Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Serum Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) in DMPA Acceptors: Influence on Bleeding Occurrence Pratiwi, Ratih; Amran, Rizani; Said, Usman; Saleh, Irsan
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 3, No. 1, January 2015
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.512 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v3i1.22

Abstract

Objective: To analyze the relationship between levels of serum vascular endothelial growth factor (VEGF) and bleeding occurrence in depo medroxyprogesterone acetate (DMPA) acceptors. Method: We employed a cross‐sectional study on 70 DMPA acceptors with DMPA use of 3 to 6 months who presented for midwifery service in Palembang. Blood samples were obtained in order to assess levels of serum VEGF using ELISA (enzyme‐linked immunoabsorbent assay) method. Laboratory assessments were carried out in PRODIA laboratory in Jakarta. Result: We recruited 70 subjects into our study. After 3 to 6 months of using DMPA, as much as 26 subjects (37.1%) reported complaints of bleeding and 44 subjects (62.9%) reported no bleeding. The mean level of serum VEGF in DMPA acceptors with bleeding was 355 K 170 pg/ml, and 323 K 202 pg/ml in acceptors with no bleeding. We identified a significant association between duration of use and bleeding occurrence (p0.05). Conclusion: In our sample, we found an association between duration of DMPA use and presence of bleeding but VEGF levels was not found to be different in women experiencing abnormal uterine bleeding and those who did not. Keywords: bleeding, DMPA acceptor, serum VEGF
Serum Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) in DMPA Acceptors: Influence on Bleeding Occurrence Pratiwi, Ratih; Amran, Rizani; Said, Usman; Saleh, Irsan
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 3, No. 1, January 2015
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.512 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v3i1.22

Abstract

Objective: To analyze the relationship between levels of serum vascular endothelial growth factor (VEGF) and bleeding occurrence in depo medroxyprogesterone acetate (DMPA) acceptors. Method: We employed a cross‐sectional study on 70 DMPA acceptors with DMPA use of 3 to 6 months who presented for midwifery service in Palembang. Blood samples were obtained in order to assess levels of serum VEGF using ELISA (enzyme‐linked immunoabsorbent assay) method. Laboratory assessments were carried out in PRODIA laboratory in Jakarta. Result: We recruited 70 subjects into our study. After 3 to 6 months of using DMPA, as much as 26 subjects (37.1%) reported complaints of bleeding and 44 subjects (62.9%) reported no bleeding. The mean level of serum VEGF in DMPA acceptors with bleeding was 355 K 170 pg/ml, and 323 K 202 pg/ml in acceptors with no bleeding. We identified a significant association between duration of use and bleeding occurrence (p0.05). Conclusion: In our sample, we found an association between duration of DMPA use and presence of bleeding but VEGF levels was not found to be different in women experiencing abnormal uterine bleeding and those who did not. Keywords: bleeding, DMPA acceptor, serum VEGF
Neovagina Ileum Pada Agenesis Vagina Wanita Dewasa Pratiwi, Ratih; Fauzi, Amir
Syifa'Medika Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i2.1350

Abstract

Agenesis vagina adalah kondisi yang jarang terjadi. Sindrom Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser (MRKH) adalah diagnosa klinis yang paling sering ditemui ahli ginekologi dimana agenesis vagina terjadi akibat gangguan perkembangan duktus Mulleri. Dilaporkan seorang wanita dewasa 37 tahun datang dengan keluhan tidak ada lubang kemaluan. Dari pemeriksaan fisik dan penunjang didapatkan kesan agenesis vagina, uterus unicornu hipoplasia nonfungsional, agenesis ginjal kanan, dan pelvic kidney sinistra. Pemeriksaan kromatin, drum stick, dan sex quotion didapatkan kesan wanita. Dilakukan laparotomi neovagina dengan menggunakan segmen usus ileum, operasi bersama dengan bedah digestif, bedah urologi, bedah plastik, dan obsgin uroginekologi. Pasca operasi dilakukan pemasangan mold selama 14 hari. Pasien diedukasi untuk melakukan pemasangan mold sendiri sebagai dilator. Dilakukan follow-up rutin untuk menilai stenosis atau striktur vagina.
KARAKTERISTIK KONSUMSI TEH DAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG Arsy, Inda Dzil; Pratiwi, Ratih; Wijaya, Otchi Putri; Silvana, Rista
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 3, No 1 (2022): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v3i1.2621

Abstract

Salah satu penyebab terhambatnya proses penyerapan zat besi adalah konsumsi teh yg berlebihan.  Selain itu juga dapat meningkatkan kejadian anemia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Pembina dan mengidentifikasi perilaku konsumsi teh pada ibu hamil di Puskesmas Pembina Palembang tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan design cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua ibu hamil di Puskesmas Pembina Palembang yang mengkonsumsi teh dengan teknik total sampling. Data primer diperoleh dari kuesioner dan data sekunder berupa hasil pemeriksaan Hb. Besar sampel sebanyak 39 responden. Karakteristik ibu hamil di Puskesmas Pembina tahun 2019 yaitu sebagian besar berusia 20-30 tahun, multigravida, cukup mengonsumsi tablet besi, tidak mengalami KEK, dan memiliki kadar hemoglobin yang normal. Sebagian besar ibu hamil di Puskesmas Pembina Palembang mengkonsumsi teh celup hitam yang diseduh dalam waktu kurang dari 2 menit dan dikonsumsi segera setelah makan. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU VULVA HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA SISWI SMP MUHAMMADIYAH 06 PALEMBANG TAHUN 2022 pratiwi, ratih; Risala, Alfazzra Firzana; Wijaya, Otchi Putri
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 4, No 1 (2023): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v4i1.7289

Abstract

Salah satu poin terpenting dalam menjaga kesehatan organ reproduksi adalah dengan menjaga kebersihan organ kewanitaan, terutama saat menstruasi. Tindakan yang dilakukan untuk menjaga kebersihan organ luar (vulva) wanita disebut juga dengan vulva higiene. Tujuan dari vulva higiene adalah untuk mencegah infeksi pada daerah vulva. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja putri dapat menyebabkan buruknya sikap dalam menjaga kebersihan daerah kemaluan saat menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku vulva higiene saat menstruasi pada siswi SMP Muhammadiyah 06 Palembang tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian diambil sebagai data utama adalah siswa SMP Muhammadiyah 06 Palembang tahun 2022 dengan menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi adalah 47 sampel. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa 30 responden (63,8%) mempunyai pengetahuan baik tentang perilaku vulva higiene saat menstruasi, sebanyak 27 responden (57,4%) mempunyai sikap positif terhadap perilaku vulva higiene saat menstruasi , dan terdapat 25 responden (53,2%) berperilaku baik tentang vulva hygiene saat menstruasi. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov diketahui terdapat hubungan (p=0,015) antara pengetahuan dengan perilaku vulva hygine saat menstruasi, dan antara sikap dengan perilaku vulva hygine saat menstruasi juga terdapat hubungan (p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku vulva higiene saat menstruasi
Hubungan Menarke Dini dengan Kejadian Karsinoma Mammae di RS Muhammadiyah Palembang pratiwi, ratih; Alqausar, Mohammad Virgo; Tanzila, Raden Ayu
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 4, No 2 (2024): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v4i2.8014

Abstract

Karsinoma mammae (kanker payudara) merupakan karsinoma yang menempati urutan pertama penyebab kematian wanita di Indonesia. Salah satu faktor risiko karsinoma mammae adalah menarke dini. Menarke merupakan suatu peristiwa menstruasi yang terjadi pertama kali dalam periode kehidupan seorang wanita. Menarke menandai matangnya organ reproduksi seorang wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menarke dini dengan kejadian karsinoma mammae. Penelitian ini menggunakan desain analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RS Muhammadiyah Palembang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi karsinoma mammae sebanyak 79 orang (79,0%). Proporsi terbesar pada kelompok umur 51- 60 tahun, yaitu sebanyak 44 orang (44,0%). Subjek penelitian yang mengalami menarke dini adalah 73 orang(73,0 %). Ada 45 orang yang memiliki usia melahirkan anak pertama  pada usia 21-25 (45,0 %). Terdapat 35 kasus karsinoma mammae dalam keluarga. Ada 70 sampel dengan riwayat keluarga   menderita karsinoma (70,0%). Sebanyak 85 orang memiliki siklus menstruasi teratur. Ada 64 orang yang merupakan akseptor keluarga berencana dan 33 diantaranya adalah pengguna kontrasepsi oral kombinasi (51,6%). Sampel yang telah mengalami menopause ada 49 orang (49,0%) dan terbanyak terjadi pada usia 46-50 tahun (61,2%). Terdapat hubungan yang bermakna antara menarke dini dengan kejadian karsinoma mammae (p- value = 0,021). Disimpulkan ada hubungan antara menarke dini dengan kejadian karsinoma  mammae pada pasien di RS Muhammadiyah Palembang
Trends in the initial management of severe preeclampsia and eclampsia in Indonesia: A medical record study (2018–2021) Pratiwi, Ratih; Indriyani, Indriyani; Putra, Raga Tetra
Innovation in Health for Society Vol 4 No 2 (2024): July - December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ihs.12533

Abstract

Hypertension during pregnancy, particularly preeclampsia and eclampsia, is a leading cause of maternal morbidity and mortality. Timely and appropriate management is crucial in preventing serious complications, including maternal death. This study aimed to describe the initial management of severe preeclampsia and eclampsia at RS PKU Muhammadiyah Palembang, Indonesia, during the period 2018–2021. This descriptive study employed a cross-sectional design. A total of 110 cases were randomly selected from medical records of patients diagnosed with severe preeclampsia and eclampsia. Data were analyzed based on the POGI 2016 guidelines. Among the 110 cases, 108 (98%) were diagnosed with severe preeclampsia, while 2 (2%) were cases of eclampsia. Of these, 65 patients (60.2%) received management that adhered to the POGI guidelines, whereas 43 patients (39.8%) did not. Both cases of eclampsia were managed in full compliance with the guidelines (100%). This study highlights that while the initial management of severe preeclampsia and eclampsia generally aligns with established standards, there remains room for improvement in procedural adherence. To further reduce maternal morbidity and mortality associated with these conditions, it is recommended that the hospital strengthen efforts to ensure full compliance with clinical guidelines. Keywords: Eclampsia; hypertension; initial treatment; mortality prevention; preeclampsia
The Relationship between Family Support and Breast Self-Examination (BSE) in Breast Tumor Patients Azza Nabila, Amira; Indriyani, Indriyani; Pratiwi, Ratih; Mitayani, Mitayani
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v11i1.237

Abstract

Introduction. In the management of both benign and malignant breast tumors, early detection via breast self-examination (BSE) is essential. It is thought that family support is crucial in promoting BSE behavior. Finding out how family support and breast self-examination (BSE) in patients with breast tumors relate to one another is the goal of this study. Methods. Cross-sectional is a study used in this study with an analytic observational method. The research sample was taken using a total sampling technique, which included all breast tumor patients who met the inclusion criteria at the surgical clinic of Muhammadiyah Hospital Palembang, totaling 32 respondents. Results. It was found that the majority of respondents suffered from malignant breast tumors (breast cancer), with 23 individuals (28.13%). Meanwhile, 9 other individuals had benign breast tumors (71.87%). Most of the respondents received family support categorized as adequate or insufficient, with their Breast Self-Examination (BSE) behavior also categorized as adequate or insufficient. The analysis revealed a p-value of 0.000 and an odds ratio (OR) of 27.00. Conclusion. It can be concluded that there is a significant relationship between breast tumor patients' behavior and family support, with those who received family support having a 27-fold higher likelihood of engaging in breast self-examination than those who did not.
Hubungan Pekerjaan Terhadap Infertilitas Pada Pria Dan Wanita Eriksyah, Aldeo; Mundijo, Trisnawati; Pratiwi, Ratih; Artanto, Ardi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i3.14881

Abstract

Infertilitas merupakan permasalahan sistem reproduksi yang diartikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk memperoleh keturunan setelah 12 bulan atau lebih melakukan yang melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Terdapat faktor risiko yang dapat menyebabkan infertilitas, salah satunya adalah pekerjaan. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor kurang nyamannya lingkungan kerja dan terlalu berat beban kerja sehingga menyebabkan seseorang lebih memilih istirahat dan tidur seusai bekerja dibandingkan melakukan hubungan suami istri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pekerjaan terhadap infertilitas pada pria dan wanita. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel didapatkan melalui teknik purposive sampling pada sampel wanita dan total sampling pada sampel pria. Didapatkan 28 sampel pria dan 54 sampel wanita yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil  penelitian didapatkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan terhadap infertilitas pada pria dan wanita dengan nilai p=0,747 pada pria dan p=0,572 pada wanita (p<0,05).
HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN LEBAR BAHU SISWI SMP NEGERI 2 PAGAR GUNUNG Ramadhiani, Nadhira Rizky; Pamudji, Raden; Pratiwi, Ratih; Indriyani, Indriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41683

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang menjadi salah satu cerminan dari kesehatan reproduksi perempuan, umumnya terjadi pada usia 10-16 tahun. Usia menarche yang tidak normal berhubungan dengan risiko beberapa penyakit (hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, sindrom metabolik dan carcinoma mammae) serta mempengaruhi percepatan pertumbuhan tulang. Usia menarche sangat dipengaruhi social ekonomi, genetik, psikologis, gizi dan aktivitas fisik. Faktor-faktor tersebut juga mempengaruhi pertumbuhan fisik. Maknanya, karakteristik fisik (dalam hal ini lebar bahu) dan kematangan seksual saling berkaitan satu sama lain. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Pengambilan data dilakukan secara total sampling kepada seluruh siswi SMP Negeri 2 Pagar Gunung yang memenuhi kriteria, yaitu sebanyak 52 orang. Informasi usia menarche didapatkan melalui kuesioner dan lebar bahu diukur menggunakan Spreading Caliper. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang bermakna antara usia menarche dan lebar bahu dengan p-value 0,037. Ditemukan korelasi negative yang lemah antara usia menarche dan lebar bahu dengan r= -0,29 di mana remaja perempuan dengan usia menarche cepat cenderung memiliki bahu yang lebih lebar. Berdasarkan hasil dan kajian literatur pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia menarche dan lebar bahu pada siswi SMP Negeri 2 Pagar Gunung.