cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET" : 7 Documents clear
RESPONS PEMBERIAN AB MIX DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA MERAH (Lactuca sativa L.) SECARA HIDROPONIK Suwardi Suwardi; Cindy Novemy Sinaga; Rina Srilestari
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.8376

Abstract

Selada merupakan sayuran yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Saat ini permintaan selada dipasaran meningkat, tetapi tidak diimbangi dengan produksinya. Hal ini terjadi karena lahan berkurang akibat alih fungsi lahan. Sistem tanam hidroponik menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas untuk memenuhi kebutuhan pasaran. Pengaturan nutrisi tanaman sistem hidroponik menjadi kunci keberhasilan, sehingga perlu dikaji mengenai konsentrasi nutrisi dan jenis media yang mendukung pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi larutan nutrisi AB Mix dan media tanam yang paling baik untuk pertumbuhan dan hasil selada merah dan mengetahui interaksinya. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split plot). Pada Peta utama (main plot) yaitu konsentrasi Nutrisi AB Mix (700, 1000 dan 1300 ppm) dan Anak Petak (sub plot) yaitu media tanam (Rockwool dan spons). Data yang didapatkan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian yaitu tidak ada interaksi antara perlakuan konsentrasi nutrisi AB Mix dengan macam media tanam tanaman selada pada hidroponik sistem NFT (Nutrient Film Technique). Hasil terbaik pada konsentrasi AB Mix 1300 ppm, terlihat pada parameter volume akar, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar dan rasio tajuk akar. Media tanam terbaik yaitu Rockwool, terlihat pada parameter jumlah daun, bobot segar tajuk, tinggi tanaman, bobot segar akar, bobot ekonomis, dan rasio tajuk.
APLIKASI BERBAGAI JENIS MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) Afri Rona Diyanti; Yopa Dwi Mutia; Ermawati Ermawati; Aslan Sari Thesiwati; Lestalia Putri
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.8419

Abstract

Produksi kacang tanah  di Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan nasional, rendahnya produksi kacang tanah di sebabkan kurang optimalnya budidaya terutama pemupukan yang tidak berimbang. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah adalah aplikasi pupuk organik MOL. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan MOL yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan 5 jenis MOL yaitu Kontrol, MOL Kulit Pisang, MOL Kol, MOL Bayam dan MOL Tomat dengan konsentrasi masing-masing 300 ml/L. Data hasil pengamatan aplikasi MOL Kulit Pisang dengan konsentrasi 300 ml/l mampu meningkatkan produksi kacang tanah menjadi 4,25 ton/ha.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL Etika Putri Prabandari; Ellen Rosyelina Sasmita; Oktavia Sarhesti Padmini
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.6860

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan keluarga Cucurbitaceae atau labu-labuan. Kebutuhan mentimun cenderung meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk, peningkatan taraf hidup, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya nilai gizi sehingga dibutuhkan teknologi mengenai budidaya tanaman mentimun yang dapat meningkatkan hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interaksi antara komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun serta menentukan komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Mei 2021 di Dusun Cangkring, Desa Bendungan, Kapanewonan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor diantaranya yaitu komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol. Media tanam yang digunakan adalah tanah : pupuk kandang ayam : pasir dengan perbandingan 1:2:1, 2:1:1, dan 1:1:2 dan pengaplikasian paclobutrazol dengan konsentrasi 0,250 mL/L, 0,375 mL/L, dan 0,500 mL/L. Hasil dianalisis menggunakan Sidik Ragam dengan taraf nyata 5%, apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan metode Duncan Multiple Range Test pada taraf uji 5%. Hasil penelitian terdapat interaksi antara perlakuan komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol pada beberapa parameter pengamatan yaitu luas daun, diameter batang pada umur 60 hari, jumlah bunga betina, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Kombinasi perlakuan komposisi media tanam (tanah, pupuk kandang ayam, pasir dengan perbandingan 1:2:1) dan konsentrasi paclobutrazol 0,375 mL/L memberikan hasil yang lebih baik pada parameter jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Komposisi media tanam (tanah : pupuk kandang ayam : pasir dengan perbandingan 2:1:1 dan 1:2:1) nyata lebih baik pada parameter umur mulai muncul bunga dan bobot buah per petak. Paclobutrazol dengan konsentrasi 0,375 mL/L nyata lebih baik pada parameter umur mulai muncul bunga.
EFEKTIFITAS Trichoderma harzianum YANG DIPERBANYAK PADA BERBAGAI MEDIA DAN WAKTU APLIKASI BERBEDA UNTUK PENGENDALIAN Colletotrichum spp. PADA BUAH CABAI Endah Paramita Pratiwi; R.R. Rukmowati Brotodjojo; Chimayatus Solichah
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.7727

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas yang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Budidaya cabai dihadapkan pada penyakit tanaman yang salah satunya yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum spp. Upaya pengendalian dengan Trichoderma harzianum diharapkan mampu menekan serangan patogen Colletotrichum spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media T. harzianum yang terbaik dan waktu aplikasi yang tepat dalam mengendalikan Colletotrichum spp. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman UPN “Veteran” Yogyakarta pada bulan Januari–April 2022. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian in-vitro digunakan 4 perlakuan media yaitu dedak, jagung, air kelapa, dan limbah cair tempe serta 1 perlakuan kontrol Colletotrichum spp. tanpa agen hayati.  T. harzianum dari media perbanyakan yang efektif pada uji in-vitro, dilakukan uji lanjut in-vivo  dengan perlakuan kontrol (tanpa fungisida dan agen hayati), Fungisida Propineb, T. harzianum sebelum inokulasi patogen, dan T. harzianum setelah inokulasi patogen. Parameter yang diamati pada uji in-vitro adalah persentase penghambatan (%) dan pada uji in-vivo adalah masa inkubasi (hari), kejadian penyakit (%), intensitas penyakit (%), dan AUDPC. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F ANOVA apabila hasil menunjukkan perlakuan berbeda  nyata kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan taraf 5%. Trichoderma harzianum yang diperbanyak pada media dedak efektif menekan patogen Colletotrichum spp. pada uji in-vitro, serta waktu aplikasi T. harzianum sebelum inokulasi patogen sama efektifnya dengan aplikasi T. harzianum setelah inokulasi patogen.
UJI KUALITAS DAN PATOGENISITAS JAMUR Metarhizium anisopliae DAN Beauveria bassiana BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP HAMA ULAT KROP (Crocidolomia pavonana) PADA KUBIS Rian Alfian; Chimayatus Solichah; Abdul Rizal
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.8357

Abstract

Tanaman kubis merupakan salah satu jenis sayuran dari genera Brassica yang tergolong ke dalam famili Cruciferae. Tanaman kubis ini berasal dari daerah subtropis dan telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia. Hama Crocidolomia pavonana sebelumnya dikenal dengan nama ilmiah C. binotalis  Zeller, merupakan salah satu hama penting pada tanaman kubis. Salah satu alternatif dalam upaya mengurangi penggunaan pestisida adalah pengendalian hayati. Agensi hayati yang berpotensi dalam mengendalikan hama tanaman antara lain jamur entomopatogen; Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi jamur M. anisopliae dan B. bassiana yang mampu menaikkan patogenisitas hama C. pavonana pada tanaman kubis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hayati Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Februari 2022 – Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri atas 7 (tujuh) perlakuan yaitu : 10 g/L air konsentrasi jamur M. anisopliae, 20 g/L air konsentrasi  jamur M. anisopliae, 30 g/L air konsentrasi  jamur M. anisopliae, 10 g/L air konsentrasi  jamur B. bassiana, 20 g/L air konsentrasi  jamur B. bassiana, 30 g/L air konsentrasi  jamur B. bassiana dan Kontrol. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 (empat)  kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 15 larva instar ke 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur M.anisopliae dan B.bassiana konsentrasi 10 g/L air sudah menghasilkan patogenesitas terhadap hama C.pavonana dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa mutu kualitas jamur antar perlakuan tidak ada beda nyata, penggunaan jamur M.anisopliae dan B.bassiana dapat mempengaruhi patogenesitas terhadap hama C.pavonana pada kubis, serta penggunaan jamur M.anisopliae dan B.bassiana konsentrasi 10 g/L air sudah menghasilkan patogenesitas yang lebih tinggi terhadap hama C.pavonana dibandingkan dengan kontrol.
RESPONS PERTUMBUHAN STEK UBI KAYU (Manihot esculenta) VARIETAS KETAN TERHADAP MACAM DAN TEKNIK APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR Ananda Dwika Permata; Adhi Surya Perdana; Muhammad Habibullah
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.8189

Abstract

Pupuk organik cair (POC) berbahan dasar limbah cair sebagai pendukung pertumbuhan tanaman ubi kayu. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan macam, teknik aplikasi dan interaksi antara macam dan teknik aplikasi pupuk organik cair yang tepat guna meningkatkan respon pertumbuhan stek ubi kayu. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Tanjungsari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali, dengan perlakuan yakni kontrol, POC cucian beras, lindi dan campuran menggunakan teknik aplikasi kocor, semprot dan rorak. Analisis data secara statistik menggunakan ANOVA dan Uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan macam pupuk organik cair berpengaruh terhadap bobot kering akar dengan berat tertinggi pada perlakuan pupuk campuran sebesar 2,03 g. Perlakuan teknik aplikasi pupuk organik cair tidak berpengaruh nyata pada semua parameter. Perlakuan interaksi antara macam dan teknik aplikasi pupuk organik cair berpengaruh nyata pada parameter klorofil pada daun, dengan hasil tertinggi pada perlakuan pupuk campuran dengan teknik rorak sebesar 1,177 mg/g. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan bobot kering akar mempengaruhi pertambahan klorofil pada daun karena adanya bakteri fotosintesis yang dapat menambat N untuk meningkatkan fungsi klorofil dan merangsang pemanjangan sel akar.
UJI EFEKTIVITAS KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH DAN DAUN MENGKUDU TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA KOMODITAS CABAI RAWIT SECARA IN VITRO Ririn Vian Herviana; Usman Siswanto; Putri Laeshita
Jurnal Agrivet Vol 28, No 2 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i2.8253

Abstract

Antraknosa merupakan penyakit penting pada cabai dan apabila dibiarkan dapat mengurangi hasil panen. Daun sirih dan mengkudu kaya akan bahan aktif yang bersifat antifungal sehingga dapat digunakan untuk menekan penyakit tersebut. Tujuan Penelitian ini yakni menguji manfaat ekstrak daun sirih dan daun mengkudu pada beberapa konsentrasi dalam menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. Penelitian dilaksanakan di laboratorium dengan menggunakan percobaan faktorial (2x5) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan secara in vitro dengan metode peracunan media tumbuh PDA (Potato Dextrose Agar) dengan bahan ekstrak sesuai dengan konsentrasi yang telah ditentukan yaitu 0, 3, 6, 9 dan 12 %, selanjutnya jamur Colletotrichum sp. diinokulasi pada media tumbuh. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan diuji lanjut Orthogonal Polynomial dan Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak semakin efektif kandungan senyawa aktif dalam ekstrak daun sirih dan daun mengkudu. Interaksi antara keduanya mampu menurunkan diameter koloni, kerapatan spora dan meningkatkan daya hambat. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kandungan senyawa aktif dari ekstrak daun sirih dan daun mengkudu mampu menekan pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. hingga 12%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7