cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2019)" : 11 Documents clear
Social Media Marketing: Consumer Behavior on The Cruelty Free Concern of Beauty Brand Wayan Weda Asmara Dewi; Fitria Avicenna
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.2379

Abstract

Penelitian ini bertujuan pada produk kecantikan yang peduli dengan isu “be cruelty-free” yang berarti perusahaan tersebut tidak mengujikan produknya pada hewan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan instrumen wawancara. Responden wawancara dipilih secara purposive sampling dengan syarat bahwa responden berumur 17-35 tahun, pengguna Instagram, dan sudah menggunakan produk kecantikan selama kurang lebih 1 tahun. Hasil menunjukkan bahwa Instagram menjadi media sosial yang diakses hampir setiap hari, baik untuk mencari hiburan, sekedar mengisi waktu, maupun mencari informasi. Terdapat kemungkinan isu “be cruelty free” diketahui melalui Instagram. Isu “be cruelty free” dapat dikemas secara kreatif menjadi informasi yang menarik perhatian, mudah diakses, dan menjadi topik diskusi di Instagram. Selanjutnya, “be cruelty free” memberikan kesan positif yang menunjukkan kepedulian perusahaan pada kesejahteraan hewan dan dampaknya pada keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang. Isu ini bukanlah faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap manfaat individu, sehingga tidak memberikan pengaruh yang dominan pada keputusan pembelian. Terlebih lagi, konsumen mungkin tidak akan melakukan pembelian ulang, jika harganya mahal. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi kebijakan kepada perusahaan agar lebih memperhatikan lagi kesejahteraan kepada hewan dengan tidak menguji coba produk kepada hewan.
Menggali Kebijakan Penyiaran Digital Di Indonesia Nur Malik Maulana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.2332

Abstract

Digitalisasi penyiaran merupakan sebuah keniscayaan yang membawa era baru penyiaran di Indonesia. Teknologi digital menjadi solusi tepat dalam mengatasi keterbatasan frekuensi pada penyiaran analog, tetapi sampai saat ini Indonesia belum merealisasikan penyiaran digital dikarenakan belum adanya payung hukum yang mengaturnya dan UU No.32/2002 tentang Penyiaran belum memuat aturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gagasan kebijakan dan regulasi penyiaran digital yang seharusnya dibuat oleh pemerintah. Metode penelitian ini adalah studi dokumentasi atau pustaka dengan melihat data-data yang berasal dari beberapa regulasi tentang penyiaran digital di Indonesia dan beberapa artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya proses saling pengaruh antara agen dan struktur dibalik pembuatan regulasi digitalisasi penyiaran yang digambarkan dengan tarik menarik kepentingan yang sangat kuat antara kepentingan publik, pemilik modal dan pemerintah. Pemilihan model multipleksing yang digunakan untuk penyiaran digital menjadi sebuah perdebatan sengit. Single multipleksing merupakan model yang paling tepat digunakan. Penguasaan frekuensi oleh pemerintah menciptakan ranah publik (public sphere) yang berisi keseimbangan antara kepentingan privat dan publik. Sehingga cita-cita penyiaran dengan diversity of ownership dan diversity of content dapat terwujud. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi kebijakan kepada pihak digital agar regulasi penyiaran digital harus didasari keseimbangan antara kepentingan privat dan kepentingan publik.
Gerakan Literasi Digital Berbasis Sekolah: Implementasi dan Strategi Yolanda Presiana Desi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.3510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat literasi digital pelajar SMP Karitas Ngaglik Sleman berdasarkan 9 elemen literasi digital menurut Steve Wheeler, yaitu: social networking, transliteracy, maintaning privacy, managing digital identity, creating content, organising and sharing content, repurposing content, filtering and selecting content, self broadcasting serta untuk mengetahui bagaimana gerakan literasi digital berbasis sekolah diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode campuran embedded konkuren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital pelajar SMP Karitas Ngaglik Sleman mayoritas berada pada level medium dan memiliki skor paling rendah pada elemen repurposing content. Gerakan literasi digital berbasis sekolah di SMP Karitas Ngaglik Sleman hanya menerapkan beberapa aspek dari 3 indikator menurut Kemendikbud. Mengacu pada Mayes dan Fowler maka gerakan literasi digital berbasis sekolah yang diterapkan baru sampai pada level 1 (Digital Competence) dan level 2 (Digital Usage). Kontribusi penelitian ini berupa masukan kebijakan supaya gerakan literasi digital berbasis sekolah dikembangkan sebagai mekanisme pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum serta mengacu pada keseluruhan 9 elemen literasi digital. Lebih lanjut, perlu diadakan pelatihan bagi guru sebagai pelaku/fasilitator literasi digital. Selain itu, dukungan dari kepala sekolah dan partisipasi aktif orang tua siswa diperlukan dalam mengembangkan budaya literasi digital di sekolah. Gerakan literasi digital berbasis sekolah perlu dikembangkan hingga level 3 (Digital Transformation) untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi generasi muda dalam dunia digital.
Analysis of The Implementation of Public Relations Function at The Department of Industrial and Trading of Yogyakarta in Improving The Market Quality Via Alfian Ika Agustina; Siti Fatonah; Muhammad Edy Susilo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.3512

Abstract

Department of Industrial and Trading of Yogyakarta does not have any Public Relations Officer (PRO), but they continue its implementation of Public Relations function for increasing market quality. The objective of this study are to find out the implementation of Public Relations function from this department. Situational Theory of the Publics, The Concept of PR’s Function, and SWOT Analysis will be guide for this study. This study is a qualitative descriptive, in the interest of investigate, measuring, and interpreting the problems of this study. The results shows that this department is implement Public Relations functions in many kind of activities, include Press Agentry, Public Affair and Community Relations, Inovations, and Branding Strategy. Functions implemented by this department are: maintain a good relationship with their publics, create the corporate image, communications between organization and publics, and make programs for all the publics. Based on the results, SWOT Analysis, and Situational Theory of The Publics, the implementation has not been succeed. This is due to the inability of identifying the publics, fulfill its wishes, and find out the right strategy. In the other words, the failure comes out because there is no Public Relations in this department. The contribution of this research is in the form of policy recommendations to other organizations to implement the public relations function as much as possible to achieve the objectives of the program.
Strategi Promosi Melalui Direct Marketing Untuk Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru Elisabeth Agita Sari; Lina Sinatra Wijaya
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.2608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaksanaan direct marketing yang dilakukan oleh Public Relation atau Biro Promosi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di beberapa SMA yang ada di Solo, Semarang dan Salatiga (Jawa Tengah) serta apakah strategi promosi melalui direct marketing yang dilakukan oleh UKSW berdampak pada peningkatan jumlah mahasiswa atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari hasil wawancara dan observasi di lapangan. Dari beberapa strategi yang sudah dilakukan oleh UKSW didapatkan hasil yang paling berimbas dalam peningkatan jumlah mahasiswa adalah dengan cara face to face selling (personal selling) khususnya yang dilakukan melalui kegiatan expo dan sosialisasi di sekolah sekolah, karena melalui strategi tersebut, Biro Promosi UKSW dapat bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan target audien untuk menjelaskan informasi tentang UKSW. Selain itu, dalam pelaksanaan expo dan sosialisasi, Biro Promosi juga memiliki keunikan tersendiri dalam penyampaian informasi yaitu menyampaikan informasi yang sama namun dengan cara yang berbeda yaitu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi target sasaran. Hal itulah yang pada akhirnya dapat berdampak pada peningkatan jumlah mahasiswa baru setiap tahunnya. Kontribusi penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan tentang peningkatan jumlah mahasiswa baru dengan face to face selling (personal selling) kepada calon mahasiswa.
Analisis Naratif Pemberitaan Prancis Sebagai Juara Piala Dunia 2018 di Harian Kompas Hilman Syahrul Yuzi; Subhan Afifi; Yenni Sri Utami
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.3515

Abstract

Piala Dunia digelar empat tahun sekali menjadi daya tarik bagi seluruh pecinta sepakbola di seluruh dunia. Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Rusia menyandang predikat dengan rekor penonton terbanyak sepanjang sejarah dengan 3,572 miliar, meskipun sempat dilanda berbagai konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter narasi pemberitaan Prancis sebagai juara Piala Dunia 2018 di harian Kompas edisi 10-17 Juli 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumen tertulis harian Kompas edisi 10-17 Juli 2018, serta melakukan wawancara pada tanggal 9, dan 16 Januari 2019, serta pada tanggal 9 Maret 2019. Teori yang digunakan untuk menganalisis karakter narasi adalah teori naratif, yakni proses menyampaikan dan merangkai suatu peristiwa secara berurutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik narasi harian Kompas dalam memberitakan Prancis sebagai juara Piala Dunia 2018 adalah narasi deskriptif, bukan narasi sensasi. Selain itu, harian Kompas tidak memiliki gaya tulisan yang spesial dan lebih mengacu pada narasi umum untuk sepakbola dengan menggunakan diksi yang sesuai Ejaan Yang Disempurnakan. Harian Kompas menempatkan Prancis dengan karakteristik yang kuat dan kompak sehingga mampu keluar sebagai juara Piala Dunia 2018. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi kebijakan kepada media pemberitaan lain agar menuliskan berita narasi yang mudah dipahami dengan karakteristik narasi yang umum bagi pembaca.
Model Kompetensi Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Indonesia dan Jerman Merlyn Marantika Bamanty; Puji Lestari; Dewi Novianti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.3507

Abstract

Kabul Art Gallery adalah perusahaan yang menawarkan lukisan batik di Yogyakarta. Mayoritas pelanggan adalah orang asing dari sejumlah negara termasuk Jerman. Tujuan penelitian ini untuk menemukan model kompetensi komunikasi bisnis lintas budaya, khususnya antara penjual Indonesia dan pembeli Jerman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara, dokumentasi, penelitian kepustakaan, dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Penelitian ini didasarkan pada teori kompetensi komunikasi lintas budaya Spitzberg, yang menganut motivasi, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil penelitian ini menemukan model kompetensi komunikasi bisnis lintas budaya Kabul Art Gallery berupa adanya motivasi penjual lukisan, adanya pengetahuan berupa lukisan dan bahasa asing, serta kemampuan dalam tawar menawar dengan bahasa asing yang kerap dimenangkan oleh penjual Indonesia. Komunikasi bisnis lintas budaya yang berhasil melahirkan manfaat dalam mengembangkan usaha dalam ruang lingkup global. Kontribusi penelitian ini berupa model kompetensi komunikasi lintas budaya yang dapat diterapkan pada perusahaan lain.
Autopoiesis Sistem Sosial dalam Diskursus Penyelesaian Persoalan Bencana Asap di Indonesia Arifudin Arifudin; Hermin Indah Wahyuni; F Trisakti Haryadi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.3508

Abstract

Kebakaran lahan gambut, sebagai penyebab bencana asap adalah persoalan yang sangat kompleks. Bahkan, ketika bencana asap di tahun 2015 masih kuat dalam ingatan kolektif masyarakat di Pulau Kalimantan dan Sumatera, kebakaran terjadi lagi di tahun 2018. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana para pihak berkomunikasi dalam menemukan solusi permanen penyelesaian bencana asap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara melakukan analisis diskursus dari FGD dan wawancara mendalam di Riau dan Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sosial masyarakat bersifat autopoiesis. Masing-masing pihak terbuka untuk mendengar pandangan pihak lain, namun akan tetap mengacu kepada kepentingannya masing-masing. Hasil penelitian ini menyarakan kepada para pihak untuk tidak memaksakan ego kepentingannya masing-masing dalam penyelesaian kebakaran lahan gambut di Indonesia.
Autopoiesis Sistem Sosial dalam Diskursus Penyelesaian Persoalan Bencana Asap di Indonesia Arifudin, Arifudin; Wahyuni, Hermin Indah; Haryadi, F Trisakti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.3508

Abstract

Kebakaran lahan gambut, sebagai penyebab bencana asap adalah persoalan yang sangat kompleks. Bahkan, ketika bencana asap di tahun 2015 masih kuat dalam ingatan kolektif masyarakat di Pulau Kalimantan dan Sumatera, kebakaran terjadi lagi di tahun 2018. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana para pihak berkomunikasi dalam menemukan solusi permanen penyelesaian bencana asap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara melakukan analisis diskursus dari FGD dan wawancara mendalam di Riau dan Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sosial masyarakat bersifat autopoiesis. Masing-masing pihak terbuka untuk mendengar pandangan pihak lain, namun akan tetap mengacu kepada kepentingannya masing-masing. Hasil penelitian ini menyarakan kepada para pihak untuk tidak memaksakan ego kepentingannya masing-masing dalam penyelesaian kebakaran lahan gambut di Indonesia.
Model Komunikasi Krisis Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Jeanneth Priscilla; Puji Lestari
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.3509

Abstract

Krisis muncul akibat kurang tepatnya penanganan organisasi dalam kasus-kasus tertentu, seperti di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari yang mengalami krisis pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model komunikasi krisis pelayanan pasien BPJS Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari dalam mengelola persepsi negatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teori komunikasi situasi krisis dan teori apologia. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menemukan model komunikasi krisis pelayanan pasien BPJS Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari. Substansi penelitian ini berupa model komunikasi krisis pelayanan pasien BPJS kesehatan di rumah sakit umum daerah yang dapat diterapkan di rumah sakit lain.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2019 2019