stroke adalah ± 3 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang memepengaruhi keterlambatan dalam penanganan rujukan pasien stroke ke RSUD Jombang. Metode : Penelitian ini menggunakan methode Survey Cross Sectional merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko atau efek melalui observasi. Responden berjumlah 60 orang yang didapatkan dengan metode rule of thumb. Hasil dan Analisa : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi keterlambatan pasien stroke saat merujuk ke RSUD Jombang diantaranya jarak rujukan didapatkan signifikasi p value 0.021 dan pendampingan rujukan didapatkan p value 0.026. Berdasarkan uji regresi logistik disimpulkan bahwa ke 2 faktor mempunyai korelasi yang sama dengan keterlambatan pasien stroke dengan OR jarak rujukan sebesar 2.42 dan OR Pendampingan sebesar 2.27 serta diperkirakan keterlambatan pasien stroke sebesar 23.4%. Diskusi dan kesimpulan: Diantara variabel independen 6 faktor yang berpengaruh terhadap variabel dependen hanya ada dua variabel yang memiliki korelasi yaitu jarak rujukan dan pendampingan petugas saat melakukan rujukan ke RSUD Jombang. Kedua fakor memiliki kekuatan dan pengaruh yang sama saat melakukan rujukan pada kasus stroke ke RSUD Jombang. Kata Kunci: Stroke, Keterlambatan, Rujukan, Faktor yang mempengaruhi ABSTRACT Background: Stroke is a brain attack which occur suddenly marked by the interruption of blood flow due to blockage or rupture of blood vessels of the brain. The success of stroke treatment is highly dependent on the speed, accuracy and precision of the handling of the initial or the golden time in the treatment of stroke is ± 3 hours. This study aims to determine some of the factors that affect delays in the handling of a stroke patient referrals to hospitals Jombang. Method: This study uses a method Cross Sectional Survey is a research study to study the dynamics of the correlation between risk factors or the effects through observation. Respondents were 60 people who obtained the rule of thumb method. Result and Anlisys : The results of this study indicate that there is a correlation delay time stroke patients referred to hospitals Jombang include a reference distance obtained significance p value of 0.021 and referral assistance obtained p value 0.026. Based on logistic regression test concluded that to two factors have the same correlation with the delay of stroke patients with a referral by the distance OR OR 2:42 and 2:27 as well as the assistance of an estimated delay of 23.4% of stroke patients. Discussion and summary: Among the independent variables six factors that only two variables affect the dependent variable they are referral time and advocacy officer when making referrals to Jombang General Hospital. Both factor have the same power and influence when making reference to the Stroke case at Jombang General Hospital. Keywords : Stroke, Delay, Referral, Factors affecting
NILAI SKOR GLASGOW COMA SCALE, AGE, SYSTOLIC BLOOD PRESSURE (GAP SCORE) DAN SATURASI OKSIGEN SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS PASIEN CIDERA KEPALA DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG Dadang Surpiady Eka Putra; M Rasjad Indra; Djanggan Sargowo; Mukhamad Fathoni
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluaan: Cidera kepala menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan mengurangi waktu produktif. Cidera kepala memiliki tingkat mortalitas yang tinggi, sehingga dibutuhkan metode prognosis cidera kepala dengan penilaian awal yang akurat dengan harapan dapat memprediksi keluaran dan tata laksana yang sesuai dengan kondisi pasien. GAP Score adalah salah satu skoring sistem fisiologis yang dapat digunakan sebagai prediktor mortalitas pasien cedera kepala. Sistem ini lebih mudah digunakan dan memberikan informasi prediktif yang berharga dari kondisi pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah nilai GAP score dan saturasi oksigen dapat menjadi prediktor dalam memprediksi mortalitas pasien cidera kepala di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan studi retrospektif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang yang didapatkan dari data rekam medis pasien cedera kepala yang masuk pada periode Januari hingga Desember 2015 di RSSA Malang. Sampel yang digunakan sebanyak 96 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dan analisis : Uji Mann-Whitney pada penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara nilai GAP Score, dan saturasi oksigen dengan mortalitas pasien cidera kepala dalam 7 hari perawatan dengan p value dari semua variabel independen < 0,05. Hasil Uji regresi logistik menunjukkan bahwa persamaan GAP Score memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,938 dengan AUC = 0,921 yang dapat memprediksi mortalitas 92,1% pasien cidera kepala. Persamaan saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,870 dengan AUC = 0.880 dapat memprediksi mortalitas sebesar 88%, dan persamaan GAP score dan saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,967 dengan AUC = 0.965 dapat memprediksi mortalitas sebesar 96,5%. Diskusi dan kesimpulan: Secara statistik terdapat perbedaan AUC antara persamaan tersebut, dengan kesimpulan bahwa gabungan antara akurasi skoring GAP dan akurasi saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan akurasi dalam memprediksi kematian. Gabungan antara akurasi skoring GAP dan akurasi saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan akurasi dalam memprediksi mortalitas pada pasien cidera kepala. Kata kunci : GAP Score, Saturasi Oksigen, Mortalitas, Cedera Kepala. ABSTRACT Background: Head injury is a problem for public health because it can cause death, disability, and reduce a person's productive time. Head injuries have high mortality, requiring a method of head injury prognosis with early and accurate assessment in the hope of predicting outcomes and governance in accordance with the patient's condition. GAP Score is one of physiological scoring system that can be used as predictors of mortality of patients with head injury. This system is easier to use and provide valuable predictive information of the patient's condition. Patients who suffered a head injury requiring adequate oxygen supply to meet the needs of brain metabolism that required ongoing monitoring of the oxygen saturation in order to prevent the occurrence of secondary trauma that can worsen the condition of patients with head injury. The purpose of this study to determine whether the value GAP scores and oxygen saturation can be a predictor for predicting mortality in patients with head injury Saiful Anwar Hospital in Malang. Method: This type of research is observational analytic retrospective study. The sample in this study amounted to 96 people were obtained from medical records head injury patients who entered the period January to December 2015 in RSSA Malang. The samples used were 96 samples in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Result and Analysis : The results of the Mann-Whitney test analysis showed that there was significant relationship between the value of GAP Score, and oxygen saturation of patients with head injury mortality within 7 days of treatment with p value of all the independent variables
RANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP DASAR KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN Didik Saudin; Heri Kristianto
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP DASAR KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN Didik Saudin, Heri Kristianto Universitas Brawijaya Malang. E-mail: Heri.kristianto@ub.ac.id ABSTRAK Pendahuluan : Konsep dasar keperawatan gawat darurat merupakan keilmuan yang melandasi dari suatu pelayanan yang memerlukan reaksi yang cepat, cermat dan tepat dalam memberikan bantuan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang media pembelajaran Konsep dasar keperawatan gawat darurat berbasis video yang menarik dan mudah dipahami. Metode: Metode yang digunakan pada perancangan media pembelajaran ini menggunakan pengembangan multimedia. Hal yang dilakukan dalam pembuatan video adalah, perancangan, pengumpulan materi, pembuatan video, dan distribusi. Media pembelajaran ini dibuat dengan menggunakan aplikasi Microsoft Power Point 2013, Windows Movie Maker 2.6, dan Camtasia Studio 8. Hasil yang diharapkan adalah seorang penguna mampu mengaplikasikan apabila menemukan kegawatdaruratan disekitar. Hasil dan Analisa : Keberhasilan media pembelaran tentang konsep keperawatan gawat darurat dalam karya ilmiyah ini dibuktikan dengan jumlah kepuasan penguna media yang mencapai 70% berkomentar menarik dan 30% tampa penjelasan. Diskusi dan kesimpulan : Hal ini sebagai salah satu motivasi untuk perbaikan methode pembelajaran selanjutnya bagi pendidikan seorang perawat Kata kunci : Media pembelajaran, keperawatan, gawat darurat ABSTRACT Background : The basic concept of emergency nursing an underlying science of a service that requires quick reactions, careful and precise in providing assistance. The purpose of this study is to design a basic concept of learning media video-based emergency nursing attractive and easy to understand. Method: The method used in this study media design using multimedia development . Video making processe include creating the design, collection of material, video creation, and distribution. This instructional media created using Microsoft Power Point 2013 , Windows Movie Maker 2.6, and Camtasia Studio 8. The expected result is a user is able to apply when finding emergencies around. Result and analysis : Study media success of the concept of nursing in the emergency department of scientific work is evidenced by the number of media user satisfaction reached 70 % and 30 % interesting comment without explanation. Discussion and summary: It is as one of the motivations for the further improvement of learning method for nurse education Key word: Education Media, Nursing, Emergency
PENGARUH LINGKUNGAN, CITRA PERGURUAN TINGGI, MOTIVASI DAN PROSPEK TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA MEMILIH KULIAH DI POLTEKKES RS dr. SOEPRAOEN MALANG Fita Rusdian Ikawati; Nur Hidayati; Hadi Sunaryo
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Politeknik RS dr. Soepraoen Malang yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh lingkungan, citra perguruan tinggi, motivasi dan prospek ke arah keputusan mahasiswa dalam memilih kuliah di dr politeknik. Soepraoen Malang dan untuk mengetahui variabel yang dominan yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih dr politeknik. Soepraoen. Dengan menggunakan teknik jenis sampling probabilitis pengambilan sampel menggunakan random sampling sederhana sebanyak 55 responden sebagai perwakilan dari populasi keputusan mahasiswa dalam memilih kuliah di dr politeknik. Soepraoen Malang. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dibantu program komputer SPPS for windows dapat ditarik kesimpulan dan persamaan yang diperoleh dari hasil perhitungan dapat terdiri dari beberapa persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 16,542+ 0,300X1 + 0,046X2 - 0,405X3 - 0026 X4 + e. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa masing-masing variabel independen, faktor lingkungan dan citra universitas parsial, memiliki efek positif. Faktor lingkungan, citra perguruan tinggi, motivasi dan prospek secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan siswa dalam memilih perguruan tinggi di Politeknik RS dr. Soepraoen Malang. variabel lingkungan, citra perguruan tinggi, motivasi dan prospek mampu memberikan kontribusi 21,6% terhadap variabel keputusan, sehingga sisanya ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci: Lingkungan, Citra Pendidikan Tinggi, Motivasi, Prospek, Keputusan ABSTRACT This research was conducted at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang which aims to identify and analyze the influence of the environment, the image of higher education, motivation and prospects towards the decision in choosing a college student at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang and to determine the dominant variable influencing the decision polytechnic students in choosing dr. Soepraoen. By using the technique of sampling probabilities sampling using simple random sampling as 55 respondents representative of the population in the student's decision to study at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang. The results show based on the results of research and discussion by using multiple linear regression analysis computer program assisted SPPS for Windows can be deduced and the equation obtained from the calculation results can be comprised of multiple linear regression equation as follows: Y = 16,542+ 0,300X1 + 0,046X2 - 0,405X3 - 0026 X4 + e. The results of this study concluded that each independent variable, environmental factors and the partial image of the university, has a positive effect. Environmental factors, the image of higher education, motivation and prospects simultaneously have a significant influence on the decision in choosing a college student at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang. Environment variables, the image of the college, motivation and prospects are able to contribute 21.6% of the decision variables, so the determined by other variables not examined. Keywords: Environment, Image Of Higher Education, Motivation, Prospect, Decision
SHOCK INDEX (SI) DAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) SEBAGAI PREDIKTOR KEMATIAN PADA PASIEN SYOK HIPOVOLEMIK DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON Junaedi .; Janggan Sargowo; Tina Handayani Nasution
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Hipovolemik syok yang diakibatkan trauma maupun non trauma dapat menyebabkan kematian. Kematian disebabkan kehilangan sejumlah besar cairan tubuh atau darah yang terjadi pada kurang dari 24 jam atau 48 jam pertama sejak masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Diperlukan pengenalan tanda-tanda pada pasien yang berisiko terhadap kejadian syok untuk meningkatkan angka harapan hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Shock Index (SI) yang dihasilkan dari perhitungan dari rasio denyut nadi (HR) dan tekanan darah sistolik (SBP) dan Mean Arterial Pressure dari perhitungan 1/3 SBP + 2/3 DBP (tekanan darah diastolik) yang bermanfaat memprediksi kematian pasien syok hipovolemik < 24 jam dan 48 jam pertama masuk ke IGD RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, Jawa Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif pada bulan Januari 2015 – April 2016, terdiri atas variabel independen SI dan MAP dan variabel dependen yaitu mortalitas yang dibagi < 24 jam dan 48 jam. Kelompok SI dan MAP dibagi masing-masing dalam dua kelompok, yaitu SI ≤ 0,9 dan SI > 0,9 dan MAP ≥ 60 dan MAP < 60. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 29 data pasien, data SI dan MAP dicatat untuk dianalisa terhadap prediktor kematian < 24 jam dan 48 jam. Hasil dan Analisis: Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan MAP < 60 berpengaruh terhadap kematian pasien < 24 jam (Resiko Relatif (RR) 11,375, confidence interval (CI) 1,172-110,419, p = 0,036) dan memiliki nilai RR lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi kematian 48 jam (RR 0,067 CI 0,007-0,653, p = 0,020). Area di bawah kurva (AUC) menunjukkan MAP 0,9 dan merupakan parameter yang cepat, akurat dan mudah digunakan. Kata kunci: syok hipovolemik, Shock Index, Mean Arterial Pressure, prediksi kematian. ABSTRACT Background: Hypovolemic shock resulting from traumatic injuries or nontraumatic continous to be the leading cause of death. Body of fluids loss or hemorrhagic deaths usually occur within the first 24 h or 48 h of admission to emergency department. Therefore, early identification of patients who are at risk for developing shock may improve survival. Objective the study was analyze whether the shock index (SI), given by the formula SI = heart rate/systolic blood pressure (HR/SBP), and Mean Arterial Pressure (MAP), given by the formula MAP = 1/3 SBP + 2/3 DBP (Diastolic Blood Pressure) are useful for predicting mortality at < 24 h and 48 h in hypovolemic shock adult patients admitted to the emergency department of Gunung Jati hospital at Cirebon City, West Java. Methods: A database of trauma patients admitted between January 2015 and April 2016 were retrospectively reviewed; the result according to the shock index and MAP were Independent variable determined, generating a dichotomous variable mortality was dependent variable with two groups: mortality at less than 24 h and mortality at 48 h, Both group SI and MAP divide into two groups for variable SI: (SI ≤ 0.9) and (SI > 0.9) and for variable MAP: (MAP ≥ 60) and (MAP < 60). Statistical analysis was performed. Results and Analysis: A total of 29 patients were analyzed, all had admission SI and admission MAP were noted to analyze with predictors of hostpital mortality by less than 24 h and 48 h. Multivariat regression analyses demonstrated that MAP < 60 correlate with predict hospital mortality less than 24 h (Risk Relative, RR 11,375, confidence interval (CI) 1,172-110,419, p = 0,036) and had higher RR of predict hospital mortality as compared to 48 h (RR 0,067 CI 0,007-0,653, p = 0,020) respectively. Study have used Receiver Operating Characteristic Curves to determine the accuracy of MAP in predicting hospital mortality by less than 24 h ranged from 0,555 – 0,939 (p = 0,043, AUC = 74,7%) that maintened higher sentivity (72,4%) specificity (68,9%) than 48 h (45% and 27,6%). Discussion and Summary: An initial MAP < 60 were strongest mortality predictor by less than 24 h greater than SI > 0,9 in hypovolemic shock adult patient in the emergency department and is also a quick, applicable and more accurate. Keyword: hypovolemic shock, Shock Index, Mean Arterial Pressure, mortality predictor
PEMBERIAN TELUR AYAM REBUS PADA REMAJA PUTRI USIA 19 TAHUN YANG MENGALAMI ANEMIA DEFISIENSI BESI Rachelania Welinta Putri; Nur Khomariyah; Reny Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh. Anemia pada remaja putri dikarenakan gaya hidup yang dinamis dan adanya fase menstruasi tiap bulan. Tanda khas pada anemia defisiensi besi menunjukkan hasil laboratorium Hb
STUDI KORELASIONAL PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN TB PARU PADA ANAK DI POLI ANAK RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN Nunung Ernawati; Fitria Rahmawati
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latarbelakang: penyakit TB paru yang sering timbul pada usia anak disebut infeksi primer, sebagai orang tua seharusnya dapat mengenali tanda penyakit tuberculosis sehingga orang tua dapat melakukan tindakan pencegahan ataupun penatalaksanaan secara dini pada penyakit tuberkulosis karena penyakit ini bila tidak diobati sedini mungkin dan setepat-tepatnya dapat timbul komplikasi yang berat dan reinfeksi pada usia dewasa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang TB paru dan perilaku ibu dalam pencegahan Tb paru pada anak. Metode: desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mengantar anaknya berobat ke Poli Anak RS TK II dr. Soepraoen Malang dengan jumlah rata-rata35/hari, besar sampel penelitian berjumlah 32 orang yang sesuai kriteria sampel, menggunakan teknik quota sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 18-29 Agustus 2013 data diolah dengan uji statistic chi kuadrat dengan α 0,05. Hasil penelitian: berdasarkan uji analisis didapatkan x2 hitung = 19,44 dan x2 tabel 5,991. Oleh karena x2 hitung > x2 tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang TB paru anak dengan perilaku pencegahan terhadap TB Paru pada anak. Saran: program promosi kesehatan dalam pengendalian penyakit TB paru pada anak, sehingga dapat dilakukan tindakan preventif dan early diagnosis sehingga dapat mencegah kecacatan dan menurunkan angka kematian akibat penyakit TB paru pada anak. Kata kunci: pengetahuan,ibu, perilaku pencegahan, TB paru ABSTRACT Introdution: Pulmonary tuberculosis disease that often arise of the child is called a primary infection, as parents should be able to recognize the signs of tuberculosis so that parents can take precautions or early prompt treatment of pulmonary tuberculosis because the disease if not treated early will can be of severe complications and reinfection in adulthood phase. The research purpose was to determine the relationship between maternal knowledge about pulmonary tuberculosis and maternal preventive behaviour of pulmonary tuberculosis. The population in this study were all accompanied her mother was invited at Poli anak RS TK II dr. Soepraoen Malang and sample size was 32 people with quota sampling. The study was conducted on 18-29 August 2013 and data were processed with chi squared test with α = 0.05. Result: The based on the study were X2=19.44 > X2 table = 5.991 table, so Ho rejected and Ha accepted, its meaning that there is a relationship between maternal knowledge about children with pulmonary tuberculosis preventive behavior of child. Discuss: health promotion program for control of pulmonary tuberculosis disease of child, so it can be carried out preventive and early diagnosis so as to prevent disability and reduce morbiditas number from pulmonary tuberculosis disease of child. Keyword: knowledge, mother, preventive behavior, pulmonary tuberculosis
AKURASI REVISED TRAUMA SCORE SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITY PASIEN CEDERA KEPALA Riki Ristanto; M Rasjad Indra; Sri Poeranto; Ika Setyo Rini
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan akibat trauma yang membutuhkan tindakan cepat dan efisien untuk mencegah perburukan kondisi pasien. Pengukuran keparahan trauma adalah langkah yang sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat, efektif dan efisien untuk mencegah kecacatan dan kematian pasien cedera kepala. Revised Trauma Score (RTS) adalah merupakan physiologycal scoring systems yang dapat digunakan sebagai prediktor mortality pasien cedera kepala. Penilaian RTS dapat mengidentifikasi lebih dari 97% orang yang akan meninggal jika tidak mendapat perawatan dan kemampuan RTS dalam menentukan kondisi yang membahayakan jiwa adalah 76,9%. Namun, pada penelitian di Belanda, RTS memiliki nilai prediktif yang lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil penelitian RTS terdahulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui akurasi penggunaan Revised Trauma Score sebagai prediktor mortality pasien cedera kepala. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan design cohort retrospektif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang. Hasil analisis Uji Mann-Whitney penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara mortality pasien dalam 7 hari perawatan dengan score GCS, SBP, RR dan SpO2 dengan p value dari semua variabel independen < 0.05. Hasil Uji regresi logistik menunjukkan bahwa persamaan RTS (GCS, SBP, RR) memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lamesho = 0.849, nilai sensitivity sebesar 0.93, specificity 0.863, Positive Predictive Value (PPV) 0.95, Negative Predictive Value (NPV) 0.79, dan dengan AUC 0.942 (CI95% 0.88-0.99). Maka persamaan RTS (GCS, SBP, RR) memiliki kualitas diskriminasi, kalibrasi dan akurasi yang baik, sehingga persamaan RTS (GCS, SBP, RR) dapat digunakan sebagai prediktor mortality pasien cedera kepala. Penggunaan persamaan RTS (GCS, SBP, RR) masih layak sebagai alat bantu dalam triage pasien cedera kepala. Kata kunci : Mortality, Pasien Cedera Kepala, RTS. Abstract Head injury is one of the major causes of death and disability due to trauma requiring fast and efficient action to prevent worsening of the patient's condition. Trauma severity measurement is a very important step to support clinical decision making proper, effective and efficient to prevent disability and death of head injury patients. Revised Trauma Score (RTS) is a physiologycal scoring systems that can be used as a predictor of mortality head injury patients. Rate RTS can identify more than 97% of people who will die if not treated and RTS in determining the ability of life-threatening conditions is 76.9%. However, in a study in the Netherlands, RTS has a lower predictive value when compared with the results of previous RTS. The purpose of this study to determine the accuracy of the use of Revised Trauma Score as predictors of mortality head injury patients. This study was an observational study with retrospective cohort design. The sample in this study amounted to 96 people. The results of the Mann-Whitney test analysis showed that there was significant relationship between patient mortality within 7 days of Ristanto, Akurasi Revised Trauma Score Sebagai Prediktor Mortality 77 treatment with a score of GCS, SBP, RR and SpO2 with the p value of all the independent variables of
PEMBERIAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL (EVOO) UNTUK MENGATASI DIAPER RASH (RUAM POPOK) PADA BAYI USIA 1-12 BULAN Pristi Desy Puspitasari; Rosyidah Alfitri; Ina Indriati
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Diaper rash atau ruam popok merupakan ruam merah terang yang disebabkan oleh iritasi dari kulit terkena urin atau kotoran yang berlangsung lama di bagian mana saja dibawah popok anak. Untuk menyembuhkan diaper rash (ruam popok) dapat diberikan terapi nonfarmakologi yaitu extra virgin olive oil (EVOO). Manfaat pemberian extra virgin olive oil (EVOO) yang mengandung fenol dan asam esensial dapat melawan ruam pada pantat bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemberian Extra Virgin Olive Oil (EVOO) dalam mengatasi diaper rash (ruam popok) pada bayi usia 1-12 bulan. Metode penelitian yang akan digunakan adalah deskripsi observasional dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 2 subyek. Penelitian dilakukan dengan setiap hari dengan mengolesi Extra Virgin Olive Oil (EVOO) sebanyak 4 kali selama ≤ 7 hari. Pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian, observasi, SOP, dan dokumentasi foto. Hasil penelitian dan observasi tentang penanganan diaper rash (ruam popok) didapatkan bahwa pada subyek pertama dinyatakan sembuh dalam 4 hari dan pada subyek kedua dinyatakan sembuh dalam 7 hari. Dari hasil penelitian terbukti extra virgin olive oil (EVOO) dapat menyembuhkan diaper rash (ruam popok). Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan bayi usia 1-12 bulan yang mengalami diaper rash (ruam popok) dapat memberikan extra virgin olive oil (EVOO) untuk menyembuhkan diaper rash (ruam popok). Kata kunci : Bayi usia 1-12 bulan, diaper rash, extra virgin olive oil (EVOO) ABSTRACT Introduction Diaper rash is bright red rash caused by irritation of the skin exposed to urine or feces that lasted long in any part of a child's diaper below. To heal diaper rash can be given non pharmacological therapy with extra virgin olive oil (EVOO). The health benefits of extra virgin olive oil (EVOO) containing phenol and essential acids can fight a rash on a baby's bottom. The aim of the research is to find out the provision of Extra Virgin Olive Oil (EVOO) in dealing with diaper rash in infants aged 1-12 months. The research method to be used is the description of the observational case study approach. Subjects were selected based on inclusion and exclusion criteria as much as 2 subjects. Research carried out by every day by smearing Extra Virgin Olive Oil (EVOO) 4 times for ≤ 7 days. Collecting data using sheet assessment, observation, SOP, and photo documentation. Results of research and observations on the handling of diaper rash found that in the first subject was declared cured in 4 days and on the second subject was declared cured within 7 days. From the results of the study proved to be extra virgin olive oil (EVOO) can heal diaper rash. By doing this research is expected to infants aged 1-12 months who have diaper rash can provide extra virgin olive oil (EVOO) to heal diaper rash. Keywords: Infants aged 1-12 months, diaper rash, extra virgin olive oil (EVOO)
PERBEDAAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN ROBEKAN PERINEUM MENGGUNAKAN CHLORHEXITIDINE GLUCONATE DAN TRYCLOSAN PADA TINDAKAN VULVA HYGIENE DI BPM “S.A” KECAMATAN TUMPANG Rifzul Maulina
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Robekan Perineum adalah robekan yang terjadi antara vagina dan rektum. Robekan perineum akan cepat sembuh dengan tindakan vulva hygiene. Vulva hygiene bisa menggunakan chlorhexitidine gluconate ataupun tryclosan. Kandungan chlorhexitidine gluconate yang berperan sebagai dari bakteriocid dan bakteriostatik yang bersifat membunuh dan menghambat pertumbuhan kuman sedangkan kandungan tryclosan berperan sebagai bakteriostatik bersifat menghambat pertumbuhan kuman. Dari kedua antiseptik ini diharapkan bisa menurunkan resiko infeksi sehingga penyembuhan luka cepat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepatan penyembuhan robekan perineum menggunakan chlorhexitidine gluconate ataupun tryclosan pada tindakan vulva hygiene. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimental design. Populasi semua ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi di BPM “S.A” dengan sampel berjumlah 20 orang yaitu 10 orang yang diberikan intervensi vulva hygiene menggunakan chlorhexitidine gluconate dan 10 orang yang diberikan intervensi vulva hygiene menggunakan tryclosan dengan menggunakan teknik kuota sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan data dianalisis menggunakan Mann Whitney U Test dengan signifikan α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan p = 0,022 sehingga mempunyai nilai hitung p ≤ 0,05 yang menunjukkan Ho ditoalak artinya terdapat perbedaan percepatan penyembuhan robekan perineum yang menggunakan chlorhexitidine gluconate ataupun tryclosan. Vulva hygiene menggunkan chlorhexitidine gluconate, keadaan luka lebih cepat sembuh daripada menggunakan tryclosan pada hari ke-7 post partum. Disarankan bagi tenaga kesehatan khusunya bidan untuk selanjutnya melakukan tindakan vulva hygiene menggunakan chlorhexitidine gluconate pada ibu post partum dengan robekan perineum. Kata kunci : penyembuhan robekan perineum, vulva hygiene ABSTRACT The perineum laceration is a laceration that occurs between the vagina and rectum. Perineal lacerations will quickly recover with vulvar hygiene. Vulva hygiene could use chlorhexitidine gluconate or tryclosan. The content chlorhexitidine gluconate which as bacteriostatic and bakteriocid, that is to kill and inhibit the growth of bacteria, while the content of tryclosan act as bacteriostatic is inhibiting the growth of bacteria. From both an antiseptic is expected to decrease the risk of infection and laceration healing occurs rapidly. This study aims to determine the difference healing perineal lacerations using chlorhexitidine gluconate or tryclosan on vulva hygiene. The Design of this study using an quasy experimental design. The population of all postpartum who meet the criteria for inclusion in BPM “SA” with a sample of 20 people which 10 people were given hygiene interventions vulva using chlorhexitidine gluconate and 10 people were given hygiene interventions vulva using tryclosan using accidental sampling technique. The Collecting data using observation sheet and the data were analyzed using the Mann Whitney significant U Test with α = 0.05. The results of this study showed p = 0.022 so as to have the calculated value p ≤ 0.05, which indicates Ho rejected means that there are differences in acceleration of healing perineal lacerations that uses chlorhexitidine gluconate or tryclosan. Vulva hygiene using the chlorhexitidine gluconate, state cuts heal faster than using tryclosan on the 7th day post partum. Suggested for health personnel especially midwives for further action vulvar hygiene using chlorhexitidin gluconate in with post partum perineal laceration Keyword : The healing perineum laceration, vulva hygiene

Page 1 of 2 | Total Record : 12