cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2015)" : 26 Documents clear
BIOGRAFI DAN GAGASAN KURATORIAL JIM SUPANGKAT DALAM PAMERAN-PAMERAN SENI RUPA KONTEMPORER INDONESIA DEKADE 1990-AN Respati, Yacobus Ari; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Jim Supangkat merupakan tokoh penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Ia memiliki peran yang konsisten dalam dunia seni rupa Indonesia sejak dekade 1970. Pada dekade 1970 ia menjadi mahasiswa di Bagian Seni Rupa ITB dan membuat karya-karya radikal yang mengadakan pemberontakan terhadap seni rupa akademis. Pemberontakan ini berlanjut dalam keaktifannya di Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (GSRBI) sebagai seniman & konseptor sejak tahun 1975. Pada tahun 1989 ia terlibat dalam kegiatan Australia and Regions Artist Exchange (ARX) di Australia. Keterlibatan ini membuatnya menjadi terpapar kepada jejaring seni rupa internasional dunia dan mempengaruhi keputusannya untuk menjadi kurator seni rupa. Sejak awal kiprahnya dalam bidang seni rupa, ia memiliki alur perkembangan pemikiran tersendiri dalam mempertimbangkan seni rupa Indonesia. Pada dekade 1990, sebagai kurator Supangkat memiliki gagasan-gagasan yang khas dalam menyikapi seni rupa kontemporer Indonesia. Hal ini tercermin dalam tulisan-tulisan yang dibuatnya bagi sejumlah pameran. Dengan mengamati perkembangan biografis yang unik sebagai wilayah pelataran dari terbentuknya gagasan-gagasan Supangkat inilah penulis melakukan penjabaran dalam bentuk deskripsi terhadap gagasan kuratorialnya mengenai seni rupa kontemporer Indonesia pada dekade 1990.
VISUALISASI FIGUR MIMPI MELALUI PENDEKATAN ONEIROLOGI Ivando, Agathon Theodacitra Yuda; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pembelajaran aplikatif mengenai kolaborasi antara ilmu mimpi (oneirologi) dengan karya seni rupa merupakan metode tersendiri dalam psikoanalisis dan figurisasi surealis mengenai isi alam bawah sadar dan mimpi manusia. Permasalahan ini diangkat sebagai usaha penulis dalam proses pencarian metode berkarya seni dalam ranah seni rupa kontemporer dan proses implementasi antar dua cabang ilmu yang berbeda, sehingga oneirologi dan seni sama sama berperan sebagai studi dalam pemahaman psikoanalisis manusia. Tugas Akhir ini menampilkan karya karya drawing stippling yang menvisualisasikan figur sureal dalam mimpi personal, bersumber dari jurnal studi mengenai ilmu mimpi (oneirologi) dan surealisme sebagai landasan utama dalam berkarya.
Tafsir Visual Atas Kitab Tanbihul Ghafilin Tornado, Greythama; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Agama dan spiritualisme adalah ranah paradoxical yang menuntut kemampuan intuisi, imajinasi dan dedikasi tinggi agar dapat mempelajarinya. Disebut Paradoxical dikarenakan agama memiliki kualitas enigmatic dan familiar diwaktu yang bersamaan, transenden juga membumi, kompleks juga simple, dan berbicara konteks lampau juga masa depan diwaktu bersamaan. Manusia sudah lama berusaha meraba apa itu agama dan spiritualisme secara keilmuan, manifestasi dari usaha tersebut melahirkan eskatologi , mitologi dan seni keagamaan.Penulis memiliki dua sudut pandang yang tampak berlawanan dan kontras dalam beragama. yaitu mistisme Islam sufi dan islam moderat, Hal ini tentu memberi sudut pandang yang fleksible dan luas dalam memandang agama, akan tetapi penulis memilih untuk menciptakan sudut pandang baru dalam memandang agama yaitu melalui pendekatan rasionalisme, keilmuan dan latar belakangnya yang seorang akademisi seni rupa. Hasil dari pendekatan tersebut mengarahkan penulis dalam menemukan sebuah kitab yang menjawab "kehambaran" agama Islam dalam konteks mitologis, eskatologis, dan grandiosity.Kitab yang berjudul Tanhibul Ghafilin tersebut adalah sebuah fenomena yang hadir atas kesadaran seorang ahli agama yang merasa akan perlunya penghadiran kisah Islam yang di dramatisasi agar dapat melebihi kisah epik keagamaan lainya dimana hal tersebut dapat menjawab kebutuhan estetika manusia. Penulis melihat kesempatan tersebut untuk merespon ironi kebutuhan manusia atas estetika, spiritual dan keingin tahuan sekaligus mendalami agama dengan pendekatan dirinya sebagai perupa.
ILUSI CERMIN DIGITAL Prabhawa, Satria; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulis tertarik untuk merenungi dan mendalami suatu konsep psikologi yang menurutnya sangatfundamental bagi setiap orang termasuk bagi diri penulis sendiri yaitu mengenai narsisisme. Narsisismemerupakan penjaga stabilitas diri seseorang, namun dalam taraf yang berlebihan, narsisisme menjadisuatu bentuk penyakit berwujud kesombongan, keserakahan dan eksploitasi citra diri untukdiperlihatkan. Hal ini merupakan suatu kecenderungan sehari-hari yang dilihat penulis pada masyarakatkontemporer, dan menimbulkan kegelisahan pada dirinya, tercermin dari fenomena penggunaaninternet khususnya media sosial yang memungkinkan kita untuk mengakses, mengobservasi danmengeksploitasi citra diri secara berlebihan. Dalam karya instalasi interaktif ini, penulis berupayauntuk menghasilkan suatu pemikiran yang dijadikan sebagai bahan kontemplasi bagi penulis sendirimaupun penikmat karya.Penulis melihat bahwa masyarakat pengguna internet, khususnya media sosial, teralienasi dankewalahan terhadap pemenuhan hasrat yang berkenaan dengan citra dirinya. Penciptaan karya tugasakhir ini, beserta segala yang muncul pada karya ini merupakan perwujudan dari segala upaya penulisdalam memaparkan dan menafsirkan pengetahuan yang penulis miliki. Penulis mengharapkan karyatugas akhir ini menghidupkan suatu pembahasan wacana dari pemikiran penulis, sehingga bermanfaatbagi penikmat karya dan bagi diri penulis.
RIO: DARI RUMAH, KE RUMAH, UNTUK RUMAH Pamungkas, Lukman Satrio; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Masa kecil merupakan suatu fase yang dilalui oleh semua orang. Semua hal yang menyenangkan dan menarik terjadi di dalamnya, bahkan setiap kejadiannya memberikan jejak yang nyata dalam ingatan. Saat dewasa pun, masa kecil ini tidak terlepas dan menjadi pengaruh pada setiap kehidupan tiap individu. Dalam kehidupan masa kecilnya, penulis dihadapkan kepada masa yang kurang menyenangkan. Pemanggilan ingatan masa kecil membuatnya sadar akan masalah yang ada, namun juga menumpuk kebencian baru di sisi lain. Proses tersebut membuat timbulnya penyesalan dan rasa bersalah penulis terhadap keluarganya. Untuk kedua kalinya, penulis mendapat penyadaran kedua untuk bisa menerima kisahnya di masa lalu. Perjalanan itu kemudian mencoba digambarkan oleh penulis dalam sebuah karya cetak saring dan instalasi. Selain sebagai proses ekspresi perasaan personal, juga berusaha untuk memberi koreksi pemikiran akan hubungan dengan keluarga pada lingkungan sosial.
HARMONI DALAM TRI HITA KARANA Sekar Padmi, Ni Luh Nyoman Shita; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Manusia, dikatakan sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaan manusia kini menjadikan manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang merasa paling berkuasa diantara mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Kedekatan secara spiritual telah luntur, keharmonisan di Dunia bukanlah nilai yang utama. Bukankah jika manusia terus hidup seperti ini, manusia justru akan kehilangan segalanya. Melalui proses perenungan penulis teringat akan sebuah konsep kehidupan sederhana untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan. Sebuah filosofi hidup masyarakat Hindu Bali “Tri Hita Karana”. Penulis menyadari bahwa manusialah yang memegang peranan penting untuk membangun keharmonisan kehidupan. Konsep Tri Hita Karana dituangkan penulis melalui karya Instalasi yang diperkuat dengan Performance Art sebagai satu kesatuan karya dengan dorongan totalitas berkesenian.Melalui kesenianlah penghayatan nilai luhur kehidupan tersebut dapat tersampaikan. Penulis percaya bahwa seni dapat membawa perubahan, seni dapat memperkaya rasa, mempertajam empati dan menyuburkan nilai-nilai kemanusiaan.
PERJALANAN DUNIA BARU Pramudya, Rendy Raka; Sudrajat, Dadang
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulis sangat mengagumi keberadaan alam semesta dan segala isinya yang telah diciptakan oleh Tuhan dengan sangat lengkap dan beragam. Rasakagum tersebut kemudian berujung pada rasa penasaran penulis tentang apa yang ada di luar dari apa yang bisa penulis lihat, raba serta rasakan.Tujuan karya ini dibuat adalah sebagai cara penulis untuk mencari jawaban dari rasa penasaran tersebut. Metode yang dilakukan oleh penulisberdasarkan metode automatisme dengan teknik melukis. Diharapkan dengan metode ini penulis mampu menghadirkan bentuk-bentuk yang asingyang tidak terpikirkan sebelumnya yang kemudian setelah dibaca bentuk-bentuk tersebut ternyata berasal dari pengalaman penulis yang selama initidak penulis sadari keberadaanya. Hasilnya, bahwa dengan proses melukis yang penulis lakukan, penulis dapat mengungkap dan menyadarikeberadaan dari hal yang selama ini tidak disadari oleh penulis.
The Growing Sadness Hegar, Maya Juniarti; Sayahdikumullah, Dikdik
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kehidupan itu sebagaimana sebuah lanskap. Kita tinggal di dalamnya, namun hanya dapat mendeskripsikannya jika kita mengambil jarak untuk menilainya. Berbagai macam orang dengan psikologi uniknya masing-masing seiring perjalanan hidup Penulis menjadi hal yang menarik. Dari ketertarikan ini, muncul keinginan Penulis untuk mengangkatnya menjadi permasalahan yang ingin ditampilkan dalam karya tugas akhir. Visualisasi karya tugas akhir ini merupakan bidang-bidang lanskap yang dirancang untuk memicu perasaan atau pemikiran manusia. Lanskap di sini dipakai sebagai bahasa metaphor untuk menceritakan bagian kecil dari dalam diri manusia yang diacu. Konsep estetik ditampilkan melalui beberapa potongan lanskap dengan elemen-elemen alam yang disusun untuk mencapai nuansa tertentu. Karya divisualisasikan menjadi enam (6) lukisan simbolik impresionis yang ditampilkan dengan media cat minyak di atas kanvas. Komposisi warna yang cenderung monokromatik dimaksudkan untuk mengarahkan apresiator dari lanskap menuju makna khusus yang dikandung lanskap tersebut. Diharapkan dari karya tugas akhir ini apresiator dapat memperoleh waktu sejenak mengambil jarak, untuk merasakan dan menilai satu hal samar namun juga penting dalam hidup, kesedihan.
ANALISIS LUKISAN LEE MAN FONG PERIODE 1950-1965 KOLEKSI ISTANA NEGARA Rahayu, Poppy; Adriati, Ira
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Lukisan Cina merupakan suatu entitas kesenirupaan yang mempunyai kaidah serta dalilnya tersendiri yang membuat karya-karya lukisnya menjadi unik dan menjadi ciri khas. Pada karya tulis ini, khususnya, membahas lukisan-lukisan Cina karya Lee Man Fong yang pada latar belakangnya merupakan seniman diaspora Cina yang tinggal dan bekerja di Indonesia dan sempat menjadi ajudan kepercayaan Presiden Soekarno untuk hal-hal penyeleksian karya seni di kalangan Istana Negara. Pada rumusan masalahnya mencoba untuk menjelaskan aspek-aspek estetis ditinjau dari pemahaman seni lukis Cina Tradisional yang berangkat dari kaidah-kaidah seni lukis Cina Kuno. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data purposive sampling. Lukisan yang dipilih merupakan beberapa karya Lee Man Fong yang dihasilkan pada masa produktifnya selama dua dekade, yaitu dari tahun 1950 sampai 1970-an sebanyak enam buah, di antaranya: “Dua Ikan Mas Hitam”, “Warung di Bali”, “Taman Pei Hai”, “Wanita Bali Menenun”, “Wanita Bali Membawa Bakul”, dan “Wanita Jepang dengan Kipas”. Adapun metode analisis yang diaplikasikan berupa pendekatan Kritik Seni Rupa Feldman dan Teori Seni Lukis Cina dengan menggunakan Enam Prinsip Lukisan Cina untuk meninjau aspek-aspek estetis dari sampel-sampel tersebut. Pada evaluasinya juga digunakan pendekatan transformasi budaya untuk melihat pemetaan historis dari tiap-tiap karyanya pada medan seni rupa Indonesia pada saat karya tersebut dihasilkan dan didistribusikan. Dalam bagian akhir laporan penelitian ini, terdapat kesimpulan bahwa enam lukisan terpilih yang menjadi sampel menunjukkan tema dan visualisasi khas Cina dengan tema simbolisme hewan, juga tema khas Indonesia dengan visualisasi keseharian masyarakat Bali pada beberapa lukisannya. Adapun teknik yang diaplikasikan menggunakan teknik seni lukis Cina tradisional.
TINJAUAN ASPEK-ASPEK MANAJEMEN PADA RUANG-RUANG GAGAS SENIMAN DI BANDUNG PASCA BOOM SENI RUPA 2000AN STUDI KASUS: S.14, PLATFORM3 DAN GERILYA Yoshua, Reuben Adriel; Hujatnika, Agung
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Ruang gagas seniman adalah ruang seni yang digagas dan dikelola oleh seniman. Di Bandung, ruang gagas seniman sudah bermunculan sejak tahun 1950an hingga sekarang. Sayangnya banyak diantara ruang tersebut yang sudah tutup karena berbagai kendala, salah satunya adalah pada sistem manajemen. Penelitian ini berusaha mencari dan merumuskan kelebihan serta kekurangan sistem manajemen yang dilakukan oleh ruang gagas seniman pasca boom seni rupa 2000an di Bandung. Penelitian dilakukan dengan melakukan kajian terhadap arsip ruang-ruang tersebut serta melakukan wawancara dengan para pengelolanya. Dalam menganalisa data-data temuan, digunakan pendekatan dari teori medan seni dan manajemen seni. Ruang-ruang gagas seniman pasca boom seni rupa 2000an memiliki perbedaan gagasan pendirian dengan ruang-ruang pada periode sebelumnya sehingga sistem manajemen yang diterapkan pun berbeda. Program ruang-ruang ini tidak membatasi diri dari kecenderungan tertentu sehingga tidak memiliki kesulitan pengelolaan yang sama dengan pendahulunya. Meski demikian, ruang-ruang ini masih memiliki kelemahan dalam sistem manajemennya. Walaupun memiliki upaya untuk mempertahankan keberlangsungan ruangnya, ruang-ruang ini belum memiliki fokus dalam upaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan utama yang dihadapi, tetapi lebih fokus untuk terus melaksanakan program yang dirancang dalam jangka waktu yang pendek. Ruang-ruang ini perlu membuat target untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut dibandingkan terus merancang program untuk mempertahankan keberlangsungannya dalam jangka waktu yang panjang.

Page 1 of 3 | Total Record : 26