cover
Contact Name
Anisa Anisa
Contact Email
anisa@ftumj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.nalars@ftumj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
NALARs
ISSN : 14123266     EISSN : 25496832     DOI : -
Core Subject : Engineering,
NALARs is an architecture journal which presents articles based on architectural research in micro, mezo and macro. Published articles cover all subjects as follow: architectural behaviour, space and place, traditional architecture, digital architecture, urban planning and urban design, building technology and building science.
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
EFEKTIFITAS VOID PADA PENGUDARAAN SILANG UNTUK KENYAMANAN DI DALAM RUANG Luqmanul Hakim
NALARs Vol 14, No 2 (2015): NALARs Volume 14 Nomor 2 Juli 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.14.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Kenyamanan di sebuah tempat merupakan dambaan semua orang dalam melakukan segala macam aktivitasnya, sehingga semua faktor yang mendukung kenyamanan beraktifitas akan diusahakan untuk dipenuhi, seperti ruang gerak yang cukup, fasilitas yang memadai, penerangan yang cukup, pengudaraan yang nyaman, keamanan, keindahan, harga diri dan lain sebagainya.Yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah bagaimana kenyamanan itu bisa dicapai dengan cara yang alami, yaitu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tak terbatas, yaitu angin. Angin sebagai faktor alam dan faktor void(bukaan vertikal) pada ruang dalam sebagai faktor desain fisik yang akan dicari korelasinya. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen(percobaan), yaitu dengan membuat 2(dua) ruang dengan luas yang sama tetapi dengan perlakuan yang berbeda, yaitu ruang (a) dengan void dan ruang (b) tanpa void.Dengan penelitian ini, diharapkan mampu memberikan solusi desain void yang mampu memberikan faktor kenyamanan terutama pada pengudaraan didalam ruang dengan meminimalkan penggunaan energi buatan seperti listrik dan memaksimalkan penggunaan sumber daya alam anginKata kunci: kenyamanan, sumber daya alami, angin, void ABSTRACT. A comfort in a place is an everyone need in doing some activities, thus all supported factors could be fulfilled appropriately, such as a proper mobilization space, sufficient facilities, an adequate lighting, comfort air conditioning, safety, aesthetic, self conception and many more.There should be underlined in this research, that comfort could be achieved naturally, for example by using unlimited natural resources such as sun and wind. Wind as a natural factor and void factor in the interior as a physical design factor could be looked for the correlation between both of them. This research will be completed by using experimental method, which will deliver two rooms with the same size but using different treatment, room A will use void and room B without void.By completing this research, hopefully could deliver an alternative solution of void design which could provide a comfort factor particularly for air conditioning within rooms by minimalizing the using of artificial energy such as electricity and maximalizing the using of natural sources of wind.Keywords: comfort, natural resources, wind, void
SIMULASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA GEDUNG PROGRAM STUDI ARSITEKTUR UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Atthaillah Athaillah; Muhammad Iqbal; Iman Saputra Situmeang
NALARs Vol 16, No 2 (2017): NALARs Volume 16 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.16.2.113-124

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini melakukan investigasi performa pencahayaan alami pada Gedung Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (PAFT) Universitas malikussaleh. Berdasarkan observasi pada gedung PAFT, ruangan-ruangan pada bangunan cenderung gelap dan memakai bantuan pencahayaan buatan walaupun pada siang hari, serta memiliki lahan sempit sehingga cahaya alaminya terhalang oleh bangunan perimeter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa performa pencahayaan alami khususnya faktor pencahayaan alami (daylight factor) pada gedung PAFT dan memberikan solusi desain untuk meningkatkan performa pencahayaan alaminya. Metode penelitian dilakukan melalui simulasi Komputer (computer simulation) dengan software Velux Daylight Visualizer versi 2.0 untuk perhitungan faktor pencahayaan alami. Hasil menunjukkan bahwa permasalahan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kedalaman ruang, posisi ruang, pemilihan material bukaan, penempatan bukaan yang tidak sesuai, kondisi sekitar bangunan (penghalang bangunan), dan Window Wall Ratio (WWR) yang kurang memadai. Selanjutnya, penelitian ini memberikan solusi seperti meningkatkan WWR (menambah dan memperluas bukaan), mengganti warna interiordengan warna yang lebih cerah seperti warna putih, mengganti material bukaan dengan nilai Tvis lebih tinggi (0,850) dan menambahkan shading devices pada tempat-tempat yang dianggap Membutuhkan untuk menghindari efek silau berlebihan dalam ruangan.Kata kunci: Pencahayaan Alami, Faktor Pencahayaan Alami, Velux Daylight Visualiser 2.0, Simulasi Komputer ABSTRACTDaylighting provided significant benefits such as visual comfort and energy saving for a building. In addition, it improved productivity and welbeing of its occupants. As an educational building for architecture, the building of Prodi Arsitektur Fakultas Teknik (PAFT) Universitas Malikussaleh, needed to pay attention to its daylighting performance. As observed, on the one hand, spaces within the building relatively dark and it utilised electric lighting during working hours, on the other, it was made worse by narrow site surrounded with perimeter buildings at close distances. The aim of this study was to analyse daylighting performance within PAFT building, particularly, daylight factor (DF).  Furthermore, this research offered some solutions to improve daylight performance within PAFT building. Computer simulation were adopted with Velux Daylight Visualizer Version 2.0 for DF calculation. Result showed, majority of spaces within PAFT building did not meet standard as required by Standar Nasional Indonesia (SNI). The causes for the condition were depth of spaces, mispositioning of particular spaces within PAFT building, incorrect glass selection for openings, inappropriate opening positioning, reasonably close distance of adjacent building and insufficient window wall ratio (WWR). The possible solutions for the situation were increasing the WWR, change interior into a brighter color, replaced all of glasses with higher Tvis values and provided shading devices where appropriate. Keywords: Daylighting, Daylight Factor, Velux Daylight Visualiser 2.0, Computer Simulation 
JEJAK KEBERADAAN RUMAH TRADISIONAL KUDUS : SEBUAH KAJIAN ANTROPOLOGI – ARSITEKTUR DAN SEJARAH Ashadi Ashadi
NALARs Vol 9, No 2 (2010): NALARs Volume 9 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.9.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Bentuk rumah beratap joglo pencu, bisa jadi meniru gaya bangunan joglo pendapa dan mungkin bangunan rumah beratap joglo milik para penguasa pribumi, bupati dan para pembantunya yang terlebih dulu ada. Dengan menampilkan bangunan monumental berupa pendapa dan rumah-rumah “bangsawan” yang pada umumnya beratap joglo telah menjadikan kelompok orang-orang ini mempunyai kedudukan istimewa dimata masyarakat.  Rumah-rumah tinggal tradisional pada periode pertama, disamping sebagai generasi awal yang mungkin lebih banyak dibangun oleh orang-orang yang punya hubungan dengan para penguasa pribumi, juga dilain pihak telah menciptakan persaingan prestise bagi rumah-rumah tinggal tradisional yang muncul kemudian yang dibangun oleh para saudagar Muslim yang anggota keluarganya mungkin telah menjadi ulama-ulama muda modernis dan bagi mereka yang telah berhasil dalam sektor ekonominya. Adanya dinding tembok tinggi yang mengelilingi rumah mungkin merupakan salah satu cara pembeda antara kelompok Islam modernis di satu pihak dengan kelompok Islam penguasa dan Islam non modernis, serta kelompok yang melulu business oriented di pihak lain. Kelompok yang disebut terakhir mungkin bisa dilihat dari ekspresi rumahnya yang memiliki gebyok lengkung. Kata Kunci : rumah tradisional, kemakmuran, ukiran  ABSTRACT. House with ’joglo pencu’ roof, has been determined as an adopted style from ’joglo pendapa’ style or ’joglo’ houses which belong to local government (bupati and their ’abdi dalem’). The style is presenting monumental building such as ’pendapa’ as well as ’bangsawan’-nobleman houses which usually have a ’joglo’ roof style. This style has shown a group of people who have power, high and special level within community. Traditional houses within first period, has been regarded as building which have special prestige for people who lived within it. Furthermore, traditional houses have been built by moeslem businessman who become modern young ’ulama’ and succeed economically. High wall which surrounded houses, has been determined as a gap between modern islamic group and non modern islamic group as well as with business oriented group on the other part. The last group could be seen from house’s expression which has ’gebyok lengkung’ as a focal point of their house. Keywords: traditional house, prosperity, engraving.
ANALISA PENGARUH ELEMEN-ELEMEN PELENGKAP JALUR PEDESTRIAN TERHADAP KENYAMANAN PEJALAN KAKI STUDI KASUS: PEDESTRIAN ORCHARD ROAD SINGAPURA Ashadi Ashadi; Rifka Houtrina; Nana Setiawan
NALARs Vol 11, No 1 (2012): NALARs Volume 11 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.11.1.%p

Abstract

ABSTRAK. Kebutuhan akan pedestrian sebagai ruang terbuka publik semakin dirasakan saat ini, terlebih keterbatasan ruang untuk bersosialisasi tidak banyak yang difungsikan secara optimal. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan dan perancangan pedestrian adalah penyediaan elemen-elemen pelengkap yang justru akan memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendefinisikan elemen-elemen apa sajakah yang terdapat pada pedestrian sebagai ruang publik terbuka. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengedepankan data-data primer sebagai data utama dengan survei ke lokasi dan membandingkannya dengan teori yang ada.  Kata kunci: elemen-elemen, pedestrian, Orchard Road ABSTRACT. The need of pedestrian as a public open space has been increased nowaday, partifularly there is a limitation of space for socialization has been not functioned optimally. There is one thing that should be concerned in planning and designing a pedestrian, there should provide elements within area of pedestrian to give comfort for the user. This research is aimed to explore and define what are elements which have been provided within area of pedestrian as a public open space. The research method that have been conducted is a qualitatif descriptive method.   Keywords: elements, pedestrian, Orchard Road
MODEL RANCANGAN DESAIN REVITALISASI KAWASAN NIAGA (Studi Kasus : Pasar Petisah Medan) Dwi Lindarto; Devin Defriza Harisdani
NALARs Vol 18, No 1 (2019): NALARs Volume 18 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.18.1.1-8

Abstract

ABSTRAK.  Ketimpangan pembangunan kawasan komersial pusat kota menunjukkan perwajahan urban economics berindikasi urban sprawl. Kawasan Niaga Pasar Petisah di Kecamatan Medan Petisah dimanfaatkan sebagai mix-use land use, minimalisasi ruang publik dan in-efisiensi pemanfaatan ruang luar menjadikan degradasi fungsi kawasan publik kota. Ketimpangan pemanfaatan ruang publik tersebut memerlukan upaya revitalisasi kawasan. Berdasarkan analisis awal konsep revitalisasi urban linkage berbasis kearifan lokal, maka dilakukan perencanaan model desain revitalisasi Kawasan Petisah dengan pendekatan retrofitting urban antara linkage visual, struktural, unsur tata guna lahan, arsitektur lokal, sirkulasi, ruang terbuka publik, aktifitas khas lokal. Keluaran penelitian berupa model rancangan desain revitalisasi kawasan niaga dalam wujud gambaran pra-rencana arsitektural zonasi, sirkulasi, pedestrian, ruang publik, parkir dan model tempat berdagang portabel. Model ini merupakan acuan / guide lines bagi revitalisasi kawasan niaga untuk peningkatan dan pemerataan pembangunan ekonomi di pusat kota Medan Kata-kunci : Model Rancangan Desain,  Revitalisasi, Kearifan Lokal, Pasar Petisah Medan. ABSTRACT. Inequality in the development of downtown commercial areas shows that urban economics indicates to become urban sprawl. The commercial area of Pasar Petisah in Medan Petisah District is used as mix-use land use, the minimization of public space and the inefficiency of the use of outer space, making the function of the open area of the city degraded. This imbalance in the use of public space requires efforts in the revitalization of the area. Based on the preliminary analysis of the revitalization concept of urban linkage based on local wisdom, then it will be appropriate to plan the design model for revitalization of the Petisah Area. This design was carried out using an urban retrofitting approach between visual linkage, structural linkage, land use elements, local architecture, circulation, public open space, as well as local special activities. The research output is a design model for the revitalization of the commercial area in the preliminary design of architectural zoning, circulation, pedestrian ways, public space, parking, and portable trading place design. This model is become a guideline for the revitalization of the commercial area to increase and equalize economic development in downtown Medan. Keywords: Design Model, Revitalization, Local Wisdom, Pasar Petisah Medan
KONSEP DISAIN RUMAH SEDERHANA TIPE KECIL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KENYAMANAN RUANG Ashadi Ashadi; Anisa Anisa
NALARs Vol 16, No 1 (2017): NALARs Vol 16 No 1 Januari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.16.1.1-14

Abstract

ABSTRAK. Kenyamanan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam desain rumah, karena kenyamanan ruang akan mempengaruhi betah tidaknya penghuni dalam beraktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep disain pada rumah sederhana yang mempertimbangkan kenyamanan ruang. Rumah sederhana  yang diteliti adalah tipe kecil ≤ 36 m2.Kenyamanan yang menjadi fokus penelitian adalah kenyamanan dalam penataan perabot, pengaturan sirkulasi dan pengaturan pencahayaan dan penghawaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengambil kasus secara purposif sampling. Konsep disain yang didapatkan dari penelitian ini adalah kenyamanan penghuni dalam rumah sekecil apapun menjadi hal yang sangat penting. Kebutuhan dan kenyamanan penghuni menjadi hal nomor satu yang harus diperhatikan. Kenyamanan bagi penghuni rumah sederhana dapat dicapai antara lain dengan pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup untuk beraktivitas. Pencahayaan dan penghawaan yang baik dapat disesuaikan dengan ukuran dan fungsi ruang.Ruang gerak yang cukup dapat diwujudkan dengan menata perabot dan sirkulasi yang baik.Cahaya matahari dan udara alami yang masuk merata ke dalam rumah akan memberikan efek positif bagi penghuninya. Karena cahaya matahari akan memberikan kenyamanan secara fisik dan psikologis. Kata kunci:  konsep disain, rumah sederhana, kenyamanan ABSTRACT. The comfort of the room is an important factor that must be considered in the design of the house. This study aimed to describe the design concept in a simple house considering the comfort of the room. Simple house in this study was a small type ≤ 36 m2. The room comfort that become the focus of research is comfort in the furniture arrangement, circulation settings and illumination and cross ventilation settings. The method used in this research is descriptive qualitative by taking the case of purposive sampling. Comfort for the occupants of the simple house can be achieved by illumination, cross ventilation and sufficient space to do activities. Good illumination and cross ventilation can be based to the size and function of the room. Sufficientroom to do activities can be realized by arranging furniture and good circulation. Sunlight and natural air that goes evenly into the house will have a positive effect for the occupants. Keywords : design concept, simple house, comfort
KOSMOLOGI RUANG KELUARGA RUMAH TRADISIONAL MELAYU PONTIANAK DITINJAU DARI PERSPEKTIF KEPRIBADIAN DAN KEBUDAYAAN Zairin Zain
NALARs Vol 9, No 1 (2010): NALARs Volume 9 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.9.1.%p

Abstract

ABSTRAK. Kegiatan penyebaran agama Islam di Indonesia merupakan hal yang sangat penting bagi sejarah pertumbuhan kota dan kebudayaan Melayu Pontianak. Pengamatan terhadap rumah tradisional Melayu Pontianak, terlihat bahwa masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap ruang keluarga baik mengenai luas maupun hal-hal khusus untuk memberikan kenyamanan yang dikaitkan dengan agama Islam yang mereka anut. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran sebuah ruang keluarga bagi masyarakat Melayu Pontianak ditinjau dari perspektif kepribadian dan kebudayaan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya serta hubungan keduanya terhadap tinjauan teori kosmologi.  Dari hasil pembahasan diketahui bahwa adat istiadat dan pandangan hidup Melayu Pontianak dipengaruhi hukum syara’ Islam, hal ini juga mempengaruhi kehidupan sosial-budaya, cara hidup dan aktivitas masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk ruang. Norma-norma Islam sebagai wujud kebudayaan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia (Hablumminannas) dan hubungan manusia dengan Sang Khalik (Hablumminallah) melekat sebagai kepribadian menjadi acuan segala tindak-tanduk Masyarakat Melayu Pontianak diterapkan dalam pengunaan ruang di rumah tradisional Melayu Pontianak agar aktivitas yang dilakukan tidak melanggar norma sehingga terjadi keseimbangan antara dunia dan akhirat. Kata Kunci :  Ruang Keluarga, Rumah Tradisional Melayu Pontianak, Kosmologi, Norma Islam
ANALISIS KERUSAKAN DINDING SIMPAI BERDASARKAN TINJAUAN STRUKTURAL Kasus: Rumah –Rumah di Pontianak, Kalimantan Barat Lestari Lestari
NALARs Vol 12, No 2 (2013): Nalars Volume 12 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.12.2.%p

Abstract

ABSTRAK . Analisis Kerusakan Dinding Simpai Berdasarkan Tinjauan Struktural (Lestari) ANALISIS KERUSAKAN DINDING SIMPAI BERDASARKAN TINJAUAN STRUKTURAL Kasus: Rumah –Rumah di Pontianak, Kalimantan Barat Lestari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Ahmad Yani Pontianak 78124 Kalimantan Barat email: lest_tazkiya@yahoo.com Dinding simpai merupakan istilah yang dikenal oleh masyarakat khususnya di Kalimantan Barat untuk dinding plesteran semen dengan perkuatan kawat/ plat baja. Metode membangun dinding ini banyak digunakan pada rumah tinggal dan khusus digunakan pada struktur rangka kayu. Rangka kayu sekaligus sebagai rangka dinding, sehingga dinding sangat erat kaitannya dengan struktur yang digunakan. Dinding simpai ada yang kuat dan bertahan lama namun ada pula yang mengalami kerusakan hanya beberapa tahun setelah pembangunan. Kerusakan umumnya muncul seiring dengan kerusakan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan pada dinding simpai khususnya akibat pengaruh struktural dengan mengidentifikasi karakteristik kerusakan. Dinding yang diteliti adalah dinding simpai yang digunakan sebagai selubung bangunan atau dinding luar. Metode observasi digunakan dalam pengumpulan data penelitian. Hasil analisis dapat diketahui bahwa kerusakan dinding simpai sangat erat kaitannya dengan kerusakan pada struktur yang digunakan. Kata kunci: kerusakan, dinding simpai, struktur ABSTRACT. Plester wall with reinforcement or as well known as simpai has long been known to build the wall of houses in West Kalimantan. This method is used particularly to build a wall on a wood frame structure. Wooden frame used as a framework of the wall. This cause the walls are related to the structure used. There are simpai walls durable for a long time but there are also have significant damage just a few years after construction. The damages generally occur as well as the structural damages. This study is aimed to analyze the characteristics damages of the simpai walls based on structural stability perspective. The study will focus on simpai that used as the building envelope. An observation is used as collecting data method. As the result, it had been examided that the simpai damage is strongly influenced by the stability of the structures. Keywords: damage, simpai wall, structure 
KARAKTER VISUAL FASADE BANGUNAN KOLONIAL BELANDA RUMAH DINAS BAKORWIL KOTA MADIUN Pipiet Gayatri Sukarno
NALARs Vol 13, No 2 (2014): NALARs Volume 13 Nomor 2 Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.13.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Salah satu bangunan kolonial Belanda yang masih bertahan dan menjadi salah satu ikon kawasan di Kota Madiun adalah bangunan rumah dinas Bakorwil. Namun sayang pada beberapa bagian fasade bangunan telah mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perubahan ruang. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakter visual dari fasade bangunan kolonial Belanda rumah dinas Bakorwil Kota Madiun. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan karakter visual bangunan. Karakter visual yang ditunjukkan oleh rumah dinas Bakorwil Kota Madiun adalah langgam Indische Empire style. Penggunaan pilar-pilar jenis Tuscan, jendela dan pintu dengan ukuran gigantis pada fasade bangunan menggambarkan bangunan milik penguasa pada masa lampau.  ABSTRACT. One of Dutch colonial building that still survives and become one of the icons in Madiun district is the home office building of Bakorwil. But unfortunately in some parts of the building facade has been changed due to the change of the rooms. The purpose of this study is to determine the visual character of the Dutch colonial building facade official residence Bakorwil Madiun. The method has been used is a descriptive analysis method with some steps by describing the visual elements of building and analyzing it, thus we can conclude the visual character of building. Visual character that has been shown by the home office Bakorwil Madiun is a style Indische Empire style. The use of type Tuscan pillars, windows and doors to the gigantic size of the building facade of the building belongs to past authority.
TRANSFORMASI MUSIK DALAM BENTUK ARSITEKTUR Ari Widyati Purwantiasning; Ahmad Mubarak Djuha
NALARs Vol 15, No 2 (2016): NALARs Volume 15 Nomor 2 Juli 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.15.2.149-158

Abstract

ABSTRAK. Saat berbicara tentang musik dan arsitektur, satu yang dapat didefinisikan pada keduanya, yaitu bahwa keduanya merupakan karya seni. Sebuah karya seni tentunya muncul tidak dengan sendirinya, pengaruh beberapa aspek tentunya menjadi sangat penting dalam proses terbentuknya suatu karya seni. Pengaruh tersebut tidak hanya internal namun juga eksternal. Faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi proses terbentuknya suatu karya seni diantaranya adalah manusia, ruang dan waktu. Kedua karya seni musik dan arsitektur sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor eksternal tersebut dalam proses perencanaan, perancangan dan implementasi idenya. Keterkaitan musik dan arsitektur sudah banyak diperbincangkan sejak lama, bagaimana dan aspek apa saja yang dapat mengkaitkan keduanya juga sudah lama diperdebatkan. Tulisan ini akan mengkaji tentang benang merah antara musik dan arsitektur, terutama elemen-elemen yang saling terkait di dalamnya, kemudian bagaimana mendiskripsikan dan menganalisis transformasi sebuah musik dalam bentuk arsitektur. Pembahasan masalah ini akan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan deduktif yaitu mengambil sebuah studi kasus dan dianalisa secara umum kemudian dikaitkan secara khusus sesuai dengan teori yang berkaitan dengan musik dan arsitektur.Kata Kunci: transformasi, musik, bentuk, arsitekturABSTRACT. When we discuss about music and architecture, there is a significant thing that should be underlined about it, both of them are artworks. An artwork will not performed by itself, there are some aspects that would become important in the process of artworks’ formation. Those aspects were not just an internal aspect but also external one. Some external factors which would effect the process of artworks’ formation are human as doer, space and time. Both artworks either music or architecture have been affected by those three external factors in the process of planning, designing and implementing the idea. The relation between music and architecture had been talked since years ago, how and what kind of aspects which will connected both of those artworks had been debated as well. This paper will review about the relation between music and architecture, particularly the elements of each artwork, then how to describe and analyze the transformation of music into architectural form. The discussion of this paper will conduct a descriptive method using deductive approach by taking a case study and analyse generally then will be connected in particular referring to the appropriate theory about music and architecture.Keywords: transformation, music, form, architecture

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2026): NALARs Vol 25 No 1 Januari 2026 Vol. 24 No. 2 (2025): NALARs Vol 24 No 2 Juli 2025 Vol. 24 No. 1 (2025): NALARs Vol 24 No 1 Januari 2025 Vol 23, No 1 (2024): NALARs Vol 23 No 1 Januari 2024 Vol 22, No 2 (2023): NALARs Volume 22 Nomor 2 Juli 2023 Vol 22, No 1 (2023): NALARs Volume 22 Nomor 1 Januari 2023 Vol 21, No 2 (2022): NALARs Volume 21 Nomor 2 Juli 2022 Vol 21, No 1 (2022): NALARs Volume 21 Nomor 1 Januari 2022 Vol 20, No 2 (2021): NALARs Volume 20 Nomor 2 Juli 2021 Vol 20, No 1 (2021): NALARs Volume 20 Nomor 1 Januari 2021 Vol 19, No 2 (2020): NALARs Volume 19 Nomor 2 Juli 2020 Vol 19, No 1 (2020): NALARs Volume 19 Nomor 1 Januari 2020 Vol 18, No 2 (2019): NALARs Volume 18 Nomor 2 Juli 2019 Vol 18, No 1 (2019): NALARs Volume 18 Nomor 1 Januari 2019 Vol 17, No 2 (2018): NALARs Volume 17 Nomor 2 Juli 2018 Vol 17, No 1 (2018): NALARs Volume 17 Nomor 1 Januari 2018 Vol 16, No 2 (2017): NALARs Volume 16 Nomor 2 Juli 2017 Vol 16, No 1 (2017): NALARs Vol 16 No 1 Januari 2017 Vol 15, No 2 (2016): NALARs Volume 15 Nomor 2 Juli 2016 Vol 15, No 2 (2016): NALARs Volume 15 Nomor 2 Juli 2016 Vol 15, No 1 (2016): NALARs Volume 15 Nomor 1 Januari 2016 Vol 15, No 1 (2016): NALARs Volume 15 Nomor 1 Januari 2016 Vol 14, No 2 (2015): NALARs Volume 14 Nomor 2 Juli 2015 Vol 14, No 2 (2015): NALARs Volume 14 Nomor 2 Juli 2015 Vol 14, No 1 (2015): NALARs Volume 14 Nomor 1 Januari 2015 Vol 14, No 1 (2015): NALARs Volume 14 Nomor 1 Januari 2015 Vol 13, No 2 (2014): NALARs Volume 13 Nomor 2 Juli 2014 Vol 13, No 2 (2014): NALARs Volume 13 Nomor 2 Juli 2014 Vol 13, No 1 (2014): NALARs Volume 13 Nomor 1 Januari 2014 Vol 13, No 1 (2014): NALARs Volume 13 Nomor 1 Januari 2014 Vol 13, No 2 (2014): Jurnal Arsitektur NALARs Volume 13 Nomor 2 Vol 12, No 2 (2013): Nalars Volume 12 Nomor 2 Juli 2013 Vol 12, No 2 (2013): Nalars Volume 12 Nomor 2 Juli 2013 Vol 12, No 1 (2013): NALARs Volume 12 Nomor 1 Januari 2013 Vol 12, No 1 (2013): NALARs Volume 12 Nomor 1 Januari 2013 Vol 11, No 2 (2012): NALARs Volume 11 Nomor 2 Juli 2012 Vol 11, No 2 (2012): NALARs Volume 11 Nomor 2 Juli 2012 Vol 11, No 1 (2012): NALARs Volume 11 Nomor 1 Januari 2012 Vol 11, No 1 (2012): NALARs Volume 11 Nomor 1 Januari 2012 Vol 10, No 2 (2011): NaLARs Volume 10 Nomor 2 Juli 2011 Vol 10, No 2 (2011): NaLARs Volume 10 Nomor 2 Juli 2011 Vol 10, No 1 (2011): NALARs Volume 10 Nomor 1 Januari 2011 Vol 10, No 1 (2011): NALARs Volume 10 Nomor 1 Januari 2011 Vol 9, No 2 (2010): NALARs Volume 9 Nomor 2 Juli 2010 Vol 9, No 2 (2010): NALARs Volume 9 Nomor 2 Juli 2010 Vol 9, No 1 (2010): NALARs Volume 9 Nomor 1 Januari 2010 Vol 9, No 1 (2010): NALARs Volume 9 Nomor 1 Januari 2010 Vol 8, No 2 (2009): NALARs Volume 8 Nomor 2 Juli 2009 Vol 8, No 2 (2009): NALARs Volume 8 Nomor 2 Juli 2009 Vol 8, No 1 (2009): NALARs Volume 8 Nomor 1 Januari 2009 Vol 8, No 1 (2009): NALARs Volume 8 Nomor 1 Januari 2009 More Issue