cover
Contact Name
Anita Intan Nura Diana
Contact Email
anita@wiraraja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmiahmitsu@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Sumenep-Pamekasan Km 5 Patean Sumenep 69451
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja)
ISSN : 26859173     EISSN : 23390719     DOI : 5876
Jurnal Ilmiah MITSU ISSN 2339-0719 adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu teknik. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Teknik meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). Jurnal Teknik diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Wiraraja Sumenep. Jurnal Teknik menerima manuskrip atau artikel dalam bidang teknik dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU" : 6 Documents clear
PEMANFAATAN SERBUK BATU PECAH UNTUK CAMPURAN PAVING BLOCK DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI BERAT TUMBUKAN (Ditinjau Dari Kuat Tekan Dan Daya Serap Air) Goesthi Kusuma Atmaja Adh; Dwi Deshariyanto
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.617 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i2.396

Abstract

Sumenep memiliki sumber daya alam berupa material bangunan (batuan) cukup banyak. Pemanfaatan sumber daya alam yang ada masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Tidak jarang pekerjaan konstruksi masih menggunakan material dari luar daerah termasuk bahan material batu pecah untuk pengaspalan jalan. Perkembangan penggunaan perkerasan jalan dewasa ini semakin banyak dilakukan, khususnya perkerasan kaku dengan menggunakan paving block, namun tidak sedikit proyek konstruksi yang menggunakan paving block masih mendatangkan dari luar daerah karena pertimbangan kualitasnya yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi berat tumbukan pada paving block dengan penambahan serbuk batu pecah ditinjau dari kuat tekan dan penyerapan air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental dengan rancangan penelitian 4 perlakuan. Komposisi agregat yang digunakan 1Pc:4Ps dengan 30% pasir hitam dan 70% serbuk batu pecah dan tumbukan dengan variasi berat 4kg, 8kg, 12kg, dan 16kg. Jumlah sampel disetiap perlakuan sebanyak 5 buah untuk uji kuat tekan dan 3 buah untuk uji penyerapan air. Data hasil penelitian dianalisis untuk mengetahui pengaruh variasi berat tumbukan (X) terhadap kuat tekan dan penyerapan air (Y) menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi berat tumbukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kuat tekan dan berpengaruh negatif terhadap penyarapan air, artinya semakin berat tumbukan semakin menurun penyerapan air. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan rata-rata maksimal sebesar 40,49 Mpa diperoleh dari berat tumbukan 16kg, berdasarkan SNI-03-0691-1996 tergolong mutu A. Penyerapan air rata-rata minimum sebesar 6,797% yang diperoleh dari berat tumbukan 16kg, berdasarkan SNI-03-0691-1996 tergolong mutu C.
IbM PEMBANGUNAN DESA WISATA MELALUI KONSEP LOCAL COMMUNITY BASED Mohammad Harun; Anita Intan Nura Diana; Rillia Aisyah Haris
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.549 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i2.397

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk memperoleh devisa dan penghasilan non migas. Desa Semaan, Kecamatan Dasuk dan Desa Belluk Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep merupakan dua Desa yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi tempat tujuan pariwisata yang berbasi masyarakat lokal (local community based). Di Desa Semaandan Desa Belluk Ares banyak kegiatan wisata yang dapat dinikmati misalnya, menikmati indahnya pantai slopeng dan pantai tanerros, rokat tase’(petik laut), tari muang sangkal, saronen Madura, dan batu cenneng. Beberapa permasalahan diantaranya : 1)Kurangnya kesadaran dan respon masyarakat lokal terhadap pembangunan desa wisata sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat, 2) Belum adanya komunitas atau masyarakat lokal yang secara resmi membentuk kelompok sadar wisata (POKDARWIS), 3) Belum tersedianya sarana penunjang (tempat) bagi komunitas masyarakat untuk berdiskusi dan menuangkan ide-ide pembangunan desa wisata, 4) Belum banyaknya jumlah masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan mengoperasikan komputer dan internet, 5) Kurangnya media informasi dan promosi wisata terkait keberadaan tempat-tempat wisata di Desa Semaan dan Desa Belluk Ares, Kabupaten Sumenep, 6) Kurangnya pengetahuan tentang sistem manajemen dan strategi promosi desa wisata. Hasil kegiatan meliputi kegiatan sosialisasi pentingnya desa wisata, pembentukan pokdarwis, pendampingan penyusunan program kerja, pembuatan gazebo, serah terima gazebo, sosialisasi pengelolaan website, sosialisasi manajemen dan strategi promosi, serta serah terima Laptop. Setelah dilakukan evaluasi dan monitoring terhadap kedua desa mitra, Desa Semaan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi untuk mengembangkan desa wisata dibandingkan dengan Desa Belluk Ares.
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA KERTASADA KECAMATAN KALIANGET KABUPATEN SUMENEP Cholilul Chayati; Dhani Andika Prayudi
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.382 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i2.398

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin menigkatnya produksi sampah dan limbah hasil aktifitas manusia yang belum tersentuh oleh program pengolahan sampah. Dalam hal ini setiap orang berhak dan wajib untuk mengolah sampah menjadi bahan yang bermanfaat. Hal ini sesuai dengan undang-undang No.18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui volume sampah serta jumlah tempat pengelolaan sampah sementara(TPS) dan bagaimana cara mengolah sampah organik dan anorganik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang berusaha mengambarkan setiap kondisi yang ada melalui data volume sampah dan data jumlah KK(kepala keluarga) hasil survey di lapangan.Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, ternyata jumlah sampahyang dihasilkan di Desa Kertasada sebanyak 833,008 kg/hari untuk sampahorganik dan 302,512 kg/hari untuk sampah anorganik dengan jumlah KK 1168,membutuhkan 19 tempat pengelolaan sampah sementara, dan pengolahan sampahorganik menggunakan metode komposter menjadi kompos membutuhkan waktu21 hari, Sampah anorganik menggunakan metode Bank sampah serta sampahresidu menggunakan metode sanitary landfill.
PEMETAAN INFRASTRUKTUR WISATA DI WILAYAH DARATAN KABUPATEN SUMENEP Anita Intan Nura Diana; Darma Jasuli
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.7 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i2.399

Abstract

Dari masalah yang dilihat peneliti pada objek penelitian meliputi : Dalam rangka menyambut Visit Sumenep 2018 Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah mempersiapkan berbagai hal untuk memperkenalkan potensi obyek wisata yang ada di Kabupaten Sumenep, terutama membuat pemetaan potensi obyek wisatanya. Namun masih belum ada gambaran jelas tentang keadaan infrastruktur penunjang yang ada pada obyek wisata, mulai dari segi infrastruktur jalan secara geografis serta kondisi dan kelengkapan infrastruktur penunjang yang ada pada obyek wisata. Maka dari itu penulis mempunyai inisiatif untuk memetakan kondisi infrastruktur jalur menuju obyek wisata dan infrastruktur penunjang yang ada pada obyek wisata. Penulis lebih memfokuskan penelitian pada obyek wisata yang ada di wilayah daratan Kabupaten Sumenep dikarenakan kebanyakan warga luar sumenep maupun warga sumenep sendiri masih banyak yang belum banyak tahu tentang potensi wisata yang ada di wilayah daratan. kebanyakan obyek wisata yang di kenal oleh masyarakat adalah wisata kepulauan, Padahal di wilayah daratan juga mempunya banyak potensi wisata yang tidak kalah menarik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa,sebagian besar obyek wisata yang ada di wilayah daratan Kabupaten Sumenep sudah memiliki kelengkapan infrastruktur yang mencukupi untuk menunjang kebutuhan wisatawan saat berada di dalam obyek wisata dengan kondisi yang cukup bagus dan masih bisa digunakan, tapi masih ada beberapa obyek wisata yang ketersediaan infrastrukturnya masih kurang dan harus di kembangkan guna memenuhi kebutuhan wisatawan, seperti Pantai Ponjhuk Talango, Pantai Badur, Goa Payudan, Air terjun Dhurbugan, Air Terjun Basoka Rubaru dan Kota Tua Sumenep. Dan mendapatkan titik kordinat obyek wisata yang bisa digunakan sebagai acuan dalam menentukan rute wisata yang akan di tuju, dengan titik awal di Jl. Sumenep-Pamekasan.
PERBANDINGAN PERENCANAAN JEMBATAN STRUKTUR BETON DAN JEMBATAN STRUKTUR BAJA DITINJAU DARI SEGI BIAYA Diah Ayu Restuti Wulandari; Subaidillah Fansuri
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.078 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i2.400

Abstract

Jembatan merupakan suatu sarana transportasi yang menghubungkan dua sisi tempat yang terhalang keadaan alam atau keadaan transportasi dengan tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Perencanaan jembatan di Desa Babbalan Kecamatan Batuan merupakan salah satu contoh, dimana fungsi jembatan yang akan dibangun adalah sarana transportasi utama untuk menuju ke RS. Baghraf Medika yang akan dibangun di lokasi perencanan jembatan tersebut. Sesuai kebutuhan dari pemilik RS. Baghraf Medika, maka ditentukan lebar dan panjang jembatan yaitu dengan luas 144 meter2. Dengan terbatas waktu penyusunan penelitian ini, maka pada penelitian ini dikhususkan pada perencanaan struktur atas jembatan. Berdasarkan dari hasil penelitian dan hasil pembahasan tentang perbangdingan perencanaan struktur atas jembatan gelagar balok T dan jembatan baja komposit, menunjukkan bahwa pada struktur atas jembatan gelagar balok T mempunyai lendutan maksimal yang terjadi 0,0142 kNm dan dikatakan aman karena telah memenuhi syarat lendutan < 0,05 kNm. Sedangkan pada struktur atas jembatan baja komposit mempunyai lendutan maksimal 0,0440 kNm dan dikatakan aman karena telah memenuhi syarat lendutan < 0,05 kNm. Serta untuk anggaran biaya struktur atas jembatan gelagar balok T untuk bentang 12 m yaitu sebesar Rp. 657.238.300,00. Sedangkan untuk anggaran biaya struktur atas jembatan baja komposit untuk bentang 12 m yaitu sebesar Rp. 755.856.700,00. Sehinggan selisih perbedaan biaya antara perencanaan struktur atas jembatan gelagar balok T dan struktur atas jembatan baja komposit yaitu sebesar Rp. 98.618.400,00. Maka ditinjau dari segi biaya untuk struktur atas jembatan dengan bentang 12 m lebih efisien struktur atas jembatan gelagar balok T dari pada struktur atas jembatan baja komposit.
IbM PENANGGULANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DESA BANMALENG DAN DESA JATE KEPULAUAN GILI RAJA Dwi Deshariyanto; Subaidillah Fansuri; Enza Resdiana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.427 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i2.401

Abstract

Permasalahan yang ada di Desa Banmaleng dan Desa Jate ini adalah sistem pendistribusian air bersih. Jika musim kemarau semua sumber mata air di Kepulauan Gili Raja mengalami kekeringan, sehingga suplai air bersih kerumah-rumah warga menjadi terhambat. Krisis air ini akan melumpuhkan semua aktivitas warga misalnya aktivitas pertanian, buah-buahan dan sayuran akan mengering (Hartono, 2008). Mitra IbM adalah masyarakat Dusun Sokaramme dan Dusun Beddhi Lanjang. Tujuan dari pelaksanaan program IbM adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat dan menciptakan sistem distribusi air bersih tanpa harus ketergantungan kepada pihak pemerintah, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola manajemen distribusi air bersih serta dapat mengurangi terjadinya krisis air bersih pada musim kemarau dengan harapan nantinya dapat berdampak pada peningkatkan perekonomian masyarakat. Pengetahuan masyarakat tentang sistem distribusi air bersih mengalami peningkatan sebesar 46 % untuk desa Banmaleng dan 52 % untuk desa Jate. Jumlah penduduk sasaran untuk desa Jate 179 jiwa dan desa Banmaleng 92 jiwa, kecepatan aliran telah memenuhi kecepatan aliran minimum sebesar 0,3-0,6 m/s dan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat desa Jate sebesar Rp. 9.600,- bulan/jiwa, desa Banmaleng sebesar Rp. 16.500,- bulan/jiwa. Pembangunan sistem distribusi air bersih dilakukan dengan swadaya masyarakat dan mengelolaannya dilakukan secara mandiri baik di desa Jate maupun desa Banmaleng dan masyarakat telah mempunyai sistem distribusi air bersih dan mampu mengelola distribusi air bersih secara mandiri.

Page 1 of 1 | Total Record : 6