cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2014)" : 10 Documents clear
Pengaruh Level Protein dan Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Kualitas Karkas Broiler Qotimah, Siti; Santoso, Urip; Soetrisno, Edi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.002 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh level protein dan suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap kualitas karkas broiler. Sebanyak 72 ekor broiler umur 21 hari dikelompokkan menjadi 6 kelompok perlakuan dengan 3 ulangan, masing-masing ulangan berisi 4 ekor broiler. Rancangan acak lengkap dengan 2 faktor (2x3) digunakan dalam penelitian ini, yaitu 2 level suplementasi ekstrak daun katuk (4,5 g/kg dan 9 g/kg) dan 3 level protein (19%, 17% dan 15%). Variabel yang diamati meliputi warna karkas, berat karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi level ekstrak daun katuk berpengaruh nyata terhadap warna karkas (P<0,05), tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase berat karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level protein berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap warna karkas, cooking loss dan drip loss, tetapi berpengaruh nyata terhadap persentase berat karkas (P<0,05) dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap meat bone ratio. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa suplementasi ekstrak daun katuk pada level 9 g/kg meningkatkan warna karkas. Pemberian pakan berprotein 15% menurunkan persentase karkas dan meat bone ratio. Pemberian level protein dan suplementasi ekstrak daun katuk tidak menunjukkan adanya interaksi untuk meningkatkan kualitas karkas broiler.Kata kunci : ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) , protein, kualitas karkas
Suplementasi Serbuk Kulit Nenas serta Mineral Cu dan Zn dalam Ransum dan Pengaruhnya terhadap Kandungan Antioksidan Susu Kambing Mardalena Mardalena
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.91-101

Abstract

ABSTRAKSuatu penelitian in vivopenggunaan pakan suplemen yang mengandung serbuk kulit nenas (SKN) + mineral Zn 25 ppm dan Cu 10 ppm sebagai sumber antioksidan dilakukan untuk meningkatkan antioksidan dan kolesterol susu. Kambing perah Etawah yang berada pada laktasi kedua dengan produksi rata-rata 0.467 liter per ekor per hari digunakan pada penelitian ini. Ransum basal terdiri dari rumput gajah (Pennisetum purpureum) dan konsentrat komersial mengandung 12.6% protein kasar (500 g/ekor/hari). Perlakuan terdiri dari rumput gajah +konsentrat sebagai kontrol (C), C+ pakan suplemen mengandung 2.4% SKN+mineral, C+pakan suplemen mengandung 3.6%SKN+mineral dan C+pakan suplemen mengandung 4.8%SKN+mineral. Variabel yang diamati adalah produksi susu dan produksi susu 4%FCM, laktosa susu, lemak susu, protein susu dan antioksidan susu kambing. Data dianalisa menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05) diantara perlakuan terhadap laktosa susu dan antioksidan susu, tetapi tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0.05) terhadap produksi susu, produksi susu 4%FCM (Fat Corrected Milk), lemak susu, dan protein susu. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah suplementasi serbuk kulit nanas 4.8% dan mineral Zn 25 ppm+ Cu10 ppm sebagai sumber antioksidan meningkatkan antioksidan susu kambing.Kata kunci: Suplementasi, serbuk kulit nenas, antioksidan.
Fermentabilitas Rumen dan Kecernaan In Vitro Ransum yang Disuplementasi Kulit Buah Kopi Produk Fermentasi Jamur Pleurotus ostreatus Irma Badarina; Dwierra Evvyernie; Toto Toharmat Toharmat; Elis Nina Herliyana
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.102-109

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi kulit buah kopi yang telah difermentasi jamur Pleurotus ostreatussebagai pakan suplemen secara in vitro berupa tingkat fermentabilitas dalam rumen dan kecernaan bahan kering serta bahan organik ransum. Kulit buah kopi produk biokonversi ditambahkan ke dalam ransum konsentrat sebanyak 0%(R0), 2%(R2), 4%(R4) dan 6%(R6) dari total bahan kering ransum. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dan tiga sumber cairan rumen kambing sebagai blok dan level pemakaian kulit buah kopi dalam ransum sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pH rumen dan NH3-N. Nilai rerata pH rumen dalam penelitian ini berada dalam kisaran normal. Suplementasi sampai level tertinggi (6%) tidak mengganggu metabolisme protein dalam rumen. Kadar VFA nyata menurun pada ransum yang disuplementasi dibandingkan ransum kontrol, dan tidak terdapat perbedaan yang nyata dalam produksi VFA diantara ransum yang disuplementasi. Produksi VFA berada dalam kisaran normal. Perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap populasi mikrobia rumen (protozoa dan bakteri). Hal ini memberikan indikasi bahwa suplementasi kulit buah kopi produk biokonversi sampai level 6% tidak membahayakan kehidupan mikroba rumen. Kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum yang disuplementasi menurun dibandingkan ransum kontrol. Level 6% penambahan di dalam ransum, kecernaan masih dikategorikan baik.Kata Kunci : Kulit buah kopi, P.ostreatus, fermentabilitas, kecernaan, rumen
Total Digestible Nutrient of Diet Containing PUFA- Concentrate Supplemented with Yeast and Curcuma xanthorrhiza Roxb for Dairy Goat Sulistyowati, Endang; Sudarman, Asep; Wiryawan, Komang G.; Toharmat, Toto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.002 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research was designed to evaluate nutrient digestibility, mentioned as Total Digestible Nutrient of diet containing PUFA (polyunsaturated fatty acid) - concentrate supplemented with yeast and Curcuma xanthorrhiza Roxb for dairy goat. Twenty Ettawah crossbred goat in late lactation were allocated into 6 treatments in randomized block design. The treatments were PD0: PUFA-diet with no supplement, PDA: with Asifit, PDY: with 0.5% yeast, PDC: with 1.5% curcuma, and PDM: with 0.5% yeast + 1.5% curcuma. The PUFA-diet contained of 80% PUFA- concentrate as basic diet and 20% Pennisetum purpureum. While the PUFA sources were roasted ground corn and roasted soybean meal, and corn oil. Results showed that intakes of DM, OM, CP, CF, NFE, ADF, and GE were not affected significantly by dietary treatments. However, EE and NDF among treatments were different significantly (P&lt;0.05), whereas Ca and P were different very significantly (P&lt;0.01). High nutrient contents (DM, OM, CP, EE, CF, NDF, and GE) were found in feces of the goat with curcuma diet (PDC), consequently showed the opposite effects by giving the lowest digestibility (P&lt;0.05 or P&lt;0.01) of these nutrients. Total digestible nutrient (TDN) of PDY and PDM were markedly higher (79.89% and 79.37%, respectively) than that in other diets, such as being the lowest was in PDC (69.94%). This suggested that the yeast concentration of 1.8 108cfu/d, given singly or in combination with 1.5% Curcuma could be considered as the right level for improving nutrient digestibility in the late lactation goat in our study.Keywords: curcuma, dairy goat, PUFA-diet, TDN, yeast
Kualitas Organoleptik Kerupuk Kulit Kaki Ayam yang Diproduksi dari Jenis Ras Ayam dan Larutan Perendam Berbeda Muhammad Irfan Said; Effendi Abustam; Arifuddin Arif
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.72-80

Abstract

ABSTRAK Kerupuk merupakan salah satu jenis produk makanan yang banyak diminati oleh masyarakat saat ini.  Kerupuk dari kulit kaki ayam merupakan produk olahan asal ternak yang memanfaatkan hasil ikutan dari pemotongan ayam.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kerupuk dari kulit kaki ayam yang diproduksi menggunakan jenis larutan perendam dan ras ayam berbeda.  Penelitian dilaksanakan secara eksperimen laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3x2x3.  Faktor  I adalah bahan baku dari 3 jenis ras ayam (ras pedaging ; ras petelur dan buras).  Faktor II adalah 2 jenis larutan perendam (asam (CH3COOH 1% v/v) dan basa (Ca(OH)2 1% b/v), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data pengamatan diperoleh dengan menggunakan sistem skala yang dilakukan oleh panelis. Data diperoleh selanjutnya dianalisis secara sidik ragam.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis ras ayam berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penampilan warna maupun kesukaan kerupuk kulit berdasarkan persepsi konsumen, namun tidak berpengaruh (P>0,05) pada bau, cita rasa dan kerenyahan.  Perbedaan jenis bahan perendam berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap cita rasa, namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap persepsi bau, kerenyahan dan kesukaan kerupuk kulit.  Secara umum panelis memberikan persepsi lebih baik pada produk kerupuk kulit yang diproduksi dari bahan baku kulit kaki ayam ras pedaging yang direndam dalam larutan basa (Ca(OH)2 1% b/v). Kata kunci :  kualitas organoleptik, kerupuk, kulit kaki ayam, larutan perendam  
Efek Waktu Pemberian Pakan dan Level Energi terhadap Cekaman Panas Berdasarkan Suhu Rektal dan Kulit Sapi Dara Fries Holland Suherman, Dadang
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.003 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengevaluasi respon suhu rektal dan kulit sapi dara FH pada waktu pemberian pakan berbeda yang diberi konsentrat dengan kandungan TDN berbeda pula. Enam perlakuan: P1 (waktu pemberian pakan pukul 5.00 &amp; 18.00), P2 (pukul 8.00 &amp; 16.00) dan R1 (level TDN konsentrat 70%), R2 (level TDN konsentrat 75%), R3 (TDN konsentrat 75% mengandung minyak kelapa 3,5%). Secara keseluruhan, enam perlakuan: P1R1 (A), P1R2 (B), P1R3 (C), P2R1 (D), P2R2 (E), dan P2R3 (F). Penelitian dilakukan selama enam periode dan setiap periode selama 14 hari. Pengambilan data dilakukan setiap jam pada hari ke 4, 8, 12, dan 14 dari pukul 05.00 hingga pukul 20.00. Parameter unsur cuaca (suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, dan radiasi matahari), parameter respon fisiologias (suhu rektal dan suhu kulit). Rancangan digunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin 6 x 6. Analisis lanjut menggunakan Uji Tukey dan Kontras Ortogonal. Hasil penelitian didapatkan bahwa ternak yang mengkonsumsi pakan pada pukul 05.00 dan 18.00 cenderung memiliki rataan respon suhu rektal dan suhu kulit lebih rendah saat ada cekaman panas siang hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban cekaman panas dari sapi dara dapat diatasi dengan pengaturan waktu pemberian pakan dan pemberian pakan dengan energi mudah dicerna.Kata kunci: Waktu pemberian pakan, suhu rektal, suhu kulit, sapi perah dara
Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Permen Susu (Karamel) Rasa Jahe (Zingiber officinale Roscoe) dan Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) Sistanto Sistanto; Edi Soetrisno; Rustama Saepudin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.81-90

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik produk permen susu (karamel) meliputi sifat fisik, kimia, dan organoleptik setelah adanya penambahan jahe dan temulawak. Metode penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap pola satu arah terdiri dari lima perlakuan dengan empat ulangan yaitu P0: Kontrol, P1: 0,6% jahe, P2: 1% jahe, P3: 0,6% temulawak, dan P4: % temulawak. Variabel yang diukur meliputi rendemen, kerapatan, pH, kadar air, lemak, protein, Gross Energy (GE) dan uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, keempukan, dan produk secara umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rataan jumlah rendemen (40,84%), kerapatan (0,933 g/cm3), pH (5,36), kadar air (9,63%), lemak (6%), protein (5,5%), GE (4098 Kkal) dan keempukan (4,80%). Perlakuan menurunkan tingkat kesukaan panelis dari parameter aroma (37,5%-13,75%), warna (52,50%-18,75%), rasa (56,25%-11,25%), tekstur (47,50%-7,50%) serta produk secara keseluruhan. Modus kesukaan tertinggi pada permen karamel P0 (kontrol) sebesar 58,75%. Pengolahan susu menjadi karamel dapat meningkatkan mutu produk karamel susu namun penggunaan jahe dan temulawak menurunkan persentase tingkat kesukaan panelis dibandingkan dengan karamel tanpa penambahan jahe dan temulawak.Kata kunci: karamel, jahe, temulawak, fisik- kimia, organoleptik
Efek Waktu Pemberian Pakan dan Level Energi terhadap Cekaman Panas Berdasarkan Suhu Rektal dan Kulit Sapi Dara Fries Holland Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.117-129

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengevaluasi respon suhu rektal dan kulit sapi dara FH pada waktu pemberian pakan berbeda yang diberi konsentrat dengan kandungan TDN berbeda pula. Enam perlakuan: P1 (waktu pemberian pakan pukul 5.00 & 18.00), P2 (pukul 8.00 & 16.00) dan R1 (level TDN konsentrat 70%), R2 (level TDN konsentrat 75%), R3 (TDN konsentrat 75% mengandung minyak kelapa 3,5%). Secara keseluruhan, enam perlakuan: P1R1 (A), P1R2 (B), P1R3 (C), P2R1 (D), P2R2 (E), dan P2R3 (F). Penelitian dilakukan selama enam periode dan setiap periode selama 14 hari. Pengambilan data dilakukan setiap jam pada hari ke 4, 8, 12, dan 14 dari pukul 05.00 hingga pukul 20.00. Parameter unsur cuaca (suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, dan radiasi matahari), parameter respon fisiologias (suhu rektal dan suhu kulit). Rancangan digunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin 6 x 6. Analisis lanjut menggunakan Uji Tukey dan Kontras Ortogonal. Hasil penelitian didapatkan bahwa ternak yang mengkonsumsi pakan pada pukul 05.00 dan 18.00 cenderung memiliki rataan respon suhu rektal dan suhu kulit lebih rendah saat ada cekaman panas siang hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban cekaman panas dari sapi dara dapat diatasi dengan pengaturan waktu pemberian pakan dan pemberian pakan dengan energi mudah dicerna.Kata kunci: Waktu pemberian pakan, suhu rektal, suhu kulit, sapi perah dara
Pengaruh Level Protein dan Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Kualitas Karkas Broiler Siti Qotimah; Urip Santoso; Edi Soetrisno
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.130-136

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh level protein dan suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap kualitas karkas broiler. Sebanyak 72 ekor broiler umur 21 hari dikelompokkan menjadi 6 kelompok perlakuan dengan 3 ulangan, masing-masing ulangan berisi 4 ekor broiler. Rancangan acak lengkap dengan 2 faktor (2x3) digunakan dalam penelitian ini, yaitu 2 level suplementasi ekstrak daun katuk (4,5 g/kg dan 9 g/kg) dan 3 level protein (19%, 17% dan 15%). Variabel yang diamati meliputi warna karkas, berat karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi level ekstrak daun katuk berpengaruh nyata terhadap warna karkas (P<0,05), tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase berat karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level protein berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap warna karkas, cooking loss dan drip loss, tetapi berpengaruh nyata terhadap persentase berat karkas (P<0,05) dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap meat bone ratio. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa suplementasi ekstrak daun katuk pada level 9 g/kg meningkatkan warna karkas. Pemberian pakan berprotein 15% menurunkan persentase karkas dan meat bone ratio. Pemberian level protein dan suplementasi ekstrak daun katuk tidak menunjukkan adanya interaksi untuk meningkatkan kualitas karkas broiler.Kata kunci : ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) , protein, kualitas karkas
Total Digestible Nutrient of Diet Containing PUFA- Concentrate Supplemented with Yeast and Curcuma xanthorrhiza Roxb for Dairy Goat Endang Sulistyowati; Asep Sudarman; Komang G. Wiryawan; Toto Toharmat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.110-116

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini didisain untuk mengevaluasi kecernaan nutrisi, dinyatakan dalam TDN, dari ransum yang mengandung PUFA konsentrat yang disuplementasi yeast dan Curcuma xanthorrhiza Roxb pada kambing perah.  Dua puluh ekor kambing Peranakan Ettawah (PE) pada fase laktasi akhir dialokasikan kedalam 6 perlakuan dengan Rancangan Acak Kelompok.  Perlakuan tersebut adalah: PD0: PUFA-diet tanpa suplemen, PDA: dengan Asifit, PDY: dengan 0,5% yeast, PDC: dengan 2% curcuma, dan PDM: dengan 0,5% yeast + 2% curcuma.  Ransum- PUFA terdiri atas 80% PUFA- konsentrat sebagai ransum dasar dan 20% rumput gajah.   Sumber PUFA terdiri atas jagung giling sangrai, tepung kedelai sangrai, dan minyak jagung.  Hasil menunjukkan bahwa  konsumsi  DM, OM, CP, CF, NFE, ADF, dan GE tidak terpengaruh oleh perlakuan.  Namun, EE dan NDF  antarperlakuan berbeda  signifikan (P<0.05), sedang Ca dan P  berbeda sangat signifikan (P<0.01).  Kandungan nutrisi yang tinggi (DM, OM, CP, EE, CF, NDF, and GE)  ditemukan di feces pada kambing dengan perlakuan Curcuma (PDC), konsekuensinya adalah kecernaan nutrisinya secara signifikan (P<0.05) atau sangat signifikan (P<0.01) terendah.  Total digestible nutrient (TDN) dari  PDY dan PDM secara signifikan tinggi (79,89% dan 79,37%) disbanding ransum lainnya, terendah pada PDC (69,94%).  Hal ini menunjukkan bahwa yeast atau ragi dengan konsentrasi 1,8 108cfu/d baik disuplementasikan tunggal atau dikombinasi dengan 2% Curcuma dapat dikatakan sebagai kandungan yang tepat untuk memperbaiki kecernaan nutrisi pada kambing perah dengan laktasi akhir pada penelitian ini.Kata kunci: curcuma, kambing perah,  PUFA-diet, TDN, yeast

Page 1 of 1 | Total Record : 10