cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN" : 20 Documents clear
PENINGKATAN HARGA DIRI DIRI SPIRITUAL RENDAH MELALUI MODEL LOGO KONSELING FEMINIS BAGI PEREMPUAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG Engel, Jacob Daan
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.2440

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this article is discussing low spiritual self-esteem of women of victims of trafficking at the “Mulya Jaya” Women’s Social Protection Home in Jakarta from the perspective of logo counseling model of feminist approach. This research is motivated by the crimes of women and children trafficking. This is a qualitative research in which data are collected through interview, observation and focus group discussion. Logo counseling model and feminist approach are intended to improve low spiritual self-esteem spirituality experienced by the victims especially dealing with self-exploration, self-acceptance, self-assertiveness, self-transcendence, values of attitudes and integrity that are oriented towards life, integrated in self-potential, self-activity and self-evaluation, which are useful for positive behavioral changes, namely from low spiritual self-esteem to healthy spiritual self-esteemKeywords: logo counseling model, feminist approach, low sporotual self-esteem, human traffickingABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji harga dirispiritual rendahperempuan korban perdagangan orangdi Rumah Perlindungan Sosial Wanita (RPSW) Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) “Mulya Jaya” Jakartadari perspektif model logo konseling dengan pendekatan feminis.Fakta yang memotivasi penelitian ini adalah masalah berbahaya yang berkembang di masyarakat, yaitu perdagangan orang perempuan dan anak-anak yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab.Pendekatan penelitian yang dipergunakan adalah penelitian kualitatif.Wawancara, observasidan focus group discussiondilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif. Penelitian model logo konseling dengan pendekatan feminis dilakukanuntuk memperbaiki harga dirispiritualyang rendahperempuan korbanperdagangan orang, khususnya dalam eksplorasi diri para korban, penerimaan diri, ketegasan diri, transendensidiri, nilai-nilai sikap dan integritas diri yang berorientasi pada makna hidup, terintegrasi dalampotensi diri, aktivitas diri dan evaluasi diri, yang berguna bagi perubahan perilaku positif, yaitu dari harga diri spiritual rendah ke harga diri spiritual yang sehatKata kunci: model logo konseling, pendekatan feminis, harga diri spiritual rendah,perdagangan orang.    
KESETARAAN GENDER DAN RELASI KUASA DALAM TAFSIR AL-QUR’AN TEMATIK KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA Purwanto, Tinggal
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.5052

Abstract

Tafsir Al-Qur’an Tematik is a product of mufassir creative dialectic with the text of the Qur'an which contains interrelated elements among various interests as produced by involving the Government. This engagement raises the question of the supposedly dialectical interpretation, while raising questions about the product of tafsir, especially regarding the interpretation of gender equality which indicates a power-knowledge relations built for a particular interest. This study aims to explain how power-knowledge relations operate in the book, especially in constructing gender equality. With that purpose, the theory of gender equality and the theory of power-knowledge relations is used to achieve the intended purpose. The this study finds that power-knowledge relations flow in the Tafsir Al-Qur’an Tematik. Power relations operate in a dialectical and productive manner through initiation, election, accommodation, contestation, controversy, negotiation and compromise of the exegeteers in compiling the tafsir. The mufassir not only try to explain the book of the Qur'an alone, but also attempt to construct the life of the people to be in line with the Government agenda. The mufassir does attempt to construct an equal relationship between men and women, but the construction is not wholly objective and neutral as it still leaves a more discriminatory effect prioritizing men in the public domain and women in the domestic sphere. These power-knowledge relations operate systematically by controlling power relations with truth so as to give rise to more equitable constructions directed to regulate the lives of people on behalf of increased productivity. By its mechanism, power-knowledge normalizes the lives of people with a construction of gender equality that is essentially loaded with power politics. Keywords: tafsir, gender equality, and power relations.Tafsir Al-Qur’an Tematik is a product of mufassir creative dialectic with the text of the Qur'an which contains interrelated elements among various interests as produced by involving the Government. This engagement raises the question of the supposedly dialectical interpretation, while raising questions about the product of tafsir, especially regarding the interpretation of gender equality which indicates a power-knowledge relations built for a particular interest. This study aims to explain how power-knowledge relations operate in the book, especially in constructing gender equality. With that purpose, the theory of gender equality and the theory of power-knowledge relations is used to achieve the intended purpose. The this study finds that power-knowledge relations flow in the Tafsir Al-Qur’an Tematik. Power relations operate in a dialectical and productive manner through initiation, election, accommodation, contestation, controversy, negotiation and compromise of the exegeteers in compiling the tafsir. The mufassir not only try to explain the book of the Qur'an alone, but also attempt to construct the life of the people to be in line with the Government agenda. The mufassir does attempt to construct an equal relationship between men and women, but the construction is not wholly objective and neutral as it still leaves a more discriminatory effect prioritizing men in the public domain and women in the domestic sphere. These power-knowledge relations operate systematically by controlling power relations with truth so as to give rise to more equitable constructions directed to regulate the lives of people on behalf of increased productivity. By its mechanism, power-knowledge normalizes the lives of people with a construction of gender equality that is essentially loaded with power politics. 
Citra Diri Maskulin Para Pelaku Kejahatan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Wuryaningsih, Tri; Mutahir, Arizal; Dewi, Ratna
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3827

Abstract

Persoalan kekerasan terhadap anak di Indonesia menjadi persoalan yang sangat serius. Pemerintah menyatakan bahwa ‘Indonesia Darurat Kekerasan terhadap Anak.’ Kasus kekerasan terhadap anak terus mengalami peningkatan. Kasus kekerasan seksual merupakan kasus terbanyak. Kasus kekerasan seksual tidak lepas dari gagasan maskulinitas yang sangat cenderung patriarkhis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan tentang gagasan maskulinitas para pelaku kejahatan seksual terhadap anak yang berkenaan dengan makna dan struktur sosial yang melingkupi mereka. Untuk meraih tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian ini adalah: tindakan seksual para pelaku kejahatan seksual tidak dapat dilepaskan dari pemaknaan mereka tentang gender dan seksualitasnya, laki-laki dianggap sebagai sang penakluk, pemangsa, dan perempuan sebagai pihak yang ditundukkan (objek seksual). Bagi kaum paedofil (pelaku sodomi), perempuan adalah sosok yang selalu membuatnya sakit hati. Anak-anak dijadikan pelampiasan hasrat seksualnya; para pelaku kejahatan seksual menganggap persetubuhan dengan anak dilakukan atas dasar suka sama suka, tidak ada ancaman dan paksaan, bukan merupakan kekerasan atau tindak kejahatan; struktur sosial yang melingkupi para pelaku adalah: tingkat sosial ekonomi rendah, lingkungan pergaulan buruk, ketiadaan figur ayah, ketiadaan istri dalam jangka waktu lama, cenderung menutup diri dari lingkungannya, konsumsi obat-obat terlarang, minuman keras, materi pornografi serta seks bebas                                Kata kunci: kejahatan seksual, anak, maskulinitas, makna, struktur sosial Abstract"Indonesia Emergency Violence against Children" is the statement delivered by the government to show how the issue of violence against children in Indonesia has become a very serious problem. Currently the case of violence against children is increasing and cases of sexual violence cases occupy the highest among the other kinds of violence. This study aims to analyze and explain the idea of masculinity perpetrators of sexual crimes against children that focuses on the meaning and social structures that surround sexual offenders. The findings in this study are: 1) The sexual act of sexual offenders can not be separated from their meaning about gender and sexuality, in which the male sex is considered as the conqueror, predators, and women as the subjugated (sexual object). For the pedophile, the woman is a person who always made it hurt. Only the children can freely vent to his sexual desires; 2) According to sex offenders, that sexual intercourse with a child on the basis of consensual, there is no threat and coercion is not the violence or crime; 3) social structure that surrounds the sex offenders are: socio-economic level is low, the social environment is bad, the absence of a father figure, the absence of the wife in the long term, tend to close themselves from the environment, the consumption of illegal drugs, alcohol and pornographic material as well as free sex.Keywords: sexual crimes, child, masculinity, meaning, social structure
GENDER BIAS CONSTRUCTED IN FREUD’S CONCEPT ON HUMAN PSYCHO-SEXUAL DEVELOPMENT (An Analyctical Study based on Islamic Psychological Analysis) Gumiandari, Septi; Nafi’a, Ilman
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3315

Abstract

Ilmu pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia yang sangat bergantung pada siapa yang menciptanya. Ia bukanlah tidak berjenis kelamin. Ia melayani dan menguatkan nilai-nilai sosial dan konsep-konsep yang dibuat oleh penciptanya sendiri. Ketika ia tergenggam erat di tangan laki-laki, maka bias dipastikan pengalaman perempuan tidak akan menjadi sumber pengetahuan. Perempuan hanya akan menjadi objek telaah penelitian, termasuk dalam konteks ini, ilmu Psikologi. Penelitian ini akan menelaah secara kritis konsep Penis Envy Sigmund Freud yang ditenggarai memiliki pola pandang yang miring dalam melihat keberadaan organ seksualitas perempuan, disamping menunjukan posisi perempuan sebagai the second sex (makhluk kedua) dalam pranata sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa bias gender yang dibangun dalam konsep Freud tentang Perkembangan Psiko-Seksual manusia seperti (1) Anatomi adalah takdir; (2) Superego laki-laki berkembang lebih baik daripada perempuan; (3) Perempuan lebih mudah menjadi neurotik daripada laki-laki; (4) beberapa strereotip perempuan sebagai efek residu dari Kecemburuan pada Penis; dan (5) teori Oedipus dan Electra Complex. Penelitian ini penting untuk mengatasi mengatasi persoalan androsentrisme dan representasi perempuan dalam ilmu Psikologi, mengakui perbedaan cara berpikir dan berpengetahuan perempuan dan laki-laki, dan mempertimbangkan pengalaman hidup mereka melalui perspektif Psikologi Islam. 
KEJADIAN KEKERASAN TERHADAP ANAK TENAGA KERJA INDONESIA DI KABUPATEN KENDAL Widowati, Evi; Cahyati, Widya Hary
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3149

Abstract

Tingginya kasus Kekerasan terhadap Anak yang orangtuanya berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Kabupaten Kendal adalah salah satu kantong TKI di Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas dua tahap yaitu pengumpulan data sekunder melalui BPPKB Kabupaten Kendal dan FGD dengan stakeholder terkait TKI di Kabupaten Kendal. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian kekerasan pada anak dengan orang tua berprofesi TKI adalah faktor pendapatan dan jenis pekerjaan. Pendapatan yang cukup tinggi, yang tidak diimbangi dengan pengetahuan dan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik untuk anak dan keluarganya. Jenis pekerjaan TKI memiliki dampak negatif pada pola asuh anak, terutama karena tidak mampu memberikan pendampingan yang adekuat kepada anak-anak mereka dari pengaruh pergaulan lingkungan dan juga pengaruh tekhnologi informasi (TI).
Peran Perempuan dalam Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Studi atas Peran Nyai Halimatus Sa’diah di Kabupaten Sumenep) Dani, Akhmad Anwar; Ahmadi, Ahmadi
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.4369

Abstract

The majority of Hajj and Umrah pilgrims from Indonesia are women, but the management is dominated by men. Government regulations on managing the organization of pilgrimage limit the role of women in a very minimal portion. In some cases, the presence of female counselors was felt to be more effective in assisting female worshipers. The study of the women’ role in Hajj and Umrah management in Indonesia is still minimal. Therefore, this study focuses on the role of Nyai Halimatus Sya'diah as a guide of Hajj and Umrah in Sumenep Regency. The descriptive qualitative approaches are used to understand this phenomenon. Based on the data collected by interviews and documentation, it was concluded that the role of Nyai Halimatus Sya'diah as a guide of Hajj and Umrah can be divided into 4 roles: tour leader, leader of worship, travel facilitator, intermediary between worshipers and travel.AbstrakJamaah haji dan umrah didominasi oleh wanita, namun pengelolaannya didominasi oleh laki-laki. Regulasi yang disusun pemerintah dalam pengelolaan penyelenggaraan haji membatasi peran wanita dalam porsi yang sangat minim. Dalam beberapa kasus, keberadaan pembimbing wanita dirasakan lebih efektif untuk mendampingi jamaah wanita. Penelitian ini fokus pada peran Nyai Halimatus Sya’diah sebagai pembimbing haji dan umrah di Kabupaten Sumenep. Pendekatan kualitatif deskriptis digunakan untuk memahami fenomena tersebut. Berdasarkan data-data yang dikumpulkan dengan wawancara dan dokumentasi, disimpulkan bahwa peran Nyai Halimatus Sya’diah sebagai pembimbing haji dan umrah dapat dibagi dalam 4 peran, tour leader (pemimpin rombongan), pembimbing ibadah, fasilitator perjalanan, perantara antara jamaah dan travel.Keyword : haji dan umrah; peran wanita; islam 
PERAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA Widjanarko, Mochammad
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.4990

Abstract

The aim of this study is to analyze the role of women in preserving the environment in the Karimunjawa Islands. This research is a qualitative research with a phenomenological approach. The data collection used are in-depth interviews and observations. The data analysis research used is coding, by putting the codes on the material obtained. Coding is intended to be able to organize and systemize data in a complete and detailed manner so that data can appear in the description of the topic under study.From the findings of the study it can be concluded: one of the roles of women in preserving the environment in Karimunajawa Islands is to manage waste, which is done by forming a waste bank and inviting families and other people to manage waste. While informants who have lodging houses also use water wisely and sort waste in the form of organic and non-organic waste. For informants who are teachers, besidesplanting crops that is needed everyday, they are able to invite their students to take care of the environment around the school and clean the beach. Keywords: karimunjawa, environmental conservation, women's role  AbstrakTujuan Penelitian adalah menganalisis peran perempuan dalam melestarikan lingkungan di Kepulauan Karimunjawa. Penelitian ini adaah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan pengamatan. Dalam penelitian analisis data yang digunakan adalah koding, dengan membubuhkan kode-kode pada materi yang diperoleh. Koding dimaksudkan untuk dapat mengorganisasi dan mensistemasi data secara lengkap dan mendetail sehingga data-data dapat muncul gambaran tentang topik  yang diteliti. Dari hasil temuan penelitian dapat disimpulkan: salah satu peran perempuan dalam melestarikan lingkungan di Kepulauan Karimunajawa  adalah  mengelola sampah, yang  dilakukan dengan membentuk bank sampah dan mengajak keluarga serta orang lain untuk mengelola sampah. Sedangkan informan yang memiliki rumah penginapan juga menggunakan air secara bijak dan memilah sampah dalam bentuk sampah organik dan nonorganik. Untuk informan yang berprofesi guru selain menanam tanaman yang bisa diperlukan sehari-hari juga mengajak muridnya dalam menjaga lingkungan di sekitar sekolah dan upaya melakukan bersih-bersih pantai.  
PENGASUHAN ANAK USIA DINI BERPERSPEKTIF GENDER DALAM HUBUNGANNYA TERHADAP PEMILIHAN PERMAINAN DAN AKTIVITAS KEAGAMAAN UNTUK ANAK Muafiah, Evi; Fadly, Wirawan
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3188

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan yang terjadi di lembaga Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan yang terjadi di lembaga PAUD maupun dalam lingkungan keluarga serta hubungannya terhadap pemilihan permainan dan aktivitas keagamaan AUD. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain concurrent embedded. Penelitian dilaksanakan di eks-karesidenan Madiun dengan pemilihan sampel melalui purposive sampling pada data yang diperoleh menggunakan metode kualitatif dan random sampling pada data kuantitatif. Data tersebut dikumpulkan menggunakan angket, observasi, dan wawancara yang kemudian dianalisis berdasarkan karakteristiknya melalui deskriptif kualitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan Pertama masyarakat telah responsif gender pada pengasuhan AUD dan cenderung bebas pada aspek stereotipe, subordinasi, dan marginalisasi, Kedua, pemahaman responsif gender dalam pemilihan pemainan yang dimiliki guru lebih baik daripada orang tua/pengasuh, sedangkan pemilihan aktivitas keagamaan tidak ada perbedaan, dan Ketiga adanya hubungan signifikan antara pola asuh dalam lingkungan keluarga dan lembaga PAUD terhadap pemilihan permainan, namun berbeda pada pemilihan aktivitas keagamaannya dimana hubungan signifikan hanya pada lingkungan keluarga.Kata Kunci: Pengasuhan Anak, Berperspektif Gender, Pemilihan Permainan, Aktivitas Keagamaan
THE DISCOURSE OF SEX AND MARRIAGE IN THE NOVEL THE CURSE OF BEAUTY BY INDAH HANACO Farokhah, Fiqih Aisyatul
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3865

Abstract

Sex since the beginning of the day is now no better in civilization. Not only that, human life cannot be avoided by sex and sexuality. Even so, high-quality sex and sexuality itself have different interpretations in every hour of culture. Some say that sex is taboo and not worthy of discussion in the general public, some who view sex as a fundamental part of humans. This can be seen through how the State has intervened in matters of the body, especially sexuality. Likewise with women who work as SPG who have never been separated from sex and sexuality. Their sex lives are always in the spotlight for the public, moreover, they are not like other women who crave life in a marriage institution as their life's purpose in curbing their sexuality. This article attempts to show; What is the meaning of the sexuality discourse depicted in the beautiful novel of The Curse of Beauty by Hanaco? How beautiful is Hanaco interpreting the concept of sexuality through a sexuality discourse built on the novel The Curse of Beauty? And what are the thoughts of the author on the sexuality discourse formed as sexual control through the marriage discourse of women who work as Sales Promotion Girl (SPG) represented in the novel The Curse of Beauty? The research is focused on analyzing the representation of the sexuality of SPG in the novel “The Curse of Beauty”. The design of the research is descriptive qualitative. Data are taken from all descriptive concerning SPG body appearance to understand the narrative meaning of the body. It applies Foucault’s discourse theory.
MEMBANGUN KEMANDIRIAN MELALUI FILANTROPI KAUM PEREMPUAN; Potensi Kedermawanan untuk Pemberdayaan Perempuan Indonesia Kasdi, Abdurrohman
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3184

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang potensi filantropi kaum perempuan untuk membangun kemandirian dan pemberdayaan perempuan Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara, yakni menggali way of life pelaku filantropi kaum perempuan dengan metode doing fieldwork. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedermawanan perempuan Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Kedermawanan ini melibatkan banyak aspek sebagai resource dalam pengejawantahan kegiatan filantropi kaum perempuan. Dengan mengerahkan semua potensi yang ada, para pelaku filantropi perempuan menunjukkan kepada masyarakat bahwa perhatian terhadap orang-orang yang kekurangan dan membutuhkan bantuan sangat penting. Kaum perempuan dengan beragam potensi yang dimilikinya bisa digerakkan untuk menjadi donatur, volunteer, campaigner, atau bahkan fundraiser bagi lembaga-lembaga sosial di masyarakat. Aktivitas filantropi untuk kemandirian perempuan sangat berpotensi dengan menggerakkan potensi kaum perempuan sendiri sebagai donatur dan pendukung program tersebut. Bahkan filantropi kaum perempuan menjadi kontribusi yang signifikan baik secara ekonomi maupun sosial, yang menunjukkan peran perempuan sebagai agen perubahan sosial.

Page 1 of 2 | Total Record : 20