Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 14, No 3 (2019)"
:
13 Documents
clear
Formulasi Susu Pengganti dan Evaluasi Pengaruhnya terhadap Performa Anak Domba Kembar
Asep Sudarman;
Harun Fatmiati;
Lilis Khotijah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.282 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.228-236
The purpose of this experiment was to formulate and evaluate milk replacer on the production performance of twin lambs from before weaning to one month after weaning. Three pairs of twin lambs aged two weeks with a body weight of 3.83 ± 0.4 kg were divided into two groups, each consisting of three lambs. The treatments applied were PSI = lamb given mother's milk and PMR = lamb given milk replacer. Pre-weaning dry matter consumption data were analyzed descriptively and other data were analyzed using the T-test. The results showed that the dry matter consumption lambs that were given milk replacers in pre-weaning was 164.18 ± 31.25 g/head/day with the largest proportion coming from milk replacers (61.4%). PSI group lambs had dry matter and energy consumption after weaning, daily gain before and after weaning, and body weight when weaned were significantly higher (P <0.05) than the PMR group lambs. However, the ratio of feed conversion and body weight at 90 days in the two groups of lamb were not significantly different. All lambs were healthy and no one died. It is concluded that formulated milk replacer provides production performance in lambs that are equivalent to lambs fed with mother's milk.
Pengaruh Penambahan Isi Rumen dalam Ransum terhadap Konsumsi Nutrien pada Domba Pasca Sapih Dini
Nuri Yasmina Amalia;
Surono Surono;
Sutrisno Sutrisno
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.037 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.265-271
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan isi rumen dalam ransum terhadap konsumsi bahan organik (BO), lemak kasar (LK) dan total digestible nutrients (TDN) domba pasca sapih dini. Materi yang digunakan berupa 15 ekor domba umur 2 - 3 minggu dengan bobot rata-rata 4,37±1,11 kg.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 = pakan starter tanpa penambahan isi rumen + hijauan 100 g, T1 = pakan starter + 5%isi rumen sapi+ hijauan 100 g, T2 = pakan starter + 5%isi rumen kerbau+ hijauan 100 g,T3 = pakan starter + 5%isi rumen kambing+ hijauan 100 g dan T4 = pakan starter + 5%isi rumen domba+ hijauan 100 g. Parameter yang diamati yaitu konsumsi BO, LK dan TDN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan isi rumen berbagai ternak ruminansia tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi BO, LK dan TDN. Simpulan dari penelitian ini yaitu penambahan isi rumen berbagai ternak ruminansia dalam ransum ternak domba pasca sapih dini tidak meningkatkan konsumsi BO, LK dan TDN.
Pengaruh Frekuensi dan Periode Pemberian Pakan terhadap Bobot Relatif Organ Limfoid Ayam Buras Super
Ahmat Ikhsan Arfanda;
Edjeng Suprijatna;
Isroli Isroli
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.967 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.306-311
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu-waktu dimana ayam membutuhkan pakan melalui perbaikan manajemen pakan dengan frekuensi (F) dan periode (P) pemberian pakan. Penelitian ini menggunakan 252 ekor ayam buras super umur 1 hari dengan bobot awal rata – rata 37,88 ± 1,89 gram. Pakan yang digunakan adalah pakan komersil. Penelitian menggunakan rancangan split plot, dimana main plot berupa frekunsi pemberian pakan (1 kali/hari, 2 kali/hari dan 3 kali/hari) dan sub plot berupa periode pemberian pakan (14jam, 16jam dan 18jam) sehingga seluruhnya terdapat 36 kombinasi perlakuan. Parameter yang diukur meliputi bobot relatif organ limfoid (timus, limpa, bursa fabricius dan hati). Data yang diperoleh diamati keragamannya pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada pengaruh frekuensi dan periode pemberian pakan terhadap bobot relatif limpa, timus dan bursa fabrisius. Kesimpulan penelitian ini bahwa frekuensi dan periode pemberian pakan tidak meningkatkan bobot relatif organ limfoid.
Performans Itik Tegal Betina dengan Sistem Pemeliharaan Intensif dan Semi Intensif di KTT Bulusari Kabupaten Pemalang
Agam Pradipta Adi;
Dwi Sunarti;
Rina Muryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.518 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.237-245
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sistem pemeliharaan intensif dan semi intensif pada performans itik Tegal berupa komposisi dan konsumsi nutrien, konversi pakan dan produksi telur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2018 di peternakan rakyat Desa Bulu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 2265 ekor itik Tegal betina dari 13 peternak itik di KTT Bulusari yang terdiri dari 6 peternak dengan sistem pemeliharaan semi intensif dan 7 peternak dengan sistem pemeliharaan intensif. Itik Tegal dipelihara selama 40 hari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang menginterprestasikan suatu data dari sampel penelitian yang dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi pakan dan HDP itik Tegal betina yang dipelihara secara intensif sebesar 7,09 dan 57,57%, sedangkan itik yang dipelihara secara semi intensif adalah sebesar 1,43 dan 58,84%. Sistem pemeliharaan semi intensif lebih menguntungkan karena lebih sedikit pakan dapat memproduksi secara optimal.
Penambahan Tepung Daun Salam dalam Ransum terhadap Konsumsi Ransum, Bobot Potong, Bobot Karkas dan Organ Dalam Ayam Kampung Super
Betty Herlina;
W. Ibrahim
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.074 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.259-264
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penambahan Tepung Daun Salam Dalam Ransum Terhadap Konsumsi Ransum, Bobot Potong Dan Bobot Karkas Ayam Kampung Super. Penelitian ini menggunakan DOC ayam kampung super . Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. (R0) Pakan komersil BR1 tanpa tepung daun salam (R1) Pakan komersil BR1 + 1% tepung daun salam, (R2) Pakan komersil BR1 + 3% tepung daun salam, (R3) Pakan komersil BR1 + 6% tepung daun salam, (R4) Pakan komersil BR1 + 9% tepung daun salam, (R5) Pakan komersil BR1 + 12% tepung daun salam. Pengamatan meliputi konsumsi ransum, bobot potong, bobot karkas dan organ dalam ayam kampung super. apabila terjadi Pengaruh yang nyata pada peubah yang diamati maka di lanjutkan dengan uji Duncan. Data yang didapatkan dari setiap pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) menggunaka software SPSS 16.0. Disimpulkan bahwa penambahan tepung daun salam ransum dalam ransum dapat digunakan sampai taraf 12% tidak mempengaruhi konsumsi ransum, bobot potong, bobot karkas dan organ dalam ayam kampung super.
Pengaruh Pemberian Tempe Dedak Terhadap Performa Ayam Broiler
Isa Nur Fitriyani;
Urip Santoso;
Tris Akbarillah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.133 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.246-251
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tempe dedak terhadap performa ayam broiler. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kelompok perlakuan yang terdiri 4 ulangan pada setiap perlakuan. Setiap ulanganberisi 4 ekor ayam broiler. Adapun ke 5 perlakuan itu adalah sebagai berikut: 1) Broiler diberi pakan yang mengandung dedak sebagai kontrol (P0); 2) broiler diberi pakan mengandung 5% tempe dedak (P1); 3) broiler diberi pakan mengandung 8% tempe dedak (P2); 4) broiler diberi pakan mengandung 11% tempe dedak (P3) dan; 4) broiler diberi pakan mengandung 14% tempe dedak (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tempe dedak berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konversi pakan pada ayam broiler. Dapat disimpulkan bahwa tempe dedak dapat diberikan pada pakan broiler sampai dengan 14%.
Status Mikrobiologi Tepung Ikan Rucah yang Diberi Ekstrak Daun Kersen sebagai Antibakteri pada Berbagai Lama Penyimpanan
Tito Maulana Akbar;
Baginda Iskandar Moeda Tampoebolon;
Retno Iswarin Pujaningsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.493 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.312-318
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kualitas tepung ikan rucah yang diberi ekstrak daun kersen secara mikrobiologi pada berbagai lama penyimpanan. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Tepung ikan rucah ditambahkan ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w), diberi perlakuan lama penyimpanan masing-masing T0 (lama penyimpanan minggu ke -0), T1 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan T2 (lama penyimpanan minggu ke – 4). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah total bakteri, bakteri Gram +/- dan identifikasi Escherichia coli dan Salmonella sp. secara kualitatif. Perlakuan lama penyimpanan berbeda nyata (P < 0,05) terhadap total bakteri, namun tidak berbeda nyata (P > 0,05) terhadap bakteri Gram +/-. Secara kualitatif, tidak ditemukan bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp. pada sampel yang digunakan. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada tepung ikan rucah mampu mengurangi jumlah total bakteri, menekan bakteri Gram negatif, Escherichia coli dan Salmonella sp. selama penyimpanan.
Pengaruh Perbedaan Metode Pengolahan dan Level Pemberian Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Kualitas Organoleptik Tepung Ikan Rucah
Ade Novia Anggriani;
Retno Iswarin Pujaningsih;
Sri Sumarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (264.372 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.282-291
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara perbedaan metode pengolahan dan level pemberian ekstrak daun kersen terhadap kualitas organoleptik tepung ikan rucah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x2 dengan 4 ulangan. Parameter yang diukur yaitu uji organoleptik meliputi tekstur, warna, aroma dan jamur. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi antara perbedaan metode pengolahan dan level pemberian ekstrak daun kersen terhadap tekstur, warna, aroma dan keberadaan jamur pada tepung ikan rucah. Perbedaan metode pengolahan berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan rataan skor tekstur tepung ikan rucah, tetapi tidak berpengaruh nyata pada warna, aroma dan keberadaan jamur pada tepung ikan rucah. Perbedaan level pemberian ekstrak daun kersen berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan rataan skor warna dan aroma tepung ikan rucah. Disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi kombinasi perlakuan antara perbedaan metode pengolahan dengan level pemberian ekstrak daun kersen terhadap kualitas organoleptik tepung ikan rucah. Perlakuan pengukusan meningkatkan skor tekstur tepung ikan rucah dan pemberian ekstrak daun kersen menurunkan skor warna dan aroma tepung ikan rucah. Perlakuan terbaik yaitu metode pengukusan pada pembuatan tepung ikan rucah menghasilkan kualitas organoleptik dengan tekstur tidak menggumpal, cukup kering, halus, berwarna cokelat cerah, memiliki aroma spesifik tepung ikan, dan tidak terdapat jamur.
Pengaruh Penambahan Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantiifiolia) Dalam Air Minum Terhadap Tampilan Karkas Ayam Broiler
Aditya Rakhmansyah;
Warsono Sarengat;
Teysar Adi Sarjana
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.747 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.292-297
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambah air perasan jeruk nipis terhadap tampilan karkas ayam broiler. Materi yang digunakan yaitu 90 ekor day old chick (DOC) broiler dengan bobot rata-rata sebesar 38±0,1g. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dengan 6 ulangan. Perlakuan mulai diterapkan pada umur 21 hari. air minum ayam broiler terdiri dari T0 (air minum tanpa tambahan perasan jeruk nipis), T1 (air minum yang ditambah 0,5% perasan jeruk nipis), dan T2 (air minum yang ditambah 1% perasan jeruk nipis). Parameter yang diukur bobot potong, persentase karkas, potongan komersial dan lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perasan jeruk nipis sampai 1% dalam air minum tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tampilan karkas meliputi bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas namun mampu menurukan persentase lemak abdominal secara signifikan pada penambahan 1%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan air perasan jeruk nipis pada level 1% mampu menurunkan lemak abdominal tanpa mempengaruhi tampilan karkasnya.Kata kunci: jeruk nipis, broiler, tampilan karkas, lemak abdominal
Beternak Sapi: Sumber Pendapatan Alternatif pada Saat Kelapa Sawit Replanting
Latifa Siswati;
Rini Nizar;
Enny Insusanty
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.371 KB)
|
DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.319-323
Penelitian bertujuan untuk menemukan Sumber pendapatan petani saat kelapa sawit replanting dengan memelihara ternak sapi agar rumahtangga petani masih memperoleh sumber pendapatan selama masa kelapa sawit replanting. Metode penelitian menggunakan metode survey,pengambilan sampel secara purposive sampling yang dijadikan sampel adalah petani yang memelihara ternak sapi saat kelapa sawit replanting. Data yang diperlukan dengan mengunakan dataprimer dan sekunder untuk memperoleh pandapatan usaha ternak sapi. Data primer diperoleh langsung dari petani dan data sekunder diperoleh dari instansi dan dinas terkait dengan penelitian ini. Analisa data dilakukan dengan menghitung pendapatan dan BCR. Hasil peneitian diperoleh pendapatan dari ternak sapi sebesar Rp. 4.122.245,-/bulan dengan BCR sebesar 1,3. Dari hasil penelitian ini usaha ternak sapi saat kelapa sawit replanting layak untuk dilakukan karena BCR yang diperoleh lebih besar dari satu.