cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Craft
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Craft section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of craft both as traditional and contemporary artifacts. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from tranforming forms, materials, meanings and values of textiles and/or ceramics into one-of-a kind objects in the form of clothes, deskwares, jewellry, and fashion accesories among others.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
APLIKASI TEKNIK OLAH REKA LATAR DENGAN TEMA PHOBIA PADA PRODUK FASHION Hermawan, Dea Novira; Rais, Zaini
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Phobia merupakan ketakutan yang irasional, sejenis gangguan kecemasan, dimana penderitanya mengalami ketakutan tanpa henti terhadap sebuah situasi, benda, atau tempat tertentu. Fobia dapat menyerang orang-orang dari berbagai usia, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi, dan jumlah wanita yang terserang fobia lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Fobia disebabkan oleh situasi tertentu, stres, pengalaman atau peristiwa menakutkan. Beberapa psikologi mengatakan bahwa sebuah gambar atau foto dapat menjadi sebuah terapi jika itu dapat menenangkan jiwa seseorang, mengekspresikan perasaan yang dialami, dan mengarahkan seseorang ke arah yang lebih baik dan bermanfaat. Untuk mengatasi fobia juga dapat dilakukan dengan terapi exposure, dimana para penderita fobia dihadapkan dengan objek ketakutan mereka sampai rasa takut itu sendiri perlahan menghilang. Dalam tugas akhir ini, eksplorasi yang akan dilakukan adalah dengan mengangkat berbagai jenis fobia yang diderita kebanyakan orang, lalu mengolah gambaran tersebut menjadi sebuah komposisi yang baru. Eksplorasi yang akan dilakukan mencakup berbagai teknik olah reka latar, diantaranya adalah teknik transfer printing, foiling, flocking, dan embroidery. Hasil eksplorasi tersebut diharapkan dapat memberikan tingkat kenyamanan tertentu apda pemakainya dan dapat menjadi terapi bagi para penderita fobia. Selain sebagai terapi, produk yang merupakan hasil akhir dari eksplorasi ini dapat menjadi sebuah produk fashion yang unik bagi masayarakat umum.
EKSPLORASI TEKNIK ECOPRINT DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH BESI DAN PEWARNA ALAMI UNTUK PRODUK FASHION Pressinawangi KP, RR.Nissa; Widiawati, Dian
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Penelitian ini sejalan dengan konsep produk yang berkelanjutan (sustainable product) menggunakan teknik ecoprint yang merupakan perkembangan dari ecofashion, untuk menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan.Teknik pewarnaan ecoprint yang dipelopori oleh India Flint, ecoprint diartikan sebagai proses untuk mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung. Teknik ini berpotensi dikembangkan dengan material lain, diantaranya limbah besi. Material limbah besi bila direaksikan secara langsung dapat sekaligus berperan sebagai mordant pada proses pencelupan dengan pewarna alam pada kain sehingga memberikan efek yang berbeda. Eksplorasi ini akan menghasilkan karya-karya estetik yang bernilai tinggi, unik, berbeda dalam ragam corak dan warna dibanding dengan menggunakan pewarna sintetik. Produk yang dihasilkan berupa lembaran kain dan produk fashion, memiliki nilai tambah dalam budaya lokal yang ramah lingkungan. Diharapkan pada masa mendatang setelah dilakukannya penelitian ini, teknik pewarnaan alami di Indonesia semakin berkembang hingga ditemukan potensi potensi baru yang memiliki dampak positif bagi kekayaan khasanah pertekstilan di Indonesia.
BAHASA RUPA ANAK PADA TAPESTRY Rohiema, Nisa; Rais, Zaini
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Tapestry merupakan salah satu teknik tekstil semakin tenggelam di Indonesia. Detil serta totalitas dalam pengerjaan karya dengan teknik tapestry menjadikannya sangat menarik untuk dinikmati namun sayang banyak masyarakat yang tidak atau belum mengetahui keindahan karya tapestry, bahkan banyak di antara mereka yang belum pernah mendengar kata tapestry tersebut. Sama halnya dengan anak-anak, mereka memiliki jiwa seni yang tinggi. Caranya berkomunikasi belum sempurna, maka sarana mengungkapkan ekspresi dan cerita mereka lakukan lewat gambar. Caranya memaparkan suatu cerita atau peristiwa digambarkan sejelas-jelasnya dengan hasil yang sangat sempurna, bahkan karya gambar mereka terbilang sudah memenuhi syarat sebagai karya seni. Sama seperti tapestry, keindahan karya gambar yang dihasilkan anak-anak belum semua menyadarinya. Imajinasi dan cerita yang ingin disampaikan anak-anak menjadi hal yang menarik untuk diaplikasikan ke dalam teknik tapestry sebagai konten dari karya tersebut dan akan menjadi hal yang menarik untuk dikombinasikan. Akan menjadi hal yang lebih menarik jika karya tapestry diaplikasikan ke dalam produk-produk interior untuk menemani anak beraktivitas di ruangannya.
SAYAP KUPU-KUPU SEBAGAI INSPIRASI PADA LUKIS SUTRA Triandani, Kharisma; Martono, John
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Teknik melukis sutra merupakan salah satu teknik surface design yang sudah ada sejak lama. Pelukis sutra yang berasal dari Perancis dan Hungaria mengatakan bahwa guru mereka memperoleh keterampilan dan teknik kerajinan di Perancis dari anggota keluarga Tsar Rusia. Selama Revolusi Bolshevik, anggota keluarga Tsar tersebar, dan banyak yang melarikan diri ke Paris. Hingga pada tahun 1920, desain kain yang unik muncul di Perancis Haute Couture. Kain sutra dari Lyon dikenal dengan kualitasnya yang baik, mewah dan dihiasi dengan desain yang indah, dan dilukis dengan tangan, serta banyak yang mencerminkan pengaruh art deco. Sejak saat itu, teknik melukis pada kain sutra berkembang sangat pesat, dan tidak terbatas pada karya lukisan saja. Lukis sutra mulai diterapkan pada produk fashion seperti selendang, gaun wanita, tas, mukena,dan kerudung. Produk interior pun mulai memakai teknik lukis sutra pada produknya, misalnya pada sarung bantal. Lukis sutra menggunakan pewarna atau cat khusus untuk digunakan di kain sutra. Cat sutra dapat diaplikasikan pada kain selain kain sutra, namun efek dari cat nya akan berbeda dengan efek yang didapatkan jika kita menggunakan kain sutra sebagai material kainnya. Kain sutra dikenal dengan teksturnya yang lembut, mulus namun tidak licin dan bersifat higroskopis atau menyerap air, sehingga cat sutra akan menyebar dengan sempurna dan juga dapat dieksplor dengan material-material tambahan sehingga hasilnya akan lebih baik. Karena itu penulis memilih kain sutra sebagai material utama dalam tugas akhir yang berjudul “Sayap Kupu-Kupu Sebagai Inspirasi Pada Lukis Sutra”. Tema yang diangkat pada karya ini berasal dari rupa sayap kupu-kupu yang berasal dari Indonesia. Bentuk rupa yang terdapat pada sayap kupu-kupu sangatlah menarik untuk diolah dan dikembangkan lebih lanjut, khususnya dalam bidang kriya tekstil. Kupu-kupu memiliki unsur rupa yang beragam contohnya seperti garis yang melengkung yang memberikan kesan lembut namun kokoh dan di dominasi oleh garis berwarna hitam, titik yang tidak beraturan dan juga bidang. Semua unsur-unsur rupa tersebut berulang sehingga membentuk satu komposisi yang unik dan menarik. Hal tersebut yang menjadi alasan dalam pemilihan sayap kupu-kupu sebagai inspirasi dalam lukis sutra. Pemakaian teknik lukis sutra dengan inspirasi sayap kupu-kupu pada pakaian wanita dapat dikatakan belum terlalu banyak dipakai. Cukup banyak desainer-desainer yang memakai kupu-kupu sebagai tema dalam karya-karyanya, namun penerapan tekniknya tidak menggunakan teknik lukis sutra, melainkan teknik bordir, printing atau sablon. Karena itu, diharapkan teknik lukis sutra pada produk fashion dapat terus berkembang di Indonesia.
PEMANFAATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI MATERIAL TEKSTIL DENGAN PEWARNA ALAM UNTUK PRODUK KRIYA Wardani, Aditya Putri Kusuma; Widiawati, Dian
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Indonesia merupakan penghasil utama minyak kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit Indonesia terdapat di wilayah Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Bangka Belitung, dan Papua. Luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 7.099.388 ha. Produk utama kelapa sawit adalah tandan buahnya yang menghasilkan minyak. Setelah proses pengolahan, tersisa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai produk sampingan. Secara fisik TKKS memiliki serat. Saat ini pemanfaatan serat TKKS yaitu untuk pupuk organik, bahan baku pembuatan kertas, briket, dan umumnya baru sampai pada pemanfaatan serat sebagai bahan pengisi suatu medium seperti pengisi rongga jok mobil dan kasur, sehingga muncul kesadaran untuk meneliti lebih lanjut mengenai potensi TKKS sebagai material serat alam yang dapat diolah menjadi bahan tekstil untuk produk kriya dengan mengangkat nilai kearifan lokal dan sumber daya alam yang belum terolah secara optimal khususnya sebagai bahan tekstil. Potensi TKKS masih belum terkaji dengan baik di Indonesia maupun dunia. Dengan adanya penelitian ini diharapkan adanya perkembangan lebih lanjut mengenai pengolahan tekstil serat TKKS.
EKSPLORASI TEKNIK NUNO FELTING PADA PRODUK FASHION Nuraida, Resinta; Kahdar, Kahfiati
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Perkembangan teknik tekstil dari waktu ke waktu telah banyak mengalami inovasi khususnya terhadap teknik-teknik tradisional. Salah satu tekniktradisional pembuatan tekstil yang masih dilakukan sampai saat ini yaitu teknik felting atau dikenal dengan istilah “kempa”. Teknik tekstil feltingmenghasilkan kain padat dan memiliki ketebalan, berbahan dasar serat protein berupa wol yang memadat diakibatkan pemberian tekanan, kelembapandan panas. Pengembangan dari teknik felting merangkap sebagai teknik desain tekstil yaitu, teknik nuno felting. Secara keseluruhan teknik nunofelting masih sama dengan teknik pengerjaan felting tradisional, hanya berbeda pada penggunaan kain dengan tenunan terbuka sebagai latar.Penggunaan kain latar dengan struktur tenunan terbuka menghasilkan tekstur pada hasil akhir kain. Teknik nuno felting memiliki potensi digunakandalam mengolah tekstil untuk dijadikan produk fashion. Eksplorasi dari teknik nuno felting diharapkan dapat mengangkat pengembangan dari tekniktekstil tradisional kempa menjadi alternatif desain tekstil yang dapat menghasilkan produk fashion dengan kesan modern, eksklusif serta memilikikeunikan tersendiri.
EKSPLORASI MOTIF BUNGA EMPAT MUSIM CHINA DENGAN TEKNIK QUILTING PADA PRODUK FASHION Sabrina, Puthya Nur; Widiawati, Dian
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Karya tugas akhir ini dibuat dengan tujuan untuk mengangkat teknik quilting sebagai teknik yang alternatif surface design pada produk pakaian. Umumnya produk quilting di Indonesia dibuat dengan menggunakan mesin, produk yang dihasilkannya pun kebanyakan berupa peralatan rumah tangga seperti selimut dan taplak, motifnya kebanyakan berbentuk geometris. Berdasarkan hal tersebut, maka muncullah gagasan untuk membuat produk fashion menggunakan teknik quilting hand made dengan motif bunga empat musim China atau the four flowers yaitu bunga peony, lotus, chrysanthemum, dan plum blossom. Melalui karya tugas akhir ini, diharapkan teknik quilting akan lebih dikenal oleh masyarakat.
EKSPLORASI TEKNIK PLEATS UNTUK PRODUK FASHION DENGAN INSPIRASI NOVEL THE NIGHT CIRCUS KARYA ERIN MORGENSTERN Hanipah, Reni; Rais, Zaini
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Inspirasi merupakan unsur penting dalam pembentukan konsep yang dapat membuat karya yang dibuat menjadi matang, unik, dan segar. Ada banyak hal di sekitar yang dapat digunakan sebagai inspirasi dalam berkarya. Salah satunya yaitu novel sebagai inspirasi berkarya, terutama novel fantasi biasanya dibuat dengan penuh imajinasi dan detail-detail tak biasa. Selain karena belum adanya desainer yang menggunakan novel, terutama novel The Night Circus karya Erin Morgenstern sebagai inspirasi karya, sangat menarik juga untuk menggali potensi karya literasi yang merupakan seni penulisan menjadi seni dalam bentuk visual. Eksplorasi teknik pleats dalam penelitian ini bertujuan untuk berinovasi dengan teknik pleats guna menemukan karakter yang cocok untuk memvisualisasikan novel The Night Circus.
APLIKASI RAGAM HIAS KERAMIK PERANAKAN CHINA MENGGUNAKAN TEKNIK LUKIS SUTRA PADA KAIN SUTRA Steven, Annette; Martono, John
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Keramik Peranakan China adalah sebuah bentuk kerajinan gerabah yang muncul atas perpaduan budaya Melayu dan China yang banyak berkembang di daerah Asia Tenggara yang meliputi Singapura, Malaysia dan Indonesia. Kerajinan yang pertama kali muncul di abad 19 ini pertama kali dibawa oleh para pedagang China yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Melayu yang kemudian menetap dan menerapkan budaya asal mereka dengan menyesuaikan gaya yang telah ada di Negara-negara Melayu tersebut. Keramik ini biasanya sering ditemukan sebagai peralatan rumah tangga sebagai peralatan masak dan makan yang memiliki ciri khas warna pastel yang cerah dengan motif dominan flora seperti sulur tanaman dan bunga peonies, dan motif burung phoenix.Ragam hias pada keramik Peranakan China ini memiliki arti sebagai pembawa kemakmuran, keseimbangan dan kesuburan. Setelah berkembang selama bertahun-tahun dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu, ragam hias ini akan dicoba diaplikasikan dalam bentuk karya seni lainnya, yang dalam penelitian kali ini berbentuk sebuah lukis sutra.Lukis sutra pada umumnya memiliki gambaran abstrak, pertama kali muncul di China sebagai salah satu bentuk kesenian ekslusif yang digemari kalangan kerajaan. Pengaplikasian ragam hias Keramik Peranakan China ini diharapkan akan membawa kebaruan dalam bidang fashion dan kesenian juga pengenalan lebih luas pada masyarakat terhadap kebudayaan yang terkandung dalam kedua bentuk kesenian ini. Hasil akhir dari penelitian ini akan berupa koleksi pakaian wanita semi formal bergaya oriental modern.
Eksplorasi Teknik Heat Transfer Printing dengan Zat Warna Dispersi pada Kain Sintetis Hirarosa, Haiti Nadewa
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Seiring perkembangan jaman dan teknologi, perkembangan pada industri tekstil pun turut berkembang. Setelah tekstil sintetis berkembang di industri tekstil pada tahun 1920-an, teknik pengolahannya pun turut mengalami perkembangan dikarenakan tekstil sintetis memiliki sifat hydrophobic dan thermoplastic. Zat warna yang dirasa cocok untuk mewarnai tekstil sintetis adalah zat warna disperse yang berkembang pada awal tahun 1940. Kemudian ditemukan suatu teknik olah latar tekstil tersebut setelah beberapa percoban dengan zat warna disperse di tahun yang sama. Percobaan yang dilakukan didasari oleh sifat zat warna disperse yang ringan dan mudah tersublimasi jika terkena panas, didukung oleh sifat tekstil sintetis yang thermoplastic yaitu tenunannnya memiliki tendensi untuk meregang ketika terkena panas dan tekanan. Zat warna dispersi diwarnai diatas medium kertas yang kemudian diletakkan diatas kain sintetis kemudian diberikan perlakuan panas dan tekanan. Zat warna disperse yang tersublimasi akan berpindah dari kertas masuk ke pori-pori kain sintetis yang sedang meregang dan saat temperatur kembali pada suhu normal, struktur kain akan kembali ke sedia kala dan mengikat zat warna pada permukaan kain. Sehingga heat transfer printing menjadi salah satu teknik tekstil modern untuk reka latar kain sintetis.