cover
Contact Name
Riki Effendi
Contact Email
riki.effendi@ftumj.ac.id
Phone
+628126911689
Journal Mail Official
sintek@ftumj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27, RT.11/RW.5, Kec. Cempaka. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 20889038     EISSN : 25499645     DOI : -
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin is an open access, peer-review journal which publishes original and review articles that advance the understanding of both the fundamentals of engineering science and its application to the solution of challenges and problems in mechanical engineering systems, machines and components. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate.
Articles 269 Documents
PENDEKATAN KARAKTERISTIK RESPON GETARAN SISTEM 2 DOF SETELAH PENAMBAHAN INDEPENDENT DUAL TRANSLASIONAL DYNAMIC VIBRATION ABSORBER Susastro Susastro
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 13, No 1 (2019): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.13.1.1-7

Abstract

Dual Translational dynamic vibration absorber (dDVA) is two DVA masses that can move in the translational direction and given into the system to reduce system-translation translational vibrations. The research about using dual translational DVA to reduce vibration with the simulation method has been done, but a study about using the experimental method in that study to do validation from the simulation results that never been done. In this research we conducted a study related to the characteristics of 2 DOF system vibration response after the addition of dual translational DVA with an experimental approach and compared the results with simulation results data. Comparison between experiment date and simulation date is done in order to determine the level of error between the two methods. Simulation data is obtained by simulating the existing equations of motion from the study of literature, while the experimental data is obtained from testing with a DVA test with several changes in the frequency of excitation. From this research shows that the vibration characteristics of the experimental results are the same as the characteristics of the vibration of the simulation results, with an average significance level of 91.5%. The error that occurs between the results of the simulation and experiment is caused by the disappearance of some vibrations from the main system to the environment around the system, so that resulting differences result between simulation and experiment.
PERENCANAAN MESIN PENGHANCUR PLASTIK KAPASITAS 30 KG/JAM Cahya Sutowo; Eri Diniardi; Maryanto yanto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2010): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyaknya limbah plastik baik itu limbah industri maupun limbah rumah tangga, telah pula menjadi masalah yang patut dicari solusinya pada saat ini karena material ini masih menjadi pilihan utama contohnya yaitu botol atau gelas plastik. Dimana barang tersebut dipakai sebagai wadah untuk menyimpan air minum. Botol dan gelas plastik bekas tersebut masih bisa didaur ulang. Dengan cara yaitu botol dan gelas plastik tersebut harus dihancurkan menjadi serpihan berukuran kecil. Model mesin  penghancur plastik yang dibuat ini sangat mudah pengoperasiannya serta mempunyai ukuran 800mm x 600mm x 1400mm. Sehingga tidak membutuhkan tempat yang luas untuk menempatkannya, selain itu model mesin penghancur plastik ini juga diberi roda agar mesin dapat dipindahkan dengan mudah. Mesin penghancur plastik ini juga dilengkapi dengan penggerak motor listrik, dimana motor listrik ini berfungsi sebagai sumber tenaga untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Sebagaimana yang dibutuhkan mesin agar bergerak sesusai kebutuhan pada kerjanya. Dengan daya motor (P) = 764 W = 1 HP, dengan  putaran poros motor (n) = 1420 rpm, dan tegangan motor listrik (V) = 220 Volt. Dalam proses penghancuran pada mesin ini dilengkapi dengan 4 pisau yang melekat pada poros dengan cara berputar. Dengan bahan pisau baja ST 37 mempunyai kekuatan tarik (σ) = 19,45 Mpa. Dengan berputarnya poros pada pisau ini mengakibatkan bekerjanya tegangan geser terhadap plastik, sehingga dapat dikatakan botol atau gelas plastik tersebut akan putus atau hancur.
PENGUJIAN DAN PERHITUNGAN PERFORMA MESIN KOMATSU SA12V140-1 SETELAH PROSES REMANUFACTURING Hendro Purwono
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preventive maintenance adalah suatu perawatan terencana yang dilakukan untuk menjaga performance mesin sedangkan Corrective Maintenance adalah suatu proses perawatan berupa perbaikan jika terjadinya kerusakan. Salah satu aspek dalam preventive maintenance adalah melakukan schedule overhaul. Overhaul adalah suatu proses peremajaan alat atau komponen sebagai upaya untuk mengembalikan kondisi performa alat atau komponen seperti kondisi semula sesuai standar pabrik. Overhaul mesin adalah proses remanufacturing, dimana terdiri dari beberapa sub-sub pekerjaan utama seperti inspeksi, pembongkaran, pengukuran, perakitan, dan pengetesan. Tujuan penelitian yang dilakukan di PT Universal Tekno Reksajaya Jakarta ini adalah menganalisa performa mesin komatsu SA12V140-1 yang meliputi power dan torsi dan besarnya biaya setelah dilakukan proses remanufacturing atau overhaul maintenance. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen berupa pengambilan data dari hasil pengujian mesin. Hasil pengujian mesin menunjukkan bahwa sebelum dilakukan remanufacturing terjadinya penurunan sebesar 15% dari power standar dan 12,89% sementara setelah dilakukannya remanufacturing terjadi penyimpangan naik mencapai 3,24% dari power standar dan  0,12% dari torsi standar serta biaya yang timbul setelah dilakukannya overhaul masuk dalam kategori normal dan cenderung ekonomis, yaitu: 31% dari harga mesin baru.
ANALISIS PENGELASAN DINGIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIGH FREQUENCY ELECTRICAL RESISTANCE WELDING PADA PROSES PEMBUATAN PIPA BAJA STKM 13B Naryono Naryono; Indra Suharyadi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 2 (2007): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui data tentang hasil dan perhitungan pengaruh besar arus pada pengelasan, dimana besar arus pada pengelasan tersebut berpengaruh terhadap perubahan mekanis dan struktur mikro pada bahan STKM 13B dengan ketebalan 5.0 Masukan dalam penelitian ini didapat dari hasil pengelasan dengan cara percobaan besar arus pengelasan yang berbeda, dimana untuk mengetahui kekuatan sambungan las pada bahan STKM 13B merupakan komponen rangka kendaraan mobil. Dianalisa adalah pengujian Metalografi, pengujian Kekerasan, pengujian Flatenning, pengujian Expanding, dan pengujian ECT (Eddy Current Testing) dimana besar arus yang digunakan adalah 1440 A, 1438 A, 1435 A, 1430 A. Hasil Penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh besar arus pengelasan, dalam hal ini menyatakan bahwa dengan menggunakan besaran arus pengelasan yang berbeda menunjukkan bahwa semakin besar arus yang digunakan pada pengelasan maka diperoleh hasil yang maksimal dan hasil dari ketiga besar arus pengelasan yang berbeda pada pengelasan yang menggunakan besar arus pengelasan 1440 yang menghasilkan pengelasan paling optimal.
PENGARUH JENIS MEDIA KOROSIF TERHADAP LAJU KOROSI BESI COR KELABU Windarta Windarta
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corrosion is one of dangerous-phenomenon which can generate a lot of loss. Grey cast iron is the most useful material by a human being to various industrial need and engineering. This use is triggered from advantage its use.  The use of grey  cast iron in various area  causes grey cast iron has to deal with various environment.  This research aim to  determine corrosion rate of grey cast iron in  corrosive media of the sea, condensation of NaCl  5 % concentration, and calcify condensation in concentration 5 %. Method used by taking data from appliance echem corrosion test. Result got to be analysed by softcorr 342 DC corrosion . Result of data analysis indicated that at corrosive media type sea  smallest corrosion rate was 2,194 mpy and biggest 17,279 mpy. The smallest Corrosion rate at corrosive media  of Nacl was 2,663 mpy and biggest 5,800 mpy. While corrosion rate at corrosive media  of  calcify condensation was 0,003 until 12,992 mpy. Corrosion type  at the sea and salt condensation corrosive media was pitting corrosion.
STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN TURBOCHARGER PADA ENGINE PERKINS DALAM UNIT GENSET Sardjono, Koos; Mualimin, Achmad
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbocharger adalah pompa udara yang didesain untuk memanfaatkan energi yang terkandung dalam gas buang yang tidak terpakai .Karena turbocharger menggunakan energi yang tersimpan dalam gas buang, maka daya keluaran/output dari mesin dapat meningkat tanpa mempengaruhi efisiensi dari kerja engine itu sendiri. Turbocharger dilengkapi dengan waste gate valve yang berfungsi untuk mengontrol tekanan udara yang masuk (boost pressure) dan ada pula yang dilengkapi dengan inter-cooler yang berfungsi untuk menurunkan temperatur udara yang masuk ke silinder sehingga kerja spesifik pada saat proses pembakaran dapat meningkat.Udara yang dihisap masuk ke dalam silinder oleh compressor wheel ini memiliki tekanan yang lebih besar dibandingkan tekanan atmosfir, sehingga menyebabkan bertambahnya kepadatan udara di dalam ruang bakar. Engine yang tidak menggunakan turbocharger, efisiensi pengisian udara yang dihisap ke silinder hanya 65% - 85%, hal ini dikarenakan pengaruh tahanan pada sistem saluran hisap dan adanya gas buang yang tersisa pada sistem pembuangan. Dengan menggunakan turbocharger, mesin diharapkan memiliki efisiensi pengisian udara yang lebih sehingga daya yang dihasilkan juga ikut meningkat.
IDENTIFIKASI PENYEBAB POTENSIAL KECACATAN PRODUK DAN DAMPAKNYA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) Franka Hendra; Riki Effendi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 1 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main purpose of this paper is to analyze and identify failures for minimize the risk of product defects in the production process faucet part S11037S and detect the main facto of the cause of disability that occurred. The method used with Seven Plus One Type of Waste approach and the concept of Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Results obtained from 28 types of disability on the faucet prakuk there are 5 types of frequencies that occur high frequency that is; Gomi, Hike, Kizu, Nami and Su. From the five types of defects can be identified several causes that often occur, among the causes that there are high RPN (Risk Priority Number) that is; 1. Gomi, the dominant cause is due to operator negligence at the time of production with the value of RPN = 60, 2. Hike, with the highest cause is the entry of dirt at the time of Plotting with RPN = 24, 3. Kizu, the main cause is also from operator negligence with RPN = 36 and Nami, the cause of the duplication is that the material used has a low quality. While Su factro cause has a low RPN that is 4 to 6.
PERENCANAAN MOTOR BAKAR PENGGERAK RODA DUA MENGGUNAKAN MESIN PEMOTONG RUMPUT Syawaluddin Syawaluddin; Eri Diniardi; Mikrad Mikrad
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman sekarang ini kita mengetahui bahwa sepeda motor bukan barang aneh ataupun baramg mewah. Dengan meningkatnya tingkat kehidupan masyarakat di pedesaan dan di kota – kota besar, maka kebutuhan akan adanya alat transportasi yang memadai semakin tinggi. Seperti kita ketahui secara umum, alat transportasi roda dua belum pernah diungkap secara khusus, kalaupun ada belum pernah dibahas secara mendalam suatu tulisan. Mengacu kepada hal tersebut di atas, maka dibua penelitian, yaitu dengan merencanakan sebuah alat transportasi roda dua dengan bermesin potong rumput dengan bahan bakar bensin campur pelumas 2T dengan 1 silinder, daya 2,4 Hp putaran 6000 rpm awalnya mesin potong rumput ini dengan daya 2 Hp putaran 5000 rpm tetapi dengan daya tersebut kurang mampu menarik beban 77 kg maka agar mesin potong rumput tersebut mampu menarik beban 77 kg maka daya dan putaran  tersebut dinaikan. Sepeda dengan menggunakan rangka sepeda BMX yang dirubah ulang untuk dudukan-dudukan seperti mesin, gigi, tengki,dan lengan ayun. Sepeda ini dengan menggunakan ban ukuran 20 X 2,125 untuk ban belakang dan 20 X 125 untuk ban depan, sepeda ini dengan menggunakan rem jenis cakera, agar sepeda motor ini meringankan putaran diroda maka menggunakan bearing dengan type 6000, maka berat kendaraan 27 kg.
ANALISIS BODY DEFECT PADA PRODUKSI KALENG TWO PIECE (2PC) DI PT UNITEDCAN COMPANY DENGAN MENGGUNAKAN TEORI PUNCHING TOOL Hendro Purwono
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaleng Two Piece (2Pc) adalah salah satu produk dari PT United Can Company yang sangat banyak tersedia di pasaran sebagai alat kemas minuman ringan seperti: pada kaleng Coca Cola, Sprite, Fanta, Pocary Sweat dan minuman ringan lainnya. Minuman berkarbonasi banyak menggunakan kaleng Two Piece (2Pc) karena sifat bahan dalam kemasannya dapat menahan tekanan udara yang berasal dari minuman ringan dan bahan karbonasi tersebut, sifat ini tidak dimiliki oleh kemasan lain, seperti: kemasan plastik.  Kaleng Two Piece (2Pc) dibuat melalui 3 proses manufaktur, pertama: plat alumunium mengalami proses blanking, kedua: proses drawing (bentuk seperti mangkok/cupping), dan terakhir: proses wall ironing (penipisan dinding material). Material yang digunakan adalah plat alumunium yang memiliki ketebalan 0.3mm, dengan batas patah tarik sebesar 300N/m.
ANALISA PERFOMANCE DESALINATION TYPE MSF-OT (MULTI STAGE FLASH-ONCE TROUGH) PADA LOAD SET 80% DI PLTGU MUARA TAWAR Sulis Yulianto; Argo Gianto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2012): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa Performance Desaliantion Type MSF-Once Through pada load set 80% di PLTGU Muara Tawar adalah analisa yang membahas unjuk kerja dari Desaliantion Type MSF-Once Through pada load set 80% di PLTGU Muara Tawar dengan menghitung perpindahan panas di Brine Heater dan Condenser, dimana perhitungannya mencakup perhitungan heat balance, luas perpindahan panas ,lebar stage, panjang stage,performance ratio,dan spesifik ratio pada perhitungan teori. Menghitung konsumsi uap untuk brine heater dan ejector, menghitung produksi air destilate dan performance ratio pada perhitungan performance test selama 60 menit. Setelah menghitung perpindahan panas yang terjadi ,selanjutnya menganalisa hasil dari perhitungan tersebut.Dimana hasil perhitungan teory dan perhitungan performance test selama 60 menit  yang telah dilakukan tersebut dianalisa dan dibandingkan  dengan data-data yang ada di spesifikasi unit Desaliantion Type MSF-Once Through, apakah sesuai atau tidak.kemudian menarik kesimpulan dari perbandingan tersebut.

Page 2 of 27 | Total Record : 269