cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
KES
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
Upaya Menangani Siswa Yang Sering Melanggar Tata Tertib Sekolah Melalui Layanan Konseling Kelompok Lestari, Dwi Endro
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah, masih adanya sebagian siswa yang datangnya ke sekolah terlambat, tidak mengenakan atribut lengkap, baju tidak dimasukkan ke dalam celana, suka mengganggu teman, suka berbicara sendiri ketika upacara bendera berlangsung, dan sebagainya, itu semua merupakan pelanggaran tata tertib sekolah.  Di sisi lain, layanan bimbingan dan konseling di sekolah dipercayakan kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK), dalam hal ini tindakan yang dilakukan adalah melalui layanan konseling kelompok, karena pelanggaran tersebut tidak hanya dilakukan oleh seorang anak. Diharapkan dengan dilaksanakan layanan konseling kelompok pelanggaran terhadap tata tertib sekolah dapat dihindari bahkan dihilangkan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan layanan konseling kelompok dalam menangani masalah pelanggaran terhadap tata tertib sekolah yang dilakukan oleh  siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) layanan konseling kelompok merupakan salah satu cara efektif  untuk menangani masalah siswa yang melaku-kan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah, (2) layanan konseling kelompok dapat membantu para siswa anggota kelompok untuk berani berbicara di depan publik dengan nada bahasa dan etika berbicara yang baik, melatih anak  menghargai orang lain dan menjunjung tinggi nilai–nilai musyawarah dalam menyelesaikan masalah, dan (3) siswa dapat mentaati tata tertib sekolah yang ditetapkan sekolah dengan rasa nyaman dan tidak terpaksa serta dengan penuh kesadaran sendiri. Kata Kunci : Menangani Siswa, Melanggar Tata Tertib, Konseling Kelompok
Persepsi Kepala Sekolah, Guru Bidang Studi, dan Siswa Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling Solikin, Solikin
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang,   sekolah memiliki tanggung jawab yang besar untuk membantu siswa agar berhasil dalam belajar, untuk itu sekolah hendaknya memberikan  bantuan  kepada  siswa  untuk  mengatasi  masalah  -  masalah  yang timbul  dalam  diri  siswa.  Dalam  kondisi  seperti  ini,  layanan  bimbingan  dan konseling  di sekolah  sangat  penting untuk dilaksanakan  guna membantu  siswa dalam mengatasi masalah yang dihadapinya. Meskipun keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah sudah lebih diakui sebagai profesi, namun belum semua komponen sekolah memahami betul pentingnya bimbingan dan konseling di sekolah. Permasalahan, dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling  di sekolah,  terkait  beberapa  kendala  yang  perlu  mendapat  perhatian untuk  segera  ditangani  dan  diatasi.  Diantaranya  adalah  menyangkut  persepsi siswa,  guru,  dan  kepala  sekolah  terhadap  layanan  bimbingan  dan  konseling. Dalam hal ini, guru pembimbing hendaknya berusaha menelaah persepsi warga sekolah terhadap  diri mereka,  karena mereka juga memiliki sikap dan persepsi yang berbeda pula. Tujuan penelitian, dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dan persepsi kepala sekolah, guru bidang studi, dan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling. Metode Penelitian, dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengambil tempat di SMP PGRI 07  Gemuh  Kendal  di  Jalan  Sigembok  Gemuh  Kecamatan  Gemuh  Kabupaten Kendal. Data yang dikumpulkan melalui penelitian ini adalah data yang sesuai dengan fokus penelitian yaitu data tentang persepsi kepala sekolah, guru bidang studi, dan siswa dalam pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan bimbingan dan konseling.  Analisis  data,  dalam  penelitian  ini metode  pengumpulan  data  yang digunakan  adalah  dengan  metode  pengamatan  berpartisipasi,  wawancara mendalam dan menganalisis dokumen. Keabsahan data dilakukan sejak awal pengambilan data, yaitu sejak melakukan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling pada SMP PGRI 07 Gemuh Kendal secara keseluruhan telah  berjalan  dengan  baik.  Adapun  persepsi  terhadap  kegiatan  pelaksanaan layanan bimgingan dan konseling adalah sebagai berikut: a) Kepala Sekolah memnyai   persepsi   yang   baik,   hal   ini   dikarenakan   kepala   sekolah   sangat memahami betul apa yang ada pada layanan bimbingan dan konseling dan apa yang telah dilakukan oleh konselor atau guru BK sudah sesuai dengan program dan standar yang ada; b) Guru bidang studi, secara umum mempunyai persepsi yang  baik,  hanya  pada  penggunaan  media  IT  untuk  layanan  bimbingan  dan konseling masih lemah; c) Siswa, terdapat dua pendapat, pendapat yang pertama mengatakan  bahwa  layanan  bimbingan  dan  konseling  sudah  sesuai  dengan harapan, yaitu melayani siswa baik mempunyai masalah atau tidak mempunyai masalah  untuk  memaksimalkan  perkembangan  dirinya,  pendapat  yang  kedua, bahwa  layanan  bimbingan  dan  konseling  hanya  mengurusi  siswa  yang mempunyai  masalah  terkait  dengan  pelanggaran  tata  tertib  dan  kedisiplinan sekolah. Kesimpulan,  berdasarkan  hasil  penelitian  ini  diharapkan  akan  menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti dan semua  pihak  yang membutuhkan  di lingkungan  Fakultas  Ilmu  Pendidikan IKIP Veteran Semarang. Saran, Hubungan timbal balik pada pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling akan terbentuk suatu penafsiran terhadap konselor pada warga sekolah. Untuk itu diperlukan usaha dari guru BK untuk lebih meningkatkan komunikasi dan peran di kalangan guru bidang studi lain, dan diperlukan metode dan cara-cara yang tepat dalam menyampaikan materi dan layanan kepada siswa. Dalam hal penguasaan penggunaan media IT, guru BK perlu meningkatkan pengetahuannya agar dalam pengelolaan bimbingan dan konseling menjadi lebih akurat. Kata Kunci : layanan bimbingan dan konseling, kepala sekolah, guru bidang studi
Minat Enterpreneurship Siswa Di SMK N 1 Batang Setiyono, Bambang
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh siswa kelas XI SMK N 1 Batang yang berjumlah 349 siswa. Sampel dalam penelitian ini yakni 40 siswa kelas XI AK 1. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, yakni pengambilan sampel dalam satu kelas yang dilakukan secara acak. Hal-hal yang ingin diungkap dalam penelitian ini terkait dengan minatentrepreneurship siswa diantaranya: (1) Kepercayaandiri; (2) Berorientasi pada tugas dan hasil; (3) Berani mengambil resiko; (4) Kepemimpinan ; (5) Keorisinilan ; dan (6) Berorientasi kemasa depan, yang termasuk ke dalam indicator minat entrepreneurship. Sebelum dilakukan penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan uji coba angket minat entrepreneurship dengan tujuan mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen (angket minat entrepreneurship).Uji coba validitas dan reliabilitas dilakukan pada 15 siswa yang termasuk ke dalam bagian populasi namun tidak termasuk dalam bagian sampel penelitian. Hasil dari pelaksanaan uji coba angket diperoleh kesimpulan bahwa dari 34 item pernyataan dalam angket minat entrepreneurship, 5 item di antaranya dinyatakan tidak valid, sehingga 5 item tersebut dibuang (tidak dipakai) dalam pengukuran minat entrepreneurship siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 40 siswa yang menjadi sampel penelitian (responden), 8 siswa memiliki minat entrepreneurship berada dalam kategori tinggi dan 31 di antaranya berada dalam kategori sedang, sedangkan 1 siswa pada kategori kurang. Skor rata-rata indicator minat entrepreneurship siswa SMK N 1 Batang berada pada kategori sedang. Skor tertinggi terdapat pada indicator kepercayaan diri sebesar 15,95. Sedangkan skor terendah terdapat pada indicator berani mengambil resiko sebesar 11,82. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa SMK N 1 Batang memiliki kecenderungan minat entrepreneurship yang baik. Saran yang dapat diberikan kepada guru bimbingan dan konseling di sekolah yakni diharapkan guru diharapkan dapat lebih memahami minat entrepreneurship siswa agar siswa mampu mengembangkan entrepreneurship yang sesuai dengan potensinya. Kata Kunci : Minat entrepreneurship, SMK N 1 Batang.
Peningkatan Kemampuan Sosial Emosional (Sopan Santun) Terhadap Guru Melalui Layanan Penguasaan Konten Pada Siswa Sujiyanto, Sujiyanto
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latarbelakang: Semua orang pasti sependapat bahwa pendidikan adalah investasi hidup yang paling berharga. Melalui pendidikanlah upaya mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur dan berkemampuan tinggi akan dapat dicapai. Pendidikan di sekolah tidak sekedar menyampaikan bahan ajar kepada peserta didik akan tetapi lebih dari itu merupakan upaya menanamkan nilai-nilai yang berharga bagi hidup bersama. Salah satu nilai yang ditanamkan lewat aktivitas pendidikan adalah kemampuan sosial emosial yaitu perilaku sopan santun. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk meningkatkan perilaku sopan santun siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri Rembang Purbalingga terhadap gurunya. Penelitian ini dilaksanakan 6 bulan yaitu dari bulan pebruari sampai dengan bulan juni pada semester II ( dua ) Tahun Ajaran 2011 / 2012. Pembahasan : Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi.  Subyek  dalam   penelitian  ini   adalah  siswa  SMA   Negeri Rembang Purbalingga kelas XI IPS 4 sebanyak 36 siswa, yang terdiri dari laki-laki 17 siswa dan perempuan 19 siswa. Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pedoman observasi. analisis data pada penelitian ini adalah diskriptif komparatif. Kesimpulan : Berdasarkan data terhadap hasil observasi diketahui bahwa Perilaku sopan santun siswa terhadap guru dari pra siklus 53 % (13 siswa masuk  kriteria  rendah  dan  23  masuk  kriteria  sedang),  pada  Siklus  I menjadi  75  %  (24  siswa  masuk  kriteria  sedang  dan  12  siswa  masuk kriteria tinggi) dan pada siklus II menjadi 89 % (6 siswa masuk kriteria sedang dan 30 masuk kriteria tinggi). Dengan demikian penggunaan layanan penguasaan konten dapat meningkatkan perilaku sopan santun siswa terhadap guruya. Kata Kunci : Layanan Penguasaan Konten, Perilaku Sopan Santun Siswa
Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Supriyati, Supriyati
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan program pendidikan tidak lepas dari Proses Belajar Mengajar (PBM). Keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) sendiri dipengaruhi oleh bebagai aspek, seperti metode mengajar, sarana dan prasarana, materi pembelajaran, maupun kurikulum. Bila pendidikan di sekolah ditinjau dari segi murid mengalami suatu perkembangan di dalamnya dirinya selama dia bersekolah, perkembangan ini mengandung pola beberapa komponen atau aspek, antara lain perkembangan intelektual, perkembangan emosi, perkembangan motivasi, dan perkembangan sosial. Secara tradisional perkembangan intelektual mendapat perhatian utama di sekolah, hal ini berlaku pula dewasa ini tetapi perkembangan murid dalam aspek – aspek yang lain semakin perlu juga diperhatikan disekolah, mengingat tujuan pendidikan nasional jauh lebih dari pada pemahaman dan pengetahuan ( prestasi intelektual). Hasil perkembangan yang bulat menyangkut perkembangan dari semua komponen atau aspek yang harus dikaitkan antara satu dengan yang lain. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling (PTK BK).Metode penelitian komparatif menggunakan analisis diskriptif.Ada bermacam jenis layanan dalam BK, salah satunya adalah layanan bimbingan belajar. Cara ini diyakini dapat mengatasi masalah siswa karena keterdekatan dan kebersamaan diantara murid dapat dibangun kemandirian belajar siswa untuk pencapaian prestasi belajar. Padapenelitian tindakan kelas ini, sumberdata diperoleh dari : (1) Data (Proses) diperoleh dari peneliti dalam memberikan layanan bimbingan kelompok, dan siswa sewaktu mengikuti layanan dan situasi pada saat layanan. (2) Data (Hasil) diperoleh dari pengamatan terhadap siswa berupa hasil remedial teaching siswa dalam ulangan harian. Data ini merupakan hasil pengamatan dengan kolaborator yang dituangkan dalam tahap refleksi pada tiap – tiap siklus. Dari pengumpulan data melalui angketdari 20 siswa. Dari aspek yang diterapkan 15 siswa tidak sesuai dari aspek yang diterapkan karena masih menggantungkan kepada teman dan kurangnya kemandirian bejara siswa dan 5 siswa terlihat kurang sesuai karena masih ikut – ikutan temannya atau belum mempunyai sikap kemandirian. siklus I ini Setelah dilaksanakan layanan bimbingan klasikal dan siswa mengisi angket kemandirian belajar, hasilnya dibandingkan dengan kondisi awal dengan jumlah siswa yang pencapaian kemandirian belajar siswa kurang yang semula 20 siswa, menjadi 7 siswa yang masih kurang dalam kemandirian belajar, sehingga pada siklus I layanan bimbingan klasikal yang belum mencapai kemandirian belajar dengan jumlah  sebesar 35 %. Dengan kata lain layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan kemandirian belajar mengalami peningkatan 65 %. siklus II ini layanan bimbingan klasikal yang belum mencapai kemandirian belajar berjumlah 35 %. Dengan kata lain layanan bimbingan klasikal mencapai keberhasilan 100 %. Saran yang peneliti berikan kepada rekan-rekan guru BK untuk lebih meningkatkan kualitas layanan Bimbingan dan Konseling perlu mengeksplorasi model-model layanan bimbingan, khususnya bimbingan kelompok, sehingga memiliki kesiapan dan jika ada kesulitan dan/atau kelemahan dalam pelaksanaannya dapat diatasi dengan baik lewat budaya meneliti. Kata Kunci : Kemandirian, belajar siswa, bimbingan klaksial
Upaya Mengatasi Keterlambatan Masuk Kelas Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Menggunakan Media Sosiodrama Rahman, Ratna Nurani
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah masih adanya sejumlah siswa yang belum dapat mematuhi tata tertib sekolah.Tata tertib yang belum dipatuhi adalah datang ke sekolah tepat waktu, sehingga siswa ini terlambat masuk kelas. Siswa terlambat masuk kelas disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : Terlambat Sengaja : tidak dapat bangun pagi, mandi pagi terlalu lama, berangkat sekolah dengan waktu yang mepet, saling menunggu teman/ menjemput teman. Terlambat Tidak Sengaja : hujan deras/ banjir, akan berangkat sekolah tiba – tiba sakit, periksa ke dokter terlebih dahulu, keperluan keluarga mendadak, kendaraan mogok di tengah jalan. Banyak lagi sebab – sebab siswa terlambat masuk kelas yaitu yang bersumber dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.Dampak dari berbagai sebab siswa terlambat masuk kelas adalah adanya tingkah laku menyimpang yang menyalahi aturan/ tata tertib yang ada di sekolah baik tertulis maupun tidak tertulis. Disamping itu juga merugikan siswa, karena akan tertinggal pelajarannya dan ini akan  berdampak pada perolehan nilai. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengatasi keterlambatan masuk kelas melalui bimbingan kelompok dengan menggunakan media sosiodrama di SMA Kesatrian 2 Semarang hasil yang diharapkan untuk mengubah tingkah laku terlambat masuk kelas akan menjadi rajin dan tepat waktu. Subyek penelitian adalah siswa SMA Kesatrian 2 Semarang ajaran 2012 – 2013 sejumlah 6 orang.Penelitian dilakukan selama tiga bulan yaitu dari bulan Februari sampai April 2013.Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling (PTKBK) ini hanya meneliti dan melaporkan masalah yang terkait dengan keterlambatan masuk kelas.Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling (PTKBK).Metode penelitian komparatif menggunakan analisis deskriptif.Hasil analisis deskriptif menunjukkan keterlambatan masuk kelas dari kondisi awal, siklus I dan siklus II menunjukkan kearah yang lebih baik. Pendekatan layanan ini menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media sosiodrama, subyek penelitian adalah siswa yang mempunyai maslah terlambat masuk kelas. Penelitian melakukan tindakan kelas dengan layanan bimbingan kelompok agar dapat menghadapi maslah yang muncul dan juga dapat mengembangkan budaya penelitian pada bidang tugasnya. Kata Kunci : Keterlambatan masuk kelas, bimbingan kelompok, media sosiodrama
Pelaksanaan Layanan Bimbingan Dan Konseling Kholis, Nur
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan: kesalahpahaman tentang pelaksanaan, tugas dan wewenang layanan bimbingan dan konseling , anggapan pelaksanaan layanan bimbingan  dan  konseling  sebagai  "polisi  sekolah",  atau  berbagai  persepsi lainnya yang keliru tentang layanan bimbingan dan konseling. Tujuan   penelitian, untuk mengetahui secara pasti Sejauh mana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dan kendala-kendala yang ada dalam   pelaksanaan   layanan   bimbingan   dan   konseling   di   MTs.   Negeri Mranggen kabupaten Demak.. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis: Menambah wawasan dalam penelitian   bagi   peneliti,   Manfaat   praktis:   sebagai   bahan   informasi   dan masukan   petugas   bimbingan   dan   konseling   di  MTs   Negeri   Mranggen Kabupaten Demak pada dan pembuat kebijakan instansi terkait dalam pengambilan kebijakan selanjutnya. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan langkah-langkah pengumpulan data dan informasi dengan teknik (1) wawancara, (2) pengamatan, dan (3) dokumentasi. Metode analisis data: dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian: latar belakang pendidikan petugas bimbingan yang tidak  relevan  dengan  disiplin  ilmunya,  peranan  masing-masing  komponen belum kompak, sarana kurang memadai, pemahaman tentang bimbingan dan koseling masih awam, dan pelaksanaan layananan   bimbingan dan konseling hanya sebatas kedisiplinan, pelanggaran tata tertib, pemberian sangsi, point pelanggaran dan hukuman, sehingga beranggapan pelaksanaan bimbingan dan konseling di MTs Negeri Mranggen sebagai polisi sekolah. Kesimpulan dan saran: pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di MTs.Negeri Mranggen berdasarkan hasil penelitian Secara umum peneliti dapat menyimpulkan masih dalam katagori “kurang” Saran-saran: (1) Petugas pelaksana layanan bimbingan dan konseling harus benar-benar mengoptimalkan  diri, (2) mensosialisasikan fungsi dan peranan bimbingan dan konseling, agar memiliki kesamaan  pemahaman  dan persepsi  keberadaan  layanan  bimbingan  dan  konseling. (3)   Tanamkan   pada   siswa   tentang   pemahaman   sistem   aturan   perilaku, kesadaran dalam mentaati peraturan, penerapan disiplin yang baik (4) jelaskan pada siswa tentang fungsi dan manfaat pelayanan bimbingan dan konseling sehingga dapat membantu siswa menemukan pribadinya, dalam hal mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya, serta menerima dirinya secara positif dan dinamis. Kata Kunci : Layanan, bimbingan dan konseling
Mengurangi Perilaku Membolos Siswa Dengan Menggunakan Layanan Konseling Behavior Mahmudah, Mahmudah
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah, masih adanya sebagian anak yang tidak disiplin terhadap tata tertib sekolah, terbukti masih adanya sebagian anak yang memiliki perilaku membolos, sehingga perlu ada sebuah tindakan. Dari sekian tindakan yang bisa dilakukan oleh guru pembimbing, salah satunya adalah melalui layanan konseling behavior. Diharapkan dengan layanan konseling behavior masalah perilaku mambolos pada siswa dapat terentaskan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data empiris tentang;  (1) untuk mengetahui faktor yang menyebabkan anak memiliki perilaku membolos, (2) untuk mengetahui karakteristik perilaku membolos secara individu, dan (3) untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan layanan konseling behavior dalam mengatasi perilaku membolos pada siswa SMP Kesatrian 1 Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan tindakan kelas. Subjek penelitian dikenakan pada seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 150 anak, namun berdasarkan informasi dan data/dokumen yang dimiliki sekolah setelah dikonfirmasikan kepada guru pembimbing sebanyak 5 orang, sehingga subjeknya dikenakan 5 anak tersebut. Adapun sumber data diperoleh dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Obsbervasi digunakan untuk memperoleh data di lapangan, hal ini berarti peneliti terjun langsung di lapangan. Sedangkan wawancara digunakan untuk memperoleh data berkaitan dengan perilaku siswa yang tidak hanya diperoleh ketika peneliti melakukan observasi, tetapi digunakan sebagai data pelengkap yang tidak didapat dari observasi. Di sisi lain, dokumentasi digunakan untuk mengetahui jumlah siswa yang sering memiliki dan melakukan perilaku membolos. Hasil penelitian diperoleh simpulan: (1) faktor yang menyebabkan anak melakukan perilaku membolos berdasarkan tindakan dan hasil wawancara meliputi; pengawasan atau kontrol dari orang tua kurang, anak hidup mandiri, dan sarana-prasarana pembelajaran kurang, (2) karakteristik atau cara membolos yang dilakukan oleh siswa sangat beragam, yaitu mulai dari tidak masuk sekolah awal pelajaran, pada saat istirahat, hingga sampai pada ”cabut” tidak mengikuti proses pembelajaran di akhir/jam pelajaran terakhir, dan (3) setelah dilakukan layanan konseling perorangan dengan model behavior dan tindakan melalui dua siklus, maka diperoleh kesimpulan layanan konseling perorangan behavior memberikan keefektifan untuk mengurangi perilaku membolos siswa, dengan demikian hipotesis yang diajukan; ”Dengan meng-gunakan layanan konseling behavior dapat mengurangi perilaku membolos pada siswa SMP Kestraian I Semarang” diterima. Saran yang dapat diberikan dan diharapkan  dapat dijadikan sebagai  bahan  untuk rekomendasi pada komponen yang terkait adalah sebagai berikut : (1) Bagi Kepala sekolah, dapat dijadikan sebagai bahan dan memberikan informasi untuk meningkatkan dan menegakkan kedisiplinan, terutama tata tertib sekolah, (2) untuk guru Bimbingan dan Konseling, dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan pemberian layanan, sehingga siswa  termotivasi untuk memanfaatkan layanan dan memiliki kedisiplinan menemapti jam masuk sekolah, (3) bagi orang tua, dapat memberikan perhatian dan kedisiplinan anak, terutama keseimbangan antara kegiatan di luar rumah (bermain) dengan kegiatan belajar, dan (4) bagi siswa, dapat dijadikan sebagai pedoman meningkatkan kedisiplinan belajar dan jam berangkat ke sekolah. Rekomendasi diberikan kepada peneliti mendatang, agar penelitian  tindakan kelas tentang perilaku membolos dilanjutkan sehingga pada waktu-waktu mendatang anak benar-benar memilih dan menghindar untuk tidak memiliki perilaku membolos, yang berkibat pada perolehan prestasi belajar yang memuaskan. Tentu  keberhasilan tersebut tidak hanya tindakan yang dilakukan oleh guru, tetapi juga mendapatkan dukungan dari orang tua dan juga sekolah, termasuk di dalamnya sarana dan prasarana pembelajan. Kata Kunci : membolos, konseling behavior, siswa
Upaya Pencegahan Perilaku Pergaulan Bebas Dengan Layanan Bimbingan Kelompok Tentang Bahaya Narkoba Melalui Tayangan Film Edukatif Pratiwi, Ratih
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah perilaku pergaulan bebas yang terjadi dikalangan siswa SMK Akpelni dapat dipicu salah satunya karena penyalah gunaan narkoba. Untuk itu diperlukan usaha-usaha pencegahan dari pihak sekolah supaya siswa tidak terjerumus , salah satunya adalah dengan melalui layanan bimbingan kelompok yang dilaksanakan dengan menggunakan media tayangan film edukatif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana tingkat pengetahuan siswa mengenai bahaya narkoba? (2) Apakah layanan bimbingan kelompok dengan media film edukatif tentang bahaya narkoba dapat berjalan efektif dalam  mencegah  perilaku  siswa terhadap pergaulan bebas? (3) Upaya apakah yang dapat dilakukan dalam pencegahan perilaku pergaulan bebas?. Tujuan penelitian ini adalah (1.) Untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya narkoba.; (2.) Untuk mengetahui keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan media tayangan film edukatif tentang bahaya narkoba dalam mencegah perilaku pergaulan bebas. (3.) Untuk mengetahui upaya apa yang dapat dilakukan  untuk  mencegah  penggunaan narkoba  pada  siswa  SMK  Akpelni Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Nautika 2 yang mempunyai berjumlah 10 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling sehingga melewati Siklus yaitu (1) Perencanaan, terdiri dari persiapan yang dilakukan peneliti dari ijin sampai menyusun rangkaian penelitian yang dilakukan dengan kolaborasi bersama guru bimbingan dan konseling; (2) Tindakan, yang terdiri dari pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok;  (3) Pengamatan, yang terdiri dari pengamatan berbagai tindakan yang dilakukan guru bimbingan dan konseling terhadap siswa selama proses berlangsung; (4.) Refleksi, terdiri dari upaya evaluasi diri yang secara kritis dilakukan oleh peneliti dengan melaksanakan diskusi dengan guru bimbingan dan konseling . Dari siklus tersebut juga dilakukan observasi dan wawancara sekaligus dilakukan post test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : bahwa bimbingan kelompok tentang bahaya narkoba menggunakan tayangan film edukatif, efektif untuk mencegah perilaku pergaulan bebas pada siswa SMK Akpelni Semarang. Sikap dan perilaku yang ditunjukkan siswa setelah pemberian tindakan mencerminkan bahwa mereka sudah memahami bimbingan kelompok,    diantaranya: (1) siswa mampu menyampaikan pendapatnya tentang perilaku pergaulan bebas yang berarti mereka memahami makna dari perilaku pergaulan bebas; (2) berani menyatakan bahwa mereka tidak mau bersinggungan dengan narkoba karena memahami bahaya narkoba bagi kehidupannya; (3) memahami faktor-faktor penyebab perilaku pergaulan bebas, sehingga siswa dapat lebih membentengi diri supaya tidak terjerumus dalam perilaku pergaulan bebas; (4) komunikasi dengan teman semakin membaik dan muncul sikap berempati kepada teman. Saran yang diajukan : (1) Bagi sekolah diharapkan menyediakan sarana-prasarana yang mendukung dan memberikan waktu khusus (jam masuk kelas) untuk layanan bimbingan dan konseling (kelompok) ; (2) Bagi guru pembimbing, diharapkan mampu menyelenggarakan layanan bimbingan kelompok secara  lebih  efektif  ;  (3)  Bagi  peneliti  selanjutnya,  diharapkan  bisa  digunakan berbagai   metode  untuk  lebih  bisa   mengungkap  hasil  penelitian  secara   lebih mendalam. Kata Kunci : Pergaulan bebas, bimbingan kelompok, narkoba, film edukatif
Pengaruh Layanan Penguasaan Konten Terhadap Motivasi Belajar Siswa Nirwana, Moh. Mega
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  belakang  penelitian  adalah  Individu  /  siswa  yang  belum  memiliki kesadaran diri dan gambaran hidup masa depan cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan  disekitarnya,  hal  ini  dapat  membuat  seseorang  memilih  aktivitas  yang kurang tepat untuk dirinya. Sehingga motivasi belajarnya rendah pula, karena mereka melakukan aktivitas yang dipilihnya atas pengaruh orang lain dan tidak dari dirinya sendiri. Keinginan untuk melakukan aktivitas belajar biasanya masih sangat kurang dimiliki oleh siswa. Maka menjadi tugas guru bimbingan dan konseling untuk menumbuhkembangkan motivasi belajar siswa melalui layanan penguasaan konten. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data empiris berkenaan dengan Tingkat layanan penguasaan konten pada siswa Kelas VIII MTs Abadiyah Gabus Pati Tahun Pelajaran 2011/2012, Motivasi  belajar siswa Kelas  VIII MTs Abadiyah Gabus Pati Tahun Pelajaran 2011/2012, Pengaruh antara layanan penguasaan konten terhadap motivasi  belajar  siswa  Kelas  VIII  MTs  Abadiyah  Gabus  Pati  Tahun  Pelajaran 2011/2012. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII MTs. Abadiyah Gabus Pati tahun pelajaran 2011/2012, terdiri dari 4 kelas dengan jumlah siswa 160. Sampel berjumlah 64 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling. Metode penelitian adalah metode angket sebagai instrument pokok, yang sebelumnya dilakukan uji coba angket pada 20 responden. Hasil uji validitas angket layanan penguasaan konten menggunakan rumus product moment terlihat pada tabel 10, sedang validitas angket motivasi belajar terlihat pada tabel 12. Jika dikonsultasikan dengan rtabel  untuk N=20 dan taraf signifikansi 5% sebesar 0,444, semua butir soal angket layanan penguasaan konten masuk dalam kategori valid kecuali nomor 3 dan 15, sedang soal-soal angket motivasi belajar semuanya valid kecuali nomor 9 dan 15. Hasil uji reliabilitas angket layanan penguasaan konten menggunakan rumus product moment dan rumus spearman brown menghasilkan rhitung=0,843, sedang angket motivasi belajar menghasilkan rhitung=0,798. Jika dikonsultasikan dengan rtabel untuk N=20 dan taraf signifikansi  5%  sebesar  0,444  maka  kedua  angket  masuk  dalam  kategori  reliabel. Penelitian ini menggunakan analisa data deskriptif prosentase (DP), analisis korelasi dan analisis regresi. Hasil analisis deskriptif prosentase menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten (X) dan motivasi belajar (Y) siswa kelas VIII MTs Abadiyah Gabus Pati tahun ajaran 2011/2012 secara umum berada pada kategori baik. Hasil korelasi antara layanan penguasaan konten (X) dan motivasi belajar (Y) menunjukkan hasil rxy = 0,252. Jika dikonsultasikan  dengan  rtable  pada taraf signifikan  5% dengan  N=64  sebesar 0,246, berarti rhitung > dari rtable. Sehingga hipotesis yang “Ada Pengaruh antara Layanan Penguasaan Kontan dengan motivasi Belajar Siswa”, diterima. Simpulan  adalah  bahwa  ada  pengaruh  antara  layanan  penguasaan  konten terhadap  motivasi  belajar  siswa  Di  Kelas  VIII  MTs  Abadiyah  Gabus  Pati  tahun pelajaran 2011/2012. Saran penulis adalah: Kepala sekolah diharapkan untuk selalu memberikan pengarahan dan kesempatan kepada para guru pada umumnya, dan khususnya kepada guru BK agar mereka dapat memberikan layanan penguasaan konten kepada siswa secara optimal dalam rangka lebih meningkatkan motivasi belajar siswa.. Guru BK diharapkan senantiasa memberikan bimbingan dan konseling kepada para siswa, khususnya dalam hal layanan penguasaan konten, sehingga mereka dapat lebih memahami arti penting dari motivasi belajar. Orang tua siswa diharapkan agar dapat memberikan bimbingan dan pengarahan, serta pengawasan terhadap perkembangan motivasi belajar anaknya dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan lingkungan masyarakat, sehingga anak dapat membangun kepribadian dan dapat menciptakan lingkungan yang kodusif. Kata Kunci : motivasi belajar, penguasaan konten, bimbingan dan konseling

Page 1 of 1 | Total Record : 10