cover
Contact Name
Riki Effendi
Contact Email
riki.effendi@ftumj.ac.id
Phone
+628126911689
Journal Mail Official
sintek@ftumj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27, RT.11/RW.5, Kec. Cempaka. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 20889038     EISSN : 25499645     DOI : -
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin is an open access, peer-review journal which publishes original and review articles that advance the understanding of both the fundamentals of engineering science and its application to the solution of challenges and problems in mechanical engineering systems, machines and components. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate.
Articles 269 Documents
PERANCANGAN SWING HOIST KAPASITAS 150 KG UNTUK MENGANGKAT SHEET MATERIAL Riki Effendi; Tofan Megawanto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the world of handling, the equipment industry is always required to carry out any work activities, one of the sheet material handling tools. With the material handling tools can ease the burden of people in the process of loading and unloading material. Tools There are many kinds of material handling among other cranes, gantry hoist, swing hoist or air hoist, and others. Thus, in this study, the designed begun handling tool that has a lower economic value. For the usage of this tool that works utilizing the principle of force that works on wire rope and bearing due to loading. So the selection of wire rope specifications and bearing very important. From the results of research and calculations of data that are accepted style of wire rope for T = 9894.23 N and styles are acceptable bearing = 490 N axial and radial force = 13905.41 N. Thus it can be concluded from these data that the tool handling swing designed air hoist can be used.
PERANCANGAN PRESSURE VESSEL KAPASITAS 0,017 M3 TEKANAN 1 MPa UNTUK MENAMPUNG AIR KONDENSASI BOGE SCREW COMPRESSOR Cahya Sutowo; Hantawan Wawan
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2011): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mendukung kebijakan perusahaan untuk melakukan penghematan biaya operasional dengan cara efisiensi dan melakukan perbaikan terus menerus pada mesin, termasuk saluran buang air hasil kondensasi mesin kompresor dan mencegah terbuangnya udara bertekanan secara kontinyu, maka dirancanglah sebuah pressure vessel dengan kapasitas 0,017 M3 tekanan 1 MPa untuk menampung air hasil kondensasi mesin boge screw compressor.Perancangan pressure vessel ini berdasarkan tekanan dalam dari mesin kompresor sebesar 1 MPa, diameter shell, tegangan yang diijinkan pada bahan shell sebesar 103,421 MPa, bahan flathead sebesar 120,658 MPa dan efisiensi sambungan las sebesar 0,6. Hal dasar tersebut diperlukan untuk menghitung tebal minimum yang dibutuhkan pada dinding shell dan tebal minimum yang dibutuhkan pada flathead agar tidak pecah saat di operasikan. Bahan yang digunakan adalah baja karbon rendah berbentuk silinder atau pipa untuk shell dan nozzle dengan diameter luar shell 219,1 mm dan tebal dinding shell adalah 6,4 mm, diameter luar nozzle 48,3 mm tebal 3,7 mm, diameter luar nozzle 26,7 mm tebal 2,9 mm, diameter luar nozzle 21,3 mm tebal 2,8 mm serta pelat dengan tebal 15 mm untuk flathead dan tebal 6 mm untuk support. Baja karbon dipilih karena punya sifat mampu las yang tinggi, kuat dan banyak digunakan di banyak industri.
ANALISIS PENGARUH KETEBALAN SHIM TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN PENGABUTAN NOZZLE TIPE SATU LUBANG PADA ISUZU PANTHER Amin Nur Akhmadi; M Taufik Qurohman
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 2 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of technology increased rapidly. As a result of the rapid development, there will be a wide variety of technology design, especially in the field of automotive engines. Therefore it needs research and analyzes of the shim thickness variation in the injection pressure, carburetion and carburation trail that produced. Motor vehicle Emission exhaust gas contains harmful pollutant to human and the environment, the pollutant which is produced such as carbon monoxide, hydrocarbons, nitrogen oxides , lead, sulfur and other particulates, for that we need the effort to reduce pollution caused by exhausted emissions through optimal combustion in chamber. This study aims to determine the thickness of the shim to pressure, device for spraying diesel on an injector. It influences motor burning process and trace generated fog and to determine the shim thickness used for nozzle Type Bosch No. DN12SD12T. In this paper the authors collected data using methods of literature, interview, observation and experiment.  The type of vehicle in this study is Isuzu Panther C223 Turbo Diesel by using Nozzle Type One Hole and it has nozzle serial number Type Bosch No. DN12SD12T. The result showed that the opening pressure for standart nozzles is Type Bosch No. DN12SD12T for 5 times experiment for the shim thickness of 0.05 mm to produce an injection pressure of 5 bar, shim thickness of 0.10 mm to produce an injection pressure of 10 bar, shim thickness of 0.15 mm to produce an injection pressure of 15 bar, shim thickness 0, 20 mm to produce an injection pressure of 20 bar, shim thickness of 0.25 mm to produce an injection pressure of 25 bar, the shim thickness selected from 0.05 mm to 0.25 mm with carburetion pressure of 25 bar. The thicker the shim setter given the opening pressure nozzles and pressure also getting bigger. The thicker the shim setter, the bigger the force that is received by a spring on the nozzle.
ANALISIS LAJU ALIRAN PANAS PADA REAKTOR TANKI ALIR BERPENGADUK DENGAN HALF-COIL PIPE Bambang Setiawan; Chandra Abdi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dalam jumlah besar dan continue (mass production), perusahaan melakukan pengendalian kualitas dengan langkah awal berupa pengidentifikasian kecacatan produk dan lamanya waktu proses agar dapat mengurangi siklus waktu proses produksi seminimal mungkin. Oleh karena itu, penulis melakukan analisis laju aliran panas, jenis aliran fluida, pipa perambatan panas, daya pengaduk untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor tersebut dalam proses pencairan material lateks. Metode dari pengujian ini meliputi : pengumpulan data di lapangan, melakukan perhitungan dari data yang terkumpul, dan menarik kesimpulan. Dari hasil pengujian ini diketahui bahwa waktu proses dan pencampuran bahan lateks di dalam tanki dipengaruhi oleh viskositas dinamik lateks, laju perpindahan panas steam pada half-pipe coil dan daya agitator atau pengaduk.
KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH BAFFLE PADA ALAT PENUKAR PANAS ALIRAN SEARAH DALAM UPAYA OPTIMASI SISTEM PENGERING Azwinur Azwinur; Zulkifli Zulkifli
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 13, No 1 (2019): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.13.1.8-14

Abstract

Heat exchangers or heat exchangers are tools used to change the temperature of the fluid or change the fluid phase by exchanging heat with another fluid. In a heat exchanger, the ability to exchange heat is largely determined by the type of fluid flow and fluid passing through the heat exchanger. The use of heat exchangers in the field of drying is now a necessity to overcome the problems of drying productivity. The purpose of this study was carried out to determine the effectiveness of the heat exchanger experimentally based on directional flow by comparing construction using baffle and without using baffle in an effort to optimize the drying system. The research method was carried out by fabricating 2 units of heat exchangers and by field testing. The test data obtained are the input and output temperatures of the heating fluid flow and cooling fluid flow and flow velocity. Based on preliminary research data shows that the use of baffle affects the increase in temperature on the heat exchanger, where at the fresh air outlet that does not use baffle produces a temperature of 72oC while the baffle produces 88oC with the Log Mean Temperature Difference heat exchanger without using a baffle higher than heat exchanger that uses a baffle guide blade. This can illustrate that the smaller heat losses are wasted so that the absorption of heat by the reverse system will be higher.
PERENCANAAN BATANG TORAK MOTOR BENSIN 4 LANGKAH 100 CC Sasi Kirono; Eri Diniardi; Ridwan Adha
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2010): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam komponen motor 4 langkah batang torak merupakan komponen yang penting dalam meneruskan energi didalam ruang bakar ke poros engkol yang menghasilkan gerak putar. Dengan fungsinya untuk meneruskan gaya yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar dari torak ke poros engkol, maka batang torak membutuhkan kekuatan yang tahan terhadap beban dinamis. Untuk mendapatkannya diperlukan perencanaan yang baik. Kekuatan batang torak perlu diperhitungkan dengan menentukan gaya-gaya yang terdapat di bagian-bagian batang torak tersebut, seperti pada bagian ujung kecil, batang, ujung besar, sehingga kita dapat menentukan dimensi dari bagian-bagian itu. Beban dinamik sangat dominan dalam menentukan kekuatan dan ukuran dari batang torak. Oleh karena itu kita harus memperhitungkan faktor keamanan dan faktor konsentrasi tegangan pada setiap bagian dalam batang torak untuk mendapatkan hasil yang baik. 
PENGEMBANGAN KOMPOSIT SERAT ALAM RAMI DENGAN CORE KAYU SENGON LAUT UNTUK APLIKASI SUDU TURBIN ANGIN Sriyono Yono
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bahan komposit berpenguat serat rami core KSL dengan matriks epoxy resin pada aplikasi sudu turbin angin NACA 4412. Penelitian ini terbagi dalam beberapa tahapan. Tahap pertama pembuatan model komposit, setelah itu dibuatlah komposit dengan fraksi volume 30%, 40%, 50%, dengan arah serat 0º, 45º, 90º. Pembuatan spesimen dengan metode cetak tekan. Tahap kedua yaitu pengujian material komposit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dan uji bending. Uji tarik dilakukan menggunakan standar ASTM D 638 dan bending ASTM D 790. Tahap ketiga yaitu hasil analisa data dan pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kekuatan tarik (tensile strength) untuk serat rami core KSL terbesar pada fraksi volum 40% arah serat 45º dengan nilai 27.13 MPa. Kekuatan Bending untuk serat rami core KSL pada fraksi volume 30% arah serat 0º dengan nilai 5.08 MPa. Diharapkan pemanfaatan serat rami dan kayu sengon laut sebagai pengganti serat gelas pada pengembangan sudu turbin angin dapat memperbaiki sifat mekanis bahan sudu turbin angin yang telah dibuat sebelumnya. 
PERANCANGAN COMPOUND DIES UNTUK PROSES BLANKING DAN PIERCING CYLINDER HEAD GASKET TIPE TVS - N54 Soeleman Soeleman; Jumadi Jumadi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 2 (2007): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada setiap mesin kendaraan bermotor pasti ada yang namanya rongga atau celah yang terdapat diantara dua permuakaan bagian mesin. Untuk mengatasi agar tidak terdapat celah, maka ditambahkan gasket yang disini berfungsi sebagai penutup rongga atau celah antara dua permukaan bagian mesin. Pembuatannya menggunakan mesin press dengan Punch & Die. Ada beberapa tipe dies dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pemilihannya didasarkan pada bentuk dari produk yang akan dibuat. Dalam pembuatan gasket cylinder head TVS N54 proses yang digunakan adalah blanking, pierching. Pemilihan dies akan didasarkan pada kepraktisan proses pembuatan produknya, serta relatif lebih murahnya biaya pembuatan dies. Dalam proses pembuatan produk ini akan menggunakan satu dies compound. Proses blanking dan pierching hanya dengan satu proses, sehingga dapat banyak menghemat waktu dan biaya. Untuk perencanaan dies ini proses pengerjaannya meliputi pengaturan geometri dan strip lay-out, besar gaya pemotongan, clearance, dimensi punch, dimensi dies dan alat penunjang yang digunakan. Material gasket adalah SUS 304 dengan tebal 0.25 mm. Kapasitas mesin yang digunakan adalah 102.229,474N . Gaya total prosesnya untuk proses blanking adalah 48.609,558N, untuk proses piercing adalah 36.615,006 N dan untuk stripping adalah 17.004,91 N.
ANALISA PERHITUNGAN GAYA-GAYA MEKANIS PADA PEMBUATAN KOMPONEN OTOMOTIF BRAKET UPPER ARM Thomas Djunaedi; Dadi Cahyadi; Darmanto Darmanto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Braket upper arm adalah salah satu bagian dari sistem peredam getaran (suspensi) pada kendaraan yang terpasang pada rear axle yang berfungsi menyangga pegas koil, tempat dudukan steering knuckle dan memelihara letak geometris bodi dan roda-roda. Braket upper arm terbuat dari sheet metal SAPH 440 yang mempunyai kuat tarik 45 kgm/mm2,resistansi gesek 36 kgm/mm2 dan ketebalan material 2,9 mm. Untuk metode perhitungannya menggunakan pedoman Press Dies Design, dari IMDIA. Disain produk mengikuti permintaan dari pelanggan dan untuk mengurangi scrap yang terbuang dihitung ulang layoutnya yaitu perkalian antara tebal material 2,9 mm lebar produk, jarak antar material blank 2,9 mm dan jarak lebar blank ke tepi 6,65 mm. Untuk mendapatakan potongan dengan burry yang minimal clearen punch dan die diatur sebesar 0,2175 mm dengan gaya potong yang perlukan mesin press sebesar 135 tonf, gaya proses drawing 18,5 tonf, proses bending memerlukan di pelukan gaya dari mesin press dengan tonase 4 tonf dan untuk prroses triming menggunakan mekanisme dua buah cam  dengan total gaya yang di pelukan untuuk proses triming yaitu 44,5 tonf.
ANALISIS UNJUK KERJA HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR (HRSG) PADA PLTGU MUARA TAWAR BLOK 5 Anwar Ilmar; Ali Sandra
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat Recovery Steam Generator (HRSG) merupakan ketel uap yang memanfaatkan gas buang dari turbin gas untuk memanaskan air menjadi uap panas lanjut. Dalam penelitian ini kita dapat menghitung efisiensi HRSG dengan cara membandingkan total aliran energi panas untuk menghasilkan uap dengan total aliran energi panas yang berasal dari keluaran turbin gas. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa efisiensi tertinggi yaitu sebesar 85.71 % , dengan laju aliran energi yang dibutuhkan air menjadi uap panas lanjut sebesar 222868.53 kJ/s, laju aliran gas buang pada HRSG sebesar 260017.1 kJ/s dan efisiensi terendah sebesar 82.31% dengan laju aliran energi yang dibutuhkan air menjadi uap panas lanjut sebesar 213550.62 kJ/s, laju aliran gas buang pada HRSG sebesar 259432.8 kJ/s. rata- rata efisiensi yang terjadi pada tahun 2012 adalah 84.19%.

Page 5 of 27 | Total Record : 269