cover
Contact Name
Riki Effendi
Contact Email
riki.effendi@ftumj.ac.id
Phone
+628126911689
Journal Mail Official
sintek@ftumj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27, RT.11/RW.5, Kec. Cempaka. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 20889038     EISSN : 25499645     DOI : -
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin is an open access, peer-review journal which publishes original and review articles that advance the understanding of both the fundamentals of engineering science and its application to the solution of challenges and problems in mechanical engineering systems, machines and components. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate.
Articles 269 Documents
EVALUASI KONDISI MESIN BUBUT HARIZON T300 MENURUT METODE SCHLESINGER SEBAGAI ACUAN DALAM MELAKUKAN TINDAKAN PERAWATAN Frans Mangngi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 2 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To ensure that a lathe still has a high performance and accuracy, it is necessary to evaluate the condition of the machine. The results of the evaluation are not only used to determine the performance and accuracy of the machine but more than that can be used to determine the maintenances and repairs actions more precisely, therefore the condition of the machine can be returned to a better state. The aims of the reserach was to evaluate the condition of lathe machine Harizon T300 brand that exists in the Laboratory of Maintenance and repair of Mechanical Engineering Department of State Polytechnic of Kupang; The results of this evaluation will serve as a reference in performing appropriate maintenance actions against the machine. The evaluation method and procedure used is based on standard test chart according to Schlesinger method. It was found that, from the 8 test components of Harizon T300 lathes, only two test components that still met the standards of geometric accuracy are: (1). Centre sleave for true running, and (2). Centre point for true running; While the other 6 components of testing have not met the required standards, namely: (1). The flatness of the bed, (2). Work spindle parallel with the bed in a vertical and horizontal plane, (3). Work spindle parallel with the bed in the vertical and horizontal plane, (4). the axis of centers parallel with the bed in the vertical plane, (5). Tailstock sleeve parallel with bed vertical and horizontal plane, and (6). Tailstock guide ways parallel with the movement of the carriage; Thus the conclusion of this research is the Harizon T300 lathes that used as a sample of this research was not standard anymore and needs to be reconditioned.
RANCANGAN ULANG MESIN PENGUPAS BIJI MELINJO BERKAPASITAS 90 KG/JAM Syawaluddin Syawaluddin; Eri Diniardi; Muhamad Alogo
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2010): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melinjo (gnetum gnemon) adalah merupakan salah satu tanaman pangan, maka dengan ini penulis membuat perancangan mesin pengupas biji melinjo dimana dalam perancangan ini kecepatan linier yang direncanakan adalah sekitar 0,300 – 0,740 m/s dengan kapasitas kerja mesin 1,5 kg permenit atau 90 kg/jam dengan putaran mesin 71 rpm dengan lama pemanasan biji antara 5 – 8 menit banyaknya biji terkupas adalah sebesar 80 % dan sisanya adalah biji yang rusak.Karena banyaknya permasalahan yang timbul, maka penulis membatasi perhitungan hanya pada beberapa komponen mesin pengupas biji melinjo (Gnetum gnemon) saja, yang meliputi perhitungan hopper, baut dan rangka pada perancangan mesin ini hopper yang didukung F = 39,2 N. Beban perbaut (w) 75 N yang merupakan komponen pengikat pada rangka mesin pengupas biji melinjo.
ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN PADA DIFFERENTIAL HEAVY DUTY TRUCK HD 785-5 Rasma Loki Mardian
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heavy Duty Truck (HD) 785-5 adalah unit pengangkut muatan (hauling) yang menggunakan tipe differential conventional. Dengan tipe ini apabila unit dalam keadaan medan yang sangat berat atau biasa dibilang keadaan jalan licin maka differential akan membuat unit berjalan sama antara roda kiri dan roda kanan untuk menyeimbangkan keadaan medan. Ini sangat penting untuk meningkatkan unit bekerja dengan efektif dan proses produksi berjalan dengan semestinya. HD 785-5 digunakan untuk Houling atau mengangkut overburden/looding point dari kendaraan pemuat seperti: Dozer Shovel, Excavator, dan Wheel Loader menuju tempat pembuangan limbah atau mengangkut batu bara menuju stockpile maupun crusher. Differential pada suatu unit merupakan suatu system yang sangat penting, Mengapa disebut demikian karena differential mempunyai fungsi yang penting. Apabila pada salah satu komponen dari differential ini ada yang tidak berfungsi maka secara otomatis unit  tidak dapat beroperasi secara maksimal. Kemungkinan kerusakan yang terjadi pada differential bisa diakibatkan oleh kerusakan pada komponen seperti, terjadi keausan  pada rear axle shaft, terjadi kerusakan pada bevel pinion gear differential, terjadi keausan (scracth) di bevel gear, thrust washer rear differential aus dan scratch pada bagian yang contact dengan side gear, terjadi kerusakan planetary pinion gear. Kemudian komponen diperiksa satu persatu untuk mencari data hasil kerusakan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap komponen tersebut ternyata pada komponen - komponennya terdapat kerusakan. Dari hasil pemeriksaan yang diperoleh maka dapat dilakukan langkah - langkah perbaikan meliputi penggantian dan pengetesan dan seterusnya. Pada unit ini terdapat salah satu sistem penting yaitu differential yang berfungsi sebagai meneruskan tenaga putar dari transmisi melalui propoler shaft yang selanjutnya akan membuat  penyaluran tenaga lebih halus dari final gear keroda kiri dan kanan pada kondisi apapun.
ANALISIS PERFORMANSI PADA HEAT EXCHANGER JENIS SHEEL AND TUBE TIPE BEM DENGAN MENGGUNAKAN PERUBAHAN LAJU ALIRAN MASSA FLUIDA PANAS (Mh) Aznam Barun; Eko Rukmana
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 1 (2007): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpindahan panas adalah proses yang sangat penting dalam dunia perindustrian. Ekonomisnya suatu proses pabrik sering ditentukan oleh keefektifan dari pemanfaatan dan recovery panas yang dikandung suatu bahan. Banyaknya steam dan sistim pendingin yang dibutuhkan ditentukan oleh efisiensi dari alat yang digunakan. Ada banyak jenis heat exchanger yang dapat digunakan dalam industri, tergantung pada proses apa yang akan ditangani. Kemudian dari satu jenis mempunyai bermacam-macam tipe, tetapi yang penting dari karakter heat exchanger ini adalah terjadinya perpindahan panas dari fase yang bersuhu tinggi ke fase yang bersuhu rendah atau sebaliknya sesuai dengan dari fungsinya. Untuk menentukan besar kecilnya panas yang dipindahkan pada beda temperatur yang sama, ini tergantung kepada harga koefisien perpindahan panas total dari alat yang digunakan, dimana pada suatu alat heat exchanger tersebut koefisien ini dapat diperkirakan besarnya melalui perhitungan.
ANALISA KEKUATAN MATERIAL PADA APLIKASI DOWEL JALAN BETON Cahya Sutowo; Sasi Kirono; Timbul Susanto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kendaraan yang lewat dengan beban kendaraan melewati batas kuota beban kendaraan yang diperbolehkan melewati jalan tersebut menyebabkan jalan beton mengalami keretakan dan penurunan. Keretakan umumnya terjadi di antara segmen sehingga diperlukan dowel. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kekuatan dowel sebagai pengait antar segmen beton yang akan berpengaruh terhadap jalan itu sendiri. Material yang digunakan adalah baja dengan diameter 19 mm dan 22 mm. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan melakukan uji tarik dan uji bending.Hasil pengujian tarik pada dowel diameter 19 mm  didapatkan tegangan tarik maksimum sebesar 414,61 N/mm², kekuatan luluh  sebesar 291,11 N/mm², dan regangan 23,8%. Sedangkan untuk uji bending pada gaya 15.000 N, tegangan bending sebesar 54,536 MPa. Sedangkan hasil pengujian tarik pada dowel dengan diameter 22 mm didapatkan tegangan tarik maksimum sebesar 565,94 N/mm2, kekuatan luluh sebesar 375,10 N/mm², dan regangan 25,6%. Sedangkan untuk uji bending pada gaya 29.500 N didapatkan tegangan bending sebesar 79,997 MPa.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Nilai kuat tarik untuk kedua baja tersebut tinggi karena melebihi kuat tarik minimum Standar SNI untuk BJPT, yakni 382 N/mm² untuk dowel dengan diameter 19 mm dan 480 N/mm2 untuk dowel dengan diameter 22 mm. Kekuatan material dowel dengan diameter 19 mm mampu menahan beban maksimal 15 ton. Sedangkan kekuatan material dengan diameter 22 mm mampu menahan beban maksimal 30 ton.
ANALISIS TINGKAT KEKERASAN PADA LEFT HAND MAIN LANDING GEAR AXLE SLEEVE HASIL PROSES SHOT PEENING Indra Setiawan; Bayu Priadi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2012): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landing gear merupakan konstruksi dari roda pendaratan pesawat terbang yang berfungsi untuk menyerap energi yang terjadi pada saat pesawat mendarat (landing). Pada umumnya, landing gear pada suatu pesawat digolongkan menjadi dua bagian yaitu: nose landing gear (landing gear bagian depan) dan main landing gear (landing gear bagian belakang). Nose landing gear berjumlah satu buah dan main landing gear bermacam-macam jumlahnya bergantung jenis pesawatnya. Untuk pesawat penumpang yang merupakan obyek pada penelitian ini, nose landing gear berjumlah satu buah, dan main landing gear berjumlah dua buah (pada sayap kiri berjumlah satu buah dan pada sayap kanan berjumlah satu buah). Selain itu, landing gear juga merupakan salah satu bagian vital dari pesawat terbang yang berfungsi untuk menopang keseluruhan bobot pesawat ketika berada di darat, mulai dari landing hingga take off. Analisis distribusi kekerasan pada axle sleeve landing gear pesawat terbang ini, ditujukan untuk mengetahui pengaruh kekerasan yang terjadi pada axle sleeve landing gear yang telah dimodifikasi. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menganalisa modifikasi axle sleeve dengan metode shot peening, sehingga dapat memastikan bahwa hasil modifikasi tersebut aman. Untuk mencapai tujuan dan manfaat tersebut, peneliti menyusun suatu strategi agar sistematis dalam menganalisa permasalahan. Sehingga hasil penelitian dapat ditampilkan dalam bentuk informasi, khususnya sebagai masukan bagi perusahaan. Harapan yang dikehendaki dalam penelitian ini adalah dengan keamanan pada axle sleeve landing gear maka dapat menghindari pembuangan landing gear, yang mana membutuhkan biaya yang sangat besar, serta masalah terjadinya kecelakaan dapat diminimalisasi, serta tidak terulang kembali. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada modifikasi axle sleeve landing gear pada bagian axle sleeve landing gear pesawat terbang, dengan material baja AISI 4340 dengan proses shot peening dapat dinyatakan aman dipakai. Hasil analisis dengan menggunakan metode shot peening terhadap modifikasi axle sleeve landing gear, didapatkan suatu kesimpulan bahwa hasil analisis dengan menggunakan metode shot peening, kekerasan maksimum yang terjadi pada bagian axle sleeve landing gear sebesar 456.8 HV.
ANALISA REAKTOR BIOGAS CAMPURAN LIMBAH KOTORAN KAMBING DENGAN JERAMI DAN EM4 SISTEM MENETAP Eswanto Eswanto; Ilmi Ilmi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 1 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas is a gas mixture produced by methanogenic bacteria that occurs in naturally decomposable materials under anaerobic conditions. Currently, alternativf energy is needed as a replacement source of energy derived from fossil and petroleum, therefore the utilization of waste into biogas is one solution that must be developed. The purpose of this research is to obtain the characteristics of the sedentary system reactor and biogas yield. In this study biogas testing of goat waste with rice straw mixture and EM4 to produce methane gas. The results showed that the gas capacity produced was 0.1675 m3 / s and the 0.0023 kg period, on the other hand the gas pressure obtained was 19.1 N / m2 with a temperature of 36 °C. While the time required for the formation of gas that is for 5 day after the introduction of raw material into biogas reactor settled system.
ANALISIS DONGKRAK ULIR DENGAN BEBAN 4000 KG Cahya Sutowo
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk melakukan penelitian tentang kemampuan dari dongkrak ulir ini adalah ketahanan atau kekuatannya terhadap beban yang akan diangkatnya harus melalui tahapan-tahapan yang akan dilakukan, diantaranya : Diameter utama (dc) dari baut atau poros berulir untuk mempertimbangkan bahan dongkrak ini menerima gaya tekan, hasil dari analisanya didapat diameter utamanya ( dc  =  20,2 mm _  2,02 cm ). Torsinya (T1) didapatkan _ 1263,4 kg/cm . Tegangan geser akibat torsi _ 293,26 kg/cm2. Maka didapatkan tegangan principal maksimal fc (maks) _ 762,7 kg/cm2. Diperoleh Tegangan geser maksimum (fs maks _ 437,7295 kg/cm2).Selanjutnya diperoleh : Tinggi Mur (Nut) = 7,83 cm, adapun jumlah uliran yang terdapat pada murnya adalah 8 uliran. Tegangan geser pada mur (nut) = 189,566 kg/cm2. Dari semua hasil analisa maka didapat tinggi body _ 39,8 _40 cm. Dan Efisiensi dari dongkrak ulir ini adalah _ 0,167 = 16,7%.
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN BAHAN STYRENE ACRYLONITRILE (SAN) DAN ACRYLONITRILE BUTADIENE STYRENE (ABS) TERHADAP SETINGAN MESIN INJEKSI Bambang Setiawan
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses injection molding, parameter seting mesin dan pengggunaan  bahan baku plastik merupakan salah satu yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kualias akhir produk yang diinginkan.Untuk meningkatkan kualitas, terutama fungsi produk compact dilakukan penelitian dengan menggunakan variasi campuran bahan plastik dengan komposisi SAN 90 % : ABS 10 % , SAN  80% : ABS 20 % dan SAN 70 % : ABS 30 % pada produk injection molding yaitu Cover Compact 2093 yang dilakukan pemeriksaan dan pengujian untuk mengetahui pengaruh campuran terhadap setingan mesin injeksi, sifat mekanik bahan dan kualitas produk dari segi visual , dimensi produk , tingkat penyusutan bahan dan dari segi fungsional produk.Dari hasil pemeriksaan dan pengujian didapatkan kesimpulan semakin tinggi kadar ABS, nilai tensile strength semakin rendah, namun sebaliknya nilai elongation semakin tinggi. Jadi pada campuran  plastik  SAN 90 % : ABS 10 % mempunyai nilai tensile strength terbaik yaitu 67,47 ± 1,48 N/mm² . Pengaruh campuran bahan SAN dan ABS terhadap kualitas produk injection molding berdasarkan hasil pemeriksaan tingkat penyusutan (shiringkage ), semakin banyak penambahan kadar plastik ABS tingkat penyusutannya semakin besar dan mempengaruhi hasil nilai dimensi lainnya. Pada campuran bahan plastik SAN 90 % dan ABS 10  % mempunyai hasil pengukuran dimensi jarak kuncian yang paling baik, paling mendekati standart 100,70 ± 0,10 yaitu antara 100,69–100,71 mm. Pada campuran bahan plastik SAN 90 % dan ABS 10 % mempunyai nilai pull test produk yang paling baik, paling mendekati standart  550 ± 150 gramf, yaitu 584 – 590 gramf dan  mempunyai nilai push test produk yang  paling baik, paling mendekati standart  1200 ± 800 gramf, yaitu 1411 – 1984 gramf.
ANALISIS UNJUK KERJA ALAT PENUKAR KALOR PELAT KAPASITAS 2400 KW DENGAN ALIRAN BERLAWANAN (COUNTERFLOW) Naryono Naryono; Indra Sakti
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa unjuk kerja alat penukar kalor pelat aliran berlawanan (Counterflow) dimana kedua aliran fluida mengalir tetapi berbeda arah merupakan penghasil efisiensi terbanyak dari semua susunan aliran untuk satu lintasan dengan parameter dan spesifikasi yang sama, merupakan aliran Turbulen pada kedua aliran panas dan dingin, dengan suhu air panas masuk 15,40oC , dan suhu air dingin keluar sebesar 13,40oC. Sebuah Alat Penukar Kalor Pelat adalah suatu Alat penukar kalor yang terdiri dari beberapa lembar (plate) baja tahan karat tipis untuk menukar panas pada kedua fluida, sepanjang waktu kedua aliran tersebut dipisahkan dengan dua buah paking, antara saluran dan aliran berlawanan yang terjadi menghasilkan kemungkinan efisiensi yang tertinggi. Penelitian Secara Kualitatif pada Alat Penukar kalor pelat ini digunakan sebagai pendingin unit-unit mesin seperti AHU, FCU , Kolam Renang , Menara pendingin dan lain-lain, dengan menggunakan air laut yang telah diproses sebelumnya  sebagai media fluida pendinginnya. Metode yang digunakan adalah metode LTMD (Log Mean Difference) dalam menganalisa distribusi suhudengan nilai 1,95oC sehingga menghasilkan rasio perbandingan kalor 1 dengan efektifitas thermal 80%, sehingga mendekati keseimbangan thermal dan metode NTU-effectifitas dimana Co>Ch sehingga menghasilkan nilai 82%  pada alat penukar kalor pelat. Penelitian secara Kuantitatif diperoleh hasil nilai koefisien pada alat penukar kalor ini sebesar 5606 W/m2 oC mendekati  nilai asumsi 5000 W/m2 oC, pendinginan yang dibutuhkan 7138 KW maka diperlukan tiga buah unit sehingga menghasilkan pendinginan sebesar7236 KW dengan nilai keefektifan sebesar 82 %.

Page 4 of 27 | Total Record : 269