cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BELIA
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Peningkatan Pemahaman Konsep Dasar Sains Anak Usia Dini Dengan Pemanfaatan Media Telur Di TK Cendrawasih Kartikajaya Riswati, Aini
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pembangunan Nasional ditujukan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia khususnya dalam upaya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga akan menjadi bangsa yang beradap dan dapat bersaing didunia internasional. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut perlu adanya pendidikan sejak dini saat masih kecil. Sebagai upaya mencapai tujuan tersebut anak didik mulai diberi pendidikan secara berencana dan sitematis agar pendidikan yang diberikan lebih bermakna dan berarti bagi anak didik. Namun demikian TK merupakan tempat yang menyenangkan kegiatanya berupa belajar sambil bermain atau bermain seraya belajar. Tapi dalam kegiatan belajar di TK Cendrawasih Kartikajaya masih belum maksimal karena masih ada anak didik yang kurang semangat dalam belajar, masih ada anak yang mengalami kesulitan dalam belajar, sarana bermain yang kurang lengkap, ada anak didik yang mudah bosan, sistem mengajar guru yang monoton dan guru yang kurang memanfaatkan  sumber yang ada. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti berupaya meningkatka pemahaman sains anak usia dini dengan pemanfaatan media telur  di TK Cendrawasih Kartikajaya Kecamatan Patebon Kabuaten Kendal. Rumusan penelitian : 1. Apakah dengan pemanfaatan media telur  dapat meningkatkan pemahaman sains pada siswa TK Cendrawasih Kartikajaya patebon Kendal, 2. Bagaimana hasil peningkatan pemahaman sains pada siswa TK Cendrawasih Kartikajaya Patebon Kendal dengan pemanfaatan media telur?Posentase kemampuan memahami sains setelah mengadakan penelitian pada siklus I 62%, pada siklus II 66%, dan pada siklus III 75 %. Jadi peningkatan dari siklus I sampai siklus III rata-rata 13% Kesimpulan dari penelitian  ini bahwa dengan pemanfatan media telur  dapat meningkatkan pemahaman sains pada siswa TK Cendrawasih Kartikajaya Patebon Kendal.Kata kunci : Peningkatan, Sains,  Pemanfaatan, Media
Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permainan Ular Tangga Raksasa Maslahah, Ummi
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini terbagi dalam lima bab. Pada bab pertama yang berjudul pendahuluan menjelaskan tentang latar belakang hingga tujuan. Penelitian ini dilatarbelakangi rasa keingin tahuan peneliti tetang korelasi permainan ular tangga raksasa dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak, dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran media permainan ular tangga raksasa di TK TA 1 Kelet tahun pelajaran 2013 / 2014 dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak, dan untuk mengetahui prosentase perubahan kemampuan kognitif anak dengan menggunakan media permainan ular tangga raksasa dibadingkan dengan menggunakan cara konfensional. Pada bab kedua dijelaskan tentang landasan teori yang dipakai dalam penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penelitian tindakan kelas yang mengacu pada penelitian kualitatif. Selain teori yang digunakan, disusun pula sejumlah definisi mengenai unsur yang terkandung dalam judul penelitian guna menyamakan persepsi antara penyusun dan pembaca. Bab tiga menjelaskan tentang subjek penelitian dan metode penelitian. Subjek penelitian ini adalah anak didik TK TA 1 Kelet Kec. Keling Kab. Jepara, dengan jumlah anak didik 30 anak dengan karakteristik yang sangat beragam. Sedang objek penelitian ini adalah usaha peningkatan kemampuan kognitif anak. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan evaluasi. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada bab selanjutnya yaitu bab empat yang berisi tentang pembahasan penelitian dijelaskan bahwa hasil penelitian ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak. Pada siklus I rata – rata pemahaman materinya adalah 53,33 %, sedangkan pada siklus II, rata – rata pemahaman materi meningkat menjadi 66,6 %. Bab lima merupakan penutup yang memberikan simpulan akhir dalam penelitian. Adapun simpulan yang dapat dambil dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan hasil evaluasi belajar setelah diterapkan strategi permainan ular tangga raksasa yang menunjukkan kenaikan minat belajar anak dengan metode tersebut. Kata Kunci : Ular tangga raksasa, kemampuan kognitif
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI PERMAINAN KOTAK MISTERI PADA ANAK Setyowati, Endang
BELIA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kesenjangan antara kemampuan membaca permulaan yang diharapkan dengan realita, menjadikan kewajiban guru untuk melakukan inovasi pembelajaran. Anak usia dini merupakan usia dimana anak mengalami masa yang disebut masa bermain. Anak usia dini sangat peka dalam menerima rangsangan dari lingkungan untuk perkembangan jasmani dan rohani. Kemampuan membaca permulaan anak dapat ditingkatkan salah satunya melalui permainan kotak misteri. Ketika anak membaca permulaan melalui permainan kotak misteri, maka diharapkan anak akan mampu membaca gambar, mengenal bacaan dalam gambar, mampu mengenal bunyi huruf dalam bacaan, mampu mengenal arti kata dalam bacaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahwa permainan kotak misteri mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak. Obyek penelitian adalah anak kelompok B TK Sendangrejo 2 Kecamatan Ngaringan sebagai penerima tindakan. Teknik pengumpuan data untuk mendapatkan keterangan sehubungan dengan penelitian tersebut, sehingga diperoleh data yang diperlukan. Dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, literartur dan dokumentasi. Pada penelitian ini analisis data dilakukan dengan metode alur, reduksi data, paparan data dan penyimpulan hasil analisis. Hasilnya berupa nilai kemampuan anak pada saat membaca permulaan dengan permainan kotak misteri. Pada penelitian ini menghasilkan data bahwa kemampuan membaca permulaan anak pada pra siklus yakni 4% meningkat di siklus I sebesar 17% dan pada siklus II kemampuan Membaca Permulaan anak mencapai 87%. Hal ini menunjukkan bahwa permainan kotak misteri dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B TK Sendangrejo 2 Kecamatan Ngaringan. Saran pada penelitian ini adalah (1) Pihak sekolah dapat menjalankan masukan yang diperoleh mengenai model pembelajaran dan pengembangan media yang sesuai untuk pembelajaran anak usia dini, (2) Guru melakukan tindakan pembelajaran berdasarkan pengalaman baru dengan penerapan permainan kotak misteri dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran membaca permulaan di TK yang berpusat pada anak, dan (3) Orang tua dapat memberi motivasi dan mendampingi anak dalam rangka peningkatan kemampuan membaca permulaan anak. Kata Kunci : Kemampuan Membaca Permulaan, Permainan Kotak Misteri
Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Melalui Kegiatan Bermain Bola Nikmah, Nikmah
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati   tentang bermain bola untuk meningkatkan bermain akan memerintah orang banyak yang belum mampu meningkatkan motorik kasar dengan baik. hanya  anak yang memenuhi keberhasilan dalam berbahasa baru mencapai 40% dari 25 anak. Berarti masih ada 60% atau 15 anak yang belum mampu berbahasa melalui pemanfaatan media gambar bertema. Dengan demikian banyak anak yang belum mampu memenuhi keberhasilan dari kegiatan tersebut. Berdasarkan observasi diatas, kami akan mengadakan penelitian tindakan kelas agar anak dapat mencapai ketuntasan dalam pembelajaran. Dalam konteks di atas bahwa pemanfaatan media gambar bertema diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Sehingga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan anak.  Sehingga anak menjadi lebih kreatif, aktif, inovatif dan menyenangkan. Peningkatan yang telah dicapai antar siklus menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran pada penguasaan anak Tentang kemampuan berbahasa melalui pemanfaatan media gambar bertema anak di RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati adalah signifikan yakni keberhasilan semula pra siklus dan siklus I pada kisaran  60 %, dan meningkat lagi pada siklus II mencapai kisaran 70%. Dan pada siklus III keberhasilan anak mencapai 85% Ini menunjukkan bahwa pembelajaran di RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati   mengalami peningkatan yang sangat baik. Karena dari  kelompok B semester gasal jumlah 20 anak yang mencapai keberhasilan meningkatkan motorik kasar mencapai 85%. Setelah dilaksanakannya penelitian di RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati maka mengalami perubahan yang signifikan antara sebelum penelitian dan sesudah penilitian mengalami peningkatan yang sangat baik. Hendaknya para guru RA mencoba menggunakan media gambar bertema yang menyenangkan agar anak tidak jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran.  Kepada guru RA, diharapkan guru dapat memotivasi anak dalam belajar bahwa anak-anak dapat mencapai ketuntasan dalam belajar apabila mereka sungguh-sungguh memanfaatkan waktu belajar mereka sehingga mereka dapat mencapai prestasi yang baik. Kepada guru RA, diharapkan melaksanakan evaluasi secara kontinu untuk mengetahui dengan segera anak mana yang sudah dapat mencapai ketuntasan dan anak mana yang belum mencapai ketuntasan sehingga guru dapat melaksanakan program remedial dengan segera bagi anak-anak yang tertinggal. Kata Kunci : motorik kasar, bermain bola, motivasi
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI PADA ANAK Suparjo, Suparjo
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah Penggunaan Media Pembelajaran gambar seri untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak. Pada anak usia Taman Kanak-Kanak sudah sangat membutuhkan alat untuk bermain dalam rangka pengembangan kemampuannya, sesuai apa yang dilihat, dialami dalam kehidupan sehari – hari dilingkungan sekitar mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan berbicara siswa dalam kompetensi bercerita  siswa di TK Pangrukti Budi Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Informan dalam Pendidikan adalah guru pengajar dan anak yang sekolah di TK Pangrukti Budi Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Informasi yang di dapat tidak hanya dari satu sumber melainkan juga dari orang tua anak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi pedoman Observasi, pedoman wawancara, dokumentasi, dan untuk mengetahui keabsahan datanya menggunakan  teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini adalah : (1) Memperkenalkan Media Gambar Seri  pada anak ; (2) Melatih anak untuk bersoisialisasi dengan teman-temannya (3) Menumbuhkan Keberanian pada diri anak melalui kegiatan bercerita ; (4)  Faktor pendukung ; (5) Faktor penghambat. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh adalah : Penggunaan media gambar seri efektif meningkatkan kemampuan bercerita anak  TK Pangrukti Budi Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak benar- benar terbukti. Hal ini dapat dibuktikan dengan tercapainya ketuntasan belajar anak dengan indikator pencapaiannya dapat peneliti uraikan sebagai berikut: Pada kondisi awal atau pra siklus kemampuan bercerita anak sebelum menggunakan media gambar seri hanya sebesar 16,36% meningkat menjadi 62,72% pada siklus I dan semakin meningkat menjadi 91,81% pada siklus II, termasuk dalam criteria baik sekali. Kemudian  kinerja guru pada siklus I mempunyai rata-rata skor 2,90 meningkat menjadi 3,65 pada siklus II termasuk dalam katagori baik sekali. Begitu juga dengan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I yang skor rata-rata 2,50 menjadi 3,75 pada siklus II, yang berarti media gambar seri efektif meningkatkan kemampuan bercerita anak TK Pangrukti Budi Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak  benar-benar terbukti. Kata Kunci: Media Gambar,Kemampuan Bercerita
Pembelajaran Sistem Area Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Di TK Purwo Kencono Desa Purworejo Khurotun, Khurotun
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan (1) Bagaimana Pembelajaran Kegiatan Belajar mengajar di TK Purwo Kencono Desa Purworejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (2) Bagaimana Pembelajaran Sistem Area di Purwo Kencono Desa Purworejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (3) Adakah Perubahan tingkah laku kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa setelah pelakuan atau penerapan Sistem Area. Penelitian bertujuan (1) Untuk meningkatkan Pembelajaran kegiatan belajar mengajar di Purwo Kencono Desa Purworejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (2) Untuk mengetahui Pembelajaran Sistem Area di TK Purwo Kencono Desa Purworejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (3) Untuk pengembangan dan perbaikan dalam penelitian dan untuk meningkatkan belajar dan untuk melakukan perubahan tingkah laku pada diri individu. Pendekatan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kwalitatif yang menggambarkan sikap afektif, kognitif, dan psikomotorik. Hasil tehnik pengumpulan data menggunakan metode pengamatan atau observasi, eksperimen, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menyimpulkan bahwa ada kendala yang dihadapai oleh guru Taman Kanak-kanak dalam mengelola kegiatan pembelajaran baik berasal dari diri sendiri dan berasal dari peserta didik. Kendala yang berasal dari guru antara lain dalam pembelajaran kurang memotivasi anak, kurangnya penggunaan alat peraga yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kendala yang berasal dari peserta didik antara lain masih kurangnya perhatian anak terhadap materi yang diajarkan oleh guru, siswa cenderung pasif, kurangnya minat belajar. Saran yang bisa disampaikan dari kesimpulan penelitian ini adalah meningkatkan kegiatan belajar mengajar siswa terhadap materi pembelajaran, sebaiknya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran harus mengembangkan kreativitas diri sendiri maupun siswanya termasuk dalam memilih media pembelajaran. Dengan demikian guru akan merasa percaya diri dan siap ketika berada didepan kelas, sehingga penanaman konsep akan lebih mudah dan akan menumbuhkan motivasi siswa. Kata Kunci : Pembelajaran, Sistem, Area, Minat, Belajar
PENERAPAN PERMAINAN SENAM OTAK (BRAIN GYM) DALAM MENGOPTIMALKAN OTAK KANAN ANAK USIA DINI Wulandari, Indah
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap Anak dilahirkan dengan bakat yang merupakan potensi kemampuan (inherent component of ability) yang berbeda-beda dan yang terwujud karena interaksi yang dinamis antara keunikan individu dan pengaruh ingkungan. BerbagaI kemampuan yang teraktualisasikan beranjak dari berfungsinya otak kita. Berfungsinya otak kita, adalah hasil interaksi dari cetakan biru (blue print) genetis dan pengaruh lingkungan itu. Pada waktu manusia lahr, kelengkapan organisasi otak yang memuat 100 – 200 milyar sel otak (Teyler, 1977, dalam Clark, 1986), siap untuk dikembangkan serta diaktualisasikanmencapai tingkat perkembangan potensi tertinggi. Jumlah ini mncakup beberapa trilyun jenis informasi dalam hidup manusia (Sogan, 1977, dalam Clark, 1986). Sayang sekali, riset membuktikan bahwa hanya 5% dari kemampuan tersebut (Ferguson, 1973 dalam Clark, 1986). Penggunaan system kompleks dari proses pengelolaan otak ini sebenarnya sangat menentukan intelegensi maupun kepribadian dan kualitas kehidupan  yang dialami seseorang manusia, serta kualitas manusia itu sendiri. Untuk meningkatkan kecerdasan anak maka produksi sel neuroglial, yaitu sel khusus yang mengelilingi sel neuron yang merupakan unit dasar otak, dapat ditingkatkan melalui berbagai stimulus yang menambah aktivitas antara sel neuron (synaptic activity), dan yang memungkinkan akselerasi proses berpikir (Thomson, Berger dan Bery, 1980, dalam Clark, 1986). Kecerdasan orang banyak ditentukan oleh struktur otak. Cerebrum otak besar dibagi dalam dua belahan otak yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpus callosum. Belahan otak kanan menguasai belahan kiri badan. Respon, tugas dan fungsi belahan otak kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seorang mengalami realitas secara berbeda-beda dan unik. Belahan belahan otak kiri terutama berfugsi untuk merespon terhadap hal yang siftnya liner, logis, teratur, sedangkan yang kanan untuk mengembangkan imaginasi dan kreativitas. Berfungsinya belahan otak kanan inilah yang perlu digalakan dalam pengembangan kreativitas. Sayang sekali, sekolah-sekolah kita pada umumnya kurang memperhatikan berfungsinya belahan otak kanan. Pembelajaran yang mengendalikan berfungsinya kedua belahan otak secara harmonis akan banyak membantu anak berprakarsa mengatasi dirinya, meningkatkan prestasi belajar sehingga mencapai kemandirian dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, penulis mengajak para pendidik, atau tenaga kepedidikan, orangtua, dan siapapun yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan anak usia dini untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan kecerdasan otak anak dengan aktif melakukan senam otak. Menurut penelitian, senam otak mampu mengembangkan kreatifitas anak dan mampu meningkatkan daya konsentrasi serta menimbulkan kemandirian dan kematangan emosional anak. Segala bentuk kebaikan, kerap orangtua lakukan untuk perbaikan anak-anak yang dicintainya. Sebagai pendidik, seharusnya juga mampu dalam mengatasi segala bentuk kesulitan siswa didiknya.  Juga, sebagai generasi muda pemegang kekuatan utama, yaitu melakukan pembaharuan-pembaharuan dalam mengatasi permasalahan dalam pendidikan. Kata Kunci : Senam Otak, Otak Kanan
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA GAMBAR PADA ANAK Muryanti, Sri
BELIA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) penggunaan metode bercerita dalam meningkatkan kemampuan menyimak; (2) peranan media gambar dalam meningkatkan kemampuan menyimak; dan (3) meningkatkan kemampuan menyimak pada anak kelompok A di TK Siswo Utomo Bulugede Kecamatan Patebon. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak kelompok A di TK Siswo Utomo Bulugede Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di TK Siswo Utomo Bulugede Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dengan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menyimak pada anak. Pra siklus sebanyak 5 anak atau 25% yang mampu menyimak dengan baik, yang cukup terdapat 4 anak atau 20% sedangkan yang kurang ada 11 anak atau 55%. Siklus I sebanyak 8 anak (40%) yang mempunyai kemampuan baik, kemampuan cukup sebanyak 7 anak (35%), dan kemampuan rendah sebanyak 5 anak (25%). Pada siklus II menjadi 16 anak (80%) yang mempunyai kemampuan baik sedangkan yang cukup sebanyak 4 anak (20%). Kata kunci: menyimak, metode bercerita, media gambar.
Peningkatan Kemampuan Konsep Bilangan Anak Usia Dini Melalui Penerapan Metode Penugasan Latihan Di TK Pertiwi Endah, Dewi Nor
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memiliki peran yang besar dalam mencerdaskan bangsa, sebagai fasilitator, motivator, organisator dan pencipta suasana kondusif di sekolah. Banyak faktor yang menentukan mutu pendidikan diantaranya sarana prasarana, dana, siswa, guru serta peran masyarakat.ar dapat memenuhi tuntutan profesi guru perlu meningkatkan kualitas dengan cara melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti program S.1 PPAUD di IKIP Veteran semarang. Dalam melaksanakan tugas, penulis sebagai guru sering menemui berbagai problem, terutama guru TK/RA atau juga PAUD yang mengampu semua materi. Problem dari guru itu sendiri diantaranya kurang menguasai materi, cara melaksanakan pembelajaran, kurang memotivasi siswa, pengarahan dalam menentukan konsep kurang, serta masalah yang berhubungan dengan pribadi. Problem dari luar berasal dari siswa yang kurang tertarik pada materi pelajaran, kepala sekolah, teman sejawat maupun penguasaan tehnologi canggih seperti komputer dan LCD. TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013, materi berhitung selalu menjadi problema. Dari tahun ke tahun hasil evaluasi belajarnya tidak pernah memuaskan, rata-rata hasil evaluasi mencapai 62% pada tahun pelajaran 2012/2013. Di kelas B sendiri sebagian besar siswa belum memahami kompetensi dasar materi berhitung. Rumusan Masalah : (1) Apakah melalaui penerapan metode penugasan latihan dalam pembelajaran materi konsep bilangan di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus dapat berhasil dengan baik?. (2) Apakah memanfaatkan penerapan metode penugasan latihan dalam pembelajaran materi konsep bilangan di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus?. Tujuan Penelitian : (1) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak dalam pembelajaran materi konsep bilangan TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. (2) Untuk mendeskripsikan penerapan metode peragaaan untuk pembelajaran materi konsep bilangan di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. (3) Untuk membuktikan kebenaran penerapan metode latihan penugasan dalam pembelajaran materi konsep bilangan di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Kesimpulan : (1) Penggunaan alat peraga kartu bilangan ditujukan untuk memusatkan perhatian siswa di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus terhadap proses pembelajaran. (2) Penyampaian materi pembelajaran yang sistematis ditujukan untuk memudahkan siswa di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus dalam memahami materi pelajaran. (3) Penguasaan konsep materi berhitung angka 1 sampai 20 dan materi penjumlahan angka 1 sampai dengan 20 memudahkan siswa di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus dalam menghafal angka-angka. (4) Penerapan peragaan atau media gambar yang besar serta bentuk-bentuk benda yang menyerupai angka untuk memenuhi keterampilan berhitung benda-benda dalam kehidupan sehari-hari pada siswa TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. (5) Mengerjakan latihan soal yang dilakukan berural-ulang ditujukan untuk meningkatkan siswa di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus agar berani bertanya kalau belum paham materi pembelajaran. Kata Kunci : konsep, Bilangan, Metode, Latihan
Cooperative Learning Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosi Anak Astutik, Umi Farida Puji
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, refleksi emosi nyata lebih banyak memainkan peran dalam proses pengambilan keputusan atau menampakkan perilaku seseorang ketimbang perhitungan nalar. Untuk meraih prestasi dan kesuksesan kehidupan seorang anak perlu dibekali kecerdasan emosi yang maksimal sejak dini karena kecerdasan emosi dapat dipelajari dan dilatihkan pada anak. Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam rangka mengembangkan kecerdasan emosi pada anak adalah mengembangkan kecerdasan emosi melalui metode cooperatinve learning, dengan metode  ini kita dapat memberikan kesempatan pada anak untuk mempraktekkan cara baru dalam berpikir merasakan dan bertindak.  Melalui metode  ini pula kita dapat mendengarkan cara-cara anak dalam menghadapi pergolakan emosi yang dirasakan anak sehinggga kita dapat  menyatu dalam proses pembelajaran emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak, menjelaskan tentang metode cooperative learning untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak, serta mengetahui bagaimana perubahan emosi anak  setelah belajar melalui metode cooperative learning.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan nyata dikelas yang berupa kegiatan belajar mengajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, namun akan dilanjutkan kesiklus berikutnya apabila belum tercapai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelompok A RA Darul Hikmah Kali Garnag Keling Jepara  yang berjumlah 20 anak.Alat pengumpul data menggunakan Matrik, RKM, RKH, lembar tugas, observasi dan catatan anekdot.Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil pengamatan dalam proses pembelajaran untuk masing-masing siklus menunjukkan anak mampu meningkatkan pengertian tentang emosi yang dirasakan,mengatur emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, serta mampu membina hubungan dengan orang lain. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan melalui beberapa tindakan dari siklus I dan siklus II dan berdasarkan seluruh pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan cooperative Learning dapat mengembangkan kecerdasan emosi anak, hal ini ditunjukkan dengan kemampuan anak dalam mengenali emosi diri, mengatur emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain mengalami peningkatan dari siklus I  ke siklus II. Karena metode Cooperative Learning ini dapat mengembangkan kecerdasan emosi anak maka diharapkan supaya guru lain mau mencoba model pembelajaran ini. Kata Kunci : cooperative learning, emosi anak

Page 2 of 4 | Total Record : 40