cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2013)" : 43 Documents clear
PEMBACAAN PASCAKOLONIAL TERHADAP SENI RUPA KONTEMPORER ISLAM DI INDONESIA Isnaini, Harun Suaidi; -, Yustiono
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penelitian terhadap seni rupa kontemporer Islam di Indonesia belum banyak dilakukan. Penelitian yang sudah ada cenderung melihat seni rupa kontemporer Islam dengan cara yang seragam. Dengan menggunakan teori pascakolonial, penulis hendak membuat pembacaan yang baru terhadap seni rupa kontemporer Islam di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menganalisis karya-karya seni rupa kontemporer Islam di Indonesia periode 1991-2012 dengan teori pascakolonial tentang keliayanan dan hibriditas. Penulis menemukan seni rupa kontemporer Islam di Indonesia menunjukkan hibriditas kebudayaan. Seni rupa kontemporer Islam di Indonesia nampak sebagai suatu politik identitas dari sebagian umat Islam melalui penemuan kembali yang imajinatif di dunia modern global hari ini.
STUDI MEMORI: IDENTITAS DIRI Adrianov, Sendi; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Identitas diri merupakan komponen penting yang menunjukkan identitas personal individu. Dalam pembentukan identitas diri, memori menjadi sebuah hal yang sangat penting. Pada masa kanak-kanak, aspek-aspek seperti pengalaman, kepercayaan dan identifikasi menjadi sangat penting pada masa ini yang akan memberikan arah untuk masa depan dan menjadi sebuah jembatan dengan masa lalu. Memorabilia dijadikan sebagai perantara masa ini dengan masa lampau guna menghantarkan penulis kepada kemungkinan-kemungkinan akan masa depan.Gagasan di atas divisualisasikan dalam bentuk kolase pigment transfer dan asemblase dari barang-barang yang direkonstruksi sedemikian rupa hingga mencapai hasil yang dekat dengan penulis, sedangkan kutipan-kutipan yang hadir pada karya dimaksudkan sebagai narasi yang berhubungan dengan memori masa lampau.Melalui karya ini penulis mencoba memberikan opsi kepada apresiator bahwa dalam pembentukan identitas diri, setiap individu bisa berangkat dari memori personal yang bisa dituangkan dalam beragam cara. Dalam karya ini penulis menekankan melalui foto-foto pribadi, sehingga artefak foto tidaklah hanya sebuah dokumen yang bersifat pasif, hanya bersifat menyimpan arsip data, dan tidak memiliki kemampuan untuk menceritakan persoalan yang ada didalamnya, melainkan juga sebuah jembatan yang membawa setiap individu dalam proses pembentukan identitas diri.
ANOTHER OTHERS ON CULTIVATED SPACE Susetio, Aviandari Lestari; Zaelani Harry, Rizki Akhmad
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Berawal dari kejenuhan penulis dari konvensi konvensional dalam studio seni lukis, eksperimen dengan material resin dimulai karena ketertarikan pada sifatnya yang cair mengalir secara instan hingga mengering plastis. Hal tersebut berlanjut pada pemahaman akan relasi kasih yang juga cair mengalir, serta diawali dengan perhatian akan relasi kedua orang tua yang menggiring penulis akan kebutuhan memahami relasi kasih antara dua individu. Akhirnya penulis memulai pencarian akan rasa dari relasi kasih di bentuk kekinian yang plastis melalui resin. Pemilihan bentuk visual dibantu dengan pengaunaan kain organdi kemudian menghasilkan bentuk-bentuk abstrak penuh tekstur yang dibuat sebagai analogi dari gejolak rasa kasih.
I Paint Flower So They Wont Die Rezna Hassan, Rizki Putri; Zaelani Harry, Rizki Akhmad
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Otak manusia terus menerus memproduksi dan menciptakan gagasan. Setiap rangsangan yang masuk ke dalam otak seorang individu akan mengalami proses penggabungan dengan himpunan informasi yang telah subjek tersebut dapatkan sepanjang hidupnya. Lebih jauh, otak akan menghasilkan satu gagasan yang benar-benar jauh berbeda dari rangsangan awal tersebut.Secara pribadi, penulis sering mengalami kasus dimana penulis lebih mempercayai ‘apa yang ia pikirkan’ daripada ‘fakta’ yang sebenarnya. Penulis memilih untuk mempercayai apa yang ia bentuk dalam otaknya ketimbang sesuatu yang terjadi di dunia nyata. Dalam tugas akhir ini, penulis berusaha mendiferensiasi antara yang nyata dengan gagasan penulis, dengan cara menyatakan rekaman jejak ‘gagasan’ tersebut menjadi sesuatu yang nyata, yaitu lukisan. Penulis mencari kebenaran dengan bentuk menyatakan ulang, serta menjadikan elemen dan proses melukis sebagai instrumen untuk percaya. Persepsi yang merupakan bagian dari memori memiliki kekuatannya sendiri untuk mengekspresikan dirinya melalui individu. Memori memiliki daya cipta. Pada proses kekaryaan ini, penulis telah mengalami proses ekspresi di dalam penciptaan persepsi.
KAJAN PENDEKATAN KURATORIAL TERHADAP PAMERAN-PAMERAN DENGAN LABEL BANDUNG PERIODE 2000-2012 Gumilar, Ganjar; Hujatnika, Agung
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Label ‘Bandung’ pada pameran seni telah digunakan semenjak periode 1950-an dan pada gilirannya menggeserpemahaman terhadap istilah tersebut. ‘Bandung’ tidak hanya dimaknai sebagai batasan geografis (kota) melainkansebagai diskursus estetik. Melalui kajian kuratorial dengan fokus pendekatan kuratorial terhadap tawaran wacana estetik pameran, penggunaan label Bandung pada periode 2000-an berkaitan dengan sejarah seni rupa Bandung yang dianggap sebagai ‘anomali’ di tengah praktik seni rupa Indonesia. Pameran-pameran tersebut berupaya untuk membingkai ulang identitas ‘Bandung’ dengan tawaran wacana estetik yang dapat dibaca melalui teorisasi seni posmodern, atau kajianestetik yang melampaui modernisme. Elaborasi wacana estetik pada pameran dilakukan melalui pendekatan kuratorial yang berbeda-beda, antara lain: elaborasi teoretis atau historis. Bandung pada periode 2000-an tidak diidentifikasi melalui diskursus estetik tunggal, melainkan beragam. Keberagaman/pluralitas tersebut dapat dijelaskan melalui konsep seperti alegori, representasi seni, penumpukkan teks, dekonstruksi tanda, dan lainnya.
THE THINGS LEFT UNSAID Nastiti, Fauzia; -, Muksin
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Makalah ini adalah pengantar karya Tugas Akhir penulis yang berjudul “The Things Left Unsaid.” Karya ini dibuat berdasarkan masalah pribadi penulis. Banyak hal yang terjadi di dalam hidup penulis yang membuat dirinya kecewa. Perasaan itu pun hanya bisa penulis pendam, tanpa tahu bagaimana menjelaskannya secara verbal.Lewat karya ini penulis ingin mengungkapkan apa yang ia rasakan. Penulis menampilkan objek-objek serta warna yang sekiranya dapat membantu penulis menyampaikan perasaannya tersebut.Penulis berharap agar perasaan mengganjal yang ada di dalam dirinya dapat tersampaikan. Untuk masyarakat umum, penulis berharap agar karya ini bisa menimbulkan efek meditatif yang serupa seperti yang penulis rasakan.
REPRESENTASI KEINDAHAN ALAM BENDA Lestari, Della Aprilia; Damayanti, Nuning Yanti
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Ketergantungan akan estetik dalam proses berkarya menimbulkan kesadaran akan pentingnya nilai estetik dalam kehidupan manusia, terutama dalam bersosialisasi. Padahal setelah ditelisik lebih jauh, keindahan tidaklah mutlak, selalu ada potensi buruk dalam hal – hal indah dan selalu ada potensi baik dalam hal – hal yang buruk. Pada akhirnya keindahan yang hanya sebatas fisik akan sia – sia ketika kehidupan berakhir.Representasi keindahan alam benda menggunakan hal – hal yang memiliki citra negatif, seperti buah busuk menjadi sesuatu yang memiliki nilai keindahan. Buah busuk yang pada kesehariannya dianggap sampah, dipisahkan dari kesehariannya dan diangkat menjadi sebuah karya seni melalui pendekatan realis dengan teknik mimesis, memberikan nilai keindahan yang baru.Seni sebagai alat untuk menyalurkan kegelisahan merupakan upaya untuk mengubah pandangan akan karakter yang pada umumnya memiliki nilai negatif, sehingga dapat menyerap nilai – nilai moral yang baik.
ROLE PLAYING GAME Caesaria, Alrezky; Sayahdikumullah, Dikdik
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Permainan video game adalah ketertarikan penulis yang diangkat dalam karya seni lukis dan termasuk ke dalam kategori permainan pasif dikarenakan tidak adanya unsur interaksi yang didapatkan oleh anak-anak. Namun di masa kecilnya penulis bermain bersama anggota keluarga sehingga ada interaksi yang membuat nilai dari permainan tersebut bergeser. Penulis menciptakan karya dengan membuat sebuah simulasi dari memori yang sudah dipengaruhi pengalaman estetik yang dialami oleh penulis. Proses penciptaan karya melibatkan teknik dan teori seperti perspektif, abstraksi, dan lukisan portrait. Karya seni lukis yang tercipta memiliki bentuk visual pixel yang biasa muncul dalam permainan video game dalam bentuk lukisan portrait anak-anak.
SEEING DUALITY OF REALITY WITHIN` PROJECTION - MELIHAT DUALITAS REALITAS DALAM PROYEKSI. Fidhini, Putri; Ernawan, Bambang
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pengalaman (spiritual) yang dialami penulis telah membentuk sebuah persepsi yang kemudian menciptakan realitas baru pada diri penulis. Pengalaman tersebut mengenai sebuah pengalaman mimpi lucid yang terjadi berulang dan telah mempengaruhi psikis penulis ke hal yang negatif. Fenomena tersebut menghantarkan penulis untuk menciptakan karya lukis dengan pemanfaatan visual yang menghadirkan visual penggabungan antara bidang-bidang yang membentuk lansekap ruang imajinatif dengan konsep proyeksi sebagai idiom atau metafor yang menjelaskan mengenai hubungan dari dua realitas.Penulis menggunakan cat akrilik dan cat minyak diatas kanvas sebagai medium karya. Visual karya menampilkan sebuah ruang imajinasi yang dibangun dari susunan bidang, cahaya dan refleksi cermin. Dalam proses pembacaan makna dari karya ini, penulis menggunakan beberapa teori seni dan teori pendukung yang dianggap paling efektif dan tepat untuk menjelaskan karya secara ilmiah dan lebih objektif.Dalam prosesnya, karya ini diharapkan mampu menjadi alat bagi penulis untuk mengekspresikan hal-hal yang terjadi pada kehidupan penulis kedalam bentuk karya seni yang dapat bermanfaat bagi penulis maupun orang lain.
CITRA TUBUH DAN BENTUK TUBUH PEREMPUAN IDEAL DI MASYARAKAT Tiara, Cikita; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Body image atau citra tubuh adalah perasaan individu terhadap tubuhnya. Sebagian besar kaum perempuan memiliki citra tubuh yang negatif dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah standarisasi tubuh ideal di masyarakat. Bentuk tubuh ideal yang diekspos oleh media massa memberikan ekspetasi tinggi pada perempuan terhadap tubuhnya sendiri. Dengan ini, muncul rasa ketidakpuasan akan tubuh dan keinginan untuk terus mencapai tubuh yang ideal. Penulis mengangkat permasalahan tersebut berdasarkan perasaan personal penulis terhadap tubuhnya. Pada karya Tugas Akhir, penulis mencoba membangun visual tubuh ideal berdasarkan masyarakat jaman sekarang dan keinginan pribadi penulis. Penulis juga menghadirkan perasaan perempuan yang selalu memandang dan mengkoreksi tubuhnya sehingga mencapai kesempurnaan. Karya ini diharapkan mampu menjadi alat media penghubung dan sharing antar perempuan yang menghadapi masalah yang sama.