cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
KES
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 3 (2013)" : 10 Documents clear
Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Iftikhah, Rizka
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia setiap bentuk aspek kehidupan manusia baik pribadi, keluarga maupun dalam berbangsa dan bernegara yang sedang membangun, banyak ditentukan oleh kemajuan. Pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Secara garis besar proses pendidikan dapat terjadi dalam tiga lingkungan pendidikan yang terkenal dengan sebutan Tri Logi pendidikan yaitu pendidikan di dalam keluarga (Pendidikan Informal), pendidikan di dalam sekolah (Pendidikan Formal)dan Pendidikan di dalam Masyarakat (Pendidikan Non Formal). Peranan keluarga dalam perkembangan sosial anak – anaknya tidak perlu diuraikan panjang lebar. Keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama dalam kehidupan manusia, tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial dalam hubungan interaksi dengan kelompoknya. Penelitain ini bertujuan mengaetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Pegandon, metode penelitaian adalah explanatory (Penjelasan). Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Pegandon.Populasi Penelitian adalah semua siswa kelas VIII, dengan teknik pengambilan sampel SimpleRondom Sampling, sehingga menghasilkan 57 responden. Hasil penelitian diketahui sebagian besar perhatian orang tua diberikan baik yaitu 28 siswa (49,12%) dan baik sekali 29 siswa (50,88%) terdapat hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap motivasi belajar. Sedangka untuk motivasi belajar ada 28 siswa (49,12%), dan baik sekali 29 siswa (50,88%) jadi dalam pengaruh ini orang tua sangat berpengaruh dalam motivasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada orang tua lebih memberikan perhatian kepada anak terutama perhatian yang bersifat non material dan perhatian terhadap lingkungan sepermainan anak, sehingga anak dapat berkembang dan mempunyai miotivasi belajar yang lebih baik. Sedangkan bagi sekolah melakukan kerjasama  denga orang tua murid dalam menumbuhkan dan memberikan dorongan belajar sehingga prestasi belajar siswa  dapat menjadi lebih baik. Kata Kunci : orang tua, motivasi belajar, siswa
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dalam Meningkatkan Pemahaman Bakat Siswa Khasanah, Ernawati
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa pada umumnya kurang memperhatikan kelebihan yang dimilikinya. Mereka kurang sadar bahwa sebenarnya dirinya mempunyai kelebihan tertentu yang berbeda dengan teman lainnya. Namun banyak dari mereka yang lebih sering mengunggulkan kelemahannya untuk menutupi kelebihan yang dimiliki. Terlihat pada saat pemilihan jurusan ataupun dalam memilih kegiatan ektrakulikuler, mereka terbawa dan ikut teman-temannya tanpa sempat mencerna terlebih dahulu dan  memahami bidang yang akan dipelajari, menjadi apa setelah selesai sekolah ataupun lebih jauh lagi menggali bidang pekerjaan seperti apa yang bisa digelutinya sesuai dengan latar belakang pendidikannya tersebut. Tujuan yang ingin dicapai peneliti dalam melaksanakan penelitian tindakan bimbingan konseling ini adalah untuk membuktikan bahwa efektivitas layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan pemahaman bakat siswa SMK Islam Nurul Hadi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan (action research). Pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner/angket dan dokumentasi. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas XII SMK Islam Nurul Hadi yang berjumlah 89 siswa. Sampel kelas XII Teknik Komputer Jaringan (TKJ) terdiri dari 35 siswa  dan diambil 10 siswa. Berdasarkan hasil pra siklus diketahui terdapat 4 siswa yang tergolong kategori sedang, 5 kategori baik dan 1 sangat baik dengan mencapai rata-rata 44.20 dengan prosentase 55.25%. Pelaksanaan tindakan guru pembimbing dalam pemberian materi layanan bimbingan kelompok pada siklus I mencapai rata-rata 36.50 dengan prosentase mencapai 65.17% dan proses layanan bimbingan kelompok siklus I mencapai rata-rata 25.50 dengan prosentase mencapai 63.75%. Pada siklus I peneliti dan guru pembimbing melihat bahwa dinamika kelompok sudah mulai terbentuk namun anggota kelompok belum sepenuhnya ikut berpartisipasi dalam kegiatan, masih ada siswa yang kurang berani mengutarakan pendapat dengan baik. Sedangkan hasil pelaksanaan tindakan guru pembimbing dalam pemberian materi layanan bimbingan kelompok siklus II mencapai rata-rata 38 dengan prosentase mencapai 67.85% dan proses layanan bimbingan kelompok siklus II memperoleh rata-rata 27 prosentase mencapai 68.75%. Setelah kegiatan berakhir dilaksanakan kegiatan pasca siklus dengan memperoleh hasil rata-rata 55.10 dan prosentase 68.87% dengan kategori baik. Simpulan bahwa: Berdasarkan observasi pada siklus I dan siklus II ada peningkatan sebesar 5% sehingga pelaksanaan layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan pemahaman bakat siswa SMK Islam Nurul Hadi tahun ajaran 2013-2014. Walaupun ada peningkatan namun belum bisa mencapai indikator ketercapaian yang diharapkan yaitu 70 %. Tidak tercapainya indikator tersebut dikarenakan waktu penelitian hanya terbatas sehingga tidak mungkin melanjutkan ke siklus berikutnya. Saran : (1) Pihak Sekolah sebaiknya memberikan fasilitas atau ruangan khusus dalam pelaksanaan layanan konseling supaya kegiatan berjalan dengan lancar dan memberi kenyamanan bagi klien/anggota kelompok, (2) Guru Pembimbing hendaknya lebih dekat dengan siswa supaya permasalahan yang dialami oleh siswa lebih cepat dapat diketahui, serta meningkatkan ketrampilan konseling untuk membantu menyelesaikan masalah siswa agar siswa dapat berkembang secara optimal, (3) Siswa dalam menghadapi ssuatu massalah hendaknya siswa terbuka dengan guru pembimbing supaya guru pembimbing dapat mengarahkan dan sama-sama mencari jalan keluar dalam setiap permasalahan yang dialami oleh siswa. Kata Kunci : efektifitas, bimbingan kelompok, bakat 
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Dalam Belajar Siswa Efendhi, Fahrizal
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumusan masalah dalam penelitian ini “Adakah Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian dalam Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Cepiring tahun pelajaran 2013/2014”. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap kemandirian siswa  kelas VIII smester I tahun pelajaran 2013/2014 SMP Negeri 1 Cepiring. 2). Tingkat kemandirian siswa kelas VIII semester I tahun pelajaran 2013/2014 SMP Negeri 1 cepiring. 3). Untuk membuktikan hubungan antara pola asuh orang tua dalam pola kemandirian belajar siswa kelas VIII semester I tahun pelajaran 2013/2014 SMP Negeri 1 cepiring. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 142 siswa, namun karena penelitian dilakukan secara sampel maka diperoleh sampel sebanyak 35 siswa. Pengambilan sampel ini didasarkan pada random sampling dengan tehnik sampling 25%. Menurut Suharsimi Arikunto (1998). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah : 1).Angket untuk mendapatkan data lingkungan belajar dan motivasi belajar siswa, dan 2).Dokumentasi untuk mengetahui jumlah kelas, nama-nama siswa, profil sekolah, dan dokumen sekolah lainya. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif presentase dan analisis regresi linier sederhana. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui besar skor dari masing-masing variabel, sedangkan analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan kedua variabel tersebut. Kesimpulan yang diperoleh adalah : 1). Pola asuh orang tua terhadap siswa SMP Negeri 1 Cepiring dikategorikan baik, hal ini dinyatakan oleh 24 dari 35 responden dengan persentase 68,57%. Dan dikategorikan cukup baik, hal ini di nyatakan oleh 11 dari 35 responden dengan persentase 31,43%, 2). Kemandirian siswa kelas VIII semester I tahun pelajaran 2013/2014 SMP Negeri 1 Cepiring termasuk dalam kategori mandiri, hal ini dinyatakan oleh 32 dari 35 responden dengan persentase 91,43%. Dan dikategorikan cukup mandiri, hal ini dinyatakan oleh 3 dari 35 responden dengan persentase 8,57%, 3). Hasil hitung regresi linier sederhana diperoleh 0,570 dan ternyata angka tersebut lebih besar dari angka dalam tabel r product moment yaitu 0,314 ini berarti hasil hitung lebih besar dari angka dalam tabel, sehingga hipotesis kerja (Ha) yang berbumyi “npengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian dalam belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cepiring semester I tahun pelajaran 2013/2014. SMP Negeri 1 Cepiring di terima. Saran yang diberikan adalah ; 1). Bagi orang tua hendaknya untuk meningkatkan kemandirian anak dalam belajar, orang tua menerapkan pola asuh demokratis, 2). Bagi guru pembimbing lebih meningkatkan materi layanan dan bidang bimbingan mengenai belajar dan lebih memperhatikan siswa-siswa yang menunjukan gejala kemandirian rendah dengan cara memberikan layanan konseling individual. Kata Kunci : pola asuh, orang tua, belajar siswa 
Hubungan Layanan Informasi Sosial Dengan Kecenderungan Perilaku Sosial Siswa Supriyanto, Agus
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku menyimpang merupakan suatu hal yang sangat dianggap sebagai momok masyarakat dan untuk memprbaikinya dapat melalui salah satu bimbingan layanan dan konseling yaitu layanan informasi sosial. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan korelasional, teknik pengumpulan data; observasi, angket, dan. Teknik analisis; deskriptif, dan korelasi. Hasil penelitian ini adalah adanya hubungan antara layanan informasi sosial dengan kecenderungan perilaku sosial siswa, dengan semakin baik layanan informasi sosial yang diberikan maka semakin baik pula perilaku sosial siswa. Kata kunci : Informasi Sosial, Perilaku Sosial 
Bimbingan Kelompok Bagi Siswa Disekolah Nartoyo, Nartoyo
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah yang di teliti adalah (1) Masih banyak siswa yang serimg tidak mengikuti pelajaran, (2) Masih banyak siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah, (3) Masih banyak siswa yang mendapatkan nilai dari rata-rata. (4) Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan dalam proses pembelajaran berlangsung. Tujun penelitian ini adalah (1) Untuk memperoleh data tentang pelaksanaan Bimbingan kelompok di SMP NEGERI 3 GABUS Kabupaten Grobogan. (2) Untuk memperoleh data tentang Karakter Belajar siswa kelas di SMP NEGERI 3 Gabus, Kabupaten Grobogan. (3) Untuk mengetahui data objektif tentang pengaruh Bimbingan Kelompok Terhadap Karakter Belajar Siswa kelas di SMP Negeri 3 Gabus, Kabupaten Grobogan. Jenis penelitian yang di gunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini populasi adalah siswa kelas SMP Negeri 3 Gabus Kabupaten Grobobogan tahun pelajaran 2013 / 2014 sejumplah 140 siswa dan di ambil sample sejumplah 170 siswa. Tehnik sampling yang digunakan adalah dengan melihat table krejcie. Tehnik pengumpulan data dengan tes dan tehnik analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif dan analisa korelasi (product moment). Uji validitas dikenakan pada 15 responden dari luar sample yaitu dengan   menggunakan rumus korelasi product moment, sedangkan uji reliabilitas menggunakn rumus dari Spearman Brown. Hasil perhitungan uji validitas diperoleh data bahwa 15 item Bimbingan Kelompok Valid, dan 15 item dari karakter belajar 15 valid, sedangkan perhitungan reliabilitas Bimbingan Kelompok  diperoleh angka 0,954>0,541, sehingga instrument variable Bimbingan Kelompok dinyatakn realibel, sedangkan untuk variable karakter belajar diperoleh angka sebesar 0,960>0,541 maka variable karakter belajar  juga dinyatakan realibel pada taraf kesalahan 5%. Hasil analisis korelasi diatas bahwa r hitung sebesar o,875, sehingga dapat dikatakan bahwa r hitung lebih besar dari r table yaitu sebesar 0,195, jadi terdapat korelasi antara bimbinga kelompok dengan karakter belajar siswa, dibuktikan juga dari hasil hipotesa diperoleh F peneliti sebesar 90,293. Dan harga F table sebesar 3,99 pada taraf kesalahan 5% , 90,293>3,99. Jadi koefisien arah regresi signifikan sifatnya, sehingga F regresi yang diperoleh adalah signifikan.                         Hasil analisis data deskriptif adalah bahwa ada pengaruh antara bimbingan kelompok 80% dan karakter belajar 83% ,dapat dikatakan baik karena dari hasil skor total diperoleh nilai sebesar yang apabila diprosentasikan kedalam table interprestasi termasuk dalam kategori baik. Saran-saran yang dapat di berikan berdasarkan kesimpulan tersebut adalah (1) Bimbingan Kelompok sangat efektif untuk meningkatkan karakter belajar siswa. (2) Masih ada beberapa siswa yang belum mengalami penngkatan dalam karakter belajarnya yaitu  17% maka dari itu perlu bimbingan lebih lanjut oleh guru BK , terutama untuk meningkatkan karakter siswa melalui bimbingan kelompok. (3) Bagi sekolah , meningkatkan sarana prasarana, dengan melengkapi buku dalam perpustakaan di sekolah dan memfasilitas siswa agar dapat belajar maksimal. Kata Kunci : bimbingan kelompok, siswa
Upaya Meningkatkan Resiliensi Melalui Pelaksanaan Pelatihan Peer Counseling Pada Siswa Lestariningsih, Lestariningsih
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari latar belakang masalah yakni rendahnya resiliensi siswa di SMK Negeri 2 Purwodadi yang ditandai dengan munculnya perilaku siswa di sekolah antara lain: (1) sering putus asa manakala nilai ujiannya rendah, (2) tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, (3) susah beradaptasi dengan orang yang baru dikenal, (4) tidak fleksibel dalam berperilaku, (5) motivasi untuk maju rendah, dan (6) mudah menyerah dalam menghadapi tugas yang diberikan oleh guru. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengungkap apakah pelaksanaan konseling teman sebaya dapat meningkatkan resiliensi siswa di SMK Negeri 2 Purwodadi. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling dengan mengacu pada model spiral Kemmis dan Mc Taggart. Sesuai dengan prosedur, penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Keempat rangkaian tersebut dipandang sebagai satu siklus. Dalam pelaksanaan sesungguhnya ada 2 siklus yang dilakukan oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa yang dijadikan sebagai calon peer konselor dimana memiliki kriteria: (1) psikologis lebih dewasa dari teman pada umumnya, (2) populer secara positif, (3) memiliki kemampuan akademik lebih, minimal rerata, (4) proaktif, (5) emosi cukup stabil, dan (6) mampu menjaga rahasia dan dapat bekerjasama dengan konselor sekolah. Pengukuran tingkat resiliensi siswa subjek penelitian berdasarkan skala resiliensi yang meninjau indikator: (1) regulasi emosi, (2) pengendalian impuls, (3) optimisme, (4) empati, (5) analisis penyebab masalah, (6) efikasi diri, dan (7) reaching out. Setelah dilakukan penelitian dalam 2 (dua) siklus, bisa disimpulkan bahwa konseling teman sebaya secara efektif dapat meningkatkan resiliensi siswa subjek penelitian mencapai angka 97 (kategori tinggi). Disarankan guru bimbingan dan konseling tidak mengesampingkan masalah resiliensi siswa, tetapi sebaliknya harus serius menanganinya karena tinggi-rendahnya resliliensi siswa akan berdampak pada kualitas siswa saat proses pembelajaran. Kata Kunci : Resiliensi, Konseling Teman Sebaya, Siswa SMK
Upaya Peningkatan Etika Pergaulan Melalui Bimbingan Kelompok Pada Siswa Sari, Fery Ratna
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah yang diteliti adalah  (1) Masih ada siswa yang kurang menghargai guru. (2) Masih ada siswa yang kurang menghargai teman. (3) Masih ada siswa kurang sopan baik perkataan maupun perbuatan. (4) Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Belum Optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk  (1) mendapatkan data empiris tentang etika pergaulan siswa di SMK Pancasila Purwodadi Tahun Pelajaran 2012/2013.(2) mendapatkan data tentang pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di SMK Pancasila Purwodadi Tahun Pelajaran 2012/2013. (3) Untuk membuktikan bahwa melalui layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan etika pergaulan siswa di SMK Pancasila Purwodadi Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode Penelitian ini dilakukan di SMK Pancasila  Purwodadi tahun pelajaran 2012/2013.  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Adapun kelas yang dijadikan subyek penelitian adalah kelas X TKR1 SMK Pancasila Purwodadi berjumlah 10 siswa. Alat pengumpul datanya yang digunakan adalah observasi dan angket. Analisis data pada penelitian ini adalah diskriptif komparatif, yaitu membandingkan kedisiplinan  mengikuti pelajaran di kelas antara kondisi awal dengan siklus I, Siklus I dengan siklus II dan antara kondisi awal dengan siklus II. Hasil Penelitian (1) Pada kondisi awal etika pergaulan siswa pada sekolah dikategorikan sedang hanya 48,75% dalam pengamatan peneliti. Setelah diadakan layanan bimbingan    kelompok    pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan etika pergaulan siswa meningkat menjadi 74,25% dalam kategori baik pada siklus II, ini sudah melampaui target yang peneliti tetapkan sebesar 60%. Dengan demikian etika pergaulan siswa meningkat setelah dilaksanakan  layanan bimbingan kelompok.  Adapun peningkatannya yaitu 74,25% - 48,75% = 25,50%. (2) Hasil pengamatan pada layanan bimbingan kelompok pada siklus I yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam memberikan layanan bimbingan kelompok sebesar 84% (sangat baik) sedangkan pada siklus II sebesar 92% (sangat baik). Dengan demikian mengalami peningkatan sebesar : 92% - 84% = 8%.  (3) Hasil Pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti bimbingan kelompok pada siklus I sebesar 65% ( baik), dan siklus II sebesar 84% (sangat baik). Jadi mengalami peningkatan 84%-65% = 19%. Kesimpulan (1) Layanan Bimbingan Kelompok dapat meningkatan etika pergaulan siswa terbukti kondisi awal 48,75% setelah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) siklus I dan pada siklus 2 meningkat menjadi 74,25% sehingga tingkat keberhasilan atau peningkatan etika pergaulan  siswa lebih optimal (2) Hasil pengamatan pada layanan bimbingan kelompok pada siklus I yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam memberikan layanan bimbingan kelompok sebesar 84% (sangat baik) sedangkan pada siklus II sebesar 92% (sangat baik). (3) Hasil Pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti bimbingan kelompok pada siklus I sebesar 65% ( baik), dan siklus II sebesar 84% (sangat baik). Saran yang dapat di sampaikan (1) Siswa diharapkan lebih meningkatkan etika pergaulan dalam kehidupan sehari-hari baik di keluarga, masyarakat maupun sekolah (2) Guru Pembimbing hendaknya lebih aktif, kreatif serta inovatif sehingga siswa lebih antusias dalam pelaksanaan Bimbingan Kelompok (BKp) (3) Sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang memadahi guna menunjang pelaksanaan bimbingan kelompok sehingga hasilnya dapat lebih optimal. Kata Kunci : Etika Pergaulan, Melalui Bimbingan Kelompok, Siswa SMK Pancasila
Upaya Meningkatkan Konsep Diri Siswa Dalam Belajar Melalui Teknik Modeling Dalam Bimbingan Kelompok Subardi, Subardi
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh hasil observasi tentang catatan guru BK sebagai kolaborator peneliti, bahwa pada kelas VII B MTs Al Muttaqin diketemukan beberapa siswa yang memiliki konsep diri dalam belajar yang masih rendah, diantaranya beberapa siswa tersebut kurang serius dan fokus dalam mengikuti pembelajaran sehingga prestasinya rendah. Konsep diri perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keimanan dan ketakwaan untuk membentuk sikap religiusnya yang mampu memberikan daya tangkal terhadap pengaruh budaya yang tidak baik agar mampu menkonsep dirinya terutama dalam belajar. Sehingga pihak sekolah perlu memberikan bantuan dan tindakan kepada siswa tersebut supaya mampu memiliki konsep diri yang baik dalam belajar, tindakan tersebut berupa bimbingan kelompok dengan teknik modeling. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya konsep diri dalam belajar bagi siswa kelas VII B MTs Al Muttaqin Rengging Pecangaan Jepara, (2) Untuk meningkatkan konsep diri siswa dalam belajar melalui teknik modeling dalam layanan bimbingan kelompok di MTs tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Faktor-faktor apa yang menyebabkan siswa MTs Al Muttaqin kelas VII B mempunyai konsep diri yang rendah dalam belajar? (2) Apakah dengan melalui teknik modeling dalam layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan konsep diri siswa MTs Al Muttaqin kelas VII B dalam belajar? Metode penelitian ini menggunakan dua siklus, dan dari setiap siklus terdiri dari : (1) Tahap perencanaan, tahap ini berisi tentang persiapan peneliti untuk menyusun beberapa rencana yang akan dilaksanakan pada layanan bimbingan kelompok bersama dengan kolabolator; (2) Tahap tindakan, tahap ini merupakan pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok yang telah dipersiapkan pada tahap perencanaan; (3) Tahap observasi, tahap ini merupakan tahap pengamatan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok baik untuk pengamatan guru BK maupun siswa di dalam proses layanan bimbingan kelompok; dan (4) Tahap refleksi yaitu tahap analisis yang dilakukan oleh peneliti dan kolabolator untuk  mengetahui tingkat keberhasilan konsep diri siswa dalam belajar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling dapat meningkatkan konsep diri siswa dalam belajar. hal ini ditunjukkan pada tingkat konsep diri siswa yang mengalami peningkatan mulai pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pada pra siklus konsep diri siswa berada pada kategori sangat kurang dengan prosentase 45%, pada siklus I mengalami peningkatan pada prosentase 70% dan termasuk pada kategori cukup baik, dan pada siklus II meningkat pada prosentase 87% dan termasuk pada kategori sangat baik. Kata Kunci : Konsep diri, bimbingan kelompok, modeling
Upaya Pengurangi Perilaku Agresif Verbal Melalui Bimbingan Kelompok Sidaguna, Sidaguna
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kondisi nyata di lapangan menunjukkan masih adanya anak yang memiliki perilaku agresif verbal diharapkan dilakukian secara positif, tetapi ada juga anak yang melakukan dengan nagetif seperti halnya mengganggu temannya ketika prtoses pembelajaran, usil, mencari perhatian dan sebagainya. Kondisi   ini perlu dilakukan tindakan agar tidak berpengaruh kepada temannya, salah  satu yang dilakukan adalah melalui layanan bimbingan kelompok oleh guru Bimbingan dan Konseling. Kata Kunci : perilaku agresif verbal, bimbimngan kelompok. 
Efektifitas Layanan Orientasi Belajar Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Dewi, Kartika
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berdasarkan latar belakang dan kondisi awal yang didapat, peneliti menggunakan layanan orientasi belajar sebagai layanan yang dapat meningkatkan motivasi berprestasi pada siswa. Layanan ini dinyatakan berhasil karena terjadi peningkatan-peningkatan pada kinerja guru dan aktivitas siswa dalam siklus I dan II, sehingga berdampak pada meningkatnya motivasi berprestasi pada siswa. Kata Kunci : Motivasi Berprestasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10