cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2011)" : 9 Documents clear
Performans Pertumbuhan Ayam Peraskok sebagai Ayam Potong Belah Empat serta Nilai Income Over Feed and Chick Cost Kususiyah Kususiah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.83-88

Abstract

ABSTRAKAyam Peraskok adalah ayam hasil persilangan antara ayam ras petelur betina dengan ayam buras jantan jenis Ayam Bangkok.  Produksi telur ayam ras petelur yang tinggi dan performans perdagingan Ayam Bangkok yang relatif baik disinyalir dapat menyediakan permintaan konsumen akan ayam buras dengan lebih baik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans pertumbuhan Ayam Peraskok sebagai ayam buras potong belah empat serta nilai income over feed and chick cost. Sebanyak 45 ekor anak ayam (DOC) Peraskok dipelihara kedalam 3 petak kandang, masing-masing petak kandang berisi 15 ekor sebagai ulangan.  Sebagai pembanding digunakan 20 ekor DOC ayam buras jenis Ayam Kampung dan dipelihara ke dalam 2 petak kandang, sehingga masing-masing petak kandang berisi 10 ekor  sebagai ulangan.  DOC dipelihara sampai umur potong belah empat yaitu ketika berat badan mencapai 700 g.  Peubah yang diukur meliputi: pertambahan berat badan, umur potong belah empat, konsumsi ransum, konversi ransum, dan income over feed and chick cost.  Data yang diperoleh ditabulasi dan dibahas secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur potong belah empat Ayam Peraskok dicapai pada umur 10 minggu dengan total konsumsi ransum 2.699,20 g per ekor, konversi ransum 3,95, dan income over feed and chick cost sebesar Rp. 8.319,98 per ekor.   Umur potong belah empat pada Ayam Kampung dicapai pada umur 12 minggu dengan konsumsi ransum sebesar 3.392 g per ekor, konversi ransum 4,63, dan income over feed and chick cost Rp. 6.245,08 per ekor.  Disimpulkan bahwa performans pertumbuhan Ayam Peraskok sebagai ayam buras potong belah empat lebih baik dan lebih menguntungkan dibanding ayam buras jenis Ayam Kampung.Kata kunci : Performans Peraskok, Income Over Feed and Chick Cost
Pengaruh Penambahan Enzim Protease Tanaman Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Daging Sapi Yenni Okfrianti; Kamsiah Kamsiah; Yessy Fitryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.125-136

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim protease tanaman terhadap sifat fisik dan organoleptik (rasa, tekstur, dan warna) daging sapi.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan sepuluh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh penambahan enzim protease tanaman (enzim papain dari buah pepaya, bromelin dari buah nanas, dan protease thiol dari rimpang jahe) terhadap  susut masak dan warna daging sapi ( p >0,05). Serta adanya pengaruh  penambahan enzim protease tanaman terhadap rasa dan tekstur daging sapi ( p < 0,05).Kata kunci: Protease, fisik, organoleptik, daging.
Pengaruh Penggunaan Ekstrak Daun Katuk Minyak Ikan Lemuru dan Vitamin E terhadap Performans Dan Kualitas Daging Ayam Broiler Basyaruddin Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.89-96

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun katuk, minyak ikan lemuru dan vitamin E sebagai pengganti feed suplement komersial terhadap performans dan kualitas daging ayam broiler.  Seratus sembilan puluh lima ekor ayam broiler didistribusikan menjadi 13 kelompok perlakuan yaitu: P0: Pakan mengandung  feed suplement komersial (pakan kontol).  P1: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 1% minyak ikan lemuru.  P2: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 1% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E.  P3: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 2% minyak ikan lemuru.  P4: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 2% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E.   P5: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 3% minyak ikan lemuru.  P6: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 3% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E.  P7: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 1% minyak ikan lemuru.  P8: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 1% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E.  P9: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 2% minyak ikan lemuru. P10: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 2% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E.  P11: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 3% minyak ikan lemuru.  P12: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 3% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 13 perlakuan dan 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler, jumlah ayam dalam penelitian sebanyak 195 ekor. Data yang diperoleh dianalisis sesuai rancangan yang digunakan (Rancangan Acak Lengkap) dan Uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) untuk menguji perbedaan pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun katuk, minyak ikan lemuru dan vitamin E berbeda tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konversi ransum ayam broiler serta berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar kolesterol, trigliserida, LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol dalam serum darah broiler dan  berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar kolesterol,  lemak dan kadar protein daging broiler.Kata Kunci: Daging, ekstrak, Katuk, Lemuru, performans, vitamin E 
Peforman Produksi Ayam Pedaging dengan Pemanfaatan Bungkil Biji Kapas sebagai Pengganti Sebagian Bungkil Kedelai dalam Ransum Eli Sahara; Sofia Sandi; Muhakka Muhakka
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.137-142

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya harga ransum, mengharuskan kita mencari bahan alternatif lain  yang harganya lebih murah, salah satunya adalah penggunaan bungkil biji kapas (BBK).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan BBK sebagai pengganti sebagian bungkil  kedelai terhadap pertumbuhan ayam broiler.  Penelitian ini menggunakan ayam broiler umur dua minggu.  Ransum perlakuan yang digunakan terdiri dari 4 tingkat  penggunaan BBK sebagai  pengganti bungkil kedelai yakni R0 (0%), R1(6%), R2 (12%) dan R3 (18%).  Rancangan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Kelompok) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dan setiap  ulangan terdiri dari 6 ekor ayam dengan menggunakan kandang koloni.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pada berbagai perlakuan penggunaan BBK berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB) dan konvesi ransum terbaik diperoleh pada perlakuan R2.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan BBK sebagai pengganti bungkil kedelai terbaik diperoleh pada tingkat 12%.Kata Kunci: bungkil biji kapas, bungkil kedelai , ransum, ayam broiler
Keragaan Telur Tetas Itik Pegagan Meisji L. Sari; Ronny R. Noor; Peni S. Hardjosworo; Chairun Nisa
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.97-102

Abstract

ABSTRAKItik Pegagan sebagai itik lokal Sumatera Selatan merupakan salah satu sumber genetik ternak atau kekayaan hayati lokal Indonesia, yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Sejauh ini data ilmiah mengenai itik Pegagan sebagai sumber plasma nutfah relatif masih sedikit dibandingkan ternak itik lokal lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengidentifikasi keragaan telur tetas itik Pegagan. Penelitian inidiawali dengan mengumpulkan telur tetas itik Pegagan sebanyak 500 butir yang didapat dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Tanjung Raja, Inderalaya dan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Telur itik yang dikumpulkan kemudian ditimbang dengan timbangan telur untuk mengetahui bobot telur (g), kemudian diukur panjang (mm) dan lebar telur (mm) untuk mengetahui indeks telur. Selanjutnya telur ditetaskan dengan mesin tetas yang sebelumnya dibersihkan dengan lisol 2.5%. Selama proses penetasan dilakukan pemutaran telur mulai hari ketiga sampai hari ke-25. Pemeriksaan telur (candling) dilakukan tiga kali yaitu pada hari kelima, ke-13 dan ke-25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot telur tetas yang digunakan 65 g, warna kerabang telur itik Pegagan adalah hijau kebiruan, rataan indeks telur itik Pegagan 75±0,03%. Fertilitas telur itik Pegagan yang dikumpulkan dari peternak itik rendah yaitu sebesar  60%, dengan daya tetas 53% dan bobot tetas sebesar 36,37 ± 3,39 g.Kata Kunci: telur tetas, penetasan, Itik Pegagan, fertilitas
Pengaruh Pemberian Air Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L) terhadap Kualitas Karkas Ayam Broiler Yosi Fenita; Warnoto Warnoto; A. Nopis
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.143-150

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas karkas ayam broiler yang diberi air buah mengkudu dengan berbagai level pemberian di dalam air minum. Penelitian dilaksanakan di kandang unggas Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Perlakuan air mengkudu adalah P0 (kontrol tanpa pemberian air buah mengkudu), PI (25 ml air buah mengkudu di dalam 1 liter air minum), P2 (50 ml air buah mengkudu di dalam 1liter air minum), dan P3 (75 ml air buah mengkudu di dalam1  liter air minum).cPenelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) kalau berbeda diuji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan pemberian air buah mengkudu berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap terhadap persentase berat karkas dan bagian karkas, persentase lemak abdomen, susut masak, dan kadar air daging, namun berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap kadar lemak daging dan kadar protein daging. Penelitian ini menunjukkan pemberian air buah mengkudu sampai level 75 ml di dalam air minum belum memberikan pengaruh positif terhadap persentase berat karkas dan bagian karkas, persentase lemak abdomen, susut masak, dan kadar air daging, namun berpengaruh positif terhadap variabel kadar lemak daging yang mampu menurunkan kadar lemak daging sampai 66,52% terhadap kontrol, demikian juga terhadap kadar protein daging yang mampu meningkatkan kadar protein daging sampai 14,86% terhadap kontrol.Kata kunci : morinda citrifolia, kualitas karkas, broiler
Pengaruh Suplementasi Daun Katuk Terhadap Ukuran Ovarium dan Oviduk Serta Tampilan Produksi Telur Ayam Burgo Heri D. Putranto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.103-114

Abstract

ABSTRAKAyam Burgo merupakan salah satu plasma nutfah Provinsi Bengkulu dan juga Indonesia yang hingga saat ini belum banyak diketahui tentang informasi fisiologi reproduksinya. Selain dikenal karena keindahan bulu dan suara ayam jantannya, ayam Burgo betina juga memiliki potensi sebagai penghasil telur. Pada studi ini, ayam Burgo betina mendapatkan suplementasi ekstrak daun katuk yang dibagi dalam 4 aras yaitu nonsuplementasi, 9, 18 dan 27 gr/ekor/hari selama 8 minggu. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak daun katuk yang diberikan melalui air minum terhadap ukuran ovarium, oviduk dan tampilan produksi telur ayam Burgo betina sebagai salah satu upaya mendapatkan informasi dasar fisiologi reproduksinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suplementasi ekstrak daun katuk tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati (P>0,05). Tetapi dengan adanya suplementasi ekstrak daun katuk, ayam Burgo betina memiliki kecenderungan untuk bisa menghasilkan produksi telur yang lebih tinggi serta ukuran ovarium dan oviduk yang lebih baik dibanding ayam nonsuplementasi. Hal ini disebabkan karena daun katuk memiliki kandungan prekursor yang berperan dalam biosintesa eicosanoids dan terlibat dalam proses reproduksi dan fisiologi serta kandungan senyawa aktif seperti estradiol-17? benzoat yang dapat meningkatkan fungsi reproduksi dan merangsang pertumbuhan folikel sehingga ayam dapat menghasilkan produksi telur yang lebih tinggi.Kata kunci: Ayam Burgo betina, ovarium, oviduk, produksi telur.
Regulasi Panas Tubuh Ayam Ras Petelur Fase Grower dan Layer Diding Latipudin; Andi Mushawwir
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.77-82

Abstract

ABSTRAKEnam puluh ekor ayam ras petelur strain Isa Brown masing-masing 30 ekor fase grower dan fase layer, telah digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui regulasi panas tubuh terhadap kedua fase tersebut. Ayam percobaan ditempatkan dalam kandang “battery individual cage” selama 2 bulan pada musim kemarau (Juni-Agustus 2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jengger ayam fase grower dan layer merupakan organ yang lebih besar mengevaporasikan panas dibandingkan pial, bulu dan shank. Namun pada fase layer terjadi peningkatan evaporasi panas pada shank yang signifikant. Respon respirasi (laju respirasi dan denyut jantung) nyata lebih tinggi pada fase layer. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan respon ayam fase layer dalam mengevaporasikan panas terutama pada shank, serta terjadi perubahan respon respirasi sebagai indikasi stres panas.  Kata kunci: ayam petelur, panas, regulasi
Peningkatan Produktivitas Lebah Madu Melalui Penerapan Sistem Integrasi dengan Kebun Kopi Rustama Saepudin; Asnath M. Fuah; Luki Abdullah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.115-124

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Kepahiang, Provinsi Bengkulu dengan tujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem integrasi perkebunan kopi dengan lebah madu Apis cerana terhadap produksi madu dan produksi kopi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan dan 10 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi madu lebih tinggi 114% daripada madu yang dihasilkan di luar perkebunan kopi. Sejalan dengan produksi madu, produksi kopi juga lebih tinggi 10,55% dari pada produksi kopi pada kebun yang penyerbukannya tidak dengan Apis cerana.Key words: Apis cerana, kopi, integrasi, produksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 9