cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
Counseling Services In Handling Problems Faced By Street Children In Rumah Alif Community Foundation In Jakarta
KONSELING RELIGI Vol 11, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v11i1.6897

Abstract

Nowadays the problems faced by street children are quite numerous. It is necessary for cooperation by various parties in helping their problems. One of the communities that embraces street children in Slipi area Jakarta is Alif House Community. Problems they face are due to parents or environmental factors such as economic problems which lead adolescents after returning from school help parents to work, feel ignored by both parents and friends, as often bullied either verbally or physically, that make them difficult to be confident and hard to trust others. Many behavioral or psychological impacts, include: trauma, sad, upset feeling unlucky, lonely, less motivated, being quiet, feeling neglected and being a teenager who tends to be closed with both parents and the environment. Therefore, community service activities are carried out in the form of individual and group counseling to 25 people in the Alif Community to help them solve their problem. Individual counseling uses cognitive behavioral counseling. Group counseling is carried out by interview methods, group discussions, brainstorming, watching the short film "Where is Dad's Promise" participants are invited to discuss any insights that can be obtained from the story. 
UPAYA KONSELOR DALAM MEMBIMBING BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR/ MADRASAH IBTIDAIYAH
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1004

Abstract

Belajar merupakan proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku  yang baru secara keseluruhan,  sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Perbedaan kemampuan yang dimiliki  siswa sering menjadi pemicu munculnya permasalahan dalam belajar,sehingga diperlukan adanya bantuan guru maupun konselor dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dalam tulisan ini menjelaskan bagaimana peran guru dan konselor dalam membantu dan memberi semangat kepada para siswanya khususnya bagi siswa sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah yang notabene masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan melalui bimbingan belajar. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah pertama, pengayaan perbaikan yaitu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan pengajaran yang membuat menjadi lebih baik, kedua, kegiatan pengayaan, merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seorang atau beberapa siswa yang sangat cepat dalam belajar, ketiga, peningkatan motivasi belajar,  guru dan  staf sekolah  lainnya berkewajiban membantu peserta didik meningkatkan motivasinya dalam belajar, keempat,  peningkatan keterampilan  belajar dan kelima, pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.Kata kunci: Konselor, Belajar, Siswa.COUNSELOR EFFORTS  IN  GUIDING THE  STUDENTS IN ELEMENTARY SCHOOL/MADRASAH IBTIDAIYAH. Learning is  the  process of the  effort by the  individual  to obtain a change  in the  new behavior  overall  as a result  of individual experience itself in his interaction with the environment. The difference capabilities of students often trigger  the  emergence  of problems  in learning ,so required  the  aid for teachers and counselors in resolving the problem. In this paper explains how the role of the teacher and counselor in the help and gives the  spirit to the students especially for primary school students/Madrasah   Ibtidaiyah  who is  still  in the period of growth and development through  learning assistance. Some of the efforts that can be done is first, repair enrichment that is the form of teaching is to heal or correct teaching that make a better, second, enrichment activities, is a form of service given to one or several students who very quickly in learning , third, increased motivation  to learn, teachers and other school staff has an obligation to help learners increase the motivation  in learning , fourth, improving  the  skills of learning and the fifth, the development of the attitude and a good learning habits.Keyword: counselor, learning students
Guidance and Counseling of Inabah Method: Building The Sufis Behavior as Life Style in Digital Era
KONSELING RELIGI Vol 9, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i2.4609

Abstract

The problems and challenges to educate the millennial muslims generations in the global and digital era are more difficult and complex. The millennial generations often to behave and  have a lifestyle determined by trends on social media, even though not all of those trends are suitable with religion or national culture. Some efforts were made in order to help the younger generation to behave well which are suitable with the guidance of religion or national culture. One of the effort  is Guidance and Counseling of the Inabah method by using a religious approach and it is usually done by Sufis, such as: the practice of worship, zikir (remembrance of Allah), and riyadhah. This research used a qualitative approach and descriptive method, the researcher describes the results of the research through the data collection techniques: interviews, observations, and documentation studies. The purpose is to research the guidance and counseling of the Inabah Method in building sufis behavior as a lifestyle in the digital era. Research shows that the students who have given Guidance and Counseling of the Inabah Method have better cognitive functions, a more peaceful and better  mood because they find the meaning of life, have the brighter and the better perceptions, increased self-awareness,  have the ability to appreciate time and life, and a variety of positive changes that greatly determine the personality and daily behavior.
Bimbingan dan Konseling Keagamaan Bagi Manusia Usia Lajut Dalam Islam
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3466

Abstract

 Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis  (1)  bimbingan dan konseling keagamaan dalam Islam (2) kehidupan psikologis usia lanjut dan (3) bimbingan dan konseling keagamaan bagi usia lanjut dalam Islam. Metode penelitian penelitian ini menggunakan content analysis. Data penelitian diperoleh dari bahan-bahan yang terdokumentasi dalam bentuk buku, artikel penelitian, dan bentuk dokumen lainnya. Data dianalisis dengan teknik (1) metode berfikir deduktif, (2) metode berfikir induktif, (3) metode berfikir komparatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling keagamaan dalam islam adalah upaya yang sistematis dan terencana yang dilakukan untuk memberikan pendampingan, pembimbingan dan diskusi yang komunikatif dengan klien tentang berbagai persoalan psikologis untuk menuju kehidupan pribadi yang seimbang dan bahagia dalam tuntutan islam yang berlandaskan kepada al-quran dan sunnah nabi Muhammad SAW. Manusia di usia lanjut secara fisik mengalami kemunduran kualitas kesehatannya. Pendengaran yang sudah tidak sensitif, penglihatan yang kabur dan sensitif dengan cahaya, berkurangya cairan tubuh dan kekuatan fisik yang semakin melemah. Secara psikologis, orang usia lanjut mengalami tanda-tanda kejiwaan secara umum seperti perasaan asing dengan kehidupan sosial, meningkat kesadaran keagamaanya dan takut dengan kematian. Bimbingan dan konseling keagamaan bagi usia lanjut  dalam Islam adalah kegiatan yang sistematis dan terencana yang memberikan pembimbingan dan konsultasi keagamaan  yang lebih mendalam kepada proses pemantapan, pertaubatan dan penyempurnaan amalan agama yang dilandasi oleh kesadaran akan kehidupan setelah kematian, yakni kehidupan alam barzah dan alam akhirat. Cara yang digunakan dalam bimbingan dan konseling dengan teori Al- hikmah, Al-Mauidhoh Hasanah , dan Al- Mujadalah.
MEMBENTUK KESALEHAN INDIVIDUAL DAN SOSIAL MELALUI KONSELING MULTIKULTURAL
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1666

Abstract

Kesalehan yang dipahami oleh mayoritas umat Islam adalah kesalehan yang bersifat individual, yaitu kesalehan vertikal antara manusia dengan Tuhan, padahal Islam sebagai agama yang damai memberikan berbagai ajaran-ajaran yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan sosial. Berbuat kebaikan tidak hanya terbatas dalam ritual ibadah antara manusia dengan Tuhan, tapi juga antara manusia dengan manusia dan juga lingkungan. Konseling sebagai sebuah aktivitas antara dua individu maupun lebih, diharapkan mempunyai peran yang signifikan dalam merubah pandangan maupun perilaku seseorang. Kesalehan yang selama ini dimaknai mono/tunggal harus dirubah lebih universal. Cara pandang yang lebih universal bisa dilakukan konselor pada konseli dengan beberapa model konseling dan didukung kemampuan profesional konselor. Model itu antara lain model berpusat pada budaya, model integratif, dan model etnomikal. Keberhasilan konselor dibuktikan dengan pemahaman dan praktik konseli yang memandang kesalehan tidak hanya berputar pada kesuksesan akhirat, tapi juga pada pengelolaan dunia sehingga manusa bisa mengembangkan kehidupan yang rahmah, berkakh, dan berkeadilan.Kata Kunci: Kesalehan, Multikultural, Konseling, Individual, Sosial AbstractFORM THE INDIVIDUAL PIETY AND SOCIAL THROUGH THE MULTICULTURAL COUNSELING. Piety that is understood by the majority of Muslims is piety that individual, namely vertical piety between man and God, whereas Islam as a religion of peace provides various teachings related to social activities. Do good is not only limited in the ritual of worship between man and God, but also between man and man and also the environment. Counseling as an activity between two individuals or more, is expected to have a significant role in changing behavior and views of a man. Piety that during this narrowly defined mono/singular should be changed more universal. More universal perspective can be done on konseli counselor with some models of counseling and supported the ability of professional counselors. The Model among others the model centerd on culture, integrative
Representasi Bimbingan dan Konseling Islami Dalam Menjawab Problem Keagamaan
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3329

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui representasi tahapan bimbingan dan konseling islami dalam menjawab problematika keagamaan yang dihadapi oleh konseli dalam film “Ima & Nisa”. Cultural studies digunakan dalam riset ini, tepatnya dengan metode analisis data semiotik. Hasil penelitian menghasilkan beberapa poin: pertama representasi bimbingan dan konseling islami tampak telah diperlihatkan oleh Nisa yang memberikan penjelasan kepada Ima tentang keindahan alam dan tujuan penciptaan. Ima berlatih membaca al-Quran namun ia belum bisa, ia lupa cara membacanya. Seseorang yang sedang mengalami suatu permasalahan akan menyebabkan pada dirinya hilangnya konsentrasi. Kedua, representasi Nisa yang secara sabar menghadapi Ima ketika mengajaknya belajar membaca al-Quran dan menjelaskan kepada Ima tentang kewajiban perempuan menutup aurat. Terlepas dari khilafiyah mengenai kewajiban pemakaian jilbab, secara simbolis jilbab merupakan representasi seorang muslimah sebagai bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran agamanya. Ketiga, representasi Ima yang telah sadar dan bersungguh-sungguh meminta Nisa membimbingnya. Tahapan bimbingan dan konseling yang dilakukan Nisa secara berkesinambungan kepada Ima telah merubah perilaku Ima. Ima dapat  berubah menjadi pribadi yang dekat kepada Allah. Nisa senantiasa menganjurkan Ima untuk tetap mengamalkan ajaran Islam. Atas bimbingan dan arahan Nisa, semakin tekun dalam mempelajari al-Quran sehingga di hari kegiatan tadarus al-Quran tiba, Ima sudah siap.
ZIKIR DALAM AL-QUR’AN SEBAGAI TERAPI PSIKONEUROTIK (ANALISIS TERHADAP FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM)
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1070

Abstract

Penyebutan kata dzikir dalam al-Qur’an  secara keseluruhan sebanyak seratus sembilan puluh satu kali yang tersebar dalam lima puluh delapan surat dari seratus empat belas ayat yang terdapat dalam al-Qur’an.  Setelah  melakukan  verifikasi terkait ayat-ayat dzikir dalam al-Qur’an yang tersebar dalam lima puluh delapan surat, ternyata pemaknaan kata dzikir tidaklah tunggal tetapi kata ini memiliki sembilan belas macam arti, tetapi dari kesembilan belas tersebut ada dua arti yang lebih dominan adalah “menyebut” sebanyak dua puluh tiga kali dan “ingat” sebanyak sembilan puluh dua kali. Sehingga dengan demikian konsep dzikir yang ditawarkan dalam al-Qur’an  sebagai terapi penderita psikoneurotik adalah kata yang bermakna “menyebut” dan “ingat” kepada Allah. Hal ini dikarenakan dengan “menyebut” dan “ingat” kepada Allah, dapat menjadikan hati manusia menjadi tenang. Oleh karena itu, konsep zikir yang ditawarkan al-Qur’an ini dapat dijadikan sebagai salah satu metode bimbingan konseling Islam dengan mengoptimalisasi keempat fungsi bimbingan konseling Islam yaitu preventif, kuratif, preservatif, developmental atau edukatif. kata kunci: Zikir, Penderita Psikoneurotik, Konseling Islam
River of Life in Islamic Creative Art Therapy to Increase Self-Disclosure of Adolescents Suspected Criminal Cases: Group Counseling
KONSELING RELIGI Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v12i2.12676

Abstract

The purpose of this research was to determine the application of River of Life Drawing in Islamic Creative Art Therapy to adolescents who were suspects in criminal cases in group counseling. The subjects in this study were carried out purposively by referring to the low self-disclosure criteria. This study uses a research design with qualitative analysis techniques with data collection through observation and interviews. The number of subjects is 25 teenagers who become 3 counseling groups. The implementation stage consists of 6 stages, there are: (a) engagement session, (2) drawing session, (c) river of life interpretation session, (d) exploration of islamic values, (e) clarification and goal setting and (f) reflection and evaluation. The results showed that the intervention in the form of River of Life drawing as a islamic creative art therapy had been carried out in accordance with the planned steps. In its implementation, the involvement stage of the three counseling groups takes longer. This is because teenagers are still closed, have difficulty in communicating and tend not to answer questions related to personal matters. Effect River of Life Drawing shows the effect of changes on adolescent self-disclosure. In the first group counseling, five of the seven indicators of self-disclosure have increased. In the second group counseling, all self-disclosure indicators have increased. Meanwhile, in the third group counseling, six of the seven self-disclosure indicators have increased. Suggestions for further research, the results of the study have different possibilities if the process of implementing River of Life Drawing as Islamic Art Therapy uses self-disclosure quitionnare to further review changes in adolescent self-disclosure.
Kai-Wait Culture as an Effort to Facilitate Interfaith Counseling in Post-Conflict Islamic-Christian Relations on Buru Island Maluku
KONSELING RELIGI Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v10i2.6584

Abstract

This article discusses the role of Kai-Wait as a philosophy of life in the post-conflict reconciliation process towards Islam-Christian relations from the perspective of interfaith and cultural assistance and counseling on Buru Island, Maluku. The method used is a qualitative research method. Data collection techniques used were observing research sites, namely some areas on Buru Island which became a place of debate, interviews with traditional leaders, religious leaders, and the community, as well as conducting literature studies through literature relevant to the research in this paper. Analysis of the data used is the Miles and Huberman Interactive Model. In this study, the authors found that Kai -unggu as the local wisdom of the Buru community was a means of reconciling conflict. In addition to conflict reconciliation, values in the Kai-Wait culture are also an aid in interfaith and cultural assistance and counseling on the island of Buru. The pattern of counseling is done with the help of Centered Client Therapy with common cases such as family problems, social crisis, and trauma. The values that the writer found in interfaith counseling and counseling and the value of brotherhood / family and the value of appreciation.
BIMBINGAN SHALAT SEBAGAI MEDIA PERUBAHAN PRILAKU
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1028

Abstract

Shalat merupakan salah satu media komunikasi vertikal kepada Allah swt. Yang dapat membangkitkan kesadaran manusia akan jati diri dan hakekat kehidupannya. Artinya shalat dapat menjadi alternatif solusi dalam berbagai persoalan hidup, karena spirit shalat adalah membangunkan  kesadaran diri yang paling dalam atas apa saja yang terjadi dan dialami oleh manusia.  Di saat manusia merasakan kegalauan diri karena dinamika kehidupan zaman yang cenderung mengalami pergeseran nilai agama dan budaya sehingga dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku yang ada maka sesungguhnya manusia akan mencari-cari penawar hati dari segala keresahan dan kegalauan tersebut. Di sinilah mulai bersemi kembali nilai-nilai spiritualitas yang ingin direguk untuk membasahi dahaga keringnya moralitas yang selama ini dirasakan. Kembali kepada ajaran agama yang begitu banyak menawarkan tentang arti dari kepribadian  yang berakhlak  mulia, jauh dari kerusakan dan penyimpangan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.THE   GUIDANCE  OF   PRAYER AS   MEDIA  CHANGES PRIORITISING Shalat  is one  vertical communication media  to Allah. Can raise awareness of human  identity and the essence of life. That means the prayer can be an alternative solution to the various problems of life, because the spirit of prayer was awaken consciousness deepest on what happened and experienced by humans. The current turmoil in humans  feel themselves as the dynamics of contemporary life that tend to experience a shift in religious and cultural values that can influence the behavior change that is the real man will seek out bidders hearts of all the unrest and turmoil.  This is where budding returned values of spirituality who want direguk to moisten the dry thirst morality that had been perceived. Back to the religious teachings are so many offers on the meaning of the noble personality, far from the damage and irregularities that can harm themselves and others.