cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BELIA
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI METODE BERMAIN DENGAN MEDIA ULAR TANGGA PADA ANAK Martiana, Lusi Dwi
BELIA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung melalui metode bermain dengan media ular tangga pada anak kelompok B1 TK Muslimat NU 10 Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini menggunakan  penelitian tindakan kelas (PTK), dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Sedangkaan teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif pada tiap-tiap siklus. Objek penelitian adalah pada siswa kelompok B1 TK Muslimat NU 10 Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 20 siswa. Untuk mengetahui perubahan kemampuan dalam pembelajaran berhitung adalah deskripsi persentase, perhitungan perolehannya melalui pembandingan kemampuan berhitung sebelum dan sesudah menggunakan metode bermain dengan media ular tangga, jika ada peningkatan kemampuan berhitung lebih 80% dari kemampuan berhitung sebelumnya, berarti pembelajaran melalui metode bermain dengan media ular tangga tercapai (indikator kinerja tercapai/mencapai ketuntasan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode bermain dengan media ular tangga dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak yang meliputi mampu membilang/ menyebut urutan bilangan dari 1-20, menunjuk urutan benda untuk bilangan 1-20, menghubungkan/memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 10. Hal ini dapat dilihat dari siklus I menggunakan metode bermain dengan media ular tangga, hasil yang di capai anak yang mampu meningkat dari prasiklus yaitu 5% menjadi 20%, sedangkan anak yang cukup mampu dari prasiklus yaitu 15% menjadi 30%, dan yang mampu dari 80% menjadi 50%. Dalam siklus II peneliti menggunakan metode bermain dengan media ular tangga dan dengan kartu angka bergambar, sangat menarik minat anak dalam mengikuti pembelajaran berhitung, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar anak yang meningkat secara signifikan dari siklus I ke siklus II, yaitu pada siklus I 20% meningkat menjadi 80%, anak yang cukup mampu mengalami penurunan pada siklus I 30% turun menjadi 15% pada siklus II. Di lihat dari ketuntasan hasil belajar, anak belum mampu dari siklus I 50% menjadi 5%, sadangkan pada anak yang mampu dan cukup mampu pada siklus I 50% meningkat menjadi 95% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bidang pengembangan kognitif dalam  kemampuan berhitung pada anak usia TK dapat ditingkatkan melalui metode bermain dengan media ular tangga. Oleh karena itu guru hendaknya memberikan kegiatan pembelajaran dengan metode dan media yang menarik, menyenangkan dan bermanfaat untuk siswa  agar siswa senang dan tidak terbebani dalam menerima kegiatan pembelajaran. Kata Kunci : kemampuan berhitung anak, media ular tangga.
Upaya Meningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Sains Benda Magnit Mutmainah, Siti
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Pemainan Sains Dengan Benda Magnit Di TK Dharma Wanita Klokah Kecamatan Kunduran. Masih belum tercapainya target sesuai dengan kriteria ketuntasan pembelajaran 75% disebabkan oleh pembelajaran yang kurang menarik minat belajar anak dalam permainan sains dengan benda magnit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan ada 4 langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak didik kelompok B di TK Dharma Wanita Klokah Kecamatan Kunduan Kabupaten Blora  dengan jumlah peserta didik 25 anak terdiri dari laki-laki 15 anak dan perempuan 10 anak. Pembelajaran difokuskan pada tema Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Sains Benda Magnet. Dalam mengumpulkan data penelitian tindakan kelas ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data digunakan analisis kualitatif yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan, siklus I dan siklus II kemudian dilakukan refleksi. Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan simpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang benar-benar valid. Penarikan kesimpulan yaitu data yang telah didapat dari hasil penelitian kemudian diuji kebenarannya. Untuk mengetahui perubahan kemampuan dalam proses pembelajaran permainan sains benda magnit adalah skripsi percobaan. Adapun perhitungan diperoleh melalui perbandingan kemampuan permainan sains sebelum menggunakan metode pembelajaran benda magnit dan sesudah menggunakan metode benda magnit. Apabila ada peningkatan kemampuan 80% dari kemampuan sebelumnya, berarti pembelajaran dengan metode pembelajaran benda magnit tercapai.  Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran permainan sains menggunakan metode pembelajaran benda magnit dapat memotivasi dan meningkatkan hasil belajar anak di TK Dharma Wanita Klokah Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. Hal ini dapat dilihat dalam siklus I media yang digunakan kertas lipat dibentuk kupu – kupu, dengan menggunakan kertas alaska atau kertas karton. Dalam siklus II peneliti menggunakan magnit dengan bermacam – macam benda yang digunakan untuk memainkan mobil-mobilan. Hal ini sangat menarik minat dan antusiasnisme anak dalam mengikuti pembelajaran permainan sains. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar anak yang meningkat secara signifikan hasil belajar anak dari sklus I terhadap siklus II, anak kategori mampu mengalami peningkatan pada siklus I 20% meningkat menjadi 88%, anak yang cukup mampu mengalami penurunan pada siklus I 40% menjadi 8 % pada siklus II, sedangkan anak yang belum mampu mengalami penurunan yang signifikan pada siklus I 40% turun menjadi 4% pada siklus II. Dilihat dari ketuntasan hasil belajar, anak tidak tuntas (belum mampu) dari siklus I 40% turun menjadi 4%, sedang pada anak yang tuntas (mampu dan cukup mampu), yaitu pada siklus I 60% meningkat menjadi 96 % pada siklus II. Saran yang disampaikan adalah: (1) Guru memberikan apersepsi yang menarik melalui tanya jawab interaktif. (2) Guru melibatkan siswa secara maksimal dalam permainan sains benda magnit. (3) Guru mengaktifkan siswa melalui tanya jawab. (4) Guru mengaktifkan siswa dalam berimajimasi. (5) Guru memamfaatkan alat peraga yang tepat sesuai materi yang akan disampaikan. (6) Guru harus selalu menggali potensi serta ide-ide baru dalam penerapan proses pembelajaran yang sesuai kreatif yang dimiliki anak. (7) Orang tua wali hendaknya memperhatikan hasil belajar anak disekolah. (8) Orang tua / wali diharapkan memberi masukan pada guru ataupun pihak sekolah tentang hambatan-hambatan anak dalam hasil pembelajaran di sekolah. (9) Hendaknya sekolah memfasilitasi guru dalam meningkatkan kemampuan paedagogik melalui diskusi, penataran, pelatihan ataupun study banding ke sekolah lainnya. (10) Sekolah hendaknya mengadakan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Taman Kanak-kanak. (11) Sekolah bersama-sama komite membeli sumber dana sebagai upaya untuk meningkatkan pengadaan sarana prasarana, sehingga proses pembelajaran yang inovatif dapat terlaksana. Kata Kunci : Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Sains Benda Magnit
UPAYA MENINGKATKAN KREATIFITAS BANGUN RUANG DENGAN MEDIA BERMAIN BALOK PADA ANAK Ulfah, Umi Maria
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak dengan usia 4 – 6 tahun adalah usia peka dan aktif bagi anak dalam mencari dan menemukan sesuatu yang menjadi dasar dalam mengembangkan kemampuannya, dan salah satunya adalah kemampuan untuk berkreasi. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di PAUD Muslim Play Group Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, ditemukan bahwa kurang berminatnya anak dalam kegiatan bermain sambil belajar dengan menggunakan sarana dan prasarana permainan yang ada. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana alat permainan yang ada kurang tersedia dengan baik didukung metode pembelajaran yang kurang variatif pula. Berdasarkan hal tersebut, maka permainan dengan balok-balok permainan dirasa sangat tepat untuk digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan kreatifitas anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bahwa metode bermain media balok dapat mengembangkan kreatifitas anak-anak didik kelompok B PAUD Muslim Play Group. Penelitian Tindakan Kelas adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan subyek penelitiannya adalah anak didik Kelompok B Muslim Play Group Kecamatan Gajah Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 201/2014. Subyek penelitian adalah peserta didik kelompok B PAUD Muslim Play Group. Jumlah anak didik :20 anak, terdiri dari Laki-laki:11anak, Perempuan:9 anak. Data diperoleh melalui observasi indikator kemampuan kreatifitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah prosentase kemampuan kreatifitas bangun ruang anak melalui bermain balok yang dikategorikan kedalam bentuk nilai yaitu nilai A dengan skor 4 sebagai berkembang sangat baik ( BSB ), nilai B dengan skor 3 sebagai berkembang sesuai harapan ( BSH ), nilai C dengan skor 2 sebagai mulai berkembang ( MB ) dan nilai D dengan skor 1 sebagai belum berkembang ( BB ). Berdasarkan hasil observasi dan penelitian dilakukan dengan berpedoman pada beberapa aspek atau indikator yang meliputi : mengelompokkan bentuk geometri, menyusun dari kepingan sederhana, menciptakan bentuk bangunan, membongkar dan mencipta lagi bangunan baru, bercerita apa yang diimajinasikan Peneliti beranggapan bahwa dengan bermain balok akan dapat meningkatkan kretifitas anak dan melatih kerjasama kelompok.        Pembahasan pada siklus 1 peneliti masih kurang kreatif dalam mengkreasikan media balok, balok yang digunakan balok polos sehingga anak kurang tertarik, guru juga kurang aktif dalam pengarahan dan penyampaian materi sehingga anak masih bingung dalam bermain balok. Pembahasan siklus II adalah perbaikan dari siklus I, Dalam siklus II media balok di tempeli dengan stiker anak dan juga ada yang di kasih warna dengan ditambahkan assesori tambahan sehingga anak lebih tertarik untuk bermain berkreasi membangun dengan balok, dalam kegiatan guru juga memberikan dorongan motivasi dan memberikan masukan agar anak lebih berfikir kreatif. Setelah dilaksanakan penelitian yang berjalan selama dua siklus, terbukti bahwa ternyata ada perubahan setelah dilakukan tindakan atau setelah diterapkan metode yang sesuai saat bermain balok. Penerapan bermain balok yang tepat dapat meningkatkan kretifitas bangun ruang anak. Berikut ini adalah pemaparan peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II dapat dilihat nilai rata-rata anak  pada siklus 1 adalah 2,62 dengan persentase ketuntasan belajar 57% sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata anak 3,2 dengan persentase ketuntasan belajar 82%. Dengan melihat pengamatan menunjukkan Perkembangan kreatifitas anak melalui permainan balok semakin berkembang. Disamping itu anak semakin aktif dan bahkan berlomba untuk dapat menyelesaikan permainannya yaitu menyusun balok untuk membentuk suatu bangunan bahkan lebih dari satu.  Kata kunci : perkembangan kreatifitas, bangun ruang, media bermain balok
Meningkatkan Pemahaman Konsep Bilangan Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Dengan Media Kartu Angka Di TK Pertiwi Rejosari Kustini, Kustini
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sejak semula manusia di desain dan diciptakan sebagai mahluk yang dialogis disamping mahluk yang berakal. Adakalanya manusia berdialog dengan dirinya dengan sesama kaleganya terlebih dengan lingkungannya. Dalam dialog tersebut manusia memerlukan sebuah sarana atau komunikasi, karena dengan komunikasi itulah manusia dapat melangsungkan eksistensi dirinya. Manusia merupakan mahluk yang paradokal, kadangkala ia ingin berada bersama yang lain. Pentingnya ilmu hitung dalam kehidupan sosial telah menjadi perhatian yang menarik banyak cendekiawan dan pakar pendidikan. Sejak zaman Aristoteles, meskipun hanya berkisar retorika dalam lingkungan kecil, namun pada pertengahan abad ke 20, ketika dunia dirasakan semakin kecil akibat revolusi industri dan revolusi tehnologi elektronik, para cendekiawan merasakan pentingnya peningkatan materi berhitung. Karena didasari atau tidak manusia hidup selalu menggunakan ilmu hitung dalam kesehariannya. Rumusan Masalah : (1) Apakah melalaui penerapan kegiatan bermain di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan?. (2) Apakah memanfaatkan penerapan Kegiatan bermain untuk meningkatkan kemampuan siswa 0 besar dalam memahami konsep bilangan di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus?. (3) Bagaiamana upaya meningkatkan kemampuan anak di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus untuk dapat memahami konsep bilangan?. Kesimpulan : (1) Peningkatan kemampuan konsep bilangan anak di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus dapat dilakukan dengan melalui kegiatan bermain kartu angka. (2) Kegiatan bermain kartu angka merupakan salah satu kegiatan yang dapat menstimulus kemampuan konsep bilangan anak anak. (3) Kegiatan bermain kartu angka dapat meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak. Saran : (1) Seorang guru  sebaiknya menggunakan berbagai metode dan media dalam pembelajaran diantaranya adalah kegiatan bermain. (2) Seorang  guru   harus    selalu aktif    melibatkan siswa selama  kegiatan pembelajaran berlangsung. Kata Kunci : Meningkatkan, Pemahaman, Konsep, Bilangan, Bermain, Media,  Kartu, Angka
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR TIGA Nuryati, Intan
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu tujuan yang mendasar dalam rangka mencapai hasil belajar seperti tersebut diatas, berbagai upaya telah dilakukan oleh guru  dengan menggunakan media dan alat pembelajaran yang ada di sekolah. Cerita bergambar tiga dimensi merupakan bagian dari media yang dikembangkan selama proses pembelajaran. Melalui media cerita bergambar tiga dimensi ini diharapkan siswa mudah memahami dan menangkap materi yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran. Media cerita bergambar tiga dimensi yang disampaikan guru di RA/BA AL-ISLAM Mijen setidaknya dapat mempengaruhi proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Proses pengembangan kemampuan berbahasa melalui cerita bergambar tiga dimensi terdiri dari proses-proses yaitu : 1) Belajar mendengarkan cerita, 2) Anak menceritakan kembali isi cerita yang di dengar, 3) Anak memahami/mengetahui isi cerita, 4) anak mampu menyebutkan tokoh – tokoh dalam cerita, 5) Anak mampu membaca buku cerita bergambar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk Mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa anak di RA/BA AL-ISLAM MIJEN  melalui media cerita  bergambar tiga dimensi. Sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas, penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk mendapatkan data yang baik dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode penelitian  yaitu menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan analisis datanya dilakukan secara deskriptif yaitu data yang terkumpul dideskripsikan secara rinci. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan identifikasi masalah dan pengumpulan data. Semua data dan informasi yang didapat merupakan hasil pengamatan sehari-hari. Peneliti mengumpulkan data dengan mengamati siswa yang menjadi pusat penelitian ini. Melalui teknik ini akan dapat dilihat secara jelas jumlah prosentase nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa  dalam kemampuan berbahasa anak melalui media cerita bergambar tiga dimensi di RA/BA AL-ISLAM Mijen. Dari hasil penelitian tindakan kelas (PTK) dapat disimpulkan bahwa pengembangan kemampuan berbahasa anak melalui media cerita bergambar tiga dimensi pada kelompok B di RA/BA AL-ISLAM Mijen  dapat digolongkan kategori memberikan kemajuan yang berarti. Itu dibuktikan pada pembelajaran Siklus I yang terjadi peningkatan kemampuan berbahasa melalui media cerita bergambar tiga dimensi. Pada kondisi pra siklus sebelum dilaksanakan penelitian tindakan kelas terdapat 50 % siswa yang belum memperhatikan dalam proses pembelajaran, pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 2,96 dan prosentase ketuntasan belajar  mencapai 65 %. Pada pembelajaran siklus II terjadi peningkatan kemampuan berbahasa dengan nilai rata-rata 3,24 dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 80 %. Sedangkan dalam penilaian aktivitas siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 3,3 dan prosentase ketuntasan belajar  mencapai 85 %. Pada siklus II penilaian aktivitas siswa dengan nilai rata-rata 3,35 dan prosentase ketuntasan belajar  mencapai 90 %. Untuk penilaian observasi guru pada siklus I dengan nilai rata-rata 3,75 dan prosentase ketuntasan mencapai 75 %. Sedangkan pada siklus II dengan nilai rata-rata 4,25 dan prosentase ketuntasan belajar  mencapai 85 %. Kata Kunci : Berbahasa,Bercerita tiga dimensi, Taman Kanak-kanak. 
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP HURUF MELALUI METODE BERMAIN DENGAN PERMAINAN SUP HURUF PADA ANAK Rohmah, Sri Hadini
BELIA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pemahaman konsep huruf melalui metode bermain sup huruf pada anak kelompok B di Kelompok Bermain Bina Pendawa Kalierang Bumiyu (2) penerapan metode bermain sup huruf dalam meningkatkan pemahaman konsep huruf pada anak kelompok B di KB Bina Pendawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua variable yaitu pemahaman konsep huruf dan metode bermain sup huruf. Obyek penelitian adalah 13 peserta didik kelompok B KB Bina Pendawa Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu serta data dianalisis dengan menggunakan statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman peserta didik terhadap konsep huruf dengan menggunakan metode bermain sup huruf mengalami peningkatan dari 39% menjadi 77% atau dari lima anak didik yang mampu memahami konsep huruf menjadi 10 anak didik. (2)penerapan metode bermain sup huruf pada anak kelompok B Kb Bina Pendawa membuat aktivitas peserta kan, anak-anak semakin semangat dalam belajar kosep huruf . hal ini terlihat dari aktivitas anak didik yang semakin aktif dalam belajar huruf terutama dengan menggunakan metode sup huruf terbukti aktivitas anak didik yang aktif mencapai 84% atau sebagian besar anak didik menikmati belajar konsep huruf dengan metode sup huruf. (3) melalui metode bermain sup huruf mempermudah bagi guru dalam mengenalkan konsep huruf terhadap peserta didik di KB Bina Pendawa. Hal ini terlihat dari 10 aktivitas guru yang dapat dilaksanakan semua dengan baik mencapai 9 poin. Ini menunjukkan dengan metode bermain sup huruf pemahaman konsep huruf mengalami peningkatan dan peserta didik semakin aktif dalam proses pembelajaran serta guru lebih mudah dalam menyampaika materi konsep huruf terutama di kelompok B KB Bina Pendawa Kalierang Bumiayu. Kata kunci: konsep huruf, bermain sup huruf, anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Disiplin Pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Peran di RA Muslimat NU Mafatihul Islamiyah Rahayuningsih, Dwi Puji
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia anak adalah bermain, karena bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Bermain juga merupakan tuntutan dan kebutuhan bagi anak RA/ TK. Dengan bermain anak dapat memuaskan tuntutan dan perkembangan anak dalam dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi sosial dan sikap hidup.  Kondisi belajar yang optimal dapat terjadi jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana  yang menyenangkan. Untuk mencapai tujuan pengajaran . Juga hubungan inter personal antara guru dan peserta didik merupakan sarat kenerhasilan pengelolaan kelas. Rumusan masalah : Apakah kegiatan bermain peran dapat meningkatkan disiplin anak di RA Muslimat NU Mafatihul Islamiyah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus tahun Pelajaran 2012/ 2013. Tujuan penelitian :  Untuk mengetahui kegiatan bermain peran dapat meningkatkan disiplin pada anak di RA Muslimat NU Mafatihul Islamiyah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus tahun Pelajaran 2012/ 2013. ManfaatPenelitian : 1) bagi siswa, dapat meningkatkan disiplin 2) bagi guru, sebagai bahan  pertimbangan dalam memilih pendekatan mengajar yang efektif dan efisien sehingga siswa lebih disiplin dalam belajar, 3)  Bagi Sekolah : sebagai acuan dasar pengembangan penelitian berikutnya.  Pendekatan penelitian ini menggunakan teknik Penelitian Tindakan Kelas ( PTK )  yang dilakukan dua siklus dengan tahapan 1) perecanaan 2) Pelaksanaan tindakan 3) Pengamatan 4) analisis dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelompok B RA Mafatihul Islamiyah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus yang berjumlah 19 anak, terdiri dari : 12 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan, yang dilaksanakan pada tahun pelajaran 2012/ 2013. Hasil penelitian, menunjukkan dari kondisi awal yang sebelum diadakan tindakan para siswa kurang perhatian  dan disiplin yang rendah mengalami perubahan dari siklus 1 ke siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan  bermain peran dapat meningkatan kemapuan disiplin pada anak usia din di RA Muslimat NU Mafatihul Islamiyah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2012/ 2013. Kata Kunci : Peningkatan, disiplin, bermain peran
Peningkatan Pemahaman Konsep Bilangan Dengan Metode Bermain Lempar Gelang Utaminingsih, Suliyas
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pemahaman konsep bilangan merupakan bagian dari matematika, yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama konsep bilangan yang merupakan juga dasar bagi pengembangan kemampuan matematika maupun kesiapan untuk mengikuti pendidikan dasar (Depdiknas, 2007 :1). Pemahaman konsep bilangan di Taman Kanak-Kanak diharapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif saja, tetapi juga kesiapan mental, sosial dan emosional. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya, pemahaman konsep bilangan di Taman Kanak-Kanak dilakukan secara menarik dan bervariasi. Tujuan penelitian meliputi : 1) Untuk mengetahui penerapan metode bermain lempar gelang dalam peningkatan pemahaman konsep bilangan kelompok A TK Tarbiyatul Athfal Tubanan. 2) Untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan kelompok A TK Tarbiyatul Athfal Tubanan  melalui metode bermain lempar gelang. Hasil penelitian tindakan kelas: Berdasarkan hasil observasi menunjukkan kriteria keberhasilan yang dicapai anak-anak dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pengamatan siklus I proses pembelajaran berjalan dengan baik dan mendapatkan pencapaian nilai yang optimal sanyak 10 Anak dapat memgenal konsep banyak sedikit dan sama tidak sama dalam permainan lempar gelang, 12 siswa dapat Membilang urutan bilangan minimal 1 – 10 dalam permainan lempar gelang,  12 siswa dapat Membilang dengan menunjuk benda yang ada pada permainan lempar gelang, 10 siswa dapat Menunjukkan lambang bilangan dengan huruf, akan tetapi setelah dilakukan perbaikan di Siklus II maka diperoleh hasil yang lebih  optimal sehingga penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman konsep bilangan dikategorikan berhasil dengan ditunjukkannya pencapaian keberhasilan sebanyak 18 anak dapat memgenal konsep banyak sedikit dan sama tidak sama dalam permainan lempar gelang, 17 siswa dapat membilang urutan bilangan minimal 1 – 10 dalam permainan lempar gelang, 1 7 siswa dapat membilang dengan menunjuk benda yang ada pada permainan lempar gelang, 18 siswa dapat menunjukkan lambang bilangan dengan huruf. Dari penelitian tindakan kelas dari pra siklus (kondisi awal) 41% setelah dilakukan perbaikan pada siklus I sebesar 45% terdapat kenaikan dari pra siklus ke  siklus I sebesar 4% atau kurang dari kriteria pencapaian 80% indikator keberhasilan, maka dilanjutkan pada siklus II sebesar 86,5% lebih dari kriteria pencapaian 80% indikator keberhasilan, sehingga siklus II terdapat menaikan dari siklus I sebesar 41%. Kata Kunci : konsep bilangan, bermain lempar gelang, peningkatan
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI MEDIA PERMAINAN MEMANCING IKAN PADA ANAK Hasanah, Siti Noor
BELIA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengguanaan media permainan memancing ikan dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak kelompok A di TK Amarta kecamatan Semarang Barat tahun pelajaran 2013/2014. Adapun penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan media bermain memancing ikan, karena menurut peneliti media tersebut sangat cocok untuk diterapkan pada anak usia dini karena menggunakan konsep bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Subjek penelitian adalah anak TK Amarta Kecamatan Semarang Barat tahun  pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 24 anak. Data penelitian yang terkumpul di analisis dengan menggunakan tehnik analisis data deskriptif dan hasilnya diketahui bahwa kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan mengalami peningkatan yang signifikan yaitu dari 29% pra siklus menjadi 54% pada siklus I dan meningkat lagi pada siklus II yaitu menjadi 83%. Dengan melihat hal tersebut dapat dikatakan bahwa dengan penggunaan media permainan memancing ikan dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak kelompok A di TK Amarta Kecamatan Semarang Barat Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata Kunci: Lambang Bilangan, permainan memancing ikan.
Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Gerak Tari Pada Kelompok B Di Satuan Pendidikan Sejenis Mahardika Susilowati, Evi
BELIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  belakang  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah  kegiatan  Gerak  Tari di  Satuan  Pendidikan  Sejenis  Mahardika  Desa  Tanjungharjo  Kecamatan  Ngaringan  Kabupaten  Grobogan.  Karena  masih  belum  tercapainya  target  kegiatan  gerak  tari  dengan  kriteria  ketuntasan  75 %  hal  ini  disebabkan  karena  sebelumnya  tidak  adanya  kegiatan  gerak  tari   pada  Satuan  Pendidikan  sejenis  Mahardika  desa  Tanjungharjo  kecamatan  Ngaringan  kabupaten  Grobogan  Tahun  ajaran  2013 / 2014. Metode  yang  peneliti  gunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  Penelitian  Tindakan  Kelas  ( PTK )  melalui  2  siklus,  masing-masing  siklus  memiliki 4  tahapan  yang  dilaksanakan  3 kali  pertemuan  berturut-turut.  Empat  tahapan  atau  langkah  kegiatan yang  di  terapkan  yaitu : (1)  Perencanaan, (2)  Pelaksanaan, (3)  Observasi,  dan  (4)  Refleksi. Subjek  penelitian  dalam  hal  ini  adalah  anak  didik  kelompok  B  di  Satuan  Pendidikan  Sejenis ( SPS )  Mahardika  desa  Tanjungharjo  kecamatan  Ngaringan  kabupaten  Grobogan  dengan  jumlah  anak  didik  21  orang  anak  yang  terdiri  dari  10  orang  anak   laki-laki  dan  11  Orang  anak  perempuan. Kegiatan  gerak  tari  ini  difokuskan  pada  tema  AKU  dengan  sub tema  Diri  Sendiri  dan Anggota  Tubuh. Dalam pengumpulan  data  Penelitian  Tindakan  Kelas  ini melalui (1) Wawancara, (2)  Observasi  dan,  (3)  Dokumentasi.  Analisa  data  menggunakan  analisis  kualitatif  yaitu  dengan  cara  membandingkan  data  hasil   pengamatan  pada  kondisi  awal,  siklus  I  dan  siklus  II  yang  kemudian  diadakan  refleksi.  Penyajian  data  yaitu  sekumpulan  informasi  tersusun  yang  memberi kemungkinan  adanya  penarikan kesimpulan  dan  pengambilan  tindakan.  Penyajian data  yang  lebih  baik  merupakan  suatu  cara  yang  utama  bagi  analisis  kualitatif  yang benar-benar  valid.  Penarikan  kesimpulan  yaitu  data  yang  telah  didapat  dari  hasil penelitian  kemudian  diuji  kebenarannya.  Untuk  mengetahui  perubahan  tentang  kemampuan  dalam  proses  kegiatan  gerak  tari  adalah  diskripsi  prosentase.  Adapun perhitungan  diperoleh  melalui  perbandingan  kemampuan  kegiatan  gerak  tari.  Apabila  ada  peningkatan  kemampuan   80%  dari  kemampuan  sebelumnya,  yang  berarti  ketuntasan  dalam  memberikan  kegiatan  gerak  tari  dapat  tercapai. Hasil  dari  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  kegiatan  gerak  tari  dapat  memotivasi  dan  meningkatkan  motorik  kasar  anak  kelompok  B  di  Satuan  Pendidikan  Sejenis  ( SPS )  Mahardika  desa  Tanjungharjo  kecamatan  Ngaringan  kabupaten  Grobogan.  Hal  ini  dapat  dilihat  dalam  siklus  I  sarana  dan  prasarana  dalam  kegiatan  gerak  tari,  hasil  yang  dicapai  anak  dalam  kategori  mampu  meningkat  dari  kondisi  awal  0% menjadi  14%  pada  siklus I,  sedangkan  kategori  anak  cukup  mampu  dari  kondisi  awal  10%  menjadi  14%  pada  siklus  I,  Kategori  anak  belum  mampu  dari  kondisi  awal  90%  menjadi  72%.  Dalam  siklus  II  peneliti  menggunakan  lagu  jawa  yang  membuat  anak  senang  dan  meningkatkan  antusiasme  dalam  mengikuti  kegiatan  gerak tari.  Hal  ini  dapat  dilihat  dari  hasil  kegiatan  anak  pada  siklus  I  terhadap  siklus  II,  kategori  anak  mampu 14%  meningkat  menjadi  76%,  kategori  anak  cukup  mampu  tidak  ada  perubahan  dari  siklus  I  14%  tetap 14%  pada  siklus  II,  kategori  anak  belum  mampu  terjadi  penurunan    yang  sangat  signifikan  dari  siklus  I  72%  turun  menjadi  10%  pada  siklus  II.  Dilihat  dari  ketuntasan  kegiatan  gerak  tari  pada  kelompok  B  di  Satuan  Pendidikan  Sejenis  Mahardika,  anak  yang  tuntas  (  mampu + cukup  mampu )  dari  siklus  I  28%  meningkat  menjadi  90%,  sedangkan  anak  yang  tidak  tuntas  terjadi  penurunan  dari  siklus  I 90%  menjadi  10 %  pada  siklus  II. Saran  yang  disampaikan  adalah : (1) guru  diharapkan  dapat  memberikan  proses  pembelajaran  yang  kreatif  dan  inovatif  dalam  memberikan  materi  gerak  tari,  sehingga  dapat  memotivasi  serta  menstimulasi  terhadap  minat  belajar  anak, (2)  guru  harus  mampu  mengoptimalkan  dalam  kegiatan  gerak  tari  sehingga  proses  kegiatan  dapat  berlangsung  dengan baik, (3)  Guru  harus mampu  mengkondisikan  anak  agar   kegiatan  gerak  tari  tercapai  pada  tujuan  yang  diharapkan, (4)  Guru  harus  selalu  menggali  potensi  serta  ide-ide  baru  dalam  penerapan  proses  kegiatan  yang  sesuai  dengan  karakteristik  yang  dimiliki  anak, (5)  orang  tua / wali  murid  hendaknya  memperhatikan  hasil  kegiatan  anak  disekolah  dan  mendorong  anak  untuk  selalu  mengulang  gerakan  yang  sudah  diajarkan  oleh  guru  disekolah, (6)  orang  tua / wali diharapkan  ember  masukan  pada  guru  atau  pihak  sekolah  tentang  hambatan-hambatan  anak  dalam  kegiatan  gerak  tari  disekolah. Kata Kunci : kemampuan  motorik  kasar  dan  gerak  tari

Page 3 of 4 | Total Record : 40