cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Efek Penambahan Tepung Daun Sirsak (Annona Muricata L) dalam Ransum Berbasis Jerami Padi Fermentasi terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In Vitro N. Suningsih; Sadjadi Sadjadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.173-179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh penambahan tepung daun sirsak di dalam ransum berbasis jerami padi fermentasi terhadap nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum yang dilakukan secara In Vitro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicobakan terdiri : P0 = Ransum basal, P1 = P0 + Tepung daun sirsak 1%, P2 = P0 + Tepung daun sirsak 2%, P3 = P0 + Tepung daun sirsak 3%. Ransum basal terdiri Jerami Padi Fermentasi 45%, Rumput Gajah Mini 30%, Dedak 10%, Bungkil Kelapa 10%, Jagung Giling 4%, dan Premix 1%. Peubah yang diamati adalah kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam dilanjutkan dengan Uji Lanjut Jarak Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian perlakuan penambahan tepung daun sirsak di dalam ransum berbasis jerami padi fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap KcBK dan KcBO. Nilai KcBK dan KcBO tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan P3 (3% Tepung Daun Sirsak) secara berurutan yaitu  60,43% dan 61,76%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik meningkat seiring semakin tinggi penambahan tepung daun sirsak di dalam ransum. Penambahan tepung daun sirsak dalam ransum berbasis jerami padi fermentasi tidak berdampak negatif terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta dapat ditambahkan hingga 3% di dalam ransum.
Pengaruh multinutrisi blok (MNB) sebagai pakan pelengkap terhadap kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G pada kambing lokal A. B. Iskandar; R. I. Pujaningsih; Widiyanto Widiyanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.132-137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pakan pelengkap multinutrien blok (MNB) terhadap tingkat produktivitas kambing yang tercermin melalui kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G dalam serum darah. Penggunaan kambing lokal bertujuan untuk meningkatkan tingkat produktivitas kambing lokal yang dinilai cukup rendah. Penelitian ini dilakukan di desa Kalisidi, kabupaten Semarang dan analisis serum darah di laboratorium IBL Semarang. Kambing lokal dievaluasi kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G di dalam serum darahnya untuk mengetahui apakah pemberian MNB berpengaruh nyata terhadap tingkat produktivitas. 12 ekor kambing lokal dipelihara dalam kandang individu dan dibagi kedalam tiga kelompok berisi 4 ekor berdasarkan bobot badan 17,5 – 20 kg (Kelompok I), 15 – 16,5 kg (Kelompok II), 13,5 – 15 (Kelompok III). Tiap kelompok diberi ransum yang berbeda sesuai dengan kebutuhan tiap kelompok, yang didalamnya diberi perlakuan ransum tanpa MNB (perlakuan I) dan ransum dengan penambahan MNB sebanyak 5, 10, dan 15 gram (perlakuan II, III, dan IV). Sampel darah kambing diambil dan dianalisis untuk mengetahui besar pengaruh kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G akibat perlakuan. Data hasil analisis diuji signifikasinya menggunakan ANOVA, apabila hasilnya berbeda nyata maka akan diuji lebih lanjut dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (MRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian level MNB dengan jumlah yang berbeda (0, 5, 10 dan 15 g) tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kadar albumin, globulin dan perbandingan A/G dalam serum darah kambing lokal. Dapat disimpulkan bahwa pemberian MNB tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas ternak tercermin melalui tingkat kecernaan (albumin) dan peningkatan kesehatan (globulin). 
Struktur Populasi dan Performans Reproduski Ternak Babi di Kabupaten Sumba Timur A. Kaka; R. R. Dapawole; A.U. H. Pari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.195-199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi dan performans reproduksi ternak babi di Kabupaten Sumba Timur. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan Mei 2017 dengan metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan wawancara langsung terhadap 200 responden. Data dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif yang digambarkan pada tabel frekuensi dari setiap indikator. Variabel yang diukur adalah struktur populasi jantan dan betina yang meliputi anak (0-3 bulan), muda (3-8 bulan), dewasa (>8 bulan). Sedangkan performans reproduksi meliputi lama estrus, siklus estrus, litter size, jumlah sapih, angka mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi ternak babi di dominasi ternak betina: jantan secara berurutan meliputi anak 53.39:46.61%, muda 57.50:42,50%, dewasa 54.17: 45,83%. Sedangkan performans reproduksi ternak babi yakni lama estrus 3,25 hari, siklus estrus 20,45 hari, liter size 9,75 ekor serta mortalitas 17,03%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa struktur populasi ternak babi didominasi ternak betina. Sedangkan performans reproduksi induk ternak babi tergolong dalam kategori baik.
Pengaruh Umur Induk dan Lama Penyimpanan Telur terhadap Bobot Telur, Daya Tetas dan Bobot Tetas Ayam Kedu Jengger Merah R. Sumbayak; E. Kurnianto; S. Kismiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.138-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur induk dan lama penyimpanan telur terhadap bobot telur tetas, daya tetas, dan bobot tetas ayam Kedu Jengger Merah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 121 butir telur hasil  produksi 25 ekor betina dan 5 ekor jantan Ayam Kedu Jengger Merah umur 61-65 minggu, dengan sex ratio 1 : 5. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 5 x 4 dengan 5 kali ulangan. Faktor pertama adalah umur induk (61, 62, 63, 64 dan 65 minggu) dan faktor kedua adalah lama penyimpanan telur tetas (1, 3, 5 dan 7 hari) pada suhu ruang. Parameter yang diamati adalah bobot telur tetas, daya tetas, dan bobot tetas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur General Linear Model (GLM) dengan alat bantu SAS Ver. 6.12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara umur induk dan lama simpan terhadap parameter yang diamati. Umur induk tidak berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati sedangkan lama simpan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tetas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot telur dan bobot tetas. Kesimpulan adalah daya tetas menurun pada lama penyimpanan 7 hari. 
Pengaruh Penambahan Indigofera zollingeriana dalam Stock Solution terhadap Motilitas dan Abnormalitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (PE) A. W. Hastuti; D. Samsudewa; E.T. Setiatin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.167-172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan Indigofera zollingeriana dalam Stock Solution pada level penambahan yang berbeda terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa kambing Peranakan Etawa (PE). Semen yang digunakan adalah semen afkir tidak lolos uji kualitas semen segar oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Sidomulyo Ungaran yang memiliki motilitas <70%. Pengenceran semen menggunakan bahan pengencer stock solution dengan penambahan Indigofera 0%, 1%, 2% dan 3%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji normalitas Shapiro Wilk dilanjutkan dengan analisis uji Kruskal Wallis dan dilakukan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara motilitas dan abnormalitas. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata (H-hit > 0,05) antar perlakuan terhadap motilitas dan abnormalitas. Rataan motilitas tertinggi dan rataan abnormalitas terkecil pada perlakuan I1 yaitu sebesar 39,8% untuk motilitas dan 22,52% untuk abnormalitas. Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak ada korelasi bolak balik (? > 0,05) antara motilitas dan abnormalitas. Nilai korelasi sebesar – 0,224 yang berarti hubungan antara motilitas dan abnormalitas adalah berlawanan arah. Artinya, apabila nilai motilitas tinggi maka nilai abnormalitas adalah rendah (kecil). Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan Indigofera hingga level 3% dalam stock solution  dapat mempertahankan motilitas dan abnormalitas spermatozoa.  
Analisis Vegetasi Hijauan Pakan Ternak di Area Integrasi dan Non Integrasi Sapi dan Sawit T. Rostini; S. Djaya; R. Adawiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.155-161

Abstract

Analisis vegetasi hijauan pakan ternak di area terintegrasi dan non integrasi sapi sawit telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vegetasi hijauan di bawah tanaman kelapa sawit yang terintegrasi dan non integrasi dengan ternak Penelitian ini menggunakan metode pengamatan purposive sampling dan di analisis dengan uji T atau t-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat sepuluh jenis tanaman di area integrasi dan non integrasi sapi sawit. Paspalum conjugatum memiliki frekuensi relatif, kerapatan relatif dan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi dibanding hijauan pakan lainnya baik di area integrasi maupun non integrasi  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  vegetasi hijauan pakan ternak diarea integrasi sapi sawit menunjukkan hasil yang lebih tinggi. Disimpulkan bahwa integrasi sapi sawit dapat meningkat produksi hijauan pakan ternak.
Pengaruh Lama Penyimpanan Telur Tetas Ayam Kedu Jengger Merah terhadap Kualitas Interior Telur U. Latifah; S. Kismiati; Sutopo Sutopo
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.162-166

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas interior telur ayam Kedu jengger merah. Materi yang digunakan adalah 113 butir telur ayam kedu jengger merah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu  penyimpanan telur 1 hari (T0), penyimpanan telur 3 hari (T1), penyimpanan telur 5 hari (T2), penyimpanan telur 7 hari (T3) dan penyimpanan telur 9 hari (T4). Parameter yang diamati meliputi bobot putih telur, bobot kuning telur dan haugh unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap bobot putih telur dan haugh unit, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot kuning telur. Bobot putih telur mulai menurun pada perlakuan T3, sedangkan pada haugh unit menurun pada perlakuan T1. Disimpulkan bahwa semakin lama telur tetas disimpan akan menurunkan kualitas interior.  
Identifikasi Karakteristik Habitat Bertelur dan Uji Penetasan Semi Alami (in-situ) Telur Burung Mamoa (Eulipoa wallecei) di Desa Simau Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara B. A. Sadjab; R. Kondolembang; Sunarno Sunarno; O.F.W. Tutupary; B.R. Toisuta
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.180-186

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat bertelur burung Mamoa (Eulipoa wallecei) dan uji penetasan telur secara semi alami (in-situ) telah dilakukan di Desa Simau Kecamatan Galela Halmahera Utara. Penelitian dengan teknik observasi atau pengamatan dilakukan secara langsung di lapangan tepatnya di lokasi habitat bertelur burung Mamoa (Eulipoa wallecei) yang berada di Desa Simau, untuk mengetahui variasi harian iklim mikro lubang pada pasir sebagai habitat bertelur burung Mamoa, dan penelitian di laboratorium untuk menguji kandungan logam dalam pasir sehingga diketahui tingkat konduktivitas termalnya, serta dilakukan uji penetasan secara semi alami (in-situ) pada kedalaman 40, 60 dan 80 cm untuk mengetahui presentase daya tetas, waktu inkubasi dan mortalitasnya. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik habitat bertelur burung Mamoa di Desa Simau kecamatan Galela Kabupaten Halmahera utara yang dikaji berdasarkan kajian mikroklimat menujukkan fluktuasi suhu dan kembaban yang bervariasi berdasarkan kedalaman dan waktu pengamatan, dimana rata-rata suhu maksimum terjadi pada saat siang hari dan suhu minimumnya terjadi saat malam hari, sementara kelembaban terendah terjadi saat siang hari dan nilai tertingginya terjadi pada saat malam hari. Kadungan terbesar dalam pasir sebagai habitat bertelur burung Mamoa Desa Simau adalah unsur Fe (Besi) sebesar 58,59 % dengan sifat konduktivitas termal yang tinggi. Terdapat perbedaan pada daya tetas dan lamanya inkubasi penetasan telur secara in-situ (semi alami) pada kedalaman 40 cm, 60 cm dan 80 cm, dimana daya tetas terbesar yang mencapai presentase 100 % berada pada kedalaman tanam 80 cm dengan rata-rata waktu inkubasi yang paling cepat sekitar 67,3 hari.
Pengaruh Berbagai Ketinggian Tempat Terhadap Kandungan Fraksi Serat Pada Rumput Lapang Sebagai Pakan Hijauan N. P. Indriani; A. Rochana; H. K. Mustafa; B. Ayuningsih; I. Hernaman; D. Rahmat; T. Dhalika; K. A. Kamil; Mansyur Mansyur
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.212-218

Abstract

Ketersediaan rumput lapang dengan kualitas yang tinggi dan jumlah yang mencukupi sangat diperlukan ruminansia. Fraksi serat merupakan komponen sumber energi pada ruminansia untuk meningkatkan produktivitasnya. Rumput lapang cukup tersedia di berbagai ketinggian, terutama pedesaan di Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan fraksi serat dari rumput lapang di pedesaan Jawa Barat pada musim hujan dan musim kemarau. Penelitian dilakukan dari bulan September 2015 sampai Juli 2016. Metoda yang digunakan adalah metoda survei, dengan penentuan sampel secara bertahap.Tahap pertama adalah menentukan area berdasarkan jumlah ternak dengan purposive sampling untuk wilayah Jawa Barat. Tahap kedua menentukan daerah berdasarkan ketinggian tempat sebagai perlakuan menggunakan metoda eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Setiap desa mempunyai 6  cuplikan dengan cara melempar kuadran secara acak. Parameter yang diukur adalah fraksi serat. Hasil menunjukkan bahwa ADF dan Lignin sama kandungannya untuk berbagai ketinggian, sedangkan kandungan NDF, Selulosa dan hemiselulosa pada ketinggian sedang dan rendah adalah sama  dan  lebih tinggi dari pada di dataran tinggi.
Pengaruh Pemberian Aditif dalam Ransum Berupa Kombinasi Kulit Singkong dengan Lactobacillus Sp. terhadap Kualitas Eksterior Telur Puyuh Periode Laying R.A.G.A.S Putri; E. Suprijatna; D. Sunarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.148-154

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aditif dalam ransum berupa kombinasi kulit singkong dan Lactobacillus sp. pada kualitas eksterior telur puyuh.  Materi yang digunakan yaitu 240 ekor puyuh petelur berumur 4 minggu yang didistribusikan kedalam 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan, tiap ulangan 10 ekor puyuh. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini yaitu berupa pemberian aditif dalam ransum berupa kombinasi kulit singkong dan Lactobacillus sp. dalam bentuk larutan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Taraf perlakuan yang diberikan; T0 : Ransum basal (kontrol), T1 : Ransum + aditif 100 ml /kg ransum, T2 : Ransum + aditif 150 ml /kg ransum, T3 : Ransum + aditif 200 ml/kg ransum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf signifikansi 5% (P<0,05) dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif berupa kulit singkong yang dikombinasikan dengan Lactobacillus sp. dalam ransum puyuh berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan bobot telur dan tebal kerabang telur. Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar kalsium kerabang telur. Kesimpulan dari penelitian ini penambahan aditif  dalam ransum berupa kombinasi kulit singkong dan  Lactobacillus sp. dalam bentuk larutan dapat memperbaiki kualitas eksterior telur puyuh periode laying mulai pada taraf pemberian 100 ml aditif/kg ransum.