cover
Contact Name
rustan amarullah
Contact Email
rustanamarullah8@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
borneo.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. M. Ardans 2 No. 36 (Ring Road III). Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara
ISSN : 18580300     EISSN : 24076767     DOI : https://doi.org/10.24258/jba
Core Subject : Social,
Jurnal Borneo Administrator is a journal that dedicated to publishing and disseminating the results of research and development in public administration area. The scope of this journal covers experimental and analytical research in public administration areas. The topics include public policy, public management, bureaucracy, public service, civil servant, public service innovation, local autonomy, and related fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020" : 10 Documents clear
Penerapan Good Environmental Governance pada Praktik Perdagangan Karbon di Proyek Katingan Mentaya Bimo Dwi Nur Romadhon Sukadi; Dewa Ayu Agung Intan Pinatih; Ni Putu Mirna Sari
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.693

Abstract

The implementation of good governance by continuing to prioritize respect for the environment (good environmental governance) is very suitable to be applied during the environmental problems that occur recently. The implementation of good environmental governance in carbon trading practices in the Katingan Mentaya Project ishe collaboration between the government, private sector, and community, which becomes the main focus of this research. The division of power, duties and authority among the stakeholders is analyzed with 3 principles of good environmental governance. This study revealed an academic study related to “the increasing degree of power-sharing between state and market actors”, where the division of roles between the government and market actors in stage of expanding towards an ideal position. The government (KLHK) is still developing its role as a regulator, while market actor (PT. RMU) is still exploring its potential efforts based on the midst of environmental and community empowerment at Katingan Mentaya Project’s area. The existed of a statue or legal product that contains carbon trading mechanisms based on the principle of non-overlapping good environmental governance is very necessary for alleviating problems and obstacles that arise. Keywords: Good Environmental Governance, Carbon Trading, Katingan Mentaya Project Abstrak Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap lingkungan (good environmental governance) sangat sesuai untuk diterapkan di tengah permasalahan lingkungan yang kerap terjadi belakangan ini. Penerapan good environmental governance dalam praktik perdagangan karbon di Proyek Katingan Mentaya, yang merupakan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Pembagian kekuasaan, tugas, dan wewenang di antara para pelaksana yang terlibat dianalisis dengan tiga prinsip good environmental governance. Penelitian ini mengungkapkan kajian akademik terkait “the increasing degree of power sharing between state and market actors”, yaitu pembagian peran antara pemerintah dan pelaku pasar dalam tahap berkembang (expanding) menuju posisi ideal. Pemerintah (KLHK) masih terus berkembang dalam perannya sebagai regulator dalam menciptakan kebijakan, sedangkan pihak swasta (PT. RMU) masih dalam tahap menggali potensi dengan tetap memperhatikan usaha yang berbasis lingkungan dan upaya pemberdayaan masyarakat di area Proyek Katingan Mentaya. Kehadiran suatu statue atau produk hukum yang memuat tentang mekanisme perdagangan karbon berdasarkan prinsip good environmental governance yang tidak tumpang tindih tentu saja sangat diperlukan, dalam mengentaskan permasalahan dan penghambat yang timbul. Kata Kunci: Good Environmental Governance, Perdagangan Karbon, Proyek Katingan Mentaya
Implementasi Sistem Merit pada Aparatur Sipil Negara di Indonesia Anggita Chairiah; Ariski S; Agus Nugroho; Adi Suhariyanto
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.704

Abstract

High performance and competency are the demands that nowadays must be owned by State Civil Apparatus known as ASN. Those demands can be achieved if the human resources' screening process is carried out lawfully and correctly by procedures. This article aims to examine the management of State Civil Apparatus in Indonesia using the merit system theory based on several phenomena. The data were analyzed using qualitative techniques, namely a descriptive phenomenological analysis. The discussion focuses on the development and particular phenomenon of the merit system in Indonesia's current situation, starting from the beginning of the selection and recruitment process, the placement of ASN, and implementing a merit system based on competency. Research result showed that the implementation of the merit system in Indonesia has not yet been thoroughly carried out based on the right procedures. More importantly, to become a dynamic governance also requires firm awareness of all stakeholders' responsibility, which is the primary key to executing a merit system in Indonesia. However, the improvement of supervision also needs to be done, especially by KASN, to optimize the merit system's implementation. Keywords: Merit System, State Civil Apparatus (ASN), Performance Appraisal, Human Resource Management Abstrak Kinerja dan kompetensi tinggi merupakan salah satu tuntutan yang harus dimiliki ASN saat ini. Hal ini bisa diwujudkan jika proses penyaringan sumber daya manusia yang unggul dilakukan dengan jujur dan benar sesuai dengan prosedur. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji manajemen Aparatur Sipil Negara di Indonesia menggunakan teori sistem merit berdasarkan beberapa fenomena yang ada. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif, yakni descriptive phenomenological analysis. Pada pembahasan fokus penelitian, dipaparkan pelaksanaan serta beberapa fenomena penerapan sistem merit pada ASN di Indonesia saat ini dari awal proses seleksi dan rekrutmen, penempatan ASN hingga penerapan sistem merit berdasarkan kompetensi. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan sistem merit di Indonesia masih belum sepenuhnya dilakukan sesuai prosedur. Kunci sukses lainnya, agar menjadi dynamic governance diperlukan kesadaran penuh dari semua pemangku kepentingan dalam menerapkan sistem merit di Indonesia. Namun, peningkatan pengawasan juga perlu dilakukan terutama oleh KASN agar implementasi sistem merit dapat optimal. Kata Kunci: Sistem Merit, Aparatur Sipil Negara (ASN), Penilaian Kinerja, Manajemen Sumber Daya Manusia
Efektifkah Pelaksanaan Penjaminan Mutu Melalui Akreditasi Lembaga Pelatihan Pemerintah di Indonesia? Erna Irawati; Yogi Suwarno
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.713

Abstract

The implementation of ASN competency development is closely related to the quality of education and training provided by the Educational Institution (Lemdik). The National Institute of Public Administration (NIPA) as the agency assigned the task of fostering the implementation of education and training for ASN employees has conducted quality assurance to ensure the implementation quality of the education and training. Even though quality assurance has been carried out routinely, training problems still arise. This study aims to analyze the implementation of accreditation as a quality assurance process carried out by Educational Institutions. This research was conducted using qualitative descriptive method with data collection techniques through document review, FGDs, and in-depth interviews. The results of the study showed that the implementation of accreditation has not been able to portray aspects of leadership and organizational commitment as part of quality assurance. The results of the study found that the fulfillment of data and information in the implementation of accreditation had not been carried out routinely. From these findings, the results of the study recommended that the quality assurance process must be viewed from the management cycle. Besides, there also needs an improvement in data and information management systems. Keywords: State Civil Apparatus (ASN), Quality Management, Accreditation, Competency Development Abstrak Pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN berkaitan erat dengan kualitas penyelenggaraan diklat yang diberikan oleh Lembaga Pendidikan (Lemdik). Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instansi yang diberikan tugas dalam membina pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai ASN telah melakukan penjaminan mutu untuk menjamin kualitas penyelenggaraan diklat. Meskipun penjaminan mutu telah dilaksanakan secara rutin, tetapi permasalahan diklat masih sering muncul. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan akreditasi sebagai proses penjaminan mutu yang dilakukan oleh lemdik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui telaah dokumen dengan memanfaatkan berbagai dokumen terkait proses akreditasi tahun 2019, FGD, dan wawancara mendalam. Hasil studi menunjukkan bahwa pelaksanaan akreditasi belum mampu memotret aspek kepemimpinan dan juga komitmen organisasi sebagai bagian dari penyelenggaraan penjaminan mutu. Hasil kajian menemukan pemenuhan data dan informasi dalam pelaksanaan akreditasi belum dilakukan secara rutin sehingga menyebabkan data dan informasi yang diberikan cenderung disiapkan hanya untuk keperluan akreditasi. Dari dua temuan ini, hasil kajian merekomendasikan bahwa proses penjaminan kualitas harus dilihat dari siklus manajemen, serta perlu penambahan data dan informasi yang mencerminkan aspek kepemimpinan, integritas dan komitmen pegawai. Selain itu, perlu ada perbaikan sistem pengelolaan data dan informasi untuk menjamin bahwa data yang diunggah benar-benar mencerminkan aktivitas dan penjaminan kualitas di setiap tahapan. Kata kunci: ASN, Manajemen Mutu, Akreditasi, Pengembangan Kompetensi
Quintuple Helix dan Model Desa Inovatif (Studi Kasus Inovasi Desa di Desa Panggungharjo, Yogyakarta) Retnayu Prasetyanti; Bayu Mitra A. Kusuma
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.719

Abstract

Innovation determines the future of village development. This qualitative case study presents an analysis of village governance best practices in economic, environmental, socio-cultural, and technological aspects. Unlike the majority of villages that duplicate innovation, Panggungharjo was able to develop a genuine innovation through the creation of a village-owned enterprise (BUMDes). This scientific paper concludes that participation and synergy among helixes/subsystems in the quintuple helix innovation model (government, industry, universities, civil society, and the natural environment) determine the success of continuing village innovation. In Panggungharjo village, there were 3 affecting factors in succeeding innovation, there were political and leadership capacity; process and bureaucratic capacity; and social and environmental capacity. The use of the top-down & bottom-up innovative village model was also crucial. As a lesson learned, this study formulated the stages of developing innovative villages. The figure of the village leader played a crucial role in the process of initiating innovation and optimizing the village bureaucracy politically and administratively. A set of development roadmap referring to the national priority of the village development program was fundamental. It is also urgent to maintain coordination among helixes so that village innovation can embrace the potential of the village and influence people's welfare. Keywords: Quintuple Helix, Innovation Model, Village Innovation, Village Development, Innovative Village Model Abstrak Inovasi menjadi penentu arah kemajuan desa. Studi kasus kualitatif instrumental ini menyajikan analisis best practice tata kelola inovasi desa pada aspek ekonomi, lingkungan, sosial-budaya, dan teknologi. Berbeda dengan sebagian besar desa yang melakukan duplikasi inovasi, Desa Panggungharjo mampu mengembangkan inovasi secara mandiri melalui pembentukan BUMDes, sebuah lembaga ekonomi-sosial desa. Artikel ini menunjukkan bahwa partisipasi dan sinergi antarsubsistem dalam model inovasi quintuple helix (pemerintah, industri, universitas, masyarakat sipil, dan lingkungan alami) menjadi penentu keberhasilan inovasi desa yang berkelanjutan. Terdapat tiga faktor penentu keberhasilan inovasi, mengacu pada istilah Kepala Desa Panggungharjo, didefinisikan sebagai tiga kapasitas (kompetensi) utama, yaitu; (1) kapasitas politik dan kepemimpinan; (2) kapasitas proses dan birokrasi; (3) kapasitas sosial dan lingkungan. Aspek penting lain yang perlu diperhatikan adalah penerapan model desa inovatif berbasis pendekatan top-down & bottom-up. Studi ini merumuskan tahapan pengembangan desa inovatif sebagai lesson learnt dari kesuksesan inovasi di Desa Panggungharjo. Sosok pemimpin desa memegang peran krusial terutama dalam proses inisiasi program inovasi dan optimalisasi birokrasi desa. Pemerintah desa dituntut untuk mampu menyusun roadmap perencanaan pembangunan desa sesuai arah kebijakan/program prioritas desa dalam lingkup nasional. Sebagai tindak lanjut, pengembangan inovasi harus didasarkan pada koordinasi dan penguatan jaringan kerja sama antar-helix sehingga dapat berimbas pada pemerataan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Quintuple Helix, Model Inovasi, Inovasi Desa, Pembangunan Desa, Model Desa Inovatif
Orientasi Kebijakan Pemberantasan Korupsi Negara Asia Menurut Ranking Corruption Perception Index Okparizan Okparizan; Lesmana Rian Andhika
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.730

Abstract

This study discusses the effort against corruption eradication in Asian countries which is a manifestation from the corruption itself. To that goal, this study adopted a literature review to explore ways to corruption eradication (secondary data). Meanwhile from the literature review, the analysis provided information that corruption eradicating was more directed at preventive measures through education in early childhood at the elementary school programs as an investment in future integrity. The citizen participation, institutions cooperation, good governance, and electronic use in reporting activities system contributes to efforts to make difficult corruption. The corruption eradication in each country will apply differently according to the condition and resources available. Keywords: Corruption, Eradication, Asia Country Abstrak Penelitian ini membahas tentang upaya pemberantasan korupsi di negara Asia yang dimanifestasikan dari bentuk korupsi itu sendiri. Untuk tujuan itu, penelitian ini mengadopsi kajian pustaka untuk menelusuri cara pemberantasan korupsi (data sekunder). Sementara itu, dari penelusuran analisis kajian pustaka memberikan informasi bahwa pemberantasan korupsi lebih diarahkan kepada tindakan pencegahan melalui pendidikan korupsi tingkat usia dini pada program sekolah dasar sebagai investasi integritas masa depan. Partisipasi masyarakat, kerja sama berbagai institusi, tata kelola pemerintahan, dan penggunaan elektronik dalam aktivitas pelaporan berkontribusi dalam upaya mempersulit tindakan korupsi. Pemberantasan korupsi di setiap negara akan menerapkan cara yang berbeda sesuai dengan keadaan, dan sumber daya yang tersedia. Kata Kunci: Korupsi, Pemberantasan Korupsi, Negara Asia
Birokrasi dan Revolusi Industri 4.0: Mencegah Smart ASN menjadi Mitos dalam Agenda Reformasi Birokrasi Indonesia Dodi Faedlulloh; Syamsul Maarif; Intan Fitri Meutia; Devi Yulianti
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.736

Abstract

This research is motivated by the idea of Smart ASN which was introduced by the government as a step to face the industrial revolution 4.0. The government must face the industrial revolution 4.0. The apparatus must adapt to technological transformation. The purpose of this research is to explore critically the roots of the Smart ASN idea. This research method uses PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). The results show that the Smart ASN idea still has an inherent problem that is not yet optimal use of information technology. In other words, the Smart ASN idea does not have a solid foothold. The result of the alternative analysis that needs to be done is to optimize the presence of the millennial generation by 1) Providing jobs that are in accordance with their competencies and potential; 2) Provide opportunities to open perspectives and learn new knowledge in work through various methods; 3) Providing space for the new idea; 4) Building a humanistic work culture; and 5) Providing opportunities for capacity building for young apparatuses. Meanwhile, to support the management of human resources, the idea of ASN Corporate University can be implemented to achieve the goal of Smart ASN. Keywords: Bureaucracy, Smart ASN, Industrial Revolution 4.0 Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gagasan Smart ASN yang dikenalkan pemerintah sebagai langkah menghadapi era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 adalah fase terkini yang harus dihadapi oleh pemerintahan Indonesia. Para aparatur dipaksa untuk beradaptasi terhadap transformasi teknologi agar pelayanan publik lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk menelusuri secara kritis akar gagasan Smart ASN, menggali aspek yang masih menjadi kekurangan dalam Smart ASN. Metode penelitian ini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan Smart ASN masih memiliki problem inheren yakni belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam birokrasi. Dengan kata lain, gagasan Smart ASN tidak memiliki pijakan yang kuat sehingga diperlukan langkah mengisi kekosongan yaitu dengan mengoptimalkan momentum hadirnya generasi milenial di lingkungan birokrasi dengan cara pengelolaan SDM di era digital yang bersifat pemberdayaan pegawai: yaitu 1) Memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan potensi diri; 2) Memberikan peluang untuk membuka perspektif dan mempelajari pengetahuan baru dalam pekerjaan melalui berbagai metode; 3) Memberikan ruang produksi gagasan; 4) Membangun budaya kerja yang humanis; dan 5) Memberikan peluang peningkatan kapasitas bagi para aparatur muda. Sedangkan untuk menunjang pengelolaan SDM, gagasan ASN Corporate University bisa dilaksanakan untuk mencapai tujuan Smart ASN Kata Kunci: Birokrasi, Smart ASN, Revolusi Industri 4.0
Penerapan Kebijakan Sistem Merit: Praktik Terbaik di Lembaga Administrasi Negara Adi Suryanto; Mariman Darto
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.744

Abstract

The implementation of the merit system policy in National Institute of Public Administration (NIPA) since 2015 has recently gained a positive recognition. In 2019, NIPA has got an excellent rating in the Merit System Index published by the Commission of State Civil Apparatus (KASN). The purpose of this research is to explore NIPA’s experience in implementing the merit system processes, what has been done and how to do it. Through an explorative-qualitative approach, data were collected by interviewing key informants as well as document analysis of the merit system implementation process for the last 5 years (2015-2020) and using participation observer technique. The result showed that NIPA has consistently implemented the merit system according to its principles and regulation during its implementation. It is also found that top leaders’ commitment has played a dominant and significant factor in the successful merit system implementation. Keywords: Merit System, Civil Servant, Professionalism Abstrak Sistem merit yang diterapkan di Lembaga Administrasi Negara (LAN) sejak tahun 2015 lalu telah mendapatkan pengakuan dari Pemerintah. Pada tahun 2019 LAN meraih predikat sangat baik dalam penilaian Indeks Sistem Merit (Merit System Index) yang dilakukan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi lebih jauh tentang mengapa LAN menerapkan sistem merit, apa saja yang telah dilakukan, dan bagaimana melakukannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-eksploratif, pengumpulan berbagai data/informasi pendukung sejak diterapkannya sistem merit (2015-2020), wawancara terbatas dengan para pengambil kebijakan dilakukan dan menggunakan teknik participation observer. Hasilnya bahwa penerapan sistem merit di LAN dilakukan sesuai dengan prinsip dan tahapan kebijakan yang ada. Komitmen pimpinan dan konsistensi dalam penerapan kebijakan sistem merit menjadi faktor determinan. Kata Kunci: Sistem Merit, Pegawai Negeri Sipil, Profesionalisme
Preface JBA Vol. 16 No. 3 2020 Tim Redaksi
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.817

Abstract

Appendix JBA Vol. 16 No. 3 2020 Appendix Artikel
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.818

Abstract

Front Cover JBA Volume 16 No. 3 2020 Front Cover
Jurnal Borneo Administrator Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.819

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 3 (2025): Desember 2025 Vol. 21 No. 2 (2025): Agustus 2025 Vol. 21 No. 1 (2025): April 2025 Vol. 20 No. 3 (2024): December 2024 Vol. 20 No. 2 (2024): August 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): April 2024 Vol 19 No 3 (2023): December 2023 Vol 19 No 2 (2023): August 2023 Vol 19 No 1 (2023): April 2023 Vol 18 No 3 (2022): December 2022 Vol 18 No 2 (2022): August, 2022 Vol 18 No 1 (2022): April 2022 Vol 17 No 3 (2021): December 2021 Vol 17 No 2 (2021): August, 2021 Vol 17 No 1 (2021): April 2021 Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020 Vol 16 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 16 No 1 (2020): April 2020 Vol 15 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 15 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 15 No 1 (2019): April 2019 Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 14 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 14 No 1 (2018): April 2018 Vol 13 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 13 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 13 No 1 (2017): April 2017 Vol 12 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 12 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 12 No 1 (2016): April 2016 Vol 11 No 3 (2015): Desember 2015 Vol 11 No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 11 No 1 (2015): April 2015 Vol 10 No 3 (2014): Desember 2014 Vol 10 No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 10 No 1 (2014): April 2014 Vol 9 No 3 (2013) Vol 9 No 2 (2013) Vol 9 No 1 (2013) Vol 8 No 3 (2012) Vol 8 No 2 (2012) Vol 8 No 1 (2012) Vol 7 No 3 (2011) Vol 7 No 2 (2011) Vol 7 No 1 (2011) Vol 6 No 3 (2010) Vol 6 No 2 (2010) Vol 6 No 1 (2010) Vol 5 No 3 (2009) Vol 5 No 2 (2009) Vol 5 No 1 (2009) Vol 4 No 3 (2008) Vol 4 No 2 (2008) Vol 4 No 1 (2008) Vol 3 No 3 (2007) Vol 3 No 2 (2007) Vol 3 No 1 (2007) Vol 2 No 3 (2006) Vol 2 No 2 (2006) Vol 2 No 1 (2006) Vol 1 No 3 (2005) Vol 1 No 2 (2005) Vol 1 No 1 (2005) More Issue