cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BELIA
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN METODE BERCERITA MENGGUNAKAN WAYANG KARDUS PADA ANAK Handayani, Tri Utami Ngesti
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang variatifnya metode pembelajaran yang diberikan oleh guru mengakibatkan anak tidak termotivasi untuk mengikuti kegiatan, anak cenderung bermain sendiri dengan alat tulis mereka daripada mendengarkan cerita yang dibacakan guru. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu pembelajaran menggunakan media yang menarik perhatian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kepercayaan diri anak melalui penggunaan wayang kardus.Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan 2 (dua) kali pertemuan. Setiap pertemuan ada 4 (empat) langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas A Taman Kanak-kanak PGRI Kalisari Tempuran Kabupaten Magelang yang berjumlah 15 (lima belas). Pengumpulan data menggunakan instrumen pedoman observasi dan pedoman wawancara data kualitatif yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif interaktif. Hasil penelitian yang telah dilakukan dalam 2 siklus dengan masing-masing siklus diberikan 2 (dua) kali tindakan bercerita menggunakan wayang kardus memperoleh persentase ketuntasan belajar siswa terhadap kepercayaan diri yang meningkat dari belum terdapat siswa yang tuntas pada kondisi awal, kemudian meningkat menjadi 46.5% pada akhir siklus I dan kempali meningkat 33.5% menjadi 80% pada akhir siklus II. Kata Kunci : kepercayaan diri pada anak, wayang kardus
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Bermain Plastisin Di RA Khoirul Ummah Mushonifah, Leni
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan fisik motorik merupakan salah satu pengembangan kemampuan dasar di Taman Kana-kanak. Bahan kegiatan pengembangan fisik motorik mencakup kegiatan yang mengarah pada kegiatan untuk melatih motorik kasar dan halus. Kegiatan motorik kasar terdiri atas geraka-gerakan jalan, lari, lompat, senam, keterampilan dengan bola, keterampilan dengan menggunakan peralatan, menari, latihan ritmik dan gerak gabungan. Kegiatan belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilai pendidikan. Di dalamnya terjadi interaksi edukatif antara guru dan anak didik, ketika guru menyampaikan bahan pelajaran kepada anak didik di kelas. Bahan pelajaran yang guru berikan itu akan kurang memberikan dorongan (minat) kepada anak didik bila menyampaikan menggunakan strategi yang kurang tepat. Di sinilah kehadiran metode menempati posisi penting dalam menyampaikan bahan pelajaran. Belajar pada hakekatnya merupakan proses kognitif yang mendapat dukungan dari fungsi ranah psikomotor. Fungsi psikomotor dalam hal ini meliputi: mendengar, melihat, mengucapkan. Apapun jenis dan manifestasi belajar yang dilakukan  anak didik, hampir dapat dipastikan selalu melibatkan fungsi ranah akalnya yang intensitas penggunaannya tentu berbeda antara satu peristiwa belajar dengan peristiwa belajar lainnya. Tugas guru dalam hal ini memberi contoh penggunaan strategi yang tepat dalam arti sesuai dengan kepastian umum anak didik dan selaras dengan kebutuhan serta tingkat kesulitan materi yang guru ajarkan kepada mereka. Rumusan Masalah : (1) Untuk mengetahui Apakah kegiatan bermain Plastisin dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini di RA Khoirul Ummah Desa Klaling Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus?. (2) Untuk mengetahui Apakah kreativitas anak usia dini perlu di tingkatkan?. Kesimpulan : (1) Menumbuhkan minat seni anak melalui bermain Plastisin di RA Khoirul Ummah Desa Klaling Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 bisa diberikan kepada peserta didik. (2) Keberhasilan belajar anak dalam hal menumbuhkan minat seni anak melalui bermain Plastisin di RA Khoirul Ummah Desa Klaling Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 mengalami kemajuan dan peningkatan dengan menggunakan media melukis. Hal ini dapat terbukti dengan hasil yang diperoleh mencapai 80% anak mampu mengikuti kegiatan melukis yang diberikan oleh guru. Kata Kunci : Kreatifitas, Bermain, Plastisin
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI BERMAIN BALOK Rumiatun, Rumiatun
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pengenalan konsep bilangan yang dilaksanakan dilapangan kenyataannya belum memanfaatkan media yang ada masih menekankan pembelajaran yang berpusat pada guru, hal ini dapat dibuktikan bahwa peran guru yang terlalu menguasai kelas, guru dengan spontan memberikan tugas pada anak tanpa memberikan pilihan kegiatan. Sehingga proses pembelajaran pengenalan konsep bilangan menjadi kurang menarik dan menjenuhkan. Rumusan masalah : Apakah dengan bermain balok dapat meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan di TK Siwi Peni 02 Wonorejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang penting dan yang harus diperhatikan dalam melaksanakan permainan balok untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan 3 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan menganalisis. Indikator kinerja yang diterapkan adalah guru terampil membuat rencana pembelajaran melalui permainan balok untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan  dan aktivitas guru selama proses kegiatan, pembelajaran dengan metode pemberian tugas dan tanya jawab. Prosentase ketuntasan yang diharapkan sebesar 80%. Teknik pengumpulan datanya menggunakan tehnik observasi dan tehnik wawancara, analisis datanya statistik deskriptif dengan cara menghitung jumlah anak yang mempunyai nilai berkembang sangat baik (BSB), berkembang sedidik yang dikategorikan tuntas suai harapan (BSH), mulai berkembang (MB), dan belum berkembang (BB) serta membaginya dengan jumlah anak didik kemudian mengalikan dengan 100%. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil pada siklus I : Aktivitas anak dari 19 anak yang dikategorikan tuntas sebesar 57,8 % dan belum tuntas 42,2 %. Siklus II Aktivitas anak dari 19 anak didik yang dikategorikan tuntas sebesar 68,4 % dan belum tuntas sebesar 31,6 %. Siklus III aktivitas anak dari 19 anak didik yang dikategorikan tuntas sebesar 84% dan belum tuntas sebesar 16%. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa bermain balok dapat meningkatkan pengenalan konsep bilangan pada anak kelompok B TK Siwi Peni 02 Wonorejo kecamatan Guntur kabupaten Demak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah permainan balok memiliki kontribusi terhadap peningkatan pendidikan dalam pengenalan konsep bilangan di TK. Terjadi peningkatan ketuntasan belajar 34,73 % dari siklus I menjadi 72,26 % pada siklus II dan 84,2 % pada siklus III.Saran yang dapat disampaikan adalah (1) Pusatkan perhatian anak diawal pembelajaran dengan memberikan motivasi tentang materi yang akan diajarkan. (2) Gunakan alt peraga atau media yang dapat menarik perhatian anak sehingga dapat membantu memudahkan anak untuk memahami materi pembelajaran. (3) Ciptakan suasana kelas yang aktif dalam kegiatan pembelajaran.  Kata Kunci : Mengenal Konsep Bilangan, Bermain, Balok 
Meningkatkan Kemampuan Konsep Bilangan Melalui Pemanfaatan Media Balok Cuisenaire Di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Lailiningsih, Edy
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak usia prasekolah dengan tujuan agar anak dapat mengembangkan potensi-potensinya sejak dini sehingga mereka dapat berkembang secara wajar sebagai anak. Tujuan dari Pendidikan Anak Usia Dini adalah agar anak memperoleh rangsangan-rangsangan intelektual, sosial dan emosional sesuai dengan tingkat usianya. Aspek pengembangan yang akan penulis teliti adalah aspek pengembangan kognitif. Dalam pedoman pembelajaran bidang pengembangan kognitif di Taman Kanak-Kanak (2007:3) disebutkan bahwa pengembangan kognitif adalah suatu proses berpikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu. Dapat juga dimaknai sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah atau untuk mencipta karya yang dihargai dalam suatu kebudayaan. Rumusan Masalah : (1) Apakah melalui pemanfaatan media balok Cuisenaire RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 dapat meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak?. (2) Bagaimana kemampuan konsep bilangan anak setelah digunakannya media balok Cuisenaire di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013?. Tujuan Penelitian : (1) Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan konsep bilangan anak melalui penggunaan media balok Cuisenaire di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. (2) Untuk mengetahui perkembangan kemampuan konsep bilangan anak setelah menggunakan media balok Cuisenaire  di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Kesimpulan : (1) Peningkatan kemampuan konsep bilangan anak di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus dapat dilakukan dengan melalui media balok. (2) Media balok merupakan salah satu kegiatan yang dapat menstimulus kemampuan konsep bilangan anak. (3) Media balok dapat meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak. Saran : (1) Seorang guru  sebaiknya menggunakan berbagai metode dan media dalam pembelajaran diantaranya adalah media balok cuissenaire. (2) Seorang  guru   harus    selalu aktif    melibatkan siswa selama  kegiatan pembelajaran berlangsung. Kata Kunci : Konsep, Bilangan, Media, Balok, Cuisenaire
Mengenalkan Konsep Huruf Dengan Metode Permainan Kartu Huruf Pada Anak Sulianah, Sulianah
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Membaca merupakan salah satu bidang akademik yang harus segera dimiliki oleh anak. Karena manfaat membaca mampu meningkatkan belajar pada bidang akademik yang lain. Dengan membaca seseorang mengerti banyak hal. Memperoleh informasi-informasi dan menjadikan seseorang bertambah luas wawasannya. Membaca bukanlah suatu kegiatan yang mudah. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam membaca. Secara umum faktor-faktor tersebut dapat diidentifikasi seperti guru, siswa, kondisi lingkungan, materi pelajaran, metode pelajaran serta tehnik mempelajari materi pelajaran. Faktor–faktor tersebut terkait dengan jalannya proses belajar membaca, dan jika kurang diperhatikan hal tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan membaca pada anak. Corak pendidikan yang diberikan di RA menekankan pada esensi bermain bagi anak–anak, dengan memberikan metode yang sebagian besar menggunakan sistem bermain sambil belajar. Kegiatan bermain anak juga dapat melatih kemampuan bahasanya dengan cara mendengarkan bunyi, mengucapkan suku kata atau kata, berbicara sesuai dengan tata bahasa Indonesia, dan sebagainya. Selain itu bermain juga berfungsi untuk mempermudah perkembangan kognitif anak. Dengan bermain akan memungkinkan anak meneliti lingkungan, mempelajari segala sesuatu, dan memecahkan masalah yang dihadapinya. Penerapan metode permainan kartu huruf bertujuan untuk memotivasi anak dalam mengikuti pelajaran, sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Penerapan metode permainan kartu huruf adalah sebagai metode yang digunakan dalam pembelajaran pengenalan konsep huruf, membaca suku kata, membaca kata-kata sederhana. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan peningkatkan kemampuan mengenal konsep huruf dengan metode permainan kartu huruf pada anak kelompok B di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara dan untuk mendeskripsikan penggunaan metode permainan kartu huruf efektif digunakan dapat mengenalkan konsep huruf pada anak kelompok B di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana peningkatkan kemampuan mengenal konsep huruf dengan metode permainan kartu huruf pada anak kelompok B di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara? (2) Apakah penggunaan metode permainan kartu huruf efektif digunakan dapat mengenalkan konsep huruf pada anak kelompok B di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara?. Pendekatan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dimana subjek penelitian ini adalah anak kelompok B RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara yang berjumlah 33 anak, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli tahun 2012 di RA Darul Hikmah Kaligarang Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Data hasil penelitian diperoleh melalui lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskripsi yaitu berupa persentase untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak dalam mengenal huruf. Dari analisis data diperoleh hasil penelitian persentase  kemampuan mengenal  huruf  anak  melalui  permainan media  kartu  huruf  pada  siklus I pada pertemuan pertama hanya sebesar 42,42%, kemudian pada pertemuan kedua sebesar 55,16%, dan pada pertemuan ketiga sebesar 63,64%  sedangkan pada  siklus  II meningkat menjadi  72,73% pada pertemuan pertama, 79,40% pada pertemuan kedua, dan 90,30% pada pertemuan ketiga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui permainan kartu huruf kemampuan anak dalam mengenal konsep huruf meningkat. Hal ini terlihat pada pembelajaran  mengenal  huruf  mendapat respon  positif,  aktif,  semangat  dan  senang dari  anak.  Permainan  ini  dapat  membantu anak mengembangkan sikap, keterampilan, kepercayaan diri anak dalam memecahkan sebuah  permasalahan  secara  tepat,  serta mengembangkan  sikap  ingin  tahu  anak lebih  jauh  lagi.  Aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan setiap siklusnya. Peningkatan tersebut  karena  pada  siklus  II  anak  sudah merasa  senang  dan  tertarik  pada  metode permainan kartu huruf yang diberikan oleh guru. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan anak dalam mengenal konsep huruf meningkat. Oleh karena itu guru harus dapat menggunakan metode permainan kartu huruf secara optimal dalam mendorong dan meningkatkan kemampuan membaca anak. Kata Kunci : konsep huruf, permainan kartu huruf
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP BILANGAN DENGAN PERMAINAN CETAK ANGKA PLAY DOUGH PADA ANAK Yunikowati, Dian Anggraeni
BELIA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dibuat karena pembelajaran Anak usia dini di TK Talenta  Semarang masih menggunakan lembar kerja. Kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan disekolah tersebut sebelum dilakukan penelitian hanya 20% dari siswa yang ada yang dapat trampil berhitung. Tujuan penelitian ini adalah dengan  permainan cetak angka playdough dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada kelompok A di TK Talenta  Semarang tahun pelajaran 2013 / 2014. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian terdiri dari 2 siklus . Prosedur penelitian yaitu : 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3)Observasi, 4)Refleksi. Tehnik dan alat pengumpulan data dalam hal ini menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah dengan menggunakan cetak angka playdough pada anak kelompok A TK Talenta Semarang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal konsep bilangan. Indikator keberhasilan menunjukan peningkatan menjadi 75 % anak yang berkembang sangat pesat dan anak yang sudah berkembang yang tadinya hanya 20%. Kata Kunci: kemampuan kognitif, mengenal konsep bilangan, permainan cetak angka playdough, TK kelompok A.
Upaya Meningkatkan Belajar Sains Anak Melalui Metode Eksperimen Widayati, Widayati
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa Taman Kanak-kanak adalah masa yang paling tepat untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki. Salah satu kemampuan yang di kembangkan adalah kemampuan belajar sains. Dengan eksperimen dapat meningkatkan kemampuan sains pada anak. Hal ini penting artinya mengingat pendidikan tidak hanya mengarah pada pembentukan ketrampilan dan kecerdasan, namun juga mengarah pada kemampuan sains. Berdasarkan pengamatan terhadap kemampuan belajar sains anak di TK Pertiwi Pateken pada kelompok B, ditemukan adanya masalah pada pembelajaran sains. Hal ini ditandai dengan ketika siswa atau siswi melakukan kegiatan eksperimen, hanya beberapa saja yang bisa melakukan pembelajaran dengan baik. Dari 25 siswa baru 6 anak yang mampu melakukan pembelajaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas anak usia dini melalui belajar sains dengan metode eksperimen di TK Pertiwi Pateken.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yaitu dilakukan dengan suatu perencanaan terhadap kegiatan belajar yang berupa sebuah tindakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kemampuan belajar sains anak melalui metode eksperimen. Adapun yang dijadikan subyek penelitian adalah anak kelompok B TK Pertiwi Pateken dengan metode pengumpulan data, observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian membandingkan peningkatan kemampuan belajar sains anak dari pra siklus, siklus I, dan siklus II. Berdasarkan penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa dengan belajar sains melalui metode eksperimen dapat meningkatkan pengetahuan sains anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak meningkat melalui metode eksperimen. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari peningkatan pra siklus 25% ke siklus I menjadi 33% dan pada akhir siklus II menjadi 76%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru dalam meningkatkan belajar sains anak melalui metode eksperimen. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa melalui metode eksperimen dapat meningkatkan belajar sains anak usia dini TK Pertiwi Pateken. Kata Kunci : belajar sains, metode eksperimen
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DALAM MEMEGANG ALAT TULIS MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DENGAN MEDIA KAPUR TULIS DAN ARANG PADA SISWA Alfiah, Alfiah
BELIA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui seberapa besar kemampuan motorik halus anak didik kelompok B 2) Untuk mengetahui upaya dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak.  Penelitian dilakukan di TK. Pertiwi Jaten Kec. Klego Kab. Boyolali, metode yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelompok B TK. Pertiwi Jaten Kec. Klego Kab. Boyolali yang berjumlah 17 anak. Rancangan penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdapat 4 tahapan yaitu : 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, 4) refleksi. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, metode evaluasi, metode analisis data. Teknik analisis yang dipergunakan adalah reduksi data, paparan data dan kesimpulan. Hasil penelitian tentang peningkatan kemampuan motorik halus dalam memegang alat tulis melalui kegiatan menggambar dengan media kapur tulis dan arang pada siswa kelompok B TK. Pertiwi Jaten Kec. Klego Kab. Boyolali tahun ajaran 2013/2014 menunjukkan perkembangan motorik halus pada taman kanak-kanak  sangat baik untuk dalam kegiatan pembelajaran mencocok gambar. Analisis data dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan terhadap kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan menggambar dengan media kapur tulis dan arang yaitu sebanyak 8 anak (47%), ini terjadi pada siklus I, pada siklus II peningkatan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan menggambar dengan media kapur tulis dan arang yaitu sebanyak 14 anak (80%).  Kata Kunci : Kapur Tulis dan Arang
Meningkatkan Kemampuan Konsep Bilangan Anak Melalui Metode Jarimatika di TK Muslimat NU Miftahul Jannah Ariyanti, Lusi
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak usia pra sekolah dengan tujuan agar anak dapat mengembangkan potensi-potensinya sejak dini, sehingga mereka dapat berkembang secara wajar sebagai sebagai anak. Tujuan dari pendidikan anak usia dini adalah agar anak memperoleh rangsangan intelektual, sosial dan emosional sesuai dengan tingkat usianya. Anak usia dini merupakan anak pada tahapan usia 0 – 8 tahun. Pada usia ini sering disebut dengan masa keemasan atau Golden Age. Pada masa ini diperlukan perhatian khusus, karena stimulasi yang diberikan dapat mempengaruhi perkembangan otak anak dan akademiknya pada masa yang akan datang. Berdasarkan pada uraian latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : (1) apakah melalui metode Jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak di TK Muslimat Nu Miftahul Jannah Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus? (2) Bagaimana perkembangan kemampuan konsep bilangan anak setelah menggunakan metode Jarimatika di TK?.  Tujuan penelitian yang ada pada skripsi ini adalah (1) Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan konsep bilangan anak melalui metode Jarimatika di TK Muslimat Nu Miftahul Jannah Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. (2) Untuk mengetahui kebenaran penerapan metode Jarimatika dalam upaya meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak di TK Muslimat NU Miftahul Jannah Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.Adapun metode yang digunakan penulis adalah menggunakan penelitian tindakan kelas  dengan melakukan beberapa tindakan yang diperlukan dalam rangka mengetahui tujua yang dimaksudkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, observasi, lembar kerja. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari siklus I dan siklus II kemampuan konsep bilangan anak di TK Muslimat NU Miftahul Jannah Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 yang semula masih rendah menjadi meningkat. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa cara meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak di TK Muslimat NU Miftahul Jannah Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 adalah dengan metode jarimatika. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, maka dapat disimpulkan dengan metode jarimatika yang disampaikan secara menyenangkan dan banyak permainan akan menjadikan anak merasa senang dan tidak membosankan. Dengan menggunakan sepuluh jari, anak dapat menggunakan untuk operasi tambah, kurang, lebih dari angka 10, bahkan sampai ratusan. Kata Kunci : Konsep,  Bilangan, Metode Jarimatika
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL WARNA MELALUI PERMAINAN MENCAMPUR WARNA DENGAN MEDIA BAHAN ALAM PADA ANAK Fajrin, Shofa Afriyani
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kognitif diperlukan oleh anak dalam rangka mengembangkan pengetahuan tentang apa yang anak dengar, rasa, raba ataupun ia cium panca indera yang ia miliki.. Mengenal sains pencampuran warna menurut Howard Gardner (2000: 23) dalam bukunya tentang multiple intelegensi termasuk kecerdasan visual spasial. Namun sayang dalam pembelajaran kognitif khususnya pembelajaran sains masih banyak kendala yang terjadi di lapangan, salah satunya adalah kurangnya kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran terutama dalam mengenalkan warna pada anak pada anak.  Rumusan masalah dalam penelitian ini dapat di rumuskan sebagai berikut : a) Bagaimanakah tingkat perkembangan kognitif anak Kelompok B TK Plus Latansa Demak ? b) Apakah kegiatan mencampur warna dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak Kelompok B TK Plus Latansa Demak?. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif anak Kelompok B TK Plus Latansa Demak. 2) Untuk mengetahui efektivitas kegiatan mencampur warna dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak. Berdasarkan hasil observasi dan penelitian dilakukan dengan berpedoman pada beberapa aspek atau indikator yang meliputi : Anak mampu bermain warna dengan berbagai media, Anak mampu melukis dengan jari menggunakan bahan alam, Anak mampu menggambar bebas dengan media bahan alam, Anak mampu melakukan percobaan mencampur warna, Anak mampu menceritakan hasil percobaan sederhana. Setelah dilaksanakan penelitian yang berjalan selama dua siklus, terbukti bahwa ternyata ada perubahan setelah dilakukan tindakan atau setelah diterapkan metode yang sesuai saatbermainsainsmencampurwarna. Berikut ini adalah pemaparan peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II dapat dilihat nilai rata-rata anak  pada siklus 1 adalah 2,84 dengan persentase ketuntasan belajar 68,8% sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata anak 3,4 dengan persentase ketuntasan belajar 93,6%. kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah kegiatan mencampur warna dengan bahan alam mampu meningkatkan kemampuan kognitif / sains  anak TK Plus Latansa Jogoloyo Wonosalam Demak.  Kata Kunci : Kemampuan kognitif, mengenal warna, mencampur warna, media bahan alam

Page 4 of 4 | Total Record : 40